ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Mengungkap Kebenaran Misteri 7 Lapisan Langit

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 10 Februari 2011 | 19.15

Bila anda belum membaca postingan saya sebelumnya, dianjurkan baca dulu karena di khawatirkan kurang nyambung dengan tulisan yang akan saya sampaikan ini. Pada tulisan sebelumnya saya menulis tentang Misteri Luas Alam Semesta dan Ramalan Perbintangan. Pada tulisan ini saya mau mencoba menggali kebenaran dari 7 lapis langit seperti yang diceritakan dalam kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tulisan ini dimaksudkan bukan untuk mencari kebenaran dan mematahkannya tetapi mencari kebenaran dari teori dan cerita yang pernah didengar oleh saya sebelumnya. Jadi anggaplah ini sekedar cerita atau sharing yang letak kebenaran sesungguhnya ada didalam kalbu kita masing2. Ehm… langsung aja kita mulai ceritanya… duduk yang manis dan jangan melotot kayak gitu, jangan lupa sediakan kopi jadi bisa baca sambil ngopi.. :D

O ya, buat yang non muslim juga boleh membaca tulisan ini, siapa tahu bisa menjawab keraguan anda dan mohon jangan diperdebatkan.. cukup kita fikirkan kebenarannya gitu aja.. karena kita sesama mahluk ciptaan Tuhan diberikan akal dan fikiran, ingat musuh utama kita bukan perbedaan akan tetapi Setan.. okeh? Sekali lagi tulisan ini saya rangkum dari sumbernya dan bukan sepenuhnya saya tulis, namun ada beberapa pendapat yang saya tuliskan disini.

7 lapisan langit dan kaitannya dengan dimensi

Sekarang kita bicarakan dari segi ilmu manusia, dan mudah2an ini bisa dipahami… karena gw sendiri berkunang2 waktu mempelajari dan membacanya..he..

Bila membaca sejarah Isra’ Mi’raj nabi, kemungkinan yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Sama kayak istilah pixel dalam desain grafis, dimana gambar yang tercipta adalah himpunan titik2 yang sangat banyak dan dengan warna yang beragam sehingga membentuk pola tertentu menjadi gambar. Titik2 ini akan membentuk garis yang kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat. Demikian seterusnya sehingga setiap dimensi yang satu dengan yang lain saling berkaitan.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Langit pertama

Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya. Jadi dimensi 3 adalah dimensi yang sangat kasar dan padat, sehingga dapat diraba dan dilihat dengan kasat mata. Alam semesta kita ini menjadi penyusun langit kedua yang berdimensi 4. Benarkah demikian? Mari difikirkan bersama kebenarannya..

Langit kedua

Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Sehingga mahluk di dimensi 3 tidak akan bisa melihat mahluk di dimensi 4, tetapi mahluk dimensi 4 kemungkinan bisa melihat mahluk dimensi 3. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga

Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal atau mungkin alam kubur. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam tergantung tingkatannya. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, diceritakan bahwa Rasulullah bertemu dengan nabi2 terdahulu yang berbeda2 disetiap lapisannya. Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:

1.Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.

2.Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya

1. Langit pertama atau langit dunia

Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Penjelasan gambar:

Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua

Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini kemungkinan dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.

Penjelasan gambar:

Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.

Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:

Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.

Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?

Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh

Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Dapat diartikan bahwa sebenarnya alam semesta ini ada dalam satu ruang lingkup namun berbeda tingkatannya. Tingkatan yang dimaksud disini adalah tingkatan kepadatan partikel dan dimensi penyusun bentuk atau zatnya. Dengan demikian, dunia tempat kita berpijak ini titik koordinatnya sama dengan dunia pada dimensi lain hanya saja terpisah alam atau dimensi. Nah, cerita ini agak sedikit berbeda ni dengan yang pernah saya tulis di Misteri Luas Alam Semesta dan Ramalan Perbintangan (2).

Tingkatan Mahluk dan Unsur Kehidupan

Ini dari pendapat saya sendiri setelah mengamati dan membaca banyak buku kemungkinan mahluk hidup yang ada dialam semesta ini tercipta dari beberapa tingkatan partikel atau penyusun jasadnya. Dari adanya perbedaan dimensi tersebut maka dapat difikirkan bahwa mahluk hidup dan unsurnya juga memiliki beberapa tingkatan. Mulai dari unsur yang keras dan padat, cair, gas, dan cahaya. Partikel yang paling padat adalah benda keras dan tampak dengan kasat mata seperti kita manusia yang terbentuk dari banyak partikel padat, tanah, batu, pasir, debu, termasuk air, sedangkan partikel padat yang paling kecil adalah gas. Mahluk yang tercipta dari partikel padat ini adalah seperti manusia, hewan, tumbuhan, beserta semua benda yang ada di alam semesta Dimensi 3 kita ini.

Partikel kedua adalah partikel halus yang tidak kasat mata seperti listrik, bau, suara, angin atau udara, partikel ini memiliki unsur penyusun tetapi sangatlah halus atau ghaib. Misalnya listrik yang tersusun dari ion2 positif dan negatif, dan udara yang merupakan partikel ringan yang melayang atau Oksigen. Partikel ini tidak dapat ditangkap dan dilihat tetapi dapat dirasakan serta dapat juga memberikan sentuhan, dorongan, panas, dingin, serta getaran. Misalnya angin yang bergesek dengan benda padat akan menghasilkan suara, demikian pula suara yang kita keluarkan dari mulut adalah hasil gesekan antara angin yang keluar dari paru2 kita dengan pita suara.

Partikel yang paling halus lagi adalah api, dimana api ini sifatnya hidup, membutuhkan oksigen dan mengeluarkan unsur panas. Api tidak dapat disentuh tetapi dapat dilihat karena adanya cahaya yang merupakan hasil dari pembakarannya dan dapat dirasakan yakni adanya panas. Api juga memiliki warna sehingga cahaya yang dihasilkannya juga bisa menghasilkan warna tergantung unsur pembakarnya. Mahluk yang tercipta dari api ini adalah sebangsa jin yang berada di Dimensi 4.

Partikel yang sangat halus adalah cahaya, cahaya ini sebenarnya berasal dari adanya api atau pembakaran. Cahaya tidak terpengaruh dengan hukum2 fisika dan momentum. Cahaya dapat mengisi ruang gelap, dan dapat pula berwarna sesuai dengan warna dari unsur padat yang dipantulkannya. Cahaya tidak dapat dipegang, kalaupun bisa dilihat sifatnya adalah semu… dan tidak bisa kita gambarkan dengan rumus kimia apapun. Mahluk yang tercipta dari cahaya ini adalah bangsa Malaikat dan berada di Dimensi 9.

Selanjutnya ada lagi yang misteri, yaitu ruh… apakah ruh ini bisa digambarkan dengan lugas seperti yang dijelaskan dalam dimensi2 diatas? Kemungkinan, ruh ini lebih halus lagi dari semua unsur yang kita kenal.. ruh inilah yang hidup dan kekal tidak mati. Artinya meskipun jasad kita telah mati, akan tetapi itu tidak berlaku pada ruh. Apakah benar ruh juga berada pada dimensi yang berbeda seperti yang dijelaskan pada cerita diatas? Ruh orang yang telah mati akan tertahan sementara di alam atau dimensi lain sebelum akhirnya nanti dikumpulkan dan dihidupkan kembali, yaitu alam barzah. Benarkah..? ini opini berdasarkan yang pernah saya baca dan dengar saja. Ruh ini tidak terpengaruh oleh waktu, sehingga sifatnya kekal.

Dengan demikian berarti kita manusia adalah mahluk yang paling rendah unsur penyusunnya, itulah sebabnya mengapa bangsa jin tidak mau bersujud dihadapan Adam karena mereka merasa bahwa mereka mahluk yang lebih tinggi dari manusia. Tetapi dari semua mahluk ciptaan Allah SWT, ruh kita adalah sama meskipun unsur penyusunnya berbeda. Benarkah demikian? Belum tahu kebenarannya ni karena belum ada juga dalil dan teorinya atau mungkin saya belum pernah baca kali ya?

Zat Sang Pencipta

Zat sang maha pencipta adalah zat yang maha mulia dan maha sempurna, kita tidak akan bisa mengetahui seperti apa zatnya dan seperti apa bentuknya. Allah SWT tidak berada di dimensi manapun, tapi meliputi semua dimensi itu. Wajah Allah tidak serupa dengan wajah manapun. Dalam keberadaannya,Tuhan tidak bukan berada di sini bukan di situ, bukan begini bukan begitu. Tidak ada yang bisa menjelaskan kecuali Allah sendiri yg menjelaskan.

Muhammad SAW sendiri terpesona dan tidak mampu berkata apa-apa ketika berhadapan dengan Allah Swt, lalu beliau tersungkur dan tidak mampu memandang. Nabi Musa As pun tersungkur menatap kehadiran Allah di bukit Sinai, untuk itu Allah “terpaksa” menghadirkan simbol di dimensi ketiga berupa pancaran api yang membakar ilalang agar Musa sanggup menghadapinya.

Keajaiban Isra dan Miraj

Cerita mengenai luasnya alam semesta ini sebenarnya bisa dijelaskan melalui peristiwa perjalanan Rasulullah saat Isra’ Mi’raj… Saya aja baru menyadari akan hal ini, padahal dari kecil acara Isra’ Mi’raj selalu saya ikuti tapi maksudnya yang diambil hikmahnya hanya perintah menunaikan ibadah Sholat lima waktu. Ternyata ada ilmu pengetahuannya juga bila kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu segi keilmuan.

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu dilakukan oleh badan Rasulullah Saw yang terbuat dari materi padat? Untuk malaikat dan Buraq tidak ada masalah karena badan mereka terbuat dari cahaya juga. Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh Rasulullah Saw diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi?

Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Nah, kalau dihitung jarak Mekkah – Palestina sekitar 1500 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.

Sesampainya di Palestina tubuh Rasulullah Saw dikembalikan menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum. Dari Palestina dilanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke Sidratul Muntaha, yakni dari langit dunia (langit pertama) ke langit kedua, ketiga sampai dengan langit ketujuh dan berakhir di Sidratul Muntaha.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Karena walaupun tubuh Rasulullah Saw diubah menjadi cahaya seperti perjalanan dari Mekkah ke Palestina, tidak akan selesai menempuh perjalanan di langit pertama saja. Bukankah untuk menempuh diameter alam semesta diperlukan 30 miliar tahun dengan menggunakan kecepatan cahaya. Jadi bagaimana caranya?

Seperti telah disebutkan di atas dalam penjelasan posisi antar dimensi bahwa posisi langit kedua dengan langit pertama dianalogikan seperti sebuah ruangan berdimensi 3 dengan dinding tembok berdimensi 2. Makhluk bayangan berdimensi 2 di tembok tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, kecuali ada bantuan dari makhluk berdimensi lebih tinggi, minimal dari makhluk berdimensi 3, yakni balok. Caranya si balok menempelkan salah satu sisinya ke tembok dan makhluk bayangan menempelkan diri ke sisi balok itu. Dengan menempel di sisi balok dan mengikutinya, makhluk bayangan bisa memasuki ruang berdimensi 3 dan meninggalkan wilayah berdimensi 2, yakni dinding tembok.

Begitulah kira-kira analogi bagaimana Rasulullah Saw melakukan perjalanan antar dimensi. Dengan kehendak Allah Swt, Jibril membawa Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari langit pertama hingga langit ketujuh lalu ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini bukan perjalanan jauh seperti telah disebutkan tadi. Kejadian itu terjadi di tempat Rasulullah Saw terakhir duduk shalat di Masjidil Aqsa Palestina, karena ruang berdimensi 4, 5 dan seterusnya itu persis berada di sebelah kita, hanya kita tidak melihatnya dan tidak bisa mencapainya.

Wajar saja perjalanan Isra Miraj Rasulullah Saw dari Mekkah ke Palestina dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya terjadi dalam semalam. Bayangkan dalam zaman ketika pemahaman manusia tentang sains dan teknologi belum seperti sekarang, seorang Abu Bakar Ash Shiddiq Ra. Sahabat yang suci bisa beriman dan menerima kebenaran cerita Rasulullan Saw tanpa sanggahan.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :

Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.”

Wallahua’lam

Sebenarnya tulisan diatas saya rangkum dari berbagai sumber, tetapi sudah saya gabung2kan dengan teori yang menurut saya masih perlu dicari kebenarannya… kenapa? Karena seperti yang anda lihat diprofil, saya pencari kebenaran… ;p

Tapi kebenaran yang diungkap ini bukan untuk mencari fakta kesalahan, tetapi untuk menguatkan iman kita betapa maha agungnya Allah SWT sebagai pencipta. Betapa luasnya alam semesta yang diciptakannya. Hingga saat ini misteri 7 lapis langit ini masih banyak perdebatannya, karena maklum manusia ini penuh dengan logika dan terlalu rasional… maka Allah SWT menyuruh kita memperkuat iman baru akal fikiran, agar kita tidak sesat karena pemikiran kita sendiri.

Referensi :

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13774&post=1
http://tendouku.files.wordpress.com

19.15 | 0 komentar | Read More

Top 10 Misteri Bintang di Langit

10 Misteri Perbintangan
By Jeanna Bryner

Bagi banyak pengamat bintang, langit malam mungkin terlihat seperti latar belakang dengan kerlap kerlip cahaya. Namun milyaran bintang yang memenuhi alam semesta sebenarnya bervariasi dan penuh dengan keajaiban yang menakjubkan. Mulai dari stellar fireworks yang berasal dari ledakan supernova hingga black holes yang tak terlihat, para astronom secara perlahan menemukan bagaimana system perbintangan dan apa apa saja yang membuat keunikan pada setiap jenisnya. Walaupun masih banyak misteri yang tertinggal…


Spoiler for No. 10 : Diamonds In the Sky



ketika sebuah bintang menggunakan bahan bakar nuklirnya, bintang itu mengusir sebagian besar lapisan luarnya hingga yang tertinggal hanya inti yang sangat panas yang disebut a white dwarf (kerdil putih). Ilmuwan berspekulasi bahwa di bagian bawah white dwarf sejauh 50 kilometer terdapat lapisan tebal yang merupakan Karbon dan Oksigen yang mengkristal, menyerupai berlian. Dan pada 2004, mereka menemukan bahwa white dwarf dekat konstelasi centaurus, BPM 37093, terbuat dari karbon yang mengkristal beratnya 5 juta triliun pound. Dengan kata lain, white dwarf itu meniliki kadar 10 miliar triliun triliun karat!


Spoiler for No.9 : Stellar Corpses



Magnetars adalah bintang neutron padat-jenis, sebuah Stellar Corpse dengan medan magnet yang miliaran kali lebih kuat daripada magnet di Bumi. Mereka memancarkan kilatan sinar-X sekitar setiap 10 detik dengan sebuah ledakan sinar gamma sesekali. Mereka tidak diklasifikasikan sebagai jenis bintang yang berbeda sampai tahun 1998, hampir dua dasawarsa setelah cahaya muncul untuk yang pertama kali Pada bulan Maret 1979, sembilan pesawat ruang angkasa mengamati pelepasan radiasi tersebut setara jumlah energi matahari yang terpancar dalam 1.000 tahun mendatang dari lokasi sisa-sisa supernova yang disebut N49.


Spoiler for No.8 : Close Quarters



Stellar cluster terdiri dari banyak bintang yang berkembang pada saat yang bersamaan. Sebagian terdiri dari beberapa lusin bintang, dan yang lainnya terdiri dari berjuta bintang. Beberapa gugus bintang dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti cluster Pleiades terkenal di rasi Taurus. Bintang terbentuk di daerah yang sama, namun alasan mengapa sebagian dari meraka tetap berdekatan membentuk cluster adalah sebuah misteri.


Spoiler for No.7 : Stellar Rumbles



starquake dianggap sebagai pergoyakan pada permukaan bintang neutron, seperti gempa bumi di Bumi. Pada tahun 1999 astronom mengidentifikasi ledakan ini sebagai akibat dari sinar gamma dan sinar-X yang berasal dari bintang-bintang neutron. Prediksi ledakan kuat ini tetap sebuah misteri. Baru-baru ini, John Middleditch dari Los Alamos National Laboratory dan timnya menemukan bahwa pada jenis tertentu dari bintang neutron berputar yang biasa disebut pulsar, jeda waktu ke gempa berikutnya sebanding dengan ukuran gempa sebelumnya.


Spoiler for No. 6 : Super Stars



Sebuah bintang neutron lahir dari sebuah ledakan supernova, yang memampatkan inti bintang sekarat dengan massa yang lebih besar dibandingkan massa matahari menjadi bola dengan diameter seukuran sebuah kota kecil. Selangkah sebelum menjadi lubang hitam, bintang neutron merupakan objek terpadat di alam semesta. Hanya sesendok teh beratnya bisa sekitar satu miliaran ton di Bumi. Pada 2005, ilmuwan NASA menemukan sumber ledakan sinar gamma yang memancarkan cahaya setara 100,000 triliun matahari dan memecahkan misteri 35 tahunan : Ketika dua bintang neutron terbentur pada kecepatan puluhan ribu mil per detik, mereka memancarkan kembang api sinar gamma.


Spoiler for No.5 : Star Bursts



Sebuah bintang kelas baru yang disebut rotating radio transients (RRATs) dapat bercahaya berubah-ubah. Mereka adalah hasil dari kompresi bintang neutron yang sebentar-sebentar mengirimkan semburan gelombang radio yang dapat berlangsung paling sedikit selama dua milidetik dengan celah gelap berlangsung selama tiga jam secara besar-besaran. Tidak hanya ledakan ini berumur pendek, agar dapet mendeteksi RRATs astronom harus membedakan kilatan gelombang radio dari gangguan radio radio terrestrial. Meskipun demikian, kemungkinan terdapat ratusan ribu dari mereka di Bima Sakti.



Spoiler for No.4 : Singles Club?



Bintang bintang mungkin bukan sesuatu yang menyendiri, seperti pernah terpikir. Sekarang astronom memprediksi bahwa 85 persen dari bintang-bintang di galaksi Bima Sakti berada dalam sistem bintang ganda. Lebih dari separuh dari semua bintang bintang biner, atau dua bintang yang saling terikat oleh daya tarik gravitasi mereka, dengan masing-masing bintang mengorbit di pusat massa. Ketika tiga atau lebih bintang berkerumun, kejadian tersebut disebut sistem bintang ganda. Pada tahun 2005, astronom menyajikan bukti bagi planet pertama yang mengorbit pada sistem biner.


Spoiler for No.3 : Enigmatic Explosions



Bencana ledakan bintang mengirimkan gelombang kejut yang memancar ke luar pada 22 juta mph (35 juta kilometer per jam). Akhir hidup beberapa bintang dapat menjadi event yang spektakuler. Sebutlah supernova, ketika sebuah bintang yang lebih dari delapan kali massa matahari kita terbakar, dorongan gravitasi kedalam memecah isi perut bintang. Ledakan itu mendorong jet cahaya dengan energi tinggi dan mengisi ruang angkasa. Sejak supernova Johannes Kepler terlihat pada 1604, para astronom belum sekalipun menyaksikan kejadian itu di galaksi kita ini.


Spoiler for No. 2 : Sun Rays



Atmosfir matahari atau corona, dapat mencapai gelembung 3,6 juta derajat F (2 juta derajat C), dan tak terduga dapat merentangkan aliran partikel energi tinggi pada kecepatan cahaya terdekat. sebutlah solar flares, gumpalan partikel bermuatan ini melaju sepanjang garis-garis medan magnet melengkung menuju ke Bumi, di mana dapat mengakibatkan gangguan komunikasi dan teknologi satelit, perangkat elektronik, dan bahkan ponsel. Solar flares terbesar dapat melepaskan energi bernilai jutaan bom hidrogen, atau energi yang cukup untuk memenuhi daya Amerika Serikat untuk 100.000 tahun jika bisa dimanfaatkan. Para astronom baru saja mulai memahami cara kerja matahari, dengan tujuan memprediksi Lidah Api ini.


Spoiler for No. 1 : Grim Reapers



lubang hitam sangat padat hingga tidak ada yang dapat melarikan diri dari cengkeraman gravitasinya. Setelah melewati horizon, atau batas luar yang bahkan cahaya tidak dapat melarikan diri, tidak ada jalan keluar. Sekarang astronom memiliki bukti kuat mengenai keberadaan lubang hitam bintang. Yang mana terbentuk dari untuhnya bintang-bintang besar, menjatuhkan berat dari jutaan massa matahari.


sumber : http://www.space.com/scienceastronomy/

thread ane yang pertama nih gan, maaf klo ada salah salah kata maklumane masih newbie.
maaf gan klo sekedar share aj...klo berkenan di rate juga gpp...thnks gan :toast


Quote:
web ane nih gan, mampir yaa ditunggu kritik & sarannya
19.10 | 0 komentar | Read More

Legenda Naga di China : Khayal yang Menuju Kenyataan

Naga merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan bangsa China. Hal ini dapat dilihat dari budaya China yang hampir semuanya berhubungan dengan hewan legenda ini. Sebaliknya, para peneliti telah lama meyakini bahwa naga hanyalah merupakan mahkluk khayalan semata yang hanya hadir dalam legenda-legenda klasik.

Namun sebuah penemuan pada tahun 1996 seolah menjawab keragu-raguan para ahli. Para arkeolog di China berhasil menemukan fosil naga ini di Desa Guanling, Kota Anshun, China. Penemuan ini membuktikan bahwa hewan yang dikeramatkan ini a pernah ada.

Dalam bingkai ilmu pengetahuan, naga merupakan reptil yang hidup di samudra pada masa Triasik sekitar 200 juta tahun yang lalu. Naga merupakan makhluk amfibi, ia banyak menghabiskan waktunya di air dan terkadang berjalan ke daratan. Naga merupakan legenda yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat China. Hewan dari masa lalu ini, sering hadir dalam kisah-kisah masa lalu China dan dianggap sebagai makhluk yang istimewa. Orang Mandarin juga meyakini bahwa mereka adalah titisan dari naga.

Hal inilah yang membuat penemuan pada tahun 1996 ini di sambut baik masyarakat. Fosil naga yang ditemukan di Desa Guanling itu dilengkapi dengan sepasang tanduk di atas kepalanya. Wujud dari naga ini menyerupai hewan legenda yang sering terdapat dalam legenda. Fosil ini dalam kondisi baik dengan Panjangnya keseluruhan mencapai 7,6 m, kepalanya 76 cm dan lehernya 54 cm. Tubuhnya memiliki panjang 2,7 m serta lebar 68 cm, dan buntutnya 3,7 m.

Kepala naga ini berbentuk segitiga, dengan lebar mulut 43 cm. Bagian terlebar di kepala naga ini mencapai 32 cm, kedua tanduknya, dengan bentuknya yang simetris menjulang dari bagian terlebar tersebut dan berukuran 27 cm. Tanduknya berbentuk agak sedikit melengkung serta condong ke samping, sehingga semakin membuat fosil tersebut menjadi seperti naga dalam legenda. Fosil itu pada akhirnya dipamerkan pada tahun 2007 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, Guizhou, China.

Penemuan di Yunnan dan Sungai Liachoe

Spoiler for fosil:


Fosil Naga

Penemuan lainnya terjadi di Provinsi di dekat sebuah desa di Fuyuan, China baratdaya pada tanggal 22 Januari 2007. Penduduk setempat menemukan fosil naga berukuran kecil yang telah melekat pada lempengan batu di dalam sebuah gua di atas sebuah bukit.

Para petani di desa itu telah melakukan penggalian fosil sejak tahun 2000 untuk mencari “sisa-sisa” dari legenda naga karena terinspirasi oleh penemuan naga yang dipamerkan di Guizhou. Para petani melakukan itu untuk menambah penghasilan dengan menjual fosil tersebut kepada para peneliti.

Sebelumnya, untuk membuktikan keberadaan naga itu, para arkeolog China melakukan ekskavasi sejak tahun 1983 di beberapa lokasi yang diyakini pernah ditinggali oleh peradaban China kuno. Ekskavasi pertama dilakukan di sekitar Desa Niuheliang, di kaki Gunung Merah (Red Mountain). Tepatnya, berada di lokasi lembah Sungai Liachoe. Dari beberapa temuan membuktikan, bahwa di daerah ini pernah ditinggali sebuah peradaban kuno yang cukup maju ribuan tahun silam.

Bangsa dan Negara yang Memiliki Kisah Naga :

• China : disebut Long, berbentuk ular dengan empat kaki yang berkuku

• Vietnam : disebut Rong

• Jepang : disebut Ryu, memiliki tiga kuku tajam

• Korea : disebut Yong ( naga langit) , Yo (naga laut) dan Kyo (naga gunung)

• Siberian : disebut Yilbegan – India : dikenali Vyalee dan banyak diukir di kuil Selatan India.

• Germanic/Scandinavian : disebut Lindworm, berbentuk ular besar yang berkaki dua.

• Wales : disebutY Ddraig Goch, naga merah yang tertera pada bendera negeri itu.

• Hungarian : disebut Zomok, berbentuk ular yang tinggal dalam paya dan seringmemangsa khinzir atau biri-biri. Sárkánykígyó, berbentuk ular berkepak. Sárkány, naga berbentuk manusia yang memiliki banyak kepala.

• Slavic : disebut Zmey, Zmiy dan Zmaj , menyerupai naga Eropa tetapi memiliki banyak kepala, dapat menyemburkan api.



• Romanian : disebut Balaur, memiliki sirip, berukuran besar dan berkepala banyak. Chuvash: disebut Vere Celen, Amerika- Meso-amerika: disebutAmphitere,Inca: disebut Amaru, Brasil: dikenali sebagai Boi-tata.

Akhirnya, Fosil Naga Asli Ditemukan Juga!

Ada beberapa fosil, dinamakan “China dragon fossils”, yang baru-baru ini dipamerkan di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guizhou.

Ketika seorang arkeolog menemukan fossil, mereka menemukan naga mempunyai sepasang tanduk di atas kepala-nya dan bentuk naga sangat legendaris seperti hewan sering dijelaskan dalam buku dan cerita.

Naga ada sering muncul dalam legenda Cina. Naga dengan dua tanduk di atas kepala dianggap sebagai totem. Totem yang pertama kali ditampilkan oleh leluhur Cina dan disembah oleh orang-orang Cina.

Karena itu orang-orang Cina yang juga disebut "descendents from dragon". Untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa naga adalah hewan fiksi yang ada hanya dalam cerita.

Naga fosil ditemukan di Guanling County, Anshun City, pada tahun 1996, dan telah disimpan dalam kondisi baik. dengan panjang keseluruhan 7,6 meter.

Kepala dengan 76 cm panjangnya dan leher yang panjangnya 54 cm. Tubuhnya adalah 2,7 meter dan panjang 68 cm merupakan lebar dalamnya, dan ekor dengan panjang 3,7 meter.

Kepala Naga adalah dalam bentuk segitiga. Muaranya adalah panjang 43 cm. Dengan luas bagian kepala yang panjang 32 cm. Tanduk proyek yang luas dari bagian kepala, dan simetris dan panjang 27 cm. Mereka sedikit lengkung dan tilted, yang menjadikan fosil terlihat sangat legendaris seperti naga.

Naga yang merupakan binatang reptil yang hidup di laut dalam Periode Triassic sekitar 200 juta tahun yang lalu. Ia menghabiskan sebagian besar dari waktu hidup di air, meskipun kadang-kadang ia berjalan di darat. Ia juga meletakkan telur di tanah. Hewan yang hidup di ikan kecil dan binatang reptil.

Ini adalah yang pertama kalinya Cina menemukan fosil naga dengan sepasang tanduk. Di discovery menyediakan beberapa bukti untuk membuktikan bahwa naga mungkin benar-benar memiliki tanduk.

Fosil yang memberikan informasi ilmiah penting bagi orang untuk menelusuri asal naga yang legendaris di Cina.



nih gan ,video penemuanya!!

19.03 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...