ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Inilah Pesan untuk Anda yang Agen MLM

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 19 April 2015 | 19.47

Pesan untuk Anda yang Agen MLM

Oleh: Hulya Nashouha
Tolong, dear Mbak yang memprospek MLM terus-menerus, pahamilah bahwa calon downline Anda pun bisa lelah.
Lelah Mbak berinteraksi dengannya semata-mata karena ingin merekrut.
Lelah mendengar bujuk rayu Mbak yang tidak relevan baginya.
Lelah dengan tiadanya etika.
Bayangkan kalau Mbak di posisinya. Kalian tidak kenal sama sekali, lalu seseorang add Mbak dengan alasan ini-itu. Setelah permintaan pertemanan Mbak konfirmasi hal pertama yang orang itu sampaikan adalah:
“Hai, mbak mahasiswa apa ibu rumah tangga? Jangan puas hanya jadi IRT biasa. IRT pun bisa berpenghasilan sampai 4 juta sebulan lho. Modal hp sama bb, online dari rumah sambil dasteran pun bisa. Add bbmku/waku yuk kita ngobrol lebih jauh tentang bisnis cantikku.”
Di mana sopan-santunnya coba?
Dan Mbak satunya lagi. Yang kenal tapi sudah bertahun-tahun tidak bertegur sapa. Tiba-tiba kirim pesan pribadi, bilang,
“Hai… wajahmu kusam, berjerawat, dan berminyak? Nggak pede tampil di depan umum, malas jalan bareng gebetan?? Nanospray solusinya!”
Etika, please!
Bukan begitu cara berbisnis. Bukan begitu cara mempersuasi orang lain.
Dan tolong, tolong jangan anggap semua orang sama, memiliki mimpi yang tinggal copy paste dari template upline Anda; jalan-jalan ke luar negeri, menginap di hotel, dapat tas gratis, tampil fashionable dalam sapuan eyeshadow tren warna terkini.
Dear Mbak yang baik,
Ada lho perempuan yang mimpinya sedikit berbeda dengan Anda. Bukannya bermimpi jalan-jalan, senang-senang dan tampil cantik, mereka memimpikan sesuatu yang lain. Ada perempuan yang keinginannya sesederhana membuat sekolah inklusif yang humanis. Ada lagi yang bermimpi membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang terpinggirkan; orang-orang penyandang disabilitas, mantan napi, mantan PSK, orang-orang tanpa pengalaman kerja dan ijazah mentereng. Ada juga perempuan yang bermimpi menciptakan teknologi tepat guna untuk mempermudah hidup sesamanya. Beberapa perempuan mungkin bermimpi menjadi ilmuwan terdepan dalam psikobiologi atau perkeretaapian. Selain itu, ada perempuan yang bermimpi menulis buku yang mampu menyentuh segenap stakeholders untuk mengubah kurikulum pendidikan nasional.
Jadi jangan terburu-buru memvonis orang lain tidak punya mimpi, ketika kenyataannya adalah mimpi mereka berbeda dengan mimpi Anda.



Perempuan-perempuan ini tahu apa keinginannya dan siap bekerja keras untuk mewujudkannya. Mereka tipe yang tidak selalu mengikuti make up terkini dan penampilannya biasa saja, sebab mereka tahu ada perbedaan besar dan mendasar antara tampil cantik dan menjadi cantik. Perempuan-perempuan ini tahu uang adalah sarana penting untuk mewujudkan mimpinya, hanya saja mereka tidak melihat MLM sebagai jalan yang ingin ditempuh. Perempuan-perempuan ini rela berpeluh-peluh berdagang di pasar, menjadi tukang kue, menjahit, mengetik draft buku siang dan malam, mengajar, berjaga malam di UGD, menjadi pramuniaga, mengelola warung makan, berjualan kain, apapun selain MLM. Perempuan-perempuan ini bersemangat belajar, menatap setiap kemungkinan dengan percaya diri, dan selalu bangkit ketika gagal.
Tolong, sadari ada banyak pilihan cara mencari rezeki, tidak harus ber-MLM.  Tolong hargai pilihan hidup orang lain. Jangan caci-maki orang yang tidak mau bergabung dengan MLM Anda sebagai pemalas.
Itu keterlaluan.
Dear Mbak yang terhormat, Pernahkah terpikir oleh Anda? Orang yang Anda anggap calon downline hanya ingin silaturahmi yang tulus, tanpa modus. Hanya ingin dipandang sebagai kenalan, teman, atau partner diskusi, BUKAN calon downline.

http://www.fimadani.com/pesan-untuk-anda-yang-agen-mlm/
19.47 | 0 komentar | Read More

Inilah Sebuah Nilai Keperawanan dalam Islam

Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika seorang sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? Apakah ia perawan atau janda? Jawab sahabat tersebut ”Sudah janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu? Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan.”
Drs. H. Seproni Hidayat, dosen STAI Yamisa Soreang mengatakan, sesungguhnya banyak hadits Nabi Muhammad saw yang menegaskan pentingnya makna keperawanan bagi seorang gadis hingga Nabi Muhammad mewanti-wanti kaum pria untuk lebih condong memilih perawan.
Nilai Keperawanan dalam Islam


Anjuran Nabi Muhammad untuk lebih memprioritaskan menikahi gadis perawan meski tidak melarang untuk menikahi janda, menurut Seproni, bisa diartikan sebagai upaya ajaran Islam lebih melindungi kaum wanita dari perbuatan zina. “Selain itu, dengan menikahi gadis yang masih perawan juga timbul gairah bagi pasangannya sekaligus menghilangkan prasangka negatif terhadap perempuan yang menjadi jodohnya,” jelasnya.
Malah, Seproni memaknai pemilihan faktor kecantikan seorang perempuan juga bisa diartikan lahir dan batin termasuk faktor keperawanannya. “Jadi, salah apabila wanita atau kaum pria tidak lagi memandang penting arti sebuah keperawanan. Entah apa jadinya apabila gadis di Indonesia seperti gadis AS yang merasa lebih bangga apabila tidak lagi menjadi seorang perawan. Bukankah bangga tidak perawan lagi berarti hubungan di luar nikah atau zina juga merebak di masyarakat?” ujarnya. Padahal, ajaran Islam dengan tegas-tegas menyatakan “walaa taqrabuzzinaa” (jangan mendekati zina) yang bermakna luas bukan hanya sebatas melakukan hubungan di luar nikah, melainkan juga berdekatan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya (ada hubungan keluarga yang tak boleh dinikahi). “Dengan demikian ajaran Islam lebih banyak mencegah terjadinya sebuah perbuatan atau preventif. Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya,” tegasnya.




Pada dasarnya, keperawanan dengan keutuhan selaput dara memang tidak harus selalu berkaitan. Ketidak utuhan tersebut tidak hanya dikarenakan hubungan badan saja, tetapi bisa dikarenakan kecelakanaan, terjatuh, gerak fisik yang berlebihan seperti olah raga, berkuda, bersepeda dan sebagainya.
Keperawanan merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan karena disitulah letak kesucian akhlak dan kesempurnaan iman. Namun demikian, mari lihatlah bagaimana kenyataan hari ini di mana tidak sedikit perempuan yang menggumbar auratnya yang berharga. Pakaian yang semestinya dipakai anak usia lima tahun semakin digandrungi oleh gadis remaja dan lucunya ibu-ibu pun beramai-ramai menegenakan hal serupa. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, tidak sedikit para wanita menyerahkan kepada laki-laki yang bukan suaminya. Mereka tidak akan lagi merasa malu ketika selaput daranya sudah terkoyak sebelum waktunya. Apalagi saat ini telah beredar selaput dara palsu, tentunya mereka akan dengan mudah mengganti dan mengelabui siapapun. Apalagi dengan obat pencegah kehamilan yang kian marak dimasyarakat, tak pelak lagi akan memepermudah jalan menuju kemaksiatan.


Perempuan adalah makhluk istimewa. Allah SWT telah menciptakan wanita dengan selaput dara yang dimilikinya tidaklah bernilai cuma-cuma dan percuma. Keberadaanya adalah bukti keseriusan wanita dalam menjaga dan memelihara kesucian iman dan kegadisan. Organ itu juga menjadi saksi bahwa dirinya tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah sebagaimana telah menjadi hukum Allah.
Namun ketika hal itu terkoyak sebelum waktunya (kecuali alasan pemerkosaan, atau kecelakaan) patut kita pertanyakan dimana rasa malu yang merupakan cerminan perempuan. Di manakah keimanan yang akan membuat akhlaknya semakin menawan dan dimanakah harga dirinya sebagai manusia yang diistimewakan. Maka wajarlah jika terdapat perempuan yang tidak menjaga harga diri dan keperawanannya dianggap tidak punya iman.
istimewa | fimadani

http://www.fimadani.com/nilai-keperawanan-dalam-islam/
19.45 | 0 komentar | Read More

Sebuah Dilema remaja, antara pacaran vs ta’aruf

Banyak remaja sekarang yang terjebak dengan tipu muslihat syaitan dengan cara berpacaran. Padahal sudah jelas hal tersebut dilarang dalam agama, sebab akibat yang ditimbulkannya pun bukan hanya berdampak buruk pada sang pelaku, namun juga buruk bagi masyarakat, agama dan lainnya.

Berbeda dengan kaidah yang telah diajarkan dalam agama, jika seorang pemuda telah merasa cocok dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius lagi, maka islam telah memberikan jalan dengan cara ta’aruf. Ingat… ta’aruf bukan pacaran.

Kenapa harus memilih untuk ta’aruf dibandingkan dengan berpacaran?


Pertama , ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah . Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta’ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua , ta’aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya . Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh) he he he.

Ketiga , dengan ta’aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya . Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat , melalui ta’aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan . Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.

Kelima , kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama . Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan ”digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam , dalam ta’aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan . Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.

Nah ternyata ta’aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, …kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya (kisahislami)
 
http://www.solusiislam.com/2014/04/dilema-remaja-antara-pacaran-vs-taaruf.html
19.42 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...