Kamis, 03 Oktober 2013

Tentang Hati dan Perasaan: Ketika Hati Tak Lagi Jadi Markas Perasaan

by: http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/22/hati-tak-lagi-jadi-markas-perasaan-594966.html
Afeksi? Mungkin kata “afeksi” terdengar sedikit asing jika disuarakan pada telinga-telinga orang awam. Tetapi tidak bagi telinga-telinga para mahasiswa psikologi. Afeksi secara umum dapat diartikan sebagai rasa kasih sayang, perasaan dan emosi yang lunak (KBBI, 2013). Sedikit membahas lebih jauh mengenai afeksi. Mungkin bagi sebagian orang yang dimaksudkan perasaan adalah yang ada di dalam hati. Bagaimana suatu konsep yang sudah mengakar menjadi konsumsi public dan menjadi salah kaprah. Banyak gambaran tentang afeksi ini, mulai dari kisah percintaan yang selalu menggambarkan bagian hati sebagai cerminan perasaan yang sesungguhnya, kata-kata seperti “belahlah dadaku” hingga “aku mencintaimu dari hati yang paling dalam”. Mungkin semua kata-kata tersebut tidak lagi menjadi hal yang tabuh dalam setiap kisah kehidupan dalam masyarakat. Tapi bukankah kata-kata yang telah membudaya menjadi suatu pemahaman yang malah menjatuhkan bangsa ini kepada jurang kesesatan ilmu. Seperti tidak ada celah lagi bagi pembenaran penggambaran akan perasaan dan hati yang sudah mengakar.
http://katakata-mutiara.com/wp-content/uploads/2013/04/kata-kata-mutiara-hati-yang-terluka.gif 
Sedikit penjelasan mengenai afeksi yang notabenya merupakan suatu bagian dari system syaraf pusat manusia, dalam hal ini afeksi erat kaitannya dengan kognisi. Manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling istimewa diantara makhluk Tuhan yang lainnya memiliki suatu organ yang bisa dibilang sangat istimewa dan perfect, yakni otak. Struktur dari organ inilah yang menjadikan suatu keistimewaan yang khusus bagi manusia. Bagian yang telah terkoordinir dengan sempurna oleh Dzat yang maha Agung, Allah Azza Wajala. Tak terkecuali afeksi, merupakan satu paket khusus yang dikendalikan oleh system syaraf pusat manusia. Di dalam organ otak manusia, terdapat bagian yang bernama amigdala dan septum yang sudah bertugas mengatur perasaan dan emosi manusia. System yang tidak bekerja sendiri ini memiliki korelasi dengan bagian-bagian organ lain yang mampu menerima stimulus ke system syaraf pusat hingga menghasilkan respon seperti menangis, tertawa, dan iba yang berhubungan dengan perasaan.
Gambaran organ hati sebagai markas besar dari perasaan tentunya telah tertancap jauh kedalam memory individu. Organ hati yang terletak bersebelahan dengan lambung ini memiliki fungsi sebagai alat ekskresi dan juga organ yang membantu ginjal untuk memecah senyawa yang bersifat racun (Aryulina, Muslim, dkk, 2004). Sungguh fatal ketika afeksi yang selalu disangkut pautkan dengan organ hati tidak mendapat pembenaran.
Bisa dikatakan bahwa presepsi yang sudah tertanam di benak sebagian besar masyarakat kita adalah korban dari penggambaran yang salah akan perasaan. Tentunya kita tidak mau di cap sebagai penderita skizofrenia jika tiba-tiba terjun ke masyarakat dan melontarkan kalimat “otakku telah hancur karena kau telah menikah dengan orang lain dan menyakiti perasaanku”. Tak semudah itu mengubah pemikiran orang lain. Butuh kedekatan dan pengertian yang khusus tentunya. Kita sebagai manusia yang mampu menampung semua informasi, tidak seharusnya menerima segala sesuatu secara mentah. Untuk itu Islam melarang kita bertaqlid karena koreksi untuk semua informasi yang kita terima sangatlah penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com