ARTIKEL PILIHAN
Ungkap Fakta Buruh Migran
Written By Situs Baginda Ery (New) on Jumat, 15 November 2013 | 18.15
Judul : Tentang Sedih di Victoria Park (Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong)
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Tunipah lari dari rumah majikannya pada November 2007 setelah majikan mencoba memukulnya dengan kursi karena ia dianggap lalai menjaga anak majikan. “Saya sampai terkencing-kencing di celana saat majikan ngangkat kursi dan mau dilemparkan ke saya,” kisah Tunipah.
Begitulah salahsatu penggalan kisah Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang ditulis dalam buku ini. Fransisca Ria Susanti menggambarkan kisah sedih salah seorang BMI asal Jawa Timur itu bukan hanya dengan menggabarkan cerita sedihnya, melainkan dengan sebuah ulasan panjang berkarakter jurnalistik.
Dikisahkan, bahwa majikan Tuminah itu sebelumnya tak pernah mengizinkannya mengambil libur mingguan dan gaji standar seperti diamanatkan oleh Aturan Hukum Ketenagakerjaan Hong Kong.
Ia hanya mendapatkan libur dua kali dalam sebulan dan upah HK$2.200/bulan. Padahal ia menandatangani kontrak kerja dengan gaji HK$3.400/bulan pada Oktober 2006.
Bukannya mendapat keadilan, majikannya malah ganti melaporkan Tunipah ke polisi dengan tudingan mencuri perhiasan miliknya dan uang sebesar HK$6.000. Tetapi pada akhirnya, setelah investigasi dilakukan, Tunipah terbukti tidak bersalah.
Sebagai ilustrasi, kisah ini sering kita dapatkan dari berbagai sumber berita. Tetapi dalam sebuah desain buku, kisah-kisah sedih tenaga kerja Indonesia di Hong Kong sebagaimana direkam secara mendalam melalui buku ini jelas memiliki sisi yang lain. Fransisca adalah seorang jurnalis handal di Indonesia. Bekerja lebih 15 tahun sebagai wartawan, selain pernah aktif di organisasi gerakan kiri Indonesia di era orde baru. Berbekal keilmuan jurnalistik yang matang, niat baik untuk menyajikan ulasan bermutu dan juga kekuatan visi pemikiran dalam menilai hasil riset, jadilah buku ini.
Tentang Sedih di Vicktoria Park merupakan sebuah karya jurnalistik bermutu di Indonesia. Hasil investigasi yang begitu luas, gaya penulisan yang bermutu, disertai penyertaan data yang akurat menjadikan kisah-kisah hidup tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong begitu menghentakkan mata hati kita semua. Fransisca jeli memahami angle pada setiap penulisan sehingga setiap kisah seseorang yang dijadikan sample merupakan bagian dari sifat keumuman yang dialami banyak tenaga kerja asal Indonesia dari tahun ke tahun yang bekerja di Hong Kong.
Merangkum banyak hal tentang kehidupan mereka bukan hal yang mudah karena pada faktanya kehidupan mereka dalam situasi kompleks, serumit nasib hidup mereka sebelumnya di kampung halaman. Anak-anak desa dari kampung-kampung pedalaman yang kemudian hidup, maaf menjadi babu, di metropolitan bukan hanya menciptakan suasana hidup baru, melainkan juga menimbulkan persoalan pada gaya hidup mereka.
Bukan hanya soal gaya konsumerisme saja, melainkan sampai masalah seksualitas di mana dikisahkan banyak wanita-wanita pekerja asal Indonesia yang harus menjadi lesbian sampai sering terjadi perkawinan sejenis secara terbuka.
Banyak sanjungan dalam buku ini tentu bukan suatu basa-basi karena para pemberi komentar dalam buku ini, seperti Linda Christanty, Arie Sujito, Wahyu Susilo, Trias Kuncahyo mengenal betul karakter kematangan sang penulis.
Singkat kata buku ini bukan saja mampu merekam fakta hidup dan kehidupan tenaga kerja Indonesia di Hongkong, melainkan juga memberikan contoh kebaikan dalam bidang jurnalistik kepada kita agar dalam menghasilkan penulisan mesti serius, mendalam dan rapi sehingga sebuah karya memiliki nilai bagi kita semua. Ingin menulis tentang realitas hidup secara baik? Perlu baca buku ini.
Peresensi: Andi Eko Jati
Peminat buku kajian sosial. Tinggal di Yogyakarta.
Judul : Tentang Sedih di Victoria Park (Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong)
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Tunipah lari dari rumah majikannya pada November 2007 setelah majikan mencoba memukulnya dengan kursi karena ia dianggap lalai menjaga anak majikan. “Saya sampai terkencing-kencing di celana saat majikan ngangkat kursi dan mau dilemparkan ke saya,” kisah Tunipah.
Begitulah salahsatu penggalan kisah Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang ditulis dalam buku ini. Fransisca Ria Susanti menggambarkan kisah sedih salah seorang BMI asal Jawa Timur itu bukan hanya dengan menggabarkan cerita sedihnya, melainkan dengan sebuah ulasan panjang berkarakter jurnalistik.
Dikisahkan, bahwa majikan Tuminah itu sebelumnya tak pernah mengizinkannya mengambil libur mingguan dan gaji standar seperti diamanatkan oleh Aturan Hukum Ketenagakerjaan Hong Kong.
Ia hanya mendapatkan libur dua kali dalam sebulan dan upah HK$2.200/bulan. Padahal ia menandatangani kontrak kerja dengan gaji HK$3.400/bulan pada Oktober 2006.
Bukannya mendapat keadilan, majikannya malah ganti melaporkan Tunipah ke polisi dengan tudingan mencuri perhiasan miliknya dan uang sebesar HK$6.000. Tetapi pada akhirnya, setelah investigasi dilakukan, Tunipah terbukti tidak bersalah.
Sebagai ilustrasi, kisah ini sering kita dapatkan dari berbagai sumber berita. Tetapi dalam sebuah desain buku, kisah-kisah sedih tenaga kerja Indonesia di Hong Kong sebagaimana direkam secara mendalam melalui buku ini jelas memiliki sisi yang lain. Fransisca adalah seorang jurnalis handal di Indonesia. Bekerja lebih 15 tahun sebagai wartawan, selain pernah aktif di organisasi gerakan kiri Indonesia di era orde baru. Berbekal keilmuan jurnalistik yang matang, niat baik untuk menyajikan ulasan bermutu dan juga kekuatan visi pemikiran dalam menilai hasil riset, jadilah buku ini.
Tentang Sedih di Vicktoria Park merupakan sebuah karya jurnalistik bermutu di Indonesia. Hasil investigasi yang begitu luas, gaya penulisan yang bermutu, disertai penyertaan data yang akurat menjadikan kisah-kisah hidup tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong begitu menghentakkan mata hati kita semua. Fransisca jeli memahami angle pada setiap penulisan sehingga setiap kisah seseorang yang dijadikan sample merupakan bagian dari sifat keumuman yang dialami banyak tenaga kerja asal Indonesia dari tahun ke tahun yang bekerja di Hong Kong.
Merangkum banyak hal tentang kehidupan mereka bukan hal yang mudah karena pada faktanya kehidupan mereka dalam situasi kompleks, serumit nasib hidup mereka sebelumnya di kampung halaman. Anak-anak desa dari kampung-kampung pedalaman yang kemudian hidup, maaf menjadi babu, di metropolitan bukan hanya menciptakan suasana hidup baru, melainkan juga menimbulkan persoalan pada gaya hidup mereka.
Bukan hanya soal gaya konsumerisme saja, melainkan sampai masalah seksualitas di mana dikisahkan banyak wanita-wanita pekerja asal Indonesia yang harus menjadi lesbian sampai sering terjadi perkawinan sejenis secara terbuka.
Banyak sanjungan dalam buku ini tentu bukan suatu basa-basi karena para pemberi komentar dalam buku ini, seperti Linda Christanty, Arie Sujito, Wahyu Susilo, Trias Kuncahyo mengenal betul karakter kematangan sang penulis.
Singkat kata buku ini bukan saja mampu merekam fakta hidup dan kehidupan tenaga kerja Indonesia di Hongkong, melainkan juga memberikan contoh kebaikan dalam bidang jurnalistik kepada kita agar dalam menghasilkan penulisan mesti serius, mendalam dan rapi sehingga sebuah karya memiliki nilai bagi kita semua. Ingin menulis tentang realitas hidup secara baik? Perlu baca buku ini.
Peresensi: Andi Eko Jati
Peminat buku kajian sosial. Tinggal di Yogyakarta. - See more at: http://suar.okezone.com/read/2013/11/11/285/894887/ungkap-fakta-buruh-migran#sthash.1XW7wCeB.dpuf
Judul : Tentang Sedih di Victoria Park (Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong)
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Tunipah lari dari rumah majikannya pada November 2007 setelah majikan mencoba memukulnya dengan kursi karena ia dianggap lalai menjaga anak majikan. “Saya sampai terkencing-kencing di celana saat majikan ngangkat kursi dan mau dilemparkan ke saya,” kisah Tunipah.
Begitulah salahsatu penggalan kisah Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang ditulis dalam buku ini. Fransisca Ria Susanti menggambarkan kisah sedih salah seorang BMI asal Jawa Timur itu bukan hanya dengan menggabarkan cerita sedihnya, melainkan dengan sebuah ulasan panjang berkarakter jurnalistik.
Dikisahkan, bahwa majikan Tuminah itu sebelumnya tak pernah mengizinkannya mengambil libur mingguan dan gaji standar seperti diamanatkan oleh Aturan Hukum Ketenagakerjaan Hong Kong.
Ia hanya mendapatkan libur dua kali dalam sebulan dan upah HK$2.200/bulan. Padahal ia menandatangani kontrak kerja dengan gaji HK$3.400/bulan pada Oktober 2006.
Bukannya mendapat keadilan, majikannya malah ganti melaporkan Tunipah ke polisi dengan tudingan mencuri perhiasan miliknya dan uang sebesar HK$6.000. Tetapi pada akhirnya, setelah investigasi dilakukan, Tunipah terbukti tidak bersalah.
Sebagai ilustrasi, kisah ini sering kita dapatkan dari berbagai sumber berita. Tetapi dalam sebuah desain buku, kisah-kisah sedih tenaga kerja Indonesia di Hong Kong sebagaimana direkam secara mendalam melalui buku ini jelas memiliki sisi yang lain. Fransisca adalah seorang jurnalis handal di Indonesia. Bekerja lebih 15 tahun sebagai wartawan, selain pernah aktif di organisasi gerakan kiri Indonesia di era orde baru. Berbekal keilmuan jurnalistik yang matang, niat baik untuk menyajikan ulasan bermutu dan juga kekuatan visi pemikiran dalam menilai hasil riset, jadilah buku ini.
Tentang Sedih di Vicktoria Park merupakan sebuah karya jurnalistik bermutu di Indonesia. Hasil investigasi yang begitu luas, gaya penulisan yang bermutu, disertai penyertaan data yang akurat menjadikan kisah-kisah hidup tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong begitu menghentakkan mata hati kita semua. Fransisca jeli memahami angle pada setiap penulisan sehingga setiap kisah seseorang yang dijadikan sample merupakan bagian dari sifat keumuman yang dialami banyak tenaga kerja asal Indonesia dari tahun ke tahun yang bekerja di Hong Kong.
Merangkum banyak hal tentang kehidupan mereka bukan hal yang mudah karena pada faktanya kehidupan mereka dalam situasi kompleks, serumit nasib hidup mereka sebelumnya di kampung halaman. Anak-anak desa dari kampung-kampung pedalaman yang kemudian hidup, maaf menjadi babu, di metropolitan bukan hanya menciptakan suasana hidup baru, melainkan juga menimbulkan persoalan pada gaya hidup mereka.
Bukan hanya soal gaya konsumerisme saja, melainkan sampai masalah seksualitas di mana dikisahkan banyak wanita-wanita pekerja asal Indonesia yang harus menjadi lesbian sampai sering terjadi perkawinan sejenis secara terbuka.
Banyak sanjungan dalam buku ini tentu bukan suatu basa-basi karena para pemberi komentar dalam buku ini, seperti Linda Christanty, Arie Sujito, Wahyu Susilo, Trias Kuncahyo mengenal betul karakter kematangan sang penulis.
Singkat kata buku ini bukan saja mampu merekam fakta hidup dan kehidupan tenaga kerja Indonesia di Hongkong, melainkan juga memberikan contoh kebaikan dalam bidang jurnalistik kepada kita agar dalam menghasilkan penulisan mesti serius, mendalam dan rapi sehingga sebuah karya memiliki nilai bagi kita semua. Ingin menulis tentang realitas hidup secara baik? Perlu baca buku ini.
Peresensi: Andi Eko Jati
Peminat buku kajian sosial. Tinggal di Yogyakarta. - See more at: http://suar.okezone.com/read/2013/11/11/285/894887/ungkap-fakta-buruh-migran#sthash.1XW7wCeB.dpuf
Judul : Tentang Sedih di Victoria Park (Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong)
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Tunipah lari dari rumah majikannya pada November 2007 setelah majikan mencoba memukulnya dengan kursi karena ia dianggap lalai menjaga anak majikan. “Saya sampai terkencing-kencing di celana saat majikan ngangkat kursi dan mau dilemparkan ke saya,” kisah Tunipah.
Begitulah salahsatu penggalan kisah Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang ditulis dalam buku ini. Fransisca Ria Susanti menggambarkan kisah sedih salah seorang BMI asal Jawa Timur itu bukan hanya dengan menggabarkan cerita sedihnya, melainkan dengan sebuah ulasan panjang berkarakter jurnalistik.
Dikisahkan, bahwa majikan Tuminah itu sebelumnya tak pernah mengizinkannya mengambil libur mingguan dan gaji standar seperti diamanatkan oleh Aturan Hukum Ketenagakerjaan Hong Kong.
Ia hanya mendapatkan libur dua kali dalam sebulan dan upah HK$2.200/bulan. Padahal ia menandatangani kontrak kerja dengan gaji HK$3.400/bulan pada Oktober 2006.
Bukannya mendapat keadilan, majikannya malah ganti melaporkan Tunipah ke polisi dengan tudingan mencuri perhiasan miliknya dan uang sebesar HK$6.000. Tetapi pada akhirnya, setelah investigasi dilakukan, Tunipah terbukti tidak bersalah.
Sebagai ilustrasi, kisah ini sering kita dapatkan dari berbagai sumber berita. Tetapi dalam sebuah desain buku, kisah-kisah sedih tenaga kerja Indonesia di Hong Kong sebagaimana direkam secara mendalam melalui buku ini jelas memiliki sisi yang lain. Fransisca adalah seorang jurnalis handal di Indonesia. Bekerja lebih 15 tahun sebagai wartawan, selain pernah aktif di organisasi gerakan kiri Indonesia di era orde baru. Berbekal keilmuan jurnalistik yang matang, niat baik untuk menyajikan ulasan bermutu dan juga kekuatan visi pemikiran dalam menilai hasil riset, jadilah buku ini.
Tentang Sedih di Vicktoria Park merupakan sebuah karya jurnalistik bermutu di Indonesia. Hasil investigasi yang begitu luas, gaya penulisan yang bermutu, disertai penyertaan data yang akurat menjadikan kisah-kisah hidup tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong begitu menghentakkan mata hati kita semua. Fransisca jeli memahami angle pada setiap penulisan sehingga setiap kisah seseorang yang dijadikan sample merupakan bagian dari sifat keumuman yang dialami banyak tenaga kerja asal Indonesia dari tahun ke tahun yang bekerja di Hong Kong.
Merangkum banyak hal tentang kehidupan mereka bukan hal yang mudah karena pada faktanya kehidupan mereka dalam situasi kompleks, serumit nasib hidup mereka sebelumnya di kampung halaman. Anak-anak desa dari kampung-kampung pedalaman yang kemudian hidup, maaf menjadi babu, di metropolitan bukan hanya menciptakan suasana hidup baru, melainkan juga menimbulkan persoalan pada gaya hidup mereka.
Bukan hanya soal gaya konsumerisme saja, melainkan sampai masalah seksualitas di mana dikisahkan banyak wanita-wanita pekerja asal Indonesia yang harus menjadi lesbian sampai sering terjadi perkawinan sejenis secara terbuka.
Banyak sanjungan dalam buku ini tentu bukan suatu basa-basi karena para pemberi komentar dalam buku ini, seperti Linda Christanty, Arie Sujito, Wahyu Susilo, Trias Kuncahyo mengenal betul karakter kematangan sang penulis.
Singkat kata buku ini bukan saja mampu merekam fakta hidup dan kehidupan tenaga kerja Indonesia di Hongkong, melainkan juga memberikan contoh kebaikan dalam bidang jurnalistik kepada kita agar dalam menghasilkan penulisan mesti serius, mendalam dan rapi sehingga sebuah karya memiliki nilai bagi kita semua. Ingin menulis tentang realitas hidup secara baik? Perlu baca buku ini.
Peresensi: Andi Eko Jati
Peminat buku kajian sosial. Tinggal di Yogyakarta. - See more at: http://suar.okezone.com/read/2013/11/11/285/894887/ungkap-fakta-buruh-migran#sthash.1XW7wCeB.dpuf
Judul : Tentang Sedih di Victoria Park (Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong)
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp39.000,-
Tunipah lari dari rumah majikannya pada November 2007 setelah majikan mencoba memukulnya dengan kursi karena ia dianggap lalai menjaga anak majikan. “Saya sampai terkencing-kencing di celana saat majikan ngangkat kursi dan mau dilemparkan ke saya,” kisah Tunipah.
Begitulah salahsatu penggalan kisah Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang ditulis dalam buku ini. Fransisca Ria Susanti menggambarkan kisah sedih salah seorang BMI asal Jawa Timur itu bukan hanya dengan menggabarkan cerita sedihnya, melainkan dengan sebuah ulasan panjang berkarakter jurnalistik.
Dikisahkan, bahwa majikan Tuminah itu sebelumnya tak pernah mengizinkannya mengambil libur mingguan dan gaji standar seperti diamanatkan oleh Aturan Hukum Ketenagakerjaan Hong Kong.
Ia hanya mendapatkan libur dua kali dalam sebulan dan upah HK$2.200/bulan. Padahal ia menandatangani kontrak kerja dengan gaji HK$3.400/bulan pada Oktober 2006.
Bukannya mendapat keadilan, majikannya malah ganti melaporkan Tunipah ke polisi dengan tudingan mencuri perhiasan miliknya dan uang sebesar HK$6.000. Tetapi pada akhirnya, setelah investigasi dilakukan, Tunipah terbukti tidak bersalah.
Sebagai ilustrasi, kisah ini sering kita dapatkan dari berbagai sumber berita. Tetapi dalam sebuah desain buku, kisah-kisah sedih tenaga kerja Indonesia di Hong Kong sebagaimana direkam secara mendalam melalui buku ini jelas memiliki sisi yang lain. Fransisca adalah seorang jurnalis handal di Indonesia. Bekerja lebih 15 tahun sebagai wartawan, selain pernah aktif di organisasi gerakan kiri Indonesia di era orde baru. Berbekal keilmuan jurnalistik yang matang, niat baik untuk menyajikan ulasan bermutu dan juga kekuatan visi pemikiran dalam menilai hasil riset, jadilah buku ini.
Tentang Sedih di Vicktoria Park merupakan sebuah karya jurnalistik bermutu di Indonesia. Hasil investigasi yang begitu luas, gaya penulisan yang bermutu, disertai penyertaan data yang akurat menjadikan kisah-kisah hidup tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong begitu menghentakkan mata hati kita semua. Fransisca jeli memahami angle pada setiap penulisan sehingga setiap kisah seseorang yang dijadikan sample merupakan bagian dari sifat keumuman yang dialami banyak tenaga kerja asal Indonesia dari tahun ke tahun yang bekerja di Hong Kong.
Merangkum banyak hal tentang kehidupan mereka bukan hal yang mudah karena pada faktanya kehidupan mereka dalam situasi kompleks, serumit nasib hidup mereka sebelumnya di kampung halaman. Anak-anak desa dari kampung-kampung pedalaman yang kemudian hidup, maaf menjadi babu, di metropolitan bukan hanya menciptakan suasana hidup baru, melainkan juga menimbulkan persoalan pada gaya hidup mereka.
Bukan hanya soal gaya konsumerisme saja, melainkan sampai masalah seksualitas di mana dikisahkan banyak wanita-wanita pekerja asal Indonesia yang harus menjadi lesbian sampai sering terjadi perkawinan sejenis secara terbuka.
Banyak sanjungan dalam buku ini tentu bukan suatu basa-basi karena para pemberi komentar dalam buku ini, seperti Linda Christanty, Arie Sujito, Wahyu Susilo, Trias Kuncahyo mengenal betul karakter kematangan sang penulis.
Singkat kata buku ini bukan saja mampu merekam fakta hidup dan kehidupan tenaga kerja Indonesia di Hongkong, melainkan juga memberikan contoh kebaikan dalam bidang jurnalistik kepada kita agar dalam menghasilkan penulisan mesti serius, mendalam dan rapi sehingga sebuah karya memiliki nilai bagi kita semua. Ingin menulis tentang realitas hidup secara baik? Perlu baca buku ini.
Peresensi: Andi Eko Jati
Peminat buku kajian sosial. Tinggal di Yogyakarta. - See more at: http://suar.okezone.com/read/2013/11/11/285/894887/ungkap-fakta-buruh-migran#sthash.1XW7wCeB.dpuf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BACA JUGA
DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY
-
►
2017
(50)
- ► 09/17 - 09/24 (3)
- ► 08/20 - 08/27 (4)
- ► 04/02 - 04/09 (7)
- ► 03/26 - 04/02 (5)
- ► 03/19 - 03/26 (9)
- ► 03/12 - 03/19 (15)
- ► 02/26 - 03/05 (7)
-
►
2016
(139)
- ► 12/18 - 12/25 (5)
- ► 12/11 - 12/18 (2)
- ► 11/13 - 11/20 (13)
- ► 11/06 - 11/13 (9)
- ► 07/24 - 07/31 (7)
- ► 07/17 - 07/24 (7)
- ► 07/03 - 07/10 (19)
- ► 06/26 - 07/03 (12)
- ► 06/19 - 06/26 (15)
- ► 06/12 - 06/19 (6)
- ► 05/08 - 05/15 (1)
- ► 04/10 - 04/17 (6)
- ► 02/14 - 02/21 (3)
- ► 02/07 - 02/14 (10)
- ► 01/31 - 02/07 (12)
- ► 01/24 - 01/31 (12)
-
►
2015
(281)
- ► 12/27 - 01/03 (19)
- ► 08/09 - 08/16 (3)
- ► 05/10 - 05/17 (10)
- ► 04/26 - 05/03 (3)
- ► 04/19 - 04/26 (28)
- ► 04/12 - 04/19 (39)
- ► 04/05 - 04/12 (93)
- ► 03/29 - 04/05 (64)
- ► 03/22 - 03/29 (13)
- ► 02/22 - 03/01 (3)
- ► 02/15 - 02/22 (5)
- ► 01/04 - 01/11 (1)
-
►
2014
(1059)
- ► 12/28 - 01/04 (12)
- ► 12/21 - 12/28 (5)
- ► 11/23 - 11/30 (33)
- ► 11/09 - 11/16 (1)
- ► 11/02 - 11/09 (1)
- ► 10/26 - 11/02 (14)
- ► 10/05 - 10/12 (4)
- ► 09/28 - 10/05 (7)
- ► 08/24 - 08/31 (19)
- ► 08/10 - 08/17 (6)
- ► 08/03 - 08/10 (3)
- ► 07/13 - 07/20 (12)
- ► 07/06 - 07/13 (15)
- ► 06/29 - 07/06 (7)
- ► 06/22 - 06/29 (5)
- ► 06/15 - 06/22 (7)
- ► 06/08 - 06/15 (29)
- ► 06/01 - 06/08 (34)
- ► 05/25 - 06/01 (3)
- ► 05/18 - 05/25 (7)
- ► 05/11 - 05/18 (4)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 04/20 - 04/27 (19)
- ► 04/13 - 04/20 (18)
- ► 04/06 - 04/13 (13)
- ► 03/30 - 04/06 (19)
- ► 03/23 - 03/30 (31)
- ► 03/16 - 03/23 (51)
- ► 03/09 - 03/16 (56)
- ► 03/02 - 03/09 (80)
- ► 02/23 - 03/02 (78)
- ► 02/16 - 02/23 (41)
- ► 02/09 - 02/16 (54)
- ► 02/02 - 02/09 (61)
- ► 01/26 - 02/02 (68)
- ► 01/19 - 01/26 (57)
- ► 01/12 - 01/19 (88)
- ► 01/05 - 01/12 (96)
-
▼
2013
(3222)
- ► 12/29 - 01/05 (104)
- ► 12/22 - 12/29 (124)
- ► 12/15 - 12/22 (86)
- ► 12/08 - 12/15 (70)
- ► 12/01 - 12/08 (84)
- ► 11/24 - 12/01 (79)
- ► 11/17 - 11/24 (48)
-
▼
11/10 - 11/17
(64)
- Ungkap Fakta Buruh Migran
- 5 Fakta Mengejutkan AS di Mata Para Pendatang
- Fakta sejarah mengenai lima museum Kota Tua Jakarta
- Rizal Mallarangeng Tuduh KPK Putar Balik Fakta Ham...
- Surat Disita KPK: PKS Yakin Anas Korban 'Kejahatan...
- Fakta Tentang PS4: Jelang Peluncuran PS4, Simak 4 ...
- Ternyata Inillah 9 Fakta Unik Cedera Lionel Messi
- Misteri Pantai Tikus: Pantai Tikus, Tempat Favorit...
- Inilah Kisah Wapres Boediono dan Surat Cinta Bagi ...
- Bankers Diner 2013: Kisah Gubernur BI Terkurung Ti...
- Kisah Gempa Haiti, Dari Jolie Sampai Pasukan PBB `...
- Kisah Eka Bikin Situs Startup Buta Warna
- Kisah Penculikan Anggota Tim Sukses Calon Bupati
- Berita Bulutangkis Terbaru: Pelatnas Bulutangkis T...
- Berita Bulutangkis Terbaru: Nama Atlet Bulu Tangki...
- Berita Neymar Terbaru: Neymar Diam-Diam Incar Fere...
- Messi dan Ronaldo: Matias Messi Sindir Ronaldo Lew...
- Kualifikasi Piala Dunia 2014: Ibra dan Ronaldo Nya...
- Artikel Sepak Bola: Jadwal siaran langsung sepak b...
- Misteri Terbaru Tentang John F Kennedy: Misteri Pe...
- Sungguh Aneh Ada Danau Misterius yang Selalu Jerni...
- Kisah Nyata Misteri Kematian Seorang Agen: Misteri...
- Prahara Rumahtangga Ayu Ting Ting : Misteri Pertem...
- Waspada, Banyak modus kasus korupsi jelang pemilu ...
- Misteri Korupsi: Antara Perempuan dan Tindak Korupsi
- Gerindra: Gedung Baru DPR akan Jadi Lambang Korupsi
- Berantas Korupsi, Timor Leste Berguru ke KPK
- Kasus Korupsi yang Akan Dibeberkan oleh Nazar: Dip...
- Korupsi Alquran di Kementerian Agama: Tersangka Ko...
- 9 Profesor yang Jadi Terpidana Kasus Korupsi
- Sebuah Ironi (Korupsi) Pendidikan
- Film Laskar Pelangi 2: Film "Laskar Pelangi" Sekue...
- Tentang Iklan Rokok Di Indonesia: Jam Tayang Iklan...
- Tentang Bale: Bale Nikmati Kehidupan Malam di Kota...
- Sistem Jam Malam Bagi Pelajar: Aturan Jam Malam Pe...
- Berburu Kue Selepas Malam
- BERITA HACKER INDONESIA: Anonymous Indonesia Kemba...
- Kisah Menarik Ahok: Jadi Pahlawan di Masa Kini Ala...
- Kisah Ahok: Kala Ahok Diminta Memimpin Doa
- Kisah Jokowi-Ahok Dipilih: Sulit Jadi Pemimpin Ket...
- SBY: Emang Enak Jadi Presiden?
- Tentang Jaminan Kesehatan 2014: Penjelasan Menkes ...
- Kabar Gembira, Ternyata Mencuci Mobil Bagus untuk ...
- Artikel Bulutangkis: "Angkat Raketmu" untuk hidup...
- Berita Bulutangkis: Minat Masyarakat Indonesia pad...
- Berita Olahraga: Dukung Mursi, Pemain Sepak Bola M...
- Berita Sepak Bola= Senna: Piala Dunia Akan Didomin...
- Berita Sepak Bola: Dortmund Konfirmasi Buy-Out Cla...
- Berita MU: Manchester United, merek sepak bola pal...
- KISAH MENARIK ANTARA JOKOWI AHOK DAN IBU MEGAWATI:...
- Jokowi jadi Presiden 2014: Skenario PDIP Soal Mega...
- Penyatuan Jokowi dan Ahok: Megawati Ceritakan Peny...
- Berita Terbaru Jokowi dan Megawati: Cerita Megawat...
- Tentang Plants vs Zombies 2: Update Plants vs Zomb...
- Tentang Plants vs Zombies 2: "Plants vs Zombies 2...
- Cara menggunakan Blackberry Massengger (BBM) melal...
- ARTIKEL SPESIAL HARI PAHLAWAN: Renungan Diri Menje...
- Wisata Menarik: Muine (Vietnam), Menikmati Eksotik...
- Asyiknya Bekerja Sambil Liburan, Secuil Cerita Ten...
- Inspirasi dari Luar Negeri: Anak Hilang di Inggris...
- Spesial Pak Wiranto: Hari yang Mengesankan Bersama...
- Gita : generasi muda Indonesia dapat mengguncang d...
- Inspirasi: Kita Butuh Sosok Bung Karno Muda yang V...
- Inspirasi: Saat Sulit, Gita Ingat Pesan Winnie the...
- ► 11/03 - 11/10 (52)
- ► 10/27 - 11/03 (65)
- ► 10/20 - 10/27 (78)
- ► 10/13 - 10/20 (102)
- ► 10/06 - 10/13 (84)
- ► 09/29 - 10/06 (111)
- ► 09/22 - 09/29 (129)
- ► 09/15 - 09/22 (128)
- ► 09/08 - 09/15 (153)
- ► 09/01 - 09/08 (164)
- ► 08/25 - 09/01 (160)
- ► 08/18 - 08/25 (104)
- ► 08/11 - 08/18 (156)
- ► 08/04 - 08/11 (322)
- ► 07/28 - 08/04 (108)
- ► 07/21 - 07/28 (104)
- ► 07/14 - 07/21 (59)
- ► 07/07 - 07/14 (24)
- ► 06/30 - 07/07 (12)
- ► 06/23 - 06/30 (35)
- ► 06/09 - 06/16 (40)
- ► 06/02 - 06/09 (11)
- ► 05/26 - 06/02 (51)
- ► 05/19 - 05/26 (13)
- ► 05/12 - 05/19 (4)
- ► 04/21 - 04/28 (6)
- ► 04/14 - 04/21 (21)
- ► 04/07 - 04/14 (8)
- ► 03/31 - 04/07 (75)
- ► 03/24 - 03/31 (62)
- ► 03/17 - 03/24 (53)
- ► 03/10 - 03/17 (30)
- ► 03/03 - 03/10 (2)
- ► 02/03 - 02/10 (19)
- ► 01/20 - 01/27 (18)
-
►
2012
(403)
- ► 12/30 - 01/06 (8)
- ► 12/16 - 12/23 (14)
- ► 12/09 - 12/16 (12)
- ► 12/02 - 12/09 (10)
- ► 10/28 - 11/04 (1)
- ► 08/12 - 08/19 (13)
- ► 08/05 - 08/12 (29)
- ► 07/29 - 08/05 (69)
- ► 07/22 - 07/29 (85)
- ► 07/15 - 07/22 (92)
- ► 07/08 - 07/15 (65)
- ► 07/01 - 07/08 (5)
-
►
2011
(1411)
- ► 08/14 - 08/21 (51)
- ► 08/07 - 08/14 (52)
- ► 07/31 - 08/07 (5)
- ► 07/10 - 07/17 (3)
- ► 07/03 - 07/10 (10)
- ► 05/29 - 06/05 (6)
- ► 05/15 - 05/22 (57)
- ► 05/08 - 05/15 (45)
- ► 05/01 - 05/08 (97)
- ► 04/24 - 05/01 (169)
- ► 04/17 - 04/24 (293)
- ► 04/10 - 04/17 (200)
- ► 04/03 - 04/10 (142)
- ► 03/27 - 04/03 (107)
- ► 03/20 - 03/27 (87)
- ► 03/13 - 03/20 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (7)
- ► 02/20 - 02/27 (10)
- ► 02/13 - 02/20 (8)
- ► 02/06 - 02/13 (20)
- ► 01/30 - 02/06 (6)
- ► 01/23 - 01/30 (17)
- ► 01/16 - 01/23 (10)
- ► 01/02 - 01/09 (8)
-
►
2010
(2102)
- ► 12/26 - 01/02 (5)
- ► 12/19 - 12/26 (1)
- ► 11/14 - 11/21 (53)
- ► 11/07 - 11/14 (70)
- ► 10/31 - 11/07 (27)
- ► 10/24 - 10/31 (41)
- ► 10/17 - 10/24 (1)
- ► 10/10 - 10/17 (29)
- ► 10/03 - 10/10 (2)
- ► 09/26 - 10/03 (39)
- ► 09/19 - 09/26 (3)
- ► 08/15 - 08/22 (23)
- ► 08/08 - 08/15 (74)
- ► 08/01 - 08/08 (70)
- ► 07/25 - 08/01 (131)
- ► 07/18 - 07/25 (202)
- ► 07/11 - 07/18 (93)
- ► 07/04 - 07/11 (144)
- ► 06/27 - 07/04 (311)
- ► 06/20 - 06/27 (199)
- ► 06/13 - 06/20 (120)
- ► 06/06 - 06/13 (34)
- ► 05/30 - 06/06 (178)
- ► 05/23 - 05/30 (89)
- ► 05/16 - 05/23 (93)
- ► 05/09 - 05/16 (17)
- ► 05/02 - 05/09 (3)
- ► 04/18 - 04/25 (1)
- ► 04/11 - 04/18 (1)
- ► 02/07 - 02/14 (26)
- ► 01/24 - 01/31 (9)
- ► 01/17 - 01/24 (12)
- ► 01/03 - 01/10 (1)
-
►
2009
(3)
- ► 12/27 - 01/03 (3)
0 komentar:
Posting Komentar
1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.
Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.
( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )
Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.
Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar
Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com