ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Sisi lain: Lucunya BBM Era Jokowi

Written By Situs Baginda Ery (New) on Sabtu, 18 April 2015 | 15.08

Lucu sekali melihat pemerintahan Jokowi dalam menentukan harga BBM. Kalau ibarat supir, presiden ketujuh ini bisa dibilang ugal-ugalan. Masa pemerintahan beliau belum sampai setahun, tapi BBM naik turun sudah melampaui rekor 10 tahun SBY.


Pada kenaikan pertama saat BBM menjadi 8,500 per liter sempat saya bahas dalam artikel Harga Minyak Turun Kenapa BBM Naik? di sini. Saat itu harga minyak dunia perbarel adalah $75. Kesimpulan saya saat itu Presiden mengambil keputusan luar biasa berani dengan terang-terangan mencabut subsidi BBM dan mengalokasikan pada pembangunan sektor ril. Dari pencabutan subsidi ini, tidak ada lagi namanya BBM bersubsidi. Dan itu artinya secara otomatis harga BBM di Indonesia akan mengikuti dinamika pasar dunia.
Saya prediksi minyak dunia akan menyentuh $65 perbarel sebelum kemudian kembali merangkak naik. Namun rupanya rem harga jebol dan sempat terperosok ke angka $45 perbarel. Ini jelas di luar batas prediksi, namun kemudian menjadi lebih menarik untuk dicermati.
https://img.okezone.com//content/2014/08/27/19/1030515/Jh0CT5lXwn.jpg


Saat BBM untuk pertama kalinya naik sebedar 2,000 rupiah pada November 2014 lalu, banyak rakyat oposisi ‘bergembira’ dan menyindir “salam dua ribu”. Dalam kacamata saya saat itu Presiden nampak terburu-buru karena harga minyak dunia menurut analisa masih akan turun. Namun di sisi lain sudah tepat jika prediksi ke depan harga komuditas seperti minyak dan emas pasti naik. Pada artikel 18 November tersebut saya memilih kesimpulan ke dua, Presiden ingin mengantisipasi lebih awal kenaikan harga minyak dengan begitu saat harga minyak naik, Indonesia tak perlu terlalu banyak menaikkan.
Namun semuanya di luar prediksi. Saya awalnya sepakat dengan para pakar bahwa rupiah akan menguat di bawah pimpinan Jokowi. Tentu saja dengan paket konsekuensi Dollar melemah karena emas dan minyak semakin mahal. Tapi yang terjadi saat ini adalah Dollar menguat dan pastilah diikuti rendahnya harga minyak (saat ini $58 perbarel), sementara rupiah terperosok ke angka 13,000 rupiah dan masih sangat memungkinkan untuk menembus 14,000 jika tidak ada fight kebijakan ekonomi nasional.
Skenario berubah. Artikel saya pada 18 November lalu benar-benar salah total kecuali bahasan Goods and Services Tax di Malaysia yang akan diterapkan 1 April mendatang.
Harga BBM Fluktuatif
Entah ide dari mana Presiden ke tujuh ini, harga BBM di Indonesia akan direvisi (naik-turun) setiap 2 minggu sekali. Negara yang sudah menerapkan sistem seperti ini adalah Filipina.
Awalnya saya sangat tidak setuju jika BBM dilepas pada mekanisme pasar. Tapi saya lupa satu hal, jika saya mendukung pengalihan subsidi BBM pada pembangunan, berarti secara otomatis saya mendukung melepas harga pada harga pasar. Kalau BBM tidak lagi disubsidi, artinya tidak ada lagi kalkulasi harga ekonomi BBM.



Ketidak setujuan saya sederhana, karena BBM adalah kebutuhan sehari-hari dan dibutuhkan oleh banyak orang. Mana bisa BBM dilepas ke pasar seperti harga emas? Akan ada efek domino yang sangat luar biasa jika BBM naik turun seenaknya. Terbukti dengan kenaikan 6,500 ke 8,500 pada sebulan pertama Presiden Jokowi menjabat, inflasi langsung naik cepat. Namun saat BBM premium saat ini berada di harga 7,400 saya jadi berpikir “oh…ini lho maksudnya Jokowi.”
Oke mari kita mulai mengingat dan berpikir. Saat BBM naik dari 6,500 ke 8,500 (17 November 2014) otomatis harga barang dan transportasi kompak naik. Namun saat BBM turun dari 8,500 ke 7,600 (1 Janurari 2015) harga barang dan transportasi tidak ikut turun. Bahkan saat harga BBM kembali turun dan nyaris kembali ke harga asal dari 7,600 ke 6,700 (19 Januari 2015) pun harga barang pokok dan transportasi belum juga turun.
Menjadi menarik karena BBM naik 200 rupiah menjadi 6,900 pada 1 Maret 2015 kemudian di akhir maret kembali naik ke harga 7,400 perliter. Sampai di sini DPR tak perlu memprovokasi bahwa pemerintah melanggar undang-undang dengan menaik turunkan BBM dalam waktu singkat, toh pada Januari lalu kalian semua diam saat harga BBM direvisi. Jika kalian para DPR menyetujui APBN-P yang di dalamnya tidak ada subsidi BBM sekian ratus triliun, itu artinya kalian juga setuju BBM akan naik turun mengikuti dinamika pasar. Lupakan kalkulasi dan membandingkan dengan pemeritahan SBY, sebab saat ini tidak ada subsidi BBM lagi dan tidak perlu kalkulasian.
Kembali ke soal BBM, setidaknya ada dua catatan penting dari saya. Pertama, Presiden Jokowi ingin mematahkan momok inflasi dari efek domino kenaikan harga BBM. Bukan cerita baru sebenarnya ketika pedagang tetap tidak menaikkan barang dagangannya saat BBM naik. Tentunya dengan berbagai cara mulai dari mengurangi porsi, mengecilkan dan sebagainya. Namun mereka yang memilih tidak menaikkan harga dagangannya hanyalah sebuah strategi persepsi agar pelanggan tidak kapok datang ke tempatnya saat BBM naik. Ada semacam membangun persepsi tetap murah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, para pedagang tadi terpaksa harus menaikkan sedikit demi sedikit sampai masyarakat lupa dengan efek domino tadi.



Dalam kondisi seperti sekarang, para pedagang tadi benar-benar bisa bertahan dengan hitungan dagang yang tetap menguntungkan meski BBM naik. Mereka tidak lagi membangun persepsi, melainkan mempertahankan harga seolah tak peduli dengan kenaikan premium. Pedagang yang tetap menaikkan barang dagangannya akan ditinggal pelanggan. Dan ini akan membuat mereka sadar dan kembali berhitung soal kalkulasi dagang, tidak lagi memanfaatkan kenaikan harga BBM sebagai ajang menaikkan harga secara sporadis (aih bahasanya haha).
Yang kedua adalah tidak adanya keriuhan naik turunnya BBM. Ini asli kisah nyata, saat Januari lalu saya membeli bensin eceran. Saat itu harga premium sudah 6,700. Biasanya di eceran harga akan menjadi 8,000 rupiah. Saya enteng saja mengeluarkan uang selembar sepuluh ribuan. Saat kembalian, si pedagang dengan tanpa malunya bilang “maaf Mas, ini bensin sisa harga kemarin” sambil menyodorkan selembar seribuan.
Seketika itu saya tidak sadar. Namun ucapan pedagang tadi terus terngiang dan membuat saya mengerti. Rupanya bensin yang tadi saya beli adalah harga 7,600 bukan bensin yang baru saja turun waktu itu menjadi 6,700. Saya jadi tersenyum sendiri.
Jika sebelum ini kenaikan BBM wajib ditandai dengan kelangkaan bensin dan penimbunan, rasa-rasanya misi revolusi mental Jokowi sudah berhasil. Di daerah saya sudah tidak ada lagi kekosongan BBM menjelang kenaikan harga, masyarakatnya saja tidak tau harga sudah naik. Tidak sempat menimbun BBM dan tidak sempat mengisi full tangki kendaraanya. Pedagang eceran yang biasanya menguras habis pom bensin, kini sudah tidak antusias lagi. Mereka belajar profesional dan berhitung kalkulasi dagang.




Transparansi Harga
Sebelumnya saya sudah pernah menulis agar pemerintah membuka kalkulasi harga BBM pada publik lihat di sini. Jika Presiden Jokowi berani melepas harga pada mekanisme pasar, seharusnya beliau juga berani membuka harga BBM via Pertamina atau menteri ESDM. Penjelasan resmi harus segera dibuka agar masyarakat bisa lebih percaya pada pemerintah karena saat ini muncul hitung-hitungan banyak versi yang menyebutkan harga BBM harusnya cuma 5,000 rupiah. Banyak sosok yang tampil di televisi dengan data absurd dan hitungan siluman yang tujuannya adalah memprovokasi masyarakat. Dibanding masyarakat menerima hitung-hitungan provokatif tersebut, alangkah baiknya pemerintah dengan gentle membeberkan pada publik hitungan penetapan harga BBM yang selama puluhan tahun tidak pernah dibuka. Dengan begini, bisa jadi nantinya masyarakat akan membubarkan paksa mahasiswa yang masih bisa dibayar untuk berdemo padahal mereka tahu harga minyak dunia naik.
Saya rasa ini penting bagi masyarakat dibanding debat kusir politik oposisi dan partai pemerintah yang sudah tidak menarik lagi. Lucu sekali melihat Ramadan Pohan yang dengan tanpa bersalah mengatakan “Presiden Jokowi kan ini kader PDIP. Harusnya sang majikan bisa menasehati beliau dan tidak melepas begitu saja”



Lalu dengan tegas politisi PDIP menjawab (saya lupa namanya) “majikan Presiden adalah rakyat Indonesia, bukan PDIP. Partai tidak bisa mengintervensi presiden dalam menentukan kebijakan”
Semakin lucu karena Ramadan Pohan mengulangi ini untuk kedua kalinya agar Megawati sebagai ketum PDIP memanggil Presiden Jokowi. Hihihi nampak sekali muka setannya yang ingin mengadu banteng. Tapi hikmahnya masyarakat jadi tau, bahwa sindiran presiden boneka kini sudah terbantahkan. Atau jangan-jangan presiden boneka itu si anu? Ah sudah lah.
Terakhir, saya mendukung pemerintah untuk membuka hitungan harga BBM dari harga minyak dunia, dollar dan pertamina hingga sampai di pom bensin.

http://politik.kompasiana.com/2015/03/31/lucunya-bbm-era-jokowi-715534.html
15.08 | 0 komentar | Read More

Sisi lain: BBM Naik, Rakyat Menjerit

Malam ini penyakit sulit tidur saya kembali kambuh, kantuk tak bisa diundang meskipun badan sudah dibaringkan dan mata sudah lama dipejamkan. Perasaan saya agak gelisah dan pikiran saya sedikit terganggu, penyebabnya tak lain adalah pengumuman pemerintah tentang naiknya harga BBM.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOFDmfpI84J4GYL6I3W7cSifZRp7n5JPfJJT7ONUiX7k_n45c6IQkdsDZrvlGjcsfAmt05kM9tpsg6fFInGGEQGYnv_Mc5M8V0PLNHueNS71rVmEqLlt0IVKXYWADQpQwT8S5vfCtLQk8/s1600/2.jpg
Kegelisahan saya yang pertama tentulah karena esok pagi saya harus menambah uang jajan anak karena dengan naiknya harga BBM berakibat pada naiknya ongkos angkot. Setelah anak saya berangkat sekolah giliran isteri yang datang kepada saya minta tambahan uang belanja, karena harga sayur mayur dan lauk pauk ikut melambung mengiringi naiknya harga BBM.

Itu baru satu masalah yang akan saya hadapi ketika bangun dari tidur esok hari, lain lagi persoalan berikutnya yang pasti datang menerpa menjelang siang dan sore hari, sementara penghasilan tidak ikut naik malah gaji yang diterima daya belinya semakin turun akibat naiknya harga BBM.

Pikiran saya menjadi terganggu, manakala melihat pemerintah membuat tentang harga BBM ini, sepanjang waktu harganya turun naik tak menentu, sehingga membuat saya sulit mengatur anggaran rumah tangga.

Dulu pemerintah berjanji, jika harga minyak dunia naik maka harga BBM dalam negeri akan ikut naik, demikian pula sebaliknya, namun malam ini pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM ditengah harga Minyak dunia sedang turun.

Memang 17 jam yang lalu, harga minyak sempat naik pada level USD. 58.14 perbarel, tetapi 12 jam kemudian harga minyak sudah turun kembali. Harga minya mentah Brent Nort Sea, yang selalu menjadi acuan harga minyak dunia turun dari harga sebelumnya USD. 58,14 per barel menjadi USD57,76. Sementara minyak mentah AS (WTI) turun USD1,05 di angka USD50,38 per barel.

Naiknya harga minyak sampai pada hari Kamis yang lalu itu tidak lain disebabkan adanya serangan Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman. Pelaku pasar merasa khawatir pasokan minyak akan terganggu, namun ternyata perang Arab – Yaman itu tidak terlalu mempegaruhi pasokan minyak dunia dan dengan sendirinya pula harga minyak kembali turun.

Namun anehnya ditengah turunnya harga minyak dunia itu pemerintah Indonesia justeru menaikan harga BBM. Hal inilah yang mengganggu pikiran saya, peratama karena pemerintahan Jokowi telah ingkar janji dan kedua turun naiknya harga minyak ini benar-benar seperti tidak beraturan.

Kebijakan pemerintah soal harga minyak seperti sekarang ini sangat menggangu masyarakat golongan ekonomi lemah. Harga beras, sayur masyur dan lauk pauk ikut naik bersamaan naiknya harga BBM tetapi sulit turunnya walaupun harga minyak sudah turun.

Inilah yang membuat kepala rakyat miskin menjadi pusing, pemerintah cenderung panik dan reaktif terhadap harga minyak dunia yang berfluktuasi. Pemerintah sepertinya tidak punya perencanaan yang baik untuk mengatasi gejolak harga minyak dunia, sehingga terkesan seperti pedagang kaki lima yang ikut – ikutan menaikan harga barang bersamaan naiknya harga BBM.

http://politik.kompasiana.com/2015/03/28/bbm-naik-rakyat-menjerit-733598.html
15.04 | 0 komentar | Read More

Sisi Lain: BBM Naik Rupiah Melemah, Tatanan Hukum Kacau, Koruptor Terjaga

Belum genap setahun pemerintahan jokowi/jk Indonesia sudah di terpa banyak masalah yang tiada habis-habisnya mulai dari lemahnya nilai tukar rupiah,dilanjuti dengan pasang surut harga BBM,disusul dengan konflik antar lembaga Negara sehingga mengakibatkan tatanan hokum kacau dan kemungkinan besar koruptor akan terjaga
Coba kita lihat saja disekitar kita berbagai macam masalah yang dating bertubi-tubi yang menghantam negeri ini sebut saja dollar meroket rupiah melemah,mengakibatkan mau tidak mau,suka tidaj suka harga bbm non bersubsidi naik untuk menutupi lemahnya rupiah.
https://123mpat.files.wordpress.com/2013/09/dsc_9142.jpg



Wakil presiden jusuf kalla menyakatakn telah resmi menaiki harga bbm menurut pernyataan kenaikan bbm itu hanyalah semata-semata untuk menutupi nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika senilai 13.000.
Tentu tidak bisa dijadikan alasan mengapa naiknya harga bbm non bersubsidi untuk menutupi lemahnya nilai tukar rupiah,lemahnya nilai tukar rupiah mungkin adanya factor eksternal yang mengakibatkan rupiah melamah,mengapa harus dengan menaiki harga bbm untuk menytypi nili tukar rupiah yang sedang anjlok.
Naiknya harga bbm tetu akan brpengaruh dengan naiknya harga barang lainnya,tanpa kita sadari apabila bbm naik maka harga barang terutama kebutuhan sehari-hari atau sembako akan naikdengan sendirinya,hal ini tentu akan membuat rakyat terutama rakyat miskin semakin susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Seharusnya melemhanya rupiah menjadi PR penting bagi menteri ekonomi dan pemerintah untuk mencari jalan keluar agar nilai tukar rupiah tetap stabil,yang di khawatirkan adalah akan mengakibatkan krisis moneter 1998 akan terulang di era demokrasi yang sudah berkembang ini,sungguh miris sekali nasib bangsaku apabila krisis moneter 1998 akan terulang lagi di negeri yang sudah puluhan tahun merdeka ini.
Apabila krisis moneter 1998 akan terulang lagi maka bersiaplah wahai para penguasa negeri ini akan mendapatkan kecaman,gelombamg unjuk rasa besara-besaran dari rakyat karena tidak bisa mensejahterakan rakyat sehingga mengakibatkan runtuhnya pemerintahan .
Tidak berhenti di masalah lemahnya nilai tukar rupiah akn tetapi masalah mmperebutkan kekusasaan masih mewarnai negeri ini kita lihat saja bagaimana tingkah laku para anggota DPR yang pada saat itu sedang melaksanakan sidang pemilihan ketua DPR kubu inonesia hebat dan kubu marah putih saling merebut kursi untuk dapat menjadi ketu DPR tak heran beberapa kali sidang dilaksanakan selalu diwarnai dengan kericuhan.




Bukankah itu semua hanya memperkeruh suasana cukuplah bencana alam yang dikirimlah oleh TUHAN untuk negeri ini,itupun belum mendapatkan jalan keluar sebutsaja lumpur lapindo yang sampai pada saat ini belum di temukan jalan keluarnya untuk mengatasinya.
Bukankan para arlemen tersebut memiliki dewan kehoramtan yang fungsinya untuk mengawasi prilaku para pejabat terhormat tersebut.
Seharusnya mereka yang sudah terpilih dan mendudki kursi di suatu lembaga pemerintahan harus mengutamakan kepentingan rakyat yangsudah rakyat berikan kepada mereka terutama kepada badan legislative yang menindak lanjiti aspirasi rakyyat.
Mengapa itu semua terjadi di sebabakan karena mereka terpilih bukan berdasarkan simpati rakyat kepada mereka,bukan berdasarkan atas kecerdasan mereka,dan pula karena memiliki kemampuam untuk mengatasi masalah potik melainkan karena suara rakyat itu dibeli untuk mereka yang ingin mendapatkan kekuasaan sehingga menghasilkan pemimpin yang korup atau bencana bagi negeri ini,miris sekali.
Belum lagi system kapitalsme yang menunjukan kuatnya pengaruh kepentingan asing untuk menguasai sumber daya alam Indonesia sehingga mengabaikan kepentingan mayoritas rakyat,undang-undang minyak dan gas bumi yang di bentuk pada tahun 2001 menunjukan seolah kuatnya kepentingan asing untuk menguasai sumber daya alam Indonesia,undang-undang yang menyatakan bahwa bumi,air,dan sumber daya alam lainnya di gunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat hanyalah isapan jempol belaka justru pada kenyataannya yang terjadi rakyat hanya menjadi budak di negerinya sendiri untuk melayani kepentingan asing.


Belum lagi sikap para penegak hokum yng tidak mencerminkan sikap seorang aparatur hokum yag seharusnya melayani kepetigan rakyat,hampir semua penegak hokum mulai dari kepolisian,hakim,kejaksaan dan advokad hamper terjangkit virus mafia peradilan,hokum tidak berani menyentuh para pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi mereka bebas menikmati uang hasil korupsinya diatas penderitaan rakyat,menggunakan mobil mewah bahkan tidak sungkan-sungkan mereka memperkaya kerabat terdekat mereka,itu semua bagian dari rakyat yang di nikmati oleh maling berdasi di negeri ini.maka dari itu praktek hokum di ndonesia ibarat pisau tajam ke atas tumpul kebawah hokum akan bertindak adil apabila menghadapi rakyat lemah dan akan luntur seketika apabila menghadapi para penguasa yang erat kaitannta dengan lingkaran kekuasaan.kita saja perbandingannya masih teringat dalam benak kita seorang nenek tua yang bernama asyani yang mendapatkan ketidak adilan hokum di negeri ini,bagaimana bisa seorang nenek tua dengan raut wajah yang penuh harap untuk dibebaskan dari kaus yang menimpatanya dengan tuduhan mencuri tujuh batang kayu jati di kebunnya sendiri bahkan tidak tanggung-tanggung seorang nenek tua ini mendapatkan ancaman hukuman 5 tahun penjara sungguh mengenaskan nasib seorang nenek tua ini.
Apabila para koruptor menyaksikan kasus nenek asyati ini melalui televise mereka akan tertawa terbahak-bahak melihat perlakuan hokum di negeri ini,sedangkan para pejabata yang melakukan tindak pidana korupsi masih bisa menghirup udara bebas penjara dengan fasilitas mewah,mendapatkan remisi,dan dapat melanggang bebas dikemudian hari,ohhh inilah yang cerminanan demokrasi negeri ku???sungguh amat menyedihkan.




Untuk itu marilah sama-sama kita membangun negeri ini kae arah yang lebih baik sesuai dengan apa yang di amnatkan oleh konstitusi,melayani masyarakat dengan baik dan menindak lanjutu aspirasi rakyat.
Bekerka sama sesuai dengan prinsp demokrasi dengan bermusyawarah umtuk mencari jalan keluar bagi masalah yang telah menumpuk di neegeri ini,saling menghargai kemampuan masing-masing agar semua yang di cita-citakan oleh demokrasi dapat terwujud
Jayalah negeriku jayalah indonesiaku….

http://politik.kompasiana.com/2015/04/17/bbm-naik-rupiah-melemahtatatan-hukum-kacau-koruptor-terjaga-738825.html
15.03 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...