ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

CIRI-CIRI WANITA YANG DIKEHENDAKI ISLAM ( wanita dalam islam )

Written By Situs Baginda Ery (New) on Sabtu, 18 Januari 2014 | 12.07

 wanita dalam islam 

CIRI-CIRI WANITA YANG DIKEHENDAKI ISLAM

Dalam islam wanita mempunyai posisi yang sangat mengagumkan, ia sangat dihargai dan dihormati. Hanya dalam agama islamlah ia mendapat porsi yang sebagaimana mestinya. akan tetapi sangat disayangkan kebanyakan wanita-wanita islam itu sendiri yang tidak mengatahui posisinya, ia telah meninggalkan ketentuan-ketentuan Allah pada dirinya.
http://happynature.files.wordpress.com/2011/03/wanitasolehah.jpgWanita dalam islam sangat dimuliakan, apabila telah memenuhi ketentuan yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam surat An-Nisa ayat 34, Allah menyebutkan ciri-ciri muslimah (wanita islami) yang dikehendaki islam, yaitu wanita yang shalihat,qonitat,dan hafizhot.
1. Shalihat
Wanita yang shalihat adalah sebaik-baik perhiasan sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat muslim dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash Ra. Berkata : “bersabda Rasulullah SAW. dunia adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baik kesenangan dunia ialah wanita (istri yang shalihat).
Untuk menjadi wanita yang shalihat maka harus menuntut ilmu karena segala sesuatu tampa ilmu akan sia-sia. Dalam menuju wanita shalihat ilmu yang harus dimiliki ialah agama, cara mendidik anak dan cara-cara mengatur rumah tangga, apabila diperintah suami ia taat, dan ia senantiasa berada dirumahnya dan menciptakan suasana rumah tangga yang tenang dan nyaman.
2. Qonitat
Qonitat adalah istiqamah dalam ketaatan. Kata ketaatan mutlak diberikan kepada Allah dan Rasul-nya tanpa syarat dan fikir panjang. Ia tidak akan mencederai ketaatan itu sedikitpun. Sedangkan ketaatan kepada pimpinan diberikan selama pimpinan dan suami berada dijalur ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya. Istri yang qonitat bukan istri yang menerima apa saja yang diperintahkan suaminya walaupun itu bertentangan dengan apa yang telah Allah dan Rasul-nya tentukan pada dirinya.
Dalam surat Fushilat ayat 30, Allah menerangkan tentang orang istiqamah dalam ketaatan kepadanya. yang artinya : “sesunggunya mereka yang telah mengakui: Allah tuhan kami, kemudian tetap jujur dalam pengakuan itu, bakal turun para malaikat kepadanya untuk menghibur dengan kata-kata: jangan takut dan jangan berduka cita dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu. Kami (Allah) sebagai pelindungmu pada masa hidupmu di dunia dan di akhirat. Dan untukmu syurga segala keinginan hatimu, dan bagimu disyurga apa yang kamu minta. Kesemua itu merupakan hidangan dari tuhan yang maha pengasih dan pengampun.”(Fushilat:30)
Ketaatan istri kepada suaminya selama suaminya berada dijalan allah, maka ia wajib taat mutlak.
Kalau diperhatikan pada kehidupan sekarang ini banyak istri yang tidak mau diatur oleh suaminya, dengan alasan ia hidup tidak seperti zaman dahulu, sekarang wanita sudah dapat bekerja diluar rumahnya, sudah dapat mencari uang sendiri. Maka mereka berkesimpulan kewajiban taat pada suaminya sudah tidak berlaku lagi.
Tapi, bagi seorang muslimah yang benar-benar bertakwa kepada Allah maka ia akan taat kepada suaminya sebagai yang telah Allah perintahkan.
Ketaatan dalam bentuk apakah yang harus diberikan kepada suami? Yaitu ketaatan dalam segala bentuk selama itu tidak bertentangan dengan syariat yang telah Allah tentukan. Bentuk ketaatan itu misalnya seorang istri tidak boleh pergi keluar rumah selama suaminya melarang, maka ia harus taat.
3. Hafizhot
Hafizhot adalah termasuk cirri-ciri wanita yang diharapkan islam. Hafizhot adalah memegang amanah suaminya dengan sebaik-baiknya. Ia juga menjaga amanah anak, harta milik suaminya dan menjaga kesucian atau kehormatan dirinya dengan sebaik-baiknya. Walaupun dibelakang suaminya. Ia bertanggung jawab langsung terhadap Allah SWT. Pengawasan Allah terhadap dirinya amat dirasakannya. Sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Hadid:4 yang artinya “dan dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Al-Hadid:4)
Menjaga amanah anak, yaitu mendidik yang sesuai dengan aturan Islam, menjaga jasmaniah dan rohaniah. Menjaga jasmaniah yaitu dengan memberikan makanan yang halal dan baik. Yaitu makanan yang mengandung gizi yang baik yang berguna untuk pertumbuhan fisik anak, agar anak menjadi orang yang berbadan kuat. Dan menjaga rohaninya dengan memberikan pelajaran agama, serta mengajarkan hanya takut kepada Allah. Menceritakan kisah-kisah sahabat agar anak menjadi berani dan menjadikannya sebagai figur yang dikagumi bagi anak-anak, serta memberikan pendidikan sesuai dengan jenjang tahap perkembangannya.
Menjaga harta suami apabila suami tak ada dirumah, mengatur rumah agar senantiasa rapid an bersih agar suami kalau berada dirumah merasa nyaman.
Menjaga kesucian dirinya dengan sebaik-baiknya walau ia berada dibelakang suaminya. Misalnya kalau suami tidak ada dirumah maka ia tidak akan memasukkan tamu kerumah hingga suaminya pulang.
Itulah cirri-ciri wanita yang dikehendaki oleh islam, maka sebagai muslimah handaklah dapat memenuhi tuntutan-tuntutan itu. Untuk dapat memenuhi tuntutan-tuntutan itu ada bekal terpenting, yaitu bekal iman, takwa dan kesiapan untuk kerja keras dan berkorban. Dan tak lupa juga bekal kursus keputrian, seperti menjahit, memasak ,mengatur rumah dan lain sebagainya.
Sebagai penutup perlu direnungkan, muslimah sebagai manusia biasa yang tidak sempurna, yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Tapi itu hendaknya tidak mengurangi jihad dan bersungguh-sungguh dijalan Allah. Yang penting ialah berusaha untuk menuju kepada keislaman yang kaffah (sempurna). Dan tak lupa banyak beristighfar jika melakukan kekhilafan.
http://ziagaza.blogspot.com/p/wanita-dalam-islam.html
12.07 | 0 komentar | Read More

KETAHUILAH ISLAM BUKAN TERORIS (Kajian AlQur’an tematis)

ISLAM BUKAN TERORIS (Kajian AlQur’an tematis)

Akhir-akhir ini banyak terjadi pemboman dimana-mana oleh orang-orang yang tidak dikenal yang berakibat banyak orang-orang yang mati akibat bom itu, baik di Negara Indonesia sendiri, maupun di Negara-Negara lain terjadi dan sangat sulit untuk diidentifikasi, sebenarnya siapa pelakunya ?

Bencana Alam muncul dimana-mana, baik itu berupa gempa Bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, wabah penyakit yang sulit diobati silih berganti, peperangan yang tak kunjung henti, pertentangan antar partai dan golongan semakin nyata dan sulit untuk dihindarkan, sementara disuatu tempat tertentu kekeringan tapi ditempat lain kebanjiran, ada daerah yang kelaparan sementara daerah lain sangat subur dan makmur, pesawat jatuh silih berganti, Kapal dilaut tenggelam di berbagai daerah yang banyak menelan korban.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkNM4sabPJb3hESGGAycHEcBhl_Qq1bw15Y_RbMK9NR3ccXqw2tAaglFpR8zQ6xgtpuTPonvtFdW2W_HBoPc0yXSnICk4EfpNaXGCn4PgBbcjmN-xve9DqpVyR2PX-L1HitaxDkuckkHk/s400/Islam+Bukan+Teroris.jpg
Akhir-akhir ini banyak jenis penyakit melalui binatang liar, maupun binatang ternak, seperti anjing gila, antrak, flu burung yang menjalar ke babi, yang ada pada manusia berupa dulunya penyakit raja singa, sekarang ada penyakit yang sulit diobati berupa HIV yang menjurus pada AIDS yang masih belum diketemukan obatnya. Semua itu akan berjalan sesuai dengan kecerdasan manusia yang ditampilkan dengan kecerdasan otaknya, tetapi karena mungkin banyak diantara kita yang melupakan Allah yang menciptakannya semua itu muncul silih berganti dan sulit untuk diatasi dan di tanggulangi.

Sementara ini perkembangan Tekhnologi berkembang pesat, namun belum banyak diantara manusia yang mengadakan pemikiran tentang semua peristiwa yang terjadi dengan kemungkinan penyebab menurut garis ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Hampir mayoritas manusia hanya menganalisa dengan kecerdasan penalarannya dan bukan kesadaran hati nuraninya. Orang mengira bahwa semua kejadian itu dianggap hanya sebagai peristiwa alam biasa, dan tidak ada hubungannya dengan ketentuan Allah. Padahal sesungguhnya semua itu AlQur’an sebagai Petunjuk Allah, sudah banyak memberikan keterangan, namun mungkin saja karena kurangnya perhatian di antara kita, akibatnya perjalanan yang kelirupun dianggap benar. Hal seperti itu dikarenakan kita sudah terlanjur di kondisikan oleh suatu sistem yang sudah terprogram berjalan ber-tahun-tahun sehingga semuanya sudah dianggap baku dan benar. Padahal kita diingatkan agar menjadi orang yang tidak boleh taklid buta, artinya adalah bersikap kritis namun yang obyektif. Dengan demikian semua akan nberjalan sesuai dengan perkembangan pemikiran seseorang dan tidak akan terjadi suatu kemacetan.

TERORIS SELALU DIALAMATKAN KEPADA ORANG ISLAM.

Dalam berbagai berita yang sudah berkembang, bahwa seolah-olah yang melakukan teror itu adalah “ORANG ISLAM”. Teroris yang sekarang berkembang diberbagai Negara tentang adanya bom oleh orang yang tidak dikenal, juga bom bunuh diri yang kemudian menimbulkan banyak korban dinyatakan oleh banyak kalangan bahwa pelakunya adalah orang Islam. Sebagai orang Islam, kami merasa sangat prihatin, benarkah orang Islam melakukan hal yang seperti itu ? Atau mungkinkah Islam mengajarkan hal yang seperti itu ? Untuk apa dulunya Allah menciptakan manusia, apakah hanya untuk melakukan teror, padahal Islam adalah agama Allah ? Allah tidak mungkin menyuruh umatnya untuk melakukan teror seperti itu.

Bahkan di Negara-Negara Timur Tengah banyak yang melakukan bom bunuh diri dengan tujuan untuk membunuh orang lain dalam jumlah yang banyak, itu juga menurut beritanya dilakukan oleh orang Islam, padahal kejadian itu di Negara yang berdasarkan ajaran Islam dan yang meninggal selain yang bunuh diri itu juga kebanyakan orang Islam. Mungkinkah hal seperti itu terjadi, lalu apa yang menjadi penyebabnya ?

Sebenarnya kalau orang mengetahui tentang Sejarah hidupnya serta asal usulnya, orang akan mengetahui apa yang sebenarnya yang harus dilakukan, apalagi kalau orang mau mengerti bahwa semenjak manusia ini diciptakan oleh Allah sudah dilengkapi dengan petunjuk hidup. Maka siapa saja yang mengikuti petunjuk hidup itu akan bisa mengerti bagaimana sebenarnya kita sebagai manusia yang diciptakan Allah harus menjalani kehidupan ini ? Apa artinya dunia ini diciptakan oleh Allah kalau hanya untuk saling membunuh yang menurut pengakuan mereka untuk mencapai Surga ? Benarkah mereka yang melakukan pemboman itu sudah bisa memahami dengan sesungguhnya bagaimana kondisi Surga di Akhirat nanti ? kalau belum, kan berarti hanya melakukan sesuatu berdasarkan dugaan tanpa menggunakan landasan yang jelas. Karena Surga itu Allah yang menciptakan tentu orang harus mengkaji keterangan yang disampaikan oleh yang menciptakan yaitu Allah. Keterangan Allah itu semuanya sudah dituangkan dalam AlQur’an seutuhnya
http://ziagaza.blogspot.com/p/islam-bukan-teroris.html
12.02 | 0 komentar | Read More

Islam Agama yang Damai - Islam Ajarkan Cinta Damai - Agama Islam Agama yang Damai

TRIBUNNEWS.COM - Semua agama mengajarkan kedamaian. Tindak kekerasan harus dihilangkan. Selalu menjunjung tinggi sikap kebersamaan, kekompakan dan persatuan. Kejahatan dan kekerasan menjadi musuh bersama yang paling utama. Maka, sikap optimisme untuk membangun bangsa Indonesia ke depan harus menjadi prioritas utama. Semua itu kita satukan dalam bingkai kebersamaan Bhinneka tunggal ika (walaupun berbeda-beda namun tetap satu).
Bila merenungkan keadaan bangsa saat ini, seakan-akan Indonesia semakin lama semakin terpuruk dengan mencuat berbagai issue. Birokrasi sudah mulai ambruk, karena dinodai oleh para koruptor yang bertopeng manusia. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) hampir seluruh pelosok tanah air, mulai dari penggusuran pedagang asongan, pedagang kaki lima, kasus Mesuji, Bima hingga permasalahan agraria.
Di samping issue tersebut, tambah lagi permasalahan bangsa terhadap pembubaran ormas anarkis. Ratusan orang berdemo menuntut kedamaian dan mengecam kekerasan. Mereka berharap Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Karena mereka menganggap FPI telah bertindak keras dalam setiap demonstrasi dan sweeping yang dilakukannya. Sehingga dengan permasalahan ini akan menambah pekerjaan rumah bagi pejabat Negara untuk menyelesaikan persoalan antar anak bangsa sendiri.
FPI adalah ormas yang mengusung menegakkan syariat Islam dianggap anarkis oleh sebagian orang namun dianggap baik bagi sebagian yang lain. Sehingga muncul kalangan pro dan kontra terhadap ormas tersebut. Sehingga menteri dalam negeri Gamawan Fauzi pun ikut berkomentar untuk menata kembali tentang undang-undang keormasan.
http://hennyqui.files.wordpress.com/2011/12/jalan-lurus-1.jpgDibalik permasalahan itu semua, sebenarnya Islam tidak pernah mendukung tindak kekerasan, bahkan Islam mengecam tindakan biadab tersebut. Islam agama yang cinta damai, menjunjung tinggi hak setiap warga masyarakat, mengedepankan sikap toleransi dengan agama lain. Maka, siapapun dia, dari manapun ia jika “katanya” beragama Islam namun bertindak kekerasan dan kekisruhan tentunya mereka bukan mewakili Islam.
Bila kita melihat perjuangan Nabi saw dan sahabat di Madinah selalu mengedepankan budaya kedamaian. Orang Islam menghargai kerukunan beragama, hingga melahirkan piagam Madinah. Inilah salah satu bukti bahwa Nabi saw dan sahabat selalu bersikap toleransi dan menjauhkan sikap anarkis lagi biadab. Maka Islam tidak pernah mencontohkan tindak kekerasan. Sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Baqarah [2]: 256).
Konsep Islam yang telah diturunkan Allah swt kepada Nabi saw sungguh sangat sempurna. Islam agama yang universal, lengkap dengan segala atribut untuk menghadapi dunia modernisasi. Namun demikian, bila ada orang Islam atau kelompok yang mengaku dirinya Islam bertindak kekerasan dan tidak menjunjung tinggi kerukunan berarti dia sama sekali tidak mewakili Islam. Yang salah bukanlah ajaran Islam, tapi yang salah adalah orang Islam, sebagian mereka tidak tahu bahkan tidak mau tahu dan tidak mengamalkan ajaran yang telah digariskan Islam.
Dakwah Islam bukan dengan memukul tapi dengan merangkul. Menyebarkan Islam bukan dengan menyinggung namun dengan menyentuh. Mensosialisasikan ajaran Islam bukan dengan saling mengejek namun dengan mengajak. Sungguh indah Islam bila kita pelajari, hanya orang-orang salah tafsir ayat al-quran yang melakukan tindakan kriminal. Padahal kriminalisme adalah musuh Islam. Maka Islam memiliki budaya salam, dengan arti selalu mengedepankan kedamaian. Ditegaskan dalam firmanNya: “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS al-An'am [6): 108).
Untuk membendung kerusakan Islam yang disebabkan oleh segelintir orang, maka umat Islam harus bersatu untuk melawan kekerasan, kriminalitas, dan tindakan anarkis. Umat Islam harus bersikap “Kedamaian Yes But Kekerasan No”. Sikap menolak kekerasan untuk menghilangkan citra Islam yang diidentikkan dengan kekerasan. Umat Islam harus mampu membendung siapapun dari umat Islam yang selalu bertindak anarkis.
Oleh karenanya, mengajak umat Islam untuk selalu mengamalkan ajaran Islam dengan mengamalkan dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedamaian harus menjadi tongkat perjuangan dan eksistensi umat Islam di masa depan. Tindak kekerasan, anarkis dan krimilitas harus menjadi musuh bersama. Ditegaskan olehNya: “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-Anfal [8]: 61).
Tambah lagi penegasanNya: “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS al-Nahl [16]: 93). Berlanjut dengan ayat yang lain: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS Ali 'Imran [3]: 159).
Maka, mari bersikap arif dan damai terhadap siapapun yang tidak mengganggu kita. Satukan langkah untuk menuju bangsa yang makmur, sejahtera dan damai dalam bingkai NKRI.o:p>
Penulis: Jubir Perkumpulan mahasiswa bumoe Aceh (Peuhaba) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta/Mahasiswa S1 Dakwah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
11.57 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...