Kamis, 12 September 2013

Misteri Tertembaknya Para Polisi: Lagi Penembakan Polisi, Teror Terhadap KPK?

13788339672045988411
Karikatur Hantu Teror (sumber: Inilah.com)

by: http://hukum.kompasiana.com/2013/09/11/lagi-penembakan-polisi-teror-terhadap-kpk-591476.html
Penembakan anggota polisi prov. Polairud Bripka Sukardi, di jalan HR Rasuna Sahid, pkl 22.25 WIB, adalah sebuah peristiwa tragis dan memilukan. Meskipun, penembakan-penembakan terhadap Anggota Polri adalah merupakan ‘rangkaian’ teror terhadap kepolisian. Tetapi, penembakan terakhir yang terjadi sangat dekat dengan gedung KPK dapat dipandang sebagai teror terhadap kinerja KPK.
Kita tidak ingin berspekulasi terlampau jauh, tentang kejadian ini, sebelum benar-benar ditemukan sebuah motif yang sungguh dapat dipegang. Tetapi, bahkan ketika pelaku penembakan dua anggota polisi di Pondok Aren, Tangerang, masih sebatas menyebar sketsa tersangka, kembali terjadi penembakan terhadap anggota polisi Sukardi, yang kebetulan sedang berdinas mengawal pengamanan truk bahan bermuatan bangunan.
Masyarakat tidak perlu takut dan gentar, meski tetap waspada. Takut dan gentar adalah target dari tindakan pengecut teroris, dari pihak mana pun. Sebaliknya, adalah hak masyarakat untuk merasa aman sebagai kebutuhan dasaraiah dan dilindungi konstitusi. Maka, kejadian penembakan yang sekali lagi menimpa anggota kepolisian adalah tindakan pengecut, dan tidak berperikemanusiaan.
Masyarakat sempat diingatkan Panglima TNI baru Jenderal Moeldoko beberapa hari lalu, akan berubahnya aksi teroris dari tradisional menuju cara-cara modern. Apakah pernyataan itu menunjuk pada aksi penembakan ini sebagai salah satu aksi teror ‘modern’? Bahkan, Badan Intelijen Negara merilis pendapat bahwa, anggota Polri masih menjadi target tindakan teror.
Jika demikian, status Indonesia memang sedang tidak aman. Tepatnya, dibuat tidak aman. Setiap saat anggota polisi yang bersenjata pun dapat menjadi korban, apalagi anggota masyarakat.
Tetapi, bagi masyarakat penembakan ini terjadi di seputar gedung KPK, sehingga lumrah bahwa masyarakat dapat berspekulasi tentang intensionalitas aksi penembakan itu sendiri. Jika, Negara, bukan hanya kepolisian, tidak dapat memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, Negara sedang berada di bawah determinasi kekuatan yang lebih tinggi dari Negara. Masyarakat siap menjadi bemper komisioner KPK, bila arah tindakan teror memang diarahkan, secara langsung maupun tak langsung, terhadap tugas dan aksi komisioner KPK. ****
*) Penulis, pemerhati Isu Terorisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com