Senin, 04 November 2013

Tahun Baru Hijriyah atau Tahun baru Jawa 1 Suro Momentum Mawas Diri

by: http://sosbud.kompasiana.com/2013/11/04/tahun-baru-hijriyah-atau-tahun-baru-jawa-1-suro-momentum-mawas-diri-606571.html
Tahun Baru Hijriyah atau Tahun baru Jawa 1 Suro Momentum mawas diri.
Tahun baru Islam atau juga di kenal dengan tahun baru Jawa 1 Suro sering di rayakan dengan berbagai bentuk kegiatan. Sebagian umat Islam merayakan tahun baru Islam dengan pengajian, tablik akbar dan kegiatan yang bernuansa Islam, sedangkan sebagian lain mengemasnya dengan unsur budaya. Seperti di Jogjakarta, tahun baru Islam diperingati dengan jamasan pusaka, nguras enceh (gentong air di makam Raja Imogiri). Di Jawa secara khusus Jogjakarta mengapa ini dilakukan tidak lepas dari peran Sultan Agung sebagai Sultan Mataram yang menginginkan perubahan penanggalan dari Saka (Hindu ) ke Tahun baru Hijriyah (Islam). Perubahan ini berbarengan dengan penanggalan Islam atau Hijriyah. Maka antara  keduanya menjadi tidak terpisahkan. Orang, selain mengenal tahun baru Islam juga mengenal tahun baru Jawa 1 Suro.
Maka tak heran, tahun baru Jawa juga diperingati oleh umat non Islam. Seperti penghayat kepercayaan. Di kampung tempat saya pernah tinggal, peringatan tahun baru Islam menjadi momentum refleksi diri. Kegiatannya berupa malam perenungan, yang diikuti oleh siapapun yang tinggal di kampung itu. Baik Islam maupun yang Kristen. Mereka saling berbaur tak berjarak. Hal ini menandakan moment tersebut menjadi kelanjutan sebuah relasi penuh makna. Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa,  manusia handaknya perlu mawas diri, berefleksi menemukan jati diri. Selain itu juga perlu melihat sejauh mana relasi social memberi dampak pada kehidupan harmonis antar manusia. Manusia diajak kembali menyucikan diri, hidup baru dengan menanggalkan keburukan menuju ada kebaikan kepada setiap insan.
http://www.kalenderacara.com/wp-content/uploads/2012/11/kirab-1-suro.jpgPada prinsipnya, mawas diri adalah kembali menemukan ensesi kemanusiaan kita. Tidak harus menunggu datangnya tahun baru. Kapanpun manusia bisa melakukannya. Namun di malam tahun baru, manusia hendaknya  dengan kesadaran menemukan kembali sisi spiritual. Sisi yang memang sudah dimiliki oleh manusia sejak dilahirkan.  Dengan begitu, manusia semakin teruji, mampu mengasah rasa dan batin dengan tidak lagi mudah lepas kendali mengikuti nafsu serakah dan kerakusan. Ya manusia bisa bermati raga. Meninggalkan keserakahan melepaskan hal-hal yang membawa kepada jurang kenikmatan sesaat.
Lepas dari mencampuradukkan dengan budaya, momentum tahun baru Islam tetap tidak kehilangan makna pentingnya. Budaya tetaplah budaya, tidak akan menggeser nilai-nilai Islam yang sudah luhur. Justru momentum Tahun Baru semakin diperkaya dengan perpaduan nilai-nilai budaya dan agama. Dari itu semua yang terpenting adalah manusia masih tetap mengabdi dan memuliakan namaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com