GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Etika Pada Saat Syuting di Rumah Sakit

Written By Situs Baginda Ery (New) on Rabu, 03 April 2013 | 16.26

http://mercusuarku.files.wordpress.com/2008/12/silhouette_woman_body_229245_l.jpg?w=450Heboh syuting di sebuah rumah sakit seolah menuduh crew sinetron yg syuting di ruang ICCU telah menyebabkan pasien meninggal dunia.Walaupun berita itu sangat provokatif dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya, bukan itu soalnya. Bagaimanakah sebenarnya prosedur membuat adegan di rumah sakit?
Tentu saja dimulai dari perizinan dari pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit memberi izin ruangan dan peralatan atau perlengkapan yang boleh dipakai dan tidak boleh dipakai. Biasanya ruang ICU atau ruang ICCU tidak boleh dipakai. Departemen penyutradaraan dan departemen artistik yang sudah berpengalaman pasti memahami ini. Ruang ICU adalah bukan ruangan yang spesifik. Bisa menggunakan ruang apa saja. Hanya terdiri dari sebuah brankar dan kain penutup. Peralatan utama berupa pacu jantung atau monitor jantung. Memang ada juga sutradara yang punya semacam penyakit “aneh.” Maunya di tempat yang real walau pun cuma ruang ICU.
Kalau harus memaksakan syuting di ruang aseli ICU atau ICCU pasti akan menganggu, baik syuting maupun pasien. Biasanya pihak rumah sakit memberikan ruangan yang bisa “disulap” menjadi interior (ruang dalam ) ICU. Biasanya ruangan itu jauh dari kamar pasien. Mengenai peralatan monitor jantung, pihak rumah sakit memberikan dengan waktu yang terbatas. Bahkan kemungkinan tidak bisa diberikan jika banyak pasien yang membutuhkan. Dengan waktu yang terbatas itu, biasanya sutradara yang berpengalaman bisa menyiasatinya dengan tidak mengurangi “nilai” adegan yang diinginkan.
Keberadaan crew sinetron di rumah sakit bisa jadi menggangu kenyamanan pasien dan keluarga pasien. Harap maklum, crew sinetron beragam latar belakangnya.Disinilah diperlukan kesigapan unit produksi untuk mengingatkan crew agar bisa membedakan antara rumah sakit dan pasar. Belum lagi jika harus “mengusir” pengunjung karena masuk ke dalam frame yang harus digantikan dengan pengunjung “bohongan”alias figuran. Cara “mengusirnya” ada juga yang seakan rumah sakit adalah milik orang tuanya.
Itulah pentingnya etika syuting, bukan hanya di rumah sakit tapi juga di tempat lain. Etika ini biasanya hilang karena tekanan kerja yang sangat tinggi, misalnya saat kejar tayang. Tapi bagi yang sudah biasa kerja di bawah tekanan tentu bisa mengingatkan yang belum terbiasa. Ya,walapun nasi sudah menjadi bubur.Setelah peristiwa itu, nampaknya kedapan akan sangat sulit mendapatkan izin syuting di rumah sakit.
sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2012/12/28/etika-syuting-di-rumah-sakit-514489.html

0 komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...