ARTIKEL PILIHAN

Translate

ARTIKEL PILIHAN

BELAJAR BAHASA INGGRIS: Tenses | 16 Tenses Bahasa Inggris Lengkap

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Jumat, 14 November 2014 | 14.55

bagindaery.blogspot.com16 Tenses bahasa inggris berikut dapat anda gunakan untuk belajar Bahasa Inggris. Semua bentuk 16 Tenses bahasa inggris yang ada di blog ini kami sajikan lengkap dengan rumus, fungsi, contoh kalimat, pengertian, dan penjelasan yang rinci. Silahkan pilih kumpulan tenses bahasa inggris di bawah ini untuk dipelajari.

1.        Simple Present Tense
2.        Present Continuous Tense
3.        Present Perfect Tense
5.        Simple Past Tense
6.        Past Continuous Tense
7.        Past Perfect Tense
9.        Simple Future Tense
Semoga artikel ini bisa dipahami dan membantu untuk belajar Bahasa Inggris, jika bermanfaat mohon di share. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengetikan. Dan untuk segala jenis pertanyaan, saran, dan kritik bisa dicantumkan pada kolom komentar. Terima kasih.
http://bahasainggrisonlines.blogspot.com/2013/02/16-tenses-bahasa-inggris-lengkap.html
14.55 | 0 komentar | Read More

Belajar Bisnis Tambak Ikan: Cara Memulai Usaha Tambak Ikan Lele

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Minggu, 02 November 2014 | 18.18

I.Persiapan
Tambak Lele merupakan suatu jenis usaha yang mudah digeluti,bagi para wirausahawan baru atau pun bagi wirausahawan yang telah lama berkecimpung dalam bisnis.memiliki jenis usaha ini sangatlah sederhana dan mudah karena tidak dibutuhkan banyak penelitian dan biaya yang sangat besar dalam memulai usaha bahkan dalan operasionalnya Tambak Lele.
Bila dilihat dari prospek usaha Tambak Lele sangat menjanjikan karena untuk daerah jakarta,pasar yang tersedia untuk menyerap hasil budidaya Tambak Lele sangat lah luas,ini memungkinkan hasil dari budidaya tambak Lele sangat cepat dalam pengembalian uang dari Investasi yang ditanamkan.sebagai gambaran dari jalan rawa belong menuju batusari yang terletak Jakarta Barat terdapat tempat makan kaki lima pecel ayam dan lele sebanyak 5 pedagang.padahal panjang jalan antara pedagang yang satu dengan yang lain berdekatan tetapi untuk konsumsi kebutuhan akan Ikan Lele permalam minimal 10 ekor ,hal ini sangat bagus karena kita sudah bisa perkirakan berapa ekor ikan lele yang dapat kita jual kepedagang kaki lima tersebut.
II. Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.
III. Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
IV. Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Image
Induk jantan mempunyai tanda :
– tulang kepala berbentuk pipih
– warna lebih gelap
– gerakannya lebih lincah
– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
– alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
– tulang kepala berbentuk cembung
– warna badan lebih cerah
– gerakan lamban
– perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
C. Persiapan Lahan.
Image
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
– Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
– Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
– Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
– Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama
D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
E. Pemindahan. 
Cara pemindahan :
– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
– samakan suhu pada kedua kolam
– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.
V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
VI. Manajemen Air. 
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
– air harus bersih
– berwarna hijau cerah
– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
Ukuran kualitas air secara kimia :
– bebas senyawa beracun seperti amoniak
– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).
Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.
VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.
VII . Perkiraan Modal
Perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam memulai usaha ini adalah sebagai berikut:
Sewa lahan kosong untuk kolam Lele : Rp 5.000.000/ tahun
Biaya pembuatan kolam : Rp. 1.000.000
Bibit Lele @Rp.150 / ekor (umur 2 minggu) : Rp. 750.000 /5000 ekor
Gaji karyawan : Rp. 1.000.000 / bulan
Motor untuk operasional : Rp. 3.000.000
Pakan Ikan lele : Rp. 250.000 / bulan
dari biaya diatas uang yang dikeluarkan pertama kali untuk investasi sebesar 11juta.tetapi biaya untuk investasi ini haruslah ditambah sehingga menjadi 17 juta sampai 18 juta karena ikan lele yang ada baru bisa dipanen 3-4 bulan kemudian.jadi untuk sampainya usaha budidaya tambak lele ini berjalan harus disiapkan dana lebih supaya ada dana cadangan untuk biaya biaya tak terduga yang lain.
dari segi pendapatan yang akan diperoleh dari hasil panen lele yang ada,bisa diperhitungkan dari 5000 lele yang ada kemungkinan 98-99 persen pasti berhasil.karena pemeliharan ikan lele tidak lah sulit.sebagai contoh dari lima ribu lele yang ada seumpama yang gagal seratus lele maka perhitungannya adalah 4900 x 1500 = Rp 7.350.000 per satukali panen.
Image
jadi bisa diperkirakan pengembalian investasi yang ditanamkan kurang dari 1 tahun bisa kembali.jadi bila anda mau mencoba bisnis tambak lele ini,sangat menjanjikan sekali untuk memperoleh pemasukan tambahan.selamat mencoba.
http://susahnama.wordpress.com/2013/03/02/tips-memulai-usaha-tambak-ikan-lele/
18.18 | 0 komentar | Read More

APAKAH WANITA TIDAK BERJILBAB TIDAK DITERIMA SHALATNYA?

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Sabtu, 01 November 2014 | 23.08


Oleh : Abu Akmal Mubarok
Telah sampai pada kami perkataan orang-orang di dunia maya yang mengatakan bahwa wanita yang tidak berjilbab tidak sah shalatnya dan tidak diterima shalatnya. Apakah benar demikian?
Jika kita perhatikan hadits berikut ini :
Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Qabishah dari Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ibnu Sirin dari Shafiyah binti Al Harits dari ‘Aisyah ia berkata; “Tidak sah shalat wanita yang telah haid kecuali dengan mengenakan kerudung (khimar).” Ia berkata; “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin ‘Amru. Sedangkan maksud dari sabda Nabi, “Wanita yang telah haid, “Adalah wanita yang telah berumur baligh kemudian mengalami haid.”  (H.R. Tirmidzi No. 344)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Qatadah dari Muhammad bin Sirin dari Shafiyyah binti Al-Harits dari Aisyah dari Nabi s.a.w., bahwasanya beliau bersabda: “Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haid (baligh), kecuali dengan memakai tutup kepala (khimar).”  (H.R. Abu Daud No. 546) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.
Abu Isa berkata; “Hadits ‘Aisyah derajatnya hasan shahih. Para ahli ilmu mengamalkan hadits ini, bahwa wanita yang telah mengalami haid kemudian melaksanakan shalat sedang rambutnya terlihat maka shalatnya tidak sah. Ini adalah pendapat yang diambil oleh Syafi’i, Ia mengatakan, “Shalat seorang wanita tidak sah jika ada sesuatu dari bagian tubuhnya terlihat.” Imam Syafi’i ketika ditanya; bagaimana jika pada bagian luar telapak kakinya terlihat?” ia menjawab, “Shalatnya sah.”
Jika kita perhatikan hadits di atas, maka anggapan bahwa wanita yang tidak berjilbab tidak sah shalatnya adalah YA dan TIDAK. Jelas hadits-hadits di atas konteksnya adalah shalat. Namun di sini ada pihak-pihak yang mencoba “memperluas penerapannya”.
Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam hadits di atas, yang diminta adalah menggunakan kerudung (khimar) dan bukan jalaba (jilbab) Karena istilah jilbab di Indonesia pada masa sekarang sesungguhnya adalah kerudung. Sedangkan kerudung dalam bahasa Arab yang digunakan dalam Ayat dan Hadits adalah khimar. Adapun jalaba adalah kain lebar seperti sprei atau selimut yang digunakan sebagaimantel luar dan menyelimuti seluruh tubuh.
Jika yang dimaksud tidak berjilbab di sini adalah krudung  (khimar), maka tidak mengenakan kerudung ketika dalam keadaan shalat, jelas shalatnya tidak sah dan tidak diterima. Karena syarat sah shalat adalah menutup aurat, dan bagi wanita yang telah aqil baligh (ditandai telah haid) maka auratnya adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Maka ia wajib menutup rambutnya ketika shalat.
Dari Muhammad bin Zain bin Qunfudz dari ibunya bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi s.a.w. : “Pakaian apa yang harus dikenakan wanita ketika menunaikan shalat ?” Ummu Salamah menjawab : “Wanita shalat dengan memakai kerudung dan baju panjang yang menutup kedua punggung dan tumitnya” (H.R. Imam Malik)
Dari Ubaidillah bin Aswad Al-Khaulani (saat itu dipelihara oleh Maimunah) bahwa “Maimunah istri Nabi s.a.w. shalat dengan memakai bau panjang (dar’i) dan kerudung (khimari) dengan tidak mengenakan sarung” (H.R. Imam Malik)
“Aisyah istri Nabi s.a.w. melakukan shalat dengan mengenakan baju panjang (dar’i) dan kerudung (khimari)” (H.R. Malik dalam Al Muwatha Juz 1 Hal 141-142)
Maka berdasarkan hal ini Imam Malik berkata : “Untuk wanita dua helai pakaian yang berupa baju kurung dan kerudung dan ini merupakan pakaian minimal yang mencukupi masing-masing mereka untuk shalat” (Muwatha’ Imam Malik Juz 2 Hal 480)
Sedangkan perluasan makna yang dilakukan oleh sebagian orang-orang yang terlalu bersemangat dalam berislam adalah meluaskan penerapan hal ini untuk di luar shalat. Maka hal ini tidaklah benar. Orang yang ketika di luar shalat tidak berjilbab namun ketika shalat ia berjilbab maka shalatnya adalah sah. Adapun di luar shalat mereka tidak mengenakan jilbab / tidak menutup aurat sesuai tuntunan Islam, maka hal itu ada penilaian dosa tersendiri dan sama sekali tidak mempengaruhi keabsahan shalat.
Sebagaimana kita tahu bahwa di Asia Tenggara dan Indonesia, umumnya wanita shalat diwajibkan mengenakan mukena.
Mukena ini adalah hal bid’ah (secara bahasa tergolong perkara baru) karena hal ini tidak ada di jaman Nabi s.a.w. dan tidak dikenal adanya seragam tertentu dalam shalat. Namun ini adalah hasil ijtihad para ulama, mengingat banyak wanita di Asia Tenggara ini sehari-harinya tidak mengenakan kerudung (khimar), sedangkan pada jaman Nabi tidak hanya kerudung (khimar) melainkan diminta untuk mengenakan jalaba / jilbab, yaitu kain yang melapisi bagian luar ke seluruh tubuh.
Sehingga untuk memastikan mereka menutup kepalanya ketika shalat maka diadakanlah “mukena” sebagai seragam wajib ketika shalat. Dengan cara ini para ulama mengambil jalan tengah bahwa walaupun di luar shalat ia tidak berjilbab (dan perhitungannya di tangan Allah) namun minimal ketika shalat ia berjilbab dan menutup aurat, karena jika tidak shalatnya tidak sah.
Kita tidak akan menjumpai tradisi mukena ini di negara Arab, karena rata-rata wanitanya telah menutup aurat baik ketika shalat maupun di luar shalat. Sehingga ia bisa langsung shalat dengan pakaian yang dipakainya. Namun anehnya, di Asia Tenggara, saking melembaganya keyakinan “seragam mukena” ini maka wanita yang menggunakan jilbab abaya dan tertutup rapat hingga berkaus kaki pun, masih merasa perlu menggunakan mukena ketika shalat. Maka kami katakan hal ini tidak lah mengapa. Bahkan seandainya ia menggunakan pakaian rangkap lima pun tidak lah mengapa karena syarat minimalnya adalah menutup aurat. Sedangkan model pakaian dan berapa lapis pakaian yang dikenakannya, agama tidak campur tangan dan tidak melarangnya.
Maka jelaslah di sini bahwa pernyataan : “wanita yang tidak berjilbab tidak diterima shalatnya atau tidak sah shalatnya” adalah konteksnya ketika shalat atau pernyataan ini cocok untuk kondisi di Timur Tengah dimana tidak dikenal tradisi “mukena” sehingga wanita yang sehari-hari tidak mengenakan jilbab maka bisa dipastikan juga shalat tidak memakai jilbab, karena di Arab pakaian yang dipakai ketika shalat sama dengan pakaian ketika tidak shalat. Adapun perkataan ini tentu tidak sesuai dengan situasi di Asia Tenggara di mana masyarakat memiliki tradisi mengenakan mukena ketika shalat (terlepas dia memakai jilbab atau tidak).
Adapun di luar shalat, ketika Rasulullah s.a.w. ditanya apakah berdosa wanita yang tidak mengenakan jilbab? Maka Rasulullah s.a.w. mengharuskan wanita yang telah baligh mengenakan jilbab (pengertian jilbab pada waktu itu adalah jalaba yaitu kain lebar sebagai mantel luar yang menyelimuti seluruh tubuh), baru boleh menghadiri acara-acara bersosialisasi dengan masyarakat. Dan hendaknya saudaranya atau kaum muslimin memberikan jilbab padanya jika ia tidak memiliki jilbab
Telah menceritakan kepada kami Isma’il, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Hafshah binti Sirin dia berkata; kami melarang gadis-gadis kami untuk keluar rumah, kemudian seorang wanita datang dan singgah di benteng bani Khalaf, lalu dia bercerita bahwa saudara perempuannya -ia berada dalam asuhan salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w. – ikut serta berperang bersama Rasulullah s,a,w, sebanyak dua belas kali, saudara perempuanku bercerita; “Aku ikut berperang bersama beliau sebanyak enam kali peperangan, ” dia melanjutkan; “Kami bertugas mengobati orang yang terluka dan merawat yang sakit.” Lalu saudaraku perempuanku bertanya kepada Rasulullah s.a.w.; “Apakah salah seorang dari kami berdosa bila keluar rumah, sementara dirinya tidak memiliki jilbab?” Beliau menjawab: “Hendaknya saudara perempuannya memberikan jilbab kepadanya, barulah ia dapat menyaksikan acara-acara yang baik dan memenuhi undangan kaum muslimin.” (H.R. Imam Ahmad No. 19859)
Wallahua’lam.
http://seteteshidayah.wordpress.com/2012/09/16/wanita-tidak-berjilbab-tidak-diterima-shalatnya/
23.08 | 0 komentar | Read More

INILAH SERAMNYA DOSA BESAR MENINGGALKAN SHALAT 5 WAKTU


http://vnom89.staff.ub.ac.id/files/2012/02/terbakar.jpg

Assalamualaikum,
Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini. Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.
Memang sungguh prihatin dengan kondisi umat saat ini. Banyak yang mengaku Islam di KTP, namun kelakuannya semacam ini. Oleh karena itu, pada tulisan yang singkat ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hukum meninggalkan shalat. Semoga Allah memudahkannya dan memberi taufik kepada setiap orang yang membaca tulisan ini.
=========================================
Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu :
1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :
1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :
1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah :
1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.
SEMOGA BERMANFAAT...
=========================================
►►►MENYAMPAIKAN IALAH KEWAJIBAN KITA SEMUA◄◄◄
-Qs.3:20 KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan
-QS.3:20 Maukah kamu masuk Islam? … (kewajiban pada kafir)
-Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan
-QS.8:38 KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU…
-Qs.16:82 KEWAJIBAN yg dibebankan atasmu hanya menyampaikan
-Qs.5:92 KEWAJIBAN Rasul Kami, hanya menyampaikan dg terang
-Qs.64:12 KEWAJIBAN Rasul Kami hanyalah menyampaikan dg terang
-Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dg hikmah & pelajaran baik

Untuk Itu mari klik BAGIKAN/SHARE Info ini kepada saudara kita yang belum mengetahuinya...

https://www.facebook.com/BatugaraIslam/posts/543884372311566
23.06 | 0 komentar | Read More

Inilah Ciri-Ciri laki-laki Sholeh dan Ciri-Ciri Wanita sholehah

  • Ciri-Ciri Wanita sholehah :
 https://lh6.googleusercontent.com/-j9WifktoZUw/Uj-StBtSfNI/AAAAAAAAAtQ/6SUsTYBd6ms/s450/maknacinta.jpg

1. Menjaga Sholatnya dan akhlaknya,

2. Menutup auratnya dengan benar dan tak berpakaian sempit(ketat),

3. Menjaga kehormatannya,

4. Pemalu (malu berbuat buruk),

5. Menjaga mulutnya dari Ghibah (bergosip) & fitnah,

6. Tidak banyak bicara,

7. Jarang keluar rumah kecuali darurat.


  • Ciri-Ciri laki-laki Sholeh :


1. Menjaga Shalatnya, dan sering jama'ah dimasjid,

2. Tidak beperangai kasar(tidak suka berbicara kotor,kasar, Tapi sangat sopan dan santun),

3. Bertanggung jawab,

4. Mengerti ilmu agama,

5. Tidak suka berkhianat(setia),

6. Mencintai keluarganya.

By : Muhammad al islam

♥ MARI JADI ORANG BAIK ♥

https://www.facebook.com/notes/belajar-adab-adab-sunnah-rasulullah-saw/ciri-ciri-laki-laki-sholeh-dan-ciri-ciri-wanita-sholehah-by-akhi-muhammad-al-isl/10150181247533036

(by : akhi, Muhammad al islam) silahkan di share

23.03 | 0 komentar | Read More

Inilah Hukum Nikah Wanita Hamil Kerana Zina

PERTANYAAN
Sesungguhnya permasalahan ini amat berat.Perkahwinan seumpama ini pada hari ini sememangnya amat biasa kerana keluarga biasanya memilih jalan ini untuk menutup malu. Bila dapat tahu anak mengandung anak luar nikah, cepat-cepat dikahwinkan. Berdasarkan kenyataan ini , perkahwinan ini adalah tidak sah! Maka pasangan tersebut akan hidup dalam zina sepanjang hayat. Mohon ustaz huraikan jawapan tuan imam dan tulisan ini.


Jawaban Ustaz
Telah agak lama saya terima soalan sebegini dan agak kerap juga. Jika ia hanya sekadar soalan ilmu yang bersifat amat jarang berlaku, ia tidaklah mengapa tetapi yang amat saya bimbangi adalah berdasarkan kekerapan soalan ini diajukan menimbulkan andaian bahawa kes begini sering berlaku dalam masyarakat kita.

Ini bermakna, agak ramai wanita dan lelaki yang telah terlanjur sebegini dan kemudian baru terfikir hukum bagi menyelesaikannya. Sebagai manusia biasa, saya agak geram bila diajukan soalan ini. Hinggakan agak kerap juga saya menjawab dengan mudah iaitu.

"Hukumnya sememangnya menyukarkan, jadinya lain kali jangan berzina" demikian jawapan semasa geram saya..............

"Ini kerana jika sememangnya tiada "manual panduan yang normal" hukum yang mudah bagi menjawab keadaan sedemikian, sama seperti seorang yang datang mengadu kepada seorang mekanik kereta  apabila kerosakan enjin keretanya" Setelah diselidiki , didapati enjin rosak dengan amat fatal, apabila ditanya apa sebab enjinnya seteruk ini rosaknya, maka si  empunya kereta memberitahu :-

"Kerana saya letak minyak tar dalam tangki petrol"..........

Saya kira sudah tentu mekanik itu juga merasa ‘bengang' dengan perangai ‘kurang cerdik' tuan punya kereta. Kemudian apabila diberitahu kos untuk membaiki enjin itu adalah mahal dan sukar,tuan punya kereta mulalah membebel dan marah-marah serta menuntut kos pembaikan yang mudah dan murah.

"Mana boleh murah dan senang kalau gini, dah hang yang teruk sangat jaga dan guna kereta. Kalau nak murah..LAIN KALI JANGANLAH MASUKKAN MINYAK TAR DALAM TANGKI PETROL NI OK !" kata mekanik meradang apabila diminta membaiki kerosakan berat itu dengan kos murah.

Inilah seolah-olahnya radangan saya juga di peringkat awal dulu. Dah berzina hingga mengandung, barulah sibuk ingin memikirkan hukum halal haram dan kesannya. Maka sudah tentu penyelesaiannya juga agak sukar sebenarnya.

Bagaimanapun, bagi memberikan penghargaan kepada pasangan yang telah bertawbat, maka inilah jawapannya:-

Apabila seorang lelaki dan wanita itu telah bertawbat dengan tawbat yang benar, dan berkahwin semasa si wanita itu sedang mengandungkan anaknya secara pasti. Perkahwinan itu adalah sah menurut Mazhab Syafie dan perlulah didaftarkan sebaiknya.

Mazhab Hanbali menjadikan tawbat sebagai syarat untuk diterima pernikahan tersebut. Ia berdasarkan tafsiran mereka dari surah an-Nur ayat ke 3. Bagaimanapun majority ulama tidak menjadikan tawbat sebagai syarat sah pernikahan penzina tersebut.

Hukum Kahwin Semasa 'iddah dan Hamil
Adapun berkenaan hal ‘iddah' dan bolehkah berkahwin semasa tempoh ‘iddah. Hukum asal bagi perkahwinan dan perceraian normal, adalah diwajibkan menunggu tamatnya ‘iddah wanita sebelum diizinkan untuk berkahwin baru.( Al-Ikthiyar li Ta'lil al-Mukhtar, 3/78).

a) Tempoh Iddah Wanita Dicerai Dalam Keadaan Suami Masih Hidup - Tempoh iddah bagi wanita yang diceraikan (jika tidak mengandung) adalah tiga kali suci berdasarkan firman Allah SWT :-
Ertinya : "Dan wanita-wanita yang tercerai ( iddahnya ) adalah tiga kali suci " ( al-baqarah : 228 )
b) Tempoh Iddah Wanita Mengandung - Tempoh ‘iddah bagi wanita mengandung, adalah sehingga ia selesai bersalin. Ia berdasarkan firman Allah SWT :-
وأولات الأحمال أجلهنّ أن يضعن حملهنّ
Ertinya : " Wanita-wanita yang hamil tempoh iddahnya adalah sehingga melahirkan kandungannya" ( At-Talaq : 3)
c) Tempoh Iddah Wanita Yang Bercerai Kerana Suami Mati - Tempohnya adalah 4 bulan sepuluh hari, jika tidak mengandung. Ia berdasarkan firman Allah :-
والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجاً يتربصن بأنفسهنّ أربعة أشهر وعشراً
Ertinya : Dan bagi mereka yang meninggal dari kalangan kamu dan meninggalkan pasangan (isteri-isteri) hendaklah menunggu (tempoh iddah) nya 4 bulan sepuluh hari" ( Al-Baqarah : 234 ) 
Ulama telah bersepakat bahawa perkahwinan semasa iddah adalah dilarang dalam Islam ( Nizam al-Usrah Fil Islam, Dr Md Uqlah, 1/ 287), Ia berdasarkan firman Allah :
ولا تعزموا عقدة النكاح حتى يبلغ الكتاب أجله
Ertinya : "Dan jangan kamu melangsungkan aqad nikah sehinggalah sampai tempoh yang ditetapkan al-Kitab ( tempoh iddah) " (Al-Baqarah : 235 )
Bukan saja nikah, malah meminang seorang wanita semasa dalam tempoh ‘iddahnya juga adalah haram. Jika meminang pun tidak dibenarkan semasa iddah apatah lagi bernikah, sudah tentu lebih besar larangannya. Ia berdasarkan firman Allah.

Demikian tadi hukum yang standard bagi seluruh umat Islam. Secara mudahnya, inilah hukum normal bagi keadaan normal. Sebagaimana manual dan panduan bagi sesebuah kereta yang rosak normal. Dengan mudah boleh dijumpai penyelesaiannya oleh si mekanik.

Kesimpulan
Bagi saya jawaban yang lebih utuh dalam keadaan masyarakat yang amat bermasalah hari ini adalah sah pernikahan dengan syarat si pasangan bertawbat dan jika wanita itu berkahwin dengan pasangan yang bukannya pemilik benih kandungannya, wajiblah ia menjauhi wanita itu sehinggalah ia bersalin..
http://luvislam92.blogspot.hk/2012/12/hukum-nikah-wanita-hamil-kerana-zina.html
23.00 | 0 komentar | Read More

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

ARTIKEL PILIHAN

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...