Translate

ARTIKEL PILIHAN

Inilah sebuah kebahagiaan hakiki menurut dalam agama islam

Written By Situs Baginda Ery ( New ) on Minggu, 23 Juni 2013 | 21.57

http://3.bp.blogspot.com/-Ha-7bweopo8/UQdSlK0ku7I/AAAAAAAABno/DESame3O7uI/s1600/Kasih+sayang+ibu.jpg
Semua orang ingin bahagia. Tapi sedikit yg berusaha melakukan sebab-sebab bagi tercapainya bahagia. Dengan kata lain mereka tak mau menyentuh kunci bahagia. Sama seperti dikatakan penyair “Kesuksesan yg kau ingini Namun usahamu tak berarti sedikit sekali Sungguh perahu itu tak mungkin berlabuh di permukaan tanah kering”

'Ada yang berpendapat mencari kebahagiaan itu ibarat mengutip serpihan kaca yang pecah. Ada yang berjaya mengutip dengan banyak dan ada yang megutip paling sedikit.Tapi tiada seorang pun yang berjaya mengutip kesemuanya. Kerana tatkala mengutipnya pasti ada yang terluka..'

Pernahkah kita bertanya dengan diri kita, adakah kita ini di antara orang yang bahagia? Mungkin ada di antara kita pada ketika ini memiliki harta yang melimpah ruah, tetapi tidak merasa bahagia. Ada pula yang memiliki kemasyhuran dan kedudukan yang tinggi, namun tidak pernah merasa bahagia.

Kalau begitu, ternyata ukuran bahagia itu tidak terletak pada banyaknya harta, bukannya pada jawatan dan kedudukan, bukan juga pada ketokohan seseorang dan juga bukan dengan peluang melancong ke merata tempat. Lalu, di manakah kebahagiaan itu, dan bagaimana pula kita dapat mengecapinya ?

Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S.An-Nahl (16) : 97).

Telah jelas dan tegas penjelasan Allah SWT pada surat An-Nahl ayat 97 ini bahwa satu-satunya cara memperoleh kebahagiaan atau kehidupan yang baik itu adalah dengan mengerjakan amal-amal sholeh; iaitu taat pada suruhannya dan menjalankan segala perintah serta larangan-Nya.
Inilah konsep kebahagiaan yang hakiki; yaitu tujuan hidup kita di dunia ini, baik dalam belajar, bekerja, ataupun berusaha, hanya satu saja “Mendapatkan Redha Allah SWT
“ Sesungguhnya Berbahagialah orang-orang yang mensucikan jiwanya (Qalbu), Dan Sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya”. (QS. Asy Syams : 9-10)
Setiap muslim mempunyai kesempatan, untuk mencapai kebahagiaan dan ketentraman dalam jiwanya.Untuk menggapainya tentunya harus diusahakan, melalui Riyadhah (latihan), dan Mujahadah (tekun) untuk mensucikan jiwa (tazkiyatun Nafs) bisa dilakukan dengan dzikir,karena ketika berdzikir qalbu seorang hamba selalu berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dengan demikian melahirkan ketentraman dan Kebahagiaan.Terlebih selalu merasakan diawasi dan mengalirkan Naungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“ Maka ingatlah Kepada-KU,Niscaya AKU (ALLAH) akan ingat pula kepada kalian.Dan Bersyukurlah Kepada-KU,serta janganlah kalian mengikari Nikmat-KU”.(QS. Al Baqarah : 152).
Dari ayat tersebut diatas, mengisyaratkan adanya suatu anjuran untuk senantiasa ,berdzikir dan selalu mengingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, karena dengan bersyukur atas karunia dan nikmat, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berikan, hati hambapun selalu merasa ada keberkahan dan bertambahnya nikmat tersebut.

Jadi jelaslah bahwa kebahagiaan akan hadir di qalbu, manakalah setiap muslim mampu menyikapi apa saja yang menimpanya, selalu berbaik sangka (husnudzan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,baik disaat lapang maupun disaat dirundung kesempitan ,selalu diterima dengan sabar dalam segala hal. Karena dengan keimanan yang kokoh yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, menetapkan segala sesuatu yang terbaik kepada hamba-hamba-Nya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda:
“Dan Tidaklah seseorang di berikan satu pemberian lebih Baik, dan lebih luas dari pada kesabaran”. (HR. Bukhari dan Muslim )
Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa pada dasarnya seorang mukmin, hidupnya selalu dikelilingi kebaikan, baik ketika mendapat kesenangan,kelapangan maupun disaat ditimpa ujian,musibah, ada manfaat yang dapat ia ambil dari keduanya,ketika ia ditimpah ujian dan musibah, ia akan merasakan kebahagiaan.
Karena ia yakin bahwa ujian dan musibah pada hakikatnya, untuk membersihkan jiwa setiap insan hingga benar-benar ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan membantunya meraih kebahagiaan dan kenikmatan-kenikmatan surga yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala, janjikan kepada hamba-hamba-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“ Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang yang ridha dan diridhai-Nya.Masuklah kedalam hamba-hamba-KU,Dan masuklah ke dalam Surga-KU”.(QS. Al Fajr 27-30).
Demikian pula ketika ia mendapat kesenangan dan kelapangan, makin bertambah syukurnya,dan ia pun giat melakukan hal-hal yang di ridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Oleh karena itu semua urusan orang mukmin itu, adalah Kebaikan dan melahirkan kebahagiaan baik disaat senang maupun disaat diuji dengan musibah.Karena dengan keimanan yang terpatri dalam qalbu, yakin apapun yang terjadi pada dirinya adalah sudah menjadi ketentuan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Sungguh Luar biasa Urusan orang mukmin itu,Sesungguhnya semua urusannya itu baik dan itu semua tidak dimiliki kecuali orang mukmin. Jika ia mendapatkan Kebaikan ia Bersyukur, dan itu sangat baik baginya.Jika ia ditimpa Cobaan,ia Bersabar dan itu sangat baik baginya.”(HR. Bukhari).
Dalam keadaan inilah kemilau seorang mukmin memancar,karena semua urusanya adalah mendatangkan dan melahirkan kebahagiaan, dan menjadikannya makin bertaqwa, karena hudhur (kehadiran) Allah Subhanahu wa Ta’ala,selalu dirasakan setiap saat menaungi langkah-langkahnya, dalam Ma’iyatillah (Kebersamaan Allah Subhanhu wa Ta’ala) dalam semua urusannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“ Dan DIA (ALLAH) memberi Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.Dan Barangsiapa Bertawakkal kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mencukupkan (keperluanya).Sesungguhnya ALLAH melaksanakan Urusan-Nya,sungguh ALLAH telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”.(QS. At Thalaq : 3).
Sahabat saudaraku fillah..kehidupan seorang mukmin yang beriman, kepada kehidupan negeri akhirat yang kekal abadi,Tidaklah sama dengan kehidupan orang kufur, yang menganggap umurnya merupakan kesempatan pertama, dan terakhir untuk menghabiskan kenikmatan sementara duniawi.

Oleh karena itu dalam menghadapi kehidupan di dunia,hendaklah kita berpegang teguh pada ajaran Islam, yang benar-benar telah disediakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk membentengi hati dan aqidah kita, agar selamat dan bisa menggapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaa yang kekal di akhirat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

YANG TERBARU DARI BAGINDAERY

ARTIKEL PILIHAN

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...