ARTIKEL PILIHAN
Tentang Bunuh Diri: Apa Bunuh Diri Itu Juga Takdir Allah ?
Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 24 September 2013 | 20.16
by: http://www3.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-bunuh-diri-itu-juga-takdir-allah.htm#.UkGBhVN_TBU
Assalamualaikum ustadz,
Pa Ustadz yang dirahmati Alloh, mohon penjelasan beberapa pertanyaan berikut ini ;
1- Apakah makna Takdir dan Nasib sama?
2- Apakah bunuh diri, meninggal dalam kecelakaan, dan meninggal saat Jihad termasuk kedalam Takdir Alloh swt ??
Demikian beberapa pertanyaan saya mohon pa ustadz memberi penjelasan berikut dengan Dalil dan Nash Ql-Qur’an dan Sunnah, terima kasih
Wasalam
Waalikumussalam Wr Wb
Takdir dan Nasib
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib diartikan dengan sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; misalnya, nasib membawanya terhempas di Jakarta. Nasib baik (nasib mujur) adalah keberuntungan, misalnya ; ia selalu memperoleh nasib baik di usahanya. Nasib buruk adalah kemalangan, misalnya; nasib buruk telah menimpa keluarganya.
Kata nasib sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti al hazzhu min kulli syai’in (bagian dari segala sesuatu) bentuk pluralnya adalah anshiba dan anshibah. Dari aspek majaz : jika disebutkan lii nashiibun minhu artinya kami mempunyai bagian tertentu pada asalnya. An nashib juga bermakna al haudhu yaitu bagian dari daerah tertentu di bumi sebagaimana disebutkan al Jauhari. (Lisanul Arab juz I hal 974, Maktabah Syamilah)

Dari kedua makna tersebut, nasib bisa diartikan dengan bagian yang diterima seseorang, baik itu berupa kesenangan maupun kesusahan, keuntungan maupun kerugian, kebaikan maupun keburukan.
Sedangkan takdir berasal dari kata al qodr yang menurut syariat adalah bahwasanya Allah swt mengetahui ukuran-ukuran dan waktu-waktunya sejak azali kemudian Dia swt mewujudkannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya sesuai dengan ilmu-Nya. Dan Dia swt juga menetapkannya di Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannnya, sebagaimana disebutkan didalam hadits, ”Yang pertama kali diciptakan Allah adalah pena. Dia swt mengatakan kepadanya, ’Tulislah.’ Pena itu mengatakan, ’Apa yang aku tulis?’ Dia swt mengatakan, ’Tulislah segala sesuatu yang akan terjadi.” (Syarhul aqidah al wasathiyah juz I hal 32, Maktabah Syamilah)
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam ini—tidak hanya pada manusia—baik pada mahkluk hidup maupun benda mati, yang bergerak maupun yang diam, yang kecil maupun yang besar, yang ghaib maupun yang nyata kecuali sudah ditetapkan dan dituliskan oleh Allah swt di Lauh Mahfuzh.
Tidak satu pun daun yang rontok dari dahannya, semut yang mati di atas batu hitam, benda langit yang hilang, kerikil yang berpindah tempatnya, jumlah bayi yang terlahir dan meninggal setiap detiknya kecuali itu semua berada dalam ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt.
Adapun takdir yang terkait dengan kehidupan manusia sebagaimana disebutkan didalam sabda Rasulullah saw,”..kemudian dia bertanya lagi, ’Beritahukan kepadaku tentang Iman.’ Nabi saw menjawab, ’Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan buruk.” (HR. Muslim)
Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi pada manusia baik perbuatan maupun perkataannya, kesenangan maupun kesusahannya, sehat maupun sakitnya, rezeki maupun musibahnya, pahala maupun dosanya, hidup maupun matinya, yang seluruhnya adalah bagian dari kehidupannya kecuali sudah diketahui dan ditetapkan Allah swt serta sesuai dengan kehendak dan ciptaan-Nya.
Firman Allah swt,
Dari definisi tentang nasib dan takdir diatas, maka bisa disimpulkan bahwa nasib pada umumnya digunakan untuk bagian yang diterima manusia baik berupa kebaikan atau keburukan, kesenangan atau kesusahan. Sedangkan takdir tidak hanya mencakup hal-hal yang terjadi pada manusia namun ia juga yang terjadi pada seluruh makhluk lainnya di alam ini sejak zaman azali dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh. Sehingga nasib adalah bagian dari takdir.
Apakah Bunuh Diri, Kecelakaan Takdir Allah Swt
Sebagaimana disebutkan diatas tentang definisi dari takdir yang mencakup ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt. Maka segala perbuatan dan perkataan manusia tidaklah lepas dari keempat hal tersebut.
Namun jangan kemudian diartikan bahwa ketika seseorang memukul orang lain, gagal dalam ujian, menjadi penjahat, berbuat maksiat atau bunuh diri kemudian dengan mudah mengatakan bahwa itu semua adalah takdir Allah swt atas dirinya. Ini tidaklah betul berdasarkan dalil-dalil berikut :
1. Allah swt berfirman,
Makna al hidayah didalam Al Qur’an mengandung pengertian ad dalalah (menunjukan) dan al i’anah (pertolongan). Ad dalalah (menunjukan) ini adalah bagi semua orang baik mukmin maupun kafir karena Allah swt menunjukkan semua orang dengan manhaj-Nya, mengutus Rasul-Nya yang membawa kitab-Nya namun karena kecongkakan dan kesombongannya maka mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, sebagaimana firman-Nya,
Sedangkan al ‘ianah (pertolongan) dan dorongan untuk melakukan kebaikan adalah khusus buat orang yang beriman kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya dan menjalankan isi kitab-Nya maka mereka mendapatkan petunjuk dari-Nya,
2. Kehendak (masyi’ah) Allah didalam menunjukkan atau menyesatkan seseorang adalah muthlaq, tidak dipertanyakan apa yang Dia swt perbuat. Namun Allah juga bersifat Adil, maka tidak mungkin Allah menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya, firman-Nya,
3. Allah swt mengetahui bahwa hamba-hamba-Nya akan memilih dan melakukan sesuatu dan ketika Dia swt menulis di Lauh Mahfuzh apa yang akan dipilih dan dilakukannya, maka Allah dalam menulis ini, hanya berdasarkan kepada ilmu-Nya yang meliputi dan menyeluruh. Ilmu Allah tidak pernah berubah. Ilmu Allah hanya mempunyai sifat inkisyaf (menyingkap) terhadap sesuatu yang telah lalu, saat ini dan akan datang. Ilmu Allah tidak memiliki sifat ijbar (memaksa) dan ta’tsir (mempengaruhi) sebagaimana halnya kemampuan dan kehendak-Nya. Jadi Allah mengetahui secara azali tentang hamba-Nya, bahwa ia akan memilih jalan kekufuran dan akan mati dalam kekufuran, tetapi ilmu Allah hanya memiliki sifat inkisyaf tidak memiliki sifat ijbar dan ta’tsir.
4. Setiap orang yang bertakwa maupun tidak bertakwa mempunyai kemampuan ikhtiar dan kebebasan ikhtiar. Allah swt memberikan mereka akal untuk bisa membedakan mana yang baik maupun buruk bagi dirinya. Kemudian manusia pun diberikan kebebasan berikhtiar manakah jalan yang dipilihnya; jalan yang baik atau yang buruk, ketaatan atau kemaksiatan dan apabila ini telah terwujud maka berarti telah berlaku tuntutan pertanggung-jawaban atau dasar diberlakukannya pembalasan dengan pahala atau siksa.
Diantara bukti kebebasan ikhtiar ini adalah perasaan ingin bebas melaksanakan shalat atau meninggalkannya, membayar zakat atau tidak. Firman Allah swt,
Manusia tidak akan berdosa atau dihisab bahkan tidak akan disiksa terhadap sesuatu yang dia tidak memiliki pilihan didalamnya, seperti lupa, dipaksa atau keadaan darurat, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah swt telah membebaskan umatku karena keliru, lupa dan mereka yang dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi) (Disarikan dari buku Jawaban Tuntas Masalah Taqdir, DR. Abdullah Nashih ‘Ulwan)
Jadi ketika seorang bunuh diri, meninggal karena suatu kecelakaan atau jihad di jalan Allah maka segala yang tekait dengan perbuatannya itu sudah diketahui Allah swt dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh namun pengetahuan Allah swt ini hanya bersifat inkisyaf (menyingkap) dan ilmu-Nya tidaklah bersifat ijbari (memaksa) dan tatsir (mempengaruhi).
Bukti dari keadilan Allah kepadanya adalah dengan diberikannya akal untuk mampu mempertimbangkan segala efek dari bunuh dirinya itu atau berjihad dijalan Allah baik dari sudut pandang agama maupun yang lainnya. Setelah itu ia diberikan kebebasan menentukan pilihannya apakah dia meneruskan niatnya dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri, menyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun padahal kondisi tidaklah memaksa mujahid itu untuk melakukannya ataukah dia mengurungkan niatnya tersebut, bersabar dan mencari solusi yang diridhoi Allah swt.
Apabila dia mengambil pilihan untuk menusukan pisau ke perutnya sendiri, meyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun sehingga dia meninggal dunia dan ketika perbuatan itu terjadi maka ia bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.
Dan terhadap sesuatu yang dimana manusia tidak memiliki pilihan atasnya maka dia tidaklah berdosa, seperti ketika seseorang yang tengah mengendarai sebuah mobil secara wajar di sebuah dataran tinggi namun secara tiba-tiba jalan yang dilaluinya longsor dan ia pun terhempas ke jurang dan meninggal dunia.
Kalaulah masih ada yang mengatakan bahwa bunuh diri dengan pisau atau mati dengan cara menyerang pasukan musuh sendirian adalah takdir Allah semata maka bagaimana pendapatnya jika datang seseorang mendekatinya dan menampar pipinya kemudian orang yang menampar itu dengan mudah mengatakan kepadanya,”maaf itu semua adalah takdir Allah.” maka apakah ia akan menerimanya?!!
Atau bagaimana pendapatnya jika orang itu diminta untuk setiap harinya menetap di rumah saja, menutup pintu, tidak usah bekerja dan berusaha hanya menanti rezeki yang datang ke rumah maka bisakah anak istrinya kenyang, terpenuhi kebutuhan sandang pangannya?!!
Atau seandainya dia seorang pemuda dewasa yang belum memiliki keahlian kerja sama sekali sementara dia butuh pekerjaan maka apakah dia akan berpangku tangan, berdiam diri dan tidak berusaha keras menajamkan keahliannya sampai pekerjaan yang diinginkannya datang menjemputnya?!!
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo, Lc-
Assalamualaikum ustadz,
Pa Ustadz yang dirahmati Alloh, mohon penjelasan beberapa pertanyaan berikut ini ;
1- Apakah makna Takdir dan Nasib sama?
2- Apakah bunuh diri, meninggal dalam kecelakaan, dan meninggal saat Jihad termasuk kedalam Takdir Alloh swt ??
Demikian beberapa pertanyaan saya mohon pa ustadz memberi penjelasan berikut dengan Dalil dan Nash Ql-Qur’an dan Sunnah, terima kasih
Wasalam
Waalikumussalam Wr Wb
Takdir dan Nasib
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib diartikan dengan sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; misalnya, nasib membawanya terhempas di Jakarta. Nasib baik (nasib mujur) adalah keberuntungan, misalnya ; ia selalu memperoleh nasib baik di usahanya. Nasib buruk adalah kemalangan, misalnya; nasib buruk telah menimpa keluarganya.
Kata nasib sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti al hazzhu min kulli syai’in (bagian dari segala sesuatu) bentuk pluralnya adalah anshiba dan anshibah. Dari aspek majaz : jika disebutkan lii nashiibun minhu artinya kami mempunyai bagian tertentu pada asalnya. An nashib juga bermakna al haudhu yaitu bagian dari daerah tertentu di bumi sebagaimana disebutkan al Jauhari. (Lisanul Arab juz I hal 974, Maktabah Syamilah)
Dari kedua makna tersebut, nasib bisa diartikan dengan bagian yang diterima seseorang, baik itu berupa kesenangan maupun kesusahan, keuntungan maupun kerugian, kebaikan maupun keburukan.
Sedangkan takdir berasal dari kata al qodr yang menurut syariat adalah bahwasanya Allah swt mengetahui ukuran-ukuran dan waktu-waktunya sejak azali kemudian Dia swt mewujudkannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya sesuai dengan ilmu-Nya. Dan Dia swt juga menetapkannya di Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannnya, sebagaimana disebutkan didalam hadits, ”Yang pertama kali diciptakan Allah adalah pena. Dia swt mengatakan kepadanya, ’Tulislah.’ Pena itu mengatakan, ’Apa yang aku tulis?’ Dia swt mengatakan, ’Tulislah segala sesuatu yang akan terjadi.” (Syarhul aqidah al wasathiyah juz I hal 32, Maktabah Syamilah)
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam ini—tidak hanya pada manusia—baik pada mahkluk hidup maupun benda mati, yang bergerak maupun yang diam, yang kecil maupun yang besar, yang ghaib maupun yang nyata kecuali sudah ditetapkan dan dituliskan oleh Allah swt di Lauh Mahfuzh.
Tidak satu pun daun yang rontok dari dahannya, semut yang mati di atas batu hitam, benda langit yang hilang, kerikil yang berpindah tempatnya, jumlah bayi yang terlahir dan meninggal setiap detiknya kecuali itu semua berada dalam ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt.
Adapun takdir yang terkait dengan kehidupan manusia sebagaimana disebutkan didalam sabda Rasulullah saw,”..kemudian dia bertanya lagi, ’Beritahukan kepadaku tentang Iman.’ Nabi saw menjawab, ’Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan buruk.” (HR. Muslim)
Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi pada manusia baik perbuatan maupun perkataannya, kesenangan maupun kesusahannya, sehat maupun sakitnya, rezeki maupun musibahnya, pahala maupun dosanya, hidup maupun matinya, yang seluruhnya adalah bagian dari kehidupannya kecuali sudah diketahui dan ditetapkan Allah swt serta sesuai dengan kehendak dan ciptaan-Nya.
Firman Allah swt,
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي
أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ
عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾
”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula)
pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul
Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah. (QS. Al Hadid : 22)Dari definisi tentang nasib dan takdir diatas, maka bisa disimpulkan bahwa nasib pada umumnya digunakan untuk bagian yang diterima manusia baik berupa kebaikan atau keburukan, kesenangan atau kesusahan. Sedangkan takdir tidak hanya mencakup hal-hal yang terjadi pada manusia namun ia juga yang terjadi pada seluruh makhluk lainnya di alam ini sejak zaman azali dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh. Sehingga nasib adalah bagian dari takdir.
Apakah Bunuh Diri, Kecelakaan Takdir Allah Swt
Sebagaimana disebutkan diatas tentang definisi dari takdir yang mencakup ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt. Maka segala perbuatan dan perkataan manusia tidaklah lepas dari keempat hal tersebut.
Namun jangan kemudian diartikan bahwa ketika seseorang memukul orang lain, gagal dalam ujian, menjadi penjahat, berbuat maksiat atau bunuh diri kemudian dengan mudah mengatakan bahwa itu semua adalah takdir Allah swt atas dirinya. Ini tidaklah betul berdasarkan dalil-dalil berikut :
1. Allah swt berfirman,
وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلكِن
يُضِلُّ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ ﴿٩٣﴾
”Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu
umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan
memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya
kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An Nahl : 93)Makna al hidayah didalam Al Qur’an mengandung pengertian ad dalalah (menunjukan) dan al i’anah (pertolongan). Ad dalalah (menunjukan) ini adalah bagi semua orang baik mukmin maupun kafir karena Allah swt menunjukkan semua orang dengan manhaj-Nya, mengutus Rasul-Nya yang membawa kitab-Nya namun karena kecongkakan dan kesombongannya maka mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, sebagaimana firman-Nya,
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى
عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا
كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿١٧﴾
”Dan Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah Kami beri petunjuk
tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, Maka
mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah
mereka kerjakan.” (QS. Fushilat : 17}Sedangkan al ‘ianah (pertolongan) dan dorongan untuk melakukan kebaikan adalah khusus buat orang yang beriman kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya dan menjalankan isi kitab-Nya maka mereka mendapatkan petunjuk dari-Nya,
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْواهُمْ ﴿١٧﴾
”Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan Balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad : 17)2. Kehendak (masyi’ah) Allah didalam menunjukkan atau menyesatkan seseorang adalah muthlaq, tidak dipertanyakan apa yang Dia swt perbuat. Namun Allah juga bersifat Adil, maka tidak mungkin Allah menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya, firman-Nya,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاء فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ ﴿٤٦﴾
”Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya)
untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka
(dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu
Menganiaya hamba-hambaNya.” (QS. Fushilat : 46)3. Allah swt mengetahui bahwa hamba-hamba-Nya akan memilih dan melakukan sesuatu dan ketika Dia swt menulis di Lauh Mahfuzh apa yang akan dipilih dan dilakukannya, maka Allah dalam menulis ini, hanya berdasarkan kepada ilmu-Nya yang meliputi dan menyeluruh. Ilmu Allah tidak pernah berubah. Ilmu Allah hanya mempunyai sifat inkisyaf (menyingkap) terhadap sesuatu yang telah lalu, saat ini dan akan datang. Ilmu Allah tidak memiliki sifat ijbar (memaksa) dan ta’tsir (mempengaruhi) sebagaimana halnya kemampuan dan kehendak-Nya. Jadi Allah mengetahui secara azali tentang hamba-Nya, bahwa ia akan memilih jalan kekufuran dan akan mati dalam kekufuran, tetapi ilmu Allah hanya memiliki sifat inkisyaf tidak memiliki sifat ijbar dan ta’tsir.
4. Setiap orang yang bertakwa maupun tidak bertakwa mempunyai kemampuan ikhtiar dan kebebasan ikhtiar. Allah swt memberikan mereka akal untuk bisa membedakan mana yang baik maupun buruk bagi dirinya. Kemudian manusia pun diberikan kebebasan berikhtiar manakah jalan yang dipilihnya; jalan yang baik atau yang buruk, ketaatan atau kemaksiatan dan apabila ini telah terwujud maka berarti telah berlaku tuntutan pertanggung-jawaban atau dasar diberlakukannya pembalasan dengan pahala atau siksa.
Diantara bukti kebebasan ikhtiar ini adalah perasaan ingin bebas melaksanakan shalat atau meninggalkannya, membayar zakat atau tidak. Firman Allah swt,
فَأَمَّا مَن طَغَى ﴿٣٧﴾ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٣٨﴾
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٣٩﴾ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ
رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ
الْمَأْوَى ﴿٤١﴾
”Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan
kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). dan
Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri
dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat
tinggal(nya).” (QS. An Nazi’aat : 37 – 41)Manusia tidak akan berdosa atau dihisab bahkan tidak akan disiksa terhadap sesuatu yang dia tidak memiliki pilihan didalamnya, seperti lupa, dipaksa atau keadaan darurat, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah swt telah membebaskan umatku karena keliru, lupa dan mereka yang dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi) (Disarikan dari buku Jawaban Tuntas Masalah Taqdir, DR. Abdullah Nashih ‘Ulwan)
Jadi ketika seorang bunuh diri, meninggal karena suatu kecelakaan atau jihad di jalan Allah maka segala yang tekait dengan perbuatannya itu sudah diketahui Allah swt dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh namun pengetahuan Allah swt ini hanya bersifat inkisyaf (menyingkap) dan ilmu-Nya tidaklah bersifat ijbari (memaksa) dan tatsir (mempengaruhi).
Bukti dari keadilan Allah kepadanya adalah dengan diberikannya akal untuk mampu mempertimbangkan segala efek dari bunuh dirinya itu atau berjihad dijalan Allah baik dari sudut pandang agama maupun yang lainnya. Setelah itu ia diberikan kebebasan menentukan pilihannya apakah dia meneruskan niatnya dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri, menyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun padahal kondisi tidaklah memaksa mujahid itu untuk melakukannya ataukah dia mengurungkan niatnya tersebut, bersabar dan mencari solusi yang diridhoi Allah swt.
Apabila dia mengambil pilihan untuk menusukan pisau ke perutnya sendiri, meyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun sehingga dia meninggal dunia dan ketika perbuatan itu terjadi maka ia bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.
Dan terhadap sesuatu yang dimana manusia tidak memiliki pilihan atasnya maka dia tidaklah berdosa, seperti ketika seseorang yang tengah mengendarai sebuah mobil secara wajar di sebuah dataran tinggi namun secara tiba-tiba jalan yang dilaluinya longsor dan ia pun terhempas ke jurang dan meninggal dunia.
Kalaulah masih ada yang mengatakan bahwa bunuh diri dengan pisau atau mati dengan cara menyerang pasukan musuh sendirian adalah takdir Allah semata maka bagaimana pendapatnya jika datang seseorang mendekatinya dan menampar pipinya kemudian orang yang menampar itu dengan mudah mengatakan kepadanya,”maaf itu semua adalah takdir Allah.” maka apakah ia akan menerimanya?!!
Atau bagaimana pendapatnya jika orang itu diminta untuk setiap harinya menetap di rumah saja, menutup pintu, tidak usah bekerja dan berusaha hanya menanti rezeki yang datang ke rumah maka bisakah anak istrinya kenyang, terpenuhi kebutuhan sandang pangannya?!!
Atau seandainya dia seorang pemuda dewasa yang belum memiliki keahlian kerja sama sekali sementara dia butuh pekerjaan maka apakah dia akan berpangku tangan, berdiam diri dan tidak berusaha keras menajamkan keahliannya sampai pekerjaan yang diinginkannya datang menjemputnya?!!
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo, Lc-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BACA JUGA
DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY
-
►
2017
(50)
- ► 09/17 - 09/24 (3)
- ► 08/20 - 08/27 (4)
- ► 04/02 - 04/09 (7)
- ► 03/26 - 04/02 (5)
- ► 03/19 - 03/26 (9)
- ► 03/12 - 03/19 (15)
- ► 02/26 - 03/05 (7)
-
►
2016
(139)
- ► 12/18 - 12/25 (5)
- ► 12/11 - 12/18 (2)
- ► 11/13 - 11/20 (13)
- ► 11/06 - 11/13 (9)
- ► 07/24 - 07/31 (7)
- ► 07/17 - 07/24 (7)
- ► 07/03 - 07/10 (19)
- ► 06/26 - 07/03 (12)
- ► 06/19 - 06/26 (15)
- ► 06/12 - 06/19 (6)
- ► 05/08 - 05/15 (1)
- ► 04/10 - 04/17 (6)
- ► 02/14 - 02/21 (3)
- ► 02/07 - 02/14 (10)
- ► 01/31 - 02/07 (12)
- ► 01/24 - 01/31 (12)
-
►
2015
(281)
- ► 12/27 - 01/03 (19)
- ► 08/09 - 08/16 (3)
- ► 05/10 - 05/17 (10)
- ► 04/26 - 05/03 (3)
- ► 04/19 - 04/26 (28)
- ► 04/12 - 04/19 (39)
- ► 04/05 - 04/12 (93)
- ► 03/29 - 04/05 (64)
- ► 03/22 - 03/29 (13)
- ► 02/22 - 03/01 (3)
- ► 02/15 - 02/22 (5)
- ► 01/04 - 01/11 (1)
-
►
2014
(1059)
- ► 12/28 - 01/04 (12)
- ► 12/21 - 12/28 (5)
- ► 11/23 - 11/30 (33)
- ► 11/09 - 11/16 (1)
- ► 11/02 - 11/09 (1)
- ► 10/26 - 11/02 (14)
- ► 10/05 - 10/12 (4)
- ► 09/28 - 10/05 (7)
- ► 08/24 - 08/31 (19)
- ► 08/10 - 08/17 (6)
- ► 08/03 - 08/10 (3)
- ► 07/13 - 07/20 (12)
- ► 07/06 - 07/13 (15)
- ► 06/29 - 07/06 (7)
- ► 06/22 - 06/29 (5)
- ► 06/15 - 06/22 (7)
- ► 06/08 - 06/15 (29)
- ► 06/01 - 06/08 (34)
- ► 05/25 - 06/01 (3)
- ► 05/18 - 05/25 (7)
- ► 05/11 - 05/18 (4)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 04/20 - 04/27 (19)
- ► 04/13 - 04/20 (18)
- ► 04/06 - 04/13 (13)
- ► 03/30 - 04/06 (19)
- ► 03/23 - 03/30 (31)
- ► 03/16 - 03/23 (51)
- ► 03/09 - 03/16 (56)
- ► 03/02 - 03/09 (80)
- ► 02/23 - 03/02 (78)
- ► 02/16 - 02/23 (41)
- ► 02/09 - 02/16 (54)
- ► 02/02 - 02/09 (61)
- ► 01/26 - 02/02 (68)
- ► 01/19 - 01/26 (57)
- ► 01/12 - 01/19 (88)
- ► 01/05 - 01/12 (96)
-
▼
2013
(3222)
- ► 12/29 - 01/05 (104)
- ► 12/22 - 12/29 (124)
- ► 12/15 - 12/22 (86)
- ► 12/08 - 12/15 (70)
- ► 12/01 - 12/08 (84)
- ► 11/24 - 12/01 (79)
- ► 11/17 - 11/24 (48)
- ► 11/10 - 11/17 (64)
- ► 11/03 - 11/10 (52)
- ► 10/27 - 11/03 (65)
- ► 10/20 - 10/27 (78)
- ► 10/13 - 10/20 (102)
- ► 10/06 - 10/13 (84)
- ► 09/29 - 10/06 (111)
-
▼
09/22 - 09/29
(129)
- Inilah Empat Pesan Nabi Sebelum Tidur
- 600 ribu Kalimat. Pesan Rasulullah kepada Syaidina...
- Larangan Dalam Islam: Mengapa Seorang Muslim Tidak...
- Larangan Dalam Islam: Mengapa Seorang Muslim Tidak...
- Meninggal dalam kondisi bertato
- Tato Dalam Islam: HUKUM MEMAKAI TATO DAN SEJENISNY...
- Cara Menghilangkan Tato Permanen dan Cara menghapu...
- Belajar Menyambung Pipa Saluran Air: Cara Aman Men...
- Belajar Masalah Instalasi Listrik: Mengenal Keleng...
- Belajar Masalah Kabel Listrik: Mengenal Jenis-jeni...
- BELAJAR INSTALASI LISTRIK: Belajar Merangkai insta...
- Tentang Kelinci: 18 Fakta Unik dan Menarik tentang...
- Inilah 43 Fakta Unik dan Menarik Tentang Kucing
- Sebuah Keanehan dan Keunikan: Pria yang Memiliki M...
- Fakta Menarik Tentang Beruang Kutub
- Hal Menarik dari Kelelawar: 16 Informasi dan Fakta...
- Kisah Seram: Kisah Kalong Wewe yang bisa Menculik ...
- Artikel Menarik Tentang Kanguru
- Antara Jokowi dan Mobil Murah
- Ketika Sebuah Kota Pengirim Banjir Mulai Kebanjiran
- Antara Jokowi dan Kota Jakarta
- Prinsip Hidup: 5 Prinsip Hidup yang Bisa Membuat A...
- Arti Hidup: Hidup menjadi berarti dan bermakna, ka...
- Kisah Menarik Islami: Pertolongan Allah untuk Oran...
- Kisah Islami Menarik: Matahari Yang Tertunda Terbe...
- Hebatnya Berpuasa: Rahasia Ilmiah dan Manfaat Puas...
- Artikel bikin Galau: Saat Aku Jatuh Cinta Pada Kek...
- Artikel Spesial Galau: Menyukai pacar orang lain
- Artikel Galau Banget: Jika Mencintai pacar orang l...
- Artikel Khusus Galau: Apakah Mencintai Pacar Orang...
- Sebuah Wasiat Berharga dari Nabi : Jangan Marah
- Tips Islami Meredam Marah
- Berdzikir Menggunakan Tasbih ( Lengkap Dengan Bant...
- Mencari sebuah jati diri, sampai kapan?
- Sebuah Jati Diri Manusia: Masih Perlukah Filsafat ...
- Sebuah Kisah Bermakna: Merahasiakan Jati Diri Sela...
- Sebuah Sisi Lain: Orang Gila di Surga atau di Neraka
- Belajar Menemukan Jati diri Sendiri
- Sebuah Rasa Cinta: Belajar Mencintai daripada Dici...
- Apakah Lebih Baik Dicintai dan Mencintai ?
- Manusia bahagia Bila ?
- Gebetan PHP: Kenali 7 tanda gebetan pemberi harapa...
- Kenali Ciri-Ciri Cowok PHP alias Pemberi Harapan P...
- Tentang PHP: Inilah Ciri-Ciri Wanita PHP ( Pemberi...
- Tips dan Cara Mengindari Penipuan Iklan Lowongan K...
- Artikel Hari Raya Idul Adha: Makna dan Hikmah Hari...
- Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memili...
- Artikel Tentang Hukum: ANALISIS KASUS
- Nikmatnya Bersyukur: Manfaat Bersyukur
- Memaknai Hamdallah ( untuk menyatakan perasaan ber...
- Sebuah Rasa Memiliki
- Tips dan Cara Menghilangkan Rasa Suka Kepada Seseo...
- Bedanya Orang Bodoh dan Orang Pintar ( Bodoh dan P...
- Misteri Hidup Kedua: Aneh, Sudah 29 Tahun Meningga...
- Fenomena Aneh dan Unik Di Lautan Dunia
- Aneh dan Unik, matahari dikelilingi cincin pelangi...
- Tentang Penciptaan Manusia: Al Qurán dan Hadits Te...
- Hadits Ibnu Mas’ud Tentang Tahapan Kehidupan Manusia
- FOTO HEBOH: Foto Diduga Chairul Tanjung Marahi SBY...
- Saya Transfer 1 Trilyun dari Rekening Atas Nama Pe...
- Kekasih yang Keras Kepala Bukan Dirubah, Tapi Diha...
- Belajar Cara untuk menghadapi orang yang cuek dan ...
- Ingatlah Sifat bebal dan keras kepala: penyakit ya...
- ( KISAH DAHSYAT ORANG SUKSES ) 10 Orang Sukses Tan...
- Cara berpikir untuk menjadi orang sukses ( Orang P...
- Inilah 8 Hal yang Membuat Seseorang bisa Menjadi S...
- Pasangan Abadi dari Hollywood Obral Rumah Bali Rp ...
- Tentang Menghargai perasaan orang lain
- Inilah Tips dan Cara Mengenali Sikap Wanita
- Jatuh Cinta Sendirian ( Pemuja Rahasia )
- Semua Tentang Pacaran
- Belajar Memahami Perasaan Wanita
- Tentang Menghargai Wanita
- TIPS DAN CARA MENGHARGAI PERASAAN CEWEK
- Sungguh Mulia Cara Islam Melindungi dan Menghargai...
- Fakta Unik dan Menarik Tentang Nyamuk Yang Belum D...
- Kenapa BBM Untuk Android Tak Jadi Dirilis Pekan Ini
- BAGAIMANA SOAL POLITIK DALAM PANDANGAN ISLAM
- Tentang Qadha’ dan Qadar: Memahami Qadha’ dan Qada...
- Misteri Takdir Hidup Manusia: Mampukah Manusia Men...
- Memahami Takdir Allah: Ketika Takdir Sulit Dimengerti
- Tentang Takdir Allah: Rezeki, Jodoh dan Kematian
- Tentang Bunuh Diri: Apa Bunuh Diri Itu Juga Takdir...
- Hidup harus Kreatif: Kurangi Beban Hidup, Mahasisw...
- Cara Tepat dan Bijak Memandang Beban Hidup
- Do’a Mohon Diringankan Beban Hidup
- Artikel Menarik Seputar Kehidupan: MERUBAH BEBAN H...
- Fenomena misteri mitos dalam sebuah kehidupan
- Misteri Mitos: Pertanda Bencana ( Boleh Percaya Bo...
- Perlu diingat 7 Dampak Negatif Jika Terlalu Mencin...
- Kisah Nyata Sedih dan Mengharukan : Sayang, aku me...
- Kisah Sedih: KISAH SEORANG WANITA YANG DICERAIKAN ...
- Penderitaan Cinta Tiada Akhir: MENDERITA KARENA CI...
- Tips dan Cara Melampaui Target Hingga 3000%: Servi...
- Solusi Percaya Diri: Tips dan Cara Menetapkan dan ...
- Misteri Aurora: Aurora dan 10 Tempat Terjadinya Au...
- Misteri Aurora: Penjelasan Fenomena Aurora
- Artikel Tentang Kebaikan: Menanam Kebaikan, Memane...
- Artikel Islami: Menanam Kebaikan Menuai Cinta
- Tentang Musik Koplo: Psikologi Musik Koplo
- ► 09/15 - 09/22 (128)
- ► 09/08 - 09/15 (153)
- ► 09/01 - 09/08 (164)
- ► 08/25 - 09/01 (160)
- ► 08/18 - 08/25 (104)
- ► 08/11 - 08/18 (156)
- ► 08/04 - 08/11 (322)
- ► 07/28 - 08/04 (108)
- ► 07/21 - 07/28 (104)
- ► 07/14 - 07/21 (59)
- ► 07/07 - 07/14 (24)
- ► 06/30 - 07/07 (12)
- ► 06/23 - 06/30 (35)
- ► 06/09 - 06/16 (40)
- ► 06/02 - 06/09 (11)
- ► 05/26 - 06/02 (51)
- ► 05/19 - 05/26 (13)
- ► 05/12 - 05/19 (4)
- ► 04/21 - 04/28 (6)
- ► 04/14 - 04/21 (21)
- ► 04/07 - 04/14 (8)
- ► 03/31 - 04/07 (75)
- ► 03/24 - 03/31 (62)
- ► 03/17 - 03/24 (53)
- ► 03/10 - 03/17 (30)
- ► 03/03 - 03/10 (2)
- ► 02/03 - 02/10 (19)
- ► 01/20 - 01/27 (18)
-
►
2012
(403)
- ► 12/30 - 01/06 (8)
- ► 12/16 - 12/23 (14)
- ► 12/09 - 12/16 (12)
- ► 12/02 - 12/09 (10)
- ► 10/28 - 11/04 (1)
- ► 08/12 - 08/19 (13)
- ► 08/05 - 08/12 (29)
- ► 07/29 - 08/05 (69)
- ► 07/22 - 07/29 (85)
- ► 07/15 - 07/22 (92)
- ► 07/08 - 07/15 (65)
- ► 07/01 - 07/08 (5)
-
►
2011
(1411)
- ► 08/14 - 08/21 (51)
- ► 08/07 - 08/14 (52)
- ► 07/31 - 08/07 (5)
- ► 07/10 - 07/17 (3)
- ► 07/03 - 07/10 (10)
- ► 05/29 - 06/05 (6)
- ► 05/15 - 05/22 (57)
- ► 05/08 - 05/15 (45)
- ► 05/01 - 05/08 (97)
- ► 04/24 - 05/01 (169)
- ► 04/17 - 04/24 (293)
- ► 04/10 - 04/17 (200)
- ► 04/03 - 04/10 (142)
- ► 03/27 - 04/03 (107)
- ► 03/20 - 03/27 (87)
- ► 03/13 - 03/20 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (7)
- ► 02/20 - 02/27 (10)
- ► 02/13 - 02/20 (8)
- ► 02/06 - 02/13 (20)
- ► 01/30 - 02/06 (6)
- ► 01/23 - 01/30 (17)
- ► 01/16 - 01/23 (10)
- ► 01/02 - 01/09 (8)
-
►
2010
(2102)
- ► 12/26 - 01/02 (5)
- ► 12/19 - 12/26 (1)
- ► 11/14 - 11/21 (53)
- ► 11/07 - 11/14 (70)
- ► 10/31 - 11/07 (27)
- ► 10/24 - 10/31 (41)
- ► 10/17 - 10/24 (1)
- ► 10/10 - 10/17 (29)
- ► 10/03 - 10/10 (2)
- ► 09/26 - 10/03 (39)
- ► 09/19 - 09/26 (3)
- ► 08/15 - 08/22 (23)
- ► 08/08 - 08/15 (74)
- ► 08/01 - 08/08 (70)
- ► 07/25 - 08/01 (131)
- ► 07/18 - 07/25 (202)
- ► 07/11 - 07/18 (93)
- ► 07/04 - 07/11 (144)
- ► 06/27 - 07/04 (311)
- ► 06/20 - 06/27 (199)
- ► 06/13 - 06/20 (120)
- ► 06/06 - 06/13 (34)
- ► 05/30 - 06/06 (178)
- ► 05/23 - 05/30 (89)
- ► 05/16 - 05/23 (93)
- ► 05/09 - 05/16 (17)
- ► 05/02 - 05/09 (3)
- ► 04/18 - 04/25 (1)
- ► 04/11 - 04/18 (1)
- ► 02/07 - 02/14 (26)
- ► 01/24 - 01/31 (9)
- ► 01/17 - 01/24 (12)
- ► 01/03 - 01/10 (1)
-
►
2009
(3)
- ► 12/27 - 01/03 (3)
0 komentar:
Posting Komentar
1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.
Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.
( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )
Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.
Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar
Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com