Minggu, 02 Maret 2014

Sisi Lain: Goyang Syur yang Diumbar di Lomba Dangdut Indosiar

TATKALA mengomentari seorang kontestan Indonesian Idol 2014 pada babak Top 15 Show, Jumat pekan silam, Ahmad Dhani berkata bahwa Indonesian Idol laris ditonton pemirsa televisi dibanding ajang-ajang pencarian bakat lain di televisi berbeda.
https://pbs.twimg.com/profile_images/378800000677187800/1d0100aba513a43d2c9fde977f321415.png
Lalu, Senin (17/2) malam saya mencoba mengintip D'Academy Indosiar. Bagi yang belum tahu apa itu D'Academy, ini adalah ajang pemburuan bakat penyanyi dangdut di stasiun Indosiar. Program yang merunut jejak sukses KDI di TPI (sekarang MNCTV).

Saya tidak tertarik komentar Dhani tadi. Maklum, bukan Dhani kalau tidak jumawa. Yang menarik adalah fakta yang kemudian terhampar bahwa kontes dangdut di Indosiar ini rupanya juga dimanfaatkan oleh para kontestan untuk mengumbar erotisme. Berbeda dengan KDI yang bahkan pernah menelurkan juara yang berjilbab dan lebih menonjolkan perlombaan suara, D'Academy sedikit (saya bilang sedikit sebab tidak semua penyanyi berjoget kencang dengan rok yang terbelah) syur dan erotis.

Erotisme itu terutama disuguhkan oleh kontestan -- yang celakanya adalah salah satu unggulan -- bernama Ikif (tadinya saya kira IKIP, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan), asal Ngawi, Jawa Timur. Ikif bergoyang hebat dengan rok beludru warna keemasan. Secara kasat mata, perempuan ini memang seksi. Suaranya juga lumayan. Hanya saja, astaga, Ikif mungkin lupa bahwa di studio banyak anak-anak turut menonton goyangannya. Jam tayang D'Academy juga cukup sore sehingga anak-anak SD masih melek.

Lebih syur lagi ketika MC acara ini mengompori Ikif untuk menggenjot badan guna menirukan aneka ragam goyang di Nusantara, dari ngebor, patah-patah, gergaji, hingga oplosan. Ikif yang kemayu dan berkawat gigi ini pun segera unjuk gigi, ngebor dan menggeliat dengan roknya yang terbelah hingga paha. Tepuk tangan pun menggema.

Melihat gelagat kurang menyenangkan, salah satu juri, Beniqno, menegur Ikif. Beni bilang, acara tersebut ditonton segenap usia, bahkan juga anak-anak praremaja.

Ikif sebenarnya tidak salah. Ia hanya ingin total mengkespresikan kemampuannya agar menyedot animo. Lagipula, dua di antara lima juri adalah penyanyi yang punya goyangan bermerek. Inul Daratista sohor dengan goyang ngebor, dan Zaskia Gotik dengan goyang itik. Rita Sugiarto tak punya trade mark erotisme, dan hanya mengandalkan suara. Sementara Saipul Jamil dan Beniqno adalah pedangdut pria yang wagu kalau bergoyang pantat.

Yang keliru -- sekaligus membedakan D'Academy dengan KDI -- adalah konsep perlombaan. Dulu, KDI adalah turnamen menyanyi yang miskin goyangan. Bila ada yang bergoyang mirip kesurupan, maka peserta gugur dengan sendirinya. Para juara, terutama Siti Rahmawati dan Gita, justru perempuan-perempuan kalem. Siti, adik Cici Paramida yang juara KDI edisi pertama, mengusung dangdut dengan anggun. Sementara Gita (jawara edisi kedua) malah berjilbab. Soal mereka yang tidak juara kemudian laris manis menjadi istri kedua, itu lain persoalan.

Tapi, bila dirunut-runut, pihak penyelenggara D'Academy juga tidak sepenuhnya memikul dosa. Maklum saja, dewasa ini goyang-goyang urat dan aurat dengan iringan musik mendesah seolah mengalahkan acara-acara pengajian ataupun kebaktian sehingga tidak trendy kalau tidak mengikuti ...

-Arief Firhanusa-
http://m.kompasiana.com/post/read/636313/2/goyang-syur-yang-diumbar-di-lomba-dangdut-indosiar.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com