GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Sisi lain: Jokowi “Reshuffle” Kabinet yang Mandul

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 21 April 2015 | 15.23

14295729201364711517
Politisi PDI Perjuangan Ahmad Basarah. KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Perkembangan politik di masyarakat sangat dinamis berkenaan munculnya berbagai isu dalam pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan 6 bulan lebih dari satu hari. Isu paling hangat yang berkembang saat ini adalah isu mengenai resuffle kabinet yang berhubungan dengan bidang ekonomi.
Menurut para ahli ekonomi Peneliti Lingkar Studi Perjuangan dalam pemerintahan Jokowi ini memang sudah sangat terasa masalah ekonomi seolah merupakan momok bagi tim ekonomi Jokowi. Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian sulitnya kehidupan masyarakat sulitnya mendapatkan pekerjaan, ditambah harus menanggung beban biaya hidup akibat BBM yang terus naik.
Kelihatan sekali tim ekonomi Jokowi-JK kelihatan sangat keteter, mulai dari Sofyan Jalil, Rini Suwandi, Sudirman Said, Bambang Brojonegoro, ibarat orang berjalan selalu tersandung-sandung, selalu kesulitan menghadapi berbagai persoalan ekonomi Indonesia yang semakin berat.
Apakah mereka bukan dari kelas utama ahli ekonomi, bukankah diantara mereka adalah pilihan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang seyogyanya memahami problem ekonomi Indonesia mengingat pengalaman nya sebagai Wakil Presiden 2 kali periode. 



Ataukah sebenarnya mereka orang-orang titipan pihak ketiga yang tidak peduli kepada nasib rakyat Indonesia, yang penting bagi dirinya dan kelompoknya keuntungan yang diperolehnya semakin meningkat.
Para pakar menilai penunjukkan Sofyan Djalil sebagai menteri koordinator perekonomian tidak tepat. Terbukti dalam menjalankan kebijakan ekonomi Indonesia selama 6 bulan terakhir ini situasi perekonomian nasional yang terus merosot. Indonesia malah makin terperosok kedalam permainan pasar bebas, korbannya dengan ditandai nilai rupiah anjlog terus.


Semakin kalut kondisi ekonomi nasional tidak lepas dari nilai tukar rupiah yang semakin merosot, tercatat, sejak awal tahun 2015, nilai tukar Rupiah terus bergerak melemah ke level Rp12.900 per USD. Bahkan, pernah mencatat kelevel terendahnya yakni Rp13.200 per US
Subsidi BBM dihapus dan penghapusan subsidi gas buat rakyat. Akibatnya harga bahan pokok yang melambung di tengah pelemahan rupiah. Dalam empat bulan terakhir, mafia bahan pokok bebas bermain adalah bukti bahwa pasar dalam negeri masih tergantung impor, atau selalu dikondisikan harus import.
Masyarakat semakin kritis bahwa tim ekonomi yang dinakodai Sofyan Djalil pilihannya Jusuf Kalla sepertinya mandul, tidak bisa berbuat apa-apa. Belum terdengar apa ada grand strategy menuju kedaulatan dan kemandirian ekonomi.
Di sisi makro ekonomi juga tak membaik jika yang dikejar pemerintah adalah target investasi, kondisi ini jelas tidak menarik calon penanam modal. Bisa jadi mereka berpikir ulang, lalu mengalihkan rencana investasinya ke negara yang lebih aman.
Contohnya banyak negara-negara pada KTT ASEAN di Myanmar, KTT APEC di Tiongkok serta terakhi pada pertemuan G 20 pada Nopember tahun lalu banyak yang telah membatalkan dirinya untuk berinvestasi di Indonesia, salah satunya adalah China. Berita terakhir Jokowi akan merayu Presiden Tiongkok Xi Jinping agar merealisasikan janjinya akan menambah investasi di Indonesia.




Persoalan lainnya adalah pernyataan-pernyataan para petinggi negara mulai dari Meko Perekonomian Sofyan Djalil, Menkeu Bambang Brodjonegoro, bahkan sampai kepada Bapak Presiden sendiri yang tidak memberikan jawaban penjelasan kepada rakyat, sehingga membuat masyarakat semakin bingung.
Sebagai contoh komentar kontroversial Menko Sofyan Djalil yang mengkambing-hitamkan kecilnya remitansi TKI sebagai penyebab melemahnya kurs rupiah terhadap dollar AS dan juga, komentar sejawatnya di tim ekonomi, Menkeu Bambang Brodjonegoro, yang menyatakan bahwa melemahnya kurs akan semakin menguntungkan APBN.
Dan yang tidak kalah mengecewakan menurut para pengamat adalah adalah jawaban Presiden Jokowi yang meminta wartawan menanyakan masalah kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) kepada menteri ESDM. Itu indikasi bahwa Presiden Jokowi tidak bersungguh-sungguh menjaga wibawa negara
Masalah lain lemahnya koordinasi antara Presiden dengan para menterinya, dalam pemberitaan disebutkan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah menerima laporan perkembangan harga beras dari para bawahannya yang seharusnya menjadi tugas Menko Perekonomian yang mengkoordinasikan Menteri Perdagangan dan Kepala Bulog.




Menghadapai berbagai masalah berat, banyak yang menilai, tim ekonomi pemerintahan Jokowi-JK akan mengalami kegagalan dalam menjalankan roda perekonomian nasional, oleh sebab itu sebelum terlambat Presiden Jokowi harus berani mengambil resiko politik yaitu berani mereshuffle khususnya kepada para menteri yang raport kinerjanya dalam 6 bulan terakhir ini merah
Reshuffle seyogyanya segera di lakukan oleh Jokowi. Namun supaya reshuffle terarah dan bagian untuk meningkatkan kinerja pemerintahan khususnya bidang kesejahteraan rakyat tercapai maka harus difokuskan terutama pada dua bidang saja yaitu di bidang perekonomian dan stabilitas politik dan keamanan serta penegakan hukum.


Dalam hal ini Menko Perekonomian dan Menkeu, dan bidang politik hukum dan keamanan dalam hal ini Menkopolhukam. Kedua bidang kementerian ini diharapkan menjadi prioritas reshuffle kabinet.
Demikianlah akhirnya Presiden Jokowi pada akhirnya akan meresuffle kabinetnya apalagi ketika partai-partai yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat mulai menyuarakan dukungannya kepada Presiden Jokowi, misalnya yang disuarakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemerintahan DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut bahwa reshuffle kabinet perlu dilakukan karena tingkat kepuasan publik pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla rendah. Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy, mendukung wacana agar Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya yang dianggap berkinerja buruk
http://politik.kompasiana.com/2015/04/21/jokowi-reshuffle-kabinet-yang-mandul-719676.html

0 komentar:

Poskan Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...