ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

( MISTERI NAGA KUTAI ) Flashback: Foto sepasang naga Kutai yang menggemparkan warga

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 06 Juni 2014 | 15.21


Lebih dari satu tahun yang lalu, kompas.com memuat sebuah berita (yang diambil dari tribun kaltim) mengenai penampakan sepasang naga/ular raksasa di wilayah Kutai Barat. Berita ini disertai sebuah foto.


Pada hari ketika berita itu dimuat kompas.com, seorang pembaca mengirim sebuah email mengenai hal ini dan meminta saya untuk mempostingnya. Ketika saya membaca berita tersebut dan melihat foto yang disertainya, saya tidak terkesan sama sekali karena bagi saya foto itu jelas terlihat seperti sebuah karya photoshop. Jadi, saya tidak punya niat untuk mempostingnya.

Namun masalahnya adalah, setelah lebih dari satu tahun, saya masih saja menerima pertanyaan mengenai foto ini. Jadi untuk menjawab pertanyaan sebagian pembaca yang masih penasaran, saya akan mengomentari foto tersebut dengan menyertakan alasan mengapa saya percaya kalau foto tersebut adalah sebuah rekayasa.

Bagi kalian yang belum pernah mendengar berita ini, berikut cuplikan dari kompas.com tanggal 5 Februari 2010. Kompas mengambil berita ini dari kaltim.tribun.co.id yang masih merupakan media grup Kompas.

KOMPAS.com — Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).


Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.


Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.


Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Sebelumnya, pada Februari 2009, Kalimantan juga bikin heboh dunia saat muncul sebuah foto udara yang memperlihatkan ular raksasa tengah melintas di sebuah sungai di Sarawak, Malaysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan.

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009.

Foto itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun, selama ini ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau piton atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun, ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, itu jauh lebih panjang dan besar dibandingkan dengan temuan piton. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut, yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal itu karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan sebab sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.
Saya merekomendasikan kalian untuk membaca berita tersebut secara penuh dengan mengklik link yang saya sertakan di atas.

Saya yakin, beberapa dari kalian yang melihat foto tersebut akan segera tertawa. Tidak heran, saya memang percaya ada orang yang memiliki kepekaan terhadap sebuah rekayasa, apalagi rekayasa yang "kasar".

Namun bagi kalian yang tidak memiliki kepekaan itu dan ingin mengetahui alasan yang lebih jelas, saya akan berikan tiga alasan mengapa saya yakin kalau foto tersebut adalah hasil rekayasa.

Alasan pertama adalah, adanya bekas-bekas sentuhan photoshop pada tubuh ular tersebut.

Bahkan jika kita hanya melihat dengan sekilas, kita bisa melihat adanya blur pada tubuh ular tersebut. Blur ini tidak terlihat pada kepala ular.

Ini wajar karena tubuh ular yang berada di dalam air akan lebih sulit direkayasa dibandingkan bagian kepala yang berada di atas permukaan air. Mungkin sang perekayasa menggunakan efek blur atau smudge pada photoshop untuk menciptakan efek riak air. Namun usaha ini tidak berhasil karena bagian tersebut terlihat tidak alami dan berbeda dengan sekitarnya.

Alasan kedua adalah, kesaksian yang meragukan.

Saya kutip:
"Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter."
Menurut kesaksian seorang warga, ada dua naga yang terlihat dan masing-masing memiliki empat kaki.

Agak mengherankan jika disebutkan ada dua naga yang terlihat sedangkan hanya ada satu naga di dalam foto.

Namun, anggaplah kalau kedua naga ini memang tidak saling berdampingan. Naga jantan yang bertanduk berada jauh di depan sehingga tidak terpotret. Kalau begitu, pertanyaannya selanjutnya adalah:

"Bagaimana para saksi bisa mengetahui kalau naga itu memiliki empat kaki?"

Bukankah kaki mereka berada di dalam air yang coklat berlumpur?

Bagaimana cara mereka melihatnya?

Apakah naga tersebut sempat berenang dengan gaya punggung?


Lalu, mungkin dari kalian ada yang berargumen: "Bisa saja kesaksian dan foto itu tidak saling berhubungan. Foto itu benar diambil di Riam Haloq, sedangkan kesaksian yang dikutip kompas.com merujuk ke naga yang lain."

Memang benar, bisa seperti itu. Namun sang wartawan mengindikasikan kalau keduanya saling berhubungan. Bukankah begitu?

Alasan ketiga adalah, posisi kepala sang naga.

Salah satu alasan mengapa saya langsung menganggap foto ini hasil rekayasa adalah karena posisi kepala ular yang tidak alamiah (selain karena bentuk kepalanya yang lebih menyerupai bebek ketimbang naga).

Posisi yang tidak alamiah ini mungkin disebabkan oleh dua hal, yaitu ingin menciptakan "efek ular" atau ingin menciptakan "efek monster danau".

Yang saya maksudkan dengan efek ular adalah posisi seperti kobra yang siap menyerang. Jika ia membuat foto dengan kepala seperti itu, orang yang melihatnya akan langsung teringat dengan ular.

Sedangkan efek monster danau adalah usaha untuk mengasosiasikan makhluk tersebut dengan monster danau yang paling terkenal di dunia, yaitu Nessie.

Nessie sendiri adalah monster danau yang paling terkenal di dunia yang dipercaya hidup di Danau Ness (Lochness), Skotlandia.

Imajinasi orang mengenai rupa makhluk ini dibentuk oleh foto yang disebut Surgeon Photo.

Walaupun foto ini terbukti hoax, namun masyarakat dunia terlanjur mengasosiasikan monster danau dengan leher panjang yang menjulur keluar dari air sehingga foto-foto hoax monster danau berikutnya selalu dibuat dengan posisi kepala dan leher seperti ini.

Masalahnya adalah, posisi leher dan kepala Nessie pada Hoax Surgeon Photo lebih masuk akal karena Nessie dipercaya sebagai Plesiosaurus.

Dalam kasus kita kali ini, makhluk yang dibicarakan adalah seekor ular/naga sehingga posisi leher atau kepalanya menjadi tidak tepat.Berikut ini adalah contoh posisi kepala ular yang berenang di air.

Ular tidak pernah berenang dengan posisi kepala 90 derajat dengan permukaan air.

Pernahkah kalian menyaksikan sebuah film dokumenter mengenai ular?

Ketika ular itu bergerak/merayap, bagaimana posisi kepalanya?

Tentu saja sejajar dengan tanah.

Sama halnya dengan ketika ia berenang. Ia hanya memunculkan kepalanya sedikit untuk bernafas.

Menariknya, artikel ini juga menyebutkan mengenai adanya foto ular sepanjang 33 meter di utara Kalimantan yang didapat tahun 2009.

Mengenai foto-foto ini, saya sudah pernah mempostingnya. Ini juga hoax. Kalian bisa membacanya disini: Rekayasa Ular Raksasa Borneo.

Paling tidak, perekayasa foto ular sepanjang 33 meter tersebut membuat posisi kepala ular dengan benar. Mungkin karena ia merekayasanya dengan meniru gerakan ular yang asli.

Itulah tiga alasan mengapa saya menganggap foto itu sebagai sebuah rekayasa.

Sekarang pertanyaan berikutnya adalah, dari mana kompas.com mendapatkan foto tersebut?

Karena kompas.com menyebutkan sumber berita tersebut adalah tribun kaltim, maka masuk akal jika mereka mendapatkannya dari media tersebut. Saya berusaha menemukan berita awalnya di tribun kaltim dengan mengikuti beberapa link yang dicantumkan blog dan situs yang memuat berita ini, namun sayangnya, berita mengenai sepasang naga ini sudah lenyap dari situs tersebut.
Berita ini juga lenyap dari tribun palembang.

Beberapa media berita memang sering mengarsip berita yang sudah cukup lama untuk menghemat biaya. Namun untuk media sebesar tribunnews, agak mengherankan kalau berita yang baru berumur 1,5 tahun sudah masuk ke dalam arsip. Atau mungkin berita tersebut memang sengaja dihapus.

Tribun Banjarmasin
masih memuat berita tersebut. Namun mereka tidak menyertakan foto.
Mungkin mereka pun merasa aneh dengan foto tersebut.

Benar-benar foto yang misterius!
Bukankah begitu?

Nah, sebelum saya akhiri, saya ingin menegaskan kalau saya TIDAK beranggapan ular raksasa itu tidak ada. Yang saya tolak adalah keabsahan foto yang satu ini.

Lalu, percayakah saya dengan keberadaan ular raksasa di Kutai?

Saya tidak mengatakan kalau ular raksasa pasti ada di Kutai karena saya belum pernah memeriksa kota Kutai secara keseluruhan. Namun saya tidak heran kalau di dunia ini ada ular raksasa sepanjang belasan atau puluhan meter. Apalagi untuk Kutai yang terbiasa dengan buaya sepanjang 6 meter.
http://xfile-enigma.blogspot.com/2011/06/flashback-foto-sepasang-naga-kutai-yang.html
15.21 | 0 komentar | Read More

Mengungkap Misteri crop circle: Apakah misteri crop circle sudah mulai terpecahkan?

Setelah lebih dari seratus tahun menjadi misteri yang menyenangkan bagi para pemburu fenomena aneh, apakah sekarang misteri crop circle telah mulai terungkap sedikit demi sedikit? Jika demikian adanya, apakah kita siap untuk mengakui bahwa crop circle hanyalah sebuah seni buatan manusia yang tidak ada kaitannya dengan ekstra terrestrials? 
Soal crop circle, komunitas peneliti dan media terombang-ambing. Antara mempercayainya sebagai pesan rahasia makhluk berintelejensia tinggi dari peradaban jauh di planet lain ataukah hanya sekedar sebuah karya fantastis dari seniman langka yang bekerja diam-diam untuk memuaskan diri. 
Pola-pola indah dan rumit crop circle telah menghiasi ladang-ladang gandum di Inggris selama puluhan tahun. Para petani yang kesal karena ladangnya yang rusak oleh crop circle umumnya masih bisa mengutip uang dari para turis yang ingin menyaksikan dan merasakan sensasi misteri ini. Namun, sepertinya atraksi turis semacam itu telah berakhir. Dan mungkin juga misteri crop circle akan bernasib sama. 
Pada tahun 2013 ini, para peneliti dan pemerhati crop circle menyadari satu hal yang tidak biasa, yaitu penurunan jumlah kemunculan crop circle yang sangat tajam di Inggris. Pada pertengahan tahun 2012, paling sedikit muncul 50 pola di ladang-ladang gandum Inggris. Tahun ini hanya 15. Tetapi bukan itu yang paling mengganggu, melainkan bentuk pola yang sangat sederhana sehingga memunculkan spekulasi bahwa siapapun yang membuat crop circle indah pada tahun-tahun sebelumnya telah memutuskan untuk pensiun. 
Lihat saja contoh-contoh crop circle berikut ini: 

Pola seperti ini jelas terlihat seperti dibuat oleh para amatir yang belum memiliki kemampuan untuk menyamai pola terdahulunya.
Atau bentuk hati yang muncul berikut ini. Jelas tidak menunjukkan kehebatannya sebagai crop circle kelas dunia. Bandingkan dengan crop circle berpola hati yang muncul sebelumnya.
 
Apa yang telah terjadi? Apakah alien dari planet lain telah dihinggapi rasa jenuh untuk menunjukkan karya-karya spektakulernya di ladang-ladang gandum Inggris. 
Well, memang iya, para pembuat crop circle itu dihinggapi rasa jenuh, atau malas, untuk melanjutkan karyanya. Tapi mereka bukan alien.
Menurut Dailymail yang mengutip sumber-sumber internal, para seniman rahasia yang sebelumnya rajin membuat crop circle memang telah memutuskan untuk berhenti. Salah satunya adalah Julian Richardson yang telah beralih ke seni Sand Circle. 

Julian Richardson
Matthew Williams, seniman lain, memutuskan berhenti setelah mengalami penyakit yang berhubungan dengan tanaman. Mundurnya dua seniman ini telah membuat seniman lain malas membuat crop circle yang baru dikarenakan tingkat kompetisi yang telah menurun jauh. 

Matthew Williams 
Kata Williams,"Masalahnya adalah para pembuat crop circle hebat telah pensiun atau beralih ke sesuatu yang baru. jadi sudah tidak ada kompetisi lagi. Seniman-seniman tersebut adalah orang-orang yang sangat kreatif, dan tanpa adanya persaingan persahabatan, banyak seniman lain menjadi tidak peduli lagi dengan crop circle." 
Ia melanjutkan,"Banyak dari crop circle terbaik yang muncul beberapa tahun belakangan ini dibuat hanya oleh segelintir orang dan sekarang mereka telah menggantung papan kayu dan pindah ke ladang yang baru." 
Mengenai Julian Richardson, Matthew berkata,"Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dan saya rasa ia muak dengan orang-orang yang berusaha mendapatkan uang dari hobinya - walaupun ia sendiri tidak pernah mendapatkan apa-apa. Para petani menjadi semakin galak dan para penggemar crop circle menuntut semakin banyak dan kami masih tidak mendapatkan uang sama sekali." 
Matthew merujuk kepada Monique Klinkenbergh, seorang "ahli" crop circle belanda yang membuat sebuah skema dimana orang-orang yang datang harus membayar supaya bisa masuk dan berjalan di dalam pola crop circle.  

"Banyak dari rekan seniman berhenti membuat crop circle karena telah dirusak oleh orang-orang luar seperti Klinkenbergh yang berusaha mendapatkan uang dari hobi kami. Kami, komunitas pembuat crop circle tidak suka ada orang luar seperti dia yang mengambil alih dan berusaha ikut campur." 
Soal petani yang semakin galak, Matthew pernah mengalaminya sendiri ketika pada tahun 2006 ia ditangkap polisi dan dihukum karena dianggap merusak ladang gandum yang bukan miliknya. 
Menurut Matthew, jika keadaan ini terus berlanjut maka tahun depan bisa jadi tidak akan ada lagi crop circle yang muncul. 
Memang sejak dulu para peneliti crop circle meyakini bahwa sekitar 80 persen pola yang muncul adalah buatan manusia. Namun tidak ada dokumentasi yang jelas mengenai keaslian masing-masing pola.
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, maka misteri crop circle berpola rumit memang patut dipertanyakan kembali.

Logikanya seperti ini,

1. Seniman crop circle aktif bekerja = Crop circle terus bermunculan.
2. Seniman crop circle pensiun = Crop circle tidak muncul.

Ini berarti,

3. Crop circle pastilah dibuat oleh seniman crop circle (manusia).

Cukup rasional. 

Tentu saja apa yang saya gambarkan lewat 3 poin di atas tidak persis menggambarkan apa yang sedang terjadi. Soalnya crop circle tidak bisa dibilang hilang sama sekali karena crop circle dengan pola-pola sederhana masih muncul. Kita tidak tahu ada berapa banyak seniman crop circle yang masih aktif atau mereka yang baru pertama kali mencoba membuat crop circle di luar sana sehingga mustahil rasanya untuk bisa benar-benar memecahkan misteri ini.

Namun, dengan pensiunnya seniman-seniman utama, jelas sekali bahwa kemunculan crop circle (berpola rumit) sendiri mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga kesimpulan poin 3 diatas adalah sebuah kemungkinan yang sangat besar.

Bukankah dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa crop circle berpola rumit sesungguhnya bisa jadi hanya merupakan karya tangan para seniman, dalam hal ini manusia biasa?

Bagaimana jika crop circle yang sejati sebenarnya hanya berupa lingkaran-lingkaran bulat biasa seperti yang muncul puluhan tahun yang lampau? 

Apakah kita masih akan mengakui keindahan misterinya? 

Tapi bukankah menurut para ahli pola rumit semacam itu tidak akan sanggup dibuat oleh seorang hoaxer?

Untuk itu, mari kita melihat crop circle dari sebuah perspektif yang baru, yaitu kemungkinan bahwa misteri ini sebenarnya tidak sehebat yang kita kira. Jika kita melihat kembali ke belakang, kita akan menemukan dua karakteristik utama yang membuat crop circle menjadi sebuah misteri yang menarik.  
Karakteristik pertama adalah pola yang indah dan rumit yang katanya mustahil bisa dikerjakan dalam waktu satu malam tanpa menarik perhatian.

Karakteristik kedua adalah ciri-ciri fisik dan perubahan (abnormalitas) yang terjadi pada tanaman dan ladang dimana crop circle muncul.

Mari kita melihatnya satu persatu.

Pola Rumit yang Mustahil

Argumen yang selalu diajukan adalah, "Mustahil crop circle bisa dibuat oleh manusia karena polanya terlalu rumit untuk ukuran kemampuan manusia. Lagipula, pola semacam itu tidak mungkin dibuat dalam semalam."

Memang benar. Yang mengajukan alasan di atas umumnya adalah: Para peneliti, penulis, wartawan, penggemar misteri, anda yang sedang membaca tulisan ini dan saya sendiri.   

Tentu saja kita akan menganggapnya sebagai suatu kemustahilan karena kita tidak pernah bergelut dengan proses konstruksi sebuah crop circle. 

Tapi, akan lain jadinya jika kita bertanya kepada para seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk mempelajari dan menyempurnakan teknik pembuatan crop circle. Pola yang rumit bukan lagi suatu kemustahilan.

Kita juga sering mendengar bahwa manusia masa lampau tidak memiliki teknologi untuk mengangkat batu yang beratnya berton-ton atau membuat gambar raksasa semacam garis nazca. Namun berbagai eksperimen menunjukkan kalau semua itu sangat mungkin dilakukan walaupun hanya dengan peralatan yang sederhana. 
Pengambilan kesimpulan yang salah ini juga terjadi pada pola rumit crop circle.

Mengenai pola geometri yang rumit, Julian Richardson adalah salah seorang yang sangat ahli. Lihat saja karya seni sand circle yang dibuatnya. Jika kita melihat contoh lain dari halaman Facebooknya, jelas sekali terlihat bahwa Julian sangat mampu membuat pola-pola indah dan rumit. 

Jika ia mampu membuatnya di atas permukaan pasir, maka pastilah ia juga mampu membuatnya di atas ladang gandum.

Katanya,"Saya sudah terlibat dalam pembuatan crop circle sejak tahun 1990-an. Saya suka dengan geometri, seni dan fenomena paranormal. Apapun yang diklaim oleh para ahli crop circle, para seniman ini memang hanya menggunakan tali, patok dan bilah kayu untuk menciptakan seni yang sedemikian indahnya." 
Keahlian menggunakan tangan dan peralatan sederhana tersebut kemudian dikombinasikan dengan komputer yang digunakan untuk menghasilkan pola-pola geometri seperti fraktal. Menurut seorang seniman crop circle lain, semua kombinasi ini akan menyebabkan sebuah crop circle berpola rumit "Dead easy to make".

Mengenai kepindahannya ke seni sand circle, Julian berkata kalau ia ingin mendapatkan legitimasi dari masyarakat. Ini sepertinya membenarkan ucapan Matthew. 

Keahlian Julian dalam membuat crop circle berpola rumit juga dikonfirmasi oleh peneliti lainnya, George Wingfield. Ia adalah peneliti crop circle yang punya kaitan dengan komunitas pembuat crop circle. Menurutnya pola crop circle angka phi rumit yang muncul di Inggris tahun 2008 dan yang hanya bisa dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika sesungguhnya adalah buah karya seorang seniman yang dikenalnya dibantu oleh Julian. Jadi bukan karya alien walaupun memiliki pola matematika yang rumit. 

Saya pernah memposting soal crop circle itu disini.

Keahlian Julian bahkan menginspirasi circle maker lainnya yang sering mendedikasikan karya-karya mereka untuknya. Dan mereka memberikan petunjuknya lewat sebuah inskripsi misterius.

Walaupun terlihat seperti bahasa dari planet lain, inskripsi tersebut sesungguhnya adalah huruf "FOJ" yang merupakan singkatan dari "Friends of Julian".

John Lundberg, seniman crop circle lainnya, mengaku bahwa ia tertarik membuat crop circle karena film Mel Gibson, Signs. Pada tahun 1991, ketika Doug Bower dan Dave Chorley mengaku bahwa mereka telah membuat crop circle, ketertarikan masyarakat akan pola-pola aneh ini mulai padam. Lundberg berniat membangkitkannya.
"Kami ingin memunculkannya kembali dengan membuat pola yang sedemikian besar dan kompleksnya sehingga orang-orang akan kembali bertanya: 'apakah mungkin semua ini dibuat oleh manusia?' "
Menurutnya, bulan terbaik untuk membuat crop circle adalah Juni untuk tanaman Barley dan pertengahan Juli untuk Gandum. Pada bulan-bulan itu kondisi tanaman akan membuat mereka terlihat lebih indah karena setiap batang tanaman berdiri tegak lurus. Mereka membuat pola-pola tersebut dengan bantuan komputer. Ketika sampai pada implementasi di lapangan, tidak dibutuhkan lagi teknologi rumit. Hanya pita, tali dan papan.
Ini adalah salah satu contoh bagaimana crop circle dibuat dalam semalam.

Dari pernyataan Lundberg, kita bisa membagi era crop circle menjadi dua. Yang pertama adalah era pola sederhana, hanya berbentuk  satu lingkaran sederhana. Yang kedua adalah era geometris berpola rumit. Jika dilihat dari pengakuan para seniman ini yang didukung dengan bukti menurunnya jumlah crop circle berpola rumit ketika mereka pensiun, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa era crop circle berpola rumit sesungguhnya dimulai oleh para seniman ini. Manusia biasa dan bukan alien.

Abnormalitas Fisik Tanaman dan ladang Gandum

Baiklah, jika pola yang rumit bukan lagi sebuah kemustahilan, bagaimana dengan ciri-ciri fisik seperti adanya unsur logam pada tanah atau perubahan kecepatan pertumbuhan tanaman gandum?

Mungkin peneliti yang paling sering dikutip dalam kaitannya dengan penelitian crop circle adalah W.C Levengood. Ia meneliti 86 sampel crop circle yang muncul antara tahun 1990 hingga 1992. Penelitian Levengood kemudian menemukan beberapa perubahan (abnormalitas) pada sampel tanaman yang diteliti. 

Namun, Levengood dengan jelas memperingatkan bahwa sampel yang diambilnya berasal dari berbagai tanaman seperti kedelai, gandum atau jagung. Ia juga menekankan bahwa crop circle yang ditelitinya tidak memiliki bentuk geometri khusus. 

Pernyataan ini penting karena berarti ada kemungkinan kalau sampel yang ditelitinya adalah formasi crop circle yang berbentuk sangat umum, seperti lingkaran sederhana, dan bukan pola rumit yang baru muncul setelah tahun 1990 ketika para seniman seperti Julian mulai beraksi. 

Seperti ini misalnya.

Jika crop circle yang sejati adalah crop circle yang berbentuk seperti ini, apakah kalian masih tertarik dengan fenomena ini?

Sebagai catatan, dari lebih dari 80 formasi yang ditelitinya, tidak semua ditemukan abnormalitas. Misalnya, ia hanya menemukan 25 formasi yang batang tanamannya sedikit membesar dan 27 formasi yang mengalami perubahan kecepatan pertumbuhan.

Dari situs ini, kalian bisa melihat bahwa abnormalitas yang terobservasi pada sampel tidak menyeluruh dan seragam. Walapun demikian, Levengood menyimpulkan bahwa abnormalitas ini bisa jadi disebabkan oleh plasma vortex yang kemungkinan juga bertanggung jawab terhadap pembentukan crop circle (yang sederhana). Stephen Hawking yang sempat membaca hasil penelitian Levengood belakangan juga setuju bahwa crop circle bisa dibentuk oleh plasma vortex. Dan ini adalah jawaban yang ILMIAH.

Dan misteri crop circle pun telah terpecahkan oleh Levengood!

Jika crop circle yang sejati hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti di atas, bukankah kadar misterinya telah berkurang jauh?

Matthew Williams mengakui soal ini di dalam sebuah wawancara. Ketika memulai karirnya sebagai pembuat crop circle, ia menyadari bahwa crop circle yang memiliki pola rumit sama sekali tidak ada hubungannya dengan alien.

"Saya berteman dengan banyak kelompok pembuat crop circle dan menyaksikan sendiri bagaimana crop circle dibuat dalam berbagai kondisi. Pada waktu itu, saya percaya jika saya dapat bertanya kepada manusia pembuat crop circle, maka saya bisa menentukan crop circle mana yang dibuat oleh manusia dan mana yang dibuat oleh kekuatan yang tidak dikenal. Belakangan, saya mulai yakin bahwa crop circle buatan manusia adalah crop circle yang memiliki pictogram yang kompleks sehingga menyisakan hanya crop circle dengan pola yang sangat sederhana yang tidak diketahui asal-usulnya."

Dari dulu, faktor alam merupakan penjelasan yang paling banyak diajukan oleh para peneliti. Namun banyak yang menolaknya karena rasanya mustahil alam bisa membuat crop circle berpola geometri phi, burung kolibri atau wajah alien. Tentu saja. Sayapun menolak menerimanya. Namun jika crop circle hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti yang muncul pada catatan-catatan masa lampau, maka saya yakin banyak diantara kalian akan bisa menerima faktor alam sebagai jawaban atas terbentuknya formasi crop circle.

Kesimpulan  

Kalau begitu, apakah crop circle tidak mengandung misteri sama sekali? 

Belum tentu juga. Ini mungkin bisa membuat kalian kembali bersemangat.

Para seniman crop circle mengakui kalau ada sesuatu yang aneh berkeliaran di Wiltshire. Ketika Julian Richardson dan teman-temannya sedang membuat sebuah crop circle mereka pernah melihat sebuah bola cahaya oranye aneh melayang di atas ladang. 

John Lundberg juga mengakui hal yang sama.

"Sebenarnya ini cukup memalukan. Namun saya pernah melihat UFO sementara membuat crop circle di Wiltshire. Penampakan itu merupakan penampakan UFO klasik berbentuk cerutu hitam dengan cahaya terang. Ia muncul di atas horison dan perlahan bergerak ke arah kami, tidak mengeluarkan suara sama sekali. Kami tidak tahu sama sekali benda apa itu. Saya juga pernah melihat bola-bola cahaya di tepi ladang yang membuat kami gugup. Tapi kebanyakan yang kami lihat adalah kilatan-kilatan cahaya seakan-akan seseorang sedang menyorotkan senter ke arah mata saya."

Rod Dickinson, seniman yang lain, bahkan pernah memotret sebuah objek berbentuk piringan putih pada tahun 1993. 

Pada tahun 1996, Rod kembali memotret objek misterius di Chibolton.

Dan semua penampakan ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan. Mungkin saja wilayah Wiltshire dan Chibolton memang penuh dengan misteri dan mungkin saja misteri ini akan menjadi misteri yang jauh lebih menarik dibanding fenomena crop circle itu sendiri. 
http://xfile-enigma.blogspot.com/2013/09/apakah-misteri-crop-circle-sudah-mulai.html
15.19 | 0 komentar | Read More

Misteri Perjanjian Green Hilton Memorial Agreement ( Perjanjian Green Hilton Memorial Agreement adalah Dokumen Palsu - Analisis )

Akhir-akhir ini sebuah dokumen yang disebut Green Hilton Memorial Agreement cukup menimbulkan kehebohan di dunia maya. Dokumen misterius ini menyebutkan bahwa Amerika Serikat memiliki hutang 57.000 ton emas kepada Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa dokumen inilah yang menyebabkan CIA ikut menggulingkan Presiden Sukarno. Tapi, sebaiknya kita tidak melihat terlalu jauh. Soalnya ada alasan kuat untuk mengatakan bahwa dokumen ini sesungguhnya adalah dokumen palsu.

Di Indonesia, dokumen ini mungkin baru heboh pada tahun 2013 ini. Namun di Amerika, berita ini sudah beredar sejak tahun 2008 lewat situs bibliotecapleyades.net. Ketika sampai ke Indonesia, beritanya dibuat menjadi lebih bombastis. Misalnya, kalimat pembuka dalam sebuah situs berita memuatnya seperti ini (saya kutip apa adanya):
"Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia." 

Mengenai isi perjanjian tersebut, saya rasa tidak perlu saya posting seluruhnya. Jika kalian ingin mengetahuinya, kalian bisa membaca berita lengkapnya di situs tersebut.
Bagi mereka yang kurang memahami persoalan ekonomi mungkin akan sedikit kebingungan membacanya. Yang bisa saya tangkap, emas sebesar itu dipinjamkan oleh Sukarno kepada Amerika untuk digunakan sebagai cadangan supaya pihak Amerika bisa mencetak uang dolar.
Singkatnya seperti ini:
1. Sukarno memegang kuasa atas emas-emas (yang disebut sebesar 57.000 ton) tersebut.
2. Lalu Sukarno memindahkan emas itu ke Amerika.
3. Sebagai gantinya, pihak Amerika akan memberikan bunga senilai 2,5 persen dari harga emas.
4. Karena Sukarno tumbang, pembayaran bunga tersebut belum pernah dicairkan sampai sekarang dan emas tersebut lenyap dari pantauan radar.
Mungkin beberapa dari kalian akan bertanya mengapa emas itu digunakan untuk mendukung pencetakan uang dolar. Penjelasannya kurang lebih seperti ini:
Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan "Gold Standard". Artinya untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan. Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 ton, maka Amerika bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut.
Amerika Serikat baru menghentikan sistem Gold Standard pada tahun 1971. Dan pada tahun 2013 ini sudah tidak ada negara yang menggunakan sistem semacam itu.
Jadi kita tahu alasannya sekarang. 
Mungkin di antara kalian ada yang penasaran berapa nilai sebenarnya emas sebanyak 57.000 ton itu. Untuk sekedar informasi, nilainya jelas sangat besar. Saya sudah membuat sedikit perhitungan mengenainya yang bisa kalian lihat pada gambar berikut ini. 

Emas sebesar 57.000 ton itu sama dengan 61.685 Trilyun Rupiah. Sebuah jumlah yang sangat besar. Mungkin kita sukar membayangkannya. Sebagai perbandingan, pada September 2013, jumlah hutang luar negeri Indonesia adalah 2.983 Trilyun. Jadi benar seperti yang diisukan selama ini. Harta karun revolusi Sukarno akan mampu melunasi seluruh hutang Indonesia dan bahkan masih memiliki kelebihan untuk memakmurkan rakyat. Itu pun jikalau emas tersebut memang ada.
Tapi baiklah, cukup dengan hitung-hitungan ekonomi. Seperti yang sudah saya katakan di paragraf pembuka, ada alasan untuk menyebut dokumen tersebut sebagai dokumen palsu sehingga saya rasa saya tidak perlu berbicara lebih lanjut soal harta sebesar itu.
Jika mau menelusuri lebih jauh, saya yakin akan menemukan lebih banyak bukti palsunya dokumen ini. Namun saya berhenti ketika telah mendapatkan beberapa yang saya anggap cukup fatal. Nah, ini adalah bukti-bukti yang saya maksud.
Stempel Kepresidenan Amerika Serikat
Salah satu poin mencurigakan dari dokumen ini adalah stempel kepresidenan Amerika Serikat.

Stempel kepresidenan Amerika ada di sebelah kiri. Pada stempel tersebut tertulis United States of America (Bagian atas) dan The President (Bagian bawah). Masalahnya adalah desain semacam ini tidak pernah digunakan sama sekali.
Memang desain stempel presiden Amerika Serikat beberapa kali mengalami perubahan. Tapi tidak pernah ada yang menyerupai stempel pada dokumen Green Hilton Memorial Agreement tersebut.
Berikut adalah stempel kepresidenan Amerika Serikat.

Pada stempel yang asli, di belakang burung Rajawali terdapat 13 gumpalan awan yang tidak terlihat pada stempel dokumen Green Hilton memorial Agreement. 
Desain stempel semacam ini mulai berlaku sejak executive order 10860 tahun 1960. Pada tahun 1963, seharusnya Kennedy juga menggunakan stempel yang sama.
Lalu bagaimana dengan stempel kepresidenan Republik Indonesia?
Stempel Presiden Sukarno pada dokumen tersebut mirip dengan stempel kepresidenan yang didesain tahun 1950. Jadi saya rasa tidak bermasalah.

Memang, ada kemungkinan bahwa saya salah dalam hal ini. Bisa saja stempel yang digunakan pada perjanjian internasional berbeda dengan versi resmi (Stempel presiden Amerika memiliki beberapa versi tergantung tujuan penggunaan). Namun saya kira kemungkinannya akan sangat kecil. Penggunaaan kata "United States of America" sendiri tidak pernah ada di dalam stempel versi manapun. Yang ada hanya "United States".
Jadi, bukti pertama kita adalah masalah stempel kepresidenan Amerika yang tidak sesuai.
Sekali lagi, mungkin saya salah, mungkin juga tidak. Karena itu untuk menguatkan dugaan saya mengenai palsunya dokumen ini, saya akan memberikan bukti tambahan.
Bekas Cropping Pada Dokumen?
Jika kita melihat dengan baik salah satu screenshot dokumen yang ada, kita bisa melihat logo burung Garuda di atas dokumen sepertinya merupakan hasil sebuah cropping.

Lihat bekas seperti kotak pada burung Garuda tersebut. Apakah itu bekas cropping? Jika iya, maka sepertinya logo itu telah ditempel lewat photoshop.
Selain itu, logo burung Garuda tersebut berbeda dengan stempel resmi kepresidenan RI. Kita tidak pernah melihat ada logo resmi negara dengan sayap Garuda memotong lingkaran.
Desain semacam ini mirip dengan pajangan burung Garuda yang ada di kedutaan besar Republik Indonesia di Washington.
Tapi, ini adalah pajangan. Tentu saja berbeda dengan stempel resmi untuk dokumen. Apakah mungkin sang pemalsu dokumen telah meniru desain pajangan ini karena mengiranya sebagai versi resmi kepresidenan RI?
Nah, untuk yang satu ini, saya pun tidak mengatakan bahwa saya pasti benar. Bisa jadi kertas dokumen tersebut memang memiliki bentuk "kotak" seperti cropping. Dan bisa jadi juga saya salah dalam hal penggunaan logo resmi kepresidenan pada perjanjian internasional.
Untuk itu, saya akan memberikan bukti lainnya.
Tanda Tangan Sukarno

Dari dokumen Green Hilton Memorial tersebut, ada indikasi bahwa tanda tangan Presiden Sukarno berbeda dengan tanda tangan aslinya. Mari kita bandingkan tanda tangan Sukarno pada dokumen tersebut dengan tanda tangan asli yang kita miliki.
Ini adalah tanda tangan Sukarno yang asli yang diambil dari potongan Keppres No.129 tahun 1961 tentang penyederhanaan partai politik. 

Sedangkan ini adalah tanda tangan Sukarno pada dokumen Green Hilton.
Sedikit mengenai tanda tangan. Karena tanda tangan merupakan hasil dari tulisan tangan, maka hampir dipastikan bahwa tidak akan ada tanda tangan yang sama persis, bahkan walaupun yang menandatangani adalah orang yang sama. Kadang, mood yang berbeda bisa menghasilkan tanda tangan yang berbeda pula.

Tapi, ada satu yang selalu sama.
Yang saya maksud adalah cara dia menarik garisnya (stroke).
Tanda tangan sendiri adalah produk dari kebiasaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ketika seseorang membubuhinya di atas sebuah dokumen, ia tidak berpikir. Ia hanya menggoreskan penanya. Semuanya otomatis, sama seperti ketika kalian mengikat tali sepatu. Karena itu, cara dia menarik garis pasti akan sama pada setiap tanda tangan.
Jadi, jika kalian ingin memeriksa keaslian tanda tangan seseorang, periksalah tarikan garisnya. Jika berbeda, maka dipastikan bahwa tanda tangan tersebut telah dipalsukan, walaupun terlihat sangat mirip. 
Dalam kasus dokumen Green Hilton Memorial Agreement ini, jelas arah tarikan garis kedua tanda tangan berbeda.
Saya membuat alur tarikan garis untuk tanda tangan asli dan tanda tangan pada dokumen Green Hilton. kalian bisa melihat keduanya sangat jauh berbeda. Terlihat pada huruf "S", "K" dan "R".

Ini adalah alur tarikan garis pada tanda tangan asli.

Dan ini adalah alur tarikan garis pada dokumen Green Hilton Memorial


Bisakah kalian melihat perbedaannya?
Selain perbedaan pada tiga huruf tersebut, salah satu kesalahan yang paling fatal adalah kurangnya tanda titik dan garis pada tanda tangan Green Hilton Memorial. Kalian bisa memeriksa semua tanda tangan Sukarno. Titik dan garis pada ujung tanda tangan tersebut selalu ada. 
Pada dokumen yang satu lagi, titik dan garis ini muncul. Tapi, tarikan garis pada huruf "S" berbeda dengan yang satunya lagi.

Saya tidak akan heran dengan hal ini. Mereka yang meniru tanda tangan pasti hanya akan memiripkan tanda tangan tanpa peduli dengan alur tarikannya.
Selain masalah tarikan. Ada satu lagi yang menarik. Jika kalian teliti, pasti kalian sudah bisa menemukan perbedaan lainnya dari tanda tangan yang asli dan tidak.
Perhatikan kembali gambar tanda tangan asli dan tanda tangan pada Green Hilton Memorial. Bisakah kalian melihat perbedaannya?
Perbedaannya adalah pada nama penandatangan. Pada tanda tangan asli ditulis "Sukarno". Pada tanda tangan palsu ditulis "Soekarno". Sebuah kesalahan kecil yang dilupakan oleh sang pemalsu.
Soal ejaan ini, ada ceritanya.
Dalam buku Bung Karno penyambung lidah rakyat karya Cindy Adams yang terbit tahun 1965, disebutkan bahwa Presiden Sukarno sendirilah yang meminta namanya ditulis dengan "Sukarno" dan bukan "Soekarno". Ini dikarenakan pada tahun 1947, Indonesia sudah resmi menggunakan Ejaan Soewandi  yang salah satu cirinya adalah mengganti "OE" dengan "U". Jadi Sukarno ingin konsisten dengan perubahan itu.
Sang pemalsu tanda tangan mungkin melihat tanda tangannya dan membaca "Soekarno" sehingga ia ikut memberikan nama itu pada dokumen.
Masih kurang kuatkah buktinya?
Kalau begitu, saya berikan bukti yang terakhir.
Keberadaan Presiden Sukarno dan Kennedy
Sebuah dokumen resmi negara tidak boleh salah dalam pemberian tanggal. Dalam surat kelurahan, mungkin masih bisa. Tapi jelas tidak untuk perjanjian sekaliber Green Hilton Memorial ini.

Pada kasus Green Hilton Memorial, disebutkan bahwa dokumen tersebut ditandatangani pada tanggal 14 November 1963 di Jenewa, Swiss.

Kita bisa memeriksa keabsahannya dengan cara melacak keberadaan sang penandatangan. Dalam hal ini Presiden Sukarno dan Kennedy.

Lalu dimana Sukarno pada tanggal tersebut?

Memang susah melacak keberadaan Sukarno. Soalnya dokumentasi kita tidak cukup memadai. Namun ada indikasi kuat bahwa Sukarno tidak berada di Swiss.
Tahun 1960-an adalah tahun yang cukup rumit bagi Indonesia. Tahun 1962, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Karena Indonesia menjalin hubungan baik dengan Cina dan Palestina, maka Indonesia menolak keikutsertaan Taiwan dan Israel. Ini menyebabkan komite Olimpiade Internasional memberi sanksi kepada Indonesia.
Sukarno menjadi marah. Lalu ia memutuskan untuk menciptakan event tandingan semacam Olimpiade yang disebut Ganefo (Games of the New Emerging Forces). Sambil membawa semangat yang juga dibawa oleh gerakan non blok, Sukarno menekankan kekuatan Ganefo sebagai simbol pemberontakan terhadap kekuatan adidaya.
Nah, Ganefo pertama diadakan pada tanggal 10-22 November 1963. Acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Sukarno. Jadi pada tanggal 10 November, Sukarno masih ada di Jakarta. Tidak ada catatan mengenai keberadaannya pada tanggal 14 November.
Tapi pertanyaannya adalah: "Apakah dalam masa penyelenggaraan event yang dianggapnya sebagai simbol kekuatan negara-negara berkembang itu Sukarno mau pergi ke Swiss?
Saya rasa tidak.
Jadi, saya menduga bahwa Sukarno tidak berada di Swiss pada tanggal itu. Saya pun tidak bisa menemukan catatan perjalanannya ke Swiss pada tanggal tersebut.
Mungkin kalian masih belum puas dengan jawaban ini. Tunggu dulu. Masih ada Kennedy.
Sebenarnya pemalsu dokumen ini kurang teliti. Seharusnya mereka tahu bahwa gerak-gerik presiden Amerika dicatat dengan teliti dan didokumentasikan dengan sangat baik. Bahkan 50 tahun setelah itu, kita masih bisa melacaknya.
Dalam kasus ini mereka telah memilih tanggal yang salah. Dan ini fatal.
Pada tanggal 14 November 1963, Kennedy ternyata sedang berada di Washington, Amerika Serikat, dan tidak berada di Swiss. Saat itu ia memberikan konferensi pers dan menjawab pertanyaan berbagai wartawan. Kalian bisa melihatnya di situs JFK Library atau kalian juga bisa melihat rekamannya di link youtube berikut ini. 

Masih belum puas?
Baiklah, saya lanjutkan.
Pada tanggal 15 November 1963, Kennedy juga tidak ada di Swiss karena ia menghadiri konferensi AFL CIO di New York. AFL CIO adalah salah satu organisasi serikat buruh di Amerika.
Tapi tunggu dulu. Mungkin di antara kalian ada yang tidak puas lalu bertanya, "Bro enigma, apa yang dilakukan Kennedy sebelum ia konferensi pers pada tanggal 14 November?"
Pertanyaan bagus. Pada tanggal 13 November, Kennedy masih ada di Washington, menghadari acara dengan Resimen Black Watch of the Royal Highlanders. Kalian bisa melihat rekaman youtubenya disini.

Bagaimana? bukankah ini membuktikan bahwa pada tanggal 13,14 dan 15 November 1963 Kennedy tidak berada di Swiss? Jadi bagaimana caranya ia menandatangani dokumen Green Hilton Memorial tersebut?
Indikasi stempel kepresidenan Amerika yang palsu, kemungkinan cropping pada dokumen, tanda tangan Sukarno yang juga terindikasi dipalsukan dan Presiden Kennedy yang jelas tidak berada di Swiss pada tanggal ditandatanganinya dokumen itu. Apakah bukti-bukti ini masih kurang kuat? 
http://xfile-enigma.blogspot.com/2013/10/perjanjian-green-hilton-memorial.html
15.17 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...