ARTIKEL PILIHAN
Sisi Lain Iklan Politik: Sampah Visual Iklan Politik
Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 13 September 2013 | 20.33
by: http://politik.kompasiana.com/2013/09/06/sampah-visual-iklan-politik-590264.html
Oleh Sumbo Tinarbuko
Liputan harian Kompas (5/9) berjudul ‘’Pemilu 2014: Publik Terganggu Alat Peraga Kampanye’’ menarik untuk senantiasa diperbincangkan lebih lanjut. Dalam liputan itu diwartakan: Sebagian kelompok masyarakat semakin terganggu dengan peraga kampanye partai politik yang dipasang sembarangan dan mengotori ruang publik. Mereka berharap parpol dan calon anggota legislatif lebih sadar menata alat peraga agar ramah lingkungan dan memberikan pendidikan politik yang cerdas …

Realitas sosial yang dituliskan wartawan Kompas dalam liputannya itu menunjukkan fenomena sosial ruang publik dijarah parpol dan bakal caleg yang berlomba menebar sampah visual iklan politik di ruang publik. Tebaran sampah visual seperti itu oleh ‘Komunitas Reresik Sampah Visual’ dikategorikan teroris visual. Sebuah teror visual yang secara masif mengusik ketenangan visual jiwa-jiwa sosial warga masyarakat.
Sebagaimana diketahui bersama, sampah visual iklan politik dalam perspektif ‘Komunitas Reresik Sampah Visual’ dipahami sebagai aktivitas pemasangan iklan politik, menggunakan media iklan luar ruang (outdoor advertising) yang penempatannya tidak sesuai dengan peruntukkannya. Keberadaannya pun cenderung ilegal. Hal itu diperparah dengan kelakuan menyimpang dari penebar sampah visual iklan politik yang tidak mau mengurus izin dan membayar pajak reklame untuk kategori alat peraga kampanye politik.
Secara visual, tebaran sampah visual iklan politik dapat disimak dari pola penempatan dan pemasangan alat peraga kampanye dari masing-masing parpol dan bakal caleg. Mereka cenderung melakukan pelanggaran dan dengan seenak wudelnya sendiri memasang iklan politik dan alat peraga kampanye dengan menjarah ruang publik maupun ruang terbuka hijau. Mereka juga mengabaikan aspek ramah lingkungan dan ramah visual saat memasang alat peraga kampanye tersebut.
Picu Konflik Di Ruang Publik
Bukti visual dan fakta di lapangan secara kasat mata menunjukkan, tim sukses bakal caleg di seluruh Indonesia dengan semangat perang menggunakan iklan politik sebagai senjatanya. Amunisi iklan politik dimuntahkan untuk menguasai taman kota, trotoar, pagar dan jembatan, tembok bahkan bangunan heritage, dinding flyover, tiang lampu penerangan jalan, tiang rambu lalulintas, tiang listrik dan tiang telpon untuk dipasangi iklan politik parpol dan bakal caleg yang dipromosikannya. Belum puas sampai di situ, batang pohon yang berjajar teduh di sepanjang jalan dihajar secara anarkis demi memasang alat peraga kampanye iklan politik parpol dan bakal caleg.
Hadirnya sampah visual iklan politik tidak bisa dilepaskan dari ajang perebutan singgasana kekuasaan untuk menjadi anggota dewan atau calon presiden. Bakal caleg yang panik ini lalu berlomba menyuri perhatian masyarakat dengan merepresentasikan pencitraan dirinya melalui iklan politik. Aktivitas instan semacam ini, oleh tim sukses bakal caleg diyakini mempunyai daya hipnotis tinggi untuk membidik perhatian calon pemilih pada janji politik yang mereka dengungkan. Padahal realitas sosialnya justru terjadi sebaliknya.
Bakal caleg, atas saran tim suksesnya, dengan riang gembira memroduksi pesan verbal dan pesan visual. Media komunikasi visual yang digunakannya berupa iklan luar ruang. Wujud visualnya: billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul, dan rontek. Tidak ketinggalan poster, stiker, flyer, iklan koran dan majalah, iklan televisi, adlips radio dan sosial media: facebook, twitter, instagram. Selain perang memanfaatkan iklan politik, tim sukses pun dengan sokongan dana berlimpah menabuh genderang perang visual dalam hal ukuran, penempatan, dan jumlah iklan politik yang dipasang di ruang publik. Sampah visual iklan politik yang terpasang secara amburadul di ruang publik semakin menambah kumuh dan semrawutnya wajah wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh Indonesia. Ujungnya, sampah visual iklan politik menjadi pemicu konflik di ruang publik. Baik antar tim sukses caleg atau pun dengan warga masyarakat yang merasa terganggu kenyamanannya saat reriungan di ruang publik.
Turunkan Reputasi Caleg
Menjamurnya sampah visual iklan politik yang terpasang secara ngawur, cenderung menurunkan citra, kewibawaan, reputasi, dan nama baik parpol dan bakal caleg itu sendiri. Padahal dalihnya, niatan menjagokan diri sebagai bakal caleg, dilandasi doa suci untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Bercita-cita mewujudkan janji kemerdekaan lewat representasi tata pemerintahan yang lebih baik. Semuanya itu, katanya, agar rakyat Indonesia tumbuh menjadi manusia bermartabat, berkehidupan makmur, aman dan sejahtera.
Dampak dari jerawat sampah visual ini menyebabkan iklan politik yang diposisikan sebagai ajang menyampaikan informasi dan mempromosikan keberadaan bakal caleg terperosok menjadi media miskomunikasi visual. Ujung dari semuanya itu, matinya iklan politik secara tidak terhormat.
Fenomena menjamurnya sampah visual iklan politik di ajang kampanye pemilihan calon anggota legislatif ini, menjadi antiklimaks dari sebuah proses menjaring wakil rakyat yang merakyat. Wakil rakyat yang melayani rakyat bukan menindas rakyat. Realitas sosial seperti itu akhirnya memaparkan fakta: bagaimana mungkin rakyat akan memilih caleg yang lebih mementingkan menampilkan wajah tanpa mau obah (bergerak bersama rakyat). Bagaimana mungkin rakyat mau mencoblos bakal caleg yang gaya kampanyenya lebih suka menebar sampah visual iklan politik di ruang publik. Gaya kampanye bakal caleg mengandalkan tebaran gambar wajahnya merupakan gaya kampanye yang sejatinya menurunkan reputasi sang bakal caleg di mata rakyat calon pemilih.
Sudah saatnya bakal caleg dan tim suksesnya menjalankan gaya kampanye yang mengedepankan aspek edukasi politik pada rakyat calon pemilih lewat tampilan iklan politik yang komunikatif, nyeni, berbudaya dan merakyat. Jadikanlah alat peraga kampanye bakal caleg menjadi bagian dekorasi kota yang artistik dan komunikatif. Bukan malah sebaliknyanya seperti terjadi sekarang ini: alat peraga kampanye parpol dan bakal caleg justru semakin mengokohkan dirinya menjadi teroris visual dengan menebarkan sampah visual iklan politik di ruang publik.
Untuk meminimalisir sampah visual iklan politik, seyogianya pengurus parpol, bakal caleg beserta tim suksesnya secara bersama-sama menjadikan ruang publik tetap menjadi milik publik. Ruang publik jangan sampai diprivatisasi menjadi milik merek dagang, milik bakal caleg dan milik partai politik.
Oleh Sumbo Tinarbuko
Liputan harian Kompas (5/9) berjudul ‘’Pemilu 2014: Publik Terganggu Alat Peraga Kampanye’’ menarik untuk senantiasa diperbincangkan lebih lanjut. Dalam liputan itu diwartakan: Sebagian kelompok masyarakat semakin terganggu dengan peraga kampanye partai politik yang dipasang sembarangan dan mengotori ruang publik. Mereka berharap parpol dan calon anggota legislatif lebih sadar menata alat peraga agar ramah lingkungan dan memberikan pendidikan politik yang cerdas …
Realitas sosial yang dituliskan wartawan Kompas dalam liputannya itu menunjukkan fenomena sosial ruang publik dijarah parpol dan bakal caleg yang berlomba menebar sampah visual iklan politik di ruang publik. Tebaran sampah visual seperti itu oleh ‘Komunitas Reresik Sampah Visual’ dikategorikan teroris visual. Sebuah teror visual yang secara masif mengusik ketenangan visual jiwa-jiwa sosial warga masyarakat.
Sebagaimana diketahui bersama, sampah visual iklan politik dalam perspektif ‘Komunitas Reresik Sampah Visual’ dipahami sebagai aktivitas pemasangan iklan politik, menggunakan media iklan luar ruang (outdoor advertising) yang penempatannya tidak sesuai dengan peruntukkannya. Keberadaannya pun cenderung ilegal. Hal itu diperparah dengan kelakuan menyimpang dari penebar sampah visual iklan politik yang tidak mau mengurus izin dan membayar pajak reklame untuk kategori alat peraga kampanye politik.
Secara visual, tebaran sampah visual iklan politik dapat disimak dari pola penempatan dan pemasangan alat peraga kampanye dari masing-masing parpol dan bakal caleg. Mereka cenderung melakukan pelanggaran dan dengan seenak wudelnya sendiri memasang iklan politik dan alat peraga kampanye dengan menjarah ruang publik maupun ruang terbuka hijau. Mereka juga mengabaikan aspek ramah lingkungan dan ramah visual saat memasang alat peraga kampanye tersebut.
Picu Konflik Di Ruang Publik
Bukti visual dan fakta di lapangan secara kasat mata menunjukkan, tim sukses bakal caleg di seluruh Indonesia dengan semangat perang menggunakan iklan politik sebagai senjatanya. Amunisi iklan politik dimuntahkan untuk menguasai taman kota, trotoar, pagar dan jembatan, tembok bahkan bangunan heritage, dinding flyover, tiang lampu penerangan jalan, tiang rambu lalulintas, tiang listrik dan tiang telpon untuk dipasangi iklan politik parpol dan bakal caleg yang dipromosikannya. Belum puas sampai di situ, batang pohon yang berjajar teduh di sepanjang jalan dihajar secara anarkis demi memasang alat peraga kampanye iklan politik parpol dan bakal caleg.
Hadirnya sampah visual iklan politik tidak bisa dilepaskan dari ajang perebutan singgasana kekuasaan untuk menjadi anggota dewan atau calon presiden. Bakal caleg yang panik ini lalu berlomba menyuri perhatian masyarakat dengan merepresentasikan pencitraan dirinya melalui iklan politik. Aktivitas instan semacam ini, oleh tim sukses bakal caleg diyakini mempunyai daya hipnotis tinggi untuk membidik perhatian calon pemilih pada janji politik yang mereka dengungkan. Padahal realitas sosialnya justru terjadi sebaliknya.
Bakal caleg, atas saran tim suksesnya, dengan riang gembira memroduksi pesan verbal dan pesan visual. Media komunikasi visual yang digunakannya berupa iklan luar ruang. Wujud visualnya: billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul, dan rontek. Tidak ketinggalan poster, stiker, flyer, iklan koran dan majalah, iklan televisi, adlips radio dan sosial media: facebook, twitter, instagram. Selain perang memanfaatkan iklan politik, tim sukses pun dengan sokongan dana berlimpah menabuh genderang perang visual dalam hal ukuran, penempatan, dan jumlah iklan politik yang dipasang di ruang publik. Sampah visual iklan politik yang terpasang secara amburadul di ruang publik semakin menambah kumuh dan semrawutnya wajah wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh Indonesia. Ujungnya, sampah visual iklan politik menjadi pemicu konflik di ruang publik. Baik antar tim sukses caleg atau pun dengan warga masyarakat yang merasa terganggu kenyamanannya saat reriungan di ruang publik.
Turunkan Reputasi Caleg
Menjamurnya sampah visual iklan politik yang terpasang secara ngawur, cenderung menurunkan citra, kewibawaan, reputasi, dan nama baik parpol dan bakal caleg itu sendiri. Padahal dalihnya, niatan menjagokan diri sebagai bakal caleg, dilandasi doa suci untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Bercita-cita mewujudkan janji kemerdekaan lewat representasi tata pemerintahan yang lebih baik. Semuanya itu, katanya, agar rakyat Indonesia tumbuh menjadi manusia bermartabat, berkehidupan makmur, aman dan sejahtera.
Dampak dari jerawat sampah visual ini menyebabkan iklan politik yang diposisikan sebagai ajang menyampaikan informasi dan mempromosikan keberadaan bakal caleg terperosok menjadi media miskomunikasi visual. Ujung dari semuanya itu, matinya iklan politik secara tidak terhormat.
Fenomena menjamurnya sampah visual iklan politik di ajang kampanye pemilihan calon anggota legislatif ini, menjadi antiklimaks dari sebuah proses menjaring wakil rakyat yang merakyat. Wakil rakyat yang melayani rakyat bukan menindas rakyat. Realitas sosial seperti itu akhirnya memaparkan fakta: bagaimana mungkin rakyat akan memilih caleg yang lebih mementingkan menampilkan wajah tanpa mau obah (bergerak bersama rakyat). Bagaimana mungkin rakyat mau mencoblos bakal caleg yang gaya kampanyenya lebih suka menebar sampah visual iklan politik di ruang publik. Gaya kampanye bakal caleg mengandalkan tebaran gambar wajahnya merupakan gaya kampanye yang sejatinya menurunkan reputasi sang bakal caleg di mata rakyat calon pemilih.
Sudah saatnya bakal caleg dan tim suksesnya menjalankan gaya kampanye yang mengedepankan aspek edukasi politik pada rakyat calon pemilih lewat tampilan iklan politik yang komunikatif, nyeni, berbudaya dan merakyat. Jadikanlah alat peraga kampanye bakal caleg menjadi bagian dekorasi kota yang artistik dan komunikatif. Bukan malah sebaliknyanya seperti terjadi sekarang ini: alat peraga kampanye parpol dan bakal caleg justru semakin mengokohkan dirinya menjadi teroris visual dengan menebarkan sampah visual iklan politik di ruang publik.
Untuk meminimalisir sampah visual iklan politik, seyogianya pengurus parpol, bakal caleg beserta tim suksesnya secara bersama-sama menjadikan ruang publik tetap menjadi milik publik. Ruang publik jangan sampai diprivatisasi menjadi milik merek dagang, milik bakal caleg dan milik partai politik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BACA JUGA
DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY
-
►
2017
(50)
- ► 09/17 - 09/24 (3)
- ► 08/20 - 08/27 (4)
- ► 04/02 - 04/09 (7)
- ► 03/26 - 04/02 (5)
- ► 03/19 - 03/26 (9)
- ► 03/12 - 03/19 (15)
- ► 02/26 - 03/05 (7)
-
►
2016
(139)
- ► 12/18 - 12/25 (5)
- ► 12/11 - 12/18 (2)
- ► 11/13 - 11/20 (13)
- ► 11/06 - 11/13 (9)
- ► 07/24 - 07/31 (7)
- ► 07/17 - 07/24 (7)
- ► 07/03 - 07/10 (19)
- ► 06/26 - 07/03 (12)
- ► 06/19 - 06/26 (15)
- ► 06/12 - 06/19 (6)
- ► 05/08 - 05/15 (1)
- ► 04/10 - 04/17 (6)
- ► 02/14 - 02/21 (3)
- ► 02/07 - 02/14 (10)
- ► 01/31 - 02/07 (12)
- ► 01/24 - 01/31 (12)
-
►
2015
(281)
- ► 12/27 - 01/03 (19)
- ► 08/09 - 08/16 (3)
- ► 05/10 - 05/17 (10)
- ► 04/26 - 05/03 (3)
- ► 04/19 - 04/26 (28)
- ► 04/12 - 04/19 (39)
- ► 04/05 - 04/12 (93)
- ► 03/29 - 04/05 (64)
- ► 03/22 - 03/29 (13)
- ► 02/22 - 03/01 (3)
- ► 02/15 - 02/22 (5)
- ► 01/04 - 01/11 (1)
-
►
2014
(1059)
- ► 12/28 - 01/04 (12)
- ► 12/21 - 12/28 (5)
- ► 11/23 - 11/30 (33)
- ► 11/09 - 11/16 (1)
- ► 11/02 - 11/09 (1)
- ► 10/26 - 11/02 (14)
- ► 10/05 - 10/12 (4)
- ► 09/28 - 10/05 (7)
- ► 08/24 - 08/31 (19)
- ► 08/10 - 08/17 (6)
- ► 08/03 - 08/10 (3)
- ► 07/13 - 07/20 (12)
- ► 07/06 - 07/13 (15)
- ► 06/29 - 07/06 (7)
- ► 06/22 - 06/29 (5)
- ► 06/15 - 06/22 (7)
- ► 06/08 - 06/15 (29)
- ► 06/01 - 06/08 (34)
- ► 05/25 - 06/01 (3)
- ► 05/18 - 05/25 (7)
- ► 05/11 - 05/18 (4)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 04/20 - 04/27 (19)
- ► 04/13 - 04/20 (18)
- ► 04/06 - 04/13 (13)
- ► 03/30 - 04/06 (19)
- ► 03/23 - 03/30 (31)
- ► 03/16 - 03/23 (51)
- ► 03/09 - 03/16 (56)
- ► 03/02 - 03/09 (80)
- ► 02/23 - 03/02 (78)
- ► 02/16 - 02/23 (41)
- ► 02/09 - 02/16 (54)
- ► 02/02 - 02/09 (61)
- ► 01/26 - 02/02 (68)
- ► 01/19 - 01/26 (57)
- ► 01/12 - 01/19 (88)
- ► 01/05 - 01/12 (96)
-
▼
2013
(3222)
- ► 12/29 - 01/05 (104)
- ► 12/22 - 12/29 (124)
- ► 12/15 - 12/22 (86)
- ► 12/08 - 12/15 (70)
- ► 12/01 - 12/08 (84)
- ► 11/24 - 12/01 (79)
- ► 11/17 - 11/24 (48)
- ► 11/10 - 11/17 (64)
- ► 11/03 - 11/10 (52)
- ► 10/27 - 11/03 (65)
- ► 10/20 - 10/27 (78)
- ► 10/13 - 10/20 (102)
- ► 10/06 - 10/13 (84)
- ► 09/29 - 10/06 (111)
- ► 09/22 - 09/29 (129)
- ► 09/15 - 09/22 (128)
-
▼
09/08 - 09/15
(153)
- Aliran Sesat yang Menghantui Para Remaja
- Misteri Satanis: Metal, Underground, Dan Simbol Sa...
- Artikel Gokil: Begini Jadi Kalo Orang HRD Nulis Su...
- Artikel Gokil: Saat Cowok Tak Muda lagi
- Artikel Gokil dan Lucu: Orang Gila Pesan KFC
- Artikel Menarik: Ketahuilah 23 Ciri Orang yang Cin...
- Artikel Unik: 20 Fakta Unik Tubuh Manusia
- Artikel Menarik: Perbedaan Mata Cewek dan Mata Cowok
- 10 Tips dan Cara Belajar Pintar
- Tips Blogger: 12 Cara Mengatasi Algoritma Google D...
- Artikel Unik: 34 Cara Unik Mengikat Tali Sepatu
- 5 Fakta Menarik Dari Seorang Blogger
- Indahnya Kenangan: Kenangan Ramadhan Masa Kecil, F...
- Keunikan dan Keragaman Indonesia: Terkenang Permai...
- Kenangan Masa Kecil: Sepak Tekong, Kenangan Masa K...
- Inilah Cara Asyik Menikmati Hujan
- Cara Khas Menikmati Guyuran Hujan Ibukota, Seru
- Artikel Lulus Ujian CPNS: Berbagi Tips Sukses Lulu...
- Lowongan CPNS Kemenkumham Tahun 2013
- Peradaban yang Misterius: MISTERI PERADABAN NUSANT...
- Film Penuh Kontroversi, FilmGreen Zone
- Sisi Lain Tertembaknya Para Polisi: Anggota Polisi...
- Berita AdRewa Terbaru: Pagi Ini AdRewa.com Sudah N...
- Artikel Islami: Doa Khatam Al Qur’an
- Sisi Lain Iklan Politik: Sampah Visual Iklan Politik
- Ada apa dengan Iklan Ditelevisi kita: Iklan Basa-b...
- Raja Dan Ratu Iklannya Indonesia
- Grup Band Paling Kompak: 5 Grup Band Indonesia den...
- Artikel Islami: Rahasia Menikmati Dahsyatnya Qiyam...
- Lagu Malaysia Terbaik: 15 Lagu Slowrock Malaysia T...
- Berita Band Yovie and Nuno: Menanti Kejutan Vokali...
- Peringatan Kesehatan: Bahaya Makan Gorengan Terlal...
- Rahasia Sarapan Pagi: Sarapan Pagi Ternyata bisa K...
- Menu Sarapan Pagi Yang Telah Terlupakan
- Polisi VS Teroris: Polisi Ditembaki Teroris, Wibaw...
- TV One Soal Teroris ( Kesimpulan yang terlalu terb...
- Penolakan Miss World: Inilah Alasan Tidak Boleh Ik...
- ( Tentang Miss World Di Indonesia ) Kontroversi Pe...
- Menatap Pemilu 2014 ( Sebagai pemilih, kita mesti ...
- Ahmad Dhani dan Kasus Dul: Ahmad Dhani (Bohong) de...
- Berita Terbaru Kecelakaan Dul: Salahkan Polri atas...
- Dahsyatnya Sedekah: Manfaat dan Keistimewahan Sedekah
- Artikel Islami: Sedekah yang Paling Utama
- Artikel Dahsyatnya Sedekah: 10 Keajaiban Dahsyat S...
- Misteri BUMN: Pak Dahlan Iskan, Apa Kabar Asset Rp...
- KORUPTOR ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI ( Kelucuan – ...
- HUMOR: Dialog Gus Dur dengan Suharto
- Sketsa Betawi: Bang Jali Suka yang Becek-Becek
- Sisi Lain Lagu Buka Dikit Joss: Buat Kalian yang S...
- Misteri Tertembaknya Para Polisi: Lagi Penembakan ...
- Misteri Penembakan Polisi: Pelaku dan Motif Rangka...
- Misteri Penembakan Polisi: Penembakan Polisi untuk...
- Belajar Bahasa Manado: Kamus Bahasa Manado
- Belajar Bahasa Dayak: BAHASA DAYAK NGAJU
- Belajar Bahasa Banjar ( Memperkenalkan Bahasa Banj...
- Mari Belajar Bahasa Jawa Lengkap dengan Contoh Per...
- Belajar Bahasa Minang: Cara Mudah Belajar Bahasa M...
- Belajar Bahasa Sunda: Kamus Basa Sunda
- Menguak Kasus Sisca Yofie: Ternyata Kasus Sisca Me...
- Kisah Nyata Ditodong di Thailand
- Rangkuman Artikel Islami: HUKUM MEMELIHARA HEWAN M...
- Artikel Islami: Kiat Menghindari Ghibah, Menggunji...
- Peringatan Islam: Hukum Ghibah ( Membicarakan Keje...
- Amalan Terdahsyat: Ini 7 Amalan yang Pahalanya Ter...
- Sisi Lain Dul Anak Ahmad Dhani: Dul, Hikmah Bagi B...
- Rumah Sakit Singapura: Trik Rumah Sakit di Singapu...
- Berita Dul Terbaru: “Dul” dan Rumah Sakit Singapura
- Berita Dul Terbaru: Si Dul Adalah Korban “Salah Asuh”
- Artikel Islami: DAHSYATNYA PAHALA SEORANG GURU
- Misteri Angka 13: Mitos Angka 13 Jangan Dipercaya
- Tanda-Tanda Hari Kiamat Dalam Agama Islam
- Misteri Mitos: Mengapa orang percaya mitos
- Artikel Islami: Jangan Terlalu Mempercayai Mitos d...
- Artikel Islami: Hukum Menabrak Kucing Tanpa Disengaja
- Artikel Islami: Mengalami Kecelakaan Akibat Menabr...
- Misteri Ahmad Dhani: Seorang Ahmad Dhani dan Kemun...
- PENGAKUAN MENGEJUTKAN DARI AHMAD DHANI: Dhani Meng...
- Kasus Dul Kecelakaan: Doel Kecelakaan, Dimana Mula...
- Berita Kecelakaan Dul Putra Ahmad Dhani dan Maia E...
- Sisi Lain Perceraian Ahmad Dhani dan Maia Estianty
- ( Sisi Lain Kecelakaan Maut Dul ) Kisah Arif & Dul...
- Kasus Kecelakaan Maut Dul: Lagi…Hukum Kita ‘Sangat...
- Kasus Kecelakaan Dul: Belajar Dari Dul ( Si Dul an...
- Adrewa.Com Sedang Ada Perbaikan: Server AdRewa Dow...
- Makanan Khas Eropa: Kuliner khas EROPA
- Masakan Orang Inggris: Makanan Khas Orang Inggris
- Makanan Khas Arab Saudi: Mengenal ‘Makanan Rakyat’...
- Makanan Khas Amerika: 10 Makanan Terpopuler di Ame...
- Makanan Khas Malaysia: 10 Makanan Tradisional Khas...
- Artikel Tentang Metamorfosis: METAMORFOSIS SEMPURN...
- Aneka Makanan Musim Haji: Mengenal aneka makanan s...
- Artikel Tentang Metamorfosis: Memahami Pengertian ...
- Sisi Lain Acara Campur-Campur Di ANTV
- TRANS TV DAN ANTV: Apa Bedanya Trans TV sama Antev...
- Humor: Obrolan Playboy
- Playboy 2013 Siapa Saja Mereka: 3 Playboy Paling T...
- Berita Olga Syahputra: Olga, Sebelum Kualat, Ingat...
- Berita Olga Syahputra: Protes Moral Saya terhadap ...
- Reinkarnasi Sukarno: Ahmad Dhani, Reinkarnasi Sukarno
- Kasus Kecelakaan Dul: Bolehkah Ahmad Dani Dipidana?
- ► 09/01 - 09/08 (164)
- ► 08/25 - 09/01 (160)
- ► 08/18 - 08/25 (104)
- ► 08/11 - 08/18 (156)
- ► 08/04 - 08/11 (322)
- ► 07/28 - 08/04 (108)
- ► 07/21 - 07/28 (104)
- ► 07/14 - 07/21 (59)
- ► 07/07 - 07/14 (24)
- ► 06/30 - 07/07 (12)
- ► 06/23 - 06/30 (35)
- ► 06/09 - 06/16 (40)
- ► 06/02 - 06/09 (11)
- ► 05/26 - 06/02 (51)
- ► 05/19 - 05/26 (13)
- ► 05/12 - 05/19 (4)
- ► 04/21 - 04/28 (6)
- ► 04/14 - 04/21 (21)
- ► 04/07 - 04/14 (8)
- ► 03/31 - 04/07 (75)
- ► 03/24 - 03/31 (62)
- ► 03/17 - 03/24 (53)
- ► 03/10 - 03/17 (30)
- ► 03/03 - 03/10 (2)
- ► 02/03 - 02/10 (19)
- ► 01/20 - 01/27 (18)
-
►
2012
(403)
- ► 12/30 - 01/06 (8)
- ► 12/16 - 12/23 (14)
- ► 12/09 - 12/16 (12)
- ► 12/02 - 12/09 (10)
- ► 10/28 - 11/04 (1)
- ► 08/12 - 08/19 (13)
- ► 08/05 - 08/12 (29)
- ► 07/29 - 08/05 (69)
- ► 07/22 - 07/29 (85)
- ► 07/15 - 07/22 (92)
- ► 07/08 - 07/15 (65)
- ► 07/01 - 07/08 (5)
-
►
2011
(1411)
- ► 08/14 - 08/21 (51)
- ► 08/07 - 08/14 (52)
- ► 07/31 - 08/07 (5)
- ► 07/10 - 07/17 (3)
- ► 07/03 - 07/10 (10)
- ► 05/29 - 06/05 (6)
- ► 05/15 - 05/22 (57)
- ► 05/08 - 05/15 (45)
- ► 05/01 - 05/08 (97)
- ► 04/24 - 05/01 (169)
- ► 04/17 - 04/24 (293)
- ► 04/10 - 04/17 (200)
- ► 04/03 - 04/10 (142)
- ► 03/27 - 04/03 (107)
- ► 03/20 - 03/27 (87)
- ► 03/13 - 03/20 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (7)
- ► 02/20 - 02/27 (10)
- ► 02/13 - 02/20 (8)
- ► 02/06 - 02/13 (20)
- ► 01/30 - 02/06 (6)
- ► 01/23 - 01/30 (17)
- ► 01/16 - 01/23 (10)
- ► 01/02 - 01/09 (8)
-
►
2010
(2102)
- ► 12/26 - 01/02 (5)
- ► 12/19 - 12/26 (1)
- ► 11/14 - 11/21 (53)
- ► 11/07 - 11/14 (70)
- ► 10/31 - 11/07 (27)
- ► 10/24 - 10/31 (41)
- ► 10/17 - 10/24 (1)
- ► 10/10 - 10/17 (29)
- ► 10/03 - 10/10 (2)
- ► 09/26 - 10/03 (39)
- ► 09/19 - 09/26 (3)
- ► 08/15 - 08/22 (23)
- ► 08/08 - 08/15 (74)
- ► 08/01 - 08/08 (70)
- ► 07/25 - 08/01 (131)
- ► 07/18 - 07/25 (202)
- ► 07/11 - 07/18 (93)
- ► 07/04 - 07/11 (144)
- ► 06/27 - 07/04 (311)
- ► 06/20 - 06/27 (199)
- ► 06/13 - 06/20 (120)
- ► 06/06 - 06/13 (34)
- ► 05/30 - 06/06 (178)
- ► 05/23 - 05/30 (89)
- ► 05/16 - 05/23 (93)
- ► 05/09 - 05/16 (17)
- ► 05/02 - 05/09 (3)
- ► 04/18 - 04/25 (1)
- ► 04/11 - 04/18 (1)
- ► 02/07 - 02/14 (26)
- ► 01/24 - 01/31 (9)
- ► 01/17 - 01/24 (12)
- ► 01/03 - 01/10 (1)
-
►
2009
(3)
- ► 12/27 - 01/03 (3)
0 komentar:
Posting Komentar
1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.
Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.
( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )
Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.
Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar
Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com