GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Ingatlah 3 Maret Tahun Ini!

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 21 April 2011 | 07.47

Artikel kali ini ditulis untuk memperingati keruntuhan Khilafah pada tanggal 3 Maret 1924. Semoga dapat mencerahkan para pembaca.

Saat mata kita tertuju pada gejolak di dunia Arab, kita akan menyadari bahwa pola ini hanyalah pengulangan peristiwa-peristiwa besar setengah abad yang lalu. Penggulingan rezim military-based di Tunisia, Mesir, dan sebentar lagi Libya, adalah “karma” dari apa yang mereka lakukan terhadap rezim sebelumnya. Saat Amerika Serikat diprediksi sebentar lagi akan meng-intervensi Libya dengan dalih menggulingkan diktator sebagaimana yang dilakukannya 8 tahun lalu terhadap Irak, kita akan teringat bahwa rezim Saddam Hussein dan rezim Khadafi lahir dalam proses yang kurang lebih sama, sebagaimana Ben Ali dan Abdun Nasher—pendahulu Hosni Mubarak.

Rezim-rezim ini naik tahta setelah menggulingkan rezim monarki (kerajaan), atau rezim yang baru saja menggantikan monarki, lalu mendirikan negara republik di atas puing-puingnya. Abdun Nasher naik menjadi presiden setelah menggulingkan Raja Farouk, Saddam Hussein menggulingkan presiden Abdurrahman Arif yang telah menggulingkan kerajaan, Ben Ali diangkat menggantikan presiden Bouguiba setelah tergusurnya seorang Bey (gelar raja di Tunisia), Khadafi menggulingkan Raja Idris, dan yang juga tidak bisa dilupakan adalah Revolusi Mullah di Iran yang menggulingkan Raja Syah Reza. Lantas mereka memperlihatkan diri sebagai oposisi Barat dan berpihak pada blok Sosialis-nya Uni Sovyet, sembari menerapkan dikatorisme atas rakyatnya. Namun perlahan-lahan, terutama setelah Uni Sovyet runtuh, terkuaklah bahwa mereka pada hakikatnya juga agen-agen Barat, baik itu AS maupun Inggris/Eropa, dua kubu Barat yang saling berbebut pengaruh.

Alhasil, gejolak Dunia Arab sejak berkuasanya Daulah Utsmani dapat disederhanakan menjadi lima fase sejauh ini : berada di bawah Daulah Utsmani, kemudian dijajah Eropa, lalu berdiri monarki, selanjutnya terjadi revolusi untuk mendirikan republik diktator, dan sekarang kita saksikan proses menuju fase berikutnya: revolusi untuk menumbangkan republik diktator untuk diganti dengan republik demokratis-liberal ala Barat—yang telah sukses diterapkan di Indonesia!

Fase berikutnya : Khilafah?

Lima tahun sebelum Rasulullah saw memperoleh kekuasaan untuk mendirikan Negara Islam di Madinah, terjadi perang Bu’ath di kota yang bernama asli Yatsrib itu. Perang yang terjadi antara dua kabilah besar yang kelak menjadi kaum Anshar, para penolong Rasul saw, yaitu kabilah Aus dan Khazraj itu mengubah struktur sosial-politik bangsa Madinah hingga hijrahnya Rasulullah saw ke kots itu, hal ini diabadikan dalam sebuah hadits riwayat ‘Aisyah,

Hari Buath adalah hari (pertempuran) yang mana Allah mentakdirkannya berlangsung sebelum datangnya misi Rasul-Nya. Hingga ketika Rasulullah datang ke Madinah, mereka (suku-suku) telah terbagi (ke dalam kelompok yang saling bermusuhan) dan bangsawan mereka telah dibunuh. Semua itu mengantarkan mereka pada penerimaan Islam atas mereka. (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, tatkala utusan-utusan Madinah menemui Nabi saw di Mekkah, mereka mengatakan bahwa mereka berada dalam permusuhan berkepanjangan dan mengharapkan kehadiran Rasulullah saw di kota itu akan dapat mempersatukan kabilah-kabilah yang ada di atas ikatan aqidah Islam.

Sejarah berulang, peperangan Buath modern berlangsung kini, saat umat terpecah menjadi puluhan negara-negara kecil dalam penjara nasionalisme, lalu terjadi permusuhan antara rakyat dan penguasa diktator yang akhirnya pecah menjadi revolusi dalam beberapa bulan ini. Juga, para bangsawan (baca : penguasa-penguasa diktator) mereka telah diturunkan secara paksa oleh rakyatnya. Semua ini akan mengubah struktur politik-sosial bangsa Arab, mengakibatkan umat kebingungan dan mengalami “kekosongan gagasan” dan akan membuat mereka berpikir : what next? Hingga pada titik tertentu mereka akan berpaling kepada ideologi dan sistem alternatif, yaitu ideologi dan sistem Islam dalam bentuk negara Khilafah Islamiyah.

Memang, Barat mengupayakan revolusi-revolusi ini berujung pada apa yang menjadi kemauan mereka, yaitu terciptanya negara-negara demokratis-liberal, sebagaimana penulis paparkan di atas, dalam naungan rezim yang masih antek mereka. Namun umat tidak bodoh. Mereka menumbangkan diktator bukan karena diperintahkan oleh AS, melainkan karena kesadaran untuk menghentikan kezaliman. Mereka menginginkan kebebasan, namun bukan liberalisme-hedonis ala AS, melainkan kebebasan menjalankan kehidupan yang baik dan terpenuhinya kebutuhan hidup, serta kebebasan dalam menjalankan Syariat. Mereka menginginkan pemerintahan yang adil, namun bukan sosok presiden ala demokrasi-liberal, melainkan pemimpin adil yang dipilih umat dan bertanggung jawab pada umat. Intinya, mereka menginginkan perubahan untuk kebaikan mereka, bukan keuntungan Amerika, meskipun Amerika mencoba menunggangi perubahan ini.

Dan semua keinginan itu nyata-nyata dapat dipenuhi dalam sistem Khilafah yang menerapkan Syariah.

Maka, bukan mustahil, setelah terjadinya Buath modern dalam bentuk Revolusi Arab, cepat atau lambat pendulum perubahan akan mengayun ke arah terciptanya kesadaran umum lintas bangsa muslim untuk segera menerapkan Syariah di negeri mereka, lalu bersatu dengan semua kaum muslim untuk berada dalam ikatan aqidah dalam naungan yang sama, yaitu naungan Khilafah. Syaratnya, semua komponen yang menyadari hal ini harus bekerja keras dalam proyek ini, yang tidak lain adalah dakwah.

Ingatlah 3 Maret Tahun Ini!

Terjadinya efek berantai dari revolusi Tunisia ke negeri-negeri muslim lain menunjukkan adanya satu perasaan umat Islam, yang memang menjadi modal utama dalam persatuan umat sejak didirikannya Negara Islam pertama di Madinah oleh Rasulullah saw. Saat satu bagian umat menderita dan lalu bangkit melawan ketidakadilan, bagian umat yang lain tidak dapat tidur, lalu bersama-sama bangkit untuk melakukan hal yang sama. Sebagaimana Rasulullah saw mengabarkan bahwa umat ini ibarat satu tubuh, saat satu bagian tubuh sakit, bagian tubuh yang lain ikut merasakan demam.

Karenanya, umat Islam tidak bisa berlama-lama dalam kondisi ini, dan harus segera menuntaskan perubahan menuju fase Khilafah. 1300 tahun umat berada dalam Khilafah yang sama, lalu Barat berkonspirasi untuk menghancurkan bangunan Islam. Hingga pada 3 Maret 1924, Khilafah terakhir, yaitu Daulah Utsmani di Turki, diruntuhkan oleh seorang pengkhianat bernama Mustafa Kemal.

Kini, tanggal 3 Maret, ketika artikel ini ditulis, tepat 87 tahun kemudian, umat Islam masih dalam kekosongan Khilafah. Namun 3 Maret tahun ini berbeda. 3 Maret tahun ini, kita menyaksikan gelombang besar umat bangkit melawan rezim diktator bentukan Barat. Raksasa besar itu telah bangun. Di tengah kegagalan para thaghut untuk menyelesaikan problema kemiskinan, kebodohan, dan korupsi, di tengah seruan untuk menegakkan Khilafah yang kian nyaring, dari Beirut, Al-Quds hingga Jakarta, di tengah-tengah perjuangan umat bersama mujahidin mengusir penjajah, dari Somalia, Palestina, Irak hingga Afghanistan, umat sedang merajut tali-tali persatuan aqidah yang telah lama digunting oleh penjajah.

Kini, Revolusi Arab mungkin akan meluas menjadi Revolusi Dunia Islam. Dan kesadaran bersatu ini akan terus tumbuh hingga umat menemukan pemimpin (imam) sejatinya yang akan melindungi dirinya dari serangan kaum kuffar dan menerapkan hukum Allah, yaitu Khalifah,

Sesungguhnya Imam itu adalah perisai. Umat akan diperangi dari belakangnya dan akan dijaga olehnya. Jika ia memerintahkan taqwa kepada Allah dan berbuat adil maka ia akan akan mendapatkan pahala (yang sangat besar). Namun jika memerintahkan selain itu maka ia akan mendapat dosa karenanya. HR.Muslim

Maka ingatlah 3 Maret tahun ini! Allahu Akbar![]


Oleh:

Reza Ageung S. (Mahasiswa STIS Hidayatullah, Balikpapan)

0 komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...