GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Semangat Jepang: Sebuah Etos Yang Luar Biasa

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 29 Maret 2011 | 19.30

Setiap dari kita pasti tahu bagaimana orang Jepang menjalani aktivitas di dunia kerjanya. Sangat sibuk, super sibuk bahkan terkesan workaholik. Bagaimana tidak? Kata zangyou (dalam bahasa Indonesia = lembur) tidak asing lagi bagi mereka. Sepertinya lembur sudah menjadi rutinitas mutlak kaum pekerja kantor di Jepang. Beberapa kaum muda di Jepang lebih suka menghabiskan waktu untuk bekerja, meniti karir mereka atau bahkan dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Di Jepang memang dikenal dengan biaya hidup yang mencekik, khususnya di ibu kota Negara, Tokyo.
Selain tuntutan ekonomi yang disebut di atas, ada beberapa hal yang bisa diruntut ke belakang, kenapa orang Jepang pada umumnya sangat bersemangat dalam dunia kerja atau dengan kata lain beretos kerja tinggi.
Dilihat dari topografi negara Jepang sendiri. Negara Jepang sebagai Negara kepulauan dengan keadaan alam yang bisa dikatakan lebih banyak perbukitan daripada dataran rendah, sehingga dalam hal ini mengharuskan orang Jepang pada jaman dahulu untuk memiliki energi ekstra jika ingin berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Belum lagi deretan gunung yang masih aktif yang setiap saat bisa saja bangun dari “tidur pulas” nya dan menimbulkan berbagai macam bencana seperti gempa vulkanik, muntahan lahar dll.
Negara Jepang juga sering sekali dilanda bencana gempa tektonis, dan gelombang tsunami (jadi sebenarnya kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya gelombang laut yang besar/tinggi). Dengan rentetan kejadian alam seperti ini dan keadaan alam yang berbukit-bukit menyebabkan orang Jepang merasa bahwa alam Jepang tidak memanjakannya. Dan orang Jepang berfikir, mereka harus bisa bertahan hidup selaras dengan alam dan menemukan terobosan-terobosan hidup untuk tetap survive hidup di alam Jepang.
Dahulu kala, rumah orang Jepang terbuat dari kayu (bambu) sering rusak akibat seringnya terjadi bencana alam dan mereka membangun dan membangunnya lagi. Dengan berkali-kali terjadi kerusakan ini. Orang Jepang menjadi terbiasa untuk membangun dan terampil dalam menemukan inovasi-inovasi. Dewasa ini, fondasi rumah tahan gempa dikembangkan untuk meminimalkan kerusakan akan bencana gempa yang terjadi sewaktu-waktu.
Filosofi tentang pentingnya kerjasama tim yang solid berakar sejak jaman dahulu dalam hal. Kekuatan teknik orang Jepang didasarkan pada tradisi masyarakat penanam padi akan perlunya memperhatikan secara terus-menerus setiap rincian dan kerjasama tim. Sebuah contoh: di sebuah desa pertanian terdapat 100 kepala keluarga. Kalau satu keluarga petani tersebut membiarkan hama di sawahnya, maka hama tersebut akan berkembang dan pindah ke sawah yang lainnya dan dipastikan 99 kepala keluarga petani tidak bisa memanen hasil bumi mereka dengan maksimal. Dari contoh kasus ini, menunjukkan mengapa petani Jepang cenderung untuk menyingkirkan sifat yang tidak cocok, dengan rencana bersama yang lebih menguntungkan.
Semangat etos kerja orang Jepang yang mengarah pada semangat pengabdian pada lembaga yang menaunginya ataupun perusahaan tempat ia bekerja juga tercermin pada nilai-nilai prinsip bushido para samurai pada masa lalu yang telah menjelma menjadi semangat baru sesuai dengan perkembangan jaman di Jepang.
Orang Jepang dikenal sangat meghargai waktu. Bagi mereka time is money and time is life. Contoh kecil, lihat saja, seperti pada jadwal keberangkatan bis ataupun kereta listrik sangat jarang sekali terjadi keterlambatan, kalaupun terjadi keterlambatan itu hanya seperti sekian menit, sangat bisa ditolelir. Dan keterlambatan seperti itu benar-benar karena alasan teknis yang bisa diterima dan juga bukan menjadi kebisaaan umum.
Patokan waktu yang dipakai pada jadwal kaberangkatan kereta atau bis berpatokan pada jam yang kita punyai lho! Tapi kita harus mengeset ulang jam tangan kita sesuai dengan jam yang ada di stasiun atau terminal tersebut. Hmmm… jadi, dipastikan harus on time atau harus melewatkannya begitu saja karena ketidak-on time-annya kita.
Pola kerja seperti ini bukan tidak mungkin diterapkan perusahaan Jepang di seluruh dunia, seperti halnya Indonesia. Apa kalian-kalian (yang bekerja di bawah naungan bendera Hinomaru_bendera Jepang) merasakan adanya pola kerja seperti itu? Santaikah kalian di dunia kerja seperti itu? Atau sebaliknya? Curhat di bawah ini ya! Douzo_silahkan!

0 komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...