
Dalam
hal kerukunan beragama,lebih baik mana antara Prancis dan Indonesia.Di
Prancis mungkin semua orang yang memiliki insting percaya terhadap yang
maha kuasa atau tidak dalam melakukan ekspresi keagamaannya mungkin
lebih aman daripada di Indonesia.Namun demikian,di prancis sering sekali
terjadi terhadap apa yang dianggap sebagai penghinaan terhadap umat
muslim sehingga terjadi protes yang bukan hanya bersifat domestic tapi
juga global. Demikian pemerintah Prancis memberikan ruang terhadap
kehidupan beragama di sana. Siapapun boleh melakukan hal yang sama
terhadap figure-figur suci umat beragama lainnya sebagaimana apa yang
dilakukan terhadap umat muslim.
Lain lagi di Indonesia.Selama ini pemerintah tidak
bisa memberikan hak yang sama terhadap semua anak bangsa.Selama ini
pemerintah tidak bisa memberikan rasa aman terhadap seluruh anak bangsa
bilamana mereka tidak bisa mengikuti buku petunjuk dan pelaksanaan cara
hidup beragama sesuai dengan acuan yang sudah ditetapkan. Inilah yang
terjadi bilamana ada umat Kristen yang tidak bisa melakukan kehidupan
beragamanya sesuai buku petunjuk untuk kaum Kristiani versi pemerintah
atau umat Islam yang tidak bisa melakukan kehidupan beragamanya sesuai
buku petunjuk untuk kaum muslim.Seperti apa yang dialami oleh jemaat
HKBP dan Jemaah Ahmadiyah di Bekasi baru-baru ini.
Pemda Bekasi dengan gagah berani terpaksa harus
membongkar sebuah gereja dan menyegel masjid Ahmadiyah dengan alasan
karena keduanya bertindak tidak sesuai SKB menteri dan petunjuk hidup
beragama yang sesuai pemerintah.Sungguh tindakan yang amat
disayangkan.Kenapa di Jawa Barat selalu saja terjadi masalah seperti ini
seakan tidak pernah berakhir. Selama pemerintahan Ahmad Heryawan
intoleransi seakan mendapat dukungan dari pemprov, ditambah sekarang
beliau terpilih kembali entah berapa kali lagi tindakan tersebut akan
berakhir.
Apa yang dilakukan oleh ratusan pendeta dan
penganut Kristen ketika berdemo di gedung MPR pada hari Senin,8 April
2013 kemarin hanya sekedar harapan supaya suara mereka kaum minoritas
bisa didengarkan oleh pemerintah. Namun demikian mereka jangan terlalu
banyak berharap lebih banyak lagi karena perjuangan untuk Indonesia yang
berkeadilan,Indonesia yang bisa menghargai hak asasi manusia,Indonesia
menjadi rumah bagi semua,Indonesia yang babas korupsi masih sangat
panjang.
Kalau saja pemerintah mau menjadari bahwa sebagai
bangsa kitapun harus bertanggung jawab kenapa masih sering terjadi upaya
kekerasan dan tindakan diluar hukum yang pernah terjadi di
Lampung,Sampit,Poso,Madura,dan banyak lagi, ini sedikit banyak karena
hukum kita cenderung diskrimanif dan sedikit berbau provokasi, padahal
saat ini kita sudah kehilangan banyak momentum untuk berbenah diri bisa
duduk sejajar dengan bangsa lainnya untuk meninggalkan jaman kebodohan
dan keterbelakangan.
Kenapa hukum cenderung diskriminatif, karena hukum
hanyalah sekedar produk politik satu rejim. Kenapa hukum cenderung
melayani kepada penguasa, karena hukum adalah produk politik dari partai
penguasa. Apakah hukum tidak bisa dibuat berdasarkan kajian yang
mendalam dan kejujuran yang berujung kepada Indonesia menjadi Negara
besar,negar adil,Negara terkemuka dan Negara modern.
Salah satu yang terburuk dalam hal kebebasan
beragama adalah Jawa Barat.Salah satu modusnya adalah penegakan hukum
yang tinggi terhadap SKB menteri.Ada apa ini,apakah karena penguasanya
berasal dari partai tertentu.
sumber:
http://hukum.kompasiana.com/2013/04/09/diskriminasi-kebebasan-beragama-dan-penegakan-hukum-dalam-hal-kerukunan-beragamalebih-baik-mana-antara-prancis-dan-indonesiadi-prancis-mungkin-semua-orang-yang-memiliki-insting-percaya-terhadap-yang-m-549449.html