ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Tampilkan postingan dengan label Artikel Tentang Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Tentang Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Inilah Pesan untuk Anda yang Agen MLM

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 19 April 2015 | 19.47

Pesan untuk Anda yang Agen MLM

Oleh: Hulya Nashouha
Tolong, dear Mbak yang memprospek MLM terus-menerus, pahamilah bahwa calon downline Anda pun bisa lelah.
Lelah Mbak berinteraksi dengannya semata-mata karena ingin merekrut.
Lelah mendengar bujuk rayu Mbak yang tidak relevan baginya.
Lelah dengan tiadanya etika.
Bayangkan kalau Mbak di posisinya. Kalian tidak kenal sama sekali, lalu seseorang add Mbak dengan alasan ini-itu. Setelah permintaan pertemanan Mbak konfirmasi hal pertama yang orang itu sampaikan adalah:
“Hai, mbak mahasiswa apa ibu rumah tangga? Jangan puas hanya jadi IRT biasa. IRT pun bisa berpenghasilan sampai 4 juta sebulan lho. Modal hp sama bb, online dari rumah sambil dasteran pun bisa. Add bbmku/waku yuk kita ngobrol lebih jauh tentang bisnis cantikku.”
Di mana sopan-santunnya coba?
Dan Mbak satunya lagi. Yang kenal tapi sudah bertahun-tahun tidak bertegur sapa. Tiba-tiba kirim pesan pribadi, bilang,
“Hai… wajahmu kusam, berjerawat, dan berminyak? Nggak pede tampil di depan umum, malas jalan bareng gebetan?? Nanospray solusinya!”
Etika, please!
Bukan begitu cara berbisnis. Bukan begitu cara mempersuasi orang lain.
Dan tolong, tolong jangan anggap semua orang sama, memiliki mimpi yang tinggal copy paste dari template upline Anda; jalan-jalan ke luar negeri, menginap di hotel, dapat tas gratis, tampil fashionable dalam sapuan eyeshadow tren warna terkini.
Dear Mbak yang baik,
Ada lho perempuan yang mimpinya sedikit berbeda dengan Anda. Bukannya bermimpi jalan-jalan, senang-senang dan tampil cantik, mereka memimpikan sesuatu yang lain. Ada perempuan yang keinginannya sesederhana membuat sekolah inklusif yang humanis. Ada lagi yang bermimpi membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang terpinggirkan; orang-orang penyandang disabilitas, mantan napi, mantan PSK, orang-orang tanpa pengalaman kerja dan ijazah mentereng. Ada juga perempuan yang bermimpi menciptakan teknologi tepat guna untuk mempermudah hidup sesamanya. Beberapa perempuan mungkin bermimpi menjadi ilmuwan terdepan dalam psikobiologi atau perkeretaapian. Selain itu, ada perempuan yang bermimpi menulis buku yang mampu menyentuh segenap stakeholders untuk mengubah kurikulum pendidikan nasional.
Jadi jangan terburu-buru memvonis orang lain tidak punya mimpi, ketika kenyataannya adalah mimpi mereka berbeda dengan mimpi Anda.



Perempuan-perempuan ini tahu apa keinginannya dan siap bekerja keras untuk mewujudkannya. Mereka tipe yang tidak selalu mengikuti make up terkini dan penampilannya biasa saja, sebab mereka tahu ada perbedaan besar dan mendasar antara tampil cantik dan menjadi cantik. Perempuan-perempuan ini tahu uang adalah sarana penting untuk mewujudkan mimpinya, hanya saja mereka tidak melihat MLM sebagai jalan yang ingin ditempuh. Perempuan-perempuan ini rela berpeluh-peluh berdagang di pasar, menjadi tukang kue, menjahit, mengetik draft buku siang dan malam, mengajar, berjaga malam di UGD, menjadi pramuniaga, mengelola warung makan, berjualan kain, apapun selain MLM. Perempuan-perempuan ini bersemangat belajar, menatap setiap kemungkinan dengan percaya diri, dan selalu bangkit ketika gagal.
Tolong, sadari ada banyak pilihan cara mencari rezeki, tidak harus ber-MLM.  Tolong hargai pilihan hidup orang lain. Jangan caci-maki orang yang tidak mau bergabung dengan MLM Anda sebagai pemalas.
Itu keterlaluan.
Dear Mbak yang terhormat, Pernahkah terpikir oleh Anda? Orang yang Anda anggap calon downline hanya ingin silaturahmi yang tulus, tanpa modus. Hanya ingin dipandang sebagai kenalan, teman, atau partner diskusi, BUKAN calon downline.

http://www.fimadani.com/pesan-untuk-anda-yang-agen-mlm/
19.47 | 0 komentar | Read More

ARTI SEBUAH KEHIDUPAN YANG SESUNGGUHNYA

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 16 Mei 2014 | 10.32

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-1I1MgSzt1QNwUKJXcb6mGHjeFn0hRj3tB6dy1khqIApJEnxfhCwXYEipvXgcXlGPUM1clt32vrobt1LmhpSkv2wBm0BS3fmJDnl5q1XgoHQaXfOgG0u1qU9o0TUpRrfqYOygd2XoR4K/s1600/touch_by_mjagiellicz.jpg
Kadang terlintas dipikiranku,
Apa sebenarnya arti kehidupan
ini
sesungguhnya?Setiap manusia
tentunya memilki kehidupannya masing-
masing.Semuanya memiliki arti
kehidupan yang berbeda,Seperti kamu
dan aku tentu berbeda tentang
pengertian hidup.Berbeda manusia
berbeda pula arti kehidupan
seseorang dan setiap manusia juga
mempunyai jalan masing-masing
untuk hidup.hal inilah yang
menyebabkan setiap manusia
mempunyai pengertian hidup yang
berbeda.Ada
yang sadar dan ada pula yang
tidak menyadari apa sebenarnya
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tidak ada
yang bisa menyangkal kalau
seseorang belum mengetahui akan
arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tentu semuanya
memerlukan proses.Dalam
proses inilah manusia mencari akan
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
Saat manusia menemukan arti
kehidupannya selanjutnya manusia
berpikir untuk apa arti kehidupan ini?
Begitu manusia menemukan untuk
apa arti kehidupan tersebut.berarti ia
telah menemukan jati diri yang
sesungguhnya.Terlintas
dibenakku ketika melihat seorang
kakek berjalan kaki dengan
penglihatan yang kurang sempurna
begitu semangatnya ia menggeluti
pekerjaan sebagai penjual keliling.
Rasa iba datang ketika melihat
kondisi tersebut akan tetapi
dibenakku begitu terinspirasi
akan pencarian arti dari sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Kemudian ada
lagi suatu cerita ketika yang
bertolak 180 derajat dari kisah
seorang kakek tadi.Seseorang yang
hidupnya berkecukupan,penuh
dengan kesenangan tiada derita
yang menghampirinya akan tetapi ia
tidak mempunyai arti kehidupan yang
sesungguhnya,Untuk apa arti
kehidupannya?Ia sendiri tidak pernah
menyadarinya.Kadang kita juga sering
kehilangan akan arti sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Tak sedikit pula orang
yang patah semangat,putus asa
dalam menjalani kehidupan.stress karena
tak mempunyai arah dan tujuan hidup.
Betapa pentingnya dalam diri
seseorang memahami akan arti
kehidupan yang sesungguhnya.Mungkin
diri kita akan terasa goyang saat
diterpa musibah.Kehilangan akan
sesuatu ataupun lainnya yang
menyebabkan diri terombang-ambing
dalam kehidupan.Seandainya kita
benar-benar memahami arti sebuah kehidupan
tentu kita akan benar-benar tegar
dalam menghadapi setiap gejolak
kehidupan.Sebagai manusia yang
beragama tentunya kita mempunyai
sandaran hidup akan keyakinan kita
terhadap tuhan.Kita bisa
menemukan arti kehidupan
sesungguhnya lewat agama yang
kita anut.Kita terus berpikir dan
mencari sampai pada titik yang
mempertemukan antara diri dengan
tuhan.Dengan begitu kita akan
sadar sejauh mana kita mengartikan
kehidupan ini.
Dan pada akhirnya tinggal
kita sendiri yang menyimpulkan Apa
arti kehidupan ini?Untuk Apa?Dan
Akan Dibawa Kemana Arah Kehidupan Kita Tersebut?
mungkin kita sebagai manusia akan
terus berpikir dan mencari. Maka
sempatkanlah diri anda untuk
berpikir dan terus mencari Arti
kehidupan ini.Kita boleh berbeda akan
pengertian arti kehidupan ini,tetapi kita jangan pernah sama-
sama terjerumus kedalam gejolak
kehidupan yang akan menyesatkan
diri kita sendiri.
http://juliahikmah.blogspot.com/2013/01/arti-kehidupan-yang-sesungguhnya.html
10.32 | 0 komentar | Read More

Menjalani Sebuah Kehidupan: Makna hidup dalam al-qur'an

http://muslimvillage.com/wp-content/uploads/2012/08/praying-wheelchair.jpg
[Makna hidup dalam al-qur'an]
Pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
1. Hidup Adalah Ibadah Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita,lahiriah dan bathiniah.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)
2. Hidup Adalah Ujian.
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 : ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156, yaitu : “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
3. Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia.
Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14 Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik (surga).“
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Adh Dhuha [93]:4 : “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
4.Hidup Adalah Sementara.
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman : “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35,Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“
Agar Hidup Lebih Bermakna Setelah kita memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?
Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :
1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah :
A. selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah.
B. pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).
2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan sll bersyukur pada-Nya..
3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjang angan- angan apalagi malas karena kita hidup ini tidak selamanya.
Intinya,Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna.
Semoga memahami makna yg ada dgn hikmah yg baik dihati.
Barakallahu^_^
https://www.facebook.com/permalink.php?id=341907085905737&story_fbid=380106822085763
10.29 | 0 komentar | Read More

Islam dan Kehidupan: Visi Hidup Menuntun Arah Masa Depan

Written By Situs Baginda Ery (New) on Senin, 13 Januari 2014 | 10.47


batu bata lambang pondasi hidup
Visi Hidup Menuntun Arah Masa Depan.
Dalam hidup kita harus memiliki visi yang jelas khususnya untuk diri kita sendiri meski orang lain terkadang tidak percaya / meyakini visi kita bahkan menolaknya. dengan memiliki visi manusia akan hidup lebih hidup dalam menyongsong masa depannya.

Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Tiga kuli bangunan yang sedang memasang batu tembok sebuah gedung yang dalam proses pembangunan. 
Mereka diajukan pertanyaan yang sama:
“Apa yang sedang anda lakukan?”
Seorang kuli yang pertama tampak heran dengan pertanyaan itu. Ia seolah-olah berfikir, sudah jelas sedang menyusun batu-batu, kok masih ditanya juga. Lalu ia menjawab,
“Saya sedang meletakkan batu-batu”.
Sementara yang kedua, ia menjawabnya sambil tersenyum kecil,
“Saya sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga”.
Dan kuli yang ketiga, ia tampak berfikir sebentar, lalu dengan mata yang menerawang ia menjawab,
“Saya sedang membangun tempat ibadah. Suatu saat nanti orang-orang akan beribadah dan nama Tuhan akan dimuliakan ditempat ini”.
Kuli pertama memberi jawaban yang realistis, memang betul, ia sedang meletakkan batu-batu. Itulah rutinitas pekerjaannya.
sementara yang kedua memberi jawaban yang pragmatis. Tiap orang perlu makan. Sebab itu ia bekerja dan perlu diberi imbalan atau upah untuk memenuhi kebutuhannya. Sebuah pekerjaan menyangkut urusan hidup.
Dan kuli yang ketiga memberi jawaban yang idealis. Jawabannya terdengar seperti membual, namun mengandung visi yang jauh kedepan. Ia menyadari bahwa ia hanya seorang pekerja kuli bangunan, namun ia memandang pekerjaannya bukan hanya sekadar mencari nafkah. Ia melihat dirinya sebagai bagian dari suatu yang luas nan integral.
Lantas jawaban manakah yang benar? Kalau anda adalah salah seorang dari tiga kuli tersebut, apakah jawaban anda?
Tentu tidak ada yang salah dari apa yang mereka ucpakan, jawaban mereka semuanya seratus persen benar. Namun ada satu nilai yang terdapat pada jawaban kuli yang terakhir, yang tidak dimiliki oleh kuli yang pertama dan kedua, “Hidup dengan visi”.
Dalam hidup ada orang yang tidak memiliki visi dan arah masa depan. Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah memikirkan hal ini. Hidup hanyalah urutan dari peristiwa yang satu ke peristiwa yang lain. Mereka hidup menyambung hari, menjalani silklus hidup dari masa kanak-kanak ke masa remaja, ke masa pemuda, sampai masa lansia dan kematian mereka. Berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain
Disamping itu ada orang yang hidup dan menyadari perlunya memiliki arah. Namun mereka tidak mampu memiliki visi, idaman, atau impian. Mereka tidak memiliki arah tajam yang akan membuat mereka dapat memfokuskan dirinya. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki orang yang membimbing mereka untuk menyusun visi mereka tadi. Mereka bagaikan para wiraswasta yang bermimpi membangun bisnis raksasa, namun tidak cukup jelas mengenai gambaran bisnis yang diinginkan, bagaimana pasar dan produknya.
problem lain bagi orang sudah memiliki visi yang menjadi fokus hidup, namun ketika menjalani hidup mereka tidak memfokuskan energi, kemampuan, dan komitmen pada visi itu. Aktivitas mereka tidak mendukung upaya pencapaian visi tersebut.
Inilah yang terjadi dan ada dalam pikiran kuli bangunan pertama dan kedua, pekerjaan dan aktifitasnya hanya terasa sebagai beban yang membosankan dan melelahkan. Pandangan hidup kita pun menjadi sempit.
Dan ada orang yang hidupnya memiliki rumusan visi. Mereka tahu kemana arah hidup mereka. Rumusan arah atau visi itu cukup tajam. Mereka juga memiliki metode untuk mengaitkan kegiatan-kegiatan mereka dengan visi itu sehingga semuanya mengarah untuk membuat visi tercapai. Mereka memiliki keterampilan untuk mengukur kemajuan mereka dalam bergerak menuju visi itu. Inilah yang terdapat dalam paradigma berfikir kuli bangunan yang ketiga.
Menciptakan visi amat tergantung pada jawaban atas pertanyaan “apa yang saya inginkan?” yang akan memberikan arah masa depan dan mengantisipasi atau memanfaatkan peluang yang ada.
Visi anda tidak harus realistis dan tidak perlu mengkhawatirkan bahwa visi anda terlalu besar atau tampak tidak mungkin untuk dicapai, yang penting harus menginspirasi hidup anda.
Terakhir, kita renungi sabda nabi yang termaktub dalam kitab ta’limul muta’allim:
وَعَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَةِ اَعْمَالِ الدُّ نْيَا وَيَصِيْرُ بِحُسْنِ النِّيَةِ مِنْ اَعْمَالِ الْاَخِرَةِ . وَكَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَةِ اَعْمَالِ الْاَخِرَةِ ثُمَّ يَصِيْرُ مِنْ اَعْمَالِ الدُّ نْيَا بِسُوْءِ النِّيَةِ
Dari Nabi SAW : “Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia lalu menjadi amal akherat, sebab niat yang bagus. Dan banyak juga amal perbuatan yang kelihatannya amal akherat namun menjadi amal dunia karena niat yang buruk”.
Sumber : http://cyberdakwah.com/2013/05/hidup-dengan-visi
10.47 | 0 komentar | Read More

Sandiwara dan Kehidupan: Hidup Ini Panggung Sandiwara

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 05 Januari 2014 | 06.55

“Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah,” demikianlah penggal lirik lagu yang dilantunkan Achmad Albar. Dalam kalimat pertama dari sebuah monolog berjudul “As You Like It”, William Shakespeare juga mengatakan, “All the world’s a stage“. Ini sebuah ekspresi jujur yang menegaskan eksistensi manusia di dunia. Sebagai sebuah panggung sandiwara, setiap orang memainkan perannya masing-masing.

Apakah potret “hidup ini panggung sandiwara” atau “seluruh dunia ini sebenarnya sebuah panggung” dapat menggambarkan berbagai ketimpangan dan tindakan tidak bermoral yang akhir-akhir ini semakin melanda negeri ini? Kita urut mulai dari pejabat tinggi negara sampai rakyat jelata, semua sedang memainkan perannya masing-masing. Ada pejabat tinggi yang ditangkap KPK, dan drama penangkapan itu menguak kisah-kisah lain yang lebih dramatis. Ada “politik kongkalikong” mengerikan yang terjadi di balik terali kekuasaan yang ternyata dilakukan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Ada kisah aneh tentang sopir pejabat negara yang dipinjami rekeningnya atau dipinjami KTP-nya untuk membeli mobil mewah. Dan itu dianggap sebagai kelaziman. Ada pejabat negara yang mengkonsumsi narkoba, menenggak obat kuat supaya bisa “bercuki” dengan banyak perempuan yang dia maui. Ada pejabat negara yang “mengaku” dekat dengan istana sebagai cara mengelabui mangsa. Dan seterusnya.
http://www.cerita-islami.com/wp-content/uploads/2013/10/sandiwara.jpg

Dan di balik semuanya itu, kita pun bertanya: adakah orang di republik ini yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat? Yang hanya hidup dari penghasilan bulanannya dan mengandalkan belanja harian dan biaya hidup hanya dari penghasilan bulanan itu? Atau, jangan-jangan pertanyaan ini terasa aneh dan salah dikemukakan di tengah situasi di mana kita sendiri tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan manakah yang buruk?
Sandiwara itu sampai juga ke rakyat jelata. Di berbagai pelosok negeri ini orang berantam, baku pukul, perang tanding desa melawan desa hanya karena persoalan sepeleh. Atau, orang merasa seakan-akan bangga jika melakukan kekerasan melawan orang lain. Sementara kita di kota besar juga mulai takut dan terteror oleh aksi-aksi kejahatan mengerikan seperti penembakan gelap dan penyiraman air keras.


Jadi, benarkah dunia ini memang panggung sandiwara? Sekadar mereduksikan persoalan, dunia bisa dipahami sebagai panggung sandiwara. Seperti halnya sandiwara benaran dengan berbagai tokoh dan lakon yang protagonis dan antagonis, juga ada klimaks dan antiklimaks, panggung sandiwara kehidupan kita pun tampaknya seperti itu. Ada orang yang sedang pada tahap antiklimaks dalam hidupnya. Pak Mahfud MD mengatakan bahwa persoalan yang sedang dihadapi Akil Mochtar itu sebenarnya Akil Mochtar hanya apes saja. Dengan kata lain, jika dia memainkan peran (baca: pembohongan) secara cerdik, maka dia tidak akan pernah mencapai tahap antiklimaks. Sementara kita tidak tahu berapa banyak pejabat publik kita yang sedang menikmati tahap klimaks. Mereka bisa jadi sedang belajar bagaimana menyembunyikan kejahatan dan praktik korupsi supaya tidak diketahui. Dan jika pada akhirnya tidak diketahui, mereka tidak akan menjadi orang yang “apes” seperti dikatakan Pak Mahfud itu.
Aneh ya, panggung sandiwara yang bernama Indonesia ini sedang diisi oleh sandiwara-sandiwara manipulasi, pembohongan, dan berbagai kejahatan. Dan kita tidak pernah tahu kapan sandiwara dan seluruh lakon kejahatan ini akan bisa ditumpas persis ketika para penumpas kejahatan adalah bagian dari sandiwara kejahatan itu sendiri.


Saya membayangkan barangkali di masa depan, ketika sandiwara kejahatan ini sudah merasuki seluruh kedirian dan cara berpikir kita, dan ketika kita semakin tidak membedakan lagi mana yang jahat dan mana yang baik, mana yang lazim dan mana yang batil, pada waktu itu pula kita berubah menjadi “manusia baru”. Manusia baru yang dimaksud adalah jenis manusia Indonesia yang tidak lagi mempersoalkan kejahatan karena kejahatan telah bermetamorfosa menjadi sebuah kelaziman.
Jika kita tidak hati-hati, kita sebenarnya sedang menuju ke proses itu. Satu-satunya cara memutus mata rantai dan terus mengasa kesadaran moral kita adalah dengan menghukum seberat-beratnya para pelaku kejahatan. Wujudnya bisa hukuman mati, meskipun agama saya sendiri melarang hukuman mati. Tanpa itu, kita hanya akan bermain-main dengan pedang keadilan.
http://sosbud.kompasiana.com/2013/10/11/hidup-ini-panggung-sandiwara-600468.html
06.55 | 0 komentar | Read More

Artikel Penuh Makna: Tak Hanya perasaan Tapi juga Logika

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 02 Januari 2014 | 18.34

Saat perasaan merasa sangat mencintai seseorang mungkin kita akan sulit untuk melogikakan. Rasa dan rasio kadang tak mampu berjalan beriringan karena sudah tertutupi perasaan. Tetapi Kadang kita tak menyadari bahwa dalam melakukan sesuatu didalamnya selalu ada unsur logika dan perasaan. Dimana keduanya ini selalu saling berkaitan erat.
Sering kali pula pada kenyataannya dalam kehidupan ini logika manusia selalu sulit untuk diterka kadang logika mampu mengalahkan perasaan namun juga bisa sebaliknya. Tak jarang pula kedua unsur ini dapat memicu sebuah peristiwa yang terkadang tak banyak orang tau kecuali orang yang mengalaminya. Begitupun semua diantara kita pernah merasakannya hanya saja tidak pernah terbersit didalam hati kita untuk memikirkan logika dan persaaan itu, apalagi saat mengalami sebuah masalah sehingga rasa marah kita mungkin hanya mendahulkukan logika saja sehingga tak ada kesempatan bagi perasaan untuk angkat bicara.
Berbicara tentang logika, Logika sendiri merupakan sebuah ilmu tentng berfikir (Solso, Maclin & Maclin, 2007). Sedangkan berfikir sendiri merupakan proses yang membentuk representasi mental baru melalui transformasi informasi oleh interaksi kompleks dari atribusi mental yang mencakup pertimbangan , pengabstrakan, penalaran, penggambaran, pemecahan masalah logis, pembentukan konsep, kreativitas dan kecerdasan (Solso, Maclin & Maclin, 2007).
http://seputarbukubuku.files.wordpress.com/2012/08/emtion.jpg

Dalam menyelesaikan masalah sering kali kita kalut, terlebih masalah dengan hubungan bersama lawan jenis. Sering kali kita terlanjur main perasaan ( utamanya kaum wanita), sering kali wanita akan galu atupun sedih saat ditinggalkan kekasih hatinya pergi (putus) atupun merasa tersakiti denga olah pasangannya. Selingkuh misalnya. Wanita akan cenderung memenangkan perasaan dari pada berfikir logis dan mengedepankan logika. Pada faktanya mungkin jika wanita mengedepankan logika saat seperti itu mungkin akan berfikiran lebih positif dan berani berkeputusan .
Seharusnya sebagai seorang wanita tidaklah perlu galau dan takut dalam berkeputusan. Dan berani menegaskan sikap ataupun perasaan. Kita perlu menalarkan logika yang kita miliki demi sebuah keputusan yang baik untuk kita sendiri. Karena memang hidup harus memilih, jadi jangn takut untuk memilih suatu keputusan.
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/28/tak-hanya-perasaan-tapi-juga-logika-620334.html
18.34 | 0 komentar | Read More

Bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, untuk kesejukan hati

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 20 Desember 2013 | 22.39

by. http://togarsilaban.wordpress.com/2009/06/03/bekerja-keras-kerja-cerdas-dan-kerja-ikhlas-untuk-kesejukan-hati/ 

Work hard is not enough, work smart is much better. Begitu statemen yang sering dilontarkan untuk memotivasi orang meningkatkan produktifitas. Atasan saya menambahkan satu unsur lagi yaitu “bekerja ikhlas“, untuk melengkapi bekerja keras dan bekerja cerdas.
Bekerja ikhlas kadang-kadang memang tidak menjamin menaikkan output. Tapi sebagai proses, bekerja ikhlas memberikan nilai tersendiri. Dengan bekerja secara ikhlas, maka ada nilai satisfaction tertentu yang diperoleh, yang tidak hanya sekedar output. Ketika pekerjaan selesai, disertai dengan rasa ikhlas dalam melakukannya, maka ada kepuasan yang tidak serta merta berkaitan langsung dengan output yang diperoleh.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmbNjafGy31ZQ0Ho9XgI0wg7NSWLhBhabbWwQNiiAalwxV52wFQ8Y6vGGB28KnLBDWxSAEy1YwymocTkDh5ljgmP_nsdnpGe1cqq3ynqj3oEvwKnkC4fIDQBTOhBVwlAgKM9UJ71flHzWF/s1600/DSC_0584.JPG
Bekerja tidak ikhlas, bisa menjadikan orang bermuka cemberut menyelesaikan tugas. Pekerjaan memang selesai, output ada, dan target bisa diperoleh. Tapi keberhasilan yang diperoleh bila bekerja tidak ikhlas, bisa membawa rasa jengkel dan capek.
Orang yang menyelesaikan pekerjaan dengan rasa ikhlas, mempunyai aura tubuh yang menggembirakan. Senyum yang cerah dan riang menyertai orang yang bekerja ikhlas. Sebaliknya orang yang bekerja tidak ikhlas, akan tetap merasa tertekan, dan tidak puas, meski target dan output kegiatannya terpenuhi.
Untuk bekerja secara ikhlas, memerlukan suasana kebatinan yang legowo. Seseorang yang kebatinan legowo bisa menerima keberhasilan dan ketidak berhasilan. Selalu siap menerima kenyataan bahwa output kerjanya lebih banyak dinikmati orang lain daripada untuk diri sendiri. Meski sudah kerja keras, dan kerja keras, outputnya ternyata adalah untuk pihak lain.
Di era kompetisi kerja yang sangat keras dan ketat, bekerja ikhlas, menjadi suatu tantangan yang berat. Tidak mudah untuk menerima kenyataan dimana seorang yang berhasil “menang”, kompetisi dalam bekerja, ternyata outputnya lebih banyak untuk orang lain. Dengan bekerja ikhlas, tantangan yang berat itu menjadi suatu “kenikmatan” yang sulit diukur dengan kata-kata.
Yang pasti, bekerja ikhlas akan membawa kesejukan hati, membawa kedamaian. Ia memancarkan aura keriangan dan kesejukan kepada orang disekitarnya.
How to do it ?
22.39 | 0 komentar | Read More

Kisah Penuh Hikmah: Kisah Sahabat Yang Hilang ( Kisah Menarik Bercampur Sedih )

Written By Situs Baginda Ery (New) on Senin, 16 Desember 2013 | 20.49

by: http://ikhsanhargokusumo.blogspot.com/2012/09/sahabat-yang-hilang.html
Untuk mengawali pengalaman ini saya sangat merasa bersalah sekali. Tapi biar bagaimanapun ini merupakan salah satu keahlian saya yaitu bercerita, dan rasanya sangat sayang dan berharga sekali pengalaman saya ini saya abaikan. Untuk itu perkenankanlah saya menceritakan pengalaman terindah yang pernah ada dalam hidup saya ini.
Pada waktu saya kecil, saya mungkin sedikit berbeda dengan anak pada umumnya, yang mereka mampu mengaktualisasikan bahasa mereka dengan lepas tanpa ada rasanya tekanan. Saya adalah sosok yang banyak berdiam diri dibandingkan teman-teman saya disekeliling saya. Saya pun lebih dekat kepada ibu saya, karena memang bagaimanapun sosok ibu adalah sosok seorang yang paling dekat dengan anaknya, karena beliaulah yang mengandung kita dalam rahim tubuhnya selama sembilan bulan. Kedekatan ini sudah merupakan kodrat alami yang apabila kita sadari setiap makhluk yang Alloh ciptakan sempurna.
http://storage.jhandersen.com/20090613_MG_5634.jpg
Seperti judul pengalaman diatas yang berjudul “Sahabat Yang Hilang”. Inilah pengalaman saya yang baru saja saya dapat memaknainya ketika penyesalan itu selalu datang di akhir bukan di awal. Saya merasa tidak pantas sebenarnya menceritakan pengalaman ini, karena di sinilah saya sebagai pemeran antagonisnya. Sungguh saya tidak tega. Tapi maafkanlah saya sahabatku, saya sangat berterimakasih terhadapmu karena telah memberikan segala kebaikan yang pernah kau berikan dalam hidup saya. Anggaplah ini sebuah apresiasiku yang mungkin tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan segala pengorbananmu temanku yang baik hati.
Sesendiri-sendiriya kita hidup didunia ini, mustahil kita tidak memiliki teman. Teman pasti secara tidak langsung kita dapat ketika kita tinggal di bumi, ketika kita hidup di kampung, di kota, di sekolah, di organisasi, bahkan mungkin yang jarang terfikir adalah di dalam keluarga kita juga memiliki teman, entah itu adik kita, kakak kita, atau saudara dan orang tua kita. Jadi tidak mungkin kita tidak memiliki teman.
Setiap pertemanan pasti melahirkan sebuah cerita, perasaan, pembelajaran, dan kenangan yang berharga di dalamnya, karena manusia memiliki perasaan maka ia akan mengenang semua apa yang ia alami dalam kehidupan ini. 

Pernah kita ingat berapa jumlah teman yang kita miliki?, mungkin jika di jejaring sosial dunia maya kita bisa tau jumlahnya, tapi sadar atau tidak jumlah teman yang kita miliki didunia ini sangatlah banyak. Tapi adakah teman spesial atau bahasa umumnya teman akrab, pasti kita memilikinya.
Saya memiliki kenangan mengenai beberapa teman akrab saya waktu kecil. Diantaranya sebut saja namanya dengan Kholib. Kholib adalah teman akrab saya ketika SD, waktu itu saya duduk dikelas 1 dan 2 SD N Merabu, Sanggau Ledo Kalimantan Barat. Kholib adalah teman akrab saya karena kita sering pulang sekolah bersama, makan di rumahnya, bahkan memetik semangka bersama di kebun orang (jangan ditiru) waktu itu saya juga belum mengerti betul dengan dosa, sehingga kami pun senang melakukannya. Namun sayang pertemanan kita harus berakhir di dunia ini, ketika terjadi perang suku di Kalimantan tempat saya tinggal ketika itu, rumah Kholib hangus dibakar, dan aku tidak tau lagi kabarnya. Terakhir kabar mengatakan mereka telah tiada terbunuh pada waktu perang, Kholib adalah orang madura, dan ketika itu perang terjadi antara suku madura dan dayak tahun 1997. Tidak hanya teman akrab saya, sekolah saya pun hancur di bakar oleh perang, saya pun tidak tahu bagaimana kabar dari teman-teman yang lain dan guru-guru kami. Semua musnah begitu saja. Yang tertinggal hanyalah kenangan pilu. 

Hidup saya pun nomaden, pindah dari sekolah satu ke sekolah lain. Sampai saya pernah pindah di sekolahan tempat orang tua kami mengajar. Ketika itu saya pindah di tempat mama saya mengajar. Mama saya pun menjadi orang tua sekaligus guru saya, seolah berusaha membuat ceria kembali anak-anak, semua guru mengajarkan pelajaran yang menghibur perasaan kami. Kami diajarkan bernyanyi, bahkan lagu itu masih sedikit tersimpan di memori saya, judulnya Ade Irma Suryani. Didalam lagu ini menceritakan seorang anak yang rela berkorban demi orang tuanya. Ade Irma Suryani adalah putri dari jendral Nasution  pahlawan Nasional kita. Di kisahkan dalam lagu tersebut Ade Irma Suryani mengorbankan dirinya sebagai tameng ayahnya ketika PKI menembak sang ayah, akhirnya Ade Irma Suryani pun tiada, dan tinggal duduk di pangkuan ayahnya, sekaligus terjaga dalam pangkuan kasih Tuhan, seperti sedikit bait dalam lirik lagu tersebut, selain itu setiap hari sabtu kami diwajibkan membawa telur setengah matang untuk dimakan bersama di sekolah dengan di iringi bernyanyi “Mana Dimana Anak Kambing Saya”.
Akhirnya saya pindah ke Jogjakarta tempat nenek saya tinggal, saya di titipkan bersama nenek dan mama saya pun kembali ke Kalimantan, saya bersekolah di kota pendidikan ini. Sampai pada saya MTS N Ngemplak saya kembali memiliki beberapa teman akrab sebut saja namanya Alwi Rohman dan Oktavian Galang Awaludin Sidiq. Segala masalah remaja ketika itu kita ceritakan. Seperti di awal cerita yang saya jelaskan bahwa saya memang orangnya cenderung lebih banyak diam jadi tidak banyak teman yang akrab terhadap saya waktu MTS juga demikian. Pertemanan kita masih akrab hingga saat ini, dan sampai kapan pun.
Sebenarnya sejarah sekolah saya juga cukup panjang, saya pindah sekolah sampai delapan kali. Riciannya SD tiga kali, SMP dua kali, dan SMA tiga kali dengan berbagai alasan dan mungkin juga merupakan sudah jalan cerita hidup saya.

Di SMA saya memiliki teman akrab dari SMA N 1 Bengkayang Kalimantan Barat namanya Franra Sae Pudaba, kita sering mengerjakan tugas sekolah bersama, bahkan ia lah yang membantu saya ketika saya kekurangan uang untuk pulang ke Jogja, waktu itu saya menjual sepeda dan di beli oleh ayahnya untuk mencukupi biaya perjalanan saya ke jogja waktu itu. Kita juga sering membicarakan masalah hidup. 
Kemudian di SMA N 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta, saya berteman akrab dengan Muhammad Ilyas, Yogi Kristiawan, Wisnu, Crhistanto Widi P. Kita menjadi teman yang akrab di saat menjadi anggota pleton inti di paskibra sekolah, ketika mengerjakan tugas biologi kita melakukan observasi, penelitian di desa tempat aku tinggal, yaitu di Tonggalan, kita meneliti tentang proses pembuatan tempe. Sedang khusus untuk Muhammad Ilyas kita sudah merupakan teman akrab, karena saya selalu nebeng naik motornya untuk pulang pergi ke sekolah. Bahkan saya sering main kerumahnya dan sudah dianggap oleh orang tuanya sebagai anak mereka, kami makan dan menginap di rumahnya, bahkan saya ikut les privat gratis di rumahnya. Kemudian kita berpisah di karenakan saya harus pindah ke Kalimantan mengikuti ayah saya. Dan pada akhirnya kita semua sekarang sudah memiliki kesibukan masing-masing.
Kemudian saya pindah kembali ke jogja ketika itu jogja baru saja mengalami gempa. Saya pindah di MAN Maguwoharjo, masuk pertamakali saya langsung mendapat kelas di tenda. Hal ini disebabkan ruang kelas yang seharusnya digunakan tidak bisa dipakai karena terkena bencana gempa 26 Mei 2006. Secara kebetulan saya bertemu kembali dengan ibunya Muhamad Ilyas kawan saya SMA, ia mengajar di MAN Maguwoharjo ini sebagai guru biologi, selalu ada kebetulan di dunia ini. Di sekolah ini saya memperoleh pelajaran berharga, saya memiliki banyak teman, disini kami hidup berdampingan antara anak tuna netra, dan tuna daksa, mereka sangat wellcome, dan memberikan semangat dan energi positif bagi yang lain.
Dan sampailah kepada kesalahan yang fatal yang pernah saya lakukan dalam hidup saya ini. Akhirnya saya berkuliah di UNY, saya masuk pada jurusan yang memang saya cita-citakan. Saya masuk di jurusan pendidikan seni rupa. Saya berangkat kuliah dengan menggunakan sepeda sampai semester tiga. Saya berusaha berteman baik kepada siapapun, disinilah kemudian saya menjadi lebih terbuka, lebih sedikit ingin bergaul dan membuka diri terhadap siapapun. 

Sampai pada suatu ketika saya menemukan sahabat yang berharga apabila kita menyia-nyiakan. Awal kita berteman adalah ketika saya berhutang kepadanya, waktu itu saya benar-benar dalam keadaan risau, ban motor saya bocor, sedang saya tidak pernah membawa uang saku. Dari situlah ia menawarkan untuk maen ke kosnya, dan akhirnya kita benar-benar akrab. Dia adalah teman sekaligus sahabat yang care, baik dan tidak pandang bulu. Dalam keadaannya yang mepet ia selalu berbagi, ia sering mentraktir saya, membantu tugas-tugas saya, bahkan kita sering bercerita tentang kehidupan kita masing-masing, tentang calon hidupnya, tentang masalah keluarga, ia tidak pernah sedikit pun pamrih. Kita selalu menyemangati, dan memberikan dukungan moral satu sama lain. Sebegitu akrabnya kita sampai orang sering meledek kami, tapi yang terpenting kami tidak pernah membuat orang lain terganggu. Kami KKN PPL bersama, bahkan kita pernah membuat suatu istilah bahwa kita adalah keluarga, kita adalah saudara. 
Banyak jatuh bangun yang kami alami karena mungkin ketidak cocokan, namun kita kembali akur dan baik lagi. Begitu banyak kenangan manis yang kita pernah alami bersama dalam menjalani hidup sebagai mahasiswa, dan sebagai saudara sekaligus teman dari Indramayu Jawa Barat.

Semua rahasia yang pernah aku alami, semua masalah bahkan apapun sudah pernah saya ceritakan terhadapnya. Dia adalah sosok sahabat yang luar biasa, diatas segala kekurangan yang kita miliki, dia adalah sahabat yang konsisten, sahabat yang peduli, setia kawan, yang sangat baik sekali, sampai saya menulis cerita ini perasaan saya ingin menangis, dan tidak tega terhadapnya. Mengapa saya melakukan ini terhadapnya, semua terjadi karena emosi saya pribadi, karena kelabilan saya, saya memang orang yang tidak tau berterimakasih. Saya sering SMS terhadapnya yang memojokkan kondisinya, namun ia selalu tidak bosan memaafkan segala kesalahan saya ini, maafkan saya ya sobat T-T. Hanya karena nasib kita yang berbeda seolah saya merasa tidak pantas menjadi sahabatnya, dan selalu saya lagi-lagi memojokkan ia untuk memutus silahturahmi. Inilah yang saya maksudkan dengan kesalahan fatal. Di sinilah letak keegoisan saya, dan antagonisnya saya dalam cerita ini. 
Sekuat-kuatnya seorang sahabat, pasti ia juga akan jenuh, karena sahabat juga manusia, dan akhirnya persahabatan kita benar-benar sudah berbeda, dan itu bermula dari kesalahan saya pribadi.
Namun biar bagaimanamun, saya tetap akan menganggap engkau sahabatku, teman baikku, seumur hidupku. Maafkan saya yang mungkin telah menghancurkan makna persahabatan kita. Tapi di hatiku engkaulah sahabat yang tidak akan pernah aku lupakan dan tetap menjadi sahabatku sampai kapan pun. Bahkan seperti cerita-cerita kita bersama dulu, sampai kita sukses kelak, sampai mungkin kita berkeluarga aku akan tetap menjadikanmu sebagai sahabat, dan akan aku ceritakan kepada anak-anakku kelak bahwa dalam hidup saya pernah mempunyai sahabat yang luar biasa seperti engkau.
ALLOH memang Maha Baik telah memberikan sahabat seperti engkau. Dan hanya do’a yang terbaik yang aku haturkan untukmu, semoga cita-citamu berjalan dengan baik dan sukses, kelak kau mendapatkan pendamping hidup yang solehah, menjadi keluarga yang bahagia, dimudahkan segala urusan, dan dilancarkan segala usahamu ya sohib. Amiiin.

Pembelajaran dari kisah ini adalah, ingatlah lidah tak bertulang, kata-kata tak berpeluru, namun dari kata-kata terkadang kita bisa membuat orang lain sakit hati dan mungkin membuat hal yang sangat tidak di harapkan terjadi, untuk itu jagalah lisan kita, ini nasehat untuk diri saya juga. Jangan memaksakan orang lain menjadi diri kita, apalagi ia sahabat sejati kita, karena justru perbedaanlah yang membuat kita saling melengkapi. Jangan biarkan nasi menjadi bubur, sebab bubur tidak akan kembali menjadi beras. Meski nasi telah menjadi bubur dalam cerita pengalaman ini, namun biarlah bubur itu menjadi bubur yang bisa untuk sarapan. Semoga. Amiiin... saya yang telah berbuat, maka saya harus menerima hasil perbuatan saya.
Kemudian dari kisah ini saya memetik hikmah bahwa penyesalan itu tidak pernah datang di awal, untuk itu sebelum menyesal, pikirkan semua tindakan kita yang bakalan terjadi dikemudian hari. Sahabat adalah harta yang tak ternilai yang kita miliki dalam hidup kita, jangan pernah menyia-nyiakan arti persahabatan.
Dan akhirnya kuucapkan banyak terimakasih untuk sahabatku Gunawan Jatipermana, tidak ada yang salah pada dirimu teman percayalah. Maafkan saya ya, saya tau engkau adalah sahabat terbaik yang selalu memaafkan. Terimakasih ^_^
20.49 | 0 komentar | Read More

Dibalik Tragedi Bintaro: Kisah Pilu Slamet Suradio, Masinis Kereta Tragedi Bintaro I

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 12 Desember 2013 | 16.35

Slamet Suradio (74), masinis kereta tragedi Bintaro I.
Slamet Suradio (74), masinis kereta tragedi Bintaro I.



VIVAnews - Slamet Suradio (74) tidak akan pernah lupa dengan Tragedi Bintaro I yang terjadi Senin, 19 Oktober 1987 silam. Peristiwa itulah yang telah menyingkirkan dia dari dunia perkeretaapian yang sudah digelutinya selama 32 tahun.

Slamet adalah orang dibalik kemudi KA 225 jurusan Rangkas Bitung-Jakarta Kota yang bertabrakan dengan KA cepat 220 jurusan Tanah Abang-Merak. Kejadian ini tercatat sebagai salah satu musibah paling buruk dalam sejarah transportasi di Indonesia.

Dalam kecelakaan yang merenggut 156 nyawa itu, Slamet dipersalahkan. Dia terbuang jauh dari pekerjaan yang teramat dia cintai. Dia dianggap menyalahi aturan karena memberangkatkan kereta tanpa izin Pimpinan Perjalanan Kereta Api (PPKA).

Kecelakaan itu berawal saat KA 225 yang dikemudikan pria ini sedianya akan bersilang dengan KA 220 Patas di Stasiun Kebayoran yang hendak ke Merak. Itu berarti KA 220 Patas di stasiun Kebayoran harus mengalah, namun PPKA Stasiun Kebayoran tidak mau mengalah dan tetap memberangkatkan KA 220.

PPKA Stasiun Sudimara, Djamhari kemudian memerintahkan juru langsir untuk melangsir KA 225 masuk jalur 3. Saat akan dilangsir, masinis tidak dapat melihat semboyan (kode khusus di dunia perkeretaapian) yang diberikan, karena penuhnya lokomotif pada saat itu.

Slamet lalu membunyikan Semboyan 35 dan berjalan. Juru langsir kaget dan mengejar kereta itu. Ia naik di gerbong paling belakang. Para petugas stasiun juga kaget, beberapa ada yang mengejar kereta itu menggunakan sepeda motor.

Djamhari mencoba menghentikan kereta dengan menggerak-gerakkan sinyal, namun tidak berhasil. Dia pun langsung mengejar kereta itu dengan mengibarkan bendera merah. Namun sia-sia.

Djamhari kembali ke stasiun dan membunyikan semboyan genta darurat kepada penjaga perlintasan Pondok Betung. Tetapi kereta tetap melaju. Setelah diketahui, ternyata penjaga perlintasan Pondok Betung tidak hafal semboyan genta.

KA 225 berjalan dengan kecepatan 25 km/jam karena baru melewati perlintasan, sedangkan KA 220 berjalan dengan kecepatan 30 km/jam.

Dua kereta api yang sama-sama sarat penumpang, Senin pagi itu bertabrakan di tikungan S ± Km 18.75. Kedua kereta hancur, terguling dan ringsek. Kedua lokomotif dengan seri BB 30316 dan BB 30616 itu rusak berat.

Usai tragedi tersebut, masinis Slamet divonis 5 tahun penjara. Dia juga harus kehilangan pekerjaan dan memilih pulang ke kampung halaman di Purworejo. Nasib serupa juga menimpa Adung Syafei, kondektur KA 225. Dia harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan. Sedangkan Umrihadi, Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Kebayoran Lama, dipenjara selama 10 bulan.

Kini, hari tua Slamet Suradio diisi dengan berjualan rokok eceran di depan toko di kawasan perempatan Kalianyar, Kutoarjo. Sebelumnya, setelah ke luar dari penjara, Slamet kembali bekerja di kereta api. Dia bertugas sebagai pembantu di Dipo dan hanya mendapatkan gaji setengah.

Namun nasib buruk kembali menimpanya. Pada 1994, Slamet diberhentikan dengan tidak hormat oleh Dirjen Perkeretaapian. Dia pulang kampung dan menikah lagi setelah istri pertamanya direbut rekan sesama masinis. Dari pernikahan keduanya, Slamet dikaruniai tiga orang anak.

Nasib memang terlihat kejam untuk lelaki yang pernah menyandang predikat sebagai masinis teladan itu. Sistem telah mencapakkan dia dari dunia perkeretaapian. Bahkan sekadar uang pensiun pun tidak didapatnya.

Kepada Tim Cakrawala ANTV, Slamet menuturkan, banyak keganjilan dalam kasus tabrakan maut dimana kesalahan dilimpahkan kepadanya. Dia mengaku menandatangani Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dalam ancaman.

"Saya dipecat, tidak dapat pesangon. Saya berharap diperlakukan sama seperti PNS yang lain," kata Slamet yang masih menyimpan rapi baju seragam PT KAI.

Hingga hari ini Slamet masih berjuang. Dia masih berharap mendapat keadilan dan diperlakukan sama seperti pegawai negeri sipil lainnya, mendapat uang pensiun. Tapi usaha itu sia-sia. Slamet hanya pasrah dan tidak tahu kapan keadilan itu datang. Kerasnya hidup harus terus dijalani Slamet.
16.35 | 0 komentar | Read More

Perkara yang Harus Dijauhi Selama Kita Hidup: Jauhi Tiga Perkara!

Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 06 Desember 2013 | 11.50

by: http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1264:jauhi-tiga-perkara&catid=22:pengajian
Manusia diciptakan kemuka bumi ini untuk mengelola sesuatu yang ada didalamnya dengan sebenar-benarnya, dan juga untuk menghamba kepada Sang Khalik Allah Swt.dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggung jawabannya di akherat kelak, maka jalan apa yang akan ditempuh itulah pilihan setiap individu, yang pada akhirnya manusia akan merasakan bahagia atau sengsara.
Rasulullah saw memberikan jaminan kepada kaum muslimin selama mereka terbebas dari tiga perkara sebelum kematian terjadi pada dirinya, beliau bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ بَرِيْءٌ مِنْ ثَلاَثٍ : أَلْكِبْرُ وَالْغُلُوْلُ وَالدَّيْنُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

http://pemenangkehidupan.files.wordpress.com/2011/08/sombong.jpgBarangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang maka ia akan masuk surga (HR. Tirmidzi(.

Hadis diatas menunjukkan kepada kita semua sebagai ummat Nabi Muhammad untuk hindari tiga perkara tersebut yaitu : memiliki sifat sombong, fanatisme kepada golongan dan juga memiliki hutang yang belum dibayar. Kesemuanya parkara tersebut berdampak negatif bagi setiap jiwa muslim.


1.    Sombong.

    Sombong adalah sifat yang dimiliki manusia dengan menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya, Rasulullah Saw bersabda:
اَلْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Takabbur itu adalah menolak kebenaran dan dan menghina orang lain (HR. Muslim).

    Sombong merupakan sifat iblis laknatullah, dengan sebab itulah ia divonis ingkar/kafir kepada Allah Swt, sebagaimana firman Allah Swt :
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari syurga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina (QS 7:11-13, lihat pula QS 40:60).

    Ada banyak dampak negatif atau bahaya dari sifat sombong ini, diantara adalah: Pertama, Tidak senang pada saran apalagi kritik, hal ini karena ia sudah merasa sempurna, tidak punya kekurangan, apalagi bila kesombongan itu tumbuh karena usianya yang sudah tua dengan segudang pengalaman, ia akan menyombongkan diri kepada orang yang muda, atau sombong karena ilmunya banyak dengan gelar kesarjanaan.

Kedua, Tidak senang terhadap kemajuan yang dicapai orang lain, hal ini karena apa yang menjadi sebab kesombongannya akan tersaingi oleh orang itu yang menyebabkan dia tidak pantas lagi berlaku sombong, karenanya orang seperti ini biasanya menjadi iri hati (hasad) terhadap keberhasilan, kemajuan dan kesenangan yang dicapai orang lain, bahkan kalau perlu menghambat dan menghentikan kemajuan itu dengan cara-cara yang membahayakan seperti memfitnah, permusuhan hingga pembunuhan.

Ketiga, Menolak kebenaran meskipun ia meyakininya sebagai sesuatu yang benar, hal ini difirmankan Allah Swt di dalam Al-Qur’an: Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan (QS 27:14).

Keempat, Dibenci Allah Swt yang menyebabkannya tidak akan masuk syurga. Allah Swt berfirman: Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong (QS 16:23).

Di dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبرٍْ

Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan (HR. Muslim).


2.    Ta'asshub atau Fanatisme.

Ta'asshub atau yang dikenal fanatic kepada perorangan atau kelompok tertentu, hal tersebut terjadi ditengah-tengah masyarakat  dan tidak bisa dipungkiri bahwa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan berdasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah. Para sahabat seringkali dikelompokkan menjadi dua golongan, yakni Muhajirin (orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah) dan Anshar (orang Madinah yang memberi pertolongan kepada orang Makkah yang berhijrah). Pada dasarnya golongan-golongan itu tidak masalah selama tidak sampai pada fanatisme yang berlebihan sehingga tidak mengukur kemuliaan seseorang berdasarkan golongan, hal ini karena memang Allah Swt mengakuinya, hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS 49:13).

Manakala seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini sudah tidak bisa dibenarkan, inilah yang disebut dengan ashabiyah yang sangat dilarang di dalam Islam, apalagi bila seseorang sampai mengajak orang lain untuk bersikap demikian, lebih-lebih bila seseorang siap mati untuk semua itu, maka Rasulullah Saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya, hal ini terdapat dalam hadits Nabi Saw:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا اِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ

Bukan golongan kami orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah (HR. Abu Daud)


3.    Utang.

Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang. Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim yang memiliki harga diri, sedapat mungkin utang itu tidak dilakukan, apalagi kalau tidak mampu membayarnya, kecuali memang sangat darurat, karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah utang, Rasulullah Saw bersabda:
ِايَّاكُمْ وَالدَّيْنِ فَاِنَّهُ هَمٌّ بِاللَّيْلِ وَمَذَلَّةٌ بِالنَّهَاِر

Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari (HR. Baihaki)

Bagi seorang muslim, utang merupakan sesuatu yang harus segera dibayar, ia tidak boleh menyepelekannya meskipun nilainya kecil. Bila seorang muslim memiliki perhatian yang besar dalam urusan membayar utang, maka ia bisa menjadi manusia yang terbaik. Rasulullah Saw bersabda:

 خَيْرُ النَّاسِ خَيْرُهُمْ قَضَاءً
Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar utang (HR. Ibnu Majah).

Namun apabila manusia yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti, hal ini karena utang yang tidak dibayar akan menggerogoti nilai kebaikan seseorang yang dikakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya, Rasulullah Saw bersabda:

 اَلدَّيْنُ دَيْنَانِ فَمَنْ مَاتَ وَهُوَيَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَأَنَا وَلِيُّهُ وَمَنْ مَاتَ وَلاَيَنْوِىْ قَضَاءَهُ فَذَالِكَ الَّذِىْ يُؤْخَذُمِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ يَوْمَئِذٍ دِيْنَارٌ وَلاَدِرْهَمٌ.

Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak (HR. Thabrani).

Ketiga perkara tersebut jangan sampai terjadi pada diri kita sebagai ummat Islam. Sehebat apapun orang/golongan/partai yang kita ikuti, namun ketika berbuat salah maka seyogyanya bagi kita untuk mengislahnya jangan taklid buta. Hindari sifat yang selalu mendewakan diri sendiri, mengenggap lebih dari orang lain. Milikilah sifat yang selalu menerima pemberian dari Allah Swt (Qona'ah), jangan sampai kita memiliki hutang karena selalu tidak puas terhadap rizki yang kita dapatkan.
Wallahu A'lam Bisshawab.
11.50 | 0 komentar | Read More

Tentang Kehidupan Islami: Budi Pekerti (Akhlak) yang Baik

by: http://alquranmulia.wordpress.com/2013/05/13/budi-pekerti-akhlak-yang-baik/ Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an- hadits
Firman Allah: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (al-Qalam: 1)
Firman Allah: “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imraan: 134)
Dari Anas ra. ia berkata: “Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik budi pekertinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Anas ra. ia berkata: Saya belum pernah memegang sutera, baik yang tebal maupun yang tipis, yang lebih halus dari tangan Rasulullah saw., dan saya belum pernah mencium bau seharum bau Rasulullah saw. Saya pernah menjadi pelayan Rasulullah saw. selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah mengatakan “hus” kepada saya, atau menegur dengan ucapan “kenapa kamu berbuat seperti itu,” terhadap apa yang saya kerjakan, dan beliau juga tidak pernah menegur dengan ucapana “kenapa kamu tidak berbuat begini,” terhadap apa yang tidak saya kerjakan.” (HR Bukhari dan Muslim)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3P5Met5e5Q8nWM6X9_63jGLV_9gDk__Rx2j6-bMGa3Se19IL3B1XzlpltBaSNL-bjDUEuQtuuPEM3ZM-SJ482gbWSi5eyCS9wduUvh3r_VM53hnzrI1qRvbe8-iP7ua4a3RuzaoXtPeo/s1600/%239+Budi+Pekerti.jpgDari Sha’ab bin Jatstsamah ra. ia berkata: Saya menghadiahkan seekor keledai liar kepada Rasulullah saw. kemudian beliau mengembalikannya kepadaku. Ketika beliau melihat perubahan mukaku, beliau berkata: “Sesungguhnya aku tidak menolak pemberianmu, hanya saja aku sedang ihram.” (HR Bukhari dan Muslim)
[hukum menjelaskan, bahwa seseorang yang sedang ihram dilarang memburu atau menangkap binatang liar]
Dari an-Nawwas bin Sam’an ra. ia berkata: Saya menanyakan tentang kebajikan dan dosa (kejahatan) kepada Rasulullah saw. kemudian beliau menjawab: “Kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedangkan dosa (kejahatan) adalah sesuatu yang merisaukan hati, dan kamu tidak senang apabila hal itu diketahui orang lain.” (HR Muslim)
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash ra. ia berkata: Pribadi Rasulullah saw. buka orang yang keji dan bukan orang yang jahat. Bahkan beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Darda’ ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Tidak ada sesuatupun yang melebihi beratnya budi pekerti yang baik dalam timbangan orang mukmin pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan suka berkata kotor.” (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. ditanya: “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan budi pekerti yang baik.” Dan beliau juga ditanya: “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka? Beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.” (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan orang yang paling baik di antara kalian yaitu orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin dengan budi pekerti yang baik, dapat mengejar derajat orang yang selalu berpuasa dan shalat malam.” (HR Abu Dawud)
Dari Abu Umamah al-Bahiliy ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Aku berani menjamin sebuah rumah di surga bagian bawah bagi orang yang meninggalkan debat kusir walaupun ia benar. Sebuah rumah di surga bagian tengah bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bergurau. Dan sebuah rumah di surga bagian atas bagi orang yang selalu baik budi pekertinya.” (HR Abu Daud)
Dari Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat, yaitu orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat yaitu orang-orang yang banyak bicara, suka ngobrol dan bermulut besar.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulallah, kami telah tahu tentang orang yang banyak bicara dan suka ngobrol, kemudian apakah yang dimaksud dengan bermulut besar itu?” Beliau menjawab: “Yaitu orang-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi)
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abdullah bin al-Mubarak, beliau mengartikan budi pekerti yang baik, adalah: “Bermuka manis, memberi pertolongan dalam kebaikan dan mencegah sesuatu yang membahayakan.”
11.47 | 0 komentar | Read More

Kisah Pohon Beringin Roboh, Kembali Berdiri !

Written By Situs Baginda Ery (New) on Rabu, 27 November 2013 | 16.32

by: http://sabdalangit.wordpress.com/2013/06/02/kisah-pohon-beringin-roboh-kembali-berdiri/
Lingkungan alam yang ada di sekitar kehidupan kita adalah guru yang paling jujur, selagi kita semua dengan jujur mengakuinya. Belajar dari kutulusan dan kejujuran nurani, agar supaya imajinasi dan ilusi tidak menguasai alam pikiran kita.
BERGURU KEPADA ALAM
Peristiwa robohnya pohon beringin berdiameter ±100-150 cm tidak menggemparkan warga dusun Celapar, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kokap, Kab Kulonprogo. Namun enam bulan kemudian barulah warga dibuat gempar manakala menyaksikan pohon beringin raksasa itu kembali berdiri tegak seperti sedia kala. Pada awalnya warga menyayangkan tumbangnya pohon itu karena di bawahnya terdapat sendang yang menjadi sumber mata air bagi warga desa di sekitarnya. Semenjak pohon beringin yang berdiri kokoh di samping sendang itu tumbang membuat air sendang menjadi surut dan hampir mengering. Sebelumnya air sendang itu tidak pernah surut walaupun melewati musim kemarau yang panjang.
Ketika pohon itu roboh warga belum sempat memotong akar dan ranting sementara sebagian besar batang dan dahan posisinya melintang di tengah jalan pengubung antar kelurahan. Kurang lebih selama 6 bulan pohon beringin itu tumbang dengan posisi masih melintang menutupi jalan aspal desa. Adalah Pak Mugi berdua bersama seorang anak laki-lakinya melanjutkan pekerjaannya untuk membersihkan beringin agar jalan desa itu bisa dilalui lagi. Pagi hari Pak Mugi dan putranya mulai melanjutkan pekerjaan yang sudah tertunda enam bulan. Mereka di pagi tidak melihat kejanggalan apapun, semua tampak wajar-wajar saja. Beranjak siang mereka mulai curiga mendapati batang pohon beringin yang semula rapat menempel ke permukaan jalan posisinya sudah mengambang setinggi lebih kurang 60 cm dari permukaan jalan. Pak Mugi akhirnya tidak menghiraukan kejanggalan itu dan mulai memotong batang pohon di bagian tengah menjadi dua bagian. Pekerjaan berlangsung hingga hari menjelang siang. Di tengah hari yang panas itu Pak Mugi sejenak beristirahat sambil menikmati teh panas dan makanan khas desa yang suguhkan penduduk setempat. Ia beristirahat tepat di rumah penduduk yang posisinya di atas jalan. Saat sedang menenggak teh ginastel itulah Pak Mugi menyaksikan pohon beringin mulai bergerak-gerak. Pak Mugi berteriak menyuruh anaknya yang berada di atas batang beringin supaya melompat turun. Spontan putra Pak Mugi melompat dan meninggalkan gergajinya di atas batang pohon. Pak Mugi terkesima melihat putranya melompat ke tanah hingga berguling. Hanya sekejap, pak Mugi menyaksikan pohon beringin itu posisinya sudah berdiri tegap seperti sedia kala. Bahkan akar yang tercerabut dari tanah, yang telah dipotong separoh ikut menancap ke tanah, kembali tegap berdiri kesannya pohon beringin itu tidak pernah tumbang hingga menyentuh tanah. Semenjak kejadian itu hanya beberapa pekan kemudian air sendang pun keluar lagi memenuhi sendang yang sudah lama surut.
Pohon beringin sudah berdiri lagi dalam posisi tegak vertikal. Hanya saja bagian atas yang terdiri dari dahan, ranting dan dedaunan sudah tidak tampak lagi karena batangnya tinggal separoh ke bawah. Seorang warga desa coba membuat asumsi untuk menerangkan kenapa pohon beringin dapat berdiri lagi setelah 6 bulan yang lalu tumbang. Ia mengasumsikan beban pada bagian atas pohon beringin setelah dipotong mengakibatkan bebannya pindah ke bagian akar bohon. Karena beringin itu masih memiliki akar yang kuat menancap di dalam tanah, sehingga akarnya kembali masuk ke tanah dan sampai menarik batang pohon hingga dalam posisi berdiri tegak. Asumsi tersebut mengimajinasikan akar pohon beringin itu bergerak seperti cacing menyusup kembali ke kedalaman tanah. Akar yang besar memiliki kekuatan besar pula sehingga mampu membuat batang pohon yang beratnya mencapai beberapa ton dapat kembali tegak seperti sedia kala. Sebagai asumsi sah-sah saja karena bagaimanapun juga untuk menjelaskan fenomena itu butuh suatu premis yang menggunakan nalar dan akal sehat. Namun bagaimana bisa terjadi bila akarnya sebagian besar sudah dipangkas?
INTELEKTUAL ATAU EMOSIONAL ?
1335678402631Secara logis mengutamakan rasio atau akal sehat dapat lebih bermanfaat daripada hanya mengutamakan emosi. Meskipun demikian, orang yang mengutamakan akal sehat atau nalar sering dinilai sebagai menuhankan akal. Sebaliknya segala sesuatunya didefinisikan sebagai kehendak Tuhan secara mutlak. Dengan memakai pola pikir demikian, lantas rampunglah pemberdayaan akal budi manusia yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan (scientific). Sedikit orang yang menyadari sesungguhnya gugon tuhon dan pentahyulan, berawal dari malasnya orang untuk berfikir mencari jawaban atas suatu teka-teki dan rahasia alam. Bahkan sampai terjadi pola pikir yang salah kaprah. Perlu saya sampaikan bahwa gugon tuhon dan pentahyulan ini bukanlah cara berfikir masyarakat Jawa. Karena dalam spiritualitas Jawa lebih mengutamakan ngelmu kasunyatan. Spiritualitas berdasarkan fakta.
Sekali lagi, pemberdayaan nalar dan akal pikiran, sebagai sistem analisa jauh lebih bermanfaat ketimbang segala sesuatu lantas disederhanakan dengan pernyataan “semua sudah menjadi kehendak tuhan untuk menunjukkan kebesaranNya”. Mengutamakan akal sehat sama halnya pendayagunaan akal pikiran untuk menganalisa suatu fenomena. Sebaliknya, dapat dikatakan pula sebagai sikap menuhankan emosi yang berarti berbagai misteri tidak perlu lagi ada analisa dan pembahasan. Dengan mengedepankan emosi akibatnya pola pikir menjadi sempit dan mengurangi daya kritis nalar kita. Tradisi seperti itu lama-kelamaan menjadi kebiasaan malas berfikir. Orang yang malas berfikir biasanya emosinya lebih dominan menguasai diri. Cara pandang nya pun menjadi subyektif dan pendapatnya seringkali tidak masuk akal. Emosi yang menguasai diri membuat seseorang cenderung bersikap anti perbedaan pendapat. Ujung-ujungnya tindakan 3-G yakni golek benere dewe, golek butuhe dewe, golek menange dewe; saling berebut benernya sendiri, berebut butuhnya sendiri dan berebut menangnya sendiri. Karena emosi hanya berdasarkan rasa suka tidak suka, senang tidak senang, puas tidak puas, akibatnya akan mudah memicu nafsu angkara yang berujung pada tindak kekerasan. Semua itu merupakan resiko dari sikap fatalistis dan anti-dialog. Meskipun demikian tak dapat dipungkiri, pernyataan fatalistis pun ada sisi “positif” yakni membuat puas bagi yang lebih suka bersikap penurut dengan sekedar mengandalkan faktor imani (yakin) yakni percaya pada suatu hal tanpa sarat dan tak perlu pembuktian. Sebaliknya, bagi siapapun yang memiliki tradisi intelektual akan terbiasa berfikir kritis, cerdas, cermat dan selalu memanfaatkan akal sehat serta sistem penalaran yang logis dan sistematis.
Kembali ke pembahasan, berikut ini adalah pengamatan yang dapat saya sampaikan setelah on the spot ke lokasi untuk menggali informasi (deep interview), pengamatan langsung (observasi), dan terutama “observasi” dengan mata batin untuk menggali dan menemukan rahasia di balik peristiwa itu. Dengan harapan menemukan fakta dan data, fenomena dan noumena, yang dapat menjawab pertanyaan,”mengapa pohon itu bisa berdiri lagi ? Dengan harapan menambah khasanah ilmu pengetahuan, terutama pemahaman akan rumus-rumus dan hukum alam yang ada di jagad raya ini, yang selama ini masih tersembunyi dari pengamatan dan pengetahuan kita.
KEBODOHAN SUMBER KERUSAKAN ALAM
Sebagai salah satu prinsip hukum alam, keberadaan sendang biasanya berada di dekat pohon besar. Jika pohonnya tumbang dapat mengakibatkan air sendang menjadi surut. Hampir setiap sendang yang keadaan airnya masih normal berenergi lebih besar dibandingkan lingkungan alam sekitarnya. Wajar bila kemudian sendang memiliki kesan sakral dan magis apalagi keberadaannya selalu disekitar pohon-pohon besar. Dari fakta itulah kita dapat memahami mengapa kearifan lokal (local wisdom) budaya masyarakat Jawa khususnya, dan Nusantara pada umunya yang mensakralkan sendang. Kearifan lokal itu menjadi cermin kesadaran masyarakat untuk bersikap santun kepada lingkungan alam, serta peduli menjaga tata keseimbangan alam. Khususnya menjaga kelangsungan air sendang supaya tidak terjadi kerusakan ekosistem di sekitarnya. Kearifan lokal itu terbentuk oleh kecerdasan spiritual dalam mengurai teka-teki kehidupan dan memahami lingkungan alamnya.
Kearifan lokal masyarakat dusun Sumber Rejo –yang artinya : sumber/air kemakmuran–, Desa Celapar, Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo DIY memiliki kesadaran menjaga kelestarian air. Meskipun demikian tidak jarang pula penduduk setempat mendapat cemooh karena sebagian orang masih ada yang menganggap perilaku mensakralkan atau mengkeramatkan sendang sebagai bentuk perilaku hina, tidak berbudaya dan tidak religius. Dikatakan sirik, sesat, menyimpang dan lain sebagainya. Tak jarang pula pihak yang berpendapat ekstrim seperti itu tanpa menyiratkan wajah belas kasih terhadap lingkungan alam dan seluruh mahluk dengan teganya membuat ulah yang berakibat pada kerusakan sendang. Pada kasus lainnya penduduk sengaja menebang pohon yang dianggap sumber kesesatan. Bahkan sampai menimbun sendang yang sudah jelas-jelas berfungsi sebagai resapan air dan sumber kehidupan untuk warga sekitar. Sendang yang kering semakin bertambah banyak jumlahnya. Di sisi lain jumlah mahluk hidup terutama bangsa manusia terus bertambah banyak. Persoalan menjadi semakin parah ketika manusia mulai menggunduli hutan, mencemari air sungai dan membuat polusi udara di mana-mana. Sebagai konsekuensinya terjadi pemanasan bumi dan pergantian iklim dengan siklus waktu yang tidak jelas ketentuan waktunya. Dalam waktu singkat cuaca sering berubah-ubah tanpa ritme yang harmonis. Akibatnya lingkungan alam sering terjadi kekeringan dan di lain waktu banjir besar. Pertanian menjadi kurang subur, hama semakin beragam, hama aneh dan misterius seringkali muncul seperti serangan hama ulat bulu, tom cat, tikus, dsb. Stok pangan bagi masyarakat sekitar semakin berkurang. Di sisi lain menjadikan bertambahnya ragam wabah penyakit yang menyerang manusia dan hewan ternak, baik yang bersumber dari perubahan cuaca, hawa panas, bakteri dan virus yang semakin beragam akibat perubahan genetika.
AIR DAN UDARA MENJADI SUMBER UTAMA KEHIDUPAN
Kita tanamkan kesadaran bahwa sumber air memiliki nilai yang sangat mahal. Air adalah sumber hidup dan kehidupan sama halnya dengan udara. Kesadaran itu hendaknya menjadi motivasi agar kita selalu menjaga kelestarian mata air atau sumber-sumber air lainnya. Kesadaran tingginya nilai air bagi kehidupan, oleh sebagian pemodal kuat justru dieksploitasi untuk kepentingan bisnis. Misalnya dikemas dalam botol air mineral. Warga dilarang mengambil air secara bebas dan cuma-cuma, kecuali harus membayar sekian rupiah kepada juragan yang mengeksploitasi sendang dengan alasan ia sudah membeli lahannya dari pemerintah atau warga pemilik tanah. Semula alam dengan penuh kasih melimpahkan sumber air bagi seluruh kehidupan termasuk bagi warga sekitar. Kini, banyak sendang berubah menjadi kering, sementara sendang yang airnya masih berlimpah menjadi barang komoditas untuk dieksploitasi secara pribadi oleh para pemilik modal dari dalam maupun luar negeri. Ironis sekali, tindakan itu telah meng-alienasi (mengasingkan) warga setempat karena sebelum diekploitasi pemilik modal, masyarakat sekitar adalah tuan rumah bagi sumber mata air itu. Namun kini masyarakat harus membayar mahal untuk menikmati kekayaan bumi pertiwi yang berlimpah ruah di tanahnya sendiri.
Kini banyak sendang-sendang yang bernasib naas, dirusak oleh orang-orang berpola-pikir sempit, atau dieksploitasi para investor tamak dan egois. Lantas mau dijadikan apa generasi penerus bangsa ini, anak-anak kita, cucu dan cicit Anda semua jika hanya mendapat warisan sampah-sampah industri, polusi udara, dan kerusakan alam yang sangat parah ? Marilah kita semua sebagai generasi penerus bangsa segera menyadarkan bangsa kita agar supaya beranjak menuju kesadaran spiritual lebih tinggi, yang lebih cerdas dan cermat. Apapun agamanya jika tidak dibarengi ilmu akan membuatnya bangkrut (baca : “kiamat”). Lihatlah betapa keyakinan tanpa menggunakan nalar atau akal sehat dapat menimbulkan konflik dan peperangan yang membuat keterpurukan masyarakat. “Menuhankan” emosi dan hawa nafsu sangat beresiko menciptakan kerusakan bumi. Maka saya pribadi tidaklah takut “menuhankan” nalar, atau akal sehat, karena bagi saya Tuhan Maha Rasional. Jika belum ketemu sisi rasionalitasnya, itu hanyalah ketidaktepatan pola pikir kita saja dalam memahami suatu peristiwa.
GENERASI PERUSAK BUMI
Sementara itu para pendahulu, leluhur-leluhur kita semua yang telah mewariskan nusantara ini, bumi dan tumbuhan yang gemah ripah, subur makmur, ijo royo-royo, sejuk segar hawanya. Namun kini telah dirusak dengan semena-mena oleh generasi penerus. Sebagian orang justru lebih suka menghormati dan menyanjung leluhur bangsa asing yang tak pernah tercatat dalam sejarah memberikan konstribusi positif bagi lestarinya lingkungan alam di Nusantara ini. Banyak idola-idola impor dari manca yang dijadikan role-model. Bagaikan anak kecil yang mengidolakan tokoh dalam cerita komik. Gejala itu menjadi trend di saat ini. Dus seolah-olah bangsa ini tak pernah mencetak manusia idola yang layak dijadikan panutan bagi kehidupan generasi masa kini. Barangkali tidak terlalu berlebihan jika menganggap trend di atas menjadi salah satu penyebab lunturnya jiwa kesatria, jiwa pelestari lingkungan alam, jiwa patriot dan jiwa nasionalis pada generasi sekarang. Bagaimana mungkin akan bangkit badannya, bila jiwanya saja terpuruk. Bagaimana Indonesia ini akan mampu meraih cita-cita menjadi bangsa yang sejahtera, adil dan makmur, bila jiwa bangsa (volkgeist) pada penduduk Indonesia berada dalam keterpurukan ?! Come on…wake up our soul, wake up our body. Bangkitlah jiwanya, bangkitlah badannya.
Siapa sesungguhnya para pendahulu yang telah berjasa atas kehidupan kita saat ini ? Termasuk kehidupan para pelaku eksploitasi sumberdaya alam itu sendiri. Kita tak bisa memungkirinya, bahwa kita sedang menghadapi sebagian generasi penerus yang menghianati para pendahulunya. Generasi yang telah mencampakan jati diri bangsanya sendiri. Generasi perusak bumi ternyata kedodoran dalam mencapai kesadaran spiritualnya. Jangankan kesadaran spiritual, disadari atau tidak, kesadaran nalar tampaknya sudah mampet atau memang sengaja dimampetkan. Sehingga yang dominan adalah kesadaran nafsu alias keinginan ragawinya yang mengabdi pada hawa nafsu angkara (nuruti rahsaning karep).
MISTERI KEHIDUPAN DI BALIK SENDANG
1335759475615Apapun & siapapun yang hidup di dimensi bumi baik fisik maupun metafisik tentu saja bermanfaat. Sendang yang terkesan tak bernyawa, sungguh ia telah menyangga matarantai nyawa kehidupan lintas dimensi mencakup ; bangsa manusia, hewan, dan tumbuhan, bahkan mahluk halus. Ia ada untuk memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk dengan penuh kasih tanpa pilih kasih (mulat laku jantraning bumi). Sendang merupakan sumber kehidupan milik bersama seluruh mahluk yang tak satupun makhluk boleh mengeksploitasi. Jika kita memahami, sesungguhnya masing-masing makhluk hidup sudah memiliki manajemen hidup yang bersifat alamiah penuh nilai kearifan dan kebijaksanaan. Sistem manajemen yang tidak melanggar wewaler (pantangan) di dalam hukum alam.
Bagi bangsa binatang, tumbuhan & mahluk halus mereka tak perlu belajar & harus susah-payah mengembangkan kesadarannya. Sebab mereka sudah memiliki instink yang mampu membimbing perilakunya agar selalu selaras dengan tata keseimbangan alam. Merupakan fakta, bahwa kesadaran instink-nya telah membimbing mereka pada jalur perilaku yang tepat untuk selaras dan harmonis dengan hukum alam sehingga tidak pernah melanggar wewaler (hukum alam) kecuali tata keseimbangannya telah dirusak oleh bangsa manusia. Tumbuhan dan binatang, merupakan fakta bahwa mereka adalah makhluk paling takwa kepada Tuhan.
Sudah menjadi hukum (rumus) alam bahwa setiap ada sendang di situ terdapat pohon besar. Seolah-olah merupakan kejadian bersifat kebetulan. Tetapi sesungguhnya bukanlah peristiwa yang kebetulan. Keduanya merupakan rangkaian yang harus ada & terjadi sebagai simbiosis yang bersifat mutual. Saling menguntungkan, saling memberi & saling menerima. Akar pohon menghunjam ke dalam tanah, berfungsi menjaga celah & rongga-rongga tanah sebagai jalur aliran air menuju sendang agar tanahnya tidak larut & longsor menimbun sendang. Jika pohon yang ada di dekatnya tumbang atau ditebang, pada akar-akarnya akan terjadi disfungsi. Akibatnya air sendang menjadi mampet & lama-kelamaan sendang menjadi kering. Di samping itu, makhluk halus lebih suka memilih pohon-pohon besar sebagai tempat tinggal keluarga & komunitasnya. Pohon besar sangat ideal menjadi “rumah” bangsa mahluk halus. Wajar saja jika mereka berkepentingan menjaga “rumahnya” sendiri dari berbagai macam gangguan. Seperti halnya bangsa manusia yang selalu menjaga asetnya berupa rumah & tempat tinggalnya sendiri. Kita sudah semestinya dapat memahami mengapa mahluk halus berkepentingan untuk selalu menjaga kelestarian pohon-pohon besar agar tetap tumbuh & berdiri kokoh. Bodohnya, manusia terkadang merasa terganggu dengan keberadaan mahluk halus penunggu pohon besar. Namun dirinya sendiri tak mampu menyadari jika hidupnya sangat tertolong oleh keberadaan pohon besar yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia.
Bagi siapapun yang telah merdeka dari perbudakan nafsu & egoisme pribadi. Dapat menyadari apa untungnya bagi bangsa manusia atas perilaku wajar bangsa lelembut yang mempertahankan pohon besar di dekat sendang, sangat selaras dengan kepentingan bangsa manusia. Lelembut, tumbuhan, binatang semua memanfaatkan pohon besar dan sendang sebagai tempat tinggal mereka. Bangsa manusia memanfaatkan air sendang sebagai sarana memenuhi kebutuhan mineral & memerlukan pohon besar sebagai produsen oxigen. Untuk itu hendaknya bangsa manusia lebih berani belajar kepada bangsa lelembut, bangsa tumbuhan dan bangsa binatang karena mereka sudah terbukti selalu setia dalam simbiosis mutual, saling menjaga kedua sumber kehidupan, yakni pohon besar dan sendang sebagai sumber kehidupan mereka sendiri.
Lelembut seperti halnya binatang dan tumbuhan, pada dasarnya bukanlah mahluk jahat. Mereka hanya menjalani hidup sesuai kodratnya dalam koridor hukum alam. Pemaknaan ini kiranya sama dengan kalimat “tunduk patuh kepada Tuhan”. Lelembut tidak pernah menjahati binatang dan tumbuhan. Kenapa bangsa lelembut tidak mengganggu bangsa binatang dan tumbuhan. Sebab bangsa binatang dan tumbuhan selalu selaras dengan hukum alam. Bangsa lelembut, binatang dan tumbuhan memiliki kesadaran kosmologis yang sangat ideal. Karena mereka bebas merdeka dari  pengaruh doktrin-doktrin dan terbebas dari penafsiran subyektif menurut kepentingan masing-masing kelompok. Bangsa binatang, tumbuhan, lelembut, hidupnya mengalir apa adanya sesuai ketentuan alam, tidak ada penafsiran dan penilaian secara subyektif yang sering terjadi pada bangsa manusia. Bangsa lelembut, binatang, dan tumbuhan tidak pernah merusak lingkungan alam. Tidak pernah menciptakan pencemaran. Bila terjadi kerusakan lingkungan alam karena ulah binatang, hal itu karena ulah manusia yang telah mengganggu sistem keseimbangan pada kehidupan kaum binatang.
Kenapa manusia kadang merasa diganggu bangsa lelembut, karena sebagian manusia secara sadar atau tidak telah mengganggu eksistensi bangsa lelembut. Belum terbukanya kesadaran kosmologisnya menjadi faktor utama mengapa bangsa manusia masih sering mengganggu eksistensi bangsa lainnya. Orang seringkali tidak menyadari telah melanggar pantangan (wewaler) atau aturan hidup (paugeran) yang tidak lain merupakan rangkaian hukum tata keseimbangan alam yang berlaku di lingkungan hidup kita. Berawal dari besarnya ego dan rendahnya kesadaran kosmologis bangsa manusia sendiri, sehingga seseorang lebih suka menyalahkan bangsa lelembut, binatang, dan tumbuhan sebagai faktor penganggu kehidupan manusia. Sampai di sini, mari kita bersama-sama melakukan instropeksi diri, sampai di mana kesadaran kosmologi yang telah dapat kita raih.
Kita sadar diri di manapun kita menjalani hidup akan selalu berdampingan dengan mahluk-mahluk hidup lainnya. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak menjadi pribadi yang egois dan tamak. Watak 3G : Golek menange dewe, Golek butuhe dewe, Golek benere dewe. Tiga macam watak destruktif yang tidak dimiliki para mahluk kecuali bangsa manusia. Kita mudah menyaksikan bangsa manusia telah merusak lingkungan alam, seringkali membunuh dan menghancurkan mahluk-mahluk yang begitu bijaksana dalam menjalani tata kehidupan mereka. Manusia hidup karena mendapatkan kehidupan dari lingkungan alam, termasuk dari bangsa binatang dan tumbuhan yang secara nyata telah mensuplai “kehidupan” kepada bangsa manusia. Namun demikian ternyata bangsa manusia belum mampu berbalas memberikan kehidupan bagi mahluk-mahluk bangsa lainnya.
“API” DI BUKIT MENOREH
1335759491695Untuk menuju dusun Celapar, Kel Hargowilis, Kec Kokap, Kab Kulonprogo, dari Jogja harus menempuh sekitar 50 km ke arah barat. Hargowilis (hargo=gunung, wilis=hijau) masih berada tepat di bentangan lajur bukit Menoreh yang begitu legendaris hingga menjadi alur cerita utama dalam cerita bersambung berjudul Api di Bukit Menoreh karya SH Mintarja yang masuk dalam catatan rekor dunia sebagai novel serial terpanjang.
Dari Jogjakarta, perjalanan 40 menit menuju Kota Wates Kabupaten Kulonprogo, dilanjutkan perjalanan menaiki bukit sejauh 12-14 km menuju waduk Sermo lokasinya termasuk wilayah Hargowilis. Dari waduk Sermo menuju dusun Celapar butuh waktu sekitar 15 menit atau sekitar 5-7 km saja. Perjalanan kami lakukan siang hari, dengan pertimbangan bisa menikmati pemandangan alam, di samping itu pertimbangan medan yang cukup berat. Fasilitas jalan memang sudah memadai, beraspal hotmix dan mudah dilewati mobil-mobil besar non-bus dan truck. Tetapi kondisi jalur yang berkelok dan banyak sekali tanjakan serta turunan cukup terjal dengan kemiringan hingga -+ 35°. Pemandangan kiri kanan sangat indah, namun harus ekstra hati-hati karena di beberapa ruas jalan sebelah kiri atau kanan terdapat jurang yang cukup dalam. Wilayah Hargowilis dan Celapar, GPS kami rata-rata mencatat ketinggian antara 400-800 mdpl. Tetapi daerah ini seringkali diselimuti kabut tebal dan udara yang cukup sejuk karena areal Hargowilis dan Sermo merupakan Hutan Taman Nasional. Banyak sekali ragam flora dan fauna, pohon-pohon besar tumbuh disepanjang jalan, beberapa menjuntai ke tebing jurang. Tampak batu-batu hitam sebesar truk seringkali menyembul di antara semak dan pepohonan besar, membuat suasana menjadi lebih angker dan sakral saat diselimuti kabut. Pemandangan ini sangat mengasyikan untuk petualangan.
Jogjakarta menyimpan banyak keunikan, diapit oleh empat unsur alam yang menonjol. Api di utara, air laut di selatan serta terdapat dua perbukitan yang berbeda karakter alamnya yakni batu kapur di sebelah timur dan batu hitam di sebelah barat. Di wilayah timur, terdapat kabupaten Gunungkidul, sebagai barisan bukit batu kapur. Batu kapur tidak lain berasal dari binatang laut seperti kerang dan terumbu karang yang hidup di dasar laut. Melalui proses panjang jutaan dan milyaran tahun, dasar laut bergerak naik menjadi perbukitan batu kapur. Di wilayah GK banyak sekali wilayah sakral dan berenergi (suatu waktu akan saya ulas untuk persembahan kepada seluruh pembaca yang budiman). DIY di wilayah selatan memiliki kolam raksasa bernama samudra hindia. Wilayah utara memiliki taman bermain bernama taman hutan Kaliurang lengkap dengan Gunung Merapi, sebagai gunung purba paling aktif di dunia sekaligus sumber mineral bagi masyarakat sekitar Gunung Merapi. Juga sebagai pusat energi panas bumi, dan hutan yang mengelilinginya sebagai cagar flora fauna sekaligus produsen O₂. Sementara itu di wilayah barat Jogjakarta, terdapat barisan bukit Menoreh yang banyak terdapat batu-batu hitam sedimen magma yang bergerak dari perut bumi pada jutaan atau milyaran tahun silam.
Di sepanjang bukit Menoreh ini sebenarnya banyak sekali fenomena unik bin ajaib sebagai cirikhas perbukitan di sana. Jika anda mencermati setiap puncak bukit, banyak terdapat batu-batu hitam andesit (sedimen magma) ukuran besar dengan garis tengah antara 2-7 meter, nangkring tepat di pucuk bukit. Kadang terasa ngeri membayangkan bagaimana jika batu itu mengelinding terjun ke kaki bukit. Tetapi faktanya kejadian seperti itu hampir tidak pernah terjadi, kecuali sewaktu ada gempa Jogjakarta tahun 2006 lalu yang membuat salah satu batu besar di puncak bukit kelurahan  Kalirejo, Kecamatan Kokap terjun dari puncak bukit menggelinding ke jalan di bawahnya. Tapi tidak sampai memakan korban.
GUNUNG KELIR
1335759493476Masih di wilayah barisan bukit Menoreh, dari Celapar Hargowilis ke arah utara terdapat bukit menjulang tinggi bernama Gunung Kelir. Disebut Gunung Kelir karena jika dilihat terutama dari wilayah tenggara, konfigurasi punggung bukit itu mirip pakeliran wayang. Yakni rangkaian wayang kulit yang ditata berjejer di depan layar. Gunung Kelir ini memiliki daya magis yang sangat kuat, energinya juga terasa besar sekali. Tidak mengherankan jika Gunung Kelir disakralkan oleh penduduk setempat. Bukan konon lagi, karena kami telah membuktikan sendiri, apa yang tadinya dianggap mitologi alias mitos atau gugon-tuhon ternyata merupakan fakta. Siapapun yang pergi ke Gunung Kelir kemudian melihat pelangi di atas Gunung Kelir itu, segeralah berdoa memohon sesuatu yang paling urgen dan darurat. Senantiasa harapan Anda akan terwujud. Atau munculnya pelangi dapat menjadi pertanda apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda selama ini akan terwujud. Dan cerita itu bukanlah mitologi atau dongeng ngoyoworo melainkan peristiwa faktual yang telah saya butikan sendiri. Di gunung Kelir kami menyaksikan sendiri memang terdapat banyak sekali harta karun yang tersimpan secara gaib. Tapi saya pribadi tidak berani lancang mencarinya, jika tanpa mendapatkan perintah langsung dari yang “punya”. Kecuali untuk memintakan orang lain siapa tahu mendapatkan keberuntungan di Gunung Kelir untuk mendapatkan harta karun sedapatnya. Itupun saya sarankan agar yang bersangkutan  memohon secara langsung di Gunung Kelir, siapa tahu diijinkan. Biasanya saya bekali jarum dan lidi untuk ditancapkan di gunung Kelir dengan posisi tertentu. Jika diijinkan maka yang bersangkutan akan mendapatkan wisik melalui mimpi. Jika tidak bermimpi itu berarti tidak mendapatkan ijin. Apalagi jika kedua benda itu hilang sebelum ditancapkan di lokasi. Itu artinya yang bersangkutan belum lulus dalam mengelola kebeningan hati dan ketulusan, atau ada faktor lain misalnya tidak percaya dan menganggap cara sederhana itu sebagai suatu kekonyolan belaka. Pasti yang bersangkutan akan dibuat heran sendiri dengan sirnanya kedua benda itu, sekalipun ia simpan rapat-rapat.
BERINGIN BESAR ITU KEMBALI BERDIRI
beringin roboh
Perhatikan Bekas Gergajiannya
Al kisah sebagaimana telah penulis utarakan di atas, peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 2011 lalu. Sempat diberitakan oleh media cetak dan elektronik nasional. Namun baru-baru ini kami sempat mensurvey dengan harapan mendapatkan jawaban akurat atas rasa penasaran dan tanda tanya besar. Oleh sebab apa pohon beringin besar itu bisa berdiri kembali setelah hampir sebulan roboh sampai menyentuh tanah. Kami sempat berbincang dengan Bapak S yang waktu itu bersama anak laki-lakinya mulai memotong batang pohon beringin yang telah tumbang selama kurang lebih 6 bulan. Saat akan mulai memotong bagian tengah, Pak S sudah agak curiga mendapati pohon beringin tumbang yang melintang jalan desa itu tampak bagian bawahnya menggantung setinggi -+ 60cm. Pak S meneruskan memotong akar-akar besar yang terhubung dengan bagian tengah batang beringin. Sementara itu anak laki-lakinya mulai memotong bagian tengah pohon beringin. Menjelang tengah hari, Pak S istirahat sambil wedangan tak jauh dari beringin tumbang. Saat menikmati wedang dan makanan tradisional, Pak S tiba-tiba melihat pohon beringin perlahan bergerak naik. Ia teriak supaya anaknya loncat dari atas bohon yang masih berbaring itu. Paak S hanya tertegun menyaksikan anaknya melompat dan jatuh terguling ke jalan. Gergaji ia lemparkan begitu saja. Hanya sekejap, pohon beringin itu telah berada dalam posisi tegak lurus vertikal. Gemparlah warga berduyun menyakikan keajaiban itu, sementara para wartawan media cetak dan elektronik berdatangan dari berbagai kota.
Tidak sulit menjangkau lokasi sendang dimaksud. Patokannya, dari waduk Sermo ambil arah ke dusun Celapar Kelurahan Hargowilis. Kondisi jalan aspal hotmix, setelah melewati dermaga waduk, terus lagi sekitar 100 meter ada jalan ke kanan menanjak terjal. Nanti akan ketemu SDN Celapar terus jalanan menurun cukup curam, 50 meter kemudian ada pertigaan ambil kanan. Dari pertigaan kurang lebih hanya 300 meter kondisi jalan sempit agak rusak dan berkelok menurun tajam. Pohon beringin berikut sendang akan tampak di lembah sebelah kiri jalan.
(Baju Batik) Saksi Hidup
Sesampai lokasi, lingkungan alam tampak sepi sekali, dan terkesan tidak terawat. Tak ada seorangpun menyambut kedatangan, melainkan para lelembut penunggu sendang dan pohon beringin bekas roboh, juga penunggu beberapa pohon gayam yang tampak berdiri kokoh di dekat sendang. Saat itu kami tidak melihat jenis lelembut lain selain bangsa genderuwo. Golongan mahluk halus dengan tinggi badan 3-5 meteran, dengan seluruh tubuh berbulu lebat. Warna bulu kehitaman, ada yang hitam keabu-abuan. Warna kulit wajah sedikit terang dibanding warna bulunya. Kuku panjang warna hitam legam, kulit jari agak berkerut-kerut. Bentuk wajah perpaduan antara singa dengan serigala. Warna mata di siang hari kehitaman mengkilap, jika malam hari kadang berwarna nyala merah redup. Saat ini tampak pula mereka sedang mengasuh anaknya. Namun induk semangnya (pasangan genderuwo) oleh masyarakat disebut wewe gombel, saat itu tidak tampak. Kemungkinan besar bangsa Genderuwo mempunyai kromosom yang hampir sama atau sejenis dengan bangsa manusia, terbukti genderuwo bisa menghamili bangsa manusia hingga melahirkan anak dan bisa hidup pula walau mempunyai karakter berbeda dibanding manusia pada umumnya.
Saat itu sempat terjadi perbincangan singkat dan sepatah dua patah kata. Pada intinya, mereka sendiri yang mendirikan kembali “rumah”nya yang roboh diterpa angin. Cukup ditarik oleh dua genderuwo, maka pohon beringin yang tinggal separoh itu lantas berdiri kembali. Alasannya, selain agar sendang keluar airnya lagi, juga anaknya paling suka bermain di pohon beringin itu. Sejenak kami kongkow-kongkow di sekitar sendang, dua di antara genderuwo yang ada sempat berujar “njauk udute” (minta rokoknya..!). Kami nyalakan dua batang rokok, karena mereka tak mau menghampiri, dus kita lempar saja ke arah mereka. Dan dua batang rokok yang sudah kami nyalakan itu dihabiskan sampai tinggal filternya. Kami kemudian bergegas melanjutkan perjalanan, di tengah jalan terdengar suara “arep bali po ? (mau pulang ya..?)
Apa sebab pohon beringin yang tumbang itu bisa berdiri lagi? Jawabnya sederhana sekali, seperti di atas. Tak perlu penjelasan rumit panjang lebar. Tak butuh penjabaran yang aneh-aneh dan tidak masuk akal. Karena genderuwo memang ada, dan memang mempunyai tenaga yang sangat besar. Jadi mudah saja membuat pohon beringin kembali berdiri seperti sedia kala. Jika pohon itu hanya ditinggali genderuwo dewasa, kiranya mereka enggan mendirikan lagi. Bangsa genderuwo seperti halnya bangsa manusia, sayang dan melindungi keluarga beserta anak-anaknya, hingga mereka mau bela-belain membuat pohon beringin berdiri lagi demi sang buah hatinya tercinta tetap bisa bermain. Apalagi perkembangbiakan bangsa genderuwo sangat lamban tidak seperti bangsa manusia yang bisa saja tiap tahun beranak.
HATI-HATI TERHADAP BANGSA GENDERUWO
Rumus hukum alam yang terjadi : setiap makhluk yang dapat berkembang biak, atau bisa beranak pinak, mereka akan mengalami kematian pula. Sebaliknya mahluk yang tidak beranak pinak maka tidak ada kematian pula padanya. Bangsa gendruwo tergolong mahluk yang bisa beranak pinak oleh sebab itu bisa pula mati. Hanya saja usia rata-rata genderuwo mencapai ratusan tahun, bahkan ada yang mencapai hingga ribuan tahun. Bangsa genderuwo juga bisa terbunuh oleh bangsa manusia yang mempunyai kemampuan jaya kawijayan yang memadai. Demikian pula sebaliknya. Genderuwo memiliki karakter “pribadi” yang berbeda-beda seperti halnya bangsa manusia, ada yang santun, lembut, ada pula yang kasar dan kurang sopan, bahkan ada pula yang kurang ajar suka meniduri wanita dari bangsa manusia dengan cara berkamuflase mirip seperti wajah suaminya. Lazimnya gendruwo melakukan hal itu pada saat si suami sedang berangkat pergi jauh atau keluar kota. Namun bagi para wanita jangan khawatir karena ada beberapa tips untuk menangkal ulah genderuwo yang jahil ingin meniduri.
Waspadai saat suami berpamitan untuk pergi misalnya ke luar kota tanpa membawa kendaraan apapun dari rumah. Namun sebentar kemudian, antara 30 menit hingga 1 jam, suami kembali pulang ke rumah dengan alasan urung pergi. Wujudnya nyaris sempurna mirip dengan suami, bedanya ia banyak diam, tak banyak cakap. Biasanya suami jadi-jadian itu sesegeranya minta dilayani istri untuk berhubungan intim. Apa bila terdapat tanda-tanda seperti itu pada suami Anda, pertama cermati dan waspadai segala macam keanehan di luar kebiasaan suaminya. Untuk membadarkan atau menggagalkan “ilmu” si genderuwo, sebaiknya segera buatkan air minum misalnya teh atau kopi, atau air putih dengan gelas atau cangkir. Suruh si suami mencuirgakan itu segera meminumnya. Jika si suami ternyata merupakan jadi-jadian dari bangsa genderuwo pasti ia tidak akan besedia untuk meminum minuman yang sudah Anda sodorkan. Jika mau menyeruput minum yang disajikan istri, maka penyamarannya akan gagal total. Alias kembali berubah ke wujud asli. Namun sebelum ketahuan wujud aslinya, biasanya suami jadi-jadian akan segera lenyap menghilang. Jangan pernah berfikir peristiwa seperti itu tidak akan terjadi di kota besar atau di zaman modern ini. Karena anggapan Anda seperti itu tidak selalu benar. Walau jika sampai terjadi hubungan intim dengan bangsa genderuwo, namun belum tentu mengakibatkan kehamilan, sehingga bisa saja kasus itu terjadi tanpa disadarinya. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi seyogyanya fakta ini diketahui untuk meningkatkan kewaspadaan para istri dan suaminya.
Selain tips di atas, cobalah tips berikut, ambilah empon-empon dlingo dan bengle. Keduanya cukup dipotong tipis. Ambil satu potongan untuk masing-masing bahan. Jika sempat, tumbuk keduanya lalu gunakan oleskan ke bagian mana saja dari tubuh suami yang mencurigakan tersebut. Atau bisa juga dioleskan ke telapak tangan Anda, lalu digunakan untuk berjabat tangan atau mengusap tubuh bagian mana saja si suami yang Anda curigai.
Namun perlu dicatat bahwa tidak semua bangsa genderuwo wataknya jahil, masih lebih banyak yang santun bahkan ada pula yang lebih santun dari bangsa manusia kebanyakan, dan tidak mau menjahili bangsa manusia selama mereka tidak benar-benar terganggu oleh ulah manusia. Perlu saya tegaskan agar tidak terjadi stigma bahwa bangsa genderuwo seperti halnya bangsa manusia, ada yang santun, ada juga yang suka iseng, bahkan tak jarang suka kurang ajar terhadap bangsa manusia, terlebih lagi bangsa manusia yang tidak ada rasa hormat dan welas asih kepada bangsa tak kasat mata.
MISTERI KALIBIRU
Tak jauh dari dusun Celapar, terdapat lokasi wisata Kalibiru, terletak di puncak bukit dengan ketinggian hanya sekitar 500-600 mdpl. Namun jika Anda berada di atas puncak Kalibiru Anda dapat melihat pemandangan yang begitu indah dan menawan. Di sisi Barat Laut tampak konfigurasi puncak Gunung Kelir yang tampak lebih tinggi dari posisi Anda berada di puncak Kalibiru. Jika Anda memandang ke arah selatan akan tampak waduk Sermo di mana Anda dapat berlayar dengan perahu wisata keliling waduk di antara kaki perbukitan Menoreh, di tengah waduk juga terdapat restoran apung yang menyediakan menu-menu ikan air tawar. Di puncak Kalibiru ini fasilitas infrastruktur sudah cukup memadai, toilet umum yang bersih, air yang bening, dan penginapan untuk keluarga maupun untuk rombongan dengan kapasitas 100 orang. Di puncak ini juga terdapat pendopo dengan halaman yang lumayan luas yang bisa disewa untuk suatu acara. Wilayah perbukitan kalibiru telah dibangun oleh Pemerintah setempat jalur wisata cycling dengan mountainbike, dan track khusus bagi yang gemar berpetualangan sambil berolahraga dengan sepeda motor jenis trail. Sehingga menjadikan lokasi ini sangat memadai untuk acara keakraban, rendezvous, outbond bagi mahasiswa maupun staff kantor atau keluarga. Apalagi pengelola wisata Kalibiru telah menyediakan bus ukuran ¾ (kapasitas 20-30 orang) yang siap menjemput rombongan dari kota Jogja maupun wilayah yang berada di sekitarnya seperti Purworejo, Magelang, Klaten, Solo. Untuk menjemput rombongan dari Jogja ke Kalibiru, tidaklah mahal Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp.500.000-an saja.
Ada yang unik dengan Kalibiru. Beberapa kali ada kejadian, ada pengunjung yang kesurupan. Dibacakan doa apapun biasanya tidak sembuh. Rahasianya cukup sederhana saja, bawa orang yang kesurupan keluar dari wilayah tersebut, nanti akan sembuh dengan sendirinya. Namun Anda tak perlu khawatir mengalami hal itu, asal Anda tetap menjaga sikap santun, dalam arti tidak perlu mentang-mentang merasa ampuh bisa melakukan apa saja, atau tidak percaya samasekali dengan hal-hal demikian. Saat kami berada di lokasi, sangatlah mafhum karena Kalibiru merupakan hutan belantara yang berfungsi sekaligus sebagai hutan lindung. Lebih dari itu, seperti telah saya utarakan di atas, wilayah pegunungan Menoreh menyimpan banyak misteri, di Kalibiru banyak terdapat pula batu-batu hitam besar yang nangkring di puncak bukit. Sejauh yang dapat kami amati, wilayah Kalibiru juga banyak sekali penghuni dari bangsa halus ; bangsa demit, siluman, dan kebanyakan dari bangsa genderuwo. Kejadian kesurupan merupakan salah satu bentuk interaksi antara bangsa halus dengan bangsa manusia. oleh karena itu justru bagi jiwa-jiwa petualang hal itu malah lebih mengasikkan tentunya. Kesadaran spiritual kita akan lebih terbuka, wawasan spiritual kita akan semakin bertambah luas, dan diri kita akan menjadi individu yang bijaksana dalam memahami kompleksitas jagad raya dengan segala macam isinya. Kami sendiri membuktikan, jika kita berusaha untuk menjaga sikap santun, bersahabat atau tidak merasa memusuhi para titah alus, menghargai dan tidak merusak lingkungan alam, para titah halus itu justru akan menyambut kita dengan sikap yang sangat baik. Bahkan jika Anda akan mendapati celaka di wilayah itu, para titah halus itu akan serta-merta membantu Anda.
TANGGAP TAYUH (Seni Taledek)
IMG_20120615_154741Warga masyarakat dusun Sumber Rejo di sekitar sendang sudah puluhan tahun terbiasa dengan tradisi menanggap seni tradisional Tayub yang digelar di areal samping sendang. Adat tanggapan tayub dilaksanakan setiap bulan Rejeb dilakukan setiap dua tahun sekali. Uniknya, grup tayub harus yang berasal dari Kecamatan Nglipar Kab Gunung Kidul. Pernah suatu ketika masyarakat Sumber Rejo menggagas ide untuk mengadakan tradisi Sapar-an (bulan Sapar) dengan menanggap seni tayub dari daerah setempat. Tidak hanya itu, kemudian masyarakat punya ide untuk mengganti sekalian tradisi menanggap tayub tiap bulan Rejeb dengan pagelaran wayang kulit dan kesenian reog. Sementara itu pentas seni tayub yang semula grup selalu berasal dari Nglipar GK diganti grup kesenian tayub dari desa Hargowilis Kec Kokap Kab Kulonprogo. Beberapa tahun gagasan baru itu dilaksanakan. Tetapi kemudian terjadi kejanggalan karena selama itu pula sendang menjadi kering tak berair sama sekali. Hingga kemudian terjadi peristiwa ada seorang warga kesurupan seorang putri bernama Nyai Ambal Sari minta supaya adat dikembalikan dan dilaksanakan pada akhir bulan Arwah seperti sediakala. Pemangku adat Noto Susilo desa Sumber Rejo kemudian mengembalikan tradisi dan jadwal seperti sedia kala. Semenjak sendang kembali dipenuhi air lagi. Setelah kami lihat langsung ke lokasi, di sana memang ada yang menjaga sendang bernama Nyai Ambal Sari, Nyai Sumber Rejo, dan Raden Bagus Jali. Leluhur-leluhur tersebut dulu kala berasal dari wilayah Keraton Mataram.
Ada beberapa pantangan bagi masyarakat desa Sumber Rejo. Masyarakat boleh memanfaatkan air sendang untuk kebutuhan hidup maupun untuk mencuci pakaian. Namun masyarakat dilarang menggunakan deterjen atau sabun, karena akan mencemari air sendang. Bagi yang melanggar pantangan, akibatnya cukup serius. Maka warga desa tetap patuh dan santun menjaga air sendang. Mereka memahami bahwa satu sumber mata air itu digunakan oleh seluruh mahluk. Binatang, tumbuhan, lelembut dan bangsa manusia sama-sama membutuhkan sumber air tersebut. Namun yang paling tegas menjaga sumber air tersebut pada kenyataannya adalah bangsa lelembut. Tidak akan memberikan toleransi bagi perusak sumber air tersebut. Sementara itu bangsa binatang dan tumbuhan sangatlah patuh dan tidak akan pernah merusak sumber air tersebut. Ironisnya, bangsa manusialah yang paling potensial melakukan perusakan. Hanya saja bodohnya manusia sendiri, malah menganggap mahluk halus yang menjaga kelangsungan sumber air dengan sikap tegas menindak siapa yang merusak, malah dianggap sebagai tindakan agar mahluk halus disembah-sembah manusia. Di dalam hatinya penuh prasangka buruk. Harusnya manusia terimakasih kepada mahluk halaus yang menjaga kelangsungan sumber air sehingga bangsa manusia tetap bisa memanfaatkan airnya selama ratusan tahun. Jangankan memberikan sesuatu kepada mahluk halus, mengucapkan terimakasih saja enggan. Malah bersikap sombong merasa diri sebagai mahluk paling sempurna yang harus ditakuti oleh bangsa lelembut dan mahluk-mahluk lainnya. Itulah kecongkakan bangsa manusia yang masih rendah kesadaran spiritualnya. Berlagak preman kampung.
Apa sih beratnya, jika si penjaga yang telah sangat berjasa untuk seluruh mahluk hidup itu kalau hanya minta didatangkan grup seni tayub ? Itupun hanya berlangsung tiap 2 tahun sekali. Seberapa besar pengorbanan bangsa manusia dan seberapa besar kesulitannya hanya untuk menanggap seni tradisional yang murah meriah itu? Itupun tak sebanding dengan berkah dari adanya sumber air yang tak pernah surut sekalipun digunakan oleh warga masyarakat Sumber Rejo.
Salam Asah Asih Asuh
16.32 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...