ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

INDONESIA TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 15 Juli 2014 | 12.59

bagindaery.blogspot.com
JAKARTA (KRjogja.com) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Roy Suryo Notodiprojo, menegaskah Indonesia siap menggantikan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

"Saya sebelumnya pernah berbicara dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Khairy Jamaluddin, bagaimana kalau suatu saat kita menjadi tuan rumah Piala Dunia. Saya juga pernah bicara dengan Menteri Olahraga Singapura. Itu sebelum ada isu soal Qatar ini," ujar Roy.

Menyusul, adanya isu skandal suap dalam penunjukan Qatar untuk ajang sepakbola tertinggi di dunia itu memunculkan opsi pembatalan negara tersebut menjadi tuan rumah.

Namun papar Roy, Indonesia tidak mungkin menjadi tuan rumah tunggal event sepakbola empat tahunan itu. "Karena syarat dari FIFA minimal tuan rumah penyelenggara memiliki 20 stadion yang berstandar internasional. Artinya, kami siap-siap. Meski nanti bidding-nya bukan dari Indonesia, tapi ASEAN," jelas Roy.

Ditambahkan, setidaknya ada lima stadion di Indonesia yang siap menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022. "Ada Jakabaring di Palembang, kemudian di Pekanbaru meski masih ada permasalahan. Selain itu, ada Palaran di Samarinda yang juga sangat bagus. Stadion Gede Bage di Bandung, tinggal akses keluar-masuk tolnya. Dan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Namun kami harus bersikap realistis tidak bisa menjadi tuan rumah tunggal saat ini. Jadi, jangan asal berani tapi kita juga harus menghitungnya dengan cermat," tutup Roy. (Fon)
12.59 | 0 komentar | Read More

BERITA PIALA DUNIA 2022: Menpora Ingin Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

http://krjogja.com/photos/3f8b397aa518a4b85fac00076f1a2628.png 
JAKARTA, suaramerdeka.com - Menpora Roy Suryo kembali melontarkan wacana bahwa Indonesia ingin jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keinginan itu muncul setelah Qatar yang ditunjuk FIFA, saat ini terancam karena isu suap. Bahkan, Presiden FIFA Sepp Blatter pernah mengemukakan, pihaknya salah memilih Qatar.
Peluang itu yang akan dimanfaatkan Indonesia untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun, rencana pengajuan yang diwacanakan Menpora bukan atas nama Indonesia, melainkan ASEAN. Sebab, jika menggelar sendirian, Indonesia dipastikan tidak mampu karena harus memiliki stadion berstandar internasional minimal 20 buah.
Karena itu, Menpora Roy Suryo mengajak Malaysia dan Singapura untuk bersama-sama jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Syarat dari FIFA, minimal tuan rumah penyelenggara memiliki 20 stadion yang berstandar internasional. Artinya, kami siap-siap, meskipun nanti bidding-nya bukan dari Indonesia, tapi ASEAN."
"Saya sebelumnya pernah berbicara dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Khairy Jamaluddin, bagaimana kalau suatu saat kita menjadi tuan rumah Piala Dunia. Saya juga pernah bicara dengan Menteri Olahraga Singapura. Itu sebelum ada isu soal Qatar ini,” kata Roy Suryo.
Indonesia sendiri sudah memiliki lima stadion berstandar internasional, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Gelora Jakabaring Palembang, Stadion Utama Riau, Stadion Palaran Samarinda dan Stadion Gedebage  Bandung.
Menurut Menpora, stadion-stadion tersebut pantas untuk menggelar pertandingan Piala Dunia dengan sedikit perbaikan.
( Arif M Iqbal / CN19 / SMNetwork )
12.57 | 0 komentar | Read More

BERITA PIALA DUNIA 2018: FIFA Akan Kunjungi Rusia Terkait Piala Dunia 2018

Ronald Martinez/Getty Images
Sepp Blatter, Presiden FIFA.
Setelah Brasil sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2014, pesta sepak bola empat tahunan itu akan dimainkan di Rusia pada 2018 mendatang. FIFA akan melakukan peninjauan awal pada September mendatang. Untuk menjadi tuan rumah yang baik, Rusia telah menyiapkan diri jauh-jauh hari. Kabarnya, mereka juga telah menyiapkan dana sekitar 19,5 miliar dolar AS (sekitar 216 triliun rupiah) buat persiapan Piala Dunia 2018.
Sebagian besar uang tersebut akan digunakan untuk membangun 12 stadion dan infrastruktur lainnya di 11 kota tuan rumah. Namun, Presiden FIFA Sepp Blatter menilai 12 stadion terlalu banyak dalam sebuah Piala Dunia.
Dalam rencana kunjungannya pada September mendatang, Blatter berencana meninjau apakah 12 stadion cukup pantas untuk sebuah Piala Dunia. Ia berniat menguranginya menjadi 10 stadion saja.
"FIFA mulai melihat kesiapan Piala Dunia 2018 dan akan berdiskuis untuk menentukan sejumlah hal, termasuk jumlah stadion yang akan dipakai," kata Blatter.
Kota-kota yang rencananya menjadi tuan rumah adalah Kaliningrad, Kazan, Moskva, Nizhny Novgorod, Rostov-on-Don, Saint Petersburg, Samara, Saransk, Sochi, Volgograd, dan Yekaterinburg.
RT TV melaporkan bahwa setengah dari anggaran didanai bank federal, sementara separuh lainnya dari investor. Pada bulan Januari lalu, Rusia telah menyelesaikan pembangunan dua stadion Piala Dunia: di Kazan dan Sochi.
http://www.bolanews.com/brazil/read/piala.dunia.2014/news/81556-fifa.akan.kunjungi.rusia.terkait.piala.dunia.2018
12.55 | 0 komentar | Read More

INDONESIA TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022: Indonesia Mengejar Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2022

Indonesia Mengejar Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2022. Mimpi Indah yang Bakal Jadi Kenyataan?
Suatu hari di pagi hari, di TV One (entah lupa nama acaranya) saya tak sengaja menonton acara talk show mengenai keseriusan PSSI untuk menjadi kandidat tuan rumah piala dunia FIFA tahun 2022. Dan memang PSSI atau Indonesia dalam hal ini memang serius karena menurut orang nomor satu di PSSI Nurdin Halid yang diwawancarai mengatakan bahwa Indonesia akan maju terus untuk menjadi tuan rumah piala dunia FIFA tahun 2022. Tema yang akan diusung PSSI untuk piala dunia 2002 ini sebenarnya sangat indah yaitu “Green World Cup” atau Piala Dunia Hijau. Tentu saja dari tema ini diharapkan bahwa piala dunia tahun 2022 (jikalau Indonesia menjadi tuan rumah) akan merupakan piala dunia yang ramah lingkungan yang dapat memberikan sesuatu bagi planet ini. Namun kenyataannya benarkah peluang Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia seindah tema piala dunia tahun 2022 yang diajukan PSSI??
http://i44.tinypic.com/2q3q7pk.jpg
Tahun 2007, FIFA mengganti peraturan rotasi atau perputaran tuan rumah piala dunia. Sebelumnya, piala dunia selalu digilir selang seling antara negara-negara Eropa dan negara-negara non-Eropa. Agar perputaran lebih merata maka sejak 2007 FIFA merubah peraturan perputaran atau penggiliran tuan rumah piala dunia. Negara-negara yang boleh mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia tidak boleh berasal dari benua yang sama dengan negara-negara yang sudah menjadi tuan rumah piala dunia sebelumnya dan yang sebelumnya lagi. Contoh: Jerman sudah menjadi penyelenggara Piala Dunia 2006 lalu, maka seluruh negara-negara Eropa dilarang mendaftar menjadi calon tuan rumah piala dunia 2010 dan 2014. Afrika Selatan yang menjadi tuan rumah piala dunia 2010, maka seluruh negara-negara Afrika dilarang mendaftar menjadi calon tuan rumah piala dunia 2014 dan 2018. Sedangkan Brasil yang akan menjadi tuan rumah piala dunia 2014, menjadikan seluruh negara-negara Amerika Selatan dilarang untuk mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia 2018 dan 2022. Begitu seterusnya.


Nah, Indonesia sebenarnya boleh mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2018 atau 2022. Namun, Indonesia berkonsentrasi pada penyelenggaraan tuan rumah piala dunia 2022. Kenapa? Karena Indonesia merasa bahwa penyelenggaraan piala dunia 2018 akan diambil oleh negara-negara Eropa. Nah, jika salah satu negara Eropa terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2018, maka seluruh negara-negara Eropa dilarang untuk mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia 2022 (dan 2026). Jadi kesempatan Indonesia untuk menang lebih besar dalam piala dunia 2022. Seperti kita ketahui bersama, adalah sulit untuk bersaing dengan negara-negara Eropa yang mempunyai dana yang banyak, infrastruktur yang kelas dunia serta prestasi kesebelasan-kesebelasannya yang kelas dunia pula. Negara-negara Eropa yang bakal bersaing untuk memperbutkan tuan rumah piala dunia 2018 adalah: Inggris, Rusia, Belanda-Belgia ( calon tuan rumah bersama) dan Spanyol-Portugal (calon tuan rumah bersama). Sedangkan negara-negara di luar benua Eropa yang berani bersaing untuk tuan rumah piala dunia 2018 adalah Amerika Serikat dan Australia.

Sementara Jepang dan Korea yang pernah menjadi tuan rumah piala dunia 2002 dan ingin menjadi tuan rumah piala dunia lagi ternyata cukup grogi juga melakukan persaingan dengan negara-negara Eropa dan kemungkinan juga akan berkonsentrasi bersaing menjadi tuan rumah piala dunia 2022 menjadi saingan Indonesia. Kita doakan saja mudah-mudahan negara Eropalah yang menang menjadi tuan rumah piala dunia 2018. Sebab jikalau Amerika Serikat yang menang terpilih, maka kemungkinan besar negara-negara Eropa akan mendaftar lagi untuk menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Ini tentu saja akan semakin mengecilkan peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Bagaimana kalau Australia yang terpilih?? Lebih parah lagi!! Sebab jikalau Australia yang terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2018, maka Indonesia dan negara-negara Asia lainnya dilarang untuk mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia 2022 dan 2026, karena kini Australia merupakan bagian dari Asia menurut FIFA karena Australia adalah anggota AFC (Asian Football Confederation).


Sebenarnya apa sih keistimewaan Indonesia sehingga berani menawarkan diri sebagai calon tuan rumah piala dunia 2022?? Prestasi tidak begitu bagus, prasarana juga menyedihkan. Stadion yang punya video layar lebar saja baru stadion Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Palaran di Samarinda. Stadion Jaka Baring di Palembang sepertinya papan skor elektroniknya tidak bisa dibuat menampilkan gambar video layar lebar. Sedangkan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung, papan skor elektroniknya masih primitif seperti papan skor elektronik tahun 1970an!! Padahal video layar lebar hanya sebagian saja dari persyaratan atau standard FIFA agar dapat menjadi stadion penyelenggara piala dunia.

Hal-hal lain seperti tempat duduk, ruang ganti dan tempat penjualan tiket juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat memenuhi standard FIFA. Lantas apa dong keistimewaan Indonesia?? Walaupun Indonesia berencana membangun stadion- stadion baru bertaraf FIFA dan juga memugar stadion-stadion lama menjadi stadion bertaraf FIFA di kota-kota Medan, (pulau) Batam, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar dan Bali namun ‘daya tarik’ Indonesia agar dilirik FIFA menjadi tuan rumah piala dunia 2022 adalah karena atmosfir sepakbola Indonesia yang menurut FIFA adalah salah satu yang tertinggi/tarbaik di dunia, dan juga saat ini sebenarnya Indonesia sudah punya satu stadion yang sudah jadi yang sudah memenuhi syarat FIFA untuk menjadi stadion penyelenggara acara pembukaan dan final piala dunia yaitu stadion Gelora Bung Karno. Walau begitu, tentu saja hanya dengan “daya tarik” seperti itu saja tidak akan menjamin Indonesia terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Walaupun kemungkinan besar negara-negara Eropa dilarang untuk menjadi tuan rumah piala dunia 2022, namun saingan-saingan kita lainnya tetap berat seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Korea. Bagaimana menurut anda peluang Indonesia? Apakah anda bangga atau pesimis??
https://www.facebook.com/InfoSeputarTimnasIndonesiaDanLigaLigaIndonesia/posts/551043364934875
12.52 | 0 komentar | Read More

Tentang Mario Gotze: Profil Lengkap Mario Gotze

Satu lagi pemain muda Jerman yang kabarnya akan mengisi kategori ‘Pemain Bintang Masa Depan’ dan dia adalah Mario Gotze, seorang gelandang serang berusia 20 tahun yang kini tengah membela Borussia Dortmund. Mario Gotze dikatakan sebagai pemain bintang masa depan karena di usia nya yang masih tergolong muda ini dia memiliki kecepatan, tekhnik, dan kreatifitas yang cukup bagus. Selain sebagai Gelandang Serang, Mario Gotze juga bisa bermain sebagai seorang Gelandang Sayap tak heran jika ia juga menjadi salah satu incaran klub klub besar eropa.
Profil Lengkap Mario Gotze | Berita Bola
Mario Götze seorang pemain sepak bola yang lahir di Memmingen, Jerman pada tanggal 3 Juni 1992, sebagai pemain muda yang apik tentu Mario Gotze menjadi buruan klub klub besar eropa di bursa transfer musim panas depan. Gotze sudah membela Borussia Dortmund sejak berusia 16 tahun, ia sudah mampu menyumbang 11 gol dari 52 kali tampil bersama klub liga jerman ini. Gotze memiliki jam terbang yang cukup bagus, ia sendiri sudah masuk squad inti Timnas Jerman. Baiklah, berikut Profil Lengkap Mario Gotze.
Nama Lengkap : Mario Götze
Nama Panggilan : Gotze
Tanggal Lahir : 3 Juni 1992
Tempat Lahir : Memmingen, Jerman
Posisi Bermain : Gelandang Serang dan Gelandang Sayap
Klub saat ini : Borussia Dortmund
Kebangsaan : Jerman
Nomor Punggung : 11
Tinggi Badan : 176 cm
Sejak berusia 5 tahun, Gotze sudah mengawali karirnya di dunia sepak bola dengan mengikuti sebuah akademi sepak bola di klub yang bernama SC Ronsberg kemudian di tahun 1998 melanjutkan karir junior nya di FC Eintracht Hombruch, dan di tahun 2001 ia baru mengikuti akademi sepak bola Borussia Dortmund FC Junior, ia menghabiskan karir junior nya di klub tersebut, dan tak heran jika ia dikatakan sebagai jebolan akademi Borussia Dortmund. Kemudian di usianya yang masih 16 tahun, Gotze sudah dipindahkan ke klub senior Borussia Dortmund, dan sejak tahun 2009 hingga sekarang, Pemain Muda yang sekarang berusia 16 tahun ini sudah mengoleksi 11 gol dari total 52 pertandingan nya bersama klub jerman tersebut.
Sedangkan karir Gotze di Timnas Jerman sendiri sudah ia mulai sejak masih berusia 15 tahun dengan masuk ke Timnas U15, dan secara resmi baru bergabung dengan Timnas Senior Jerman ketika berusia 17 tahun. Sejauh ini Mario Gotze sudah menyumbang 10 gol untuk Tim Panser Jerman.
http://bolapojok.com/profil-pemain/profil-lengkap-mario-gotze/
12.32 | 0 komentar | Read More

Tentang Mario Gotze: Mengenal Cinta Mario Gotze, Pahlawan Jerman di Piala Dunia

Mengenal Cinta Mario Gotze, Pahlawan Jerman di Piala Dunia Romantisme Gotze & Brommel usai laga final Piala Dunia 2014 (Foto: dailymail)
 KADANG, sosok pahlawan muncul di menit-menit terakhir, termasuk Mario Gotze di final Piala Dunia 2014. Tak kalah menjadi perhatian adalah sosok sang kekasih yang merupakan model lingerie.

Mario Gotze (22) menjadi aktor di balik gol menit 113 final Piala Dunia. Tendangannya membawa Jerman meraih piala Piala Dunia untuk keempat kalinya. (Baca: Rayakan Kemenangan Jerman, Naomi Campbel 'Disiram' Emas)
"Sulit dipercaya. Saya mencetak gol, tapi tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Sebuah mimpi telah menjadi kenyataan dan kita akan memiliki pesta besar. Ini benar-benar sensasional," kata Gotze.

"Itu bukan turnamen yang sederhana bagi saya. Saya berutang banyak kepada teman-teman dan keluarga," tambahnya, seperti disitat Dailymail, Senin (14/7/2014). (Baca: Gaya Kompak David Beckham & Tiga Jagoannya di Brasil)
Pria kelahiran Kota Memmingen, Bavaria, ini adalah anak dari seorang profesor di Dortmund University of Technology, Jurgen Gotze. Yang tidak kalah menarik adalah cerita cintanya dengan seorang model lingerie, Ann-Kathrin Jerman Brommel (24).

Keduanya pertama kali mempublikasikan jalinan cinta saat tertangkap tengah berfoto di atas kapal pesiar di Ibiza pada akhir 2012. Setelah bersama-sama selama dua tahun, Brommel telah mengatakan kepada majalah GQ Jerman bahwa dia masih menikmati momen hanya menjadi pacar Gotze, dan tidak memiliki keinginan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. (Baca: Rihanna Asyik Pesta di Pantai Kotor Rio de Janeiro)
"Seseorang yang tujuannya dalam hidup adalah menjadi istri adalah seseorang yang tidak bisa saya mengerti," ujarnya pada September tahun lalu.

"Meskipun saya juga pacar dari Mario Gotze, tapi saya punya tujuan pribadi. Kalau tidak, tentu saya tidak bisa merasa bahagia," imbuhnya.

Beberapa tujuan hidup penggemar Beyonce ini termasuk mengejar karier musik. Model dengan nama panggung Trina B ini telah merilis dua lagu, yakni "'This is Me" pada 2010 dan "Body Language" pada 2011. (Baca: Wuih, Mesut Ozil Pesepakbola yang Romantis)

"Musik hanya hobi saya. Saya bernyanyi karena menikmatinya, bukan karena saya memiliki suara seperti Beyonce," ujarnya dalam kesempatan wawancara yang sama.

Brommel memulai karier modeling pada usia 16. Brommel berasal dari Emmerich di barat laut Jerman. Tidak bisa bertemu Gotze bukan halangan baginya untuk menunjukkan rasa cinta. Menjelang laga final Piala Dunia, Brommel berpose selfie nan seksi dengan balutan bikini yang kemudian dia kirimkan kepada Gotze. Dia berpose demikian untuk menyemangati Gotze bisa membawa Jerman memenangkan Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil. (Baca: Narsisnya Cristiano Ronaldo)
Ternyata, apa yang dilakukan Brommel berhasil. Usai laga final, Brommel juga segera mendekati sang kekasih untuk melayangkan ciuman mesra. Dan kini, tampaknya, dia harus mulai memasang mata lebih 'awas' mengingat banyak wanita lain mengincar cinta—juga materi—Gotze. (ftr)
http://lifestyle.okezone.com/read/2014/07/14/197/1012547/mengenal-cinta-mario-gotze-pahlawan-jerman-di-piala-dunia
12.30 | 0 komentar | Read More

Mario Gotze Mengantarkan Jerman Menjadi Juara Piala Dunia 2014 ( Mario Gotze diminta untuk lampaui Messi )


Ini kemenangan pertama bagi Jerman setelah meraih juara pada 1990.

Pelatih Jerman, Joachim Low, meminta Mario Gotze membuktikan kepada dunia bahwa dia lebih baik dari Lionel Messi, beberapa menit sebelum dia mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia.
Pemain depan Bayern Munich Gotze, 22, menendang gol penentu dengan kaki kirinya di perpanjangan waktu dan mengantarkan kemenangan Jerman ke empat kalinya di Piala Dunia.
Low mengatakan permintaan kepada Gotze itu dia lakukan pada istirahat menjelang perpanjangan waktu kedua.
"Tunjukan kepada mereka bahwa Anda lebih baik dan bisa jadi penentu di Piala Dunia."
Low menambahkan: "Gotze adalah anak ajaib."
Gotze masuk menjadi pemain inti pada tiga dari tujuh pertandingan di Piala Dunia Brasil. Namun pada pertandingan final, dia menjadi pemain pengganti pada menit ke 88 ketika Miroslav Klose di tarik ke luar lapangan.
Gol Gotze terjadi sekitar tujuh menit sebelum perpanjangan waktu berakhir.
Low mengatakan: "Dia adalah pemain ajaib yang bisa bermain di berbagai posisi, ia adalah penentu yang bisa datang dan membuat perbedaan dan itulah yang dia lakukan."
"Kami bangga untuk menjadi negara Eropa pertama yang memenangkan gelar di Amerika Selatan. Di Brasil, di Rio, di negara yang mencintai sepakbola ini."
Gotze, yang bergabung dengan Bayern dari Borussia Dortmund musim panas lalu, mengatakan: "Ini adalah perasaan yang luar biasa, Anda mencetak gol itu, namun Anda hanya tidak benar-benar tahu apa yang terjadi.
"Ini tak terlukiskan, Anda (kemudian) berpesta dengan tim, dengan negara, mimpi itu telah menjadi kenyataan. Ini benar-benar sensasional."
http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/07/140714_wc2014_jerman_anak_emas.shtml
12.28 | 0 komentar | Read More

Juara Piala Dunia 2014: Jerman vs Argentina 1-0 AET: Jalannya Pertandingan


Jerman vs Argentina 1-0 AET: Jalannya Pertandingan
Gol emas Mario Gotze ke gawang Argentina yang memastikan Jerman juara dunia keempat kali. 


TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JANEIRO - Jerman memastikan diri keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion Maracana, Minggu atau Senin (14/7/2014) dini hari WIB.
Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak Mario Goetze pada menit ke-113. Jerman dan Argentina memainkan babak tambahan setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak normal.
Keberhasilan ini pun membuat Jerman mencatat sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia. Jerman kini menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan.
Pada pertandingan ini sebenarnya kedua tim memainkan komposisi terbaiknya. Hanya gelandang Jerman, Sami Khedira, yang harus absen karena mengalami cedera saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan.
Pelatih Jerman, Joachim Loew, memasukkan nama Christoph Kramer untuk menggantikan posisi Kheidira yang sebelumnya berada di line up skuad Der Panzer. Sementara itu, gelandang andalan Argentina, Angel Di Maria, tetap tidak bermain di laga final karena kondisinya belum pulih dari cedera.
Jerman mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Namun, Argentina juga bukan tanpa serangan karena mereka beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Jerman kerepotan.
Pada menit keempat, misalnya, saat Argentina menusuk jantung pertahanan Jerman lewat serangan balik yang dikreasi Gonzalo Higuain. Sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tidak ada pemain yang menyambut umpan silang Higuain dari sisi kanan pertahanan Jerman.
Pada menit ke-22, Argentina kembali mendapatkan peluang emas. Kesempatan itu berawal dari blunder Toni Kroos yang ingin melakukan back pass ke barisan belakang. Namun, bola umpannya itu justru mengarah ke Higuain.
Higuain yang berdiri bebas tanpa pengawalan bek Jerman lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih melenceng ke sisi kanan tiang gawang Jerman yang dikawal kiper Manuel Neuer.
Selama paruh pertama, Jerman tampak kesulitan menembus rapatnya berisan belakang Argentina, sementara itu serangan Lionel Messi dan kawan-kawan terlihat lebih efektif dengan melakukan serangan balik.
Bahkan, pada menit ke-30, Argentina sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Jerman melalui torehan Higuain. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis melihat Higuain lebih dulu berada di posisi offside saat menerima umpan Ezequiel Lavezzi.
Peluang terbaik Jerman diciptakan Andre Schuerrle pada menit ke-36. Pemain yang baru masuk menggantikan Kramer itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis oleh kiper Argentina, Sergio Romero.
Pada injury time, Der Panzer kembali mendapatkan peluang. Namun, kali ini giliran Benedikt Hoewedes yang gagal karena bola sundulannya memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Kroos masih membentur tiang gawang.
Selepas turun minum, Argentina kembali mengancam melalui aksi Messi. Beruntung bagi Jerman, bola tendangan Messi dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Jerman.
Sepanjang babak kedua, kedua tim tampak saling menyerang. Namun,mereka lebih sering memainkan bola di lapangan tengah. Tempo pertandingan pun sedikit melambat ketimbang babak pertama.
Pada menit ke-80, Jerman membalas. Sayang, bola tendangan Kroos dari luar kotak penalti seusai menerima umpan silang Mesut Oezil masih belum menemui sasaran karena melenceng di sisi kiri gawang Argentina.
Pada babak tambahan, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Meski begitu, beberapa kali Jerman dan Argentina mempunyai peluang emas untuk membobol masing-masing gawang lawan.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Jerman pun akhirnya tiba setelah Goetze mencetak gol indah untuk membuat timnya unggul pada menit ke-113. Gol itu berawal dari aksi Andre Schuerrle di sisi kiri pertahanan Argentina.
Ia kemudian memberikan umpan silang ke tengan kotak penalti. Goetze langsung mengontrol umpan tersebut sebelum melepaskan tendangan keras yang masuk ke pojok kiri gawang Argentina. Skor 1-0 untuk Jerman pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Sepanjang pertandingan, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 10 usaha. Adapun Argentina menciptakan dua peluang emas dari sembilan percobaan.
Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm (kapten), Mats Hummels, 20-Jerome Boateng, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 32), 18-Toni Kroos; 8-Mesut Oezil, 13-Thomas Mueller; 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88)
Pelatih: Joachim Loew
Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86); 10-Lionel Messi (kapten), 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 45); 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78)
Pelatih: Alejandro Sabella
Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)
12.23 | 0 komentar | Read More

JUARA PIALA DUNIA 2014: Jerman Juara Dunia dan Messi Raih Golden Ball

Tim Jerman  berfoto dengan tropi Piala Dunia 2014 setelah juara dengan menang 1-0 di final melawan Argentina di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (13/7/2014)/REUTERS
REUTERS
Tim Jerman berfoto dengan tropi Piala Dunia 2014 setelah juara dengan menang 1-0 di final melawan Argentina di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (13/7/2014)
Bisnis.com, JAKARTA - Jerman juara dunia untuk kali keempat setelah di final menundukkan juara dua kali Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu di Stadion Marracana, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (13/7/2014) waktu setempat atau Senin (14/7/2014) waktu Indonesia.
Sukses Jerman sekaligus meraih hadiah uang  US$30 juta (US$32,44 juta dengan nilai US$ 2014). Argentina meraih US$ 24 juta  sebagai runner up (US$ 25.960.000 dengan nilai US$ 2014). Gol Jerman dihasilkan oleh  Mario Götze dengan tendangan kaki kiri dari kiri kotak pinalti (sekitar enam yard) ke pojok bawah kanan gawang Romero. Ini hasil umpan crossing André Schürrle.
Ini juara keempat kalinya Jerman setelah 1954, 1974 dan 1990, sedangkan Argentina ini runner up ketiga setelah 1930 dan  1990.
Fakta Pertandingan
Jerman telah memenangkan Piala Dunia untuk keempat kalinya. Hanya Brasil (5) yang memiliki lebih banyak menang. Argentina kebobolan gol di perpanjangan waktu di Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Argentina gagal  memiliki tembakan pada target dalam pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak  1990 v akhir Jerman Barat. Jerman adalah tim Eropa pertama yang memenangkan Piala Dunia di benua Amerika.
Total gol Jerman di Piala Dunia  18  paling banyak di Piala Dunia  setelah Brasil mencetak 18 pada  2002. Argentina hanya tertinggal tujuh menit di Seluruh turnamen.
 Sementara itu,  sukses Jerman dilengkapi oleh sukses kiper  Neuer meraih golden glove, sedangkan Golden Ball diraih oleh Lionel Messi (Reuters).
Picture
Pemenang  adidas Golden Ball sebelumnya:
1982 FIFA World Cup Spanyol: Paolo Rossi (Italia)
1986 FIFA World Cup Mexico: Diego Maradona (Argentina)
1990 FIFA World Cup Italia: Salvatore Schillaci (Italia)
1994 FIFA World Cup USA: Romario (Brasil)
1998 FIFA World Cup Prancis: Ronaldo (Brasil)
Piala Dunia 2002 Korea / Jepang: Oliver Kahn (Jerman)
Piala Dunia FIFA 2006 Jerman: Zinedine Zidane (Prancis)
2010 FIFA Piala Dunia Afrika Selatan: Diego Forlan (Uruguay)
Picture
 Mario Gotze pencetak gol kemenangan Jerman/Reuters

Statistik Extra time Kedua
Jerman
Statistik
Argentina
10
Tendangan
10
5
Ke gawang
0
5
Sepak pojok
3
20
Pelanggaran
16
Babak pertama extra time berjalan alot dan tidak ada kartu hukuman dari kedua tim.
Peluang Argentina:
Menit ke-96:41:  Rodrigo Palacio (Argentina), tendangan kaki kanan dari tengah kotak pinalti,  ke kiri. Umpan  crossing Marcos Rojo.
Menit ke-91:58:  Sergio Agüero (Argentina) melalui tendangan kaki kiri dari sisi kiri kotak pinalti meleset ke kanan. Umpan Rodrigo Palacio.
Peluang Jerman extra tim:
Menit ke-90:37:  Mesut Özil (Jerman), melalui tendangan kaki kanan dari tengah kotak pinalti tertangkap  di tengah gawang. Umpan Andre Schurrle.
Menit ke-90:33:  Andre Schurrle (Jerman). Tendangan kaki kanan dari tengah kotak ke  tengah atas gawang. Umpan Mario Götze.
Di babak kedua :Dua pemain Argentina Mascherano dan Sergio Aguero mendapatkan kartu kuning;
JermanStatistikArgentina
7Tendangan6
3Ke Gawang0
5Sepak pojok3
13Pelanggaran9
- Peluang Jerman di babak kedua
Menit ke-58:  Sundulan Miroslav Klose  dari tengah kotak pinalti diselamatkan Romero.  Umpan crossing Philipp Lahm.
Menit ke-71:  Tendangan kaki kanan André Schürrle dari kotak pinalti melebar ke kanan gawang. Umpan Thomas Müller.
Menit ke-81:  Toni Kroos dengan kaki kanan dari luar kotak pinalti  nyaris,  bola ke arah kanan gawang. Umpan Mesut Özil.
Peluang Argentina di babak kedua
Menit ke-46:  Tendangan kaki kiri Lionel Messi dari sisi kiri kotak pinalti tapi melebar ke kanan. Umpan Lucas Biglia.
Menit 62:35: Sundulan kepala Sergio Agüero dari sisi sulit di sektor kiri masih tinggi dan melebar ke kiri.  Umpan Lionel Messi dari sepak pojok.
Menit ke-74:  Tendangan kaki kiri Lionel Messi dari luar kotak pinalti ke kiri gawang Neuer. Umpan Enzo Pérez.
- Di babak pertama, dua pemain Jerman Höwedes  dan  Schweinsteiger mendapat kartu kuning.
JermanStatistikArgentina
3Tendangan3
1Ke Gawang0
3Sepak pojok2
6Pelanggaran4
Peluang Jerman Babak Pertama:
Menit ke-3:  Toni Kroos dengan tendangan kaki kiri dari luar kotak pinalti diblok Romero.
Menit ke-42:  Toni Kroos  dengan kaki kanan dari luar kotak pinalti ke tengah gawang. Umpan  Mesut Özil.
Menit ke-45: Hits Benedikt Höwedes menghantam tiang kanan gawang kanan melalui sundulan kepalanya dari jarak dekat. Umpan  Toni Kroos dari sepak pojok.
REKOR PIALA DUNIA JERMAN  1930-2010
Tahun
Putaran
Posisi
M
M
S
K
GM
GK
1930
Tidak ikut
-
-
-
-
-
-
-
1934
Semi-Final
3
4
3
0
1
11
8
1938
Putaran 1
10
2
0
1
1
3
5
1950
Dilarang
-
-
-
-
-
-
-
1954
Juara
1
6
5
0
1
25
14
1958
Semi-Final
4
6
2
2
2
12
14
1962
Perempat-Final
7
4
2
1
1
4
2
1966
Final
2
6
4
1
1
15
6
1970
Semi-Final
3
6
5
0
1
17
10
1974
Juara
1
7
6
0
1
13
4
1978
Grup Putaran 2
6
6
1
4
1
10
5
1982
Final
2
7
3
2
2
12
10
1986
Final
2
7
3
2
2
8
7
1990
Juara
1
7
5
2
0
15
5
1994
Perempat-Final
5
5
3
1
1
9
7
1998
Perempat-Final
7
5
3
1
1
8
6
2002
Final
2
7
5
1
1
14
3
2006
Semi-Final
3
7
5
1
1
14
6
2010
Semi-Final
3
7
5
0
2
16
5
2014
FinalJuara      
Total
18/20
3 Gelar
99
60
*19
20
206
117
Tidak termasuk adu pinalti. (fifa/wikepedia)
Rekor Piala Dunia Argentina
 
Tahun
Babak
Posisi
MA
M
I
K
GM
GK
2
5
4
0
1
18
9
Babak 1
9
1
0
0
1
2
3
Mengundurkan diri
Mengundurkan diri
Tidak Berpartisipasi
Penyisihan Grup
13
3
1
0
2
5
10
Penyisihan Grup
10
3
1
1
1
2
3
Perempat Final
5
4
2
1
1
4
2
Tidak Lolos Kualifikasi
Babak 2
8
6
1
2
3
9
12
1
7
5
1
1
15
4
Babak 2
11
5
2
0
3
8
7
1
7
6
1
0
14
5
2
7
2
3
2
5
4
Babak 16 besar
10
4
2
0
2
8
6
Perempat Final
6
5
3
1
1
10
4
Penyisihan Grup
18
3
1
1
1
2
2
Perempat Final
6
5
3
2
0
11
3
Perempat Final
5
5
4
0
1
10
6
Runner up
TBD
TBD
Jumlah
2 Gelar Juara
16/20
70
37
13
20
123
80
Peluang Argentina Babak II
Menit ke-3:35:  Gonzalo Higuaín dengan kaki kanan dari sisi kanan kotak pinalti  misses melanjutkan hasil  fast break.
Menit ke-20:  Gonzalo Higuaín melalui tendangan kaki kananya dari jarak dekat  kotak pinalti   tapi gagal ke sisi kiri gawang Neuer.
Susunan pemain Jerman:  1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 20-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer, 13-Thomas Mueller, 18-Toni Kroos, 8-Mesut Ozil; 11-Miroslav Klose
Cadangan:  2-Kevin Grosskreutz, 3-Matthias Ginter, 6-Sami Khedira, 9-Andre Schuerrle, 10-Lukas Podolski, 12-Ron-Robert Zieler, 14-Julian Draxler, 15-Erik Durm, 17-Per Mertesacker, 19-Mario Goetze, 21-Shkodran Mustafi, 22-Roman Weidenfeller
Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 14-Javier Mascherano, 6-Lucas Biglia, 8-Enzo Perez, 10-Lionel Messi; 22-Ezequiel Lavezzi, 9-Gonzalo Higuain
Cadangan:  3-Hugo Campagnaro, 5-Fernando Gago, 7-Angel Di Maria, 11-Maxi Rodriguez, 12-Agustin Orion, 13-Augusto Fernandez, 17-Frederico Fernandez, 18-Rodrigo Palacio, 19-Ricky Alvarez, 20-Sergio Aguero, 21-Mariano Andujar, 23-Jose Basanta
Wasit:  Nicola Rizzoli (Italia)
Jerman ke final setelah menggunduli Brasil 7-1, sedangkan Argentina harus bersusah payah mengalahkan Belanda melalui adu pinalti dengan skor 4-2.
Jerman dan Argentina  mengetahui ada kesempatan adu penalti untuk  memutuskan pemenang  trofi emas terkenal.  Sudah ada empat adu pinalti  di Piala Dunia 2014 di Brasil, rekor bersama sejauh ini dipegang Italia pada  1990 dan Jerman pada  2006. Satu lagi,  final di Maracana akan membuat final sejarah.
Bisnis.com, RIO DE JANEIRO  - Jika kalah  di final Piala Dunia  Minggu (13/7/2014) melawan Argentina, Jerman tetap mengalami kekecewaan, tetapi salah satu negara  Eropa itu sudah menyiapjan rencana untuk tetap menajdi  tim teratas untuk tahun-tahun mendatang, kata pelatih Joachim Loew mengatakan pada  Sabtu (12/7/2014).

Jerman telah membuat setidaknya semifinal dalam lima kompetisi internasional  mereka, termasuk Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014, tetapi belum memenangkan trofi sejak Euro 1996

Terakhir mereka meraih  kemenangan ketiga di Piala Dunia pada hampir seperempat abad yang lalu, pada  1990.

"Kekalahan di final akan mengecewakan, tidak ada keraguan tentang hal itu. Namun,  sepak bola Jerman memiliki masa depan yang besar dan saya tidak melihat masalah sama sekali," kata Loew kepada wartawan.

Jerman menghancurkan tuan rumah Brasil 7-1 di semi-final, meningkatkan harapan menjadi tim Eropa pertama yang memenangkan trofi di tanah Amerika Selatan.

Tetapi bahkan jika itu tidak terjadi, daftar panjang pemain muda berbakat Jerman akan yakin lebih banyak kesempatan di masa depan.

"Waktu akan memberitahu. Tentu, beberapa pemain sampai pada puncaknya mereka sekarang tapi beberapa pemain yang sangat muda, beberapa percikan bahkan tidak di sini, memiliki masa depan yang besar  seperti (masih cedera)  Ilkay Guendogan Marco Reus."

"Mesut Ozil, Mario Goetze, Andre Schuerrle, Sami Khedira dan Manuel Neuer antara lain dapat terus bermain selama beberapa tahun lagi," katanya.

Argentina telah bermain banyak melewani  'tembak-menembak' di Piala Dunia, memenangkan empat dari lima mereka, sedangkan Jerman memiliki rekor 100%, dengan empat kemenangan dari empat.

"Tekanan dari Jerman untuk memenangkan Piala Dunia? Tekanan apa  yang kamu bicarakan?" kata pelatih Jerman Joachim Loew  dalam sebuah wawancara dengan TV Jerman.

Memang Loew, 54, dan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah melakukan segalanya secara manusiawi mungkin untuk melindungi pemain dari tekanan dan gangguan dari turnamen - Semuanya Telah ditundukkan untuk memenangkan bahkan lebih daripada setiap saat dalam delapan tahun sebagai pelatih kepala.

Loew, staf pelatih dan banyak pemain  tidak membaca koran atau memperhatikan media saat kembali ke rumah dan mereka tinggal  berlindung di kompleks seperti benteng mereka di resor terpencil di Samudra Atlantik di Northeastern Brazil kecuali untuk pertandingan.

Para pemain dan pelatih semua punya nomor ponsel baru itu efektif memotong kontak dengan dunia luar dan media, yang disebabkan beberapa menggerutu karena ulah  wartawan.

"Saya belum membaca koran sejak kami tiba di sini," kata Loew kepada wartawan setelah Jerman mencicit melewati Aljazair di babak-16, yang dinilai kemenangan itu terlalu kecil  dan memicu gelombang kritik yang dianggap  Loew  terlalu keras kepala untuk membuat beberapa penyesuaian yang diperlukan atau pelatioh yang tidak  tepat untuk tim sarat bakat.

"Kami fokus  bagaimana kita bisa menang, bukan bagaimana kita bisa menghindari kekalahan," kata Loewyang berbicara dengan aksen Jerman selatan yang berbeda mirip dengan dialek pendahulunya dan temannya Juergen Klinsmann.

Ini mungkin hal yang baik, dia tidak membaca koran. Karena bahkan Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere dan 93%  dari Jerman dalam satu jajak pendapat ingin Loew  memindahkan kapten Philipp Lahm dari lini tengah ke bek kanan.

Loew membuat pergeseran di perempat final melawan tetapi bersikeras opini publik itu tidak apa-apa, tetapi bagian dari strateginya.

Biasanya Loew sopan,  kini menunjukkan flash kemarahan setelah ia dituduh puas dengan  kinerja  usai melawan Aljazair yang tidak mencerminkan opini publik Jerman.

"Haruskah aku benar-benar kecewa ketika kita berhasil mencapai perempat final," geramnya. "Haruskah saya sangat kecewa?"

Ini adalah dunia yang aneh di Jerman. Loew adalah pelatih Jerman paling sukses dalam  30 tahun dengan 76 kali menang dan hanya 15 Kekalahan di 111 pertandingan - atau rata-rata 2,25 poin per pertandingan - di depan Berti Vogts (2.18), Juergen Klinsmann (2,00) dan Franz Beckenbauer (1,85 ). Tapi itu tidak cukup.

Loew, yang kehilangan SIM-nya tepat sebelum Piala Dunia dimulai karena terlalu banyak tilang, telah datang di bawah api yang cukup. Terutama dalam  dua tahun. Meskipun rekor hampir tak terkalahkan dalam periode itu.

"Dia selalu menempel jelas, garis lurus ke depan," kata Lahm soal Loew. "Dan itu benar-benar penting bagi para pemain. Dia selalu berbicara tentang isu-isu kunci dan tetap tenang dan Konsentrasi  sepanjang waktu..."

Sejarah Pertemuan Argentina vs Jerman
Italia 90 Akhir: Jerman Barat 1 Argentina 0

Pada pertandingan ini, Jerman Barat memastikan kemenangan 1-0 emelalui Andreas Brehme pada menit ke-85. Pertarungan ini, termasuk Diego Maradon, berlangsung keras.  Argentina berupaya untuk  merusak situasi pertarungan agar meraih kesempatan masuk ke dalam adu pinalti.

Pada saat pemenang Brehme tiba, Argentina sudah tampil dengan  10 orang, Pedro Monzon manusia pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mendapat kartu merah  di final, melakukan pelanggaran terhadap Jurgen Klinsmann .
Gustavo Dezotti mengikuti dia  untuk pelanggaran yang membuatnya meraih kartu kuning kedua dalam tiga menit dari waktu menjelang usai dan kemaluan Argentina  lengkap.
Meksiko 86 Akhir: Argentina 3 Jerman Barat 2

Meskipun berada di tengah hari panas yang membakar pertadingan di Mexico City, dua tim menemukan semangat yang tenang untuk berbagi enam kartu kuning, yang merupakan rekor hingga 2010.

Namun, untungnya,  akhir ini akan diingat karena ada  lima gol terjadi di antara mereka   dan penobatan Maradona yang luar biasa membawa Argentina sebagai juara dunia.


Argentina unggul 2-0 berkat Jose Luis Jorge dan Valdano Brown dan dengan hanya 15 menit tersisa.

Tapi  terkenal sebagai tim  ' powerhouse' pemain depan  Dieter Hoeness - saudara Uli -  mengguncang Amerika Selatan dan Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi membawa hasil seri untuk Jerman.

Saat  Rummenigge kemudian diganti , tetapi  mereka  serakah dalam mengejar kemenangan, Maradona affording  halaman sesaat untuk membongkar lini belakang dan musim semi Jorge Burruchaga  hadir  dan ia melakukan sesuatu yang baik pada sisa waktu   enam menit sebelum pertandingan berakhir.
Afrika Selatan 2010: Jerman 4 Argentina 0

Berkas yang satu ini di bawah 'penghinaan',  tim  Maradona Argentina dipermalukan oleh  Jerman muda - dan mayoritas protagonis.  Sebanyak 18 pemain yang terlibat di Cape Town itu, kemungkinan kembali hadir  dalam final akhir pekan ini final.

Lionel Messi, Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain dibuat tidak mampu  berbuat banyak.

Hanya butuh tiga menit untuk Thomas Muller melalui sundulan kepalanya dalam mencetak gol  pembuka dan, sementara Argentina  terus mengancam paritas di awal babak kedua, Jerman  dua gol lagi dalam enam menit  melalui Miroslav Klose dan Arne Friedrich.  Satu voli Klose  menjadi gol keempat memberikan kesengsaraan pada pelatih Maradona.
Jerman 2006-Final: Jerman 1 Argentina 1
(Jerman menang 4-2 melalui adu penalti)

Memori pertemuan ini ada di luar Confine dari 120 menit -  Klose menyamakan kedudukan setelah Roberto Ayala membawa Argentina   memimpin lebih dulu - dan untuk adu penalti dan menawarkan perkelahian berikutnya yang sudah, bisa ditebak, menciptakan Pertempuran Berlin.

Dalam adu pinalti hanya gol Ayala dan Esteban Cambiasso dari Argentina yang sukses, melawan empat pemain  Jerman yang berhasil .
Inggris  1966 Penyisihan Grup: Jerman Barat 0 Argentina 0

Setelah keduanya menikmati kemenangan dalam pertandingan grup pembuka mereka, akhirnya  meaih poin satu. Dan, hasil  di Villa Park itu, sebagai upaya agar kedua tim lolos ke babak selanjutnya  karena  membuat mereka di berada di papan atas klasemen.

Namun, kedua tim, tentu saja, akhirnya dikalahkan oleh Inggris, Argentina pada tahap perempat final dan Jerman Barat di final.
Swedia tahun 1958: Jerman Barat 3 Argentina 1

Pemegang juara Jerman Barat membuka pertahanan mereka dengan kemenangan nyaman di Malmo. Meskipun tertinggal di menit ketiga oleh Omar Corbatta, sang juara berada di depan dengan setengah-time berikutnya berkat gol Helmut Rahn dan Uwe Seeler dan  menambahkan lagi setelah istirahat.

Pertandingan yang dikenang karena Argentina mengenakan kemeja   klub di kota tuan rumah IFK Malmo setelah lupa  membawa  pengganti kaos utama mereka putih biru langit.
Striker Sergio Aguero
Striker Sergio Aguero, sepenuhnya, pulih dari masalah yang sama-dan Ezequiel Lavezzi belum bisa dipastikan akan menggantikan Gonzalo Higuain atau tidak.  Kendati Argentina akan menerjunkan Higuain, Aguero dan Lionel Messi sebagai bagian dari tiga pemain depan  seperti di pertandingan sebelumnya pada  turnamen ini.
Bagian yang paling mengesankan dari perjalanan Jerman ke final adalah  Thomas Mueller  benar-benar luar biasa. Mendaftarkan lima gol dan tiga assist, dengan Philipp Lahm, Mats Hummels dan Miroslav Klose di antara pemain lain yang telah ditingkatkan pada titik yang berbeda.

Namun,  breakout star turnamen ini  Toni Kroos. Gelandang ini memiliki tiga assist dalam enam pertandingan, serta dua gol yang dilakukan  dalam  tiga menit melawan Brasil.
JAKARTA - Jerman bermain melawan Argentina di final Piala Dunia di Rio de Janeiro pada  Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7/2014) WIB.

Dimana: Maracana, Rio de Janeiro

Kapasitas: 74,738

Waktu: Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7/2014) 03:00 WIB

Wasit: Ditentukan kemudian

Prediksi Tim:

Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 20-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 4-Benedikt Höwedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 6-Sami Khedira, 13-Thomas Mueller, 18-Toni Kroos, Mesut Ozil 8; 11-Miroslav Klose

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 14-Javier Mascherano, Lucas Biglia-6, 8-Enzo Perez, 10-Lionel Messi; Ezequiel Lavezzi 22-9-Gonzalo Higuain

Statistik penting:

Jerman v Argentina adalah final  yang paling sering dalam perebutan Piala Dunia,  pertandingan  Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7/2014) menandai bentrokan ketiga antar mereka untuk hadiah terbesar di sepakbola.

Juara dua kali  Argentina akan kembali ke final untuk pertama kalinya sejak kalah 1-0 dari Jerman Barat pada  1990.

Orang Amerika Selatan memenangkan gelar pertama mereka pada  1978, mengalahkan Belanda di final, dan kedua mereka pada  1986 dengan kemenangan 3-2 atas Jerman Barat.

Jerman telah memenangkan gelar juara dunia tiga kali, meskipun semua tiga kemenangan adalah sebagai Jerman Barat (1954, 1974, 1990).

Pertemuan sebelumnya:

Argentina dan Jerman telah bermain 20 kali. Argentina telah memenangkan sembilan, Jerman tujuh dengan empat kali seri.

Head To Head:
Argentina 1 Jerman Barat 3               Piala Dunia 1958
Argentina 0 Jerman Barat 0               Piala Dunia 1966
Argentina 3 Jerman Barat 2               Persahabatan 1973
Jerman  Barat 3  Argentina 1             Persahabatan 1977
Argentina 1 Jerman Barat 2               Persahabatan 1979  
Argentina 2 Jerman Barat 1               Piala Emas 1981
Argentina 1 Jerman Barat 1               Persahabatan 1982  
Argentina 3 Jerman Barat 1               Persahabatan 1984
Argentina 3 Jerman Barat 2               Final Piala Dunia 1986
Argentina 1 Jerman Barat 0               Persahabatan 1987
 Argentina 0 Jerman Barat 1              Persahabatan 1988
Argentina 0 Jerman Barat 1               Final Piala Dunia 1990  
Argentina 2 Jerman 1                        Persahabatan 1993  
Argentina 1 Jerman 0                        Persahabatan 2002  
Argentina 2 Jerman 2                        Persahabatan 2005
Argentina 2 Jerman 2                        Piala Konfederasi 2005
Argentina 1 Jerman 1 (2-4  penalti)   Piala Dunia 2006
Argentina 1 Jerman 0                        Persahabatan 2010  
Argentina 0 Germany 4                     Piala Dunia 2010
Argentina 3  Jerman 1                       Persahabatan 2012  

Jalan  Argentina ke final:

Grup F
Argentina 2 Bosnia 1
Argentina 1 Iran 0
Argentina 3 Nigeria 2

Babak 16
Argentina 1 Swiss 0
Perempat final
Argentina 1 Belgia 0
Semi-final
Argentina 0 0 Belanda (4-2 penalti)

Jalan Jerman ke final:

Grup G
Portugal 0 Jerman 4
Jerman 2  Ghana 2
Jerman 1 AS 0

Babak 16
Jerman 2, Aljazair 1 (extra time)

Perempat final
Jerman 1 Prancis 0

Semi-final
Jerman 7 Brasil 1

Statistik di turnamen ini:

Pertandingan yang dimainkan:
Argentina 6, Jerman 6
Gol Dicetak: Argentina 8 Jerman 17
Gol dari set piece: Argentina 1, Jerman 3
Shots on target: Argentina 61, Jerman 64
Corners Diberikan: Argentina 44, Jerman 32
Pelanggaran : Argentina 64, Jerman 71
Kartu kuning: Argentina 6, Jerman 4
Kartu merah: Argentina 0, Jerman 0
Jarak berlari per pertandingan: Argentina 113.9 km, Jerman 116 km
Passes selesai: Argentina 2.928, Jerman 3.421
Lulus tingkat penyelesaian: Argentina 78%, Jerman 82%

Statistik Pemaun Argentina:
Pencetak gol terbanyak: Lionel Messi (4)  
Tackler  : Javier Mascherano (18)
Terbanyak menembak : Angel di Maria (25)
Terbanyak jarak yang ditempuh: Mascherano (67,2 km)
Terbanyak  melewati selesai: Mascherano (478)

Statistik Pemain Jerman:
Pencetak gol terbanyak: Thomas Mueller (5)
Tackler: Benedikt Höwedes (16)
Terbanyak  menembak : Mueller (16)
Terbanyak jarak yang ditempuh: Mueller (68,8 km)
Terbanyak  melewati selesai: Philipp Lahm (458)

Piala Dunia penalti shootout record:
1. 1982 Jerman Barat mengalahkan Prancis 5-4
2. 1986 Jerman Barat mengalahkan Meksiko 4-1
3. 1990 Argentina mengalahkan Yugoslavia 3-2
4. 1990 Argentina mengalahkan Italia 4-3
5. 1990 Jerman Barat mengalahkan Inggris 4-3
6. 1998 Argentina mengalahkan Inggris 4 - 3
7.2006 Jerman mengalahkan Argentina 4-2
8.2014 Argentina mengalahkan Belanda 4-2
 BACA JUGA
JAKARTA - Thomas Muller telah memperingatkan fans Jerman jangan  mengharapkan final Piala Dunia 2014 Minggu (1372014) atau Senin (14/7/2014) waktu Indonesia  melawan Argentina akan semudah kemenangan semifinal mereka atas Brasil.

Pemain 24-tahun,  Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2010 dan membuat kontribusi besar  lewat  lima gol,  membantu Jerman lolos ke final.

Salah satu golnya saat mereka  menang  7-1  dari tim negara tuan rumah menakjubkan dalam semi final. "Saya tidak tahu apa jenis permainan yang bakal terjadi  (pada  Minggu), tapi saya tidak berharap untuk menjadi 5-0 di babak pertama,"  kata striker Bayern Munich dalam konferensi pers.

"Itu akan menyenangkan, tapi itu mungkin akan ketat seperti  melawan Aljazair atau Prancis."

Jerman memimpin atas Brasil 5-0 pada masa istirahat  Selasa lalu dan  banyak anggota tim Joachim Low mengakui mereka harus mencubit sendiri untuk melihat apakah itu benar-benar benar.

"Itu bukan tentang mencoba untuk mempermalukan atau lawan showboating kami," katanya. "Kami ingin terus bermain sepak bola normal dan tidak mendapatkan arogan, tapi itu cukup normal -.  Itu  inisiatif pemain '"

Akibatnya, Muller mengatakan, Jerman bisa "berkonsentrasi pada pelestarian energi dan menghindari cedera" di 45 menit kedua melawan Brasil, permainan dilakukan  24 jam sebelum 120 menit pertemuan Argentina dengan Belanda, yang telah memutuskan  oleh adu pinalti.

Mungkin Jerman oleh situasi itu  lebih segar pada  Minggu, tetapi perbedaan yang nyata di mata kapten Philipp Lahm kemungkinan soal pengalaman mereka.
"Aku tidak tahu apa jenis permainan yang ingin menjadi, tapi saya tidak berharap untuk menjadi 5-0 di babak pertama.
     Jerman Thomas Muller di Final 
"Pengalaman adalah penting," kata lahm, 30,  , yang telah mengangkat delapan piala untuk Bayern Munchen dalam dua tahun terakhir.

"Saya pikir, jika Anda melihat di level klub, banyak dari kita telah terlibat dalam pertandingan besar. Apakah mereka membuahkan hal positif atau negatif tidak penting, tetapi kita semua memiliki pengalaman di final Liga Champions, final Piala DFB, atau apa pun. kami selalu bermain di level paling atas dan ketika Anda pergi melalui skuad kami, Anda akan melihat kita semua punya pengalaman itu dan itu pasti untuk keuntungan bagi kami."

Lahm  yakin dia ingin mengangkat trofi ke udara untuk kesembilan kalinya sejak Agustus 2012 pada  Rabu, dan dia sudah memiliki rencana untuk sesudahnya. "Saya pikir saya hanya akan memiliki malam dini," katanya.  

Jika Jerman meraih kemenangan di Rio, saat mereka  kembali ke Jerman akan gelar  resepsi di Berlin pada  Selasa, bersama  fan  yang menghubungkan Gerbang Brandenburg dan Siegessaule. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari fans kami," kata manajer umum tim nasional Oliver Bierhoff.

"Di masa lalu, kita  dihadapkan dengan pertanyaan tentang bagaimana kita akan merayakan dengan fans kami. Setelah Piala Dunia 2006, kami melakukan itu setelah finis ketiga. Pada  2008, setelah datang kedua di Kejuaraan Eropa. Kali ini, kami  hanya memutuskan  untuk merayakan bersama-sama dengan fans kami jika kita memenangkan gelar, dan kami benar-benar bersikeras kami akan melakukannya." (fifa.com)

Adu Pinalti Piala Dunia
Tim
Main
Menang
Kalah
Argentina541
Jerman440
 Striker Argentina Sergio Aguero mengakui  Jerman sangat kuat, lawan yang agresif. Namun,  jika kami berada di kemampuan terbaik, kami mampu mengalahkan siapapun." "Apa yang menarik bagi saya adalah pergi sebagai juara. Itu adalah impian semua orang Argentina."
Aguero kembali dimainkan untuk 40 menit terakhir pertandingan melawan Belanda setelah absen saat timnya menang di 16 besar dan perempat final atas Swiss dan Belgia karena cedera. 
BELO HORIZONTE - Jerman telah menyerukan permohonan dukungan dari pendukung tim tuan rumah untuk berada  di belakang mereka di final Piala Dunia 2014,  Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7/2014) waktu Indonesia saat melawan  Argentina, rival bebuyutan Brasil.

Tim Joachim Low mengalahkan Brasil 7-1 di semi-final, tapi memuji reaksi fans negara tuan rumah setelah  mereka tersisih.
Fakta Pertandingan
Jerman sudah menctak gol lebih banyak di Piala Dunia 2014 dari piala dunia sebelumnya (1990 dan 1966) dengan total  16 gol.Jerman tim pertama yang mencetak tujuh gol di semi final Piala Dunia.
Thomas Muller sudah mengoleksi 10 gol  dan enam  assists di 12 pertandingan di Piala Dunia.Jerman saat ini menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan 223 gol, mengambil alih dari Brasil.
Striker Jerman  Miroslav Klose menjadi top skor Piala Dunia dengan 16 goals dari 23 pertandingan.Kekalahan 1-7 Brasil dari Jerman di Piala Dunai 2014 menjadi kekalahan terbesar dalam sejarah  Piala Dunia.

"Semua dari kita berharap dukungan dari Brasil," kata bek Benedikt Howedes Jerman, 26. "Saya pikir itu adalah perayaan sikap yang indah dari   untuk kita."

Dia menambahkan: "Semua sepanjang jalan  di Brasil bersorak-sorai kepada kami. Itu benar-benar fantastis .."

Hampir 77.000 penggemar diharapkan di Maracana di Rio de Janeiro untuk final Minggu, yang dapat disaksikan langsung dan tidak terputus pada BBC satu dari pukul 19:00 BST, dengan ribuan pendukung Brasil diatur untuk berada di keramaian.

Argentina, yang mengalahkan Belanda lewat adu penalti di semifinal  Rabu, mencari Untuk kemenangan ketiga mereka di Piala Dunia, sementara Jerman menawar untuk mengangkat trofi untuk keempat kalinya.


"Kami tahu kalau kami dianggap favorit," ujar Howedes. "Tim ini cukup pintar untuk menghindari penyesatan  oleh tag itu. Kami tidak akan membiarkan setiap faktor eksternal mengalihkan perhatian kita."

Jerman, yang mengalahkan Cristiano Ronaldo Portugal 4-0 di babak penyisihan grup, kini telah berhasil mencapai dua dari empat final Piala Dunia.  Mereka bertujuan untuk memenangkan persaingan untuk pertama kalinya sejak Jerman Barat mengalahkan Argentina pada  1990.

Mereka tahu menghentikan playmaker Argentina Lionel Messi, yang telah mencetak empat gol di turnamen ini, akan memainkan peran kunci dalam pertambangan deterministik.

"Messi adalah pemain fantastis, salah satu yang terbaik di dunia, but so was  Ronaldo," ujar Howedes. "Kita harus bekerja  kolektif melawan dia karena kita tidak akan mampu mengalahkan dia satu lawan  satu."

"Ketika kami bermain bersama-sama dengan erat bahkan pemain hebat seperti Messi akan memiliki waktu yang sulit. Jika kita dapat mempertahankan sopan sebagai sebuah tim, kami akan menahanan dirinya."

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Jerman Yang Menakjubkan
  • Ada 179 detik antara gol kedua dan keempat Jerman.

  • Striker Jerman Miroslav Klose menjadi rekor pencetak gol sejarah Piala Dunia dengan 16 gol dalam 23 pertandingan.

  • Jerman unggul 5-0 setelah 29 menit - lebih cepat daripada tim manapun dalam sejarah Piala Dunia.

  • Jerman mencetak gol banyak di semi-final dibanding  dari enam penampilan terakhir mereka di Piala Dunia sebelumnya (1982-2010).

  • Jerman kini pencetak gol tertinggi dalam sejarah Piala Dunia dengan 223 gol, menyalip Brasil.

  • Jerman adalah tim pertama yang mencetak tujuh gol di semi-final Piala Dunia.

  • Thomas Muller telah mencetak 10 gol dan memberikan enam assist dalam 12 pertandingan Piala Dunia.

  • Jerman mencetak lebih banyak gol di turnamen ini daripada yang mereka lakukan pada  1990 dan 1966 - total 16.
Final yang akan digelar Minggu (13/7/2014) waktu setempat atau Senin (14/7/2014) waktu Indonesia itu bisa jadi  ulangan final Piala Dunia 1990. Saat itu Jerman menang 1-0.
Head To Head
Argentina memiliki sedikit keunggulan  dalam semua pertandingan yang dimainkan di antara kedua belah pihak, kedua tim menghasilkan  28 gol dalam pertarungan terakhir antar mereka.
Argentina menang: 9
Gol  : 28
Jerman menang: 6
Gol: 28
Peringkat FIFA saat ini
Jerman: 2
Argentina: 5
Top skor di Piala Dunia
Jerman: Thomas Muller (5)
Argentina: Lionel Messi (4)
Top skor di Piala Dunia
Jerman: Thomas Muller (5)
Argentina: Lionel Messi (4)

Akar kehancuran Brasil dari Jerman  dapat ditelusuri kembali ke kemenangan gemilang atas Inggris pada tim U-21  Jerman pada lima tahun lalu, merujuk kepada pernyataan bek Jerman Per Mertesacker. Jerman  membuat  kejutan terbesar di sejarah Piala Dunia   pada Selasa malam ketika mereka mengalahkan tuan rumah 7-1 di Belo Horizonte.

Sekilas di lembar tim menunjukkan kinerja itu telah  dibentuk lama dalam pembuatannya. Tak lama setelah mereka tersingkir dari babak grup di Piala Eropa 2000, Asosiasi Sepakbola Jerman diprakarsai melakukan reformasi pada akar dengan pembangunan di level tim pemuda.
Jerman harus bersabar, tapi reformasi mereka terbayar pada  2009. Ketika U-21 memenangkan  Kejuaraan Eropa UEFA di Swedia, dengan  menyisihkan Inggris 4-0 di final. Enam dari XI dimainkan  pada malam di Malmo, sehingga berpartisipasi dalam kemenangan atas Brazil pada Selasa malam.
"Ini dimulai pada  2009 ketika kami memenangkan turnamen U-21 dan mengalahkan Inggris 4-0. Saya pikir ada link kecil di antara tesis di dua turnamen," kata bek Jerman Mertesacker. " turnamen pada 2009  adalah titik balik yang nyata. Para akademi pemuda mulai berkembang dengan baik selama lima atau enam tahun beban."
JAKARTA - Jerman dan Argentina akan menghidupkan kembali kenangan final Piala Dunia yang lalu  di Maracana pada  Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7/2014),  mengingat kedua tim memiliki  sejarah  dengan emosi yang campur aduk.

Kedua kemenangan antar mereka  masing-masing di Piala Dunia, dengan Jerman dinobatkan juara setelah mengalahkan Argentina pada  1990, sedangkan  1986 akhir yang terakhir kali Amerika Selatan memenangkan trofi setelah menang dari  Jerman Barat di Meksiko.

Tim  Joachim Loew ini telah berada di atas angin dalam edisi terbaru pada kontes Piala Dunia mereka, mengalahkan Argentina melalui adu penalti di kandang pada  2006, sebelum tim ini  mengtasi tim Maradona 4-0 di Afrika Selatan.

Mereka harus menang di Maracana, Jerman ingin membuat sejarah sebagai pasukan Eropa pertama yang memenangkan Piala Dunia di tanah Amerika Latin. Meskipun mempermalukan tim tuan rumah,  Jerman mungkin akan meraih dukungan dari bangsa  Brazil akibat perseteruan Argentina dengan Brasil.
(Telegraph.co.uk)
Enam Bintang
Enam dari bintang yang bermain di Malmo tampil Selasa malam -Manuel Neuer, Benedikt Howedes, Jerome Boateng, Mats Hummels, Mesut Ozil dan Sami Khedira - kini memiliki 270 caps di level senior di antara mereka. Mereka  individu-individu yang sangat berbakat,  mereka menjadi  pemain inti tim. Tim kesatuan, dimanfaatkan oleh pelatih Joachim Low, menjadi  kunci keberhasilan Jerman  pada Brasil 2014.

"Kami memiliki salah satu regu terkuat yang di dalamnya saya bermain," ujar Mertesacker, yang memenangkan caps pertamanya sepuluh tahun yang lalu di bawah pendahulunya Jurgen Klinsmann Low. "Kami memiliki dua pemain yang sangat baik untuk setiap posisi dan setiap orang percaya dalam eachother. Kami telah menciptakan semangat tim yang sangat baik pada turnamen dan dengan mereka pemain  tumbuh megah bersama akan lebih mudah."
TanggalPertandinganHasil
8 Juli 1990Jerman Barat vs Argentina1-0
Secara keseluruhan, ertarungan antara  Argentina vs Jerman sudah terjadi sembilan  kali. Argentina menang empat kali,  sedangkan Jerman dua  kali terakhir pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan skor telak 4-0.
SAO PAULO - Kiper Argentina Sergio Romero mengatakan kepada rekan-rekan untuk "menikmati saat ini" setelah menyimpan dua adu penalti dalam kemenangan  semifinal atas Belanda pada Rabu (9/7/2014) untuk mengirim negaranya ke final Piala Dunia pertama mereka sejak  1990.

"Nikmati saat ini, kami akan menikmatinya dan besok kami akan mulai bekerja untuk final,"  katanya  di sebuah wawancara televisi.

"Saya merasa kebahagiaan besar, aku benar-benar senang dengan segala sesuatu. (pinalti) adalah pernyataan keberuntungan, tidak itu adalah kenyataan. Aku memiliki keyakinan dalam diri saya dan, untungnya, semuanya ternyata baik."

"Harapan Telah utuh sejak hari pertama," tambahnya.

Pelatih Alejandro Sabella mengatakan telah menjadi permainan yang sangat sulit dan ketat. "Saya sangat senang karena kami mencapai final dan sekarang kita akan melihat apa yang bisa kita lakukan," katanya. "Kami akan memberikan segalanya seperti biasa, dengan kerendahan hati, kerja dan usaha 100 persen."

Pengganti Sergio Aguero penalti dalam tembak-menembak"Artinya begitu banyak hal, banyak orang tidak berpikir apakah Argentina akan berada di final, tapi kami tahu apa tim yang baik yang kita miliki," katanya.

Alejandro Sabela: Jerman Lebih Untung Dari Argentina
SAO PAOLO, Brasil --  Pelatih timnas Argentina Alejandro Sabella mengatakan Jerman lebih mempunyai keuntungan daripada tim asuhannya, yang kelelahan, di laga final Piala Dunia 2014 pada Minggu nanti.

Argentina melaju ke laga pamungkas di Maracana setelah bermain ketat dengan Belanda hingga harus diputuskan dengan adu penalti yang mana sang pelatih mengibaratkannya seperti perang.

Kenyataan bahwa Jerman memiliki waktu yang lebih untuk beristirahat dan bermain efektif lewat kemenangan 7-1 atas Brazil dalam 90 menit bisa menjadi faktor yang krusial, kata Sabella.

"Beberapa pemain kami kesakitan, terpukul, lelah, seperti menjalani sebuah perang, bisa dikatakan demikian," kata Sabella.

"Kami akan bermain di final, dengan kekurangan satu hari untuk persiapan dan akan melawan tim seperti Jerman, namun dengan kerja keras, kerendahan hati, dan keseriusan, kami akan mengerahkan segala kemampuan kami untuk menjadi juara," kata dia.

Sabella kagum dengan sepak bola Jerman, dia mengatakan jika mereka sering memunculkan pemain dengan "sentuhan Amerika Selatan." "Sepanjang sejarahnya Jerman selalu menunjukkan kekuatan fisiknya, taktik dan kegagahan mentalnya, dan selalu memiliki pemain dengan sentuhan gaya Amerika Selatan," kata Sabella.

"Pertandingan itu akan sangat sulit dan saya ulangi lagi fakta jika Jerman belum pernah memainkan babak tambahan sementara kami sudah dua kali dan kami bermain satu hari setelah Jerman," kata Sabella.

"Jerman selalu menjadi rintangan yang sulit diatasi." "Kita akan lihat apakah hanya masalah kecil, fakta jika kami bermain setelah Jerman dan permainan mereka ditentukan pada 45 menit pertama, sehingga mereka bisa sedikit santai di babak kedua, sementara kami harus mengerahkan segala kemampuan hingga tetes keringat terakhir untuk mencapai final Piala Dunia," kata Sabella.

Kiper Argentina Sergio Romero menghentikan tendangan penalti Ron Vlaar dan Wesley Sneijder di babak adu penalti setelah kebuntuan 0-0 hingga babak tambahan di Corinthians Arena.

Argentina, yang mengincar gelar juara dunia ketiga kalinya, mencapai final Piala Dunia terakhir kali di Italia pada 1990, ketika itu mereka kalah 0-1 dari Jerman Barat.

Sabella memuji penampilan gelandang bertahan Javier Mascherano, yang membuat blok untuk menggagalkan usaha Arjen Robben mencetak gol.

"Mascherano adalah sebuah simbol, emblem. Kami bisa masuk ke semifinal dan dia menaruh beban yang sangat berat di pundaknya," kata Sabella.

"Dia adalah pemain yang luar biasa. Klub-klub lain menginginkan dia." "(Pep) Guardiola, (Rafa) Benitez, pelatih-pelatih ini ingin membawa dia bersamanya." "Dia adalah lambang dari skuad nasional di lapangan dan di luar lapangan," kata Sabella.(Antara/AFP)
Ulangan 1990
Memang, pertarungan Minggu (13/7/2014) waktu setempat atau Senin (14/7/2014) waktu Indonesia merupakan pengulangan dari final Piala Dunia 1986. Ketika Argentina menang di Azteca di Mexico City. Ini akan memberi Messi kesempatan untuk menyamakan dirinya dengan Maradona.  Oleh karena itu pengulangan klimaks Italia 1990 ketika  Jerman menang dengan tendangan penalti dari Andreas Brehme di Roma. Paus Francis  menonton pertandingan itu dan  mendukung negara asalnya Argentina.
HEAD TO HEAD JERMAN vs ARGENTINA
Tanggal
Kompetisi
Home
Skor
Away
2014-09-03Persahabatan 2014Jerman-Argentina
2012-08-15Persahabatan 2012 Jerman1 - 3Argentina
2010-07-03World Cup 2010 South AfricaArgentina0 - 4Jerman
2010-03-03Persahabatan  2010Jerman0 - 1Argentina
2006-06-30Piala Dunia 2006 Jerman  Jerman  1 - 1Argentina
2005-06-21Piala Konfederasi 2005 Jerman  Argentina2 - 2Jerman
2005-02-09Persahabatan  2005Jerman2 - 2Argentina
2002-04-17Persahabatan  2002Jerman0 - 1Argentina
1993-12-15Persahabatan  1993Jerman1 - 2Argentina
1990-7-08Piala Dunia 1990Jerman1-0Argentina
soccerpunter
Prediksi Line Up
Argentina: 01 Romero, 04 Zabaleta, 16 Rojo, 14 Mascherano, 15 Demichelis, 02 Garay, 08 Pérez, 06 Biglia, 10 Messi, 22 Lavezzi, 09 Higuaín.
Jerman: 01 Neuer, 16 Lahm,  04 Höwedes, 07 Schweinsteiger, 20 Boateng, 05 Hummels, 06 Khedira, 18 Kroos, 11 Klose, 13 Müller, 08 Özil.
Daftar partai final 
Tahun Juara Skor Runners-upStadion Lokasi Penonton
1930Uruguay 4–2 ArgentinaEstadio CentenarioMontevideo, Uruguay80.000
1934Italia 2–1 CzechoslovakiaStadio Nazionale PNFRoma, Italia50.000
1938Italy 4–2 HungariaStade Olympique de ColombesParis, France45.000
1950Uruguay 2–1 BrasilEstádio do MaracanãRio de Janeiro, Brazil174.000
1954Jerman Barat3–2 HungariaWankdorf StadiumBern, Switzerland60.000
1958Brasil 5–2 SwediaRåsunda StadiumSolna, Sweden51.800
1962Brasil 3–1 CzechoslovakiaEstadio NacionalSantiago, Chile69.000
1966Inggris4–2 Jerman BaratWembley StadiumLondon, England93,000
1970Brasil 4–1 ItaliaEstadio AztecaMexico City, Mexico107,412
1974Jerman Barat  2–1 BelandaOlympiastadionMunich, West Germany75,200
1978Argentina 3–1 BelandaEstadio MonumentalBuenos Aires, Argentina71,483
1982Italia 3–1 Jerman Barat Santiago BernabéuMadrid, Spain90,000
1986Argentina 3–2 Jerman BaratEstadio AztecaMexico City, Mexico114,600
1990Jerman Barat1–0 ArgentinaStadio OlimpicoRome, Italy73,603
1994Brasil 0–0 ItaliaRose BowlPasadena, California, United States94,194
1998Prancis3–0 BrasilStade de FranceSaint-Denis, France80,000
2002Brasil 2–0 JermanInternational Stadium YokohamaYokohama, Japan69,029
2006Italia 1–1 PrancisOlympiastadionBerlin, Germany69,000
2010Spanyol 1–0 BelandaSoccer CityJohannesburg, South Africa84,490
2014TBDTBDTBDEstádio do MaracanãRio de Janeiro, Brazil 
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
Source : Reuters/fifa.com/bbc.com
Editor : Martin Sihombing
12.19 | 0 komentar | Read More

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...