ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

BERITA REAL COUNT PILPRES 2014: Kubu Jokowi & Prabowo Klaim Menang, Warga pun Resah

Written By Situs Baginda Ery (New) on Selasa, 15 Juli 2014 | 12.16


Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sirimau, Ambon, Maluku melakukan pencatatan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres, Senin (14/7)./Antara
Antara
Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sirimau, Ambon, Maluku melakukan pencatatan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres, Senin (14/7).
 
Kabar24.com, GUNUNGKIDUL—KPU Gunungkidul angkat bicara mengenai klaim kemenangan kubu Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. KPU meminta kedua kubu tak menimbulkan keresahan masyarakat.
Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan menuturkan klaim kemenangan kedua kubu itu bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Masyarakat menjadi bingung  siapa pihak yang benar. SIMAK: REAL COUNT PILPRES 2014: KPU, Tak Ada Kecurangan di Kelapa Dua
“Kami menyarankan agar mengikuti prosedur dan tahapan yang ada. Untuk  pengumuman secara nasional oleh KPU Pusat baru 22 Juli mendatang,” ungkap dia, Minggu (13/7/2014).
Anggota Panwaslu Gunungkidul Budi Haryanto menuturkan Bawaslu sudah meminta segala bentuk ucapan terima kasih atau selamat kepada salah sattu calon untuk tidak dilakukan.
“Bagi Panwaslu, kami menunggu surat resmi dari Bawaslu untuk penertibannya,” tutur dia.
Budi menambahkan hingga saat ini memang belum ada pelanggaran yang ada di Gunungkidul, namun Panwaslu tetap waspada.
“Pasalnya kedua kubu sudah saling klaim menang dan itu tidak mungkin,” ujar dia.
Budi mengatakan agar masyarakat tidak tambah resah  ataupun panas, pemasangan ucapan selamat maupun terima kasih dilakukan setelah 22 Juli 2014. Saat ini proses rekapitulasi suara masih berlangsung. (Harianjogja.com)
12.16 | 0 komentar | Read More

PRABOWO MENANG: Pencoblosan Ulang di Majalengka, Prabowo-Hatta Menang

MAJALENGKA - Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Presiden (Pilpres) di TPS 004 Desa Lengkong Wetan, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Minggu (13/7/2014) dimenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta dengan mengantongi 154 suara. Sementara, Jokowi-JK hanya meraih 92 suara.

"Alhamdulillah, dari hasil penghitungan Prabowo-Hatta unggul di pencoblosan ulang di TPS 04 Desa Lengkong Wetan, Kecamatan Sindangwangi, dengan meraup suara 154 suara dan Jokowi-JK 92 suara," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kabupaten Majalengka, Uju Juhara, seusai menyaksikan penghitungan ulang di TPS tersebut.
Pencoblosan Ulang di Majalengka, Prabowo-Hatta MenangMenurut dia, pihaknya merasa bersyukur dengan hasil tersebut. "Baru dalam sejarah, Kabupaten Majalengka yang merupakan kandang banteng (PDIP), sekarang kalah telak berdasarkan real count dari masing-masing tim tabulasi baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK di Majalengka," ucapnya.

Divisi Hukum dan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Majalengka Mukhlis mengatakan, pelaksanaan PSU di Desa Lengkong Wetang berjalan dengan lancar dan tertib. PSU digelar karena TPS yang bersangkutan melakukan penghitungan suara di bawah pukul 13.00 WIB pada Pilpres 9 Juli 2014 kemarin. Hal itu bertentangan dengan UU dan peraturan yang berlaku. Barang bukti yang dimiliki antara lain fotokopi KTP pemilih, foto pembukaan kotak suara, dan keterangan sejumlah saksi.

"Temuan itu berdasarkan pengawasan Panwascam Kecamatan Sindangwangi. Setelah itu kita rekomendasikan ke KPU Majalengka untuk dilakukan pemilihan ulang, dan akhirnya dikabulkan," ucapnya.

Mukhlis menjelaskan, awal mula pembukaan kotak suara tersebut ketika ada warga asal Kabupaten Cianjur yang melakukan pencoblosan di TPS 04 Desa Lengkong Wetan, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, dengan tidak membawa bukti formulir A5. Para saksi merasa keberatan dan akhirnya melakukan musyawarah dengan Ketua KPPS dan Ketua PPK dan disimpulkan agar surat suara yang dicoblos warga Cianjur tersebut diambil di dalam kotak suara tersebut. Tapi, terlebih dahulu menanyakan kepada warga asal Cianjur bernama Sifa Damayanti tersebut memilih siapa dan ia mengaku mencoblos Prabowo-Hatta.

"Nah, kertas suara itu diambil di dalam kotak dan pihak KPPS maupun PPK menganggap kertas suara yang dicoblos itu rusak. Atas tindakan tersebut, Panwaslu menilai ini sebagai bentuk pelanggaran dan meminta agar dilakukan pemilihan ulang," jelasnya.

Ketua KPU Kabupaten Majalengka Supriatna mengaku bersyukur pelaksanaan PSU di TPS 04 dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya sebelumnya sudah mempersiapkan surat suara pilpres di TPS tersebut dan melakukan pengamanan dari unsur kepolisian.

"Pemungutan ulang Alhamdulillah berjalan lancar. Antusiasme warga dalam menyalurkan hak pilihnya terbilang tinggi dan kami berharap agar warga tetap menjaga suasana kondusif selama penghitungan pilpres berlangsung," ucapnya.

(zik)
http://pemilu.sindonews.com/read/882608/113/pencoblosan-ulang-di-majalengka-prabowo-hatta-menang
12.12 | 0 komentar | Read More

PRABOWO MENANG: 4 Faktor Prabowo-Hatta Menang Telak di Tanah Minang


putrahermanto.wordpress.com
Rumah Gadang
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Berdasarkan hasil hitung cepat sementara (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak di Sumatra Barat. Bahkan, Sumatra Barat menjadi lumbung suara terbanyak dari provinsi lainnya yang dimenangkan pasangan tersebut.
Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Nora Eka Putri menilai ada banyak faktor yang menyebabkan Prabowo-Hatta meraih suara terbanyak di Sumatra Barat. Pertama, solidnya kerja tim sukses partai-partai pendukung Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta.
"Jajaran tim sukses diisi oleh elite-elite penguasa. Mulai dari gubernur hingga ke kepala daerah tingkat kabupaten/kota," kata Nora saat dihubungi Republika, Senin (14/7).
Menurut Nora, hampir semua kepala-kepala daerah di Sumatra Barat berasal dari partai pendukung koalisi merah putih seperti PKS, Golkar, dan Demokrat.
Sebaliknya, partai pendukung Jokowi-JK seperti PDIP dan PKB sudah sejak lama tidak pernah mendapatkan suara yang banyak di Tanah Minang tersebut baik dalam pemilu legislatif maupun presiden.
Kedua, lanjut Nora, warga Sumatra Barat adalah pemilih rasional yang sulit tertipu oleh pencitraan yang dilakukan capres. Mereka memilih pemimpin itu selain berdasarkan ketokohannya, juga berdasarkan kualitasnya.
"Jadi citra Jokowi yang dinilai sebagai pemimpin sederhana itu tak mempan bagi warga Sumbar. Mereka memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan kinerjanya," ujar staf pengajar Ilmu Politik UNP tersebut.
Tayangan televisi yang menyiarkan secara langsun acara debat capres-cawapres sangat membantu tingkat rasionalitas warga Sumatra Barat. Mereka bisa menilai para kandidat itu berdasaekan visi dan misinya.
"Selain itu, katakanlah JK memiliki kedekatan dengan warga Sumatra Barat karena istrinya berasal dari Kabupaten Tanah Datar, tapi kedekatan ini tak berpengaruh. Karena pemilih di Sumatra Barat sangat rasional. Di kabupaten tersebut saja JK kalah," tambah Nora.
Ketiga, psikologis warga Sumatra Barat yang budayanya terkenal religius. Menurut Nora, pernyataan kubu Jokowi-JK yang akan menghapus perda bernuansa syariah di setiap daerah jika menjadi presiden, kecuali Aceh, membuat masyarakat Sumatra Barat berpikir panjang jika harus memilih Jokowi-JK.
Karena, kebanyakan tingkat pemerintahan daerah di Sumatra Barat menerapkan perda syariah tersebut dan didukung oleh masyarakat. Karena, falsafah adat Minangkabau di Sumatra Barat yakni "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", sangat diresapi oleh warga.
Keempat, faktor sejarah PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Masyumi.  Menurut Nora, warga Sumatra Barat masih memiliki emosional yang kuat jika mengingat hubungan antara PRRI dan pusat di masa lalu.
Di mana, Sumatra Barat yang pada waktu era Presiden Sukarno, menjadi basis massa Masyumi mendukung PRRI. Sedangkan pada waktu itu Sukarno terkait erat dengan penumpasan PRRI yang menjadi catatan kelam sejarah Sumbar.
"Bung Karno itu kan terkait dengan PNI dan pada akhirnya juga berkaitan dengan PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi," kata Nora.
Apalagi, ayah Prabowo yakni Sumitro Djodjohadikusumo juga sebagai tokoh pendukung PRRI pada waktu itu. Sehingga, hal ini sedikit banyaknya memiliki pengaruh bagi pemilih di Sumatra Barat untuk mendukung Prabowo.
Seperti diketahui, Pasangan Prabowo-Hatta menang telak di Sumatera Barat dalam pemilihan presiden (pilpres), Rabu (9/7). Versi real qount PKS, suara Prabowo-Hatta 78,53 persen dan Jokowi-JK 21,47 persen. Sedangkan hitung cepat (quick count) RRI,  Koalisi Merah Putih meraih kemenangan 78,06 persen. Persentase tertinggi kemenangan Prabowo-Hatta di Sumatera Barat.
Persentase kemenangan Koalisi Merah Putih itu tertingga diraih di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dengan torehan 78,06 persen. Adapun, kemenangan Jokowi-JK tertinggi didapat di Sulawesi Barat *Sulbar) dengan koleksi 82,54 persen
Sementara itu Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-JK Sumatra Barat Alex Indra Lukman menyatakan, kalahanya pasangan Jokowi-JK di Sumatra Barat tidak masalah.
"Memang untuk Sumatra Barat capres-cawapres kami kalah suara, tapi secara nasional kami menang. Dan perlu diketahui bahwa pencoblosan yang dilakukan masyarakat Sumbar pada siang tadi adalah pemilihan pilpres, bukan pilgub atau pileg," katanya, Kamis (10/7).
12.11 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...