GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Artikel Menarik: Perempuan dalam Gelas

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 20 Februari 2015 | 16.39

Hujan mengguyur malam, tak ada bunyi, kecuali dentingan air mata langit yang masih setia memandikan bunga-bunga malang, tak berpagar, ini cerita Bunga. Tumbuh sendiri berteman dengan blukar. Semakin deras, tak henti-hentinya menaburi tetesan di sekujur tubuhnya. Ia tegak menawan segala hal yang disebutnya badai. Mengokohkan dirinya dalam pelukan musim. Semakin menarik, kumbang berdatangan tak mengenal waktu. Ada yang lupa pulang, menikmati.
Ia berlari-lari sambil berteriak-teriak, sesekali menawari senyum bagi langit. “Ini berkah, saya mencicipi sajianMu,” begitu batinnya bergumam. Hujan belum jua berhenti, rindu Bunga pada sang kekasih semakin dalam. Ia menangis tersedu-sedu diantara rintik air hujan. Tubuhnya kuyub, sepertinya kedinginan. Tak ada kemesraan disetiap pelukan kumbang lain, selalu saja tersiksa karena harapan selalu berbuah sia-sia. Kembang manis itu belum berdiri dari luka lamanya.
Hari-hari berganti hingga hitungan tahun, Bunga masih sendiri. Siang berteman dengan sepi, malam meniduri sunyi. Ia terperangkap rasa, seringkali menahan dengan air mata. Sang kumbang terbang jauh, entah kapan balik menemui kembang yang setia memoles tubuhnya. Ia hanya yakin, dia akan datang, dalam waktu yang berbaris dengan senyum, kelak membawa keindahan. Dan tak akan pergi lagi.
Bunga tak butuh etalase. Baginya, ia adalah hiasan yang tak terbeli. Ia mengaku selalu menjumpai wajah-wajah kekasihnya dalam muramnya. Ruang berjeruji, langkahnya mati tepat di ujung bibir kekasihnya. Ironis, deritanya melabeli. Risau sekali, tak pernah berhenti gelisah.
Berulang kali ia mekar, ilalang di sekitarnya semakin liar. Aroma kekasihnya semakin dekat, namun bayanganpun tak pernah lewat. Bunga terus gelisah, menepi di tepian selokan. Ia semakin resah, jangan-jangan sang Kumbang berkhianat, menabur kemesraan di taman lain.
Ketika sore tiba, Bunga menanti isyarat lewat tanda-tanda senja. Dan ketika malam merenggut jingganya dari senja, luka kembali lalulalang. Begitu perih nasibnya, kenapa asa yang ditanamnya belum berakar. Sampai kapan ia menunggu.
Musim hujan telah pergi, di langit malam selalu ada bulan. Ia memimpikan ketukan pintu lalu datanglah sang Kembang dengan sapaan. Sungguh, berdansa di riak-riak air pada pesta sederhana dengan hiasan kecupan berkali-kali begitu dia idam-idamkan. Malam sebentar lagi memanggil pagi. Ia masih saja dalam khayalnya, tiba-tiba ia sadar, pintu bergoyang sepertinya ada tamu. Ia begitu riang,dari kamar. Ia sudah menduga kekasihnya akan datang di kelopak terakhir, dimana lukanya tak lagi bisa berkembang.
Tak henti-hentinya, ia menampar-nampar pipinya. Ia begitu bahagia, sebab ia percaya dibalik pintu yang terketuk, ada wajahnya kekasihnya menggenggam mawar harum yang akan dipersembahkan untuknya. Tiga langkah lagi, kunci pintu ia buka. Ia memasang ceria, dan membalas salam dari suara luar.
Ilustrasi (Foto :Int)
Ia membuka pintu, lelaki berkain putih senyum di depannya. “Kekasihku…aku rindu,” kata itu keluar dari mulutnya. Ketika ia ingin mendekapkan diri, lelaki itu hilang. Lelaki itu, pergi entah kemana. Hanya ada darah berceceran di sekitar pintu. Ia histeris, ia menyakini bahwa ini tanda-tanda kekasihnya mati tertikam rindunya. Bau tanah menyeruak di sekelilingnya. Sari dari Bunga itu telah tercabut. Kekasihnya telah tiada. Dalam rantaunya, sang Kumbang tak mampu melunasi janjinya untuk datang kembali. Perempuan itu, kembali menangis keras, satu persatu kelopaknya berjatuhan. Rumput-rumput liar melilitnya, hingga kematian juga menjemputnya. Cintanya abadi….
***Asri Ismail
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2015/02/19/perempuan-dalam-gelas-707661.html

0 komentar:

Poskan Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...