Minggu, 23 Februari 2014

Indonesian Idol Rasa Amerika ( Tentang Indonesian Idol )

Saya tak sepenuhnya menonton acara Indonesian Idol yang ditayangkan RCTI tadi malam. Hanya menonton beberapa kontestan terakhir saja. Jadi tidak sempat menonton insiden kecil di mana Ahmad Dani ‘mempermalukan’ Tantri ‘Kotak. Tapi saya tidak mempersoalkan itu. Ada masalah lain yang membuat saya ilfil dengan komentar juri seperti Dani, Tantri dan Anang saat mengomentari kontestan yang bernama Nowela. Kata Dani, Nowela punya kualitas yang setaraf dengan penyanyi Amerika. Hal senada juga disampaikan Tantri. Anang malah bilang kalau Nowela selayaknya tidak tampil di Indonesian Idol, tapi ikut American Idol. Kualitas suaranya sudah sangat internasional. Terlihat Nowela senang dipuji seperti itu. Lantas di mana masalahnya?
Menurut saya di situlah letak masalahnya. Bagi saya komentar Ahmad Dani, Tantri, dan Anang justru seperti bumerang karena secara tidak langsung telah mengecilkan arti Indonesian Idol, karena dari ucapan tersebut, ada 2 poin yang bisa disimpulkan.
Pertama, secara tidak langsung para juri mengakui kalau kualitas Indonesian Idol di bawah American Idol. Seorang Nowela, telah membuat Indonesian idol, menyamai kualitas American Idol, kualitas kontestan lainnya (maaf), masih standar Indonesia. Tidakkah ini jelas kalau para juri terlihat American minded?
Dua, untuk menjadi penyanyi berkualitas, nyanyikanlah lagu-lagu Amerika seperti penyanyi asli, maka kualitasnya akan terlihat. Kalau menyanyikan lagu negeri sendiri, maaf saja, bisa-bisa kualitasnya tidak terlihat, bisa jadi tidak berkualitas. Pantas saja ya, hampir semua kontestan menyanyikan lagu barat, biar terlihat berkualitas.
Komentar Dani, Tantri, dan Anang membuat saya merenung sejenak tapi tidak sampai mengheningkan cipta betapa Amerika sentrisnya pola pikir mereka. Semoga ini bukan representasi pola pikir orang Indonesia umumnya. Memang tak bisa dipungkiri kalau Amerika adalah kiblat musik dunia. Soal musik dan film mereka memang rajanya. Mereka jadi panutan terlebih-lebih bagi orang-orang dari dunia ketiga, seperti Indonesia. Kalau sudah menyamai mereka (menurut kita), maka kita sudah selevel dengan mereka. Sudah layak kiranya untuk go international. Syukur-syukur mereka akan melirik penyanyi Indonesia. Tapi benarkah demikian?
Rasanya tidak sulit untuk menarik pelajaran dari seorang Agnez Monica yang kebetulan pernah menjadi juri di Indonesian Idol. Untuk menggapai impiannya di Amerika, Agnez mati-matian meniru gaya penyanyi Amerika. Mulai dari penampilan, aksi panggung, speaking english like an american, bahkan menggelapkan kulit segala biar diterima oleh publik di sana. Apakah sudah berhasil? Ini Agnez Mo lho, yang punya seabrek pengalaman dan prestasi di Indonesia? Sampai detik ini penggemarnya masih menunggu harap-harap cemas albumnya akan nangkring di tangga lagu Amerika. Dan itu belum tercapai sampai detik ini.
Menurut saya sih, bursa musik di Amerika selain persaingannya yang ketat, mereka juga agak diskriminatif dengan penyanyi dari negara lain terutama Asia. Walau pun sudah mati-matian meniru mereka, mereka takkan gampang berpaling untuk menyukainya. Toh, bagi mereka tentu lebih asyik untuk mendengar penyanyi asli mereka sendiri dari pada penyanyi asing yang meniru-niru mereka dalam bernyanyi.
Kembali lagi ke pembahasan tentang komentar juri yang bikin saya ilfil itu, alangkah baiknya tidak mengucapkan kata-kata itu lagi. Sebab sesuai dengan judulnya, bukan kah namanya Indonesian Idol, yakni sebuah acara ajang pencarian bakat untuk menjadi idola di Indonesia, bukan idola di Amerika sana? Tugas para jurilah menilai, dan mengkritisi bagaimana supaya mereka menjadi Idola Indonesia. 
http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2014/02/22/indonesian-idol-rasa-amerika-637064.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com