ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Menurut islam Alien itu ada atau tidak?

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 15 Februari 2011 | 18.00

- Thread Solved
Pertanyaan : Menurut islam Alien itu ada atau tidak?

Jawaban :

Alien bisa ada atau bisa tidak, selama alien itu mahluk, maka sangat mungkin adanya

karena selain choliq mahluk namanya
Solved Answer - Posted by pakde1973
Ini aku dapat dari http://www.geocities.com/pentagon/qu.../1246/mla.html

Untuk masalah yang menjadi tanda tanya para ahli pikir abad 20 mengenai kehidupan diluar planet bumi kita ini Allah berfirman dalam AlQur'an :
Dan diantara ayat-ayatNya adalah menciptakan langit dan bumi
Dan makhluk-makhluk hidup yang Dia sebarkan pada keduanya.
Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
(QS. 42:29)

Kepada Allah sajalah bersujud semua makhluk hidup yang berada di langit dan di bumi dan para malaikat, sedang mereka /malaikat/ tidak menyombongkan diri. (QS. 16:49)

Tasbih bagiNya planet-planet, bumi dan semua yang ada di dalamnya. Bahwa mereka itu hanya tasbih dengan memuji Dia, tetapi kamu tidak mengerti caranya mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

Hai manusia ! Sembahlah Tuhan-mu yang telah menjadikan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu terpelihara.
(QS. 2:21)

Makhluk-makhluk yang ada diplanet dan bumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. 55:29)

Tidak ada satu makhlukpun diplanet dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)
Ayat-ayat seperti itu banyak sekali. Dari sana kita mengetahui bahwa Bani Adam yang ada diplanet bumi kita ini hanyalah satu jenis makhluk diantara makhluk-makhluk hidup lainnya, bukan satu-satunya makhluk hidup.

Pada pembahasan yang lalu, yaitu tentang Nabi Adam dan istrinya yang dulu bertempat tinggal di bumi Muntaha sebagai bumi yang letaknya pada galaksi terjauh dan tertinggi dimensinya serta pembahasan mengenai perjalanan Mi'raj Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin kembali pada dimensi tertinggi itu, kita sudah mengenal ada banyaknya langit dan bumi didalam bentangan alam semesta ini.
Dan sekedar untuk mengingatkan kita saja, mari kita perhatikan kembali firman Allah berikut ini :

Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
Perintah /hukum-hukum/ Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(QS. 65:12)
Dari ayat 65/12 diatas nyatalah bahwa yang dimaksud Qur'an dengan istilah Samawaat adalah planet-planet yang bersamaan wujud dan rupanya dengan bumi kita ini.

Menurut ketentuan tata bahasa, istilah itu berasal dari Samaa' sebagai singular dari samawaat, namun wujud dan keadaannya ternyata berbeda. Samaa' berarti angkasa atau atmosfir dimana hujan turun membasahi bumi, sedangkan samawaat berarti planet-planet yang bersamaan wujudnya dengan bumi.

Jika kita memperhatikan maksud dari ayat 42/29 yang kita tuliskan pada bagian awal, maka akan semakin jelas diketahui bahwa Samawaat adalah planet-planet dimana makhluk yang berjiwa hidup berkembang biak seperti yang berlaku diplanet bumi kita ini, dan menurut ayat 24/45 berikut dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan makhluk berjiwa atau istilah Qur'annya Dabbah adalah yang berjalan dengan perutnya, dengan empat kaki (sama halnya dengan hewan) dan atas dua kaki sebagaimana keadaan manusia.

Dan Allah telah menciptakan semua jenis makhluk hidup dari Almaa', diantara mereka ada yang berjalan atas perutnya /melata/, dan dari mereka ada yang berjalan atas dua kaki /manusia/ serta dari mereka ada yang atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
(QS. 24:45)
Tentu ada orang yang mengartikan istilah Dabbah yang termuat pada ayat 42/29 itu dengan berbagai istilah, tetapi ayat 24/45 telah menerangkan arti istilah itu sejelas-jelasnya. Dan dari semua itu didapatlah kepastian bahwa dipermukaan planet dalam tata surya juga hidup makhluk-makhluk yang berupa hewan melata atau hewan berkaki empat serta makhluk hidup yang berupa manusia, berjalan dengan kedua kakinya seperti yang berkembang biak diplanet bumi kita ini.

Sementara itu Allah menyatakan mengenai aneka ragam jenis dan sifat Dabbah itu, sebagaimana pada surah 8:22 bahwa Dabbah yang jahat ialah orang-orang yang tidak memikirkan hidupnya, dan pada surah 8:55 dinyatakan pula sebagai Dabbah yang kafir menurut hukum Islam.

Kembali pada surah 65/12 diatas bahwa Samawaat adalah planet-planet yang bersamaan wujud dan rupanya dengan bumi kita ini. Dalam ayat-ayatnya yang lain secara tersirat, AlQur'an juga mempertegas dengan mengatakan bahwa dibumi-bumi lainnya itu ada tumbuhan, bebatuan dan lain sebagainya.

"Hai anakku, sekiranya ada seberat biji sawi yang berada dalam batu karang yang besar atau di planet ataupun didalam bumi ini, Allah akan menunjukkannya. Sungguh, Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (QS. 31:16)

Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah telah mengedarkan untukmu apa yang diplanet dan apa yang di bumi serta menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin ? Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. 31:20)

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap selain Allah ! Tidaklah mereka memiliki seberat zarrahpun diplanet dan tidak pula di bumi ini, karena mereka tidak bersekutu pada keduanya dan tiada mereka sebagai pembantu bagiNya". (QS. 34:22)
Adanya kehidupan dipermukaan planet-planet pada bahagian langit yang lainnya sebagaimana maksud ayat-ayat suci yang telah kita kutipkan diatas, dapatlah dijadikan anak kunci bagi membuka lembaran baru tentang Astronomi yang dalam teori sarjana-sarjana barat selama ini terkandung keraguan dan kontradiksi yang tidak terpecahkan.

Adanya UFO /Unidentifiet Flying Objects/ yang pesawatnya berbentuk piring terbang, ribuan kali telah terlihat nyata diangkasa bumi, begitupun pendapat-pendapat yang sering kita dengar bahwa pesawat itu dikendalikan dan diawaki oleh manusia cerdas dari planet lain /ETI = Extra Terrestrial Intelligence Being/ menjadi alasan positif yang menguatkan pendapat adanya kehidupan manusia dan juga makhluk-makhluk hidup lainnya yang bermasyarakat sebagaimana yang berlaku dibumi.

Peradaban mereka yang sedemikian majunya sehingga mereka bisa melawan hukum-hukum alam yang manusia bumi abad ke-20 ini belum mampu melakukannya, hal ini terlihat dengan mampunya UFO itu terbang mengambang diatas permukaan bumi tanpa adanya pengaruh apapun dari gaya gravitasi bumi yang didalam AlQur'an disebut dengan Rawasia yang selalu diterjemahkan oleh para penafsir Qur'an selama ini dengan pengertian Gunung.

Kita bisa menerima kenyataan ini bila kita mau berpikir bahwa sebelum Nabi Adam as dan istrinya bertempat tinggal diplanet bumi kita ini, mereka terlebih dahulu singgah dan menetap serta berketurunan dibumi-bumi lainnya dalam bentangan tata surya Tuhan hingga pada masa waktu tertentu sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh Allah, mereka hijrah kebumi yang lainnya sampai pada planet bumi kita ini sebagai bumi terakhir yang akhirnya pula sebagai tempat wafat mereka dan bersemayamnya jasad mereka.

Menurut riwayat yang ada, makam atau kuburan dari istri Nabi Adam yang sering disebut orang dengan nama Siti Hawa, terletak dikota Jeddah, berukuran sangat panjang (ingat bahwa manusia pertama kalinya diciptakan oleh Allah dengan bentuk dan tubuh tinggi - lihat Hadist Qudsi yang pernah saya tuliskan pada artikel : Misteri Adam manusia pertama).

Kota Jeddah sendiri berartikan "Nenek".
Hanya saja bagaimanapun rujukan yang pasti, termasuk Hadist Rasulullah Saw yang menjelaskan mengenai kuburan Hawa tersebut belum pernah saya dapatkan dan saya baca.

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, hal yang ditentukan dan hal yang ditumpangkan. Sungguh telah Kami jelaskan pertanda-pertanda Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:98)

Tidak heran jika penduduk bumi lain diluar planet kita ini yang secara silsilah adalah masih saudara kita sendiri, sudah mencapai tekhnologi yang begitu tinggi karena memang mereka sudah lebih dulu ada daripada kita, sehingga sedikit banyaknya mereka telah berhasil menyibak beberapa rahasia alam, termasuk masalah penolakan kepada gaya alami, gravitasi bumi.

Allah selalu menekankan kepada manusia agar mau memikirkan penciptaan langit dan bumi dalam hampir setiap ayat-ayat AlQur'an, ini menunjukkan betapa Allah sebenarnya ingin agar manusia menaruh perhatian mereka dalam sektor penerbangan luar angkasa agar mereka lebih bisa menyaksikan kemaha kuasaan Tuhan yang terbentang luas dialam semesta dan menepis isyu-isyu sesat bahwa Allah mempunyai sekutu didalam kebesaranNya.

Ada dua kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam catatan sejarah para ahli, yaitu : yang memakai tenaga menolak untuk maju seperti hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara; yang lainnya memakai tenaga lenting atau centrifugal seperti pesawat terbang.

Dan Dialah yang menciptakan semuanya berpasang-pasangan. Dan Dia jadikan untukmu yang kamu kendarai dari benda terapung /fulku/ dan binatang ternak. Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu memikirkan nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan:"Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(QS. 43:12-14)
Kedua macam kendaraan ini oleh ayat 43/12-14 diatas disebutkan dengan kendaraan terapung dan ternak.
Yang dimaksud dengan ternak adalah kuda, unta, keledai dan sebagainya. Benda terapung adalah segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh tekhnologi manusia tentulah termasuk dalamnya piring terbang !

MasyaAllah, sejak 14 abad yang lalu, AlQur'an sudah menyatakan bahwa manusia pada saatnya nanti akan mampu mengendarai suatu benda terapung yang dulu tidak bisa dilakukannya.

Hal tersebut untuk sejarah umat manusia bumi pra Rasulullah hingga kini baru sekarang dapat melakukan pendudukan atas benda terapung itu, yaitu kapal laut dengan segala jenisnya serta pesawat terbang dengan berbagai bentuk dan kemampuannya, dan mengingat AlQur'an itu sebagai wahyu Allah yang bersifat sepanjang jaman, maka ramalan Qur'an itu akan terus berkelanjutan hingga pada puncaknya nanti manusia mampu pula menciptakan dan mengendarai piring terbang sebagai salah satu benda terapung yang sebelumnya tidak mampu menguasainya.

Semua itu membuktikan bahwa manusia pada waktunya kelak InsyaAllah, akan mampu melakukan perjalanan antar planet dan antar galaksi serta berkomunikasi dan bahkan membentuk satu community bersama makhluk-makhluk hidup lainnya dari berbagai bumi disemesta alam ini pada masanya kelak sebagaimana yang selama ini hanya kita khayalkan melalui serial StarTrex, Babilon 5, Superman, Independence Day dan lain sebagainya.

Dalam peradaban modern masa depan itu, manusia bumi umumnya akan memakai piring terbang atau malah yang lebih canggih lagi daripada itu sebagai kendaraannya, yang kecepatannya mendekati kecepatan sinar atau juga malah melebihinya hingga mendekati kecepatan Buraq sebagai kendaraan inter dimensi Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin 14 abad yang lampau.
18.00 | 0 komentar | Read More

teka teki kiamat dunia

Jeritan itu terdengar. Orang-orang berlarian, berusaha melindungi diri dari hujan yang turun tiba-tiba. Suara jeritan histeris yang memekakkan telinga menyadarkan Val dari ketermenungannya. Tetes air hujan membasahinya. Ia mengusap wajahnya. Namun, bersamaan dengan itu, bau anyir menyeruak ke hidungnya.

Apa ini?

Val mengangkat lengan bajunya. Ia mencium tetesan air hujan yang jatuh tepat di lengan bajunya.

Ya, Tuhan….ini darah!

Seperti mengendarai mesin waktu menuju masa lalu, ingatan Val kembali ke tempat di mana dia membaca gulungan surat yang didapatnya secara ajaib. Dia ingat dengan jelas apa yang tertulis dalam surat Suster Lucia… terjadilah hujan es dan api dan darah, maka terbakarlah sebagian dari bumi dan manusia-manusia yang hidup di atasnya….

Oh, Tuhanku, kiamat dunia sedang terjadi! Tapi…ini dua puluh tahun lebih cepat dari yang diramalkan!

by;the brother
http://gudang-cerpen.blogspot.com/2010/10/teka-teki-kiamat-dunia.html
17.58 | 0 komentar | Read More

Misteri Prambanan, Benarkah Ia Dibangun sebagai Kuil Air Suci?

Oleh kisahbangsa

Berdiri megah di seberang Sungai Opak, Candi Prambanan menjadi saksi bisu jejak kemasyhuran masa lalu. Siapa pendirinya dan kapan mulai didirikan, jawaban pastinya masih berupa dugaan. Ibarat mau menambah-nambah berbagai wacana, Roy Jordaan menyodorkan “persoalan” baru. Katanya, candi yang tanggal berdirinya belum diketahui secara pasti akibat tidak adanya bukti prasasti ini, boleh jadi awalnya dirancang sebagai kuil air suci.

bukuPemaparan Crawfurd (1820) awalnya memberikan penanggalan untuk Candi Prambanan “tidak berasal dari zaman kuno yang sangat jauh”; perkiraannya sekitar abad ke-12 atau 13. Namun para pakar selanjutnya berpendapat bahwa candi yang terkenal juga dengan sebutan Candi Loro Jonggrang ini mulai dibangun sekitar paruh kedua abad ke-9 atau permulaan abad ke-10, yakni pada masa-masa berakhirnya kekuasaan Dinasti Syailendra di Jawa Tengah. Belakangan, berdasarkan terjemahan atas prasasti Jawa Kuno yang menyinggung tentang peresmian Sivagrha ‘Kediaman Siwa’, De Casparis (1956), seorang pakar epigrafi, mempertegas penanggalan pendirian menjadi 856 Masehi.

Saingan Borobudur?

Pemunduran penanggalan tentu saja membawa konsekuensi berupa gugatan atas teori yang menekankan pembangunan Loro Jonggrang sebagai saingan Candi Borobudur. Keberadaan Prambanan yang tidak jauh dengan kompleks candi-candi Buddhis semacam Sewu, Plaosan, dan Sojiwan, serta prasasti yang menyebutkan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya yang menikah dengan putri dari Wangsa Syailendra, tampaknya memperkuat sanggahan atas adanya pertikaian agama di antara kedua keluarga itu. Lewat buku yang disuntingnya, Memuji Prambanan, Roy Jordaan menawarkan gagasan dan pandangan mengenai kemungkinan lain.

Buku Memuji Prambanan pertama-tama hadir dalam edisi bahasa Inggris dengan judul In Praise of Prambanan: Dutch Essays on The Loro Jonggrang Temple Complex pada tahun 1996 di Leiden oleh KITLV Press. Roy Joordan yang bertindak sebagai editornya, membagi buku tersebut menjadi dua bagian. Pertama, ia menyajikan uraian panjang tentang Prambanan dalam suatu ulasan yang cukup terperinci. Dan kedua, ia memuatkan sejumlah tulisan para cendekiawan Belanda yang konon menjadi tertutup gara-gara publikasi tersebut masih dalam bahasa Belanda.

Mitos Lautan Susu

Sudah jamak bahwa banyak cendekiawan yang membahas dan menghubungkan arsitektur candi Prambanan dengan Gunung Meru, tempat tinggal para dewata. Stutterheim (1929) mengungkapkan bahwa gagasan Meru terungkap sangat jelas dalam Candi Loro Jonggrang. Di candi itu kita dapat menemukan relief tentang pohon surga dan singa di alas candi, para penyanyi, penari, dan pemusik kayangan di susuran tangga, para penjaga mata angin utama pada kaki bangunan candi, serta arca-arca para dewata yang ditempatkan pada relung-relung dan pada bagian dalam candi. Keseluruhan komposisi itu menyiratkan sebuah gunung para dewata.

GarudaWisnuBasReliefPenelitian terhadap karya sastra seperti Kakawin Ramayana secara nyata juga memperteguh pendapat tentang simbolisasi candi dengan Gunung Meru. Roy Jordaan menyebutkan bahwa terjemahan Poerbatjaraka (1932) atas teks Ramayana, menyediakan kisah tentang pembandingan candi dengan Gunung Mandara—gunung yang dalam banyak hal serupa dengan Gunung Meru—melalui laporan pandangan mata Hanuman.

Namun satu hal yang sangat menarik bagi Jordaan. Ketika mencermati karya sastra kuno tersebut, ia begitu tercengang dengan paparan cerita yang menekankan mitos Pengadukan Lautan Susu: Hanuman melihat, “Candi kristal itu sepadan dengan Gunung Mandara, halamannya seumpama Lautan Susu. Permata dan mutiara bagaikan buihnya; air dingin yang bening bak minuman para dewata (yang menyembul dari Lautan Susu yang diaduk).”

Roy Jordaan bertanya-tanya, apakah Candi Prambanan dirancang sebagai kuil air suci (holy water sanctuary)? Sejumlah bukti pemugaran yang berkaitan dengan halaman candi selama ini dalam sejarahnya sering mempersoalkan genangan air yang sulit mengering.

Roh Jagat

Deskripsi Krom (1923) menerangkan bahwa pagar-dalam yang memagari halaman candi-candi besar di Prambanan memang terlihat memiliki rancangan dinding yang kuat dan kokoh. Dinding itu oleh Jordaan dijadikannya bukti sebagai dinding tamwak (bendungan atau dam) yang mendukung hipotesisnya tentang Prambanan sebagai kuil air suci. Jordaan juga melihat bahwa prasasti Loro Jonggrang secara samar-samar menyinggung tentang perpindahan burung-burung dan lalu lintas para pedagang maupun pejabat desa yang datang untuk mandi karena meyakini perlindungan ajaib (siddhayatra) dan berkat (mahatisa) dari air di sana.

Sedikitnya jaladwara (talang air) sepertinya juga mempertontonkan bukti yang tidak menghendaki cepat berlalunya air dari halaman candi. Roy Jordaan pun membayangkan. Andai Loro Jonggrang dan Candi Sewu sungguh dirancang sebagai bagian dari suatu kompleks peribadatan berskala besar, niscaya seluruh kawasan itu merupakan “Tanah Suci” yang dipersembahkan kepada “Roh Jagat” (“Dia Yang Mutlak”) atau Parambrahma(n)—kata yang kelak di kemudian hari menjadi Prambanan.

Agaknya tidak berlebihan jika bukan hanya Prambanan yang perlu mendapat pujian. Kita pun patut memuji kegigihan penyunting yang sudah bersusah payah mengorek-ngorek tumpukan informasi yang nyaris tercampakkan. Roy Jordaan dengan kepiawaiannya telah berhasil mengangkat dan merangkaikan kembali sejumlah sumber menarik yang pernah ditulis para pakar tempo dulu yang pernah bergulat dengan batu-batu candi di perbatasan DIY-Jateng itu. Tidak menutup kemungkinan, riset-riset baru akan bermunculan untuk menguak lagi misteri Prambanan.

Joko Widiyatmoko

#Naskah pernah dikirimkan ke salah satu redaksi koran sebagai resensi buku, tetapi ditolak karena alasan redaksional. Namun begitu, terima kasih kepada mereka yang mengerjakan buku itu, terima kasih atas terjemahannya yang indah. Saya menyukainya.

Mungkin suatu kebetulan karena saat itu saya menemukannya di salah satu rak di perpustakaan.

17.50 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...