ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Kisah Nyata Penuh Hikmah: Mencintai tanpa syarat

Written By Situs Baginda Ery (New) on Sabtu, 22 Maret 2014 | 11.43

http://sketsadalamsunyi.files.wordpress.com/2011/04/sepi.jpg 

KISAHNYATA = MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset
Management
yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau
juga
sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia .
Apa
yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan
dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* – - – sebuah
perenungan
Buat para suami baca ya….. istri & calon istri juga
boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia
yg sudah senja bahkan
sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun
kesehariannya diisi dengan merawat
istrinya yang sakit istrinya juga
sudah tua.. mereka menikah sudah lebih 32
tahun.
Mereka
dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya
melahirkan
anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu
terjadi
selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah
bahkan
terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap
hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
mengangkat
istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan
istrinya
didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya
tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,
untunglah
tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga
siang
hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang
memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia
temani istrinya
nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia
alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi
tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno
sudah cukup senang bahkan dia
selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini
dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia
merawat
istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang
anak2
mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada
suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka
sambil
menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah
tinggal dengan
keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia
inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “
Pak kami ingin sekali
merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun
keluhan keluar dari bibir
bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami
menjaga ibu” . dengan
air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah
yg keempat
kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan
mengijinkannya,
kapan bapak menikmati masa tua bapak
dengan berkorban seperti ini
kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji
kami akan merawat
ibu sebaik-baik secara bergantian”. .
Pak Suyatno menjawab hal yg
sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku ……… Jikalau
perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
mungkin bapak
akan menikah….. ..tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian
disampingku
itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak
kerongkongannya
tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini
dengan
penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian
tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti Ini.
Kalian
menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia
meninggalkan
ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan
bapak yg masih diberi
Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis
anak2 pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil
jatuh dipelupuk
mata ibu Suyatno… dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
dicintainya
itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu
stasiun
TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat
Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis
beliau dengan tamu yg hadir di
studio kebanyakan kaum perempuanpun
tidak sanggup menahan haru disitulah Pak
Suyatno bercerita.
“Jika
manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,
tetapi
tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian)
adalah
kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping
hidup saya, dan sewaktu
dia sehat diapun dengan sabar merawat saya
mencintai saya dengan hati dan
batinnya bukan dengan mata, dan dia
memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena
berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan
ujian bagi
saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa
adanya.
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

http://raz1el.wordpress.com/2010/05/31/mencintai-tanpa-syarat/
11.43 | 0 komentar | Read More

Kisah Islami Penuh Hikmah: Suami Berhati Malaikat ( Setiap kisah mempunyai hikmah tersendiri )

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2012/03/sunyi.jpg?w=300&h=225 
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!
Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.
“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku. ..Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis
” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

http://raz1el.wordpress.com/2010/04/19/suami-berhati-malaikat/
11.41 | 0 komentar | Read More

Kisah dan Hikmah: Arjuna dan bidadari

http://1.bp.blogspot.com/-iaoYw6JLYTw/T0yjMUGSv7I/AAAAAAAAHXQ/Cz6zIQAPXpE/s1600/Fantasy+Worlds+(326).jpg
Namanya Arjuna, persis nama seorang tokoh dalam dunia pewayangan. Tapi ia tak tampan, tak gagah. Apalagi digila-gilai oleh wanita. Arjuna yang ini hanya seorang penjual ulat sebagai pakan burung yang penghasilannya tidak menentu.
Tinggalnya di sebuah rumah sederhana dengan ibundanya yang sudah berusia 70 tahunan. Sejak usia 2 tahun Arjuna menderita lumpuh. Penyebabnya adalah demam yang sangat tinggi yang kemudian merusak syarafnya.
Arjuna kini sudah 40 tahun dan tetap lumpuh. Ia pun masih tetap ulet menjalankan profesinya. Sejak beberapa waktu yang lalu ia mempunyai kegemaran baru, suka mengikuti pengajian dari masjid ke masjid. Dari pengembaraannya itu akhirnya ia jatuh cinta pada sebuah masjid di sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang kyai yang masih muda dan berkharisma.
Pagi itu Arjuna tampak rapi dan wangi. Ia menggunakan baju terbaiknya, sebuah baju koko berwarna putih yang dimintanya pada sang ibu untuk disetrika licin-licin. Ia sudah siap menuju pengajian di pondok pesantren. Jaraknya lumayan, dari Jl. Pendawa Dalam, Bandung, ke daerah Gegerkalong Girang. Apalagi bagi seseorang yang tak berfisik sempurna seperti Arjuna, jarak itu terasa lebih dari sekedar lumayan.
Arjuna merangkak di depan rumahnya, lalu dengan suara cadelnya berteriak memanggil becak di ujung jalan. Sang tukang becak pun tanggap dengan panggilan Arjuna. Ia mafhum, Arjuna pasti akan pergi ke pondok pesantren.
Arjuna duduk manis di dalam becak, hingga sampai ke jalan besar. Di jalan besar, sang tukang becak membantu memanggilkan taxi. Satu taxi lewat, taxi berikutnya juga, dan berikutnya, lalu berikutnya. Arjuna tetap duduk manis di dalam becak, tersenyum. Keringat mengucur di tubuh sang tukang becak yang tampak sedikit kesal tidak satu pun taxi yang mau berhenti.
Membawa Arjuna sebagai penumpang taxi memang berbeda. Sang sopir taxi harus rela membantu menggendongnya. Maka tak heran kalau tak semua sopir taxi mau. Tapi Allah selalu memberikan pertolongan-Nya. Sebuah taxi meluncur pelan dan berhenti. Sampai di pondok pesantren Arjuna disambut oleh beberapa orang jemaah.
Ia sama sekali tak dipandang sebelah mata. Justru banyak orang yang sayang padanya, termasuk sang kyai.
Ceramah pun dimulai. Seperti kali yang lalu. kali ini Arjuna tak mampu
membendung air matanya. Semangatnya membara. Bukan hanya itu bahkan bergejolak.
Bagai sebuah handphone yang perlu di-charge, inilah saat-saat Arjuna
menge-charge jiwanya. Total biaya Rp.50.000,- yang harus ia keluarkan untuk pulang pergi ke pondok pesantren, serasa tak ada harganya dibanding dengan setrum yang menyulut dirinya. Ajuna jadi lebih semangat bekerja, lebih semangat mengumpulkan uang untuk bisa datang ke pengajian.
Arjuna sekarang jadi rajin ibadah malam. Sifat pemarahnya mulai hilang, jadi lebih sabar dan optimis. Pelan-pelan keinginan itu muncul. Suatu keinginan yang sama sekali tak pernah berani untuk ia mampirkan walau sekilas di kepalanya.
“Ibu, Arjuna kepingin kawin!” Suara cadel Arjuna bagai geledek yang memecah kesunyian malam di telinga sang ibu.
“Arjuna enggak mimpi kan?” sang ibu bertanya sambil menguncangkan tubuh Arjuna yang tergolek lemah di tempat tidur.
” Eh ibu, Arjuna mah bangun. Ini enggak mimpi. Sungguhan, Arjuna kepingin kawin.”
Sang ibu menelan ludahnya beberapa kali, miris. “Jang, kamu teh mau kawin sama siapa?”
“Nggak tau. Tapi Arjuna sudah minta sama Allah.”
Mata sang ibu hampir-hampir tak kuat membendung air mata yang hendak tumpah.
“Bener atuh, kalau memohon ya sama Allah.”
Sang ibu bingung apa yang harus ia lakukan. Menghibur Arjuna dan membangun mimpi-mimpi indah yang kosong melompong. Atau membuatnya melek melihat kondisi cacatnya. Tapi itu sama saja artinya dengan menghempaskannya ke jurang dalam.
Sang ibu cuma bisa menyerahkan pada Allah, apapun kehendak-Nya.
Malam purnama. Arjuna baru saja selesai sholat tahajud. Ia merenungi
keinginannya yang mulai menjadi azzam. Pikirannya berkecamuk. “Tapi, kalau nanti punya istri pasti biaya akan bertambah. Sekarang saja hidup sudah pas-pasan. Ah, rejeki kan sudah diatur oleh Allah, tinggal kita yang harus ikhtiar. Tapi, mau nikah sama siapa. Eh, iya ya. Siapa yang mau sama saya yang jalan aja mesti merangkak, mau ke mana-mana mesti digotong. Ah, itu kan sama juga, jodoh sudah diatur sama Allah. Tinggal ikhtiar saja. Besok saya akan bilang sama Pak Kyai, minta dicarikan istri.”
“Pak Kyai, saya kepingin kawin!”
Pak Kyai itu pun kaget tak beda seperti ekspresi sang ibu ketika mendengar ucapan Arjuna. Dengan sabar Kyai berkata, “Wah bagus itu. Menikah kan sunnah Rasulullah, apalagi kalau niatnya untuk ibadah.”
“Iya, iya, saya kepingin kawin karena kepingin ibadah. Kepingin punya anak-anak yang normal dan berjuang di jalan Allah.”
“Arjuna mau menikah dengan siapa?”
“Saya ingin minta dicarikan sama Pak Kyai.”
Pak Kyai pun menggaruk-garuk kepalanya. Bukan amanah yang ringan. Sudah berkali-kali ia mempertemukan jodoh diantara santri-santrinya. Diantaranya ada juga yang tidak sekali langsung jadi. Itu pun santri-santri yang normal, tapi Arjuna…?!
Sang Kyai bukan mengecilkan arti Arjuna. Semua orang sudah ditentukan takdirnya oleh Allah. Dan tak akan tahu takdirnya bagaimana kecuali dengan berusaha. Tapi usaha yang harus dilakukan untuk mencari istri untuk Arjuna bukan perkara mudah.
Tapi Allah berkehendak lain. Sang Kyai akhirnya menemukan sang gadis.
Gadis itu normal, juga sholehah. Ia salah satu jamaah yang kerap mengikuti pengajian Kyai. Kyai mengucap syukur yang tiada tara, karena akhirnya gadis itu mengucapkan kesediaannya menikah dengan Arjuna.
Ina, gadis itu, jelas-jelas tahu Arjuna yang akan dinikahinya berfisik tak
sempurna. Sangat jauh dari gambaran tokoh Arjuna yang ada di lirik lagu.
“Kenapa Ina mau menikah dengan Arjuna?” tanya sang Kyai. “Ina sudah tahu apa resikonya? Apa yang akan dihadapi di kemudian hari?”
“Niat saya cuma ingin mencari keridhoan Allah. Saya ingin menjadi bidadari di syurga nantinya,” kata sang gadis dengan mantap.
Pagi hari di bulan Agustus 2002 itu seakan bersinar lebih cerah dari biasanya bagi Arjuna. Sebelum berangkat, ia menangis. Bukan sedih, justru kebahagiaan luar biasa yang tak terbendung. Suatu keajaiban yang tak pernah ia bayangkan akan terwujud. Mulanya hanya sebuah keinginan, lalu menjadi tekad, dan kini menjadi nyata. Allah mengabulkan permohonannya.
Terbata-bata Arjuna mengucapkan ijab kabul. Bukan karena grogi, tapi karena memang ia kesulitan mengucapkan kata-kata. Dua ratus pasang mata ikut berlinangan airmata, tak kuasa menahan haru yang tiba-tiba menyeruak. Arjuna menyerahkan mas kawin berupa 23 gram emas kepada istrinya. Lalu Arjuna bersujud di hadapan ibunya, menangis tersedu-sedu.
Di hadapan para tamu, sang Kyai berkata, “Kita harus banyak belajar dari Arjuna, seseorang yang diberi ujian berupa kekurangan fisik dari Allah, namun tidak takut dan berani mengambil keputusan terhadap masa depannya. Arjuna adalah contoh seseorang yang berserah kepada Allah, yakin akan rejeki yang sudah ditetapkan-Nya. Semoga Allah memberkahi pasangan pengantin ini, menjadikannya sakinah, mawadah, warrahmah.” Doa sang Kyai ini pun di amini oleh para tamu walimah.
Arjuna memandangi istrinya penuh haru. Ina baru saja selesai mencuci baju.
Arjuna senang sekali, kini ia tak lagi mencuci baju sendiri seperti ketika
bujangan dahulu. Ina juga selalu merawat dengan penuh ikhlas dan telaten.
Seorang gadis telah Allah kirim untuk menjadi pendampingnya di dunia. Arjuna berharap Ina juga akan menjadi bidadarinya di surga nanti.
Insya Allah.
(Inspired by true story of Sugiarto & Kusminah, jamaah Daarut Tauhiid Bandung) dari milis daarut-tauhid
sumber : dudung.net
**************
Dikisahkan bahwa, Imran bin Haththan , suatu hari, masuk rumah untuk menemui istrinya. Imran adalah seorang yang buruk muka, tak ganteng, lagipula pendek, sementara itu, istrinya begitu cantik.
Tatkala ia memandang istrinya, wanita itu bertambah cantik saja dalam pandangannya. Dia pun tak mampu mengekang dirinya untuk terus menatap sang istri.
Lalu istrinyapun keheranan dan bertanya,”Ada apa denganmu, suamiku?”
“Alhamdulillah, engkau sungguh seorang wanita yang cantik sekali,
”jawab Imran spontan.
“Berbahagialah, karena aku dan engkau berada dalam surga,” kata istrinya lembut.
“Darimana engkau tahu itu?”, tanya Imran keheranan.
Istrinya menjawab,”Karena engkau telah diberi wanita seperti aku lalu engkau bersyukur, sedangkan aku diuji dengan seorang pria seperti engkau dan aku bersabar. Sementara itu, orang yang sabar dan bersyukur keduanya berada dalam surga”.
(kitab Mi’atu Qishshah wa Qishshah fi Anisish-Shalihim wa Sa-miril Muttaqin karya Muhammad Amin al-Jundi)

http://raz1el.wordpress.com/2010/04/13/arjuna-dan-bidadari/
11.39 | 0 komentar | Read More

Rahasia Sholat Subuh: Sungguh Dahsyatnya Sholat Subuh

http://3.bp.blogspot.com/_g-DUvV-leyM/TB-vbTFsHAI/AAAAAAAAAPU/ZydAPxzTRvU/s1600/subuh.jpg
Seorang pria bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI,
berjalan menuju masjid.
Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.
Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.
Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid,
jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.’
Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang
membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.
Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama.
Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab
Aku adalah Setan
Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.
Setan kemudian menjelaskan, ‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid,dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid,
Allah memaafkan semua dosa-dosamu.
Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,
kamu tetap memutuskan kembali ke masjid.
Karena hal itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.
Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,
jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu,
jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..’
Nb: Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapatkan
dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .
Dibalik pelaksanaan dua rokaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat subuh dalam penaklukan benteng Tsatar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Kemudian Anas berkata, “Buat apa Tsatar? sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!”
Pernah dikisahkan pula, salah seorang penguasa Yahudi yang menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat subuh menyamai jumlah jamaah shalat jum’at. Orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi kita daripada diri kita sendiri.
Jikalau seandainya ada seorang kaya raya berjanji akan memberi anda uang setiap hari pada pukul empat pagi sebesar 1 juta rupiah jika anda datang tepat waktunya, apakah anda akan mendatanginya? Apakah anda akan beralasan bahwa anda tidur terlambat, atau karena anda terikat dengan janji setelahnya, sehingga anda tidak bisa datang?
Tahukah Anda ???
sejarah mencatat, bahwa Allah SWT menghancurkan orang-orang yang zalim itu adalah pada waktu subuh. Misalnya kaum Nabi Luth (QS Hud : 81), kaum ‘Ad dan Hud, dihancurkan Allah SWT dengan mengirim angin yang panas dan kencang juga pada waktu subuh (QS Al-Ahqaf 25).
Pengangkatan Umar bin Khattab RA menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang wafat, itu pun setelah salat subuh.
Diceritakan, satu waktu Rasulullah SAW tidak melihat Ali bin Abi Thalib ikut salat berjemaah subuh. Khawatir menantunya ini sakit, maka usai salat beliau menuju rumahnya. Di sana Siti Fatimah menerangkan bahwa karena Ali asyik beribadah malam, maka usai salat subuh, ia tidur kembali. Mendengar ini, Rasulullah SAW berkata lebih kurang: “Sesungguhnya menghadiri salat subuh secara berjamaah lebih baik dari ibadah yang dilakukan semalam suntuk di rumah.”
Satu kali Umar bertemu dengan Asy-Syifa’ ibunda Sulaiman RA. Ia pun bertanya kepadanya: “Saya tidak melihat Sulaiman tadi pada saat salat subuh.” Lalu ia menjawab: “Dia salat malam lalu ia tertidur pada pagi harinya.” Mendengar ini Umar berkata: “Sungguh, ikut serta dalam salat subuh berjamaah itu lebih baik bagi saya dari pada salat malam.” Pernah ketika masuk waktu subuh, Rasulullah SAW melihat putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang beliau menggoyang- goyangkan kaki putrinya itu sambil berkata: “Wahai anakku, bangunlah! Ketahuilah! Allah SWT menentukan pembagian rezeki kepada para hamba-Nya adalah pada waktu subuh.”
Dikisahkan pula, suatu waktu Ubai bin Kaab berkata: “Rasulullah SAW pernah salat subuh.
Beliau bertanya, ‘Apakah kalian menyaksikan si Fulan?” Mereka menjawab ‘ Tidak ‘.
Beliau bertanya lagi hal yang sama. Para sahabat menjawab ‘Tidak’. Lalu Rasulullah SAW berkata: ” Sesungguhnya dua salat ini (subuh dan isya) adalah salat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya bila mereka mengetahui apa yang ada dalam salat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya,
sekalipun dengan merangkak.”
Begitu mulianya waktu subuh, maka Rasulullah SAW secara khusus berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh.” (HR Turmuzi -Abu Daud – Ahmad dan Ibnu Majah).
Dan kepada mereka yang senang salat subuh berjamaah, Allah SWT memberikan berbagai karunia sejak di dunia ini lebih-lebih di akhirat kelak. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menegaskan bila salat subuh dikerjakan secara berjamaah, maka Allah akan melindungi Anda seharian penuh.
Kelak, Allah SWT akan memberikan cahaya yang terang benderang kepada hamba-Nya yang istiqamah menghadiri salat subuh berjamaah seperti diterangkan Nabi Akhir zaman itu: “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam keadaan gelap gulita, mereka akan diganti dengan cahaya di akhirat kelak.”
” Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim)
“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)
Rasullullah bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan(subuh dan Isya’) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” (HR. Abu Dauwud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Dalam hadis yang berasal dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Berpagi-pagilah kamu dalam mencari segala hajat atau keperluan, karena sesungguhnya di pagi hari itu terdapat keberkahan.”
“Waktu shalat Subuh dari terbit fajar sampai terbit matahari.” (HR. Muslim)
“Barang siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah melaksanakan shalat Subuh.” (HR. At-Tirmidzi)
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”
(Al-Isra’ [17]:78)
”Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan medatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya’) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)
“Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi’) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. Muslim)
“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari)
Note: Dalam Fath Al-Bari disebutkan bahwa yang dimaksud dengan shalat “Al-Bardaini” (dua waktu dingin) adalah shalat Subuh dan Isya.
Dari Jarir bin Abdullah:
“Kami sedang duduk bersama Rasulullah, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ‘Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhadang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Note: Dalam kegelapan maksudnya: shalat Isya’ dan shalat Subuh.
“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda: Setan akan mengikat ujung kepala kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan setan akan dibisikkan, “Kamu masih memiliki malam panjang, maka tidurlah.” Jika engkau bangun dan mengingat Allah, maka akan terlepaslah ikatanmu yang pertama. Apabila engkau kemudian berwudhu, maka akan terlepaslah ikatan kedua. Dan jika engkau melakukan shalat, maka akan terlepaslah ikatanmu yang ketiga. Jika engkau tidak melakukan ketiga hal itu, niscaya hatimu akan menjadi sesat dan malas. (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda: Malaikat-malaikat malam hari dan malaikat-malaikat siang hari silih berganti mengawasi kalian, dan mereka berkumpul pada saat shalat Subuh dan shalat Ashar, kemudian malaikat-malaikat yang mengawasi kalian semalam suntuk naik (ke langit). Allah menanyakan kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui dari mereka, “Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mengerjakan shalat, dan kami datangi mereka dalam keadaan mengerjakan shalat pula.” (HR Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i)
Utsman bin Affan ra. menuturkan, “Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda,
“Siapa yang shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah bangun setengah malam (seperti shalat separuh malam). Siapa yang shalat Subuh berjamaah, maka bagaikan shalat semalam penuh.” (HR Muslim)
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat.
Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya. (HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)
Jabir bin Abdullah al-Bajalli berkata, “Kami berada di samping Nabi saw. pada suatu malam, maka Nabi melihat bulan purnama sambil berkata, “Kalian akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan ini, tidak silau karena melihatnya. Maka sebisa mungkin, jangan sampai dikalahkan untuk shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar). Cepatlah kamu kerjakan!” (HR Bukhari dan Muslim)
“Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang yang diasingkan.” (HR. Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, At Tabarani)
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. al-Anfal: 20)
“Dan janganlah kamu menjadi sebagaimana orang-orang (munafik) yang berkata, “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.” (QS. al-Anfal:21)
dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur (Al Mu’minun : 78)
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun. Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadi kan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka-mereka dengar itu).” (QS. al-Anfal: 22-23)
Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan berkata, Ya Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid. Rasulullah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya, Apakah kamu dengar azan shalat? Ya, jawabnya. Datangilah, kata Rasulullah SAW.
*Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW apabila pergi (ke tempat shalat ‘Id) pada hari ‘Id melalui satu jalan, maka beliau kembali dari tempat tersebut melalui jalan yang berbeda.” (H.R. Tirmidzi)
**Salah satu hikmah dari anjuran tersebut adalah menyebarkan syiar Islam di segala sudut kota atau desa, membantu keperluan penduduk yang dilewati, menyebarkan salam kepada penduduk yang dilewati, membuat geram orang-orang munafik, menyaksikan tempat-tempat yang dilalui untuk dijadikan pelajaran.
Dari Abi Musa ra berkata bahwa Rasulullah SAw bersabda, Sesungguhnya orang yang mendapatkan ganjaran paling besar adalah orang yang paling jauh berjalannya. Orang yang menunggu shalat jamaah bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur.
“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)
“Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian ia shalat dua rakaat, [dengan tidak menyibukkan dirinya dalam pelaksanaan shalat tersebut urusan dunia, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu] (HR. Bukhari, Muslim)
Rasul bersabda: ”Siapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu mesjid untuk menunaikan shalat wajib, maka di setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan kesalahan serta mengangkat derajatnya……..dengan wudhu yang sempurna, maka kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan seorang hamba akan keluar dari badannya hingga keluar dari ujung-ujung kukunya” (HR Muslim)
“Dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”(Al-Isra : 78).
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. al-Anfal: 20)
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang mendirikan shalat (sujud menyembah Engkau). Ya Tuhan kami, perkenankanlah permohonan kami ini. (QS Ibrâhîm [14] : 40)
Subhanallah.
Sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!” (Anas Bin Malik)
“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)

http://raz1el.wordpress.com/2010/05/14/dahsyatnya-sholat-subuh/
11.38 | 0 komentar | Read More

Kisah Pejuang Subuh, Dari Broken Hearted Sampai Clubbing ( Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh )

Kisah Pejuang Subuh, Dari  Broken Hearted Sampai Clubbing 
Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh
 
 
 
Hidayatullah.com–Awalnya pengunjung tetap klub malam, kini berubah menjadi “pasukan” dibarisan terdepan jamaah shalat Subuh. Itulah salah satu cerita yang terdapat dalam buku Pejuang Subuh yang diluncurkan Ahad, 2 Februari 2014, di Masjid Baitul ‘Ilm, Diknas, Jakarta.
Buku itu memuat kumpulan kisah nyata orang-orang yang istiqomah berjuang mengerjakan shalat Subuh berjamaah dan memperoleh keajaiban.
Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh.
Para pemilik kisah nyata itu sendiri yang menuliskan ceritanya. Buku yang diterbitkan Wahyu Qalbu itu bisa didapatkan di berbagai toko buku di Indonesia.
“Kami percaya, sulit bangun Subuh hanyalah masalah kebiasaan saja. Esensi gerakan ini ingin membentuk kebiasaan itu bersama-sama. Kalau belum terbiasa awalnya memang harus dipaksakan, lama-lama akan jadi mudah bangun Subuh,” jelas Hadi E. Salim, Pendiri @Pejuang Subuh.
Ia menyadari, pembiasaan ini bukanlah hal mudah. Ditengah jalan, pasti ada saja halangan. Komunitas yang memiliki motto : Istiqomah Sampai Khusnul Khotimah, ini dijadikan wadah untuk saling menguatkan shalat Subuh berjamaah.
Menurut Didot, panggilan akrab Hadi E. Halim, diperlukan setahun mengumpulkan kisah-kisah itu.
Didot kerap menjalani shalat Subuh diberbagai masjid.
“Selain dari curhat teman-teman di Twitter, saya juga tanya-tanya, kira-kira di antara mereka ada nggak yang punya cerita hijrah melalui shalat Subuh,”ulas mualaf yang terinspirasi dengan amalan 40 hari berturut-turut shalat Subuh berjamaah.
Hasil obrolan ringan paska Subuh berjamaah, menebarkan cerita-cerita mengharukan. Salah satunya tentang seorang anak muda bertato di lengan, rambut spike bercat warna-warni. Sosok anak gaul macam itu masuk ke Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dan ikut Subuh berjamaah.
“Ada seorang bapak heran. Dia pikir, anak ini mungkin musafir. Tapi kok, seminggu berturut-turut nongol lagi ikut Subuh berjamaah,”ucap Didot sembari tersenyum geli mengingatnya.
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Ternyata pemuda nyentrik itu sedang menjalani terapi untuk lepas dari kecanduan narkoba melalui shalat Subuh berjamaah.
Masih banyak cerita inspiratif lainnya yang bisa dibukukan.
“Salah satu kendala kami adalah mewawancarai dan menulis sendiri kisah orang yang karena usia atau fisik, tidak memungkinkan menulis,”ungkap Didot.
Seperti cerita seorang pria yang sudah 30 tahun berturut-turut shalat Subuh berjamaah. Dia selalu berada di shaf terdepan.
Keistiqomahannya membuatnya ditunjuk menjadi Ketua shalat Subuh berjamah di masjid itu.
“Usianya hampir 60 tahun. Dari rumahnya, beliau nggowes sepeda. Wajahnya adem banget,”cerita Didot tentang pria paruh baya itu. Didot menambahkan, dahulu, pria itu sering shalat berjamaah di masjid yang sama dengan Almarhum Buya Hamka.
Selain peluncuran buku, Pejuang Subuh juga meluncurkan program Istiqomah. Program yang baru dijalani 29 hari (per Senin 3 Februari 2014) ini bertujuan saling mengingatkan Shalat Subuh.
Satu kelompok terdiri dari 10 orang anggota dengan satu administrator. Rekapitulasi data shalat Subuh akan dilaporkan pada pihak pengurus @Pejuang Subuh.
Terdapat penilaian dan reward sesuai dengan lokasi dan kondisi shalat. Anggota yang berada di masjid saat adzan Subuh yang pertama, maka mendapat poin 1. Juga ada pangkat-pangkat tertentu jika berhasil memenuhi target.
Cara itu terlihat menarik dan menyemangati mereka untuk shalat tepat waktu. Khususnya untuk para pria, menyemangati mereka untuk shalat berjamaah di masjid.*
Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar
11.35 | 0 komentar | Read More

Kisah Kisah Penggugah Jiwa: Kenapa Ayah Tidak Shalat Subuh?!

Seorang bocah duduk di kelas tiga sekolah dasar. Di salah satu mata pelajaran, sang guru berbicara tentang shalat subuh. Dia berbicara dengan gaya bahasa yang menyentuh hati anak- anak didiknya. Dia juga berbicara tentang keutamaan dan pentingnya shalat subuh.


Bocah kecil ini mendengarkannya dan tersentuh dengan pembicaraan sang guru. Bocah ini tidak pernah shalat subuh, begitu juga keluarganya.

Saat pulang ke rumah, dia berpikir bagaimana caranya dia bangun untuk shalat besok harinya. Dia tidak menemukan jalan keluar kecuali begadang sepanjang malam sampai azan shalat berkumandang. Dia benar-benar melaksanakan idenya dan saat mendengar azan, dia segera bertolak untuk menunaikan shalat. namun muncul masalah. Masjid jauh dan dia tidak bisa pergi sendirian. Lalu sang bocah menangis dan duduk di belakang pintu.

Tiba-tiba dia mendengar bunyi sepatu dijalan. Dia membuka pintu dan segera keluar. Ternyata seorang tua sedang berjalan menuju masjid. Sang bocah memandang kakek tua itu. cLa mengenalnya. Dia adalah kakek temannya, Ahmad, anak tetangga. Dengan tenang dan sembunyi-sembunyi, sang bocah membuntuti sang kakek sehingga sang kakek tidak merasakan kehadirannya dan memberitahu keluarganya. Dia takut kena hukuman oleh keluarganya.

Kondisinya terus seperti ini, tapi umur manusia terbatas, Kakek Ahmad meninggal. Ketika sang bocah mengetahuinya, dia bingung dan menangis keras. Kedua orang tuanya merasa heran melihat tangis sang anak.
"Nak, kenapa kamu menangisinya seperti ini? Dia tidak seusia denganmu untuk kamu ajak bermain dan dia juga bukan kerabatmu sehingga kamu merasa kehilangan," tanya sang ayah.
http://3.bp.blogspot.com/_dNB_uH15apE/Sv_t29kWOkI/AAAAAAAAAEg/bfYYUZldjC8/s400/Masjid_Indramayu_by_ctlz.jpg
Sang bocah menatap ayahnya dengan mata berlinang dan tatapan sedih, "Aku kehilangan dia bukan karena itu. Juga bukan karena seperti yang Ayah katakan," jawab sang bocah.

Sang ayah semakin merasa heran, "Terus karena apa?"
"Karena shalat."
Kemudian sang bocah melanjutkan bicaranya sambil menelan air matanya, "Ayah, kenapa kamu tidak shalat subuh? Kenapa kamu tidak seperti kakek itu dan orang-orang yang aku lihat."

"Di mana kamu melihat mereka?" Tanya sang ayah.
"Di masjid."
"Bagaimana mungkin?" Tanya sang ayah heran.

Lalu sang bocah menceritakan kisahnya kepada sang ayah. Sang ayah pun tersentuh dengan cerita anaknya. Kulitnya bergetar dan air matanya hampir tumpah. Lalu dia memeluk anaknya.
Sejak saat itu, dia tidak pernah meninggalkan satu shalat pun di masjid.
Selamat untuk sang ayah, selamat untuk sang bocah, dan selamat untuk sang guru.

Sumber : Kisah Kisah Penggugah Jiwa
Karya : Abdurrahman Bakar
11.34 | 0 komentar | Read More

Arti Lagu Dewa 19 - Makna Lagu Dewa 19 ( A Tribute To DEWA 19 )

http://1.bp.blogspot.com/-sts-9fk8AfA/UZ4C9jpGoMI/AAAAAAAAAMA/8mTfD6JGIIs/s1600/Dewa+19.png

Apa komentar mereka mengenai lagu-lagu hits yang berhasil tercipta dengan komposisi musik yang sempurna dan rangkaian lirik yang puitis dan indah ??
Simak quote-quote menarik berikut ini ...
 
KANGEN (Dhani)
"Waktu bikin Kangen, gue lagi tergila-gila ama You're All I Need-nya White Lion. Gue kangen banget
 ama pacar gue. Jadilah Kangen yang dibuat dengan gitar butut di Bogor. Kalau soal konsep, Kangen
 dipengaruhi musiknya Chicago atau Toto yang bernuansa balada. Liriknya benar-benar muncul dari lu-
 buk hati terdalam, nggak ada maksud supaya pendengar jadi seneng ngedengerin lagu itu"
KITA TIDAK SEDANG BERCINTA LAGI (Dhani)
"Liriknya dipengaruhi We Can't Love Anymore-nya Michael Bolton. Gue pikir kalau diterjemahkan ke da-
 lam bahasa Indonesia lucu juga kali ya.. Musiknya ngikutin Michael Morales. Teori gue, song writing is
 about making note, is not about making chord. Nggak jadi soal gue ngikutin penyanyi yang gue sukain
 Contohnya lagunya Bono, One, benar-benar karena dia seneng sama Unchained Melody"
AKU MILIKMU (Ari)
"Ceritanya tentang seorang cowok yang berusaha meyakinkan pacarnya. Kebetulan waktu itu aku lagi
 punya perasaan yang sama. Kerangkanya sudah dibuat Dhani, aku tinggal nerusin aja. Ini pengalaman-
 ku sendiri yang aku sarikan lewat kata-kata"
MASIHKAH ADA (Ari)
"Ini lagu pesanan Dhani. Dia minta aku bikin lagu tentang seorang cewek yang masih ragu jadi pacar-
 nya meski sudah putus sama pacarnya yang lama. Waktu itu Dhani sedang mendekati Maya"
TAK KAN ADA CINTA YANG LAIN (Dhani)
"Itu berdasar pengelaman gue pacaran sama Maya. Lagunya dipengaruhi Toto. Sebenarnya komposisi-
 nya bisa dibuat lain supaya tak terlihat persis Toto. Tapi karena gue jujur sebagai penggemar Toto, gue
 nggak menutup-nutupi kalau memang ingin membuat lagu semirip mungkin dengan Toto.Kalau beatnya
 diubah dikit, orang nggak bakalan tahu kalau itu mirip Toto. Tapi gue jujur. Sama dengan Freddie Mer-
 cury nyanyi lagu rock n' roll. Ia merubah suaranya mirip Elvis Presley. Proses pembuatan lagu ini mirip
 dengan proses Jalan Kita Masih Panjang yang mirip Queen. Gue dedikasikan lagu itu untuk musisi
 pujaan gue"
CUKUP SITI NURBAYA (Dhani)
"Liriknya bercerita tentang nasib anak-anak jaman sekarang yang masih banyak terlalu diatur dalam
 memilih jodoh. Masak jaman udah maju begini masih mengikuti aturan di jaman Siti Nurbaya. Lagunya
 nggak sengaja gue temukan waktu sedang iseng-iseng pegang gitar"
SATU HATI (Andra)
"Prosesnya juga berawal dari rif gitar. Bedanya, lebih banyak eksperimen. Beat drum yang dibawakan
 Rere lebih progresif dan dinamis. Aku juga sudah lebih tahu masukan-masukan gitar sesuai tren. Tiap
 tahun trennya ganti, aku harus terus belajar supaya nggak ketinggalan. Bahkan kalau mungkin bikin
 yang baru"
RESTOE BOEMI (Erwin)
"Saya terinspirasi oleh irama drum mesin. Lalu saya bikin rif gitar untuk bagian refrain yang cenderung
 ritmis, tidak melodius. Kelar refrain, saya tulis rif lagunya. Di bagian interlude, saya masukkan gaya
 spanyolan yang agak lain dengan struktur lagu. Temponya sama, tapi beatnya sama sekali lain"
CINTA KAN MEMBAWAMU KEMBALI (Dhani)
"Lagu dan liriknya sudah ada sejak album pertama. Gue memang punya kebiasaan mencatat ide judul
 lagu, notasi, dan lirik dalam buku besar yang setiap saat bisa diolah lagi menjadi lagu bagus. Kalau gue  bikin ritem, tinggal masukin aja mana yang cocok. Judul lagu gue save, note lagu save, suatu saat diga-  bungkan jadi satu. Nggak mungkin deh lagu bagus ketemu ama lirik biasa. Lagu bagus, lirik bagus,
 aransemen bagus, sempurna jadinya"
KIRANA (Erwin)
"Lagu ini lahir setelah saya mendengarkan album Sting. Mulai album pertama sampai yang terakhir.
 Iseng-iseng saya pegang gitar dan coba beberapa chord. Muncullah komposisi Kirana. Saya kaget dan
 terkejut, masyarakat kok bisa menerima Kirana yang menurut saya susah dicerna, agak monoton,dan
 tergolong baru di Indonesia"
KAMULAH SATU-SATUNYA (Erwin)
"Saya baru bangun tidur, sekitar pukul empat sore, langsung pegang gitar akustik. Otomatis main di
 kunci F, C, dan A minor. Ternyata kok enak. Yang lain juga bilang begitu. Kekuatan lagu ini terletak
 pada kesederhanannya sehingga mudah dicerna"
SATU SISI (Ari)
"Ini lagu favoritku, karena bercerita tentang diriku sendiri. Aku nggak muluk-muluk kok, aku hanya ingin
 membukakan mata orang bahwa ada satu sisi dunia yang butuh perhatian mereka. Sama sekali tak
 ada keinginan merubah dunia lewat lirik.Ternyata pengalaman pahit pun bisa jadi indah jika diungkapkan  lewat lirik dan lagu yang pas seperti dalam lagu ini"
SEBELUM KAU TERLELAP (Erwin)
"Komposisi ini tercipta tak sengaja waktu soundcheck di Bali. Tanpa diminta,Dhani merekam komposisi
 yang sedang saya mainkan dengan bass harmonic.Kebetulan waktu itu sudah membentuk rif atau pola
 lagu yang sudah rapi. Beberapa bulan kemudian lagu itu diolah lagi di studio dengan menyempurnakan
 nada dan menambah bagian chord refrain yang belum sempat dibuat"

http://members.tripod.com/~dewa_19/quote.htm 
11.09 | 0 komentar | Read More

Misteri Di Balik Film G30S/PKI: Menguak Kejanggalan dalam Film G30S/PKI

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 21 Maret 2014 | 17.13

Lubang Buaya, 1 Oktober 1965, seorang wanita mengambil silet yang terselip pada dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Lalu silet itu disayatkannya kepada wajah seorang yang tengah duduk terikat. “Penderitaan itu pedih jenderal. Sekarang rasakan sayatan silet ini. Pedih! Tapi tidak sepedih penderitaan rakyat,” ujar wanita itu dengan dingin.
Adegan selanjutnya tidak kalah sadis. Para jenderal dipukuli dan disiksa hingga tewas. Sementara penyiksanya tertawa-tawa bengis sambil menyanyikan lagu “Genjer-genjer”. “Teken jenderal,teken!”, teriak para tentara pro-komunis dan para aktivis pemuda rakyat dan Gerwani itu. (Merdeka.com, 2/09/2012).
Penggalan kisah di atas adalah kutipan dari adegan film G30S/PKI yang dibuat pada tahun 1982 oleh sutradara Arifin C Noer. Konon, adegan seram dalam film itu mengalahkan film horor Indonesia manapun. Musik latarnya yang pelan dan menyayat, yang digubah oleh Embi C Noor, sangat terasa mencekam dan berbanding selaras dengan narasi film tersebut yang sangat kaku dan dingin.
Belum lagi setting film tersebut yang berpindah-pindah. Dari mulai Istana Bogor, rumah panglima, TK Ade Irma Suryani, ruang-ruang sempit nan gelap yang digambarkan sebagai tempat rapat PKI yang remang-remang, dan tentu saja Lubang Buaya, turut menunjang suasana mencekam film besutan Arifin C Noer itu.
Kakak saya, ketika ditanya mengenai film G30S/PKI berujar bahwa bulu kuduknya merinding takkala mendengar dialog-dialog yang -menurutnya- terasa dingin dan penuh penekanan. Salah satu dialog dalam film G30S/PKI yang terekam baik di memori kakak ialah, “Darah itu merah jenderal seperti amarah”, dan “Bukan main wanginya minyak wangi jenderal. Begitu harum. Sehingga mengalahkan amis darah sendiri.”
Dari kakak pula saya mengetahui bahwa film ini sempat menjadi tontonan wajib bagi rakyat Indonesia dan para siswa selama rezim Orde Baru berkuasa. Namun sejak 1998, entah dengan alasan apa, film “wajib” Orde Baru itu tidak lagi ditayangkan seperti biasanya, yaitu pada malam 30 September.
Ada berbagai alasan yang mencuat di seputar penghentian film G30S/PKI. Salah satu yang sempat terdengar ialah adanya protes dari pihak Angkatan Udara (AU) yang merasa keberatan karena memberi kesan memojokkan AURI.
Tidak hanya protes dari AU, pasca tambangnya Orde Baru, film itu juga menuai banyak kritikan, karena dianggap tidak sesuai dengan fakta sejarah. Alasan inilah yang paling sering disebut-sebut sebagai lantaran dari penghentian film “wajib” Orde Baru yang mengisahkan kekejaman PKI.
Sejarawan Indonesia, Dr Asvi Warman Adam, dalam tulisannya “Film Sebagai Agen Sejarah” mengatakan, film G30S/PKI banyak mengandung kelemahan historis. Doktor sejarah lulusan Paris, Perancis, itu mencontohkan beberapa hal. Salah satunya adalah peta Indonesia yang berada pada ruang KOSTRAD yang memuat wilayah Timor-Timur. Faktanya, pada tahun 1965/1966 Timor-Timur belum berintegrasi ke pangkuan wilayah Ibu Pertiwi.
Tidak hanya soal peta, penggambaran berbagai tokoh pun dinilai berlawanan dengan fakta sejarah. Aidit, misalnya, digambarkan sebagai pria perokok berat. Dalam film itu nyata terlihat bagaimana Aidit, yang diperankan oleh Syubah Asa, berulangkali menghisap dalam-dalam rokoknya. Kesannya, Aidit tengah gelisah, tidak tenang. Faktanya, Aidit bukan sosok perokok berat.
Kejanggalan peristiwa G30S/PKI juga merambah pada hasil otopsi terhadap mayat para jenderal di Lubang Buaya. Pada film digambarkan bagaimana tubuh para jenderal habis terkena sayatan silet, bahkan dicungkil matanya. Hal ini berbanding lurus dengan berita-berita yang dirilis oleh berbagai harian di Indonesia pada waktu itu.
Harian Angkatan Bersenjata, edisi 6 Oktober 1965, menulis, “Matanya dicungkil.” Sementara itu, Berita Yudha, edisi 10 Oktober 1965, menulis, “Ada yang dipotong alat kelaminnya.”
Namun, apa yang digambarkan pada film dan yang ditulis pada berita-berita pada saat itu tampak janggal takkala dihadapkan pada hasil “visum et repertum”. Kala itu ada 5 ahli yang dilibatkan oleh Presiden Sukarno untuk mem-visum jenazah para jenderal, yaitu Dr. Arief Budianto (Lim Joey Thay), Dr. Brigjen Roebiono Kertopati, dr. Kolonel Frans Pattisiana, dr. Sutomo Tjokronegoro, dan dr. Liau Yang Siang, yang merupakan rekan dari dr. Arief Budianto di Ilmu Kedokteran Hakim FK-UI.
Hasil visum terhadap jenazah para jenderal itu kemudian direkam dengan baik oleh Ben Anderson dan dituangkan dalam artikelnya yang diberi tajuk “How Did The General Die”. Artikel itu dimuat pada Jurna Indonesia edisi April 1987. Artikel, yang kabarnya membuat Suharto berang, ini memuat hasil “visum et-repertum” yang menyatakan tidak diketemukannya adanya tanda-tanda pencukilan mata dan pemotongan alat kelamin. Dari tujuh Pahlawan Revolusi yang di-visum, enam di antaranya tewas akibat luka tembak, dan satu lagi, yakni Mayjen MT Haryono, tewas akibat luka tusukan.
http://4.bp.blogspot.com/-LgNKSwyHlK4/UhauAUUIIlI/AAAAAAAAVCU/VeNwPiazguA/s400/Sejarah%20Sebenarnya%20Peristiwa%20G30SPKI.jpg
Kini, seiring dengan berpulangnya satu-persatu saksi hidup G30S/PKI, dapat dipastikan bahwa kebenaran sejarah tentang peristiwa itu makin menguap entah Kemana. Dari siapa yang melatarbelakangi, motif hingga tokoh-tokoh mana saja yang terlibat dalam gerakan pada dini hari di penghujung September itu.
Satu yang pasti, bawah film mempunyai pengaruh besar dalam dan untuk membentuk opini masyarakat. Dr Asvi Warman Adam bahkan lebih dalam dengan menyebut “Film Sebagai Agen Sejarah”. Film turut menentukan arah jarum jam sejarah kemudian hari.
Mengenai G30S/PKI, saya yang terlahir belakangan, tidak pernah mengetahui sejarah yang sebenarnya. Jangankan soal film dan narasi sejarah, bahkan penulisan G30S-pun berubah-ubah sesuai dengan zaman dan kepentingan. Agaknya kita perlu sejarah yang ditulis ulang mengenai G30S. Rumitnya, siapa yang harus dan berhak menulis ulang? Kemudian, adakah keinginan dari bangsa ini untuk menulis sejarahnya?
Gitu aja koq repot!
Selamat menikmati pentungan.
Ditulis sebagai tanggapan atas malam 30 September.
http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/30/kuasa-negara-dalam-sinema-g30spki-596432.html
17.13 | 0 komentar | Read More

Di Balik Perjanjian Batu Tulis: Soal Perjanjian Batu Tulis, Gerindra Masih Berharap Ketulusan Megawati


Facebook Salinan surat yang disebut Perjanjian Batu Tulis menjadi beredar di media sosial dan menjadi perbincangan




KOMPAS.com — Partai Gerindra masih berharap PDI Perjuangan menepati isi perjanjian Batu Tulis yang dibuat lima tahun lalu menjelang Pemilu Presiden 2009. Partai ini menegaskan perjanjian tersebut benar-benar ada dan dibuat bersama oleh kedua partai.

"(Dalam) perjanjian politik ini yang diperlukan adalah ketulusan dari masing-masing pimpinan partai untuk melaksanakannya. Ketulusan itu kunci sebenarnya perjanjian ini dilaksanakan atau tidak," kata anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat, saat dihubungi, Selasa (18/3/2014) malam.

Karenanya, Martin berharap Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menepati perjanjian Batu Tulis itu. Dia menuturkan perjanjian tersebut dibuat pada Jumat malam, tepat sehari sebelum batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2009.

Namun, Martin mengakui perjanjian itu tak memiliki kekuatan hukum. Karena, ujar dia, perjanjian tak dibuat dalam wujud akta notaris. Dia mengatakan, saat itu perjanjian dibuat berdasarkan pada visi dan wawasan kebangsaan kedua partai yang relatif sama.

Menurut Martin, Gerindra dan PDI-P juga terus berkomunikasi baik meski kalah dalam Pemilu Presiden 2009. Buktinya, sebut dia, sempat muncul wacana dari almarhum Taufiq Kiemas untuk melebur Gerindra dan PDI-P ke dalam satu fraksi. Taufiq adalah suami dari Megawati.

Bukti berikutnya, imbuh Martin, adalah kedua partai bersama-sama mengusung pasangan calon untuk Pemilu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. "Sesudah 2009 hubungan kami tetap hangat, kami tak membayangkan perjanjian (Batu Tulis) ini sekarang menjadi ramai," ujarnya.

Seperti diketahui, belakangan dokumen perjanjian Batu Tulis antara Gerindra dan PDI-P beredar. Pada poin nomor tujuh perjanjian itu tertera "Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014".

Isi perjanjian itu menjadi pembicaraan setelah PDI-P menetapkan Joko Widodo sebagai bakal calon yang akan mereka usung di Pemilu Presiden 2014. Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI-P Tubagus Hasanuddin mengatakan, dalam perjanjian Batu Tulis disebutkan dukungan dari Megawati kepada Prabowo akan diberikan jika kedua partai memenangi Pemilu Presiden 2009.

Faktnya, ujar Tubagus, pada 2009 pasangan Megawati-Prabowo kalah. Karenanya, imbuh dia, perjanjian Batu Tulis pun gugur secara otomatis.
17.11 | 0 komentar | Read More

Berita Jokowi Terbaru: "Jokowi Jadi Presiden, Apa Mungkin Dia Ingat Jakarta?"

KOMPAS.com — Tak semua warga Jakarta gembira mendengar kabar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun, keberatan itu bisa tertepis bila pengganti Jokowi dipastikan adalah orang yang benar-benar peduli pada Jakarta dan warganya.

Rudi Suwandi (44), Ketua RT 10 Kampung Apung, adalah salah satu yang tak langsung setuju dengan pencalonan Jokowi itu. Dia mengaku menyayangkan bila Jokowi tak menuntaskan masa bakti satu periode di DKI Jakarta.

Menurut Rudi, Jokowi sudah membuat perubahan selama menjadi Gubernur DKI dalam 1,5 tahun ini. Meski belum memuaskan, Jokowi, menurut dia, juga sudah berupaya mencari solusi untuk Kampung Apung, tak seperti gubernur-gubernur sebelumnya yang menurut dia tak berbuat apa pun untuk kampungnya.

"Kita sulit cari Gubernur yang kayak gini. Kalau sudah jadi Presiden, kapasitasnya sudah lain. Apa mungkin dia ingat Jakarta?" tanya Rudi, Selasa (18/3/2014). Karenanya, dia mengaku tak masalah Jokowi menjadi calon presiden asalkan penggantinya memang peduli dengan Jakarta dan warganya.

Warga Kampung Apung yang juga Sekretaris RW 01, Bontot (47), mengaku maklum dengan rencana pencalonan Jokowi untuk Pemilu Presiden 2014. Dia berpendapat Jokowi saat ini berada pada posisi yang tak mudah.

Pada satu sisi, kata Bontot, Jokowi harus menjalankan mandat partai tetapi di sisi lain terikat dengan janji mandat sebelumnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Menurut saya Pak Jokowi inginnya ngurus Jakarta dulu. Dia sebenarnya mau sepenuh hati merapikan Jakarta," kata dia.

Sementara itu, Talen (46), warga RT 10 Kampung Apung, mengaku baru bisa rela Jokowi menjadi calon presiden bila masalah Kampung Apung dituntaskan terlebih dahulu. "Kalau ketemu Pak Jokowi, saya pesan tolong Pak benahi kota Jakarta dulu. Sampai 90 persen beres barulah jadi calon presiden," ujar dia.

Meski demikian, di Kampung Apung tetap ada orang yang mendukung langkah Jokowi maju menjadi calon presiden. Salah satunya adalah Kasman (50), warga RT 07 Kampung Apung.

Menurut Kasman, Jokowi sudah membuat gebrakan yang memperlihatkan kerja nyata di Jakarta, termasuk di kampungnya. Dia pun menyebutkan beberapa program yang sudah dibuat dan direncanakan untuk Kampung Apung.
17.10 | 0 komentar | Read More

Misteri 2 Obyek Diduga Pesawat Malaysia Airlines: PM Australia: Ada 2 Obyek Diduga Pesawat Malaysia Airlines di Samudra Hindia

 
Tim dari 26 negara membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370.



SYDNEY, KOMPAS.com — Kini giliran kabar soal Malaysia Airlines yang hilang datang dari Australia, 
Kamis (20/3/2014). Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan, ada dua obyek diduga terkait penerbangan MH370 itu ditemukan di kawasan selatan Samudra Hindia.

Abbot menyampaikan informasi tersebut kepada parlemen Australia. "Informasi baru dan kredibel datang sebagai petunjuk, setelah hampir dua pekan pesawat menghilang... di Samudra Hindia," kata dia sebagaimana dikutip AFP.

Pesawat berkode penerbangan MH370 milik Malaysia Airlines hilang setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Sabtu (8/3/2014). Seharusnya mendarat di Beijing, China, pesawat justru hilang kontak tak lebih dari dua jam setelah lepas landas.

Armada Orion dari Angkatan Udara Australia sudah berangkat untuk melihat obyek itu, melibatkan tiga pesawat pengintai jarak jauh mengikuti. Australia merupakan satu dari setidaknya 26 negara yang terlibat dalam upaya pencarian pesawat tersebut, menangani pencarian di wilayah yang luas dan terpencil di Samudra Hindia.

"Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) menerima informasi satelit tentang obyek yang kemungkinan berhubungan dengan pencarian (pesawat)," kata Abbot. Dia mengatakan pula, informasi ini sudah disampaikannya kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

"Setelah analisis khusus atas citra satelit ini, dua benda yang mungkin berhubungan dengan pencarian telah teridentifikasi," kata Abbot. Namun, dia memperingatkan semua pihak untuk tak menarik kesimpulan prematur.

"Kita harus ingat bahwa upaya menemukan benda-benda ini sangat sulit dan mungkin saja (benda-benda tersebut) tak berhubungan dengan pencarian penerbangan MH370," imbuh Abbot. Sumber yang dekat dengan upaya pencarian di Australia mengatakan kepada The Australian bahwa penampakan itu kredibel dan konsisten dengan apa yang biasanya bisa ditemukan dalam insiden semacam ini.

AMSA dijadwalkan menggelar konferensi pers di Canberra, Australia, pada pukul 04.30 GMT atau pukul 11.30 WIB. Otoritas pencarian berbasis di Canberra, berdasarkan "pembagian tugas" dari Malaysia, menangani pencarian di sektor selatan. Enam dari 239 orang di dalam pesawat yang hilang adalah warga negara Australia.

Tim gabungan dari Australia, dibantu pesawat pengintai dari Amerika Serikat dan Selandia Baru, menjelajahi koridor besar udara di wilayah selatan Samudra Hindia sejak Selasa (18/3/2014). Mereka menjelajahi area seluas 305.000 kilometer persegi, berjarak sekitar 2.600 kilometer di barat daya Perth.

Saat memulai pencarian, tim dari Australia mengatakan, pencarian ini ibarat mendapatkan jarum di tumpukan jerami. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan, pencarian pesawat ini sudah menjadi prioritas utama bagi pemerintahannya, termasuk pelibatan FBI dalam tim penyidik pencarian ini.




Australia Rilis 2 Foto Obyek yang Diduga Pesawat Malaysia Airlines


 
AMSA Foto satelit menunjukkan 2 objek yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines.
 

CANBERRA, KOMPAS.com — Otoritas keamanan maritim Australia atau the Australian Maritime Safety Authority (AMSA) merilis foto-foto satelit yang mendeteksi obyek diduga puing pesawat Malaysia Airlines MH370.
Foto-foto tersebut memperlihatkan dua obyek yang diperkirakan masing-masing dengan panjang sekitar 24 meter.
"Obyek tersebut relatif tidak jelas. Saya mengindikasikan bahwa obyek tersebut berukuran signifikan dan mungkin terendam dalam air dan naik turun di atas permukaan laut," kata pejabat AMSA, John Young.
Dia mengatakan, Australia telah mengirim pesawat untuk mengecek ke lokasi guna memastikan apakah obyek tersebut memang benar serpihan pesawat. Sejumlah kapal juga telah dikirim untuk menandai lokasi temuan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Tony Abbott telah mengumumkan di depan anggota parlemen bahwa obyek tersebut kemungkinan berkaitan dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dan diduga menuju Samudra Hindia bagian selatan.

Pesawat jenis Boeing 777-200 milik Maskapai Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH370 hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3/2014) dini hari. Pesawat tersebut membawa 239 orang penumpang, termasuk tujuh warga negara Indonesia.

Banyak spekulasi terkait hilangnya pesawat tersebut. Namun, dugaan terakhir, pesawat dikuasai orang-orang yang berpengalaman dengan teknologi pesawat. Awalnya pencarian dilakukan di sekitar Laut China Selatan, tetapi kemudian dialihkan ke Samudra Hindia setelah terdapat informasi bahwa satelit menerima sinyal keberadaan pesawat tersebut di sekitar Andaman beberapa jam setelah dilaporkan hilang.
17.07 | 0 komentar | Read More

Inilah Cara Membuat hati Tenang menurut islam

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 20 Maret 2014 | 13.41

http://2.bp.blogspot.com/-fWypTGrBTJQ/UVQ97-bvJdI/AAAAAAAAAmI/jFBnTuhomIM/s1600/puisi+haries+budjana+-+bulan+purnama.jpg

Sahabat yang dimuliakan,
Hakikat sebenarnya, tak ada seorang pun boleh terlepas dari masaalah kehidupan. Itulah sunatullah yang berlaku di dunia. Kekayaan, pangkat dan kedudukan takkan mampu menghalanginya.

Namun, Islam memberikan penyelesaian terhadap tekanan hidup itu agar jiwa menjadi tenang. Tak ada istilah stress atau kecewa bagi seorang Mukmin. Persoalannya Islam telah memberikan penyelesaian untuk menghadapi tekanan hidup. Berikut adalah langkah-langkah yang boleh dilakukan untuk mendapat ketenangan jiwa:

1. Membaca dan mendengarkan kitab suci al-Qur'an :
Suatu ketika seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat utama Rasulullah s.a.w.. Ia mengeluh, “Wahai Ibnu Mas’ud, nasihatilah aku dan berilah ubat bagi jiwaku yang gelisah ini. Hari-hariku penuh dengan perasaan tak tenteram, jiwaku gelisah, dan fikiranku kusut. Makan tak lalu, tidur pun tak lena," kata orang tersebut.

Ibnu Mas’ud menjawab, ”Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat :

Pertama, tempat orang membaca al-Quran. Engkau baca al-Quran atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya.

Kedua, engkau pergi ke majlis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah.

Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah.

Nasihat sahabat Nabi itu segera dilaksanakan orang tersebut. Sampai saja di rumah, segera ia berwudhu kemudian diambilnya al-Qur'an dan dibacanya dengan khusyuk. Selesai membaca, ia segera dapati hatinya memperoleh ketenteraman, dan jiwanya pun tenang. Fikirannya segar kembali, hidupnya terasa seronok kembali. Padahal, ia baru melaksanakan satu dari tiga nasihat yang disampaikan sahabat Rasulullah s.a.w tersebut.

2. Menyayangi orang miskin :
Rasulullah s.a.w memerintahkan kepada Muslim yang punya kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada orang miskin. Ternyata, sikap dermawan itu boleh mendatangkan ketenangan jiwa. Mengapa? Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa para Malaikat selalu mendoakan orang-orang dermawan:

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :“Setiap pagi hari dua Malaikat senantiasa mendampingi setiap orang. Salah satunya mengucapkan do'a: ' Ya Allah! Berikanlah balasan kepada orang yang bersedekah. Dan Malaikat yang kedua pun berdo'a :' Ya Allah! Berikanlah kepada orang yang kedekut itu kebinasaan."

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang dermawan itu memperoleh dua balasan. Pertama, ia mendapatkan ganjaran atas apa yang diberikannya kepada orang lain. Kedua, mendapatkan limpahan ketenangan jiwa dan belas kasihan dari Allah s.w.t.

3. Melihat orang yang di bawah, jangan lihat orang di atas :
Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah s.w.t, meskipun nampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang yang lebih rendah taraf kehidupannya dari kita, baik dalam segi harta kekayaan, tahap kesihatan, rupa paras, pekerjaan dan pendidikannya. Betapa ramai di dunia ini orang yang kurang bernasib baik. Rasa syukur itu selain mendatangkan ketenangan jiwa, juga akan mendapat ganjaran dari Allah s.w.t.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Siapa yang tidak bersyukur dengan pemberian yang sedikit, dia juga tidak akan bersyukur dengan pemberian yang banyak. Siapa yang tidak mensyukuri manusia, bererti dia juga tidak mensyukuri Allah. Memperkatakan nikmat Allah adalah tanda syukur, dan mengabaikannya adalah kufur. Berjemaah itu dirahmati, sedangkan berpecah belah itu mengundang azab."
(Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad)

4. Menjaga perhubungan silaturahim :
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memerlukan perhubungan sesama manusia, untuk bantu membantu sesama mereka. Berbagai keperluan hidup tak mungkin diperolehi tanpa bantuan orang lain. Oleh itu, di dalam hadis Rasulullah s.a.w diperintahkan untuk tetap menjalin hubungan silaturahim, sekalipun terhadap orang yang melakukan permusuhan.

Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur dan memurahkan rezeki . Hubungan yang baik di dalam keluarga, maupun dengan jiran tetangga akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kemesraan. Hubungan yang baik itu juga akan menyelesaikan berbagai masaalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud, "Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahim (menjalinkan hubungan baik) nescaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezeki, ditambah umurnya dan Allah s.w.t. memasukkan ke dalam Syurga."(Hadis Riwayat Ar-Rabii)

5. Banyak mengucapkan kalimah "la hawla wa la quwwata illa billah." dan berzikir kepada Allah.
Sumber ketenangan jiwa yang hakiki adalah bersumberkan dari Allah s.w.t. Oleh itu hendaklah kita selalu menghubungkan hati dengan Allah s.w.t. dalam semua keadaan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Banyakkanlah berzikir dan membaca kalimah-kalimah Allah. Perhubungan yang kuat dengan Allah s.w.t. akan membuat jiwa seseorang menjadi kuat, tak mudah diganggu gugat oleh sesiapa pun, apabila hati sentiasa mengingati Allah maka syaitan laknatullah tidak akan dapat mempengaruhi hati dan fikiran kita.

6. Mengatakan kebenaran walaupun ianya pahit didengar :
Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan terbina apabila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat maksiat, kehidupannya dipengaruhi kegelisahan.

7. Sentiasa berlapang dada terhadap kecaman orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar kerana Allah :
Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah kerena selalu mengambil perhatian kecaman orang lain terhadap dirinya. Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang datang dari Allah s.w.t. iaitu Islam sebagai cara hidup. Sekiranya kita ikuti apa yang berlaku di dunia sekarang ini, ianya akan menganggu ketenagan jiwa kita.

8. Tidak meminta-minta kepada orang lain :
"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadis Rasulullah s.a.w yang memotivasi setiap mukmin untuk hidup berdikari. Tidak bergantung dan meminta-minta kepada orang lain, kerana jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang lemah. Hal ini tentu membuat jiwanya tidak tenang.

9. Menjauhkan diri dari berhutang :
Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w dengan tegas mengatakan yang bermaksud : “Janganlah engkau jadikan dirimu ketakutan setelah merasakan keamanan!”
(Para sahabat) bertanya:" Bagaimana boleh terjadi seperti itu!"
Sabdanya :" Kerana hutang.”

Begitulah kenyataanya. Orang yang berhutang akan senantiasa bimbang dan risau, kerena ia akan didatangi oleh orang yang memberi hutang kepadanya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa. Rasulullah s.a.w juga mengatakan dalam hadisnya yang bermaksud : “Hendaklah kamu jauhi hutang, kerena hutang itu menjadi beban fikiran di malam hari dan rasa rendah diri di siang hari."

10. Selalu berfikiran positif :
Mengapa seseorang mudah stress dan jiwa tak tenang? Salah satu faktornya kerena ia selalu berfikiran negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah s.w.t. berbagai kelebihan. Ubahlah fikiran negatif itu menjadi positif. Ubahlah perasaan keluh kesah yang membuat muka berkerut, lemah badan dan kecewa dengan ucapan yang mengembirakan. Ucapan yang mengembirakan akan membuat kita mudah tersenyum, jiwa menjadi lebih bersemangat. Bukankah di balik kesulitan dan kegagalan ada hikmah yang boleh jadi pelajaran? Dan bukankah disebalik kesulitan ada kemudahan? 
 
http://muhammadibnuhajar.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-hati-tenang-menurut-islam.html
13.41 | 0 komentar | Read More

Inilah Cara Berdagang Ala Rasulullah SAW

http://2.bp.blogspot.com/_bdkFCftQfxo/S_G9bZORHdI/AAAAAAAAAVs/Frg4gOLQD8Q/s1600/3d-wallpaper_042.jpg 

Seperti kita ketahui bahwa Seorang Muhammad selain seorang nabi dan rasul, seorang kepala negara, seorang panglima perang yang tangguh, beliau juga seorang Entrepreneur sukses di jamannya… beliau telah berbisnis dari masih sangat muda di umur 12 thn sewaktu diajak pamannya untuk ke Syam berbisnis (nah sudah saatnya anak muda sekarang mulailah mengikuti sunah rasul ini yaitu entrepreneur) nah dalam berdagang nabi mempunyai 4 tips yang selain mendapatkan keuntungan besar juga mendapatkan berkah dari Allah. Adapun ke 4 tips itu adalah :
1.      Jujur
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.
 

Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.
2.      Mencintai Customer
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.
Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, “Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.”
3.      Penuhi Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya.  Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu.” (QS Al Maidah 3).
Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).
Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.
4.      Segmentasi ala Nabi
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu berbeda dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.

Ketika Rasulullah melewati seorang penjual makanan. Beliau tertarik ingin membelinya. Beliau lalu memasukkan tangannya ke tempat makanan tersebut untuk memilihnya. Beliau terkejut ketika tangannya merasakan makanan yang berada di bagian bawah ternyata basah. Beliau bertanya mengapa demikian. Pedagang itu menjawab bahwa dagangannya tertimpa air hujan. Beliau berkata sambil emnunjukkan ketidaksukaannya, “Mengapa engkau tidak meletakkkan makanan yang basah itu di atas agar pembeli bisa melihatnya.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda
من غشنا فليس منا
“Barang siapa yang mencurangi kami, bukan dari pengikut kami” (HR. Muslim)
Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.
Prinsip bisnis Rasulullah Muhammad SAW.
Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW. “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.
Menurut beliau, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Rasulullah membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manager, dan kemudian menjadi investor.
Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.
Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun beliau sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya.
Itu sebabnya, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Beliau menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya.
Sementara itu menurut Laode M. Kamaluddin. Ph.D. dalam bukunya “14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis”, kejujuran dan keterbukaan Rasulullah dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan bagi seorang pengusaha generasi selanjutnya. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan dengan standar kualitas sesuai dengan permintaan pelanggan sehingga tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau bahkan kecewa. Reputasi sebagai pelanggan yang benar-benar jujur telah tertanam dengan baik. Sejak muda, beliau selalu memperlihatkan rasa tanggung jawabnya terhadap setiap transaksi yang dilakukan.
Di dalam buku 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW membangun Kerajaan Bisnis juga dipaparkan rahasia bisnis Rasulullah, antara lain menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga, berpikir VISIONER, kreatif dan siap menghadapi perubahan, pintar mempromosikan diri, menggaji karyawan sebelum kering keringatnya, mengutamakan sinergisme, berbisnis dengan cinta, serta pandai bersyukur dan berucap terima kasih.
Selain memaparkan rahasia bisnis Rasulullah, Laode M. Kamaluddin. Ph.D juga memberi penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah. Sebab kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga kepercayaan (amanah), ini merupakan ciri utama dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah sehingga tidak ada satupun orang yang berinterakasi dengan beliau kecuali mendapatkan kepuasan yang luar biasa. Dan sangat pantas jika beliau mendapatkan gelar Al-Amiin (orang yang dapat dipercaya). Itulah modal terbesar yang tak bisa ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti Rasulullah.
Prof. Afzalul Rahman dalam buku Muhammad A Trader, mengungkapkan :
(Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang jujur dan adil (fairplay) dalam membuat perjanjian bisnis dan tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh (komplain). Beliau selalu menepati janjinya dan dalam menyerahkan/mengirimkan barang-barang pesanannya selalu tepat waktu dan tetap mengutamakan kualitas barang yang telah dipesan dan disepakati sebelumnya. Dalam berperilaku bisnis Beliau selalu menunjukkan rasa penuh tanggung jawab dan memiliki integritas yang tinggi di mata siapapun. Reputasi beliau sebagai seorang pedagang yang jujur dan adil telah dikenal luas sejak beliau masih muda).
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur dan adil serta dapat dipercaya dalam membuat perjanjian bisnis sehingga beliau sukses dalam usahanya. Bandingkan dengan keadaan saat ini yang ada di sekitar kita, ada sebagian saudara kita yang cenderung menghalalkan segala cara dalam menjual dagangannya. Fenomena penjual daging sapi glonggongan, daging sapi dicampur daging celeng, ayam tiren (ayam mati kemaren), borak, beras dicampur pemutih pakaian, pewarna makanan menggunakan pewarna kain dan masih banyak lagi. Mereka seolah tidak peduli dengan kerugian dan dampak yang akan diterima oleh pembelinya. Semakin membuat kita prihatin mereka berdalih “cari yang haram saja susah apalagi yang halal ?.
Di dunia maya-pun seolah tak mau ketinggalan, makin maraknya cyber crime, aksi tipu-tipu, scam, hoax, virus, pencurian data sampai pembobolan rekening dll, membuat kita semakin prihatin. Dari ke semua itu timbul pertanyaan di benak kita, masih adakah kejujuran dan keadilan serta amanah atau kepercayaan (trust) di sekitar kita?.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua. Semoga apa yang diajarkan Baginda Rasul SAW ini bisa kita terapkan dalam bisnis kita dan dapat menginspirasi buat temen temen semua amin
Referensi :
Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis – Laode M. Kamaluddin. Ph.D

http://jendelaal-islam.blogspot.com/2013/01/cara-berdagang-ala-rasulullah-saw.html
13.40 | 0 komentar | Read More

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...