ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dongeng. Tampilkan semua postingan

Sebuah Dongeng Menarik: Anak Itik Mencari Idola

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 18 Oktober 2013 | 21.51

1382092835454413903
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
by: http://fiksi.kompasiana.com/dongeng/2013/10/18/ffa-anak-itik-mencari-idola-601421.html
oleh
Sam Leinad
(94)

***

Di sebuah desa yang tenang, tinggalah seorang petani yang hidup sederhana bersama keluarganya. Paman petani memiliki kebun yang luas dan peternakan itik di belakang rumahnya. Dari puluhan itik di kandang, ada seekor anak itik berwarna coklat.

Pada suatu hari, anak itik merasa sedih karena bangun kesiangan dan dimarahi ibunya. Lalu anak itik itu berjalan ke bukit di belakang rumah untuk menghibur hatinya. Sambil berjalan, ia melihat ke atas dan tampaklah sebuah awan cantik di atas bukit.

“Alangkah senang hatiku jika awan cantik itu menjadi ibuku. Aku sungguh mengidolakan awan cantik itu,” pikir anak itik.

Tak berapa lama, sampailah anak itik di bukit.

“Hai anak itik, apa kabar? Sedang apa disini?” tanya awan cantik.

“Hai awan, engkau sungguh cantik dan menjadi idolaku. Engkau adalah makhluk paling hebat yang pernah aku lihat,” kata anak itik.

“Aku bukan makhluk hebat,” kata awan. “Ada yang lebih hebat dari aku, yaitu angin. Aku tak berdaya ketika ia datang. Tubuhku sakit dan hancur jika ia berhembus terlalu kencang.“

“Di mana aku bisa bertemu angin?“

“Cobalah pergi ke lembah.“

Lalu anak itik berjalan menuju lembah. Ia ingin bertemu angin dan menjadikannya idola. Tak berapa lama, lewatlah angin di lembah itu.

“Hai anak itik, sedang apa engkau di sini seorang diri?” tanya angin.

“Aku mencarimu. Kata awan, engkau adalah yang paling hebat. Engkau menjadi idolaku.“

“Hahaha… Engkau salah, anak itik,” kata angin. “Yang hebat adalah pohon besar di hutan sana. Tubuhku pegal-pegal jika membentur pohon itu. Baiklah, aku permisi dulu. Aku mau melanjutkan perjalananku.“

Setelah angin pergi, anak itik pun berjalan menuju hutan. Lalu sampailah ia dan dilihatnya sebuah pohon besar. Anak itik itu ingin menjadikannya idola.

“Selamat siang, pohon besar.“

“Selamat siang. Ada apa engkau kemari, hai anak itik?“

“Aku sedang mencari idola. Kata angin, engkau adalah makhluk yang paling hebat di bumi ini.“

“Wah, aku bukan yang paling hebat. Ada yang lebih hebat yaitu kapak besi. Aku gemetar jika melihatnya. Banyak pohon-pohon di sekelilingku yang tumbang oleh kapak besi itu.“

“Dimana aku bisa bertemu dengan kapak besi itu?“

“Cobalah cari dia di gubug kecil itu.“

“Terima kasih, pohon. Baiklah, aku permisi dulu.“

Lalu berjalanlah anak itik meninggalkan pohon besar itu. Ia hendak bertemu dengan kapak besi dan menjadikannya idola. Tak lama tibalah ia di gubug kecil dan bertemu dengan kapak besi.

“Hai anak itik. Ada apa gerangan engkau datang kemari?” tanya kapak besi.

“Aku sedang mencari idola. Kata pohon besar, engkaulah makhluk paling hebat.“

“Ooh, begitu. Tapi kamu keliru karena aku bukan yang paling hebat. Sebenarnya ada yang lebih hebat dari aku, yaitu batu besar. Tubuhku jadi sakit kalau membentur batu itu.“

“Di mana aku bisa bertemu batu besar itu?“

“Pergilah ke pinggir jalan. Batu besar itu ada di sana.“

Setelah berpamitan, anak itik pun pergi ke pinggir jalan. Lalu bertemulah anak itik dengan batu besar.

“Selamat sore batu besar.“

“Selamat sore anak itik. Ada perlu apa engkau kesini?“

“Aku mencari idola. Dan kata kapak besi, engkau yang terhebat di antara semua makhluk.“

“Wah wah… Itu tidaklah benar. Ada yang lebih hebat dari aku, yaitu lumut. Meskipun tubuhnya kecil, lumut itu mampu mengikis dan menghancurkan aku perlahan-lahan. Aku begitu takut kepada lumut itu.“

“Dimana lumut itu berada?“

“Carilah di tepi sungai.“

“Baiklah. Aku permisi dulu,” kata anak itik. Lalu ia pergi meninggalkan batu besar itu.

Tak lama, sampailah anak itik di tepi sungai dan berjumpa dengan lumut.

“Hai anak itik. Ada perlu apakah engkau datang kesini?“

“Hai lumut. Aku sedang mencari idola. Kata batu besar engkaulah yang paling hebat di bumi ini.“

“Aduuuh, itu tidak benar. Ada yang lebih hebat dari aku, yaitu siput. Aku takut kepadanya karena dia suka makan lumut-lumut di tepi sungai ini.“

“Dimana aku bisa bertemu siput?“

“Dia ada di tepi sawah, pergilah kesana.“

Pergilah anak itik ke tepi sawah. Ketika bertemu dengan siput, maka siput itu segera bersembunyi di dalam cangkangnya.

“Hai siput, mengapa engkau bersembunyi?“

“Hai anak itik. Aku takut denganmu, makanya aku bersembunyi. Ada apa engkau kesini?“

“Aku mencari idola. Kata lumut, engkau makhluk yang hebat.“

“Aku hebat? Oh tidak. Sesungguhnya yang paling hebat adalah itik. Sekarang saja aku begitu takut melihat kamu,” kata siput.

“Siput-siput di sini paling takut kepada itik. Apalagi dengan ibu itik yang rajin memburu kami untuk dijadikan makanan baginya dan bagi anak-anak yang disayanginya. Jangan berlama-lama disini, aku takut. Cepat pulanglah dan segera bertemu ibumu. Ibu itik adalah makhluk paling hebat dan paling sayang kepada anak-anaknya.“

“Baiklah, aku permisi. Selamat sore,” kata anak itik.

Matahari hampir terbenam. Lalu berjalanlah anak itik menuju kandang. Hari ini ia telah pergi ke bukit, lembah, hutan, gubug, jalan, sungai dan sawah. Ia bertemu dengan awan, angin, pohon, kapak besi, batu, lumut dan siput untuk mencari idola. Tidak ada makhluk yang paling hebat. Semua makhluk diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki kekurangan dan kelebihan.

Tibalah anak itik di kandang. Dilihatnya ibu itik yang menyayanginya. Lalu berlarilah anak itik kepada ibu itik.

“Dari mana saja engkau, anakku? Ibu seharian mencari dan mengkhawatirkanmu,” kata ibu itik.

“Maafkan aku ibu, aku pergi tidak bilang-bilang. Aku berjanji tidak mengulanginya lagi,” kata anak itik sambil memeluk ibunya. “Aku sayang kepada ibu. Ibu adalah yang paling hebat bagiku, ibu adalah idolaku.“
21.51 | 0 komentar | Read More

Dongeng Inspirasi Islami ( Dongeng Anak Islami Kunci Menuju Syurga )

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 04 Agustus 2013 | 16.57

http://aliahro2.files.wordpress.com/2010/06/kartun-islami.jpeg
Dalam sebuah hadits menceritakan, pada zaman dahulu ada seorang lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di lapangan luas itu. Pada saat itu orang yang sedang melakukan ibadah haji. Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang sangat penting. Bahkan wukuf di Arafah itu disebut sebagai haji yang sebenarnya, karena apabila seorang melakukan wukuf di padang Arafah dianggap hajinya telah sempurna, meskipun yang lainnya tidak sempat dikerjakannya. Sabda Rasulullah
"Alhajju Arafat" (Haji itu wukuf di Arafah)
Rupanya lelaki itu tadi masih belum mengenal Islam secara mendalam. Masih dalam istilah "muallaf".

Pada saat orang itu berada di padang Arafah, dia mengambil tujuh buah batu.
"Hai batu-batu. saksikanlah olehmu aku bersumpah, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu utusan Allah,"  katanya.
Setelah dia berkata begitu dia pun tertidur di tempat itu juga. Dia meletakkan ketujuh buah batu itu di bawah kepalanya.

Tidak lama kemudian dia bermimpi seolah-olah kiamat telah datang. Dalam mimpi itu juga dia telah diperiksa segala dosa-dosa dan pahalanya oleh Tuhan. Setelah selesai pemeriksaan, ternyata orang itu harus masuk ke dalam neraka. Maka dia pun digiring ke neraka dan ketika hendak memasuki salah satu dari pintu-pintunya. Tiba-tiba seketika batu kecil yang dikumpulkannya tadi datang menghalangi pintu neraka tersebut. Sehingga para Malaikat tak dapat memasukkan orang itu ke dalam neraka, karena pintunya terhalang oleh batu.

Semua malaikat tidak sanggup rupanya, memasukkan orang itu ke dalam neraka. Kemudian mereka pergi ke pintu lain. Para malaikat itu tetap berusaha untuk memasukkan orang itu ke dalam neraka,  tetapi mereka tetap tidak berhasil, karena batu yang kedua terus mengikuti.

Para malaikat itu pindah lagi ke pintu lain. Tapi batu ketiga yang kini mengikuti. Hingga akhimya sampai di pintu neraka yang ke tujuh, neraka itu tidak dapat menerima orang itu, karena ada batu yang mengikuti dan menghalangi pintunya. Ketujuh batu itu seolah-olah menghalangi lelaki itu agar tidak dapat masuk neraka.

Kemudian orang itu dibawa naik ke Arasy, di langit yang ketujuh. Di situlah Allah berfirman yang maksudnya,

    "Wahai hambaku, telah menyaksikan batu-batu yang engkau kumpulkan di padang Arafah. Aku tidak akan menyia-nyiakan hakmu. Bagaimana aku tak memperdulikan hakmu, sedangkan aku telah menyaksikan bunyi 'syahada' yang engkau ucapkan itu. Sekarang masuklah engkau ke dalam syurga."

Baru saja dia mendekati pintu syurga, tiba-tiba pintu syurga itu terbuka lebar. Rupanya kunci syurga itu adalah kalimat "Syahadat" yang diucapkannya dahulu.

by: http://decocoz.blogspot.com/2013/05/dongeng-anak-islami-kunci-menuju-syurga.html#sthash.Sm5Vqktq.dpuf
16.57 | 0 komentar | Read More

DONGENG INSPIRASI DAN MOTIVASI= Masa depan Anda, karir Anda, serta kehidupan Anda

http://enyymorp.files.wordpress.com/2011/03/6033_kartun.jpg
"Masa depan Anda, karir Anda, serta kehidupan Anda adalah yang Anda kerjakan hari ini."
Seekor anak monyet bersiap-siap hendak melakukan perjalanan jauh. Ia merasa sudah bosan dengan hutan tempat hidupnya sekarang. Ia mendengar bahwa di bagian lain dunia ini ada tempat yang disebut "belantara" di mana ia berpikir akan mendapatkan tempat yang lebih "baik". "Aku akan mencari kehidupan yang lebih baik!" katanya. Orangtua si Monyet, meskipun bersedih, melepaskan kepergiannya. "Biarlah ia belajar untuk kehidupannya sendiri," kata sang Ayah kepada sang Ibu dengan bijak.
Maka pergilah si Anak Monyet itu mencari "belantara" yang ia gambarkan sebagai tempat hidup kaum Monyet yang lebih baik. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di hutan itu. Waktu terus berlalu, sampai suatu ketika, si Anak Monyet itu secara mengejutkan kembali ke orangtuanya. Tentu kedatangan anak semata wayang itu disambut gembira orangtuanya. Sambil berpelukan, si Anak Monyet berkata, "Ayah, Ibu, aku tidak menemukan belantara seperti yang aku angan-angankan. Semua binatang yang aku temui selalu keheranan setiap aku menceritakan bahwa aku akan bergi ke sebuah tempat yang lebih baik bagi semua binatang yang bernama belantara." "Malah, mereka mentertawakanku." sambungnya sedih. Sang Ayah dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan si Anak Monyet itu. "Sampai aku bertemu dengan Gajah yang bijaksana," lanjutnya, "Ia mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku cari dan sebut sebagai belantara itu adalah hutan yang kita tinggali ini! Kamu sudah mendapatkan dan tinggal di belantara itu!" Benar, anakku.
Kadang-kadang kita memang berpikir tentang hal-hal yang jauh, padahal apa yang dimaksud itu sebenarnya sudah ada di depan mata." Kita semua adalah si Anak Monyet itu. Hal-hal sederhana, hal-hal ada di sekitar kita tidak kita perhatikan. Justru kita melihat hal yang "jauh-jauh" yang pada dasarnya sudah di depan mata. Kita gelisah dengan karir pekerjaan, kita gelisah dengan sekolah anak-anak, kita gelisah dengan segala rencana kehidupan kita. Padahal, yang pekerjaan kita sekarang adalah bagian dari karir kita. Padahal, anak-anak kita bersekolah sekarang adalah bagian dari proses pendidikan mereka dan hidup yang kita jalani adalah bagian dari rangkaian kehidupan kita ke masa yang akan datang. Tanpa mengecilkan arti masa depan dan sesuatu yang lebih baik, ada baiknya apabila kita fokus dengan apa yang ada di depan mata, apa yang kita kerjakan sekarang, karena hal ini akan terpengaruh terhadap masa depan Anda.
by: http://www.catatanmotivasi.com/2008/07/masa-depan-anda.html#sthash.PQWEx2ST.dpuf
16.51 | 0 komentar | Read More

DONGENG MOTIVASI= Emas dan Ular

http://farm4.staticflickr.com/3018/3931112818_beda079d82.jpg
Kisah motivasi kali ini akan mengisahkan sebuah dongeng motivasi tentang seorang petani miskin. Impiannya ingin menjadi orang yang kaya. Dapatkah impian itu terkabul? Dapatkah ia mengambil kesempatan yang terbentang di hadapannya?

Dongeng:

Dahulu hiduplah seorang petani miskin yang setiap harinya mesti berjuang keras untuk mensejahterakan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, tetap saja ia tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.

Suatu malam, dalam tidurnya si petani bermimpi sebuah suara berkata padanya: "Jika ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa di salah satu pagi ketika ia bangun, harta yang berlimpah akan berhamburan di rumahnya sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang dimaksudkan untuknya.

Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di bawahnya si petani menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian berkata: "Oh, aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku."

Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Tak pelak istrinya marah besar atas kebodohan sang suami yang meninggalkan harta tersebut begitu saja di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "Suamiku yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."

Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.

"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.

Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam ia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.

Ketika fajar tiba, petani miskin tersebut bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"

***

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?
Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.
Tidak bukan itu.

Tapi pelajaran tentang bagaimana kita sebagai manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Dalam mengambil suatu kesempatan kita harus menelaah dengan cermat, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Emas itu ditemukannya di ladang, jadi bisa saja emas itu milik orang lain.

Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?

Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.

Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya.
by: http://www.catatanmotivasi.com/2010/12/dongeng-motivasi-emas-dan-ular.html
Kisah motivasi kali ini akan mengisahkan sebuah dongeng motivasi tentang seorang petani miskin. Impiannya ingin menjadi orang yang kaya. Dapatkah impian itu terkabul? Dapatkah ia mengambil kesempatan yang terbentang di hadapannya?

Dongeng:

Dahulu hiduplah seorang petani miskin yang setiap harinya mesti berjuang keras untuk mensejahterakan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, tetap saja ia tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.

Suatu malam, dalam tidurnya si petani bermimpi sebuah suara berkata padanya: "Jika ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa di salah satu pagi ketika ia bangun, harta yang berlimpah akan berhamburan di rumahnya sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang dimaksudkan untuknya.

Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di bawahnya si petani menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian berkata: "Oh, aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku."

Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Tak pelak istrinya marah besar atas kebodohan sang suami yang meninggalkan harta tersebut begitu saja di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "Suamiku yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."

Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.

"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.

Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam ia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.

Ketika fajar tiba, petani miskin tersebut bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"

***

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?
Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.
Tidak bukan itu.

Tapi pelajaran tentang bagaimana kita sebagai manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Dalam mengambil suatu kesempatan kita harus menelaah dengan cermat, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Emas itu ditemukannya di ladang, jadi bisa saja emas itu milik orang lain.

Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?

Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.

Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya.
- See more at: http://www.catatanmotivasi.com/2010/12/dongeng-motivasi-emas-dan-ular.html#sthash.sQlsY6bN.dpuf
16.48 | 0 komentar | Read More

DONGENG INSPIRASI [ Cerita Senja: Kisah Sang Penebang Pohon ]

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0YCsKK5p5cSEikJQX7KKQQ56HMxQniTHDNth0IBgRR018OGEGpZDkaIF5rWKVj1u6ry3ka-o1WnVw1zWlMVFs03dWtZaLspmN_15s5zW7tB_Px4jHRIMu13gvQ16chqzU-J0_D147mZU/s320/image_thumb%5B1%5D.png 
Seorang Penebang kayu hidup & tinggal bersama dengan istrinya. Sebagaimana layaknya seorang Penebang, tiap hari dia pergi ke hutan, menebang setiap pohon yang layak untuk dipotong, lalu menjualnya ke kota.

Suatu pagi, si Penebang bilang ke istrinya, "Nduk Ayu, aku akan tebang 10 pohon hari ini. Aku merasa, aku masih kuat untuk itu semua."

Sang istri merasa senang mendengar hal itu, terlebih panggilan "sayang" suaminya itu tak pernah sedikitpun berubah dari dulu, Nduk Ayu. Ia pun lalu melepas kepergian suaminya ke hutan. Betul saja, di senja hari, Penebang itu kembali dengan membawa uang hasil penjualan 10 pohon.

Hal itu terus berlaku dari hari ke hari. Pagi-pagi sekali, Penebang itu selalu bergegas pergi untuk menebang pohon. Namun, lama kemudian, hasil di dapat dirasakan makin menurun. Minggu berikutnya, si Penebang hanya mampu menghasilkan 8 pohon. Lalu 6 pohon di minggu berikutnya. Sampai akhirnya si Penebang ini cuma mampu menebang 3 pohon.

"Hmmh, kenapa bisa begini? Bukankan aku masih muda dan kuat?", keluh si Penebang.
"Untuk orang seusiaku, pasti akan ada lebih banyak pohon yang dapat ditebang" lanjutnya.


Sang istri hanya mendengarkan. "Hmm...atau apakah aku sudah mulai tua?", keluhnya lagi.

Istrinya yang semula diam, angkat bicara.

"Pohonku (begitu panggilnya..), kamu memang masih muda, & aku yakin kalau kamu bisa menebang lebih banyak lagi. Tapi, kamu juga harus ingat, kalau kapakmu-pun perlu kau asah sebelum pergi bekerja. Bukankah hanya akan sia-sia tenaga yang kamu miliki, jikalau yang digunakan kapak tumpul..!?"

"Bukankah begitu sayangku? Besok, kita mulai lebih baik lagi ya..."

Senyum terkembang, asa tak'kan gamang.

******

Guys, aku punya seorang yang memiliki karakter seperti Penebang kayu tadi. Punya kemauan, punya niat, tapi tetap di tempat. Perhatikanlah, hal itu tak beda dengan apa yang selalu kita harapkan dariNya. Banyak harap, tapi "lupa" untuk mengasah talenta yang diberikanNya. Lupa untuk beribadah, lupa untuk memperhatikan orang-orang di sekeliling kita, & lain sebagainya. Maaf, mungkin kata yang lebih tepat bukan "lupa", tapi "tidak peka".

Hehe...
Lebih dalam ya...

So, mari kita saling mengingatkan ok!
Saling memberi warna yang positif dalam kehidupan keberagaman kita.

16.45 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...