ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Misteri Mayat "Mr X" di Rumah Mbah Maridjan

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 28 Oktober 2010 | 18.51

Kerabat Mbah Maridjan bertanya, siapa Mr X yang terlihat bersama Mas Wawan di Kinahrejo.
Kamis, 28 Oktober 2010, 09:28 WIB
Elin Yunita Kristanti
Daftar korban tewas Merapi (Fajar Sodiq/VIVAnews)
BERITA TERKAIT

VIVAnews -- Korban letusan Gunung Merapi terus bertambah. Sampai hari ini sudah 30 jenazah yang dikirim ke bagian forensik RS Sardjoto Yogyakarta.

Ada jenazah Mbah Maridjan dengan posisi sujud, juga ada rekan kami, editor VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho -- yang akrab kami panggil 'Mas Wawan'.

Namun, tak semua jenazah sudah teridentifikasi. Ada beberapa jenazah tanpa identitas yang disebut 'Mr X'.

Soal 'Mr X' jadi menarik ketika kerabat Mbah Maridjan, Agus Winaryo bertanya pada VIVAnews, siapa lelaki tinggi dan ganteng yang saat itu terlihat bersama Mas Wawan di rumah Mbah Maridjan.

"Dia itu diduga Mr X yang juga meninggal," kata Agus Kamis pagi.

Dikonfirmasi, Asih, putra Mbah Maridjan menceritakan, pada Selasa 26 Oktober 2010 -- hari kejadian-- tepatnya sebelum Maghrib, ada seorang pria bertamu.

Dia mengaku sebagai wartawan sebuah harian. "Ciri-ciri fisik, tinggi, rambut panjang, ganteng," kata Asih ditemui di RS Sardjito, Yogyakarta, Kamis pagi.

Asih mengaku tak tahu apakah pria itu ingin mewawancara Mbah Maridjan atau sudah wawancara.

"Dia datang sendirian, tapi saat itu ada banyak orang di rumah," kata Asih. Orang itu belum diketahui nasibnya.

Berdasarkan kronologi, fase erupsi Merapi Selasa lalu dimulai pukul 17.02 Waktu Indonesia Barat.

Saat sirine peringatan mengaung di kampung Mbah Maridjan, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, sejumlah wartawan yang berada di rumah kuncen itu berhasi dievakuasi.

Sahabat kami, Mas Wawan menjadi korban karena ia dan petugas PMI, Tutur Prajitno memutuskan kembali lagi untuk menjemput Mbah Maridjan dan orang lain yang masih ada di Kinahrejo.

Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta

• VIVAnews
18.51 | 0 komentar | Read More

Video Mbah Maridjan Meninggal Posisi Sujud

Jenazah Mbah Maridjan baru ditemukan Rabu pagi.

Mbah Marijan Meninggal (FOTO ANTARA/Regina Safri)

VIVAnews - Jasad pria yang diduga kuat Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sujud. Jenazah yang memakai batik itu dalam posisi tertimpa kayu-kayu dari atap.

Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas. Tim dokter sudah yakin 80 persen bahwa jasad itu Mbah Maridjan. Bahkan, pihak Keraton Yogyakarta sudah mengirimkan ciri-ciri fisik Mbah Maridjan untuk dicek silang.

Kemarin, anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 kemarin pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, kemarin.

Saat ditemukan, posisinya masih bersujud di dalam kamar. Menurut keterangan Agus Winaryo, asisten Mbah Maridjan, Mbah Maridjan meninggal saat dalam posisi beribadah. Berikut Video

"Baru tadi pagi (kemarin) saya diberitahu, Mbah Maridjan sudah tidak ada, dia ditemukan sedang sujud di atas sajadah di dalam kamarnya," kata Agus kemarin kepada VIVAnews.com.

Mbah Maridjan termasuk orang yang getol beribadah. Bahkan, dalam melakukan ibadah, Mbah Maridjan kerap menghabiskan waktu lama. (umi)

• VIVAnews

18.47 | 0 komentar | Read More

Mbah Maridjan Meninggal dalam Posisi Sujud

Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi.


VIVAnews -- Nasib juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan sudah diketahui. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas. Anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan kabar duka ini.

Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.

"Karena sering ketemu, saya yakin itu Mbah Maridjan -- dari batik yang dikenakan," tambah dia. Sampai saat ini, jelas dia, proses evakuasi sedang berlangsung.

Sebelumnya , petugas Kamar Jenazah RS Sardjito Yogyakarta, mengakui pihaknya sudah menerima jasad Mbah Maridjan.

"Benar, Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas tersebut.

Soal kondisi jenazah Mbah Maridjan, dia mengaku tak berani menggambarkannya. Yang jelas, "kami menerima jenazah tersebut pukul 06.30 WIB," tambah dia.

Mbah Maridjan meninggal di rumahnya bersama belasan orang lainnya. Termasuk, rekan kami, redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho yang kembali naik ke atas gunung demi juru kunci Merapi itu turun.

Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta

• VIVAnews
18.45 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...