Selasa, 22 Oktober 2013

TENTANG KORUPTOR INDONESIA: KPK, Ubah Tawa Koruptor Menjadi Tangisan!

by: http://hukum.kompasiana.com/2013/10/22/kpk-ubah-tawa-koruptor-menjadi-tangisan-602738.html
Nyaris setiap kali ada tersangka koruptor yang ditangkap KPK, ditahan KPK, disidangkan sebagai terdakwa kasus korupsi, sampai dengan sudah berstatus narapidana koruptor pun penampilan mereka selalu jauh dari status hina yang disandangkan kepada mereka itu. Yakni, tak sedikitpun tampak rasa penyesalan, malu, apalagi takut. Wajahnya tetap ceriah, tetap bisa tersenyum dan tertawa lebar sembari tak lupa melambaikan tangan atau mengangkat jari jempolnya seolah-olah baru saja menang lotere. Ketika status mereka ditingkatkan dari tersangka dan ditahan ke status terdakwa kemudian menjadi narapidana, penampilan mereka justru lebih “glamour” lagi. Karena sudah tidak mengenakan seragam tahanan KPK, mereka senantiasa tampil dengan penampilan terbaiknya lengkap dengan busana dan aksesoris termahalnya yang sangat mungkin dibeli dari hasil korupsinya. Sepasang tangan mereka pun tak pernah mengenal borgol.
1382402989931686418
Peradilan di China atas Bo Xilai (berbaju putih) diborgol, menjadi pusat perhatian media di China. Dia dihukum penjara seumur hidup (Reuters/Antaranews.com)
Hal ini sebenarnya relevan dengan mentalitas mereka, yang memang berjiwa koruptif sejati. Hanya orang yang memang berjiwa maling kakap atau maling kelas paus saja yang memang tidak merasa perlu malu, menyesal apalagi takut dengan perbuatan mereka itu. Karena mereka menganggap itu adalah risiko dari “perjuangan” mereka ketika menggarong uang negara. Apalagi berdasarkan pengalaman selama ini hukuman bagi orang-orang seperti mereka pun rata-rata selalu sangat ringan, 2 – 4 tahun saja. Belum lagi mengingatk Presiden SBY yang murah hati dengan selalu memberi remisi kepada mereka.
13824026911963745109
(Sumber: http://twicsy.com)
Penampilan mereka dengan wajah yang cengengesan seperti ini terkesan kuat sebagai sikap yang mengejek KPK dan rakyat. Bukan mereka yang menjadi sakit hati, tetapi melihat penampilan mereka seperti itu justru (seharusnya) KPK dan rakyat yang sakit hati. Sudah korupsi, ditangkap, dimasukkan penjara, eh, justru masih bisa tertawa “mengejek KPK dan rakyat.”
Oleh karena itulah KPK, jaksa dan hakim pengadilan Tipikor harus bisa menghentikan tawa lebar mereka itu menjadi tangisan dan penyesalan seumur hidup mereka dengan cara memiskinkan mereka dan keluarga mereka menjadi semiskin-miskinnya dan vonis penjara yang maksimal.
Harapan ini bisa terkabul, kalau misalnya, hakim pengadilan Tipikor juga jangan ikut-ikutan tertawa dengan terdakwa dan saksi seperti yang terlihat di sidang pengadilan terhadap terdakwa Ahmad Fathanah.
1382406036571663099
Nazaruddin ketika pertama kali ditangkap di Bogota, Kolumbia, April 2012 (sumber:voaindonesia.com)
138240620934549297
Nazaruddin ketika sudah menjadi narapidana di Indonesia (sumber: tempo.co)
1382406270798896148
Bahkan menjadi penjara sebagai kantornya! (koran Tempo)
KPK, segera hentikan sampai di sini saja pemandangan-pemandangan seperti di bawah ini! Ubah tawa koruptor menjadi tangisan!
1382401988180168565
Senyum ceriah mantan Walikota Bandung Dada Rosada ketika ditahan KPK, Agustus 2013 (Sumber: Jawa Pos)
1382402426764183166
(sumber: Harian Jawa Pos)
1382402479893002996
(Sumber: Harian Jawa Pos)
1382402542815205527
(Sumber: Harian Kompas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com