GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Tentang Akademi Fantasi Indosiar ( AFI ): AFI, Akankah “Menuju Puncak“ Lagi? (Konser 12 Besar Audisi Yogyakarta)

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 06 Oktober 2013 | 15.47

by: http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/09/16/afi-akankah-menuju-puncak-lagi-konser-12-besar-audisi-yogyakarta-592237.html
Ratusan orang berdesakkan menghadap sebuah panggung kecil penuh lampu. Di atas panggung ada seperangkat alat musik lengkap dengan pemainnya. Panggung bernuansa merah, kuning dan oranye itu tampak menonjol di tengah keramaian dengan dua buah logo huruf “A” berukuran besar. Sementara para penonton telah siap dengan sejumlah spanduk dan papan dukungan yang bertuliskan sebuah nama. Ada juga yang menyiapkan tab dan mengarahkannya ke panggung. Tak lama kemudian musik dimainkan secara live. Sebuah intrumentasi menghentak diiringi permainan lampu. Irama dan nadanya tak asing bagi banyak orang. Seketika suasana panggung berubah layaknya pertunjukkan musik yang biasa kita jumpai di televisi.1379300778618223530
Konser “Pilihlah Aku” 12 Besar Calon Finalis AFI hasil audisi Yogyakarta digelar di Malioboro Mall, Yogyakarta (15/9/2013).
Pencarian buku di Gramedia kemarin sore akhirnya berakhir dengan menonton sebuah pertunjukkan musik. Sebuah mini konser sedang berlangsung pada sore itu. Penasaran dengan isinya saya pun membelokkan langkah menuju panggung. Gagal mendapatkan pandangan di lantai 1 saya menuju lantai 2 seperti  penonton kelas tribun.
13793008971436498666
Set panggung mini konser “Pilihlah Aku” AFI 2013 di Yogyakarta. Dominasi warna merah dan kuning berpadu dengan logo huruf  ”A” berwarna oranye-putih.
Minggu, 15 September 2013, mini konser Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2013 digelar di Malioboro Mall, Yogyakarta. Konser bertajuk “Pilihlah Aku” tersebut menjadi ajang perkenalan 12 kontestan terpilih AFI dari audisi yang dilaksanakan di Yogyakarta pekan kemarin. Mini konser itupun menjadi bagian dari audisi untuk menentukan kontestan terpilih yang akan bertarung memperebutkan kursi 12 akademia AFI 2013 di Jakarta.
Dari lantai 2 saya terkejut melihat banyaknya penonton di lantai 1 yang mengerumuni panggung. Sementara di lantai 2 hingga 4 beberapa pengunjung juga berdiri melongok ke bawah. Sebenarnya saya tidak heran dengan euforia semacam ini. Pengalaman menonton sejumlah konser di beberapa kota membuat saya tahu jika masyarakat Indonesia memang suka menonton konser. Tapi ini adalah pertama kalinya saya melihat sebuah panggung kompetisi bernyanyi secara live di tempat umum. Lebih dari itu panggung yang saya tonton ini adalah sebuah ajang yang sudah lama “mati” namun saat hidup kembali ternyata masih diminati.
Akademi Fantasi Indosiar memang fenomenal di tahun 2003 hingga 2005. Tiga musim pertamanya AFI lahir sebagai ajang pencarian bakat bernyanyi yang sanggup menarik jutaan penonton untuk menunggui televisi mereka sementara ribuan lainnya memenuhi panggung live show nya. Namun bendera AFI lambat laun kalah berkibar. Kemunculan ajang serupa ditambah drama-drama panggung membuat penonton AFI balik badan. Kualitas talent yang disodorkan AFI di musim-musim berikutnya juga dianggap merosot jauh. Tahun 2007 Akademi Fantasi Indonsiar akhirnya undur diri justru di saat staisun TV Indosiar sedang duduk di peringkat 1.
Kini Indosiar sedang berusaha menata diri untuk bisa kembali “Menuju Puncak” setelah beberapa tahun terbenam dengan sejumlah label yang kurang enak. Program in house production kembali digencarkan. Awal tahun 2013 mereka telah memulainya lewat The Voice Indonesia, ajang kompetisi bernyanyi yang ditujukan untuk para penyanyi. Dan kini mereka menghidupkan lagi akademi musiknya yang sempat mati. Panggung Akademi Fantasi Indosiar kembali digelar dengan label “New AFI 2013”.
Akademi Fantasi Indosiar (AFI) adalah sebuah ajang pencarian bakat untuk para calon penyanyi atau mereka yang memiliki bakat di dunia seni termasuk bernyanyi. Diadaptasi dari panggung acuannya La Academia di Meksiko, AFI menyuguhkan banyak tontonan di dalam satu judul. Tidak hanya panggung live bernyanyi namun juga persiapan dan kehidupan para kontestan yang disebut “akademia” selama di asrama atau kampus AFI. Ditangani sejumlah mentor dan pelatih, para akademia unjuk kemampuan setiap minggunya. Mengandalkan polling sms, mereka yang kalah harus mengangkat koper.
Pada perjalanannya AFI melahirkan trend baru di panggung kompetisi bernyanyi. Bahkan ketika akhirnya panggungnya berhenti tayang, orang masih ingat dengan prosesi angkat koper di akhir eliminasi AFI. Penonton juga semakin familiar dengan istilah pitch control ala Trie Utami yang selama bertahun-tahun menjadi komentator AFI. Penonton juga tak lupa kebiasaan mereka menyaksikan diary AFI setiap sore hari.
Segenap memori kolektif dan kejayaan itu akan coba kembali diulang oleh AFI 2013. Meski menjajikan perubahan gaya namun format kompetisi rasanya tak akan banyak berubah. Logo “A” hampir pasti masih sama. Diary AFI kemungkinan besar masih akan menjadi bagian dari suguhan. Prosesi angkat koper yang menjadi ciri  tak akan digantikan dengan yang lain kecuali hanya warna koper yang mungkin berubah. Kalaupun ada banyak perubahan mungkin pada barisan pengajar. AFI 2013 bahkan bisa saja menerapkan konsep mentoring seperti halnya The Voice. Sementara itu sebutan asrama boleh jadi akan diganti dengan nama yang lebih kekinian seperti kampus AFI.
Beberapa orang lama diyakini masih akan mengisi line up AFI baik di belakang layar maupun di atas panggung.  Sosok Adi Nugroho kembali akan memandu acara baik seorang diri maupun ditemani host wanita nantinya. Nama-nama seperti Dian HP, Rieka Roeslan, Trie Utami juga mungkin masih akan ada. Tapi jika panggung AFI ingin menggelar suguhan yang lebih premium boleh jadi arranger Andi Rianto akan dipinjam dari The Voice. Sementara untuk menyaring bakat secara lebih selektif, AFI sudah mengirim beberapa pemburu bakat The Voice seperti Dody Is (vocal arranger & basis KAHITNA) selama audisi.
Lalu akankah panggung AFI berhasil merebut kembali  perhatian masyarakat penonton Indonesia ?. Dan sanggupkah AFI mengantar Indosiar Menuju Puncak kembali?. Semuanya mungkin baru akan dibuktikan saat panggung AFI 2013 resmi dimulai beberapa bulan mendatang.
Namun bukan berarti gempita panggung AFI 2013 itu tidak bisa diperkirakan. Saat ini audisi di sejumlah kota sudah usai. Dua belas calon akademia dari masing-masing kota sudah terpilih dan menjalani konser mini Pilihlah Aku. Salah satunya yang digelar di Yogyakarta hari Minggu kemarin. Ratusan penonton yang didominasi para remaja dan ibu-ibu bersemangat menyaksikan panggung AFI. Layaknya penonton pada umumnya mereka  berteriak memanggil idola yang bahkan masih berstatus calon akademia. Sementara itu ke-12 kontestan satu persatu maju menembangkan lagu dengan suara terbaik mereka.
12 Kontestan AFI regional Yogyakarta datang dari beberapa kota di sekitar Yogyakarta. Dengan mengenakan pakaian layaknya bintang yang akan tampil di televisi,  satu persatu naik ke atas panggung. Di depan penonton mereka melempar gaya mulai dari yang biasa saja hingga pose layaknya artis ternama. Penonton pun berhasil dibuat berteriak.
Kualitas suara beberapa kontestan terdengar cukup baik. Mereka yang menyanyikan lagu-lagu Indonesia mendapat apresiasi lebih. Sementara mereka yang bersuara biasa saja sepertinya sengaja memilih lagu-lagu bahasa Inggris yang populer untuk menutupi kelemahan. Dan seperti biasa, kontestan pria berwajah ganteng dan berpenampilan cool sanggup menebar pesona kepada para penonton remaja. Seperti apa kemeriahan konser “Pilihlah Aku” AFI 2013 hasil dari audisi di kota Yogyakarta?. Berikut ini fotonya.
1379301204438813968
Membawa sejumlah spanduk dan poster dukungan, penonton dari berbagai lintas usia, remaja hingga ibu-ibu, laki-laki dan wanita termasuk wisatawan asing menanti konser dimulai.
13793011131948898727
Host Bianca menyapa penonton.
13793013671645769382
Permainan intrumentasi Menuju Puncak dari band pengiring berhasil mengundang histeria dan memori penonton tentang AFI.
137930167345443367
Perkenalan 12 Besar hasil audisi Yogyakarta.
1379301738492824977
Kontestan pertama. Show Time!
1379305411207208780
Calon idola dan penonton bersatu di sebuah panggung “legendaris” berlogo “A”.
13793017931975250101
Suara kontestan beradu dengan histeria penonton. Sebuah panggung idola mulai tercipta.
13793018941497874486
Mohon dukungan dan doanya ya…
13793019381027191999
Dari kota Solo, suaranya lumayan merdu menembangkan lagu milik Bunga Citra Lestari.
1379302005683615442
Biarpun suaranya biasa saja yang penting rupawan dan menyanyikan lagu berbahasa Inggris, remaja putri pun histeris, kontestan “ideal” untuk ajang pencarian bakat.
Memori kolektif banyak masyarakat penonton Indonesia rasanya akan berhasil dipanggil kembali untuk menyaksikan pencarian bakat ini. Bukan saja penonton lama tapi para para penonton baru yang akan mengulang gempita para remaja dan anak-anak era 7-8 tahun lalu yang begitu menghidupi panggung AFI. “Lahir kembali” setelah menghilang 7 tahun akan membuat  AFI layaknya program baru nyaris selalu berhasil merebut perhatian penonton Indonesia selama ini. Apalagi AFI memiliki lagu tema yang sangat menonjol dibanding lagu tema dari ajang-ajang serupa. Menuju Puncak, lagu tema AFI yang juga  digunakan sebagai tema Akademi Fantasia Malaysia, memiliki segmen yang sangat luas mulai dari anak-anak hingga orang tua. Diakui atau tidak lagu tema ini telah menjadi bagian dari memori kolektif banyak penonton Indonesia. Buktinya saat konser Pilihlah Aku berlangsung kemarin sore, beberapa ibu-ibu dan remaja terdengar samar mendendangkan Menuju Puncak ketika melewati venue. Melihat spanduk berlogo huruf “A” yang unik memori mereka bangkit kembali.
13793006921881420767
Sorot lampu di atas panggung AFI 2013 Yogyakarta. Bagi banyak remaja  dan anak muda panggung dan lampu ini menawarkan pintu menuju impian mereka.
Boleh jadi bukan brand “New AFI” yang disematkan pada AFI 2013 yang akan membuat panggung ini kembali melahirkan gelombang euforia penonton. Namun memori kolektif dan sensasi “lahir kembali” yang akan membuat Akademi Fantasi Indosiar kembali Menuju Puncak.
Artikel diatas dipublikasikan kembali oleh: bagindaery.blogspot.com dari: Kompasiana

2 komentar:

Unknown mengatakan...

wah afi ada lagi ya, nice share deh gan
comment back http://only-bojonegoro.blogspot.com/

Akademi Fantasi Indosiar 2013 mengatakan...

New AFI 2013 sudah memasuki 14 besar.. dan sepertinya blm berhasil mencuri hati penonton.. Semoga kedepan bisa menjadi trending topic :)

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...