Translate

ARTIKEL PILIHAN

Misteri Teroris Indonesia: Kamuflase Jaringan Teroris di Indonesia

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Minggu, 11 Agustus 2013 | 21.19

foto: VIVAnews

Pondok Pesantren Umar Bin Khattab Bima, NTB. Pemimpin dan beberapa santri Ponpes ini menjadi narapidana kasus terorisme
Ada-ada saja jaringan teroris di Indonesia menutupi aksinya. Mulai dengan cara perdagangan, jasa, hingga lembaga pendidikan. Berikut beberapa trik jaringan teroris berkamuflase.
Berkedok Pengobatan  Alternatif
Jaringan teroris Depok yang terungkap setelah bom rakitannya meledak di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Sabtu 8 September 2012, membuka pengobatan alternatif, mulai dari bekam, ruqyah, gurah, hingga herbal. Hal ini terbukti dari papan pengobatan alternatif yang dipasang di tepi jalan.
Heri Suryana (42), anggota Satgas FBR Beji yang sehari-hari berada di pos FBR di dekat lokasi, mengaku, sepengetahuannya tidak pernah ada pasien yang berobat di pengobatan alternatif tersebut yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu.
“Sehari-hari saya di sini, nggak ada pasiennya. Nggak ada yang berobat dan nggak ada juga yang tanya pengobatan itu. Itu sih hanya kedok aja sepertinya,” terang Heri seperti dikutip Tribunnews (09/09/2012).


Berkedok Yayasan Yatim Piatu
Selain berkedok pengobatan alternatif, kelompok teroris di Beji Depok tersebut juga membuka Panti Asuhan. Di depan rumah petak itu terpampang spanduk besar bertuliskan “Yayasan Yatim Piatu. Pondok Bidara”.
Catatan Kemensos, tidak ada data tentang yayasan tersebut. Selain itu juga tidak ditemukan adanya anak asuh yang ditemukan. Seperti dilansir detiknews, Rabu (12/09/2012), rumah petak itu disewa oleh Yusuf Rizaldi, yang tercatat sebagai warga Petojo, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Medan tahun 1972 itu menyewa rumah petak baru dua bulan lalu dan telah menunggak pembayaran satu bulan terakhir.


Berkedok Jualan Susu Kedelai dan Bubur Ayam
Terduga teroris yang tinggal di Bojonggede, Depok, Jawa Barat, Anwar, mengaku pada para tetangga sebagai penjual susu kedelai dan bubur ayam. Namun khusus untuk susu kedelai, tetangga tak pernah menerima kiriman meski sudah memesannya.
Hamzah, tetangga Anwar yang terpisah tujuh rumah di Kampung Warung Jambu, Kecamatan Bojonggede, RT 03/08, Bogor, Jawa Barat, mengaku pernah memesan susu kedelai. Namun pesanan itu tak pernah dipenuhi Anwar.
“Saya kenal Anwar. Pengakuannya tukang susu kacang kedelai. Tapi tetangga pesan nggak pernah dibawain. Tertutup saja rumahnya,” kata Hamzah seperti dilansir detiknews, Selasa (11/09/2012).
Soal jualan bubur ayam, Hamzah juga mengaku tak pernah melihat gerobak atau lapak tempat Anwar berjualan.


Berkedok Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Umar bin Khattab (UBK), Senolo Bima, tiba-tiba menjadi terkenal saat sebuah bom rakitan meledak dan menewaskan salah seorang pengurusnya bernama Suryanto Abdullah alias Firdaus pada 11 Juli 2011. Polisi menyita sejumlah bahan peledak dan senjata tajam dari ponpes tersebut pada 13 Juli 2011.
Sebelum peristiwa itu, salah seorang  santri UBK bernama Sya’ban melakukan pembunuha terhadap anggota kepolisian bernama Brigadir Rahmat Saifudin.
Pemimpin UBK yang bernama Abrori Al Ayubi alias Maskadov bin Ali divonis 17 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, pada 28 Maret 2012.
Menurut Ketua Majelis Hakim Iman Gultom, terdakwa terbukti mendalangi pembuatan sebanyak 27 paket bom, memicu pembunuhan anggota polisi yang dianggap sebagai thaghut, dan memberikan paham jihad yang keliru dengan mencuci otak santri untuk memerangi polisi, hakim, dan jaksa (Vivanews, 28/03/2012).
Abrori juga terbukti memerintahkan santrinya membentengi diri dengan senjata tajam saat akan dilakukan penggerebekan oleh polisi.
Dalam data Kementerian Agama Kabupaten Bima, nama UBK sama sekali tidak tercatat dalam daftar pondok pesantren di wilayah tersebut.
(fiq)
by: http://www.lazuardibirru.org/berita/news/kamuflase-jaringan-teroris-di-indonesia/

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

ARTIKEL PILIHAN

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...