ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

ARTIKEL TAUBAT: Bimbingan bagi Para Pemuda yang Ingin Kembali ke Jalan Allah

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 20 Agustus 2017 | 16.40

Oleh: Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Soal:
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?
Jawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.
Allah ta’ala berfirman,
{إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ}
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.
Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.
Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.
(Sumber: Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, Jilid I, no 168)

https://ulamasunnah.wordpress.com/
16.40 | 0 komentar | Read More

Muhasabah : Menggenggam Bara Api “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

.
“Kamu keluar dari pekerjaanmu hanya karena ada yang bilang kerjaanmu haram?”
“Bukan ada yang bilang, tapi memang benar haram.”
“Gajimu besar banget loh, kamu bodoh banget keluar dari sana.”
“Besar tapi jelas keharamannya. Hidup jadi tidak berkah.”
“Ah, sok alim kamu. Hidup kita nggak cuma di akhirat, tapi di dunia juga. Kita butuh makan, bodoh!”

.
“Apa alasan kamu tadi? Memilih karena agamanya? Tapi jelas-jelas dia nggak setara sama kamu. Dan belum punya pekerjaan tetap. Kamu lihat darimananya sih? Cinta? Mau makan cinta hari gini?”
“Aku sudah bilang, aku lihat agamanya. Karena jika seseorang memilih agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”
“Ya tetap aja, kita hidup di dunia juga. Pikirin juga bahwa hidup berumah tangga nggak mudah, mesti ada penghasilan yang cukup. Bukan cuma agama.”
“Aku percaya bahwa rezeki sudah diatur sama Allah.”
“Ya percaya sih, percaya, tapi walau udah diatur, rezeki juga harus dicari, bodoh!”
.
“Kenapa, kenapa kamu berubah secepat ini. Impianmu dulu nggak gini kan. Kenapa kamu minta nikah muda. Itu urusan belakangan, yang penting kamu sekolah dulu.”
“Menikah nggak berarti menghancurkan impian, menikah nggak berarti aku gak sekolah.”
“Tetap saja, orang yang menikah itu nanti jadi ga fokus sama sekolah. Jadi mikirin suami, keluarga, belum nanti kalau kamu hamil. Hamil itu berat.”
“Kalau Allah sudah berkehendak, berarti aku sanggup menjalani pernikahan sambil kuliah, juga kehamilan.”
“Jangan cuma gara-gara kamu gak pernah pacaran, kamu mau rasain pacaran terus harus buru-buru nikah.”
“Lantas, solusi apa yang bisa dilakukan selain menikah?”
.
“Besok mau ikut jalan nggak? Kita mau karokean nih, asik-asikan hilangin penat.”
“Maaf, aku nggak bisa.”
“Kenapa sih, katanya kamu nggak denger musik ya? Emang katanya musik haram?”
“Iya.”
“Ah, nggak asik. Haram darimananya sih, hidup nggak berwarna banget kalo gaada musik.”
“Hem nggak juga, aku ngerasa lebih tenang pas gak denger musik.”
“Iya udah deh kalo gak mau karoke, gimana kalo kita nonton bioskop?”
“Wah, maaf juga, aku nggak bisa.”
“Kenapa? Haram lagi? Semuanya aja haram.”
“Bukan, ngerasa gak bermanfaat aja.”
“Ya dibawa asik aja, namanya juga refreshing. Hidup serius banget.”
“Ya gitu deh, soalnya mati juga serius sih.”
“Aish, yaudah gini deh, besok sebenernya mau ikut jalan nggak, soal kemananya diusahain deh cari yang bermanfaat.”
“Sama siapa aja? Ada cowoknya ya?”
“Iya ada.”
“Wah kalo gitu, aku gak ikut.”
“Ah ga ngerti lagi sama kamu deh.”
“Maaf.”
.
“Dek kerudungnya gak bisa ya kalo gak sepanjang ini? Duh, kamu juga Dik, kenapa pake celana cingkrang kayak kebanjiran, jenggotan pula”
“Tapi, syariatnya seperti ini.” Anak kembar laki-laki dan perempuan itu menjawab berbarengan.
“Ah gausah sesuai syariat banget, ini kan Indonesia, bukan Arab Saudi, kita bukan negara Islam.”
“Lantas kalau bukan negara Islam, kita nggak boleh berpakaian sesuai syariat? Bukankah Islam mencakup seluruh alam ini karena Allahlah yang memiliki seluruh alam ini, dan kita sebagai hambaNya patut bertakwa kepada Allah dimanapun kita berada dan kapanpun itu.” Jawab kakak-beradik itu berbarengan lagi.
.
Percakapan di atas hanyalah sebagian contoh nyata orang-orang yang berusaha memilih agama Allah lalu mengalami penolakan serta cemoohan. Ada banyak sekali orang-orang yang merasakan kepahitan lebih dari itu, hinaan lebih dari itu. tetapi mereka tetap bertahan, karena mereka berpegang teguh kepada hadits ini;
Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dan zaman itu, adalah zaman sekarang. Semuanya telah terjadi. Orang-orang yang berpegang teguh kepada agamanya benar-benar merasakan pedihnya menggenggam bara api. Dia panas, tetapi tak bisa dilepas, karena ketika dilepas, neraka sudah menunggu, dan neraka lebih panas daripada bara api. Pedih, perih, sakit. Semuanya diterima dengan lapang dada. Karena mereka percaya bahwa mereka memilih jalan yang benar, jalan yang lurus, jalan yang diridhoi oleh Allah.
Ketika seseorang sudah mencintai dan memilih Allah serta RasulNya melebihi apapun di dunia ini, maka dunia akan datang dalam keadaan hina dina. Rasa manis yang menyesaki dada adalah surga yang tak tergantikan. Rasa tenang, damainya hati layaknya melihat taman-taman surga.
Tetaplah tegak di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena Surga menantimu. Karena Surga menantimu, karena Surga menantimu. Keep istiqomah!
Jakarta, 7 Januari 2016
Penulis: Ummu A’ishaa Fathia Rissa

https://moslemdoctors.wordpress.com
16.38 | 0 komentar | Read More

Meneruskan Sebuah Pesan Sayiyyidina Ali

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib berpesan pada umat baginda Nabi Muhammad SAW, "Aku sudah pernah pernah merasakan semua kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia". Ada dalam satu masa dimana Tuhan terasa begitu dekat dengan kita. Terasa memeluk erat sembari berkata, sejauh apapun kah pergi, aku itu tidak pernah beranjak.. tetap di sini, menunggumu pulang dan meminta pelukanku. Dalam sujud yang panjang, dalam hati yang lembut, didekap keyakinan yang begitu tinggi, aku seraya merasakan bahwa Dia Sang Maha Penyayang tersenyum, lalu berkata lagi " aku bahagia,akhirnya kamu kembali".


Banyak yang terlewati Tuhan, aku ke sana kemari seperti kehilangan arah, tiada tempat yang ku tuju namun aku terus berlari kencang. Banyak yang kulalui Tuhan, aku tidak pernah lupa denganmu tapi aku menaruh Isi dunia di kepalaku, aku tidak lalai dengan syariatmu tapi itu hanya rangkaian kewajiban ceremonial belaka. Aku percaya kepadamu namun akau menduakanmu dengan berharap  kepada selainmu. Masih dalam sujud yang panjang sekarang ditemani cucuran air Mata, mungkinkah ujian demi ujian ini adalah bentuk rasa cemburumu padaku? akankah Kau memaafkanku, memaafkan manusia yang berbau penuh dosa ini yang telah khilaf menduakanmu ... Kini, Aku hanya ingin kembali, hanya kepadaMu saja hanya kepadaMu saja karena Kau adalah sebaik-baik tempat kembali, tempat menggantungkan segala asa dan tempat mencari ridho, penentu kemudahan langkahku.

https://www.inspirasi.co/
16.36 | 0 komentar | Read More

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...