GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Masa SMA Ku ( Kiriman Dari: Yuliwarni@ymail.com )

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 25 Agustus 2013 | 18.03


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiDATGiAYn61PviS2Cr3sVoAEhBlYEgA68FAl9ZnKKoTIHtz3K-p_Z9-HXiwTctGxecnesPm1bupV98ajZg4lDgkh5VjLW6IaOQHZgML8KLktDQPKASCePD-r-oPs3KvVa84gcf6Z_F9M/s320/sma.jpg
Parasnya tidak terlalu tampan bila dipandang sekilas tapi memang terlihat lucu sesuai dengan namanya Funny, apalagi bila Funny mengenakan seragam coklat berlambang STM dengan rona wajahnya yang “funny” akan semakin terasa, sudah 3 tahun aku berpisah dari Funny.

Saat aku sedang menjalin hubungan dengan Yudhi, dia pun datang mewarnai hatiku. Waktu itu aku, Yudhi dan Funny duduk dikelas 3 SMA. Aku dan Yudhi teman satu sekolah dan satu kelas, menurut guru dan teman – teman aku termasuk siswi yang berprestasi.


“ Ar, mau ya! kamu ngajarin aku matematika.” Rengek Mita padaku dengan  mengubah wajahnya yang cantik jadi terlihat penuh harapan

“ Ntar aku harus bilang dulu ya ke mamah. Kalau aku nagajarin kamu waktunya kapan?” Ku kerutkan dahi

“ Kamu nginep aja dirumah aku.” Matanya yang kecil dibukanya sedikit dengan senyuman yang terkesan aneh

“ Ya besok aku kasih kabar lagi deh.” Ku pasang  senyuman termanisku

Aku dan keluarga Mita memang cukup dekat karena beberapa kali aku main ke rumah Mita setelah pulang sekolah dan sering mendapat gratisan dari warungnya. Ibu Mita sungguh baik dan sudah aku anggap ibuku sendiri, aku dan Mita mulai duduk satu meja dari kelas 2 SMA itu pun karena saat itu kita sama – sama tidak punya pasangan. Karena kita sudah duduk dikelas 3 maka Mita pun meminta aku untuk mengajar dia.

Awalnya mamah tidak menyetujui bila aku harus mengajar dan menginap di rumah Mita karena takut mengganggu pelajaranku apalagi aku juga dipercaya oleh sekolahku untuk mengikuti perlombaan Sekretaris tingkat Provinsi tapi ku yakinkan kembali bahwa aku mampu membagi waktu, aku juga akan dapat penghasilan dari mengajar Mita. Akhirnya mamah mengizinkan aku.

“ Ar, kamu jadikan hari ini?udah bawa baju kan?” Tanya Mita

“ Ya udah kok.” Ku perlihatkan tasku yang mulai terlihat gemuk karena baju ganti yang aku bawa

“ Kamu juga dah bilang ke Yudhi belum?” Tanya Mita dengan tatapan yang tajam

“ Ga penting, lagipula kita jarang komunikasi. Meskipun kita satu kelas tapi dia tidak menganggap aku pacarnya.” Ku hela nafasku

Aku duduk sendiri di ruang tamu terdengar senda gurau dan canda tawa dari warung yang terletak di belakang. Parasnya yang khas dan melukiskan senyuman indah berdiri di depanku.

“ Siapa ni em?boleh donk dikenalin.” Rayu Funny pada Mita

“ Awas ya Ar, dia in buaya darat. Kamu jangan ampe kena rayuannya.” Telunjuk Mita mengarah ke wajahku

“ Eittss,,,siapa yang jadi buaya darat ?lagi pada ngapain ni Mit? “ Tanya Funny

“ Mau tau ja.” Jawab Mita sinis

“ Minta nomor hp donk.” . Funny pun mengeluarkan hp dari saku celana pramukanya

“ Cari tau ja sendiri.” Aku tak mungkin memberikan pada orang yang baru aku kenal ( pikirku )

“ Ya udah ntar aku cari tau sendiri, jangan kaget bila aku sudah ada di depan rumahmu.” Ancam Funny padaku

Itulah pertemuan pertamaku dengan Funny.

Suatu ketika Funny benar-benar membuktikan ucapannya.

“ Aku tepati perkataanku dan aku akan meminta no hp langsung kepada orangnya, boleh atau tidak bila aku ingin berteman dengan kamu?”. Dengan tatapanya yang tak bisa aku lupakan

“ Ya boleh sebagai hadiah usaha kamu.”Ku berikan no hp ku

Funny selalu datang ke rumah Mita setiap aku mengajar Mita, pertemanan kita semakin dekat.  Aku bisa melupakan Yudhi bila aku bersama Funny. Aku dengar dari teman – teman ternyata Yudhi sedang dekat dengan adik kelasku sendiri tapi hal itu tidak membuatku sedih atau marah, semakin hari aku dan Yudhi semakin jauh. Kita sibuk dengan dunia kita masing – masing.

Mita selalu tidak setuju bila aku terlalu dekat dengan Funny karena Funny terkenal playboy, tapi aku yakin bahwa dia tidak seperti yang orang – orang pikirkan. Bila Funny menelponku banyak hal yang dia ceritakan, tentang keluarganya, tentang dirinya dan mantan -  mantanya juga. Terkadang kita tak pernah ingat waktu bila sudah telpon.

“ Kamu dah punya pacar?” Tanya Funny saat menelponku

“ Ya, aku punya tapi hubunganku sedang tidak sehat.” Jelasku karena aku tak mau berbohong pada dia

“ Aku akan menunggu kamu putus dari pacar kamu.” Kata Funny dengan spontan

Aku hanya terdiam, kusudahi telpon malam itu karena besok kita harus sekolah.

Hari ini tidak seperti biasanya, siswa dipulangkan lebih awal karena ada demo besar-besaran. Hal seperti ini yang selalu ditunggu oleh kami.  Aku tunggu bus di depan sekolah tapi tak satu pun yang lewat.

“ Ar kok ga ada bus yang lewat ya, apa mereka juga demo?” Tanya Mita padaku

“ Mungkin aja Mit,adu kalau iya gimana aku bisa pulang.” Keluhku pada Mita

“ Kamu ga minta anter Yudhi aja?” Saran Mita padaku

“ Dia nya aja yang kurang peka, masa sih aku harus mohon – mohon ama dia harusnya dia lebih inisiatif donk.” Ku ungkapkan kekesalan pada Mita

“ Kenapa kamu ga putus aja sih kalau emang kamu udah ngerasa ga nyaman ma dia.” Tanya rMita dengan penasaran

“ Ga tau Mit, aku ga mau kalau aku yang putusin. Aku mau nya dia yang putusin aku.” Jawabku

Hei,,Udah pulang belum ne? sms dari Funny memotong pembicaraanku dengan Mita

Belum,,,ga ada bus,,mungkin pd demo jg. Balasku

Aku jemput ya. Hari ini aku juga pulang lebih awal.

“ Mit, Funny mau jemput ne.” Ku perlihatkan sms-nya pada Mita

“ Ya udah ga papa daripada kamu ga pulang – pulang. Mau nunggu bus ampe jam berapa Arni? aku juga mau minta jemput Yudha aja.” Kata Mita sambil mengambil hp dari tasnya

Gimana?? Terlihat satu pesan dari Funny

Ok kalau tidak merepotkan..Balasku

Pertama kalinya aku pulang dengan Funny. Hal yang membuat hatiku merasa berbeda, apa aku memang sudah jatuh cinta pada Funny?.

Kedekatanku dengan Funny akhirnya terdengar oleh Yudhi, saat aku mulai menyukai Funny disaat itu juga Yudhi ingin memperbaiki hubungan kita dan berjanji akan membahagiakan aku, Yudhi pun jujur dengan perubahan sikapnya padaku. Seketika Yudhi benar – benar berubah, dia menunjukkan rasa sayangnya padaku  Mereka berdua adalah pria yang mengisi hari – hariku. Kesungguhan Yudhi membuatku luluh sedangkan Funny selalu ada disaat aku membutuhkannya tapi aku takut bila akhirnya aku akan kecewa karena kedekatan dengan teman-teman wanitanya, Keadaan yang membuat aku bimbang dalam memilih, kupilih menjalani hubungan dengan Funny, keluargaku juga sudah dekat dengan dia karena Funny tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain. Ujian Akhir Nasional sudah selesai dan aku,Mita.Funny dan Yudhi pun dinyatakan LULUS. Baru empat bulan aku jadian dengan Funny, dia pun harus pergi ke Jakarta bersama keluarganya karena pekerjaan orang tuanya. Perpisahan yang sungguh berat untuk kita.

“ Kamu jaga diri baik-baik ya.” Dielusnya rambutku

“ Kamu juga ya.” Kutatap matanya

“ Pasti nanti kita ketemu lagi.” Dipeluknya tubuhku yang kecil ini

Pertemuan itu adalah perpisahan untuk kita, kujalani kehidupanku tanpa Funny. Kita masih berkomunikasi tapi hal ini tak berlangsung lama. Aku harus mengurusi pendaftaran untuk mengambil jurusan Matematika di salah satu perguruan tinggi di Semarang begitupun dengan Funny di Jakarta.

Hari ini aku adalah mahasiswi baru dan harus mengikuti OSPEK.

“ Ayo kamu yang berdiri disitu lari 5 kali!” Telunjuknya mengarah kepadaku dengan mata yang terbuka lebar

“Yah, aku harus lari ne,dasar kakak kelas yang ga punya hati.” Kataku didalam hati

“ Mau minum.” Katanya sambil memberikan segelas minuman

“ Bo..leh.” Nafasku seakan telah habis

“ Funny.” Kataku lirih dengan terengah – engah

“ Kenalkan namaku Andrew anak Jurusan Matematika semester 3.” Sambil memberiku minuman

Aduh dia bukan Funny tapi Kak Andrew..Tapi senyum dan wajahnya mengingatkan aku dengan Funny

“ Maaf kak saya Arni mahasiswi baru.” Kataku

“ Kelihatan kok dari penampilan kamu.” Dia menatap penampilanku dari atas sampai kebawah. Mungkin saat ini aku seperti orang gila,

Setelah OSPEK kami pun masih suka bertemu. Kak Andrew adalah orang yang baik, pintar, lucu dan playboy. terkadang aku selalu melihat bayang – bayang Funny didiri Kak Andrew, terkdang hal ini menyiiksa hatiku tapi terkadang hal ini mengobati kerinduanku pada Funny semenjak no hp dia tidak pernah aktif.

Kak Andrew sering digandrungi para wanita karena ketampanannya. Mungkin hanya aku yang tidak sependapat. Maka dari itu Kak Andrew denganku begitu akrab sudah seperti kakakku.  Tapi hal ini dinilai lain oleh Kak Andrew, dia mengungkapkan perasaannya padaku.

“ Aku butuh waktu Kak untuk menjawabnya.” Pintaku pada Kak Andrew

“ Ku tunggu jawaban mu besok.” Kata Kak Andrew

Akhirnya aku memilih untuk mencoba membuka hatiku  untuk Kak Andrew.

Setelah semester 4 aku mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba Matematika di Jakarta. Ternyata aku dinyatakan memenangkan lomba itu, akupun mendapat beasiswa agar dapat kuliah di Jakarta. Tawaran itu tidak aku sia – siakan dan Kak Andrew pun mendukung keputusanku.

Sudah satu minggu aku kuliah di Jakarta. Aku duduk ditaman kampus sambil membaca buku

“ Boleh ikut duduk?” Terdengar suara

“ Ya silahkan.” Mataku tetap focus dengan buku yang aku baca

“Mahasiswi baru ya?” Tanyanya

“ Ya” Mataku masih tetap focus dengan buku yang ku baca

“ Kenalin namaku Funny. Anak Teknik Mesin semester 2.” Sambil memberikan tangan kanannya

 Aku pun menoleh kearahnya

“ Funny.” Kataku lirih

Tertegun ku melihat seseorang disebelahku ini

“ Ya Ibu guru.” Rambutku dielusnya sama seperti saat perpisahan itu

“ Boleh kuminta no hp nya bu guru.” Dikeluarkan hp dari saku celananya

“ Tega ya kamu tinggalin aku tanpa kabar ya Fun!” Ku hempaskan tangannya dari kepalaku

“ Aku bisa jelaskan hal ini.” Bahuku dipegangnya

Aku pun tak ingin berlama-lama bersama Funny hingga aku pun berusaha pergi,langkahku tertahan karena Funny menarik tangan kananku dan seketika aku sudah jatuh kedalam pelukan Funny.

“ Aku kangen dan ta mungkin aku melepaskan kamu untuk kedua kalinya.” Kata Funny dan pelukan hangat itu kini terasa kembali

“ Bukan maksudku menjauh darimu. Setelah kecelakaan itu aku tak mau membuat kamu khawatir. Setelah aku berobat dan sehat kini aku baru berani menemuimu kembali. Aku begitu senang ketika aku tau kamu kuliah juga disini.” Ceritanya panjang kepadaku

“ Mungkin kau seseorang terindahku Fun dan aku belum siap menerima kamu kembali dalam cerita cintaku”  Ku lepaskan pelukan itu dan meneruskan langkahku meninggalkan Funny dengan menyembunyikan air mataku

Kiriman Dari
Nama : Yuli Warni
No Hp : 081809616020
TTL : Bandung 10 Juli 1991
Email : Yuliwarni@ymail.com
Diterbitkan Oleh: bagindaery.blogspot.com
Ingin cerpen, artikel / kisah anda dan hasil karya tulis anda tampil seperti tulisan diatas, kirim yuk tulisan anda ke email: bagindaery@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...