GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

KENANGAN DAN MASA DULU: Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenang sebuah hiburan tontonan, yang disebut dengan Bioskop

Written By Situs Baginda Ery (New) on Minggu, 04 Agustus 2013 | 14.14

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeJXtB0hVNvK_WRZKVfwUSMobZiEKMb3mT58LvD4l8a-t-Ud0gX5a9VGcjpyHf-4RaBBqXTeH27OejfA8yNoI4xXu9V5AFttmCKRJ7FkDkVnQ5ncXUAue28sGHlsndwU3jMSZcGu1EfAk/s400/Bioskop+1977.jpg
Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenang sebuah hiburan tontonan, yang disebut dengan Bioskop. Kata ayah saya, dulu setiap kota mempunyai gedung bioskop. Seperti di Yogya misalnya ada bioskop Permata Theatre, Senopati Theatre, Widya Theatre, Palace Theatre, Mataram Theatre, Soboharsono Theatre dan lain-lain. Saya belum pernah nonton di bioskop yang saya sebutkan tadi. Masakecildulu, saya sudah menikmati bioskop milik 21.
Bagaimana bioskop masuk ke Indonesia? Gubernur Jenderal Daendels yang membangun jalan raya pos dari Anyer-Panarukan telah membuat kemajuan di beberapa sektor seperti jalur kereta api, hingga meningkatnya urbanisasi yang memunculkan moralitas baru bagi masyarakatnya. Di masa itu juga beberapa sekolah dibangun dan penerbitan buku dalam bahasa Melayu..
Bioskop pertama hadir di Tanah Abang Jakarta pada Desember 1900. Gedung bioskop ini adalah rumah seorang kaya Belanda yang dilengkapi dengan susunan kursi penonton. Tiket yang dijual sangat mahal, sehingga penontonnya hanya orang Belanda. Sebelum muncul bioskop pertama di Indonesia, sekitar 2-3 tahun sebelumnya di Jakarta ada seorang Belanda dan seorang Perancis yang mulai membuat gambar hidup, berupa rangkaian foto yang disusun, yang biasanya diputar di taman Monas,  depan stasiun atau pasar.
Di masa jaya perfilman Indonesia dulu, hampir setiap bioskop memutar film-film produksi Indonesia, sehingga memunculkan bintang film terkenal seperti Robby Sugara, Rima Melati, Soekarno M. Noor, Meriem Bellina, dan sebagainya.
Tahun 1990-an, bermunculan stasiun televisi nasional yang menyaingi keberadaan TVRI pelan-pelan membuat bioskop ditinggalkan penontonnya. Apalagi sejak munculnya teknologi VCD, pelan tapi pasti bioskop mulai bangkrut ditambah lagi dengan matinya perfilman nasional.
Kini, bioskop muncul kembali dengan teknologi sangat canggih. Volume penonton dibuat lebih sedikit dengan ruangan yang sangat nyaman. Tentu saja dengan tiket yang berharga mahal.
Apakah di kota Anda masih ada gedung bioskopnya?
by: http://masakecildulu.wordpress.com/2009/10/08/bioskop-di-masa-lalu/#more-189

0 komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...