ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

TENTANG PRASANGKA BURUK DALAM PANDANGAN ISLAM: HUKUM BERBURUK SANGKA DAN MENCARI-CARI KESALAHAN

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 21 Juli 2016 | 17.09


Oleh
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr
Allah Ta’ala berfirman.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]
Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [1]
Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”
Ibnu Katsir menyebutkan perkataan Umar di atas ketika menafsirkan sebuah ayat dalam surat Al-Hujurat.
Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata : “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.
Disebutkan dalam kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata : “Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.
Sufyan bin Husain berkata, “Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, “Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi?” Aku menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Kalau memerangi bangsa Sind [2], Hind (India) atau Turki?” Aku juga menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Apakah layak, bangsa Romawi, Sind, Hind dan Turki selamat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim tidak selamat dari kejelekanmu?” Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu” [3]
Komentar saya : “Alangkah baiknya jawaban dari Iyas bin Mu’awiyah yang terkenal cerdas itu. Dan jawaban di atas salah satu contoh dari kecerdasan beliau”.
Abu Hatim bin Hibban Al-Busti bekata dalam kitab Raudhah Al-‘Uqala (hal.131), ”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya”.
Beliau juga berkata pad hal.133, “Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita”.
[Disalin dari buku Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah Penulis Abdul Muhsin bin Hamd Al Abbad Al Badr, Edisi Indonesia Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr, Penerbit : Titian Hidayah Ilahi Bandung, Cetakan Pertama Januari 2004]
_______
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563
[2]. Sind adalah negara yang berbatasan dengan India, -ed
[3]. Lihat Kitab Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir (XIII/121)


Sumber: https://almanhaj.or.id/
17.09 | 0 komentar | Read More

CARA PANDANG ISLAM TERHADAP MASALAH KEHIDUPAN

CARA PANDANG ISLAM DAN UPAYA DALAM MENYIKAPI MASALAH KEHIDUPAN


Bismillahirahmanirahim..
Assalamualaikum wr.ws..
Assolatuasala wa ala alahi wasahbihi adzmain.. ama ba’du..

Saudara –saudaraku yang dirahmati Allah swt.. Marilah bersama-sama kita membuka majelis hari ini dengan mengucap hamdalah (Alhamdulilah) karena atas segala rahmat dan berkah sehat yang Allah berikan kepada kita sehingga kita bisa berkumpul dalam majelis ini.. Shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi Muhammad saw.

Masalah ? Masalah itu biasa terjadi apabila kenyataan yang kita hadapi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Manusia sebagai makhluk Allah, tentu sering diberikan Allah masalah sebagai ujian dalam menjalani hidup ini. Apabila kita memandang masalah yang diberikan itu sebagai sebuah ujian, tentu kita bisa memahami bahwasanan masalah itu adalah sarana percepatan peningkatan kualitas diri. Dengan demikian tentu kita lebih bisa menikmati proses dalam setiap tahap menyelesaikan masalah tersebut.
Saudara- saudara ku sekalian harus diketahui bahwasana masalah hidup baik dalam bentuk sakit, musibah, ataupun kecelakaan dialami oleh semua makhluk ciptaan Allah sebagaimana yang sudah Allah katakan dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-157 : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”.
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan memberikan ujian yang berlebihan kepada kita, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 286 : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Oleh sebab itu, pencapaian pribadi paripurna hanya dapat diraih melalui proses ujian yang bertahap sesuai dengan kapasitas, dinamis dan berkelanjutan sehingga berakhir pada satu titik yaitu kepantasan diri mendapatkan kebahagiaan hakiki yakni bahagia dunia dan akhirat. Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi II/286). Dalam hadist tersebut tentunya dapat diketahui ujian juga menjadi sarana kita untuk mendapatkan pahala dan memperoleh keridhoan Allah SWT.
Tidak semua manusia bisa menempatkan diri sebagai pribadi yang pantas mendapat kebahagiaan salah satu penyebabnya adalah pola pandang yang salah tentang ujian hidup itu sendiri. Banyak manusia menganggap bahwa ujian hidup hanya dalam bentuk musibah yang buruk-buruk semata padahal nikmat yang baik-baik pun sebenarnya bentuk lain dari ujian hidup. Misalnya ketika kita diberikan Allah pasangan hidup yang rupawan wajahnya, harta yang berlimpah dan jabatan yang tinggi. Bagi  banyak orang hal tersebut adalah rezeki yang tiada tara, tetapi Allah Maha Adil. Maka dalam nikmat yang diberikan olehnya diselipkan lah ujian untuk kita yaitu bagaimana kita bisa amanah menjaga semua yang telah Ia titipkan kepada kita.
Melihat banyaknya hikmah dan kebaikan dalam sebuah ujian tentu ada baiknya untuk kita belajar bagaimana cara menyikapi masalah agar kita menjadi lebih tangguh, kuat dan sabar dalam menjalani nya.  Caranya adalah sebagai berikut :
  1.  Janganlah mengubur harapan. Dengan mengubur harapan maka sama artinya kita melemahkan motivasi untuk bisa bangkit dan menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya ketika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak mampu untuk melakukan sesuatu maka sebenernya kita sudah mulai kehilangan motivasi untuk mendapatkan keinginan kita. Kita harus yakin bahwa harapan itu tidak pernah sirna selama kita yakin dan percaya bahwa kita bisa melakukannya dengan bantuan Allah swt. 
  2. Teruslah untuk membuka mata, hati, dan pikiran kita. Bukalah mata untuk melihat disekitar kita bahwa masih banyak orang yang sebenarnya memiliki masalah yang lebih pelik daripada kita. Bukalah hati untuk selalu merasakan bahwa sebenernya kita masih lebih beruntung daripada yang lain. Bukalah pikiran agar kita bisa  berpikir dengan logika  dan pikiran yang jernih, kebanyakan orang akan menyelesaikan masalahnya dengan emosi. Jika kita menggunakan emosi, kita tidak bisa berpikir dengan jernih, sehingga tidak bisa menemukan solusi atas masalah kita. Emosi seringkali hanya menuntun kita ke solusi instan, yang penting cepat selesai dan pada akhirnya solusi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak paripurna. 
  3. Tidak usah berlebihan (lebai) dalam menyikapi permasalahan. Masalah terbesar dari sebuah masalah sebenarnya bagaimana kita menyikapinya, bukan pada masalahnya. Suka ada orang yang bertanya atau konsultasi bagaimana cara menghadapi masalahnya. Namun apa pun nasihat yang orang berikan kepadanya, dia selalu membantah bahwa masalahnya itu terlalu besar jika dibandingkan dengan nasihat yang diberikan. Lebai akan menutup semua cara menghadapi masalah. Khawatirnya, jika bersikap seperti itu, dia hanya mencari pembenaran akan ketidakmampuan dia. Dia menyerah dan mencari “maklum”, bukan mencari solusi.
  4.  Ini adalah langkah yang paling penting dan paling utama yaitu meminta pertolongan Allah SWT. Tidak ada yang bisa menghambat kita, jika Allah sudah mengijinkan. Tidak ada masalah yang tidak bisa dihilangkan jika Allah berkehendak. Jadi, mintalah pertolongan Allah bukan sebagai pelengkap dari langkah kita, tetapi justru hal yang utama yang harus kita lakukan. Sesungguhnya kekuatan itu dari allah tidak ada yang bisa menghalangi atau menghentikan jika Allah sudah berkehendak. Bagaimana cara mendapatkan pertolongan Allah ? Banyak sekali, diantaranya shabar dan shalat, sebagaimana dijelaskan dalam ayat Al Qur’an Al Karim : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al Baqarah:45-46)
Setelah kita tahu cara untuk menghadapi setiap masalah, maka kita harus yakin dan percaya bahwa didalam kesulitan terdapat kemudahan yang Allah berikan seperti yang tertuang dalam Firman Allah : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Q.S Asy-Syarh 5-6).  Semoga kita lebih bijaksana dalam menghadapi semua masalah dan selalu diberikan banyak kemudahan serta kelancaran dalam menjalani setiap tahap dan proses kehidupan.
Billahi fi sabililhaqh..
Assalamualaikum wr wb..
 
http://fheybot.blogspot.co.id/
17.07 | 0 komentar | Read More

Inilah 5 Strategi Apabila Merasa Kusut Dalam Menyelesaikan Masalah

Menyelesaikan Masalah Hidup | figure.it.out by karlaHernandez
Pernahkah anda menghadapi satu masalah hidup yang sangat rumit dan menyesakkan dada serta sukar untuk dibuat solusinya?
Mungkin masalah ini telah membuat anda tidak dapat tidur malam, hilang selera makan dan Berasa sangat keliru untuk membuat keputusan? Benar?
Saya juga kerap mengalami situasi seperti ini. Terlalu over-thinking dan menganalisa masalah tersebut dari setiap sudut.
Hasilnya, saya akan bertambah serabut. =.=’
Semakin saya berfikir, semakin fikiran saya menjadi kusut ke dalam kekeliruan, dan lebih besar  masalah yang dirasakan.

Jangan terlalu memikirkan masalah tersebut

Bila kita terlalu memberikan tumpuan kepada masalah tersebut, anda  rasa apa yang kita dapat?
– Sebenarnya lebih banyak masalah yang kita akan dapat.
Sebenarnya apabila lebih banyak kita memberi tumpuan kepada masalah itu, pemikiran kita menjadi lebih sempit.
Malah kita akan membungkuskan sekali diri kita dengan masalah tersebut.

Bersederhana

Saya mendapati perkara ini benar. Jalan terbaik untuk dilakukan semasa menghadapi sesuatu masalah adalah bersederhana.
Kesederhanaan anak membuang segala kerumitan. Tidak terlalu memikirkan secara kompleks dan tidak juga mengabaikan terus masalah yang dihadapi. Cuma bersederhana.
Bertepatan dengan hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Telah binasa orang berlebih-lebihan.”
Alhamdulillah, saya telah menjumpai beberapa strategi yang ringkas untuk  menyelesaikan kebanyakkan masalah, Insyaallah.
Semoga strategi-strategi yang saya kongsikan ini mampu membantu anda menyelesaikan masalah dalam kehidupan juga

5 Strategi Mudah Dan Berkesan Untuk Menyelesaikan Masalah

1. Fokuskan kepada Penyelesaian

Fokus pada penyelesaian – bukan masalah.
Saintis telah membuktikan bahawa otak  tidak dapat untuk mencari penyelesaian jika kita memberi tumpuan kepada masalah, kerana ia akan mengaktifkan emosi negatif, yang akan menghalang potensi otak untuk menyelesaikan masalah.
Bukan bermakna kita harus mengabaikan masalah, tetapi hanya perlu tahu masalah itu dan kemudian memberi tumpuan kepada cara-cara untuk menyelesaikannya.
Sentiasa tanya diri – Apa yang dapat menjadi penyelesaian?

2. Jangan melihat masalah sebagai sesuatu yang negatif

Masalah yang dihadapi adalah sebenarnya satu peluang.
Ya, satu peluang untuk meningkatkan keupayaan diri menghadapi rintangan serta sebagai satu indicator untuk dimana kita memfokuskan perhatian kita.
Oleh itu hadapilah masalah ini secara tenang dan tanpa ragu kepada Allah. Di saat kita mencari solusi dalam menyelesaikan masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan bermula.
Baca juga artikel ini:

3. Sentiasa berfikiran terbuka

Sangat penting! Sangat penting untuk sentiasa berfikiran terbuka kerana ia akan membuatkan kita sentiasa kreatif untuk mencari penyelesaian masalah.
Jangan terasa “janggal” apabila mengeluarkan idea-idea penyelesaian yang nampak bodoh, kerana selalunya idea-idea bodoh inilah yang akan mencetuskan penyelesaian hebat kepada masalah yang dihadapi.

4. Permudahkan masalah!

Ringkaskan masalah tersebut dengan membuat kesimpulan. Buang semua perincian masalah itu dan menjadikannya lebih besar, lebih luas.
Selalunya kita hidup dengan sentiasa merumitkan segala benda dalam kehidupan dan akhirnya inilah menjadi masalah kepada kita.
Cuba meringkaskan setiap perkara dengan satu penyelesaian yang  mudah
Strategi ini selalunya menjadi!

5. Ubah Cara pemikiran

‘You cannot dig a hole in a different place by digging it deeper.”  
Tukar cara pendekatan kita melihat sesuatu masalah tersebut.  Lihatlah setiap perkara dalam sudut yang baru. Walaupun  merasakan ia janggal, pendekatan baru biasanya akan merangsang penyelesaian fresh dan baik

http://akuislam.com/
17.06 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...