GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Berpikir untuk bercanda sombong saja jangan ( jangan pernah sombong )

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 05 Juni 2014 | 21.09

awalnya saya gak mengerti kenapa kok saya beberapa bulan lalu dapat musibah dengan hancurnya cash flow bisnis saya yang turun ke level 50% sehingga menggangu kemampuan bayar dan kemampuan transaksi dagang saya. sampai pada suatu hari saat saya sedang tidur saya dapat mimpi potongan-potongan kejadian yang gak nyambung ujung pangkalnya. karena saya anggap mimpi yang gak jelas saya cuekin saja mimpi itu, paling karena saya kecapean jadinya dapat mimpi yang gak jelas ujung pangkalnya.

nah yang aneh lagi beberapa hari kemudian saat saya sedang mandi tiba-tiba dalam benak saya terlintas bayangan mimpi itu, tapi sekarang lebih jelas dan nyambung sehingga tercipta suatu rangkaian cerita. dan yang mengagetkan rangkaian cerita itu menjawab pertanyaan saya kenapa saya kok dapat musibah sedahsyat itu.
http://2.bp.blogspot.com/-JzoDphBcB6c/TYRuQKMrdjI/AAAAAAAAAGw/IqK0c_J-EDA/s1600/sombong.jpg
dalam bayangan saya terlintas perbuatan saya pada saat lebaran tahun lalu, saat itu di media massa heboh tayangan dan tulisan mengenai musibah di kota pasurun dimana ada seorang pengusaha kaya dan berpengaruh yang membagikan zakatnya secara langsung, sehingga menimbulkan korban jiwa kematian puluhan orang yang seharusnya menerima zakat itu.

musibah itu lalu saya pikir-pikir dan saya bikin guyonan. pertama kali guyonan itu saya lontarkan pada orang rumah, saya bilang ke ibunya anak-anak bahwa sebenarnya total jumlah nominal yang diberikan si orang kaya itu gak banyak-banyak sekali, tapi menjadi terlihat banyak karena diberikan dalam jumlah pecahan nominal 20 ribu rupiah sehingga berkesan sangat banyak, dan itu tambah berkesan dari jumlah kaum fakir yang mengantri.

saya bilang lagi jumlah segitu, selisihnya tidak lebih banyak dari jumlah total uang yang kita keluarkan, bila tidak dikeluarkan perbulan tapi dikeluarkan setahun sekali menjelang hari raya. trus angan-angan saya jadi bertambah liar, saya juga pingin melakukan itu didepan rumah saya supaya keliahan oleh orang banyak. tapi tindakan itu akan saya lakukan secara aman dengan melibatkan petugas kemanan supaya semuanya berjalan tertib dan tidak menimbulkan korban. pikiran liar saya itu ditertawakan oleh ibunya anak-anak dan dia sama sekali tidak setuju, karena menurutnya itu termasuk perbuatan pamer dan bisa memuat saya kemudian menjadi sombong dan lupa diri. karena tidak disetujui maka saya abaikan rencana saya itu, karena saya yakin bener omongannya bahwa dengan perbuatan yang maksudnya baik tapi caranya kurang baik itu kecenderungan untuk pamer dan sombong menjadi terbuka lebar.

saya memang membuang niat itu jauh-jauh. tapi saya tidak diam saja, karena saya suka ngobrol maka selalu bercerita kemana-mana terutama dengan kawan-kawan dekat tentang rencana konyol tersebut. maksudnya hanya sebagai bahan guyonan, tapi mungkin karena saya keseringan bercerita rasa-rasanya perbuatan saya itu tidak disukai oleh allah dan saya kemudian di hukum olehNya. saya di tampol ‘pla-plak-plak’ tidak secara langsung sih, tapi kemudian hukuman itu terasa jauh setelah hari raya lewat.

awalnya tidak terlalu terasa tapi cukup mengganggu, beberapa bulan setelah tahun baru saya lewati, ada gejala permasalahan dalam rumah tangga kami bukan masalah keuangan tapi masalah lain berlanjut pada pertengkaran hebat antara saya dan ibunya anak-anak. yang namanya dalam kondisi tidak nyaman karena sedang bertengkar, berefek juga dalam pekerjaan kami sehari-hari termasuk dalam bisnis kami. komunikasi kami yang biasanya lancar jadi agak terhambat dan sering jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi satu dengan lainnya. suatu hari saat hendak mengembalikan uang kepada investor ibunya anak-anak dirampok dengan cara mobilnya dikempeskan dan saat dia turun memeriksa ban mobil, tas tangannya yang diletakkan di jok dekat sopir dirampas dan dibawa kabur penjahat.

padahal dalam tas itu ada uang dalam jumlah besar dan perhiasan yang harus dikembalikan pada investor. karena kejadian itu raiblah uang pinjaman tersebut. membawa uang dalam nominal besar menurut saya bukan perbuatan ceroboh karena uang segitu sebenarnya sedikit secara fisik karena berupa pecahan 100 ribu-an, maksudnya bisa dengan mudah diselipkan sehingga tersembunyi dengan aman. tapi mungkin karena sudah diatur oleh allah maka jadinya uang yang tadinya diselipkan dipindah kan kedalam tas karena rumah investor yang dituju sudah dekat, dan uang itu dibawa begitu saja karena si investor ini tradisional banget sehingga tidak akrab dengan bank.

pokoknya alasannya pembelaannya norak banget deh!!!!!

ya sudah uang investor lenyap dan kami harus mengganti uang tersebut dan itu semua merembet ke perngaturan dan perputaran cash flow bisnis kami sampe akhirnya terjadilah kejadian ‘kaki diatas dan kepala dibawah’……….

tadinya saya pikir ini hanya musibah belaka, apalagi didukung oleh sedang terjadinya peristiwa krisis ekonomi dunia. banyak orang sedang kesulitan, tapi dengan rangkaian cerita yang tiba-tiba muncul dalam benak saya, membuat saya sadar bahwa ini bukan krisis dan musibah belaka, tapi rasanya saya sedang ditegur oleh allah karena saya sombong. yang lebih membuat yakin lagi, ketika kami hitung jumlah uang yang dirampok itu hanya beda tipis - dua level dibawah jumlah uang yang rencananya dalam benak saya secara bercanda akan saya bagikan sebagai zakat pada hari raya (levelnya kelipatan 5 juta). dua stip dibawah jumlah yang saya guyonkan pada kawan-kawan saya.

saya merasa allah masih sangat sayang pada kami dan saya merasa bahwa kami tidak dihukum secara keras banget, tapi hanya berupa teguran saja. hanya sebagian dari uang uang kami yang hilang, tapi efeknya jadi luar biasa, karena kami sangat terbebani secara moril dan perasaan. walau hanya ditegur, itupun rasanya sudah berat banget buat kami, terutama buat saya.

ini pelajaran buat saya dan keluarga supaya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. buat berpikir dan berencana saja saya sekarang tidak berani.

saya merasa, tindakan saya yang belum terlanjur berbuat dalam tindakan pamer dan sombong secara real, melainkan masih berupa angan-angan dan dimulut saja, sudah ditampar segitu keras dan menyakitkan, lalu bagaimana yang bertindak real?

pasti lebih sakit lagi hukumannya.

ini masih dugaan saya secara pribadi. semua orang yang bertindak pamer untuk pembagian zakat saat lebaran tahun lalu dapat musibah. saya yang hanya berpikir dan berkata guyon dapat hukuman. pelaku di pasuruan yang rencananya hendak saya contoh lebih berat lagi hukumannya dari saya. orang kaya itu sekarang sakit keras karena strees akibat tidak kuat menanggung beban dari banyaknya korban yang meninggal akibat perbuatannya yang seharusnya merupakan pekerjaan mulia. belum lagi putranya diperiksa dan ditahan oleh yang berwajib karena perbuatan itu dianggap tindak pidana.

lalu ada satu lagi pelaku yang bertindak serupa dari kota semarang. memang pembagian zakatnya berlangsung aman dan tertib tapi efek lain dari kejadian itu membuatnya menderita jauh lebih parah dari yang saya rasakan. karenanya saya merasa, dia juga dapat hukuman dari allah akibat pembagian zakat itu. hukumannya juga tidak langsung saat itu juga seperti yang saya alami.

tapi jauh-jauh hari setelah peristiwa zakat di bulan romadhon tahun 2008 itu lewat, dia mendapat berbagai cobaan dan musibah akibat perbuatannya sendiri memang, akibatnya kini orang itu sedang di penjara oleh pihak yang berwajib karena tuduhan berbagai kasus. tindakannya memang kurang terpuji, tapi tindakan-tindakan yang hampir sama sebelum-sebelumnya tidak membuat orang itu punya masalah hukum apapun, bahkan dia menjadi tokoh di daerahnya.

yang jelas kalau saya hanya morilnya yang kena sebagai hukuman, orang dari semarang dan pasuruan itu terkena hukuman secara lengkap baik secara fisik maupun moril.

sungguh mengerikan sekali………

jadinya saya kapok tidak akan lagi mengulanginya, hanya berpikir dan berkata guyonan saja hukuman buat saya begitu berat apalagi kalau sampai terealisasi…….

saya berjanji tidak akan sombong, berniat dan berpikir saja kini tidak berani apalagi sampai bertindak…..

moga-moga niat ini berjalan lancar dan dikabulkan allah!!!!!!!

hiiiiiiii…….

mungkin nasib saya akan sama dengan dua orang tadi, dapat hukuman secara fisik dan moril yang membuat apa yang dirintis dari nol secara bertahun-tahun hancur lebur dalam sekejap saja, padahal mereka berdua masing-masing menjadi tokoh masyarakat di daerahnya masing-masing. mereka yang tokoh saja tidak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi hukuman allah, apalagi saya yang bukan siapa-siapa.

http://www.samuraijagoan.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...