Translate

ARTIKEL PILIHAN

KISAH MENARIK SPESIAL HARI RAYA IDUL FITRI= IDUL FITRI DI JEPANG

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Senin, 05 Agustus 2013 | 22.03

http://senyumanpelangi91.files.wordpress.com/2011/09/jepang31.jpg
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
laa ilaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar wa lillah ilhamd
Ramadhan… tanpa terasa sudah hampir meninggalkan kita.
Bermacam rasa berkecamuk di dalam hati.
Ya Allah, begitu cepat rasanya Ramadhan berlalu...
Rasanya hamba-Mu ini belum optimal meraih keutamaan Ramadhan…
Rasanya belum puas jiwa ini mereguk kenikmatannya…
Rasanya masih banyak dosa yang belum terhapuskan…
Akankah hamba-Mu ini masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan?

***

Idul Fitri kali ini adalah kali ketiga kami merayakannya di negeri orang, negeri Sakura, Jepang. Rasa sedih pasti ada...., bahkan rasa "kehilangan" itu sudah mulai terasa di awal bulan Ramadhan. Bisakah Anda bayangkan bagaimana suasana Ramadhan di negeri yang muslimnya minoritas ini? Benar-benar jauh berbeda dengan suasana Ramadhan di Indonesia.

Salah satu perbedaannya adalah lamanya waktu berpuasa. Alhamdulillah, ternyata Allah memberikan kemudahan dan kenikmatan kepada muslim Indonesia berupa waktu berpuasanya yang relatif sama setiap Ramadhan-nya. Di Jepang, lamanya puasa akan bergantung pada bulan apa jatuhnya bulan Ramadhan. Ramadhan tahun ini waktu sahur dan berbukanya tidak berbeda jauh dengan di Indonesia, karena jatuh di awal musim gugur. Bisa dibayangkan beratnya puasa bila Ramadhan jatuh saat musim panas, yang siang harinya lebih panjang daripada malam hari, karena waktu Shubuh berkisar pukul 03.00 JST dan waktu Maghrib berkisar pukul 20.00 JST. Tapi kemudahan dan kenikmatan dapat dirasakan bila Ramadhan jatuh di musim dingin, yang siang harinya lebih pendek daripada malam hari, karena waktu Shubuh berkisar pukul 05.15 JST dan waktu Magrib berkisar pukul 17.15 JST.
Perbedaan lainnya adalah jarangnya masjid di Jepang. Bahkan di Saijo - Hiroshima belum berdiri masjid, hanya sebuah rumah yang digunakan sebagai  Islamic Centre. Karena luas Islamic Centre yang tidak memungkinkan, ibadah sholat tarawih hanya bisa diikuti oleh sebagian kecil muslim Saijo. Sebagian lainnya menjalankan ibadah tarawih dengan komunitasnya masing-masing di tempat-tempat yang memungkinkan untuk berkumpul. Alhamdulillah tahun lalu muslim di daerah Hiroshima berhasil membeli sebidang tanah untuk membangun masjid. Entah kapan mimpi muslim Saijo untuk mempunyai masjid akan terwujud. Semoga jalan menuju mimpi itu dimudahkan-Nya… amiin.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun yang lalu, kami sekeluarga berusaha menghadirkan suasana Ramadhan di sini, setidaknya di dalam keluarga kami. Setiap pagi dan malam hari selalu diusahakan  mendengarkan ceramah lewat radio via internet. Sholat berjamaah dan tilawah al-qur`an setelah selesai sholat, sangat membantu meningkatkan ruh Ramadhan. Sahur dan buka puasa bersama juga membuat suasana di bulan Ramadhan terasa hangat.
Keluar dari lingkup rumah, suasana Ramadhan sama sekali tidak terasa. Karena orang-orang Jepang tidak tahu apa itu puasa, tidak ada perilaku khusus seperti di Indonesia. Restoran tetap buka seperti biasa, orang makan dan minum seperti biasa, kerja pun tetap panjang waktunya seperti biasa.
***
Ahh…, waktu melatih diri selama sebulan penuh hampir selesai. Mampukah kita  mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di bulan Ramadhan? Akankah Ramadhan menjadi saksi yang meringankan kita atau malah menjadi saksi yang memberatkan?
“Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, 'Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makanan dan syahwat, maka berilah aku syafaat karenanya.' Al-Qur'an berkata, 'Aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya'. Beliau bersabda, 'Maka keduanya diberi syafaat'.”  (HR. Ahmad)

Semoga Al-Qur'an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amiin.
***

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
laa ilaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar wa lillah ilhamd
Menjelang berakhirnya Ramadhan, di Indonesia akan terdengar takbir dan tahmid yang berkumandang dimana-mana menyambut 1 Syawal -- Idul Fitri. Di Jepang, kami hanya bisa mendengarkan takbir dan tahmid di komputer, alhamdulillah itupun sudah mampu menghadirkan suasana haru menjelang Idul Fitri.
“Hiruk pikuk” menyambut kedatangan Idul Fitri terkadang menyamarkan makna sesungguhnya dari Idul Fitri.
Idul Fitri adalah hari kemenangan besar yang mengembalikan manusia pada fitrahnya (kesuciannya) dimana jiwa kembali bersih karena telah dibasuh dengan ibadah selama Ramadhan dan rezeki yang kita miliki pun telah dicuci dengan zakat.
Keberhasilan seorang muslim melaksanakan ibadah puasa, bukanlah pada bagaimana cara dia merayakan Idul Fitri. Belum tentu orang yang selesai berpuasa dan merayakan Idul Fitri itu berhasil mencapai hasil puasa. Orang yang sungguh-sungguh telah berupaya mengamalkan nilai-nilai puasalah yang dapat dinilai telah berhasil dalam ibadah sebulan penuh itu.
Inti dan hakikat puasa adalah mencapai ketakwaan. Apakah seorang muslim telah mampu meningkatkan kualitas takwanya selama beribadah di bulan Ramadhan, akan terlihat di hari-hari berikutnya setelah Ramadhan. Jadi Idul Fitri merupakan langkah awal bagi umat Islam untuk menuju kehidupan lebih baik.
Idul Fitri juga sebagai sarana hablum minallah dan hablum minannas. Sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw., saat Idul Fitri  hendaknya kita saling maaf memaafkan secara lahir dan batin , atas segala perbuatan kita yang telah lalu.
Hadist Rasulullah saw:
“Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang berbuat baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturahim. Dan yang paling cepat mendatangkan kejahatan, ialah sisksaan orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan (kekeluargaan)”. (HR. Ibu Majah)
***
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
laa ilaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar wa lillah ilhamd
Kesibukan di dapur-dapur Indonesia akan meningkat menjelang Idul Fitri. Sajian khas lebaran sudah mulai disiapkan (ketupat, opor ayam, gulai, rendang, sambal goreng, kue-kue, dan lain-lain). Kerinduan untuk menghadirkan menu khas Indonesia saat Idul Fitri di Jepang sangat besar. Kelangkaan bahkan ketiadaan bahan tidak menyurutkan keinginan tersebut. Kulit ketupat diganti dengan plastik. Bahan yang tidak tersedia di Hiroshima dipesan dari Tokyo, bahkan ada yang meminta kiriman langsung dari Indonesia.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
laa ilaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar wa lillah ilhamd
Bila Idul Fitri tiba, muslim di Hiroshima dan sekitarnya akan berkumpul di Saijo (Higashi Hiroshima) untuk melaksanakan sholat Ied. Muslim dari berbagai negara ? Indonesia, Malaysia, Mesir, Bangladesh, Aljazair, Tunisia, Cina, dll ? melaksanakan sholat Ied bersama. Subhanallah, sungguh merupakan gambaran kemajemukan manusia yang bersatu dalam  Dienul Islam.
Idul Fitri kali ini, setelah selesai sholat Ied seluruh muslim Saijo berkumpul untuk bersilaturahim dan mencicipi aneka masakan khas dari berbagai negara. Alhamdulillah, kebersamaan dengan seluruh muslim Saijo, khususnya muslim Indonesia di Hiroshima dan sekitarnya, mampu mengobati kerinduan untuk berlebaran di tanah air.
Khusus  untuk muslim Indonesia, Idul Fitri kali ini lebih spesial dari tahun-tahun lalu, karena berbagai elemen muslim Indonesia di Hiroshima dan sekitarnya akan berkumpul di Saijo. Para gakusei dan keluarganya (mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Hiroshima Daigaku), para kenshusei (pekerja Indonesia yang sedang bekerja atau pelatihan di daerah-daerah sekitar Hiroshima semisal Hongo, Innoshima, Kure), para keluarga Indonesia keturunan Jepang (tinggal di sekitar Saijo di daerah Mihara, Akitsu, Kawajiri), dan para muslimah yang menikah dengan orang Jepang (tinggal di Hiroshima dan Miyoshi).
Yah… kami sangat menikmati suasana Idul Fitri di Jepang, karena suasana tersebut tidak akan terulang lagi bila telah kembali ke tanah air.
***

Saijo, penghujung Ramadhan 1428 H

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

ARTIKEL PILIHAN

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...