ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Misteri Seorang Ibu Makan Anaknya Sendiri Seperti Makan Daging Ayam

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 02 Juni 2013 | 16.51

http://www.aktuelpsikoloji.com/images/haber/2483.jpgTersentak kaget ketika menyaksikan Liputan 6 di SCTV yang menyiarkan seorang ibu di Thailand, tega memakan kedua anaknya seperti memakan daging Ayam. Dimana seorang ibu ini membunuh anaknya yang kemudian potongan kedua anaknya ini dimasak, dan kemudian dijadikan lauk untuk dimakan. Pristiwa mengejutkan ini membuat warga di Distrik Mae Ai Thailand gempar, aparat kepolisian Thailand juga tengah menyelidiki kasus pemakan anak ini apakah memang seorang ibu ini melakukan aksi kanibal atau ada motif lain dibalik pristiwa ini.
Dari prisitiwa ini dapat dijadikan pelajaran bagi seorang ibu yang telah memiliki anak, jangan sampai sekali-kali berpikir bahwa pemberian anak merupakan sebuah musibah jadikan pemberian anak merupakan anugerah dari tuhan yang tidak terhingga. Banyak para ibu-ibu yang mendambakan seorang anak dan banyak juga ibu-ibu yang menyia-nyiakan anaknya.
Padahal dalam agama seperti yang dilansir Republika, jelas diajarkan Anak adalah anugerah Allah SWT, tempat kita meneruskan cita-cita dan garis keturunan. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati.  Dalam persoalan ini, kita harus meneladani sikap Nabi Zakaria AS dan Nabi Ibrahim AS. Kedua Nabi ini senantiasa berdoa kepada Allah Maha Pencipta. “Ya Rabbana, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami. Jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74). Untuk itu mari kita belajar dari pristiwa yang terjadi di Thailand, jangan sampai pristiwa ini terjadi di Bumi Indonesia tercinta ini. Kalau mulai dari sekarang kita kuatkan iman kita, Insya Allah hal ini tidak akan terjadi. Salam (***)
16.51 | 0 komentar | Read More

Ketahuilah cara rasulullah mengajak orang kafir masuk islam

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 31 Mei 2013 | 22.21

http://hudhafah.files.wordpress.com/2012/06/siluet-demonstrasi-mahasiswa-2.jpg
sesungguhnya cara/metode Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam dalam mengajak orang-orang Kafir kedalam Islam adalah:
  1. Mengajak mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah" dan bahwasanya Muhammad adalah utusan/Rasul Allah ; Diantara hadits yang menyebutkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam ketika mengutus Mu'az ke Yaman, beliau bersabda kepadanya :"Sesungguhnya engkau mendatangi suatu kaum Ahlul Kitab, maka hendaklah yang pertama engkau lakukan adalah mengajak mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq melainkan Allah". Dan dalam riwayat yang lain :"…hingga mereka bertauhid kepada Allah ;
  2. Jika mereka meresponsnya dengan baik, beliau ajak mereka kepada syari'at Islam lainnya berdasarkan urgensinya dan pertimbangan sikonnya. Jika mereka mena'atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan bagi mereka lima shalat waktu dalam setiap hari semalam; jika mereka mena'atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka membayar zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk dikembalikan/diberikan kepada orang-orang fakir diantara mereka; jika mereka mena'ati hal itu, maka jauhilah/berhati-hatilah terhadap harta-harta yang paling mereka utamakan dan banggakan dan takutlah terhadap doa orang yang dizhalimi karena tiada hijab/pelindung antara doanya dan Allah ".
Dan diantaranya lagi adalah hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'd as-Sâidi, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda kepada 'Ali radhiallahu 'anhu ketika beliau akan memberinya panji pada hari perang Khaibar: "Lakukanlah dengan perlahan hingga engkau turun ke lapangan menghadapi mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan beritahukanlah kepada mereka hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! sungguh, Allah beri hidayah di tanganmu seorang saja adalah lebih baik bagimu daripada onta merah (barang yang paling berharga dan bernilai paling tinggi bagi orang Arab saat itu). Dalam riwayat yang lain : " ..maka ajaklah mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah".

BERSUCI DENGAN MANDI BESAR

Para Ulama berbeda pendapat mengenai hukum mandi bagi orang Kafir yang masuk Islam (dalam beberapa pendapat-penj) :
(i) Hal itu adalah wajib : ini adalah pendapat Imam Malik, Ahmad dan Abu Tsaur –rahimahumullah- ; berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasai dari Qais bin 'Ashim –radhiallahu 'anhu- dia berkata : "aku telah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam untuk masuk Islam, maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air yang bercampur daun bidara" . Jadi, perintah disini adalah mengindikasikan suatu kewajiban.
(ii) Hal itu adalah sunnah, kecuali bila telah terjadi padanya jinabah (yang mewajibkan mandi junub) ketika masa kafirnya maka wajib baginya untuk mandi : ini adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan sebagian pengikut mazhab Hanbali.
(iii) Hal itu tidak wajib sama sekali dalam kondisi apapun, bahkan yang disyari'atkan baginya adalah mandi berdasarkan hadits tersebut dan hadits lain yang semakna : ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Adapun masalah khitan/sunatan, maka hal itu wajib bagi kaum laki-laki dan adalah suatu kehormatan bagi kaum wanita (yang melakukannya), akan tetapi jika ajakan kepada orang yang ingin masuk Islam untuk berkhitan itu ditunda dulu untuk beberapa waktu hingga hatinya mantap dalam Islam dan telah merasa tenteram/tenang maka hal itu adalah baik membuatnya lari dari, sebab ditakutkan dengan menyutuhnya segera berkhitan itu justru Islam. Maka berdasarkan hal ini, apa yang anda (penanya) suruh untuk dilakukan oleh sepasang suami isteri tersebut saat masuk Islam adalah benar. Wabillâhit Taufiq. Washallallâhu 'ala Nabiyyinâ Muhammad, wa آlihi washahbihi wasallam.
22.21 | 0 komentar | Read More

SUNGGUH INILAH KEUTAMAAN MENGAJAK ORANG LAIN KEPADA ILMU AGAMA DAN KEBAIKAN

20130407-130126.jpg
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا. (رواه مسلم)
(*) TERJEMAH HADITS:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyeru kepada hidayah (jalan petunjuk dan kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti (atau mengerjakan)nya tanpa mengurangi
pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang mengikuti (mengerjakan)nya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”. (HR. Muslim no. 6750).
(*) BIOGRAFI SINGKAT PERAWI HADITS:
Nama Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi Al-Yamani radhiyallahu anhu. Beliau masuk Islam pada tahun ke-7 Hijriyah pada saat terjadinya perang khoibar. Beliau selalu menyertai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam keadaan safar maupun mukim, karena kecintaannya terhadap ilmu agama.
Abu Hurairah radhiyallahu anhu menjadi sahabat Nabi yang paling banyak menghafal n meriwayatkan hadits melebihi para sahabat yg lain. Hal ini dikarenakan beberapa sebab n alasan yg tidak mustahil n bisa diterima akal manusia. Diantaranya:
1. Abu Hurairah radhiyallahu anhu meluangkan waktunya utk senantiasa ber-mulazamah (bergaul n berdampingan) dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam dlm rangka menimba ilmu, baik di saat Nabi mukim, maupun safar untuk berjihad, menunaikan ibadah Haji n Umroh atau selainnya. Berbeda dengan sebagian sahabat yg lain menggunakan sebagian waktunya utk berdagang atau bekerja.
2. Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mendoakan Abu Hurairah radhiyallahu anhu agar diberi oleh Allah hafalan (daya ingat) yg kuat. Dan doa Nabi mustajab (dikabulkan Allah).
3. Abu Hurairah radhiyallahu anhu tidak hanya meriwayatkan hadits yg ia dengar n lihat langsung dr Nabi shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi beliau jg meriwayatkan hadits dr para sahabat lain yg lebih dahulu masuk Islam.
Abu Hurairah wafat pada tahun 59 Hijriyah.
(*) BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:
1) Anjuran untuk bersemangat dlm berdakwah (mengajak n menunjuki orang lain) kepada jalan petunjuk dan kebaikan.
2) Keutamaan para ulama n penuntut ilmu yang senantiasa berdakwah kepada agama Allah, n mengajarkan ilmunya kepada orang lain dengan niat ikhlas karena mengharap wajah Allah semata.
3) Anjuran bagi para juru dakwah n pengajar ilmu untuk mengamalkan apa yg didakwahkan n diajarkannya agar ia menjadi panutan/ teladan yg baik bagi orang lain.
4) Besarnya pahala orang yang berdakwah kepada agama Allah n setiap jalan kebaikan, yg mana pahala dakwah tsb akan selalu mengalir kpd dirinya hingga terjadinya hari kiamat sebanyak pahala orang yg menerima, mengikuti n mengamalkan ilmu yg di dakwahkan n diajarkannya.
5) Yang dimaksud Al-Huda (petunjuk) di dalam hadits ini ialah setiap ilmu yg bermanfaat n amal sholih yang ada dalilnya di dalam Al-Quran Al-Karim dan Al-Hadits yg Shohih.
6) Ancaman keras bagi siapa saja yang mengajarkan n mendakwahkan kpd orang lain kemusyrikan, kekufuran, kebid’ahan, kesesatan, n kefasikan. Yaitu ia akan memikul dosa perbuatannya tsb, n dosa orang-orang yg mengikuti seruannya tsb hingga hari Kiamat tanpa mengurangi dosa para pengikut sedikit pun. Dan yg demikian ini dikarenakan ia menjadi sebab penyimpangan manusia dari jalan kebenaran.
7) Keutamaan n pahala mengajak orang lain kpd kebaikan dan kebenaran ini bisa diraih oleh setiap orang muslim n muslimah, para ulama n penuntut ilmu, orang kaya n orang miskin, penguasa maupun rakyat. Dengan syarat, melakukan dakwah kpd kebaikan n kebenaran itu dilakukan dengan cara-cara yg sesuai dengan kemampuannya.
Diantara cara2 dakwah kpd agama Allah agar meraih pahala yg besar yg mengalir smp hari Kiamat adalah sbb:
1. Berdakwah secara langsung di hadapan manusia di masjid, sekolah, rumah, tempat kerja, atau selainnya.
2. Berdakwah kpd agama Allah melalui media massa cetak n elektronik, dan cara pertama n kedua ini hanya boleh dilakukan oleh orang2 yg memiliki ilmu n pemahaman yg benar ttg agama Islam. Adapun orang yg tidak berilmu, maka dilarang keras terjun ke medan dakwah karena ia akan lebih banyak merusak keadaan umat Islam.
3. Membiayai n menfasilitasi aktifitas dakwah tauhid n sunnah, membagi-bagikan/menghadiahkan buku2/buletin/majalah/CD dakwah atau selainnya. Dan ini bisa dilakukan oleh orang2 yg diberi kelapangan rezeki oleh Allah.
4. Membuat peraturan n perundang-undangan tentang Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar yg diterapkan dan diwajibkan kpd pemerintah dan rakyat. Dan cara ini bisa dilakukan oleh penguasa atau pemerintah.
Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiyah yg dapat kami simpulkan dari hadits ini. Smg dapat dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.
(SUMBER: BlackBerry Group Majlis Hadits, chat room Mutiara Hadits Shohih, PIN: 2987565B)
22.16 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...