Senin, 06 April 2015

Sebuah Sisi Lain: Gelar Baru “Sarjana Pengangguran”

Universitas Mataram sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di provinsi NTB kembali menyumbangkan ribuan sarjana pada tanggal 28 maret kemarin. Ini merupakan berita bahagia untuk para sarjana dan keluarganya, tapi berapa lamakah kebahagiaan karena telah meraih gelar sarjana itu bertahan? 1 minggu ? 1 bulan ?
http://fc00.deviantart.net/fs71/i/2012/154/4/3/sudut_kota_by_ryusuke_4d3-d5245mu.jpg

Kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama, kenapa ? karena setelah itu para sarjana tersebut akan bersaing dengan ribuan sarjana yang lainnya untuk mengisi lowongan pekerjaan yang terbatas. Bayangkan saja, bukan hanya dengan para sarjana hasil sumbangan UNRAM, tetapi mereka harus bersaing dengan sumbangan sarjana dari kampus-kampus lainnya yang ada di NTB ini bahkan sarjana yang berasal dari luar.
Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dipikirkan bersama, apakah ada yang menjamin bahwa setiap sarjana tersebut akan mendapatkan kerja dengan terbatasnya lowongan kerja yang tersedia ? apa yang harus dilakukan para sarjana yang lain? Yang tidak mampu bersaing untuk merebut lowongan kerja yang ada. Lalu, apa yang akan dilakukan oleh mereka yang menjadi pengangguran akibat tidak seimbangnya antara lowongan pekerjaan yang ada dengan meluapnya sumbangan sarjana dari setiap kampus yang ada di NTB ini ? apakah ada yang berani menjamin bahwa setiap sarjana yang dihasilkan memiliki kreatifitas dan kemampuan kewirausahaan yang akan menyelamatkan mereka ? tidak, tidak semua pengangguran baru mampu meloloskan dirinya dari gelar baru yaitu “pengangguran”. Mungkin ada sebagian yang berhasil melepas “gelar barunya” tersebut tapi tidak semua.
Hal ini hanya akan menambah presentasi pengangguran yang dimiliki Indonesia umumnya dan NTB khususnya. Coba saja bayangkan, ada berapa ribu sumbangan sarjana dari semua kampus yang ada di NTB dalam setahun dan hal ini terus terjadi setiap tahunnya. Lalu berapa banyakkah “sarjana pengangguran” tersebut akan bertambah setiap tahunnya ?


Pihak kampus dan juga pemerintah tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena tujuan dari kampus-kampus tersebut bukan untuk menyumbangkan “sarjana pengangguran” tapi menyumbangkan kaum-kaum intelektual muda. Pemerintah juga telah berusaha untuk memberikan banyak alternatif untuk menghambat pertambahan “sarjana pengangguran” tersebut, salah satunya adalah dengan banyaknya sosialisasi-sosialisasi tentang pengembangan jiwa entrepreneur bagi para generasi muda. Hal ini harusnya menjadi pe-er tersendiri bagi para sarjana dan calon sarjana lainnya. Sebagai kaum intelektual, kita tidak harus terpaku pada lowongan pekerjaan yang telah disediakan. Ingat ! kita adalah kaum intelektual yang harus bergerak untuk menciptakan lowongan pekerjaan itu sendiri, bukannya seperti bayi yang hanya menunggu untuk disuap oleh ibunya. Ayo bergerak ! gunakan kemampuan dan kreatifitas kalian untuk membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di negeri tercinta ini.
Ayo para kaum intelektual, loloskan diri kalian dari gelar baru setelah sarjana yaitu “pengangguran”. !!

KOMENTAR PILIHAN:
Sahrudi Rudhy: 
Menjalani kehidupan kampus hanya sebagai sebuah ritual tentunya hanya akan melahirkan “sarjana pengangguran” tapi lihatlah sarjana yang menggunakan kampus sebagai media untuk mengenali diri, membangun karakter dan juga mengembangkan kreatifitas mereka mampu manaklukkan kehiduapn nyata, mendapatkan pekerjaan menciptakan lapangan kerja baru. Kehidupan kampus bukan semata ceremonial datang pagi dan pulang sore tapi banyak kegiatan bermakna yang bisa dilakukan dan akan menjadi bekal nantinya  

http://edukasi.kompasiana.com/2015/03/31/gelar-baru-sarjana-pengangguran-715415.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com