Kamis, 07 November 2013

Sebuah berita gembira terselip di antara lautan berita yang tidak membahagiakan: Inalum Milik Indonesia dan Tidak Jadi Dibawa ke Arbitrase

Gambar
PT. Indonesia Asahan Aluminium (PT. Inalum).Sumber Foto: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/06/2/192886/Tidak-Bawa-Inalum-ke-Arbitrase-Disepakati

by: http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/11/07/inalum-milik-indonesia-dan-tidak-jadi-dibawa-ke-arbitrase-607201.html
Sebuah berita gembira terselip di antara lautan berita yang tidak membahagiakan. Patut diapresiasi. Per 1 November 2013, PT. Indonesia Asahan Aluminium (PT. Inalum), secara resmi 100 % menjadi milik  Pemerintah Indonesia. Perjanjian Induk antara Pemerintah Indonesia dan para investor perusahan tersebut telah berakhir pada 31 Oktober 2013 lalu dan tidak dilakukan perpanjangan. Dengan demikian, PT. Inalum akan dikelola oleh Kementerian BUMN sebagai aset baru. Seluruh aset PT. Inalum kembali ke pangkuan Pemerintah Indonesia.
Saat ini, masih ada yang harus dilakukan, yaitu terkait pelaksanaan pengambilalihan, terutama mekanisme pengalihan saham yang besarnya 558 juta dolar serta masa transisi yang akan dijalani.
Berita gembira kembali berhembus dari PT. Inalum. Nippon Asahan Aluminium Ltd (NAA), sebuah konsorsium perusahaan yang pada awalnya memiliki sebanyak 58,88 persen saham di PT. Inalum, telah bersepakat dengan pemerintah untuk tidak membawa permasalahan nilai aset Inalum ke Pengadilan Arbitrase Internasional (6/11/2013). Hatta Rajasa mengatakan, “Bersepakat untuk tidak arbitrase. Pembicaraan masih berlangsung”.
Awalnya, pihak Nippon Asahan Aluminium Ltd. (NAA) akan membawa permasalahan ke Pengadilan Arbitrase Internasional untuk menentukan nilai penggantian aset PT. Inalum. Sebenarnya, itu tidak terlalu menjadi masalah. Apapun keputusan yang dihasilkan oleh pengadilan sengketa bisnis internasional, tidak akan mempengaruhi atau mengubah status kepemilikan Indonesia atas PT. Inalum. Yang digugat oleh Jepang hanya masalah kompensasi harga saja. Berdasarkan data, pemerintah mengatakan bahwa nilai buku Inalum yang hampir disepakati kedua belah pihak yaitu 558 juta dolar AS.
Mengapa pengambilalihan PT. Inalum menjadi sangat membahagiakan? PT. Inalum memiliki dua aset utama yang sangat vital, yaitu pembangkit listrik Sigura-gura (Asahan II) di hulu Sungai Asahan dan pabrik aluminium di hilir Sungai Asahan. PLTA Sigura-gura memiliki kapasitas 600 MW, sangat besar. Dengan dikuasainya PT. Inalum, krisis listrik di Sumatera Utara yang selama ini terjadi, semoga dapat teratasi. Setelah dikuasai sepenuhnya oleh Indonesia, kebutuhan listrik untuk pabrik aluminium dapat dihitung kembali dan sisanya dapat menjadi tambahan bagi PLN.
Keberadaan PLTA Sigura-gura menjadi penting karena tanpa sumber listrik murah dari PLTA Sigura-gura, pabrik aluminium PT. Inalum tidak akan dapat bersaing. PT. Inalum dapat bersaing karena mendapat pasokan listrik dari pembangkit milik sendiri, yaitu PLTA Sigura-gura.  Bahan baku aluminium dari PT. Inalum yang dulunya dikirim ke Jepang, sekarang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan aluminium Indonesia.
Apresiasi patut disampaikan. Namun, ke depan, pengelolaannya jangan sampai menjadi lebih buruk. Paling tidak, seharusnya sama dengan ketika masih dipegang oleh NAA. Kinerjanya harus tetap dipertahankan. Selama 30 tahun dibawah kendali NAA, tentunya banyak tenaga ahli Indonesia yang telah dibina Jepang. Sepatutnyalah tenaga-tenaga ahli tersebut telah belajar banyak dari Jepang.
Kembalinya PT. Inalum ke pangkuan bumi pertiwi seharusnya dapat menjadi pintu masuk ke arah harapan baru. Membuka perspektif baru. Siapa tahu, selanjutnya PT. Freeport?  Atau PT. Telkomsel? Atau perusahaan-perusahaan vital lainnya? Semoga. (Del)
Sumber:
  1. Tidak Bawa Inalum ke Arbitrase Disepakati
  2. Debaran-debaran Jantung di Sekitar Inalum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com