ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Inilah Jojon dan Kisah Cahyono Masuk Islam

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 06 Maret 2014 | 13.05

INILAHCOM, Jakarta - Akhir 1992, pelawak Cahyono mendapat hidayah-Nya. Ia memeluk agama Islam.
Headline
Dikutip dari berbagai sumber, keinginan Cahyono mengenai Islam karena sering melihat rekan-rekannya di grup lawak Jayakarta melaksanakan ibadah salat.

"Itu tadi apa sih Allahu Akbar itu," tanyanya kepada Jojon, rekannya.

Jojon menjelaskan Allahu Akbar adalah kalimat takbir mengagungkan kebesaran Allah SWT bahwa Dia maha besar.

''Tidak ada Tuhan selain Allah, dan siapa yang menyekutukan Allah, dijamin masuk neraka jahanam,'' ucap Cahyono meniru ucapan Jojon.

Mendengar penjelasan itu, Cahyono bak tersambar petir. Mulai saat itu ia banyak merenung.

Khusus Jojon yang lulusan Ponpes Wanaraja, Garut, Jawa Barat, mengajari Cahyono mengaji di awal-awal dirinya masuk Islam. Ketekunannya memperlajari Islam menjadikan Cahyono kini seorang da'i.

Kini, Jojon telah tiada. Ia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (6/3/2014) pukul 06.10 WIB.

Cahyono sempat diberitakan menderita stroke ringan pada Maret 2013, akibat kecapekan berdakwah di berbagai daerah. Personel Jayakarta Grup kini tinggal Cahyono seorang diri.
Dia sempat tampil bersama Jojon terakhir saat keduanya menjadi bintang tamu acara Opera Van Java (OVJ) tahun lalu. [rok]
13.05 | 0 komentar | Read More

Berita Jojon: Malih Tak Tahu Jojon Punya Riwayat Jantung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepergian pelawak Jojon untuk selamanya mengejutkan banyak orang. Tak terkecuali sahabat dekat serta rekan seprofesi almarhum, Haji Malih.
Jojon

Komedian Betawi itu mengaku terkejut mendengar kepergian Jojon. Malih mengaku tidak pernah mengetahui jika almarhum punya riwayat jantung.

"Ini saya mau ke rumah sakit. Saya kaget, nggak tahu kalau dia (Jojon) punya sakit jantung," kata Malih saat dihubungi via telepon, Kamis (6/3).

Malih mengaku belum lama ini bertemu dengan pelawak yang memiliki ciri khas kumis di tengah itu. Saat itu, jelas Malih, tidak terlihat Jojon dalam keadaan sakit.

"Dia juga tidak pernah mengeluh sakit," kata Malih.

Djuhri Masdjan atau yang akrab disapa Jojon meninggal dunia pada Kamis (6/3) pukul 06.10 WIB. Pria kelahiran 5 Juni 1947 itu meninggal dunia di RS Premier Jatinegara, Jakarta.
13.04 | 0 komentar | Read More

Berita Jojon: Jojon Pernah Manggung di Klub Malam

TEMPO.CO, Jakarta - Kumis ala Charlie Chaplin dan celana menggantung jadi ciri khas
pelawak Jojon yang wafat Kamis, 6 Maret 2014, pukul 06.04 WIB.Satu lagi yang membuat unik adalah rambutnya yang disisir ke arah depan dan kacamata berukuran besar.
Jojon Pernah Manggung di Klub Malam

Djuhri Masdjan, nama asli Jojon, lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Dia mulai melawak pada 1972 bersama dengan kelompok Jayakarta Grup. Baru tujuh tahun kemudian grup ini sukses dan mendominasi acara hiburan di televisi. Anggota lain grup ini adalah Uuk Hasanudin dan Tjahjono.

Saking terkenalnya, produser meminta kelompok lawak ini membintangi sejumlah film. Misalnya adalah Tiga Dara Mencari Cinta pada 1980, Okey Boss (1981), Apa Ini Apa Itu (1981), dan Barang Antik (1983). Selain itu, mereka juga rekaman kaset lawakan.

Jadwal manggung menjadi agenda rutin mereka pada dasawarsa 1980-an. "Medianya memang terbatas sekali pada masa itu. Kami bahkan pernah manggung di klub malam," kenang Jojon yang pernah mengeluarkan album lagu pop Sunda berjudul Pamali.
13.04 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...