ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Misteri Jatuhnya Pesawat Lion Air (BERITA TERBARU BULAN APRIL 2013)

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 14 April 2013 | 14.34

Misteri Angka Dibalik Jatuhnya Lion Air

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJKjhNQ28qONkgwJ4rrXRpnEOsadm5ehA_V7AOci6n4-lZujtqrC3DWZxo3T_gUHigS9Cw9e9UPEU7r5EKR6cSiahCVwyYdcMqQ0uQu-yjt1k7-cT63iRcL7DCoh2MKA5rw4z34sk_ahyc/s1600/Misteri+Dibalik+Angka+4.jpg

Semua begitu kaget mendengar berita jatuhnya pesawat Lion Air JT 904 tujuan Bandung – Denpasar hari ini Sabtu 13 April 2013. Yang mengherankan pesawat tersebut jatuh ke laut hanya beberapa meter menjelang ujung landasan, tetapi untungnya semua penumpang yang berjumlah 108 orang semuanya selamat. Padahal menurut pihak Lion sebagaimana dikutip Viva News pesawat tersebut merupakan pesawat baru jenis Boeing 737 Seri 800 New Generation produksi tahun 2012 dalam kondisi layak terbang dengan Pilot yang masih memiliki lisensi aktif.
Jika melihat angka-angka dibalik kecelakaan ini sepertinya layak disimak. Pertama kita lihat tanggal terlebih dahulu : 13-4-13, tanggal dan tahun 13 memiliki arti apa semua tahu, dan bulan angka 4 dalam kepercayaan tertentu memiliki arti juga. Kemudian yang kedua adalah Nomor Flight JT 904 apabila dijumlahkan berjumlah 9+0+4 = 13. Dan yang terakhir adalah jam penerbangan JT 904, berdasarkan penelusuran saya pada website lion JT 904 tujuan Bandung – Denpasar dengan jadwal keberangkatan 10.20 WIB dan jam kedatangan 13.05 WITA, ada angka 13 disitu.
Tapi apapun yang terjadi sebaiknya kita tetap serahkan kepada Yang Diatas, dan penyebab terjadinya kecelakaan sebaiknya kita sama-sama tunggu hasil penyelidikan KNKT. Karena angka adalah angka dengan segala misterinya. Wallahu’alam bisawab.
sumber: http://regional.kompasiana.com/2013/04/13/misteri-angka-dibalik-jatuhnya-lion-air-545929.html
14.34 | 0 komentar | Read More

Tentang Diskriminasi Kebebasan Beragama dan Penegakan Hukum (ARTIKEL 2013)

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 09 April 2013 | 15.29

http://bincangmedia.files.wordpress.com/2010/10/diskriminasi-tv.jpgDalam hal kerukunan beragama,lebih baik mana antara Prancis dan Indonesia.Di Prancis mungkin semua orang yang memiliki insting percaya terhadap yang maha kuasa atau tidak dalam melakukan ekspresi keagamaannya mungkin lebih aman daripada di Indonesia.Namun demikian,di prancis sering sekali terjadi terhadap apa yang dianggap sebagai penghinaan terhadap umat muslim sehingga terjadi protes yang bukan hanya bersifat domestic tapi juga global. Demikian pemerintah Prancis memberikan ruang terhadap kehidupan beragama di sana. Siapapun boleh melakukan hal yang sama terhadap figure-figur suci umat beragama lainnya sebagaimana apa yang dilakukan terhadap umat muslim.
Lain lagi di Indonesia.Selama ini pemerintah tidak bisa memberikan hak yang sama terhadap semua anak bangsa.Selama ini pemerintah tidak bisa memberikan rasa aman terhadap seluruh anak bangsa bilamana mereka tidak bisa mengikuti buku petunjuk dan pelaksanaan cara hidup beragama sesuai dengan acuan yang sudah ditetapkan. Inilah yang terjadi bilamana ada umat Kristen yang tidak bisa melakukan kehidupan beragamanya sesuai buku petunjuk untuk kaum Kristiani versi pemerintah atau umat Islam yang tidak bisa melakukan kehidupan beragamanya sesuai buku petunjuk untuk kaum muslim.Seperti apa yang dialami oleh jemaat HKBP dan Jemaah Ahmadiyah di Bekasi baru-baru ini.
Pemda Bekasi dengan gagah berani terpaksa harus membongkar sebuah gereja dan menyegel masjid Ahmadiyah dengan alasan karena keduanya bertindak tidak sesuai SKB menteri dan petunjuk hidup beragama yang sesuai pemerintah.Sungguh tindakan yang amat disayangkan.Kenapa di Jawa Barat selalu saja terjadi masalah seperti ini seakan tidak pernah berakhir. Selama pemerintahan Ahmad Heryawan intoleransi seakan mendapat dukungan dari pemprov, ditambah sekarang beliau terpilih kembali entah berapa kali lagi tindakan tersebut akan berakhir.
Apa yang dilakukan oleh ratusan pendeta dan penganut Kristen ketika berdemo di gedung MPR pada hari Senin,8 April 2013 kemarin hanya sekedar harapan supaya suara mereka kaum minoritas bisa didengarkan oleh pemerintah. Namun demikian mereka jangan terlalu banyak berharap lebih banyak lagi karena perjuangan untuk Indonesia yang berkeadilan,Indonesia yang bisa menghargai hak asasi manusia,Indonesia menjadi rumah bagi semua,Indonesia yang babas korupsi masih sangat panjang.
Kalau saja pemerintah mau menjadari bahwa sebagai bangsa kitapun harus bertanggung jawab kenapa masih sering terjadi upaya kekerasan dan tindakan diluar hukum yang pernah terjadi di Lampung,Sampit,Poso,Madura,dan banyak lagi, ini sedikit banyak karena hukum kita cenderung diskrimanif dan sedikit berbau provokasi, padahal saat ini kita sudah kehilangan banyak momentum untuk berbenah diri bisa duduk sejajar dengan bangsa lainnya untuk meninggalkan jaman kebodohan dan keterbelakangan.
Kenapa hukum cenderung diskriminatif, karena hukum hanyalah sekedar produk politik satu rejim. Kenapa hukum cenderung melayani kepada penguasa, karena hukum adalah produk politik dari partai penguasa. Apakah hukum tidak bisa dibuat berdasarkan kajian yang mendalam dan kejujuran yang berujung kepada Indonesia menjadi Negara besar,negar adil,Negara terkemuka dan Negara modern.
Salah satu yang terburuk dalam hal kebebasan beragama adalah Jawa Barat.Salah satu modusnya adalah penegakan hukum yang tinggi terhadap SKB menteri.Ada apa ini,apakah karena penguasanya berasal dari partai tertentu.

sumber: http://hukum.kompasiana.com/2013/04/09/diskriminasi-kebebasan-beragama-dan-penegakan-hukum-dalam-hal-kerukunan-beragamalebih-baik-mana-antara-prancis-dan-indonesiadi-prancis-mungkin-semua-orang-yang-memiliki-insting-percaya-terhadap-yang-m-549449.html

15.29 | 0 komentar | Read More

Ada Apa Dengan Aparat,Apakah Aparat Benar Terlibat?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_BdXz5SwH8AEiByde8TXZMl5WPMXSnnvSeklO64riKoh6P_XVQ4mth2VJBGR5ZPuObm7nBGW4yXSFspaEG3E8Ii76lyGkEfuEh4WAyGuqxQqQZD6CpIW4eB_WWTDJWUJps729jYm8XUDy/s1600/siluet-orang-tanda-tanya1.jpg

Duh, Ternyata Aparat Benar Terlibat?

DIALOG itu tidak sepenuhnya saya dapat mengikuti. Saya tidak tahu pukul berapa dimulai dan pukul berapa pula selesai. Tapi wawancara yang kebetulan saya ikuti antara pukul 18.36 hingga 18.50 (Kamis, 31/01) dengan satu kali jeda reklame itu membuat saya terkejut dan gondok lagi. Sinyalemen aparat terlibat seperti selama ini saya (mungkin pembaca juga) dengar, petang menjelang malam semalam itu seperti dipertegas oleh tokoh samaran itu.
Yang menyaksikan berita sore semalam di salah satu televisi swasta dengan topik khusus wawancara bertitel eksklusif dengan seorang bandar narkoba pasti akan ikut gundah. Walaupun tokoh itu disamarkan nama dan tidak diperlihatkan wajahnya (karena diatur membelakangi pemirsa) tapi suaranya jelas. Tutur bahasanya tegas dan nyata apa yang dia sebutkan. Setiap pertanyaan yang diajukan reporter televisi dia jawab dengan jelas dan terang.
Banyak juga penjelasan dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan pewawancara perihal peredaran narkoba di Tanah Air. Satu pertanyaan ikutan dari banyak pertanyaan sebelumnya, dengan cerdik pewawancara bertanya, “Apakah, kalau begitu aparat berarti tahu dan boleh jadi terlibat?” Dengan mantap lelaki yang di layar televisi ditulis sebagai bandar narkoba menjawab, “Ya, tahu. Pasti tahu. Bos, mengatakan aparat ikut mengamankan. Berarti, ya terlibat.”
Inilah pernyataan yang menyentak perasaan pemirsa, menurut saya. Penegasan itu melengkapi penjelasan bandar narkoba yang disamarkan itu tentang bagaimana narkoba beredar di Indonesia, dari mana narkoba didatangkan dan bagaimana prosesnya. Dari wawancara itu dapat dipahami betapa ternyata aparat negara kita ikut bermain dalam pusaran peredaran narkoba yang katanya sudah sangat akut dan dapat disamakan dengan kejahatan teroris dan korupsi. Tapi bagaimana memberantas kejahatan mahaberat ini jika aparat negara yang mesti memberantasnya malah ikut terlibat bermain?
Dua negara yang disebut si bandar adalah China dan Nigeria. Dari luar negeri barang-barang haram itu masuk ke Indonesia dengan berbagai modus. Salah satu yang dijelaskannya adalah lewat laut. Nah, ternyata perjalanan dari laut ini saja sudah diketahui oleh aparat. Ternyata si Bos bandar ini sudah koordinasi dulu dengan aparat untuk mengamankan perjalanan barang itu hingga sampai ke darat. Di darat pun, barang-barang ini tetap diamankan. Istilah yang dipakai si bandar adalah jalan-jalan yang akan dilewati itu harus ’steril’. Duh, mengingatkan kita kepada istilah yang dipakai dalam pengamanan perjalanan pejabat negara atau presiden negara asing. Benarkah?
Bandar samaran itu juga mengatakan kota-kota utama yang di jadikan star peredarannya. Dia menyebut, selain kota Jakarta ternyata juga diedarkan lewat kota-kota seperti Jogja, Bandung, Surabaya. Dari kota-kota ini barang ‘celaka’ ini didistribusikan ke banyak tempat lainnya. Kerja mereka benar-benar rapi dan tidak mudah terendus aparat. Rakyat ternyata tertipu, kalau perang melawan narkoba itu tidak sepenuhnya kompak diberantas oleh aparat kita.
Jika pun ada beberapa kasus peredaran yang tertangkap, itu hanyalah kesilapan ‘aparat pengaman’ itu saja. Dan jika pun apes, aparat yang konon terlibat itu tidak pernah dapat ditangkap. Yang ditangkap, lazimnya hanyalah pemain (bandar) kecil dan para pengguna saja. Kasus Raffi Ahmad cs dan beberapa kasus sebelumnya, itu hanyalah kasus sangat kecil yang beritanya sengaja dibesar-besarkan.  Penangkapan pengedar dan atau pengguna narkoba selama ini hanya besar dalam berita tapi tidak menyintuh bandar besar yang sesungguhnya.
Lalu sampai kapan pemberantasan narkoba di negeri kita dengan model-model begini. Belum jugakah benar-benar tersadar para penguasa bangsa ini terhadap bahaya narkoba yang digembak-gemborkan sangat kejam ini? Di media dikatakan kalau narkoba itu sangat berbahaya. Di sekolah, di masjid dan di gereja atau di masyarakat selalu diingatkan agar menjauhi narkoba. Tapi nyatanya peredaran narkoba terus saja ada. Tidakkah ini memang benar apa yang dituturkan sang bandar samaran di televisi itu bahwa aparat memang terlibat dalam carut-marut peredaran ini? Beginikah hukum berjalan di negeri kita? Entahlah!***
sumber: http://hukum.kompasiana.com/2013/02/01/duh-ternyata-benar-aparat-terlibat-524654.html
15.12 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...