ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Misteri Kelelawar Oranye: Kelelawar Berwarna Oranye Ditangkap, Warga Ketakutan

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 21 April 2015 | 15.10

 


PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Sejumlah warga Kelurahan Sidopokso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan kelelawar aneh. Kelelawar itu ditemukan di rumah Rohim, warga setempat yang berprofesi sebagai TNI.

Warga mengaku ketakutan atas keberadaan hewan itu karena dianggap sebagai hewan pesugihan dan mendatangkan malapetaka. Yang aneh, kelelawar tersebut tidak berwarna hitam sebagaimana lazimnya kelelawar.

Sayap dan tubuhnya berwarna kuning dipadu oranye. Wajahnya juga mengerikan. Bahkan, menurut warga, kelelawar itu sesekali membesar dan sesekali mengecil. Kini kelelawar aneh itu disimpan di dalam stoples di rumah warga.

Fajar, warga setempat yang menangkap kelelawar aneh tersebut, mengatakan, dirinya menangkap hewan yang masuk ke rumah Rohim itu pada malam hari. Seorang diri selama beberapa jam, dia berhasil menangkap hewan itu setelah menutup semua pintu dan lubang.

“Hewan ini tidak biasa. Jadi cara menangkapnya juga tidak biasa. Ratusan warga langsung melihat hewan ini. Mereka ada yang merasa takut karena menganggap hewan itu hewan jadi-jadian atau pesugihan,” kata Fajar saat ditemui, Senin (20/4/2015).

Jumaati, tetangga Fajar, yakin bahwa hewan itu pesugihan atau jadi-jadian. Saat baru ditangkap, hewan itu lebar dan besar seperti elang. Namun, setelah ditangkap dan disimpan di dalam stoples, hewan itu semakin mengecil.

“Kami takut uang kami hilang. Kami yakin hewan itu jadi-jadian. Ada tetangga yang bilang itu tuyul berupa kelelawar,” ujar Jumaati.

Pada saat bersamaan, sejumlah warga baik dewasa maupun anak-anak terus berdatangan untuk melihat. Di antara mereka, ada yang mengusulkan agar hewan itu dibunuh. Fajar tidak menggubris usulan warga agar membunuh hewan itu. Dia membiarkannya berada di dalam rumahnya.
15.10 | 0 komentar | Read More

Misteri Penampakan Ufo: Masya Allah, Saya Melihat UFO!

Bismillah, saya menulis ini dengan hati yang berat, dengan menyadari resiko yang akan saya dapatkan dengan mempublish hal ini di media sosial dimana kita tidak saling kenal, baik itu komentar negatif bahkan tuduhan-tuduhan tak pantas. Apalagi apa yang saya ceritakan merupakan hal yang seringkali dianggap Hoax.
Nafas saya sendiri merasa berat untuk menceritakan ini. Tapi saya betul-betul ingin berbagi. Saya hanya ingin rekan-rekan pembaca memahami, melihat lebih dulu track record tulisan-tulisan saya di Kompasiana, juga memahami apa yang ingin saya sampaikan. Saya berharap di antara rekan-rekan ada yang memiliki pengalaman serupa.


Kejadian ini sudah lama, sejak saya masih SD. Terjadi pada sekira tengah malam di bulan Ramadhan. Waktu itu saya dan teman-teman sedang shalawatan di Mushalla dekat rumah. Seorang teman yang mau buang air kecil ke luar berteriak melihat benda asing yang terbang rendah.
Kami, anak-anak SD yang berjumlah belasan itu, berlari ke luar mushalla dan takjub melihat sebuah benda bulat berwarna merah terbang lambat, turun dari ketinggian rendah ke kaki bukit di belakang kebun bambu. Bentuk benda itu seperti Lampu Utama Masjid Istiqlal yg besar itu. Bulat dan ada garis-garis seperti berlian. benda tersebut menyala redup berwarna merah. Terbang rendah pelan-pelan menuju ke kaki bukit. Ketinggiannya kira-kira setara dengan 5 kali menara listrik. Dari jarak sedemikian itu, benda tersebut tampak sebesar bulan.


Benda asing itu terus terbang pelan dan turun ke belakang kebun bambu, di kaki bukit Gunung Putri, Bogor. Dan yang membuat kami tercengang, ketika turun landing, ia membumbungkan asap, asapnya besar sekali, dan tiba-tiba kebun bambu tersebut  menjadi sangat terang bercahaya kekuningan, sampai-sampai batang-batang pepohonan bambu terlihat tegas kehitaman dibalik cahaya benda asing tersebut yang turun jauh di kaki  bukit sana.
Tak ada yang berani mendekat karena sudah tengah malam. dan tentu saja, anak kampung malam-malam tak ada yang membawa kamera.
http://img.okeinfo.net/content/2012/09/24/56/694394/2CJItIodxl.jpg

Hingga kini, jika saya pulang ke rumah dan mengobrol dengan teman-teman, kami masih bisa ingat dengan jelas benda misterius tersebut, dan masih menyimpan pertanyaan benda apa yang kami lihat sewaktu malam itu.
Alam memang menyimpan misteri  yang mahaluas.
Kita tidak tahu di alam semesta yang mahaluas ini, dalam dimensi ruang yang tak di ketahui batasnya, Tuhan Menciptakan misteri yang membuat dada terasa berat..
Semoga komentar hanya yang baik-baik..
amien..

Komentar Pilihan:

Bang Pilot


Yang jelas, Adolf Hitler dan bangsa Jerman sudah pernah membuat dua versi UFO pada perang dunia ke 2. Foto-fotonya ada lengkap di internet.
Pihak Sekutu yang ketakutan melihatnya kemudian menyebutnya sebagai Unidentified Flying Object (UFO).
Sayang, UFO buatan Jerman ini kurang stabil hingga pengembangannya ditangguhkan.



A Sylver Reviolation
kami di balikpapan pernah melihat kejadian serupa berapa belas tahun yg lalu, saya sampai diam terpaku melihatnya, sementara orang2 di kampung pada berlarian ke arah benda itu,,
banyak yg bilang itu hantu kuyang,,
tapi entahlah,, apa itu..


Suro Dumung 
kl saya lihat sebuah fenomena aneh dilangit tahun 2004…sY melihat 2 benda bersinar,bentuknya panjang berjajar tapi keduanya tak sama panjang objek tsb terlihat melayang diatas awan tipis,,saat itu kira2 jam 3 pagi..benda itu diam sekitar 30 menit,lalu bergerak ke atas dan menghilang dengan kecepatan yg sangat luar biasa..



http://unik.kompasiana.com/2014/03/12/masya-allah-saya-melihat-ufo-640880.html



15.09 | 0 komentar | Read More

Artikel kesehatan: Waspada Dampak Benturan di Kepala

TabloidNova.com - Pernahkah Anda mengalami benturan di kepala ? Kecelakaan kecil ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menyebabkan risiko yang beruntun. Benturan kepala tak mengenal usia, penyebabnya bisa oleh kecelakaan lalu lintas (KLL), terjatuh, tertimpa sebuah benda, atas alasan lainnya.
“Pada anak yang sedang belajar berjalan, risiko mengalami benturan di kepala pun ada, misalnya saat mereka jatuh atau terantuk ke sebuah benda keras,” kata dr. T. Juwono , ahli saraf dari RS Premier Bintaro Jakarta.
Berisiko Epilepsi
Benturan yang terjadi pada kepala seyogianya segera diperiksakan. Pasalnya, benturan bisa jadi mengakibatkan retaknya tulang tengkorak atau benjolan yang besar di kepala. “Jika terjadi benjolan besar, harus dicurigai. Apakah ada fraktur di daerah tulang tengkorak atau terjadi sakit kepala yang menetap? Jika setelah 3 – 5 hari kejadian sakit kepala masih terasa, itu harus dilakukan CT Scan . Pemeriksaan ini untuk melihat kondisi tulang tengkorak dan kondisi otak.”
Dari pemeriksaan tersebut, lebih lanjut akan dilihat sejauh mana keretakan yang terjadi pada tulang tengkorak. Juwono menjelaskan, keretakan bisa bersifat linier namun bisa juga masuk ke dalam jaringan hingga melukai otak. “Jika masuk ke jaringan, ada indikasi harus dilakukan operasi untuk mengembalikan ke posisi semula. Kalau tidak, pasien berisiko epilepsi.”
Terpental Lebih Fatal
Dari sekian kasus benturan kepala yang sering terjadi, Juwono menyebutkan bahwa benturan yang menyebabkan seseorang terpental, memiliki dampak yang lebih fatal.
“Bila kepala seseorang dalam kondisi bergerak, lalu terbentur benda tumpul seperti tembok, apalagi hingga terpental lalu terbentur lagi, itu ibarat kepalanya dikocok. Ini bisa menyebabkan efek yang sangat serius pada pasien. Efek kepala yang bergerak itu berbeda dengan jika kepala pasien dalam posisi diam lalu dihantam sesuatu benda,” urainya.
Kasus tersebutlah yang sering kali berujung pada Diffuse Axonal Injury (DAI) alias cedera kepala berat paskatraumatik. DAI, tambah Juwono, adalah cedera yang jarang terdeteksi sampai-sampai dokter ahli saraf pun kadang tak melihatnya sebagai hal yang membahayakan jiwa.
“Ini terbilang aneh. Pasalnya, foto kepala pasien setelah kejadian rata-rata menunjukkan kerusakan yang sangat minimal. Paling pendarahan sedikit di tengah otak. Pasien akan kehilangan kesadaran sejak saat cedera, kemudian berlanjut hingga lebih dari enam jam,” ujarnya.
Pengaruh Emosi
Bentuk ringan dari DAI adalah keluhan yang sering disebut dengan istilah gegar otak. “Misalnya ada pasien yang mengalami gegar otak setelah terjadi benturan, kemudian ia pingsan dan setelah terbangun tak terjadi apa-apa. Meski terlihat sudah bugar, sebaiknya tetap pastikan dengan melakukan CT Scan atau EEG.”
Gegar otak umumnya memang ditandai dengan pingsan tanpa gejala sisa, alias tanpa cacat. Namun, ia menegaskan, tak semua benturan mengakibatkan gegar otak. “Saat korban benturan tidak pingsan pun tetap harus diwaspadai, karena meski dia dalam keadaan sadar dan masih bisa berbicara, bisa saja sebenarnya ia mengalami perdarahan dan pembengkakan otak,” tambah Juwono.
Dampak lain dari gegar otak, dalam beberapa bulan ke depan pun pasien bisa mengalami berbagai keluhan mental seperti lebih emosional, mudah lelah, dan daya ingatnya merosot.
Bisa Amnesia
Kesembuhan benturan yang terjadi pada kepala pun berbeda setiap kasus. Untuk memantau, Juwono menyarankan, lakukan rekaman otak (EEG). Pasalnya, kerusakan yang terjadi di sel-sel otak, biasanya tidak terlihat saat CT Scan atau MRI kecuali ada perdarahan di dalamnya.
“Kondisi ini sering dikeluhkan oleh keluarga pasien. Pasien sudah dibawa ke unit gawat darurat dan sudah dikerjakan CT Scan . Beberapa minggu berselang, emosinya jadi berubah, suka lupa, kemampuan di sekolah pun menurun. Ternyata saat cedera kepala ada kerusakan sel-sel otak, tapi tidak ada perdarahan di dalam otak. Sehingga otak dianggap normal,” urainya
Pemeriksaan EEG akan melihat gangguan listrik di otaknya. “Pada CT Scan dan MRI kepala, yang dilihat adalah anatomi otak, sedangkan EEG aktivitas listriknya. Makanya, komplikasi epilepsi pada cedera kepala hanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan EEG,” ujar dokter senior ini. Ia menyadari, banyak pasien lebih memilih CT Scan dan MRI karena EEG dianggap sudah kuno. Padahal, ia menegaskan, hasil dari pemeriksaan EEG lebih superior.
Sementara jika setelah terjadi benturan pasien tidak mengalami sakit kepala dan muntah, Juwono mengasumsikan kondisi kepalanya tak terlalu terganggu.
“Muntahnya itu juga harus dievaluasi dulu, apa benar karena benturan? Namun yang perlu diwaspadai adalah muntah yang terjadi setelah beberapa jam kejadian, ini bisa berarti ada pembengkakan di otaknya,” kata Juwono.
Ia menambahkan, bisa juga pasien mengalami keluarnya cairan dari hidung paskabenturan. “Saat ini terjadi, harus diketahui bahwa cairan tersebut belum tentu kotoran biasa. Bisa jadi, itu adalah cairan otak yang keluar karena ada yang patah di dasar tengkoraknya. Lebih lanjut ia harus diperiksa kadar glukosanya. Kalau memang terjadi, kumannya bisa masuk ke otak dan harus diberi antibiotik yang kuat.”
Efek dari benturan di kepala bisa juga mengakibatkan amnesia atau lupa pada kejadian yang dialami. “Ada yang ingat beberapa detik sebelum kejadian, tapi ada juga yang lama. Pendek atau lamanya berkaitan dengan benturan yang terjadi. Kalau benturannya hebat, berarti amnesianya makin panjang.”
Noverita K. Waldan
14.25 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...