Pembunuhan sadis seorang wanita cantik berprofesi PSK Online di
kost-kostan plus-plus bernama Deudeuh Alfi Sahrin dengan akun twitter
Tataa Chubby dalam keadaan bugil akhirnya dapat diungkap secara tuntas
oleh penyidik polda metro Jaya.Bravo untuk polisi Indonesia,
mengungkap kasus pembunuhan sulit dengan saksi yang minim, hanya butuh
waktu kurang dari seminggu. Ini adalah kesuksesan yang kesekian dari
polda metro jaya yang setiap tahun mampu mengungkap tuntas kasus
pembunuhan yang menarik perhatian masyarakat. Sebelumnya ada pembunuhan
oleh Ryan jagal, Babe Baiquni, Robot Gedek dll.

Penyidik sudah menangkap dan menahan tersangka, seorang guru bimbingan belajar bernama Rio Santoso. Bandingkan mengapa penuntasan kasus korupsi Payment Gateway di Kemenkumham RI, di mana sampai saat ini tersangka utama Mantan wamenkumham RI Denny Indrayana belum ditangkap dan ditahan juga sampai saat ini. Motif pembunuhan yang dilakukan RIo ke Tata sangat sederhana dan gak disangka-sangka, yaitu gara-gara Tata mengatakan Rio bau badan, dan Tata menutup mulut dan hidungnya saat melayani Rio, saking gak kuat menahan bau badan Rio yang menusuk tulang. Rio tersinggung dibilang bau badan, karena ia sendiri tidak pernah merasa bau badan, maka ia mencekik, melilitnya dengan kabel, menyumpal mulutnya dengan kaus kaki (bau gak yah?), dan Tata pun mati lemas akibat dicekik Rio dan juga akibat menghirup bau kaus kaki dari jarak sangat dekat.Apa pelajaran penting dari cerita kasus pembunuhan di atas? Saya merangkumnya, dan inilah hasilnya ; 1.
Ternyata twitter adalah media pemasaran yang mudah dan murah Tanpa perlu membayar biaya mahal untuk iklan di TV, koran atau majalah, dagangan Tata Chubby mendapat sambutan baik dari konsumen. Hampir Setiap hari ia mendapat 2-5 tamu, dengan tarif yang cukup mahal (tanpa modal atau harga pokok) yaitu Rp 350.000 per jam. 2. Kost-kostan selain tempat tinggal juga jadi tempat transaksi seks komersial Hal ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi orang tua yang punya anak ngekost, agar memperhatikan dengan sebaik-baiknya kost-kostan anaknya, apakah ada jam malam untuk tamu yang datang, apakah bebas masuk ke kamar tamu lawan jenis, apakah ada cctv, apakah ada seks bebas di dalam kost-kostan tersebut dimana pasangan belum menikah tapi sudah tinggal bareng? Saran saya ke orang tua yang punya anak gadis ngekost, jangan bolehkan anak gadisnya kost di tempat dengan ciri-ciri bebas seperti si atas, khusus yang kebetulan ada anak gadis yang kampusnya di daerah Margonda Depok, mending ngekostnya di tempat kost milik saya di Jalan Margonda, kost khusus putri, dijamin anak anda aman dari pergaulan bebas. 3.
Kalo mau bercinta (ML) sebaiknya mandi yang bersih kalo perlu mandi kembang 7 rupa Jangan pernah malas mandi. Hal ini bisa berakibat menyebabkan bau badan yang menyengat, apalagi kalo sampai gak mandi seminggu. Kalo kita mandi minimal sehari 2x, badan akan jadi wangi, dan saat pasangan mencium tubuh kita, ia akan makin bergairah, bukannya malah menutup hidung dan mengatakan "Kamu bau badan, berapa kilo sabun mesti aku beli untuk bersih-bersih setelah bercinta denganmu?" Demikianlah pelajaran dari kejadian pembunuhan sadis yang terjadi akibat bau badan yang diejek oleh pasangan. Selamat sore Indonesia.
http://m.kompasiana.com/post/read/738225/1/pelajaran-dari-pembunuhan-alfi-tata-chubby-prostitusi-online.html

Penyidik sudah menangkap dan menahan tersangka, seorang guru bimbingan belajar bernama Rio Santoso. Bandingkan mengapa penuntasan kasus korupsi Payment Gateway di Kemenkumham RI, di mana sampai saat ini tersangka utama Mantan wamenkumham RI Denny Indrayana belum ditangkap dan ditahan juga sampai saat ini. Motif pembunuhan yang dilakukan RIo ke Tata sangat sederhana dan gak disangka-sangka, yaitu gara-gara Tata mengatakan Rio bau badan, dan Tata menutup mulut dan hidungnya saat melayani Rio, saking gak kuat menahan bau badan Rio yang menusuk tulang. Rio tersinggung dibilang bau badan, karena ia sendiri tidak pernah merasa bau badan, maka ia mencekik, melilitnya dengan kabel, menyumpal mulutnya dengan kaus kaki (bau gak yah?), dan Tata pun mati lemas akibat dicekik Rio dan juga akibat menghirup bau kaus kaki dari jarak sangat dekat.Apa pelajaran penting dari cerita kasus pembunuhan di atas? Saya merangkumnya, dan inilah hasilnya ; 1.
Ternyata twitter adalah media pemasaran yang mudah dan murah Tanpa perlu membayar biaya mahal untuk iklan di TV, koran atau majalah, dagangan Tata Chubby mendapat sambutan baik dari konsumen. Hampir Setiap hari ia mendapat 2-5 tamu, dengan tarif yang cukup mahal (tanpa modal atau harga pokok) yaitu Rp 350.000 per jam. 2. Kost-kostan selain tempat tinggal juga jadi tempat transaksi seks komersial Hal ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi orang tua yang punya anak ngekost, agar memperhatikan dengan sebaik-baiknya kost-kostan anaknya, apakah ada jam malam untuk tamu yang datang, apakah bebas masuk ke kamar tamu lawan jenis, apakah ada cctv, apakah ada seks bebas di dalam kost-kostan tersebut dimana pasangan belum menikah tapi sudah tinggal bareng? Saran saya ke orang tua yang punya anak gadis ngekost, jangan bolehkan anak gadisnya kost di tempat dengan ciri-ciri bebas seperti si atas, khusus yang kebetulan ada anak gadis yang kampusnya di daerah Margonda Depok, mending ngekostnya di tempat kost milik saya di Jalan Margonda, kost khusus putri, dijamin anak anda aman dari pergaulan bebas. 3.
Kalo mau bercinta (ML) sebaiknya mandi yang bersih kalo perlu mandi kembang 7 rupa Jangan pernah malas mandi. Hal ini bisa berakibat menyebabkan bau badan yang menyengat, apalagi kalo sampai gak mandi seminggu. Kalo kita mandi minimal sehari 2x, badan akan jadi wangi, dan saat pasangan mencium tubuh kita, ia akan makin bergairah, bukannya malah menutup hidung dan mengatakan "Kamu bau badan, berapa kilo sabun mesti aku beli untuk bersih-bersih setelah bercinta denganmu?" Demikianlah pelajaran dari kejadian pembunuhan sadis yang terjadi akibat bau badan yang diejek oleh pasangan. Selamat sore Indonesia.
http://m.kompasiana.com/post/read/738225/1/pelajaran-dari-pembunuhan-alfi-tata-chubby-prostitusi-online.html
14.53 | 0
komentar | Read More

