ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Berita Artis 2014: Tinggalkan Suami, Aurelie Moeremans Ogah Disebut Janda

Written By Situs Baginda Ery (New) on Sabtu, 04 Januari 2014 | 08.32

Aurelie Moeremans sudah meninggalkan suaminya, Roby Tremonti. Namun, dia tidak mau disebut janda. Pasalnya, dia menganggap pernikahanya selama ini tidak sah.
Aurelie Moeremans (Foto: Johan)
"Aku enggak mau dibilang janda. Aku nikah tapi kan enggak sah," kata Aurellie di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Dia beralasan, pernikahan yang dilakukan di Gereja kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, itu tidak dihadiri kedua orangtuanya.

"Aku nikah di Gereja di Cibinong, itu juga enggak sah. Enggak ada orangtua aku, diancam sama dia. Yang hadir keluarga Roby doang, enggak ada teman-teman aku," ungkapnya.

Namun, Aurelie memilih meninggalkan Roby setelah tinggal bersama selama 15 bulan. Dan, kembali ke orangtuanya.

"Setelah nikah, nunggu surat dari gereja, dan mulai tinggal sama keluarganya. Aku cuma 15 bulan di sana. Aku enggak kuat lagi," tandasnya.
http://celebrity.okezone.com/read/2014/01/03/33/921380/tinggalkan-suami-aurelie-moeremans-ogah-disebut-janda
08.32 | 0 komentar | Read More

Inspirasi Awal Tahun - Resolusi 2014: Mengubah Diri Sendiri Berharap Mengubah Dunia

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 03 Januari 2014 | 21.32

13881701231906192178
Dok. pribadi
Setiap manusia di muka bumi ini pasti menginginkan kondisi yang terbaik. Baik itu kondisi manusianya ataupun lingkungannya. Namun kadang keadaan ideal itu terlalu muluk, sehingga manusia bersusah payah untuk mewujudkannya. Impian sebuah tatanan dunia yang damai, aman, dan nyaman seperti laksana di syurga. Namun kondisi ideal itu sulit terwujud. Hal ini dikarenakan terlalu banyak kepentingan dan tidak ada yang mau mengalah dan merasa dirinya yang paling benar. Menginginkan kepentingannya didahulukan atau bahkan sebisa mungkin mengikuti keinginan dan kepentingannya itu.
Walaupun saling mempertahankan egonya, manusia masih saja berfokus pada tatanan masa depan yang dianggapnya bagus itu. Namun sayang hanya mengharapkan hasil, dengan mengesampaingkan proses menuju tujuan itu. Mengharapkan orang lain berubah tanpa menyadari bahwa diri sendiri yang seharusnya berubah terlebih dahulu. Ego manusia rupanya menghambat proses dan tujuan itu. Andai saja mau mengalah sedikit saja maka diharapkan segala proses akan berjalan dengan lancar.
Berubah mulai dari diri sendiri sangatlah penting walaupun itu sulit. Ada pelajaran yang baik dari seorang arsitek asal Inggris di abad 11 lalu yang meninggalkan pesan di batu nisannya. Pesan itu sungguh menyentuh dan sangat relevan di sepanjang masa untuk menjadi intropeksi dan inspirasi bagi yang mau membacanya. Isi pesannya kurang lebih seperti berikut:
Ketika aku masih muda dan bebas,
Imajinasi tak terbatas,
Aku bermimpi mengubah dunia.

Lalu, pada saat aku semakin dewasa dan lebih bijaksana,
Aku menemukan bahwa dunia tidak mau berubah,
Maka, aku pun merendahkan jangkauanku dan memutuskan
Untuk mengubah negaraku saja

Tapi, kelihatannya ini terlalu berat.
Saat aku mulai memasuki usia senja
Dalam satu upayaku yang terakhir,
Aku bertekad untuk mengubah keluargaku,

Yaitu orang-orang terdekat denganku, namun aduh,
Sedikitpun mereka tidak mau berubah.
Di ranjang kematianku,
Dan kini, saat aku telah berbaring

Tiba-tiba aku tersadar:
Kalau saja aku lebih dahulu mengubah diri sendiri,
Maka, dengan contoh itu aku mungkin bisa mengubah keluargaku
Lalu, dari inspirasi dan dorongan mereka,

Tentu aku akan mampu menjadikan negaraku lebih baik, dan siapa tahu,
Aku mungkin bisa mengubah dunia

(Tertulis di batu nisan Westminster Abbey, 1100)  sumber
Jika dikaji mendalam apa yang dikatakan Westminster Abbey adalah benar adanya. Jika pepatah yang mengatakan perjalan 1000 mil berawal 1 langkah, demikian pula perubahan dunia maka dimulai dengan perubahan diri sendiri. Perubahan diri yang berorientasi pada kebaikan orang banyak. Dan ini dapat menyadarkan dan menginspirasi orang banyak maka kebaikan yang lebih besar akan mudah tercapai. Karena di sini ada kesadaran kolektif untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi dan misi yang sama. 


Agar orang menjadi baik diperlukan sosok teladan. Setiap orang memerlukan contoh nyata yang dapat diikuti dan menjadi panutan. Teladan yang diberikan tidak sekedar manis di bibir tetapi yang lebih penting melalui sikap dan perbuatan nyata. Ketika berkata harus jujur maka dirinya sendiri yang harus bersikap jujur. Kita dapat mengambil contoh mendiang Nelson mandela walau dihukum penjara akibat aktifitas politiknya yang menentang diskriminasi. Ketika dibebaskan ia tidak dendam. Ketika dipercaya menjadi presiden Afrika Selatan ia membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang bertujuan untuk mengungkap kebenaran yang kemudian diupayakan untuk saling memaafkan.
Mandela orang terdepan yang mencontohkan arti maaf itu. Ia memaafkan rejim sebelumnya yang bahkan memenjarakannya, padahal dengan kekuasaannya ia bisa saja lakukan tindakan balasan. Nanum ia tidak melakukan yang seharusnya bisa dilakukan. Ia melakukan hal besar yang penuh pengorbanan demi masa depan Afrika Selatan yang lebih baik. Upaya Mandela itu berhasil membawa bangsa Afrika Selatan yang beragam warna kulit menuju rekonsiliasi. Semua kesalahan dapat dimaafkan namun tidak dilupakan agar tidak terjali hal serupa di masa datang. Afrika Selatan berhasil keluar dari dendam yang berkepanjangan. Peran Nelson Mandela sangat besar di balik itu semua.


Nelson Mandela adalah contoh nyata, dan banyak pula tokoh besar di dunia ini yang mempunyai jasa serupa. Berawal dari dirinya sendiri yang berubah, kemudian negara akan berubah. Dan itu akan menginspirasi bagi perubahan dunia. Sesuatu yang luar biasa berawal dari pribadi-pribadi yang luar biasa pula. Yang mau berkorban mengesampingkan kepentingan sendiri untuk kepentingan yang lebih besar. Dan itu dapat terjadi pada semua manusia, dapat menjadi pahlawan yang layak diteladani.
Tinggal selangkah lagi kita akan meninggalkan tahun 2013. Menyambut tahun baru 2014 biasanya orang dituntut untuk membuat resolusi. Yang berbuat terbaik untuk kondisi yang lebih baik lagi, baik untuk diri sendiri dan orang lain. Saya sendiri tidak muluk-muluk dalam melakukan resolusi. Saya ingin menghayati apa yang dikatakan Westminster Abbey itu, bahwa semua perubahan besar itu berawal dari diri sendiri. Dalam agama pun dianjurkan seperti sabda Rasulullah, dimulai dari diri sendiri (Ibda bi nafsi). Untuk berubah demi kebaikan bersama.
Di tahun 2014 nanti negara kita tercinta Indonesia perlu terobosan yang luar biasa untuk keluar dari segala permasalahan yang ada, mulai dari krisis ekonomi sampai moral. Tuhan pun berfirman bahwa Ia tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum itu mengubah dirinya sendiri. Mengubah suatu kaum (bangsa) harus dimulai dari mengubah diri sendiri. Saya dan anda sekalian tentu ingin menjadi orang baik. Dalam pelaksanaanya adalah menyarankan dan berbuat kepada kebaikan serta mencegah keburukan (amar maruf nahi mungkar). Selain berbuat baik juga meninggalkan hal-hal buruk, dari yang remeh sampai yang besar. Dan semua aktifitas hendaknya dimulai dengan niat yang baik, dengan demikian –mudah-mudahan- akan didapatkan hasil yang baik pula. Sudah saatnya kita intropeksi diri. Dan semoga saya dan anda sekalian di kemudian hari tidak mengalami penyesalan seperti yang dialami Westminster Abbey itu.

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/12/28/resolusi-2014-mengubah-diri-sendiri-berharap-mengubah-dunia--620215.html
21.32 | 0 komentar | Read More

Kenangan yang Menarik: Rindu yang Jadul

Lama sekali sudah aku mencari sebuah hp yang pertama kali aku beli, yaitu hap sony ericsson T100, sampai sekarang aku belum ketemu barangnya. memang aku tidak bisa membeli dengan harga malah tentunya, siapa tau aja ada yang punya namun pencarian melebihi harta karun. alhasil aku searching di internet foto-fotonya saja akhirnya aku ketemu juga. awalnya gak ada niat membuat animasinya namun untuk koleksi fotonya aku jadikan satu semuanya. hp yang dulu aku sukai kini sudah tidak ada lagi, alias lenyap hilang di telan bumi, dulu jika kita sudah menginginkan sebuah hp yang kita mau pasti rasa bangga dan bahagia bercampur menjadi satu, tapi sekarang dengan banyaknya model serta mereka yang ber aneka ragam membuat aku jadi ingin memegang hp yang bermerek lama, karena sudah pastinya akan menjadi barang langka jika sudah tidak ada lagi di pasaran, mungkin ada beberapa kompasianer yang memang menyukai sony ericsson, maaf bukan promosi hanya sejenak mengenang ke tahun yang lalu, ke area tahun 1997 dan sekitarnya, sampai sekarang aku masih memegang sebuah hp k700 dari sony ericcson, semoga saja artikel ini tidak di banned oleh  DEAR ADMIN KOMPASIANA, bukan aku bermaksud promosi tidak, hanya saja mengenang saat-saat dulu dimana gadget tersebut sungguh populer, di masa pemasarannya, dengan kamera 2 mega serta flash yang bisa membantu memotret di malam hari ataupun saat mati lampu flash dari hp tersebut dapat membantu untuk menerangi serta mencari korek api untuk menyalakan lampu teplok (sentir) untuk menerangi di saat kegelapan datang di waktu listrik padam.
13885807631926406559 Bagaimana dengan anda, apakah anda masih setia pada satu mereka gadget atau sudah beralih kepada gadget yang terbaru saat ini, yang sudah mempasilitasi sebagai jembatan untuk bersosialisasi serta tentunya modernisasi, karena bertebarannya gadget-gadget yang keren namun sedikit miring serta tidak mengoyak hati dan juga kantong sudah dapat anda miliki beserta keyboardpad pada sebuah gadget berbentuk ipad atau tablet serta lainnya, namun semua itu sedikitpun membuat anda merasa puas?
 
NB : SEMOGA ANMIMASINYA BERGERAK… KALO NGGAK GAK APA2, BIASA AJA

13885816121337037887
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/01/02/rindu-yang-jadul-624596.html
21.30 | 0 komentar | Read More

Sejarah yang Bermakna: Kerkhoff Peutjut, Kuburan Belanda dan Sebuah Cerita Kasih Sayang Orang Tua terhadap Anak

1388687030461236984
Sejarah mencatat bahwa Belanda memiliki pengalaman pahit di masa lalu ketika ingin menguasai bangsa Aceh. Bukti sejarah itu masih bisa kita saksikan pada hari ini di komplek kuburan militer Belanda di Kota Banda Aceh yang hingga saat ini masih terawat dengan baik. Kompleks kuburan ini lebih dikenal dengan nama Kerkhoff Peucut. Pemerintah kota Banda Aceh telah merawat dengan baik sekitar 2200 jasad prajurit Belanda, termasuk serdadu tawanan yang dibawa dari Ambon dan Pulau Jawa, pada saat Belanda memerangi Aceh 26 Maret 1873 sampai 1942.
1388687188566716663Jika kita melihat foto gerbang kerkhoff tempo dulu (foto tahun 1890-1910), kita bisa melihat bagaimana asrinya pohon-pohon yang ada dilokasi kerkhoff, seolah olah itu bukanlah kuburan yang menyeramkan, suram, dan sepi melainkan sebuah taman abadi tempat peristirahatan terakhir para prajurit Belanda yang sudah bersusah payah mati-matian berusaha menaklukkan Aceh. Sampai sekarang pun kita bisa melihat bahwa kerkhoff tidak hanya sebuah kuburan tua saja, tetapi juga sebagai suatu “taman” sejarah dimana jika kita berada disini kita akan merasakan bagaimana rasa heroik para pejuang, para pendahulu kita yang telah mempertahankan setiap jengkal tanah Aceh dari awak kaphe untuk diwariskan kepada anak cucunya kelak. Ah, lagi-lagi kakek-nenek buyut ku tak memperdulikan nyawanya demi aku. Benar-benar bukti kasih sayang orang tua kepada anak.
Selain dari para fotografer yang biasanya menyambangi kawasan ini untuk berburu objek foto, bisa dibilang tidak ada orang lain yang tertarik. Salah satu keuntungan dari ketidak ramaian pengunjung ini adalah lingkungan yang asri. Sampah yang ada hanya daun dari pepohonan tidak ada sampah plastik dan sisa makanan. Lingkungan yang tenang juga menjadikan areal ini layak dijadikan pertimbangan untuk tempat keluarga berwisata sambil menceritakan kehebohan Perang Aceh di masa lalu.
Namun dari ribuan makam berwarna putih yang tampak sangat terawat dan bersih tersebut, di bagian timur kompleks makam terdapat pemandangan lain. Di bawah sebatang pohon yang rimbun terdapat tiga buah makam dengan kondisi memprihatinkan. Rumput-rumput ilalang tampak tumbuh berantakan. Di areal kerkhoff ini terdapat makam Meurah Pupok, dibawahnya terdapat penjelasan mengenai siapakah Meurah Pupok ini: Terkenal dengan sebutan Peutjut, menurut sejarah Meurah Pupok adalah putera Sultan Iskandar Muda. Karena suatu “kesalahan” sultan menghukum sendiri puteranya ini. Sering disebut Pocut (anak kesayangan) kemudian berubah menjadi Peutjut. Pada saat Sultan akan menghukum putranya inilah lahir ungkapan “Mate Aneuk Meupat Jirat, Gadoh Adat Pat Tamita” yang artinya adalah Jika anak meninggal masih ada kuburan yang bisa dilihat, sedangkan jika adat yang hilang, hendak kemana kita mencarinya. Ungkapan ini menunjukan betapa adilnya Sultan Iskandar Muda dalam pelaksanaan hukum Islam yang bahkan dilaksanakan kepada anak lelaki tunggal tersayang.
Rasulullah pernah berkata “Demi Allah! Kalau sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri, pasti akan kupotong tangannya” (Riwayat Bukhari). Kunjungan sejenak ke Kerkhoff Peucut ini memberi kita suatu pelajaran dan tauladan yang sangat mengharukan, yaitu ketegasan sultan dalam menerapkan hukum yang seadil-adlinya bahkan terhadap puteranya sendiri.
Dalam bahasa jamee juga ada ungkapan yang hampir sama, ungkapan ini merupakan sebuah bait dari lagu nina bobo masyarakat suku jamee. Hilang ameh dapek ditimbang hilang anak koma di cai yang berarti hilang emas bisa ditimbang, hilang anak mau cari kemana. Ah, begitu memorial ditelingaku jika dibacakan bait ini. Benar-benar terasa bagaimana besarnya kasih orang tua terhadap anak.
http://sejarah.kompasiana.com/2014/01/03/kerkhoff-peutjut-kuburan-belanda-dan-sebuah-cerita-kasih-sayang-orang-tua-terhadap-anak-621741.html
21.27 | 0 komentar | Read More

Surat Tahun Baru, untuk Kekasihku ( Untukmu tempat pergantungan hatiku )


Sayang,,, malam ini adalah awal malam di tahun 2014. Langitku penuh asap, dentuman dan kilatan. Ini perang sayang. Tapi jika engkau berpikir ini perang seperti jalur gaza oleh serangan tentara isreel, bukan sayang. Pun jika engkau menganggap ini perang pasukan bassar al assad sang pemimpin rezim surya dengan kelompok-kelompok yang ‘pro demokrasi’, bukan juga sayang. Ini perang yang abstrak. Mungkin begitu aku membahasakan padamu sayang.


Sayang,,, saya tidak tahu pasti berapa miliar uang yang lenyap malam ini. Jika engkau berpikir habis karena memberi maka fakir miskin, tidak sayang. Jika pula engkau berpikir untuk membantu sekolah-sekolah anak-anak jalanan itu, bukan sayang. Pun jika engkau berpikir uang itu habis karena membantu bersedekah terhadap sesama, bukan juga sayang. Aku katakan padamu ini sebuah pesta. Pesta yang berhura-hura, memberi kesenangan sesaat tapi setelahnya lenyap. Atau saya biasa menyebutnya pesta yang miskin substansi, sayang.
Sayang,,, di tengah dentuman yang terdengar di seantero langit kota ini oleh kembang api yang begitu gegap gempita, tiba-tiba aku merindukanmu. Apakah engkau merindukanku juga? Entahlah. Karna itu hakmu sayang. Aku tidak akan memaksamu untuk merindukanku.
Tapi sayang,,, aku ingin berceritra padamu malam ini. Di saat aku menulis tulisan ini, entah perasaan apa yang menyelimutiku. Mungkin aku galau, gelisah, resah atau entahlah… tapi bukan karenamu sayang. Aku melihat ada kejanggalan dari peradaban hari ini, terutama para pelaku peradaban. Kita terlampau berlagak, tapi tidak tahu apa manfaatnya. Kita terlampau berperangai, pun tak tahu apa efek positifnya bagi kebaikan peradaban.


Sayang,,, saat aku menuliskan ini, dentuman belum saja berhenti. Uang banyak terhambur sia-sia. Kata salah seorang sahabatku, jumlahnya puluhan miliaran. Ini baru untuk kotaku sayang.  Belum kota-kota lain bahkan di desa-desa yang mulai terkontaminasi oleh budaya yang ‘aneh’ ini. Ini tanda bahwa kita benar-benar tidak merdeka secara budaya, sayang. Padahal bung Karno bapak pendiri bangsa ini pernah berkumandang: kita harus berkarakter secara budaya. Budaya yang di maksud adalah budaya kearifan lokal yang kita milliki, sayang. Budaya kebaikan dari identitas yang kita miliki. Bukan budaya-budaya hedonisme yang kapilitalistik itu, sayang.
Sayang,,, negeriku Indonesia terlampau terlilit oleh pelbagai masalah. Masalah yang masih membutuhkan banyak uluran tangan dari para pelaku peradaban di dalamnya. Jika kebanyakan pelaku peradaban sudah begini adanya, bagaiamana nanti nasib bangsa ini sayang. Aku juga melihat fenomena ini bukan hanya menjangkiti rakyat kecil nan biasa-biasa saja seperti saya, melainkan sejumlah elit-elit negeri ini pun merayakan perayaan-peryaan yang miskin makna ini, secara berlbeih-lebihan.
http://3.bp.blogspot.com/-AFP5Cf9DbsQ/UABFQpnfVbI/AAAAAAAAJ44/imhk0cvNrRE/s1600/surat-lamaran-kerja.jpg

Sayang,,, bukankah alangkah bagusnya uang itu di gunakan kepada kegiatan kemanusiaan bukan? Tuh, di banyak tempat di kota maupun di desa masih membutuhkan makanan yang layak. Tempat tinggal yang layak. Pakaian yang layak. Pendidikan yang layak. Kesehatan yang layak. Dan banyak lagi kebutuhan yang layak-layak lainnya, sayang.
Itu baru di negeriku sayang. Atau mungkin negeri ini juga negerimu, sayang. Entahlah. Tapi di sana, jauh dari di luar negeri ini, banyak pula yang membutuhkan uluran tangan para penderma. Sebagai contoh aku ingin mengajakmu melihat ke negeri syam, Surya. Di sana dentuman di seantero langitnya, sering terdengar. Sama dengan yang saya dengar malam ini. Tapi di seantero langit negeri syam itu, dentumannya hampir tiap saat. Tidak siang, tidak malam. Dentumannya pun jauh lebih dasyat, dan mematikan.


Bukan. Bukan kembang api seperti yang ada dinegeriku malam ini, sayang. Dentuman itu karena mesin-mesin senjata yang selalu saja ‘memanggil-manggil’ sang izrail untuk mencabut nyawa anak-anak kecil dan rakyat biasa yang tak berdosa di sana, sayang. Mereka membutuhkan rumah yang layak karena sudah terkoyak, makanan yang layak, pakaian yang bersih dan menutup aurat disebabkan oleh kekejaman mesin senjata.
Sayang,,, sampaikan surat ini kepada siapa saja yang engkau temui. Agar uang-uang yang terhambur hanya pada satu malam itu, setelahnya tidak seperti ini lagi. Smoga di gunakan untuk kebaikan kemanusiaan.
Sayang,,, jika suratku ini kurang begitu baik menuturmu, abaikanlah. Tapi jika bermanfaat ambillah dan penuhilah amanahku.


Sayang,,, meskipun aku tidak tahu siapa engkau dan dimana engkau. Tapi aku yakin bahwa aku dan engkau sama-sama saling merindu.
Sayang,,, jika surat ini terlampau panjang, maafkanlah. Karena ini adalah kegelisahanku yang selain kepada Tuhan, aku tidak tahu lagi harus aku sampaikan pada siapa selain kepadamu, sayang.
Sayang,,, Setelah engkau membaca surat ini, saya tidak berharap engkau membalasnya. Tapi aku yakin engkau akan mengerti dan menerima hati ini yang tengah merindukan kebenaran dan kebaikan.
~Makassar, masih di markas besarku. Pukul 00: 51. 1 januari 2014
http://sosbud.kompasiana.com/2014/01/01/surat-tahun-baru-untuk-kekasihku-621239.html
21.25 | 0 komentar | Read More

Artikel Menarik: Kenal Baru (Bisa) Sayang

Julianto Simanjuntak
“Sesungguhnya saling mengenal itu awal saling mengasihi. Dengan kenal kita lebih sayang. Dengan demikian kita bisa lebih saling peduli dan memberdayakan” ~ Julianto Simanjuntak
Suatu hari saya konflik dengan anak bungsu kami. Tanpa sadar saya menuntut dia agar lebih baik dalam subjek tertentu di sekolah. Saya berkata, “bapak tahu kamu bisa lebih baik. Kan kamu pintar…!”
Karena kesal anak kami menjawab, “Apa yang bapak tahu tentang saya? Bapak kenal teman-temanku. Coba sebut nama mereka…? Apakah bapak tahu apa yang saya alami di sekolah dengan teman-temanku? Apakah bpk tahu aku pernah di bully di sekolah?”
Saya tersentak kaget mendengar ucapan anak kami. Menyadarkan saya bahwa saya sesungguhnya belum kenal kedua putra kami dengan baik, termasuk pengalaman hidup mereka sesehari. Saya berterima kasih dengan teguran tersebut, dan mengubah pandangan tentang mereka.
Saya berusaha memberi lebih banyak waktu buat mengenal mereka.

http://barajablog.com/wp-content/uploads/2012/05/salam_kenal_barajablog.jpg
Pepatah terkenal berkata: “Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak rindu”
Dengan mengenal anak-anak kita akan lebih berempati; dengan masuk ke dalam dunia mereka kita akan lebih cakap membesarkan mereka di dalam jalan Tuhan.
Apakah kita mengenal anak-anak dengan baik? Sebagian orangtua dengan percaya diri akan berkata, “Oo…Tentu saya mengenal anak-anak dengan baik. Dari kecil saya membesarkan mereka…saya tahu mereka!”
Tapi sesungguhnya kita tidak sadar bahwa ada bagian-bagian hidup dari anak-anak yang belum kita kenali dengan baik.


Pengenalan yang minim biasanya membuat Orang tua lebih banyak menuntut anak. Lebih banyak mengkritik dari memuji. Sementara kita kurang mau memahami dan mendalami pergumulan hidup mereka. Kendala-kendala yang mereka hadapi sesehari.
Misal, apa saja hambatan-hambatan secara emosi (terutama remaja), apa saja tantangan yang mereka jumpai dalam pergaulan di sekolah. Apakah mereka pernah di bully di sekolah atau lewat jaringan sosial media (FB/Twitter)?
Memahami sejauh mana relasi mereka dengan guru. Mengenali lingkungan belajar di sekolah apakah cukup nyaman atau tidak.
Apakah ada Impian atau pikiran mereka yang diam-diam mengganggu. Apakah ada masalah mereka dengan kakak atau adik. Mungkin dia punya kekesalan yang tak tersalurkan dengan ayah, dan dia diamkan berhari-hari karena takut. Atau bisa saja anak kita lagi mempertanyakan Tuhan, iman atau lembaga agama yang kelihatan membosankan baginya.
Ada segudang pertanyaan yang bisa kita ajukan untuk memahami kondisi riil dan utuh dari anak-anak.
Namun karena kesibukan bekerja, nyaris kita tak cukup memberi waktu dan emosi berbicara dengan mereka dari hati ke hati.

Jika kita tidak puas, orangtua tergoda menghitung jasanya bagi anak-anak. Para ibu mulai menceritakan betapa lelahnya dia mengurus rumah. Para ayah tak mau kalah. Pamer bahwa dia bekerja begitu keras mencari uang untuk anak-anak. Kadang orangtua tidak malu, marah pada anak sambil memamerkan jumlah uang sekolah dan kursus yang mereka bayarkan di depan anak: “Kamu tahu nggak berapa yang bapak bayar tiap bulan untuk sekolahmu?”
Ucapan demikian sesungguhnya membuat anak sedih. Karena semua diukur orangtua dengan uang. Anak merasa kurang dihargai. Sebalikya orangtua lupa memuji anak di saat mereka baik-baik dan berprestasi. Tapi kalau berbuat salah sedikit saja atau nilai pelajaran turun sedikit saja, Ayah/Ibu mereka sudah ngomel-ngomel.
Salah satu kendala adalah konsep atau nilai anak bagi orangtua. Ada ortu yang melihat anak hanya sebagai sumber investasi dan kebanggaan. Jadi anak dituntut berprestasi, tidak boleh bikin malu orangtua. Tapi sementara itu mereka tidak mau tahu pergumulan anak-anak.
Penyebab lain adalah kesibukan dan kelelahan orangtua. Ini menjadi kendala kedua bagi orangtua mengenal anak. Waktu berkomunikasi minim. Bicara dari hati ke hati sangat jarang. Akibatnya, pengenalan akan pergumulan anak menjadi kurang.

Hal yang sama bila kita terapkan dalam hubungan kita dengan pasangan. Bisa saja kita tinggal bersama bertahun-tahun tapi sesungguhnya kita tidak saling mengenal. Sebaliknya merasa asing satu sama lain.
Terkadang LUKA hati atau kemarahan yang disimpan terlalu lama, membuat anda enggan berkomunikasi dengan pasangan. Lebih memilih menghindar. Lari dengan kesibukan lain. Tapi akhirnya membuat kalian makin “jauh” dan tidak saling mengenal. Tidak mampu memahami pergumulan-pergumulan terkini dari pasangan anda.
Hal yang sama, bisa terjadi dalam relasi kita dengan teman sekerja, terhadap bawahan di kantor. Tanpa mengenal mereka dengan baik kita sulit berelasi dengan harmonis. Jadi kita perlu mengenali masalah pribadi mereka, pohon keluarga, dan pergumulan kehidupan sesehari (sosial-ekonomi). Kita perlu memahami masalah keluarga atau kesehatan mereka, dsb. Jika kita kurang kenal dan minim berkomunikasi hanya membuka pintu konflik yang melelahkan. Buang emosi secara percuma
Sesungguhnya saling mengenal itu sangat perlu. Seperti pepatah di atas, dengan saling kenal kita saling sayang. Dengan saling sayang kita saling peduli dan memberdayakan. Dengan saling peduli kita bertumbuh. Hubungan satu dengan yang lain menjadi harmonis. Dengan hidup rukun berkat Tuhan pun turun.
Semoga mencerahkan
Julianto Simanjuntak
Salatiga, 2 Jan 2014
http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/02/kenal-baru-bisa-sayang-623438.html
21.21 | 0 komentar | Read More

Islami dan Inspirasi: “Janganlah Mencela Orang Lain Karena Celamu Lebih Banyak”

http://1.bp.blogspot.com/-4ifh0V6hR24/TaZBbL5w45I/AAAAAAAAAK4/1VijiZwiOkQ/s320/mencela.jpgPada masa sekarang ini kejujuran adalah hal yang paling di cari karena orang yang berperilaku jujur sangatlah sudah menipis karena hal ini memang sudah ditakdirkan didalam AL Quran bahwa pada suatu saat nanti agama islam akan mengalami kemunduran disebabkan karena banyak orang yang suka sekali yang namannya menyontek , mencela orang, tidak mau jujur dengan apa yang dilakukannya padahal jika kita mau jujur dalam segala hal hidup ini akan terasa lancer-lancar dan tidak aka nada hambatan apapun, dan pastinnya Allah akan memberikan karunia yang berlimpah untuk kita semua, kali ini saya akan mengulas beberapa hal yang penting yaitu seseuatu hal yang itu sangat bermanfaat bagi kita untuk menuntun hidup kita supaya dapat menjadi lebih baik, saya akan membahas tentang perkataan-perkataan sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Ummar Bin Khattab , karena ia adalah pemimpin yang hebat, dalam memerangi orang-orang kafir Qurais, ia memang orang yang sangat keras apabila ada seseorang yang menentang agama islam, disis lain ia mempunyai hati yang lembut .
Dan disini ada beberapa kata-kata yang di ucapkan oleh Ummar Bin Khattab dan saya akan menjelaskan dengan apa yang saya ketahui :
yang pertama “orang yang paling aku sukai adalah orang yang menunjukkan kesalahanku” disini kata-kata Ummar Bin khattab  ini mencerminkan bahwa ia adalah orang yang sangat senang apabila mendapatkan sesuaut hal yang berharga seperti mengkoreksi apa yang dirasa ia melakukan kesalahan, karena selain itu orang yang suka mencela orang lain itu sebenarnya ada masalah yang terdapat pada dirinnya karena mencela itu adalah apa yang tidak kita sadari didalam hati kita ini dan pada suatu ketika kita melontarkan perkataan buruki kepada orang lain dan hal ini tanpa kita sadar I ayng bermasalah itu kita sendiri bukanlah orang lain seperti yang dikatakan oleh Ummar Bin Khattab” janganlah kamu mencela orang lain karena celamu lebih banyak “. Ummar Telah Mengatakan hal ini tetapi pada kenyataannya sekarang ini banyak sekali yang namannya orang yang mencela orang lain dengan mengatakan bodoh dan bodoh apalagi mengatakan bahwa ia koruptor atau maling padahal ia belum menegetahui apa yang ada didalam seseorang yang dia cela itu bisa jadi dia tidak ada apa-apanya dengan orang yang dia cela itu dan, seperti pada kasus ada seseorang yang mengerjakan sesuatu dan ia mengerjakan dengan apa yang ia ketahui dengan apa yang ia sudah alami tetapi ada saja orang yang mencela dia padahal apa yang dia katakana itu adalah dari lubuk hatinya, dan pada kenyataannya banyak orang yang suka iri terhadap apa yang bisa dikatakan seseorang itu, karena walaupun ada orang yang tidak taat mengerjakan sholat dan perkataannya baik itu dapat membantu kita dalam memperbaiki hidup kita ini karena “ janganlah lihat orangnya , tetapi lihat kebaikan yang dikatakannya” jadi didalam menyikapi sesuatu itu adalah tidak usah terlalu dan keterlaluan karena orang yang memang suka mencela itu terdapat masalah didalam hatinnya dan mengapa ia mencela orang lain karena ia merasa sudah hebat dan lebih dari seseorang yang dicelannya itu padahal kehebatan itu dan semua kehebatan hanyalah milik Allah SWT, didalam Al Quran juga dijelaskan bahwa “Diam Itu Lebih Baik Dari Pada Berkata Salah” maka dengan hal itu manusia akan lebih meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dilakukan didunia ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang memang belum merasa hebat.

http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/04/janganlah-mencela-orang-lain-karena-celamu-lebih-banyak-625131.html
21.19 | 0 komentar | Read More

Sukses Luar Biasa: Menjadi Berani dengan Rasa Takut

Anda semua tentunya sudah nonton “AFTER EARTH”. Sebuah film yang bergenre adventure yang dibintangi Will Smith (I robot) dan putranya Jaden Smith (The Karate Kid). Masalah kemampuan acting, kedua actor ini tidak perlu diragukan lagi. Dua actor ini memang favorit saya.

Film ini boleh dibilang tidak terlalu baru. Tapi ada satu hal yang membuat saya tertarik untuk menontonnya, yaitu tagline nya. Tagline film ini menuliskan “Danger is real, Fear is choice”. Film ini mengisahkan dimasa yang akan datang penduduk bumi dipaksa untuk meninggalkan bumi karena bumi sudah tidak mungkin lagi untuk dihuni. Dan mereka dikoordinir untuk mencari tempat lain diluar bumi yang disebut dengan Nova Prime.
Nova Prime di seribu tahun kemudian terlibat konflik dengan bangsa alien; S’krell. Bangsa ini mempunyai senjata andalan yaitu The Ursas; predator besar yang buta tapi dapat memangsa mangsanya dengan mengendus rasa takut mangsanya. Pihak Rangers dapat mengalahkan predator ini dengan sebuah tehnik yang disebut “Ghosting”.


Sementara itu Kitai; putra Jenderal Raige mempunyai pengalaman masa lalu yang buruk. Dia selalu menyalahkan dirinya atas kematian kakaknya Senshi ditangan Ursa. Kemudian dia berusaha keras untuk menjadi anggota Rangers tapi ia dinilai masih belum layak. Ia dianggap mengecewakan oleh ayahnya.
Pada suatu hari Kitai bergabung dengan ayahnya dalam sebuah perjalanan dengan pesawat yang mengangkut Ursa. Rencananya, Ursa tersebut akan digunakan untuk pelatihan ghosting. Namun, ditengah perjalanan, mereka mengalami kecelakaan. Dan semua awak mati, kecuali Kitai dan Jenderal Raige yang mengalami cedera di kakinya. Dan untuk menyelamatkan diri, Kitai harus meluncurkan suar yang terdapat di ekor pesawat yang terpisah. Kitai harus berjuang keras agar ia bisa sampai dengan selamat ke ekor pesawat yang terpisah sangat jauh letaknya dan berhadapan dengan Ursa yang lepas berkeliaran di hutan. Pilihannya selamat atau mati ditempat.
http://www.flickmagazine.net/foto_berita/74After-Earth-2013-Poster.JPG

Resolusi yang menarik dari film ini yaitu ketika Kitai harus mengalahkan sang Ursa. Ia mampu mengalahkan predator kejam ini dengan bimbingan ayahnya dengan cara “ghosting”. Metode ini adalah metode yang pernah digunakan untuk mengalahkan Ursa dengan cara menyembunyikan rasa takut. Ursa tidak akan bisa mendeteksi musuhnya apabila rasa takut tidak ditampakkan atau dikendalikan. Kitai dengan konsentrasi penuh dan fokus untuk menyembunyikn rasa takutnya akhirnya dapat membinasakan Ursa.
Film ini mengajarkan pada kita bahwa berani atau menjadi berani bukan berarti tidak ada rasa takut. Rasa takut dalam diri harus dapat dikendalikan atau kita yang dikendalikan rasa takut kita. Makanya takut atau ketakutan itu adalah pilihan. We control it or it controls us.
Menurut saya film ini cocok untuk movie class, selain anak – anak bisa belajar bahasa Inggris mereka juga belajar membangun karakter.
Salam Sukses Luar Biasa!
http://hiburan.kompasiana.com/film/2014/01/02/menjadi-berani-dengan-rasa-takut-623419.html
20.31 | 0 komentar | Read More

Sejarah yang Menarik: SEJARAH SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SEJARAH
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Sejarah perekonomian Indonesia. Perekonomian di Indonesia terbagi menjadi beberapa tahap. Hal itu di sebabkan oleh adanya pergantian pemimpin dan kebijakan ekonomi yang berubah – ubah, maka terdapat perubahan pula yang terjadi pada Perekonomian Indonesia.

Sejarah Perekonomian Indonesia terbagi dalam beberapa tahap perekonomian :

1. Perekonomian orde lama (1950-1966)
2. Perekonomian orde baru (1966-Mei 1998)
3. Perekonomian transisi (Mei 1998-November 1999)
4. Perekonomian reformasi atau pemerintahan Gus Dur (2000-2001)
5. Perekonomian gotong royong atau pemerintahan Megawati (2001- 2004)
6. Perekonomian Indonesia Bersatu I atau pemerintahan SBY – JK (2004 – 2009)
7. Perekonomian Indonesia Bersatu II atau Pemerintahan SBY-Budiono (2009-2014)

Uraian masing-masing perekonomian diuraikan sebagai berikut:

A. ORDE LAMA

Selama Pemerintahan Orde Lama, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk, walaupun sempat mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata per tahun hampir 7% selama dekade 1950-an, dan setelah itu turun drastis menjadi rata-rata per tahun hanya 1,9% atau bahkan nyaris mengalami stagflasi selama tahun 1965-1966. Tahun 1965 dan 1966 laju pertumbuhan ekonomi atau produk domestic bruto (PDB) masing-masing hanya sekitar 0,5% dan 0,6%.

Adapun kebijakan – kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pada era itu diantaranya ,
- Program Banten (1950 – 1951)
Tujuan program ini adalah untuk mempersatukan kelompok pribumi agar bisa mengembangkan segala aktivitas ekonomi di Indonesia.
- Program Urgensi Perekonomian (1952-1954)
Program ini disebut Soemitro’s plan, diantaranya adalah BNI 1946 harus dinasionalisir, karena saat itu masih terdapat saham VOC di dalamnya . Memberikan kesempatan seluas-luasnya pada pengusaha pribumi untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan VOC. Pemerintah mengambil alih perusahaan pelayaran yang masih dikelola oleh VOC yang sekarang telah berunah nama menjadi PELNI.
- Program Repelita I (1955 – 1960)
Secara Umum program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun belum tercapai. Yaitu dengan cara Rencana Juanda (1955) Rencana Pembangunan Lima Tahun I meliputi kurun waktu 1956-1960.
- Program Repelita II (1960 – 1965)
Indonesia mulai berhubungan dengan dunia luar (ekspor dan impor), mulai ada pinjaman Luar Negeri, namun sebagian peruntukannya untuk pembangunan mercusuar (Politik Mercusuar Soekarno). Pada tahun 1965 ada pemberontakan G30S-PKI pada bulan September dan pada bulan November terjadi Senering atau pemotongan uang rupiah dari 1000 rupiah menjadi hanya 1 rupiah. Senering ini dilakukan karena diprediksi akan terjadi Hyper Inflation sampai 500 %.

B. ORDE BARU
 
Tepatnya sejak bulan Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan Orde Baru. Berbeda dengan pemerintahan Orde Lama, dalam era Orde Baru ini perhatian pemerintah lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Pemerintahan Orde Baru menjalin kembali hubungan baik dengan pihak Barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. Indonesia juga kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga dunia lainnya, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter International (IMF).
Sebelum rencana pembangunan lewat Repelita dimulai, terlebih dahulu pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Sasaran dari kebijakan tersebut terutama adalah untuk menekan kembali tingkat inflasi, mengurangi defisit keuangan pemerintah, dan menghidupkan kembali kegiatan produksi, termasuk ekspor yang sempat mengalami stagnasi pada masa Orde Lama.

Adapun kebijakan – kebijakannya adalah :
- Repelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Perbedaan repelita pada era orde baru dan orde lama adalah, pada era Orde Lama rencana pembangunan lima tahunan tersebut disusun oleh DPR dan perancang Negara/cabinet, sedangkan pada era Orde Baru rencana pembangunan lima tahun, disusun oleh DPR, Kabinet, dosen, masyarakat.
Pada repelita I ini menitikberatkan pada sektor perekonomian yang didukung oleh sektor industri. Muncul istilah Trilogi Pembangunan yang pertama adalah Stabilitas Nasional, yang keuda Pemerataan dan yang ketiga adalah Pertumbuhan Ekonomi. Pada masa ini, barang – barang yang diekspor masih berupa bahan mentah.
- Repelita II (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Trilogi pembangunan diubah urutannya menjadi , yang pertama yaitu Pertumbuhan ekonomi , yang kedua Pemerataan dan dan yang ketiga Stabilitas Nasional. Kebijakan ekonomi yang terkenal adalah adanya KNOP 15 tanggal 15 November 1978, isinya yang pertama adalah Masyarakat harus mencintai produk dalam negeri 2, yang kedua Mendorong ekspor dan yang ketiga yaitu Memberikan tariff spesifik bagi barang impor
- Repelita III (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Trilogi pembangunan ekonomi mengalami perubahan yaitu menjadi, yang pertama Pemerataan pembangunan dan hasil2nya yang kedua Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan yang ketiga adalah Stabilitas Nasional yang sehat dan dinamis.
Terdapat kebijakan devaluasi rupiah tanggal 30 Maret 1983 dengan menurunkan nilai rupiah menjadi 937 rupiah per dollar. Terdapat kebijakan deregulasi perbankan oleh Soemarlin (gebrakan Soemarlin pertama) tanggal 1 Juni 1983 karena ada bank – bank yang meminjam dana dari BI namun khawatir akan disalahgunakan.
- Repelita IV (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Muncul kebijakan devaluasi tanggal 12 September 1986 karena banyak produk – produk Indonesia yang digudangkan di luar negeri dan aliran kas masuk berkurang (saat itu telah dipakai neraca pembayaran Balance of Payment). Selain itu, muncul juga kebijakan deregulasi, tanggal 12 Oktober 1987 tentang penyederhanaan aturan dan tanggal 27 Oktober 1988 tentang deregulasi dan debirokratisasi (birokrasi dipangkas dan bank2 diberi kemudahan pendiriannya).
- Repelita V (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Muncul kebijakan uang ketat (tight money policy) untuk mengatasi inflasi yang meningkat tajam (gebrakan Soemitro kedua)
- Repelita VI (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Pengalihan dana pembangunan ke Indonesia Timur, karena sebelumnya 75% KBI 25% KTI menjadi 40% KBI dan 60% KTI. Muncul krisis mata uang, krisis moneter sampai krisis ekonomi pada tahun 1997-1998.



C. PEMERINTAHAN TRANSISI (era Presiden B.J. Habibie)
 Krisis ekonomi mempunyai dampak yang sangat memprihatinkan terhadap peningkatan pengangguran, baik di perkotaan maupun di pedesaan, daya beli masyarakat menurun, pendidikan dan kesehatan merosot serta jumlah penduduk miskin bertambah oleh karena itu muncul kebijakan Jaring Pengaman Sosial (social safety net). Yang menyebabkan suatu prestasi yang mengagumkan yakni nilai tukar rupiah dari 16.000 menjadi 6.000 rupiah.



D. PEREKONOMIAN REFORMASI (era Presiden K.H. Abdurrahman Wahid)

Terjadi banyak keanehan dan tidak terdapat kebijakan perekonomian.Pada masa Gus Dur, rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi, dari peringkat CCC turun menjadi DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu penyebab utamanya adalah imbas dari krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa hingga pemerintahannya.


E. PEREKONOMIAN GOTONG ROYONG (era Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri)

Kebijakan Privatisasi secara teoritis, bagi penganut neoliberal, privatisasi dimaksudkan sebagai jalan untuk mengatasi masalah kekurangan financial, untuk membuat pelayanan menjadi lebih efisien, serta mengindari distorsi pada makro dan mikro ekonomi akibat pelayanan public gratis (Carlos Vilas). Pada kenyataannya, privatisasi telah mengarah para pengguna jasa untuk membeli dengan harga yang lebih mahal, karena perusahaan yang terprivatisasi kini menggunakan kriteria bisnis dan mencari keuntungan (profit). Atau dapat di mengert secara umum yaitu Kebijakan privatisasi – menjual BUMN sehat ke luar negeri.

F. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID I (era SBY- JK)

Muncul beberapa program yang dijalankan oleh pemerintah seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM Mandiri dan Jamkesmas.

G. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID II (era SBY – Boediono)

Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.
http://uchiemot.blogspot.com/2011/02/sejarah-sistem-perekonomian-indonesia.html
11.40 | 0 komentar | Read More

PENGERTIAN REFORMASI - PENJELASAN REFORMASI - ARTI REFORMASI - MAKSUD REFORMASI - TENTANG REFORMASI

Reformasi secara etimologis berasal dari kata “reformation” dengan akar kata “reform” yang secara semantik bermakna “make or become better by removing or putting right what is bad or wrong[1]. Reformasi merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.
Makna reformasi dewasa ini banyak disalah artikan sehingga gerakan masyarakat yang melakukan perubahan yang mengatasnamakan gerakan reformasi juga tidak sesuai dengan gerakan reformasi itu sendiri. Hal ini terbukti dengan maraknya gerakan masyarakat dengan mengatasnamakan gerakan reformasi, melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan makna reformasi itu sendiri.
Secara harfiah reformasi memiliki makna suatu gerakan untuk memformat ulang, menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat[2].
Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut :

Pertama, suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan-penyimpangan. Masa pemerintahan ORBA banyak terjadi suatu penyimpangan-penyimpangan, misalnya asas kekeluargaan menjadi “nepotisme” kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945.
Kedua, suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu, dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Jadi reformasi pada prinsipnya suatu gerakan untuk mengembalikan pada dasar nilai-nilai sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Tanpa landasan visi dan misi ideologi yang jelas maka gerakan reformasi akan mengarah anarkisme, disintegrasi bangsa dan akhirnya jatuh pada kehancuran bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang telah terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia.
Ketiga, suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu acuan reformasi. Reformasi pada prinsipnya gerakan untuk mengadakan suatu perubahan untuk mengembalikan pada suatu tatanan struktural yang ada, karena adanya suatu penyimpangan. Maka reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem negara demokrasi, bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Reformasi harus mengembalikan dan melakukan perubahan ke arah sistem negara hukum dalam arti yang sebenarnya sebagaimana terkandung dalam penjelasan UUD 1945, yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas dari pengaruh penguasa, serta legalitas dalam arti hukum. Oleh karena itu reformasi itu sendiri harus berdasarkan pada kerangka hukum yang jelas. Selain itu reformasi harus diarahkan pada suatu perubahan ke arah transparasi dalam setiap kebijaksanaan dalam penyelenggaraan negara karena hal ini sebagai manesfestasi bahwa rakyatlah sebagai asal mula kekuasaan negara dan rakyatlah segaa aspek kegiatan negara. Atau dengan prinsip, bahwa “Tiada Reformasi dan Demokrasi tanpa supremasi hukum dan tiada supremasi hukum tanpa reformasi dan demokrasi”.
Keempat, Reformasi diakukan ke arah suatu perubahan kearah kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspeknya antara lain bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta kehidupan keagamaan. Dengan lain perkataan reformasi harus dilakukan ke arah peningkatan harkat dan martabat rakyat Indonesia sebagai manusia demokrat, egaliter dan manusiawi.
Kelima, Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik sebagai manusia yang berkeTuhanan Yang Yaha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. Atas dasar lima syarat-syarat di atas, maka gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi, sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas, maka reformasi akan mengarah kepada disintegrasi, anarkisme, brutalisme, dengan demikian hakekat reformasi itu adalah keberanian moral untuk membenahi yang masih terbengkalai, meluruskan yang bengkok, mengadakan koreksi dan penyegaran secara terus-menerus, secara gradual, beradab dan santun dalam koridor konstitusional dan atas pijakan/tatanan yang berdasarkan pada moral religius.


[1] Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, 1980 dalam Siswomiharjo Koento Wibisono. Pancasila dalam Persepektif Gerakan Reformasi: Aspek Sosial Budaya, Makalah Diskusi Panel Pada Pusat Studi Pancasila. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta. 1998. Hal : 1.
[2] Riswanda Imawan. 1998. Makna Reformasi : Salah Kaprah, SKH. Kedaulatan Rakyat. 22 Juni, 1999, Yogyakarta.
http://sejarahku2011.blog.com/glosarium/reformasi/
11.38 | 0 komentar | Read More

Pengertian Orde Lama - Penjelasan Orde Lama - Tentang Orde Lama - Arti Orde Lama - Maksud Orde Lama

A. Pengertian Orde Lama
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia.
http://4.bp.blogspot.com/-s95zmsV2y_4/URC__OVCOsI/AAAAAAAAAPc/ywuwqeyMYms/s320/images.jpg
Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.
Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiaden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando.
Orde lama (Demokrasi Terpimpin), terdiri dari beberapa kejadian penting..
1. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
a. Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
b. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
c. Kas negara kosong.
d. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
a.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
b.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
c.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
d.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
e.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).
2. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
a)Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
b)Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.
3. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, eonomi, maupun bidang-bidang lain.
Masalah pemanfaatan kekayaan alam.
Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang kekayaan alam sangat jelas. Jika Bangsa Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi Indonesia. Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak cucu di masa depan. Biarlah anak cucu yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. Jadi saat dipimpin Bung Karno, meski RI hidup miskin, tapi Bung Karno tidak pernah menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke perusahaan asing. Penebangan hutan pada masa Bung Karno juga amat minim.
Sistem pemerintahan
Orde lama : kebijakan pada pemerintah, berorientasi pada politik,semua proyek diserahkan kepada pemerintah, sentralistik,demokrasi Terpimpin, sekularisme.
Persamaan kebijakan ekonomi pada masa orde lama, orde baru, dan reformasi.

  1. Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan
Setelah Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006).
Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat.
2.  Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
Orde Lama: Walaupun kecil, korupsi sudah ada.
Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN).
Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa,media elektronik,dll tetap saja membantah melakukan korupsi.
Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol.
3. Kebijakan Pemerintah
Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini, kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti “manusia setengah dewa”). Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masing-masing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik, tingkat ekonomi masyarakat, serta keamanan dan ketertiban.
Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Belum lagi kebijakan-kebijakan yang tidak tepat sasaran, yang hanya menambah beban APBN. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang, namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini.

C. Berakhirnya Orde Lama
setelah turunnya presiden soekarno dari tumpuk kepresidenan maka berakhirlah orde lama.kepemimpinan disahkan kepada jendral soeharto mulai memegang kendali.pemerintahan dan menanamkan era kepemimpinanya sebagai orde baru konsefrasi penyelenggaraan sistem pemerintahan dan kehidupan demokrasi menitipberatkan pada aspek kestabilan politik dalam rangka menunjang pembangunan nasional.untuk mencapai titik-titik tersebut dilakukanlah upaya pembenahan sistem keanekaragaman dan format politik yang pada prinsipnya mempunyai sejumlah sisi yang menonjol.yaitu;
1]adanya konsep difungsi ABRI
2]pengutamaan golonga karya
3]manifikasi kekuasaan di tangan eksekutif
4]diteruskannya sistem pengangkatan dalam lembaga-lembaga pendidikanpejabat
5]kejaksaan depolitisan khususnya masyarakat pedesaan melalui konsep masca mengembang [flating mass]
6]karal kehidupan pers
konsep diafungsi ABRI pada masa itu secara inplisit sebelumnya sudah ditempatkan oleh kepala staf angkatan darat.mayjen A.H.NASUTION tahun 1958 yaitu dengan konsep jalan tengah prinsipnya menegaskan bahwaperan tentara tidak terbatas pada tugas profesional militer belaka melainkan juga mempunyai tugas-tugas di bidang sosial politik dengan konsep seperti inilah dimungkinkan dan bahkan menjadi semacam kewajiban jikalau militer berpatisipasi dan bidang politik penerapan konjungsi ini menurut pennafsiran militer dan penguasa orde baru memperoleh landasan yuridi konstitusional di dalam pasal 2 ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan majelis permusyawaratan rakyat.
http://aka99.wordpress.com/2010/03/13/o-rde-lama/
11.35 | 0 komentar | Read More

Tentang Orde Baru - Pengertian Orde Baru - Penjelasan Orde Baru - Maksud Orde Baru - Arti Orde Baru




Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno.

Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

Politik

Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.

Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik — di Eropa Timur sering disebut lustrasi — dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru.

Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol ).

Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.

Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi.

Perpecahan bangsa

Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa, Bali dan Madura ke luar Jawa, terutama ke Kalimantan, Sulawesi, Timor Timur dan Irian Jaya. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang disertai sentimen anti-Jawa di berbagai daerah, meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.

Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura - Dayak di Kalimantan. Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya, juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran.

Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru

  • perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS $ 70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000
  • sukses Transmigrasi, yang disertai segala dampak negatifnya
  • sukses KB
  • sukses memerangi buta huruf

Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

  • semaraknya korupsi, kolusi dan nepotisme
  • pembangunan Indonesia yang tidak merata
  • bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
  • kritik dibungkam dan oposisi diharamkan
  • kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel

Krisis finansial Asia

Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia, disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para demonstran, yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B.J Habibie untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.

Pasca-Orde Baru

Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru, untuk kemudian digantikan " Era Reformasi ".

Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru".

Sumber dari Wikipedia Indonesia
11.31 | 0 komentar | Read More

Sungguh Aneh, Kisah Kapolri Hoegeng dicopot karena tegas dan jujur

Merdeka.com - Sembilan perwira tinggi polisi tengah diseleksi untuk menggantikan posisi Jenderal Timur Pradopo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Bursa calon Kapolri selalu menarik, begitu juga dengan alasan penggantian Kapolri. Tak cuma karena peremajaan, pensiun atau rotasi. Kadang kental juga dengan nuansa politik.
Kisah Kapolri Hoegeng dicopot karena tegas dan jujur
Ada kisah menarik saat Kapolri Jenderal Hoegeng diberhentikan Presiden Soeharto . Banyak pihak motif politik ada di belakang pencopotan ini.

Sejak mau dilantik sebagai Kapolri, Hoegeng memang sudah tak cocok dengan Soeharto . Tahun 1968, Hoegeng menghadap Soeharto . Saat itu Soeharto meminta agar polisi tak lagi bertugas di medan tempur. Dulu memang Brigade Mobil Polri terjun di berbagai pertempuran seperti TNI, mulai operasi Trikora di Papua, hingga Dwikora di Pedalaman Kalimantan.

Apa jawaban Hoegeng?

"Kalau begitu angkatan lain juga jangan mencampuri tugas angkatan kepolisian," kata Hoegeng tegas. Soeharto terdiam mendengarnya. Demikian ditulis dalam buku Hoegeng, Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa terbitan Bentang.

Sepak terjang Hoegeng membuat kroni keluarga Cendana mulai terusik. Apalagi sejumlah kasus diduga melibatkan orang-orang dekat Soeharto . Puncak perseteruan itu, Soeharto mencopot Hoegeng sebagai Kapolri tanggal 2 Oktober 1971. Baru tiga tahun, Hoegeng menjabat. Seharusnya masih ada dua tahun lagi.

Ironinya dengan alasan penyegaran, justru pengganti Hoegeng, Jenderal M Hasan lebih tua satu tahun.

Hoegeng menghadap Soeharto , dia menanyakan kenapa dicopot. Secara tersirat Soeharto berkata tak ada tempat untuk Hoegeng lagi.

Dengan tegas Hoegeng menjawab. "Ya sudah. Saya keluar saja," katanya.

Soeharto menawari Hoegeng dengan jabatan sebagai duta besar atau diplomat di negara lain. Sebuah kebiasaan untuk membuang mereka yang kritis terhadap Orde Baru. Hoegeng menolaknya.

"Saya tidak bisa jadi diplomat. Diplomat harus bisa minum koktail, saya tidak suka koktail," sindir Hoegeng.

Ada beberapa penyebab kenapa Hoegeng diganti. Salah satunya kasus penyelundupan mobil yang dilakukan Robby Tjahjadi.

Kasus itu sangat fenomenal pada akhir periode 1960an sampai awal 1970an. Robby adalah anak muda yang menyelundupkan ratusan mobil mewah ke Indonesia. Mulai Roll Royce, Jaguar, Alfa Romeo, BMW, Mercedes Benz dan lain-lain.

Robby menyuap sejumlah pihak di bea cukai dan kepolisian untuk melanggengkan aksinya. Diduga ada keterlibatan kroni keluarga Cendana dalam kasus ini.

Selain itu kasus pemerkosaan seorang penjual telur bernama Sumarijem di Yogyakarta. Anak seorang pejabat dan seorang anak pahlawan revolusi diduga ikut menjadi pelakunya.

Proses di pengadilan berjalan penuh rekayasa. Sumarijem yang menjadi korban malah menjadi tersangka. Hoegeng bertekad mengusut tuntas kasus ini. Dia siap menindak tegas para pelakunya walau dibekingi pejabat.

Belakangan Presiden Soeharto sampai turun tangan menghentikan kasus Sum Kuning. Dalam pertemuan di istana, Soeharto memerintahkan kasus ini ditangani oleh Team pemeriksa Pusat Kopkamtib.

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai sulit sekali mencari petinggi Polri sejujur Jenderal Hoegeng. Para polisi jujur sering tidak mendapat tempat di posisi komando atau posisi strategis.

"Ada yang jujur, hanya terjebak di tumpukan arsip dan tidak akan terkenal," kata Bambang saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Maka walau sulit, semoga saja Kapolri berikutnya bisa meneladani Jenderal Hoegeng.
11.19 | 0 komentar | Read More

Inspirasi Menarik dari Seorang Jenderal Hoegeng: Polisi Yang Tak Pernah Tidur

Jenderal Hoegeng Tidak Bisa Disuap
Barusan saya melihat tayangan ulang sepak terjang almarhum Jendral Hoegeng di @KickAndyShow. Melihat penampilan keluarga amarhum dan sahabat-sahabat beliau, kelihatannya mereka memperoleh “Kenikmatan Yang Tertunda” dan “Sengsara Membawa Nikmat“. Mengapa? Setelah mengalami “pendzoliman” oleh fihak-fihak yang merasa terganggu dengan Niat, Pikiran dan Tindakan (Heart, Head & Hand) untuk memerangi kejahatan dan kemaksiatan, akhirnya almarhum Jendral Hoegeng, keluarga serta sahabat dekat yang satu visi mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Bahkan istri dan keluarganya bisa berangkat ke Hawaii, tempat yang diidamkannya bersama almarhum Jendral Hoegeng, dengan sumbangan dari para donor yang bersimpati dan berterima kasih kepada beliau.
Berikut adalah tulisan Andy F. Noya yang berisi kekagumannya pada Jenderal Hoegeng:
Suatu hari, seorang teman lama menelepon saya. Dia menceritakan kisah yang membuat hati saya tersentak lalu tergerak. Cerita tentang istri almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Menurut teman saya, ketika Pak Hoegeng masih hidup, dia pernah berjanji suatu hari kelak, jika punya uang, dia akan mengajak istrinya ke Hawai, Amerika Serikat. Mengapa Hawai? Karena mereka berdua begitu mencintai lagu-lagu “irama lautan teduh”.
Hoegeng dan Merry Roeslani, sang istri, sejak muda memang sangat menyukai musik hawaian. Kecintaan pada jenis musik tersebut mendorong mereka menghidupkan kembali kelompok musik Hawaian Seniors yang dulu pernah dibentuk Hoegeng semasa remaja. Mereka bahkan tampil sebulan sekali di TVRI dan merupakan program yang sangat diminati pada tahun 1970-an.
Namun apa mau dikata. Sebelum janji itu bisa dipenuhi, sang jenderal yang jujur dan sederhana itu lebih dulu dipanggil Tuhan. Hoegeng pergi selama-lamanya tanpa sempat mengajak sang istri menginjak pasir Waikiki Beach di Hawai yang terkenal itu. Hoegeng juga tak pernah sempat mengajak Merry melihat penari hula-hula asli di pulau tersebut. Karena itu, saya bisa membayangkan betapa sedih hati Ibu Merry.
Bagi Anda yang mungkin lupa, selama menjadi Kapolri, Pak Hoegeng setiap akhir bulan tampil bermain musik bersama Hawaian Seniors membawakan lagu-lagu irama lautan teduh. Duet Hoegeng dan Merry sanggup menyihir penonton televisi pada tahun 1970-an.
Bahkan penampilannya di TVRI waktu itu terus berlanjut walau Pak Hoegeng sudah pensiun. Hingga pada 1978, Hawaian Seniors “dicekal” tidak boleh tampil di TVRI oleh penguasa Orde Baru. Tidak pernah jelas mengapa. Alasan “resminya” karena acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Tetapi diduga pencekalan itu berkaitan dengan keikutsertaan Pak Hoegeng menandatangani “Petisi 50” yang berisi kritikan keras terhadap Pak Harto.
Pencekalan terjadi setelah Pak Hoegeng, Ibu Merry, dan Hawaian Seniors sepuluh tahun tampil menghibur di TVRI. Waktu yang cukup lama. Tetapi, percaya atau tidak, selama itu pula belum pernah sekalipun Ibu Mery menginjakkan kakinya di pasir Waikiki Beach yang terkenal itu. Padahal, sebagai Kapolri, Pak Hoegeng sudah pernah tiga kali bertugas ke Amerika dan sempat mampir di Hawai.
Ibu Merry tidak pernah ikut karena Pak Hoegeng memiliki prinsip yang sangat teguh: selama melakukan perjalanan dinas, istri dan anak-anak tidak boleh ikut “numpang” fasilitas kantor “Dia tidak pernah mengijinkan saya dan anak-anak memanfaatkan kesempatan menggunakan fasilitas dinas,” ungkap Ibu Mery. “Sementara untuk beli tiket dengan uang sendiri kami tidak mampu.”
Ironis memang. Sulit dipercaya ada orang sejujur Pak Hoegeng di negeri ini. Tak heran jika kemudian muncul idiom: Di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur. Polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng. Begitu jujurnya sampai ketika meninggal tak banyak harta benda yang dia tinggalkan untuk keluarganya. Bahkan setelah 32 tahun mengabdi di kepolisian, uang pensiun yang diterima Pak Hoegeng cuma Rp 10 ribu.
Kawan saya menilai kisah tentang Ibu Mery tersebut layak diangkat di Kick Andy. Agar banyak pihak terbuka matanya bahwa di negeri ini ada sebuah ironi. Ironi kehidupan seorang pejabat yang jujur dan seorang istri yang tabah.
Setelah mendengar kisah tentang Pak Hoegeng dan Ibu Merry, ada “panggilan” yang begitu kuat di dalam dada. Panggilan untuk mewujudkan mimpi Ibu Merry. Mimpi untuk bisa menginjakkan kaki di Pantai Waikiki. Dalam usianya yang sudah di atas 80 tahun, mungkin ini permintaan terakhir yang akan dikenangnya sebelum Tuhan memanggilnya.
Tapi, jujur saja, saya sempat ragu apakah bisa mewujudkan mimpi tersebut. Terutama ketika mendengar cerita bahwa sudah dua kali Ibu Merry ditolak ketika mengajukan visa ke kedutaan besar Amerika Serikat. Tak ada penjelasan mengapa permohonannya ditolak. Sejak penolakan yang kedua, Ibu Merry sudah mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa melihat Hawai.
Saya mencoba menghubungi pihak kedutaan Amerika dan menjelaskan keinginan saya untuk membantu Ibu Merry guna mendapatkan visa. Saya berusaha menjelaskan siapa Pak Hoegeng dan kisah tentang mimpi Ibu Merry untuk bisa menginjakkan kaki di pulau yang selama ini hanya dikenalnya melalui gambar dan cerita-cerita orang.
Pihak kedutaan Amerika mengatakan tidak berjanji dapat mengabulkan permintaan saya itu. Mereka menegaskan adanya peraturan keras dari pemerintah Amerika yang tidak pandang bulu. Saya katakan kepada mereka saya bisa memahami dan tidak akan memaksa. Saya hanya ingin menyenangkan hati seorang wanita luar biasa yang selama hidupnya banyak mengalami kepahitan hidup. Apa salahnya di ujung hidupnya, sekali ini, dia dapat mereguk kebahagiaan. Apalagi ada kemungkinan ini adalah “last wish” atau permintaan terakhirnya.
Akhirnya, kisah tentang Pak Hoegeng, Hawaian Senior, dan Ibu Merry saya angkat di Kick Andy. Pada bagian akhir acara, kepada Ibu Merry saya tanyakan tentang apa keinginannya yang belum terwujud. Dengan suara pelan, sembari menghela nafasnya, Ibu Merry bercerita tentang kerinduannya untuk bisa ke Hawai. Kerinduan yang sudah dikuburnya.
Dua kali visanya ditolak dan keuangan yang terbatas, membuatnya pasrah. Dia juga harus mengubur impiannya untuk bertemu dengan sahabatnya Mukiana, perempuan asal Hawai, yang sangat dirindukannya. Sudah tiga puluh tahun lamanya mereka tidak berjumpa. Mukiana pernah tinggal di Indonesia selama enam tahun dan bersama-sama menari dan bernyanyi di acara Hawaian Seniors.
Di ujung acara Kick Andy saya menyambungkan hubungan telepon antara Keala Mohikana dan Ibu Merry. Tampak Ibu Merry terkejut mendapat sambungan langsung dengan sahabat yang dirindukannya itu. Ibu Merry lalu menanyakan kapan Keala Mohikana bisa ke Jakarta. Tapi, pada pertengahan pembicaraan, tiba-tiba Keana Mohikana muncul dari balik panggung. Ibu Merry tertegun seakan tak percaya. Sahabatnya itu kini berada tepat di depannya. Kedua wanita tua itu lalu saling berpelukan melepas rindu.
Belum sempat Ibu Merry meredakan rasa harunya, tiba-tiba Aditya, putra Ibu Merry, mengeluarkan visa dari kantongnya. Tuhan maha besar. Kedutaan Amerika kali ini meloloskan Ibu Merry dan juga Aditya untuk masuk wilayah Amerika. Mereka berdua mendapat visa!
Selesai sampai di situ? Belum. Kepada Ibu Mery, saya serahkan sebuah amplop. Isinya kemudian dibaca oleh Ibu Merry: tiket pulang pergi Jakarta-Hawai-Jakarta. Maka sempurnalah perjuangan saya, teman saya, dan Aditya untuk memberikan “hadiah” paling indah dalam hidup Ibu Merry, yakni kesempatan pergi ke Hawai.
Sejumlah penonton di studio tak kuasa menahan haru. Mereka menitikan air mata. Apalagi saat Aditya menunjukkan visa dan kemudian Ibu Merry menerima tiket ke Hawai yang dipersembahkan Surya Paloh, pemilik Metro TV.
Seusai rekaman Kick Andy, semalaman saya tidak bisa tidur. Hati rasanya bahagia sekali. Semua upaya dan jerih payah terbayar sudah. Kalau melihat ke belakang, rasanya semua itu tidak mungkin terjadi. Mulai dari upaya teman saya mendatangkan Mukiana ke Jakarta, usaha untuk mendapatkan visa yang sudah dua kali ditolak, sampai tiket ke Hawai pemberian Surya Paloh, semua berjalan tanpa hambatan. Tuhan maha besar.
(Sebagian Dikutip dari Sumber ini  dan video dpat dilihat di Youtube)
http://djadja.wordpress.com/2012/01/15/jenderal-hoegeng-polisi-yang-tak-pernah-tidur/
11.18 | 0 komentar | Read More

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...