DAFTAR ISI
- Riba
- Definisi Riba
- Hukum Riba
- Macam-macam Riba
- Dalil Haramnya Riba
- Pendapat Haramnya Bank Konvensional
- Praktik Perbankan yang Haram
- Prakthk Perbankan yang Halal
- Ulama dan Lembaga yang Mengharamkan Bank Konvensional
- Hukum Gaji Pegawai Bank Konvensional
- Pandangan Halalnya Bank Konvensional
- Ulama dan Lembaga yang Menghalalkan Bank Konvensional
- Alasan yang Menghalalkan Bank Konvensional
- Aneka Layanan Bank Kovensional
- Kesimpulan Hukum Bank Kovensional dalam Islam
- Catatan dan Referensi
RIBA
Di bidang transaksi ekonomi, Islam melarang keras praktik riba.Al-Dhahabi dalam kitabAl-Kabairmenjadikan
riba sebagai salah atu perilakudosa besaryang harus dijauhi. Secara
sederhana riba berarti menggandakan uang yang dipinjamkan atau
dihutangkan pada seseorang.
DEFINISI RIBA
Secara etimologis (lughawi) riba ()
adalah isim maqshur, berasal dari rabaa yarbuu. Asal arti kata riba
adalah ziyadah yakni tambahan atau kelebihan.
Secara terminologis (istilah) riba adalah
setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan
nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan). (Lihat Ibnul Arabi
dalam ).
MACAM-MACAM RIBA DALAM ISLAM
Ada dua macam jenis riba yaitu riba al-fadhl ( ) dan riba al-nasiah ( ).
Riba al-Fadhl disebut juga dengan riba jual beli adalah penambahan dalam jual-beli barang yang sejenis.
Riba ini terjadi apabila seseorang menjual sesuatu dengan sejenisnya dengan tambahan, seperti menjual emas dengan emas, mata uang dirham dengan dirham, gandum dengan gandum dan seterusnya.
Riba ini terjadi apabila seseorang menjual sesuatu dengan sejenisnya dengan tambahan, seperti menjual emas dengan emas, mata uang dirham dengan dirham, gandum dengan gandum dan seterusnya.
Lebih jelasnya dapat dilihat dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut:
Bilal datang kepada Rasulullah SAW dengan
membawa korma kualitas Barni (baik). Lalu Rasulullah SAW bertanya
kepadanya, Dari mana kurma itu ?. Ia menjawab , Kami punya kurma yang
buruk lalu kami tukar bdli dua liter dengan satu liter. Maka Rasulullah
bersabda: Masya Allah, itu juga adalah perbuatan riba. Jangan kau
lakukan. Jika kamu mau membeli, juallah dahulu kurmamu itu kemudian kamu
beli kurma yang kamu inginkan.
Riba an-Nasiah disebut juga riba hutang piutang
adalah kelebihan (bunga) yang dikenakan pada orang yang berhutang oleh
yang menghutangi pada awal transaksi atau karena penundaan pembayaran
hutang.
Riba nasiah ada dua jenis sebagai berikut:
1. A meminjamkan/menghutangkan uang atau benda berharga lain pada B. Bentuknya ada dua:
(a) A menetapkan tambahan (bunga) pada awal transaksi.
(b) A tidak menetapkan bunga di awal transaksi, akan tetap saat B tidak mampu melunasi hutang pada saat yang ditentukan, maka A membolehkan pembayaran ditunda asal dengan bunga.
(a) A menetapkan tambahan (bunga) pada awal transaksi.
(b) A tidak menetapkan bunga di awal transaksi, akan tetap saat B tidak mampu melunasi hutang pada saat yang ditentukan, maka A membolehkan pembayaran ditunda asal dengan bunga.
2. A membeli emas atau perak pada B dengan menunda penerimaannya/tidak langsung saling terima.
Perbedaan khasnya, riba nasiah adalah
jual beli barang yang sama jenisnya tapi tidak secara kontan. Sedangkan
riba fadhl adalah jual beli barang dengan kelebihan atau hutang piutang
dengan bunga.
Ulama sepakat atas keharaman riba nasiah.
Sementara terjadi ikhtilaf (beda pendapat) atas keharaman riba fadhl,
tapi mayoritas mengharamkannya.
HUKUM RIBA DALAM ISLAM
Hukum riba adalah haram dan termasuk dari
dosa besar karena akan menyebabkan kesengsaraan kaum dhuafa, menzalimi
orang miskin, eksploitasi si kaya pada si miskin, menutup pintu sedekah
dan kebajikan serta membunuh rasa empati antar manusia yang berbeda
strata sosial ekonominya.
DALIL HARAMNYA RIBA
1. Al-Baqarah 2:278
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
2. Al-Baqarah 2:279
Artinya: Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
Artinya: Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
3. Hadits sahih riwayat Muslim: :
Artinya: Nabi Muhammad Rasulullah melaknat pemakan, wakil, penulis dan dua saksi transaksi riba.
Artinya: Nabi Muhammad Rasulullah melaknat pemakan, wakil, penulis dan dua saksi transaksi riba.
4. Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim (mutafaq alaih): )) : : ((
Artinya: Jauhilah tujuh dosa besar. Apa itu ya Rasulullah. Nabi menjawab: syirik, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, lari saat perang, menuduh zina pada perempuan muslimah bersuami.
Artinya: Jauhilah tujuh dosa besar. Apa itu ya Rasulullah. Nabi menjawab: syirik, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, lari saat perang, menuduh zina pada perempuan muslimah bersuami.
PENDAPAT YANG MENGHARAMKAN BANK KONVENSIONAL
Jumhur (mayoritas) ulama mengharamkan
bank konvensional karena adanya praktek bunga bank yang secara prinsip
sama persis dengan riba. Baik itu bunga pinjaman, bunga tabungan atau
bunga deposito.
PRAKTIK PERBANKAN YANG DIHARAMKAN
Praktik perbankan konvensional yang haram
adalah (a) menerima tabungan dengan imbalan bunga, yang kemudian
dipakai untuk dana kredit perbankan dengan bunga berlipat. (b)
memberikan kredit dengan bunga yang ditentukan; (c) segala praktik
hutang piutang yang mensyaratkan bunga.
Bagi ulama yang mengharamkan sistem perbankan nasional, bunga bank adalah riba. Dan karena itu haram.
PRAKTIK BANK KONVENSIONAL YANG HALAL
Namun demikian, pendapat yang
mengharamkan tidak menafikan adanya sejumlah layanan perbankan yang
halal seperti: (a) layanan transfer uang dari satu tempat ke tempat lain
dengan ongkos pengiriman; (b) menerbitkan kartu ATM; (c) menyewakan
lemari besi; (d) mempermudah hubungan antarnegara.
ULAMA DAN LEMBAGA YANG MENGHARAMKAN BANK KONVENSIONAL
1. Pertemuan 150 Ulama terkemuka dalam
konferensi Penelitian Islam di bulan Muharram 1385 H, atau Mei 1965 di
Kairo, Mesir menyepakati secara aklamasi bahwa segala keuntungan atas
berbagai macam pinjaman semua merupakan praktek riba yang diharamkan
termasuk bunga bank.
2. Majmaal Fiqh al-Islamy, Negara-negara OKI yang diselenggarakan di Jeddah pada tanggal 10-16 Rabiul Awal 1406 H/22 Desember 1985;
3. Majma Fiqh Rabithah alAlam al-Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah, 12-19 Rajab 1406
4. Keputusan Dar It-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979;
5. Keputusan Supreme Shariah Court, Pakistan, 22 Desember 1999;
6. Majmaul Buhuts al-Islamyyah, di Al-Azhar, Mesir, 1965.
7. Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000 yang menyatakan bahwa bunga bank tidak sesuai dengan syariah.
8. Keputusan Sidang Lajnah Tarjih Muhammadiyah tahun 1968 di Sidoarjo menyatakan bahwa sistem perbankan konvensional tidak sesuai dengan kaidah Islam.
9. Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 1992 di Bandar Lampung.
10. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Fatwa Bunga (interest/faidah), tanggal 22 Syawal 1424/16 Desember 2003.
11. Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqaidah 1424/03 Januari 2004, 28 Dzulqaidah 1424/17 Januari 2004, dan 05 Dzulhijah 1424/24 Januari 2004.
2. Majmaal Fiqh al-Islamy, Negara-negara OKI yang diselenggarakan di Jeddah pada tanggal 10-16 Rabiul Awal 1406 H/22 Desember 1985;
3. Majma Fiqh Rabithah alAlam al-Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah, 12-19 Rajab 1406
4. Keputusan Dar It-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979;
5. Keputusan Supreme Shariah Court, Pakistan, 22 Desember 1999;
6. Majmaul Buhuts al-Islamyyah, di Al-Azhar, Mesir, 1965.
7. Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000 yang menyatakan bahwa bunga bank tidak sesuai dengan syariah.
8. Keputusan Sidang Lajnah Tarjih Muhammadiyah tahun 1968 di Sidoarjo menyatakan bahwa sistem perbankan konvensional tidak sesuai dengan kaidah Islam.
9. Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 1992 di Bandar Lampung.
10. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Fatwa Bunga (interest/faidah), tanggal 22 Syawal 1424/16 Desember 2003.
11. Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqaidah 1424/03 Januari 2004, 28 Dzulqaidah 1424/17 Januari 2004, dan 05 Dzulhijah 1424/24 Januari 2004.
HUKUM BEKERJA DAN GAJI PEGAWAI BANK KONVENSIONAL
Menurut fatwa Syekh Jad al-Haq, salah
satu Mufti Mesir, memperoleh gaji/honorarium dari bank-bank tersebut
dapat dibenarkan, bahkan kendati bank-bank konvensiobnal itu melakukan
transaksi riba. Bekerja dan memperoleh gaji di sana pun masih dapat
dibenarkan, selama bank tersebut mempunyaiaktivitas lain yang sifatnya
halal.
Yusuf Qaradhawi termasuk ulama yang
mengharamkan bank namun dalam soal gaji pegawai bank ia menyatakan bahwa
apabila pegawai tersebut bekerja karena tidak ada pekerjaan di tempat
lain maka ia dalam kondisi darurat. Dalam Islam, kondisi darurat
menghalalkan perkara yang asalnya haram. Kebutuhan hidup termasuk
kondisi darurat. Dalam konteks ini, maka pekerjaannya di bank hukumnya
boleh. Begitu juga boleh mengikutipendapat ulama terpercaya yang
menghalalkan bank konvensional.
Teks asli sebagai berikut:
.
(Sumber:http://webmail.qaradawi.net/fatawaahkam/)
PENDAPAT HALALNYA BANK KONVENSIONAL
Beberapa alasan para ulama ahli fiqih
yang menghalalkan bank konvensional adalah (a) bunga bank bukanlah riba
yang dilarang seperti yang disebut dalam Quran dan hadits; (b) riba
adalah bunga yang berlipat ganda; sedang bunga pinjaman bank tidaklah
demikian.
ULAMA DAN LEMBAGA YANG MENGHALALKAN BANK KONVENSIONAL
1. Syekh Al-Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi menilai bunga bank bukan riba dan halal.
2. Dr. Ibrahim Abdullah an-Nashir. dalam bukuSikap Syariah Islam terhadap Perbankan
3. Keputusan Majma al-Buhust al-Islamiyah 2002 membahas soal bank konvensional.
4. A.Hasan Bangil, tokoh Persatuan Islam (PERSIS), secara tegas menyatakan bunga bank itu halal.
5. Dr.Alwi Shihab dalam wawancaranya dengan Metro TV berpendapat bunga bank bukanlah riba dan karena itu halal.
ALSAN ULAMA DAN LEMBAGA YANG MENGHALALKAN BANK KONVENSIONAL
1. Menurut Sayyid Muhammad Thanthawi bank
konvensional/deposito itu halal dalam berbagai bentuknya walau dengan
penentuan bunga terlebih dahulu.
Menurutnya, di samping penentuan tersebut
menghalangi adanya perselisihan atau penipuan di kemudian hari, juga
karena penetuan bunga dilakukan setelah perhitungan yang teliti, dan
terlaksana antara nasabah dengan bank atas dasar kerelaan mereka.
2. Dr. Ibrahim Abdullah an-Nashir
mengatakan, Perkataan yang benar bahwa tidak mungkin ada kekuatan Islam
tanpa ditopang dengan kekuatan perekonomian, dan tidak ada kekuatan
perekonomian tanpa ditopang perbankan, sedangkan tidak ada perbankan
tanpa riba. Ia juga mengatakan, Sistem ekonomi perbankan ini memiliki
perbedaan yang jelas dengan amal-amal ribawi yang dilarang Al-Quran yang
Mulia. Karena bunga bank adalah muamalah baru, yang hukumnya tidak
tunduk terhadap nash-nash yang pasti yang terdapat dalam Al-Quran
tentang pengharaman riba.
3. Isi keputusan Majma al-Buhust al-Islamiyah 2002:
Mereka yang bertransaksi dengan atau
bank-bank konvensional dan menyerahkan harta dan tabungan mereka kepada
bank agar menjadi wakil mereka dalam menginvestasikannya dalam berbagai
kegiatan yang dibenarkan, dengan imbalan keuntungan yang diberikan
kepada mereka serta ditetapkan terlebih dahulu pada waktu-waktu yang
disepakati bersama orang-orang yang bertransaksi dengannya atas
harta-harta itu, maka transaksi dalam bentuk ini adalah halal tanpa
syubhat (kesamaran), karena tidak ada teks keagamaan di dalam Alquran
atau dari Sunnah Nabi yang melarang transaksi di mana ditetapkan
keuntungan atau bunga terlebih dahulu, selama kedua belah pihak rela
dengan bentuk transaksi tersebut.
Allah berfirman: Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang
batil. Tetapi (hendaklah) dengan perniagaan yang berdasar kerelaan di
antara kamu. (QS. an-Nisa: 29).
Kesimpulannya, penetapan keuntungan
terlebih dahulu bagi mereka yang menginvestasikan harta mereka melalui
bank-bank atau selain bank adalah halal dan tanpa syubhat dalam
transaksi itu.
Ini termasuk dalam persoalan Al-Mashalih
Al-Mursalah, bukannya termasuk persoalan aqidah atau ibadat-ibadat yang
tidak boleh dilakukan atas perubahan atau penggantian.
4. Kata A. Hasan Bangil bunga bank itu halal. karena tidak ada unsur lipat gandanya.
KESIMPULAN HUKUM BANK KONVENSIONAL DALAM ISLAM
Mayoritas ulama (jumhur) sepakat bahwa
praktik bunga yang ada di perbankan konvensional adalah sama dengan riba
dan karena itu haram. Walaupun ada sejumlah layanan perbankan yang
tidak mengandung unsur bunga dan karena itu halal. Namun demikian, ada
sejumlah ulama yang menganggap bahwa bunga bank bukanlah riba dan karena
itu halal hukumnya.
Bagi seorang muslim yang taat dan berada
dalam kondisi yang ideal dan berada dalam posisi yang dapat memilih,
tentunya akan lebih baik kalau berusaha menjauhi praktik bank
konvensional yang diharamkan. Namun, apabila terpaksa, Anda dapat
memanfaatkan segala layanan bank konvensional karena ada sebagian ulama
yang menghalalkannya.
ANEKA LAYANAN BANK KONVENSIONAL
Bank-bank besar seperti Bank Mandiri, Bank BRI, BCA, dll umumnya memiliki produk dan layanan-layanan berikut:
1. Layanan Transaksi Perbankan yang
meliputi Safe Deposit Box, Transfer, Remittance, Collection and
Clearing, Bank Notes, Travellers Cheque, Virtual Account, Open Payment,
Auto Debit, Payroll Services
2. Produk Simpanan yang meliputi tabungan, Giro, Deposito Berjangka, dll.
3. Perbankan Elektronik yang meliputi ATM
(multifungsi, non tunai dan setoran tunai), Debit, Tunai, Internet
Banking, Mobile Banking,Phone Banking, SMS Top Up, SMS Push
Notification, dll.
4. Layanan Cash Management yang meliputi Payable Management / Disbursement, Receivable Management / Collection
Liquidity Management
Liquidity Management
5. Kartu Kredit
6. Fasilitas Kredit yang meliputi Kredit
Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Modal Kerja, Kredit
Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust Receipt, Kredit Investasi, Distributor
Financing, Supplier Financing, Dealer Financing, Warehouse Financing,
dll.
7. Bank Garansi meliputi Bid Bond,
Performance Bond, Advance Payment Bond, Pusat Pengelolaan Pembebasan dan
Pengembalian Bea Masuk (P4BM), dll.
8. Fasilitas Ekspor Impor meliputi Letter of Credit (L/C), Negotiation, Bankers Acceptance, Bills Discounting,
Documentary Collections, dll.
Documentary Collections, dll.
9. Fasilitas Valuta Asing meliputi Spot, Forward, Swap, dll.
Intinya, produk layanan bank konvensional tidak hanya berkaitan dengan pinjaman, tabungan dan deposito saja.
======================
======================
CATATAN DAN RUJUKAN
1. : . : . . Lihat As-sarahsi dalam Al Mabsuth.
1. : . : . . Lihat As-sarahsi dalam Al Mabsuth.
2. : : lihat Muhammad bin Ahmad bin Abi Sahl As-Sarahsi dalam
. Alasan dari keharamannya adalah: :
. Alasan dari keharamannya adalah: :
3. Ahmad ibnu Ali ibnu Hajar Al Asqalani dalam dalam
4. Pembagian riba menjadi dua macam lihat Muwaffiquddin Abdullah bin Ahmad bin Qudamah dalamAl-Mughni demikian: : : . . ; : . : { } .
5. Muhammad Rashid Ridha dalam Tafsir
Al-Manar menyebut riba nasiah dan riba fadhl masing-masing dengan riba
jali (jelas) dan riba khafi (samar). Riba jali (nasiah) haram secara
mutlak karena sangat eksploitatif terhadap orang miskin. Namun, menurut
Ridha keduanya sama-sama haram. : .
6. Contoh riba nasiah menurut Rashid Ridha adalah seperti praktik yang dilakukan bangsa Arab era Jahiliyah
Riba nasiah inilah yang dimaksud dalam Quran dan hadits Nabi yang pelakunya diancam dan dilaknat. Sedangkan keharaman dari riba fadhl adalah dalam rangka mencegah perantara menuju keharaman yakni untuk mencegah pelaku riba fadhl menuju riba nasiah.
Riba nasiah inilah yang dimaksud dalam Quran dan hadits Nabi yang pelakunya diancam dan dilaknat. Sedangkan keharaman dari riba fadhl adalah dalam rangka mencegah perantara menuju keharaman yakni untuk mencegah pelaku riba fadhl menuju riba nasiah.
7. Riba fadhla seperti dalam hadits Nabi:
8. Benda-benda yang mengandung riba fadhl
dan kalau dijualbelikan/dibarter harus sama nilainya ada enam: . Keenam
benda ini kalau ditukar dengan sesamanya harus sama persis nilainya.
Seperti emas 1 gram harus dengan emas 1 gram. Tapi tidak riba kalau
jenisnya tidak sama. Misal, emas 1 gram boleh ditukar dengan perak 2
gram.
9. Yusuf Qardhawi termasuk ulama moderat
yang mengharamkan bank konvensional karena bunga bank adalah riba.
Namun, dia juga menghalalkan sejumlahproduk layanan perbankanyang tidak
ada kaitannya dengan riba. Dan Qardhawi berfatwa bahwa boleh hukumnya
bekerja di perbankan di bagian manapun sampai menunggu datangnya bank
syariah.
sumber informasi: http://www.alkhoirot.net/2012/04/hukum-bank-konvensional-dalam-islam.html
0 komentar:
Posting Komentar
1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.
Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.
( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )
Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.
Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar
Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com