Selasa, 22 Oktober 2013

Meretas Kemandirian Ekonomi Pascaprahara Merapi lewat UKM Merapi Mandiri

by: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/10/22/meretas-kemandirian-ekonomi-pasca-prahara-merapi-lewat-ukm-merapi-mandiri--602724.html
Prahara Erupsi Merapi
Erupsi Merapi yang terjadi pada November 2010 lalu meninggalkan luka yang mendalam bagi para penduduk yang tinggal tepat di bawah kaki salah satu gunung teraktif di dunia tersebut. Jumlah korban yang meninggal mencapai 277 jiwa. Mereka yang berhasil selamat harus terusir dari kampung halamannya yang luluh lantah terkena amukan ‘Wedhus Gembel’ dan lahar panas bersuhu ratusan derajat celcius yang menerjang tanpa ampun. Bangunan rumah rata dengan tanah, hewan ternak tewas dalam kondisi yang mengenaskan, serta lahan pertanian perlu waktu lama untuk bisa ditanami kembali. Demi keselamatan, para penduduk yang menjadi korban keganasan Merapi direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pemukiman baru dibangun untuk menampung penduduk yang telah kehilangan harta-bendanya tersebut di beberapa titik.
Kondisi lereng Merapi setelah diterjang awan panas.
Kondisi lereng Merapi setelah diterjang awan panas.
Parahara Merapi benar-benar melumpuhkan kehidupan para penduduk yang terkena dampak langsung, seperti yang dialami oleh 135 KK Dusun Kaliadem yang berjarak kurang lebih 5,5 km dari puncak Merapi. Perekonomian mereka mandeg dalam sekejap karena alam yang menjadi tumpuan hidup ikut rusak. Uluran tangan dari donatur, baik yang berasal dari perorangan maupun perusahaan pernah mereka andalkan. Bahan pangan, pakaian, dan barang-barang lain dikirim untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Namun begitu, bentuk penanganan korban bencana Merapi tak berhenti pada tahap tanggap darurat saja.
Pemberdayaan secara ekonomi pascabencana penting sekali untuk dilakukan karena hal ini akan memastikan keberlanjutan hidup para korban erupsi Merapi. Bentuk-bentuk pelatihan untuk mengolah pangan dan kerajinan yang bersumber pada bahan baku lokal diberikan sebagai cara untuk merangsang semangat kewirausahaan. Memberdayakan kaum ibu yang merupakan pengatur ekonomi rumah tangga yang dilakukan oleh beberapa LSM adalah sebuah ikhtiar yang sangat tepat untuk membangkitkan kembali perekonomian keluarga yang sempat tergoncang akibat bencana alam.
Berawal dari Upaya ‘Membunuh Waktu’ menjadi UKM Merapi Mandiri
Beruntung bagi ibu-ibu yang berasal dari Dusun Kaliadem yang menjadi korban erupsi Merapi karena mereka mendapatkan pelatihan membuat bakpia, kudapan khas Yogyakarta, dari para relawan Yayasan Sayap Ibu. Kegiatan ini menjadi agenda rutin mereka selama masih tinggal 3,5 bulan di tempat pengungsian. “Belajar membuat bakpia menjadi sarana ibu-ibu untuk membunuh kebosanan di tempat pengungsian waktu itu,” kenang Ibu Fitrah yang kini menjadi ketua UKM Merapi Mandiri yang memproduksi bakpia dengan isi telo (ubi jalar) ungu. UKM ini sendiri berdiri secara resmi pada tanggal 11 Juni 2011.
1382398163678577313
Ibu Fitrah, Ketua UKM Merapi Mandiri.
Setelah hampir tiga tahun bencana Merapi berlalu, kelompok usaha pembuatan bakpia terus menggeliat, meskipun jumlah anggotanya telah berkurang. “Sekarang yang bertahan di UKM ini hanya 7 orang,” ujar Ibu Fitrah. Sosok wanita yang bersahaja ini menjelaskan lebih lanjut bila pembuatan bakpia biasanya dilakukan di akhir pekan, pada hari Jumat, Sabtu, atau Minggu. Jam produksi juga tidak mengikat karena menyesuaikan kesediaan para anggotanya. Namun bila pesanan datang, mereka akan dengan sadar mengalokasikan waktu untuk memenuhi pesanan tersebut.
1382398422598461992
Rumah produksi bakpia telo ungu.
Tempat produksi bakpia telo ungu terbilang sederhana dengan luas sekitar 3x7 meter persegi yang menempel dengan rumah Ibu Fitrah yang berlokasi di Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Kepuharjo, Sleman. Di dalamnya terdapat satu mesin pengaduk, mesin penggiling, kompor, oven besar, pan pemanggang dan sebuah meja etalase kaca untuk menyimpan bakpia yang telah rapi dibungkus di dalam kardus. Sekali produksi rata-rata menghabiskan 25 kg telo ungu dengan hasil akhir sebanyak 450 buah bakpia. Di sini, pembuatan bakpia masih dikerjakan secara manual oleh ibu-ibu anggota,” terang Ibu Fitrah.
13823982221215413896
Bakpia didinginkan setelah di-oven.
Kelebihan bakpia yang diproduksi oleh UKM Merapi Mandiri ini terletak pada keawetannya yang dapat mencapai satu minggu meskipun tanpa tambahan bahan pengawet. Penggunaan penguat rasa juga dihindari agar tetap sehat untuk dikonsumsi siapa saja. Rasa manis berpadu gurih berasal dari telo ungu yang menjadi isiannya dan kulitnya yang renyah. Selain sebagai sumber kalori dan vitamin, telo ungu ini memiliki kandungan antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan pencegah kanker dan menghambat penggumpalan darah bagi yang rutin mengonsumsinya.
Masih terkendala urusan pemasaran
Walaupun produksi bakpia ungu telah rutin dilakukan setiap minggunya, tetapi pemasaran masih menjadi kendala dalam upaya pengembangan UKM Merapi Mandiri. Setidaknya hal ini yang diakui oleh Ibu Fitrah karena keterbatasan mobilitas yang dialami oleh para anggotanya, sehingga jejaring pemasaran belum terbangun dengan baik. Jangkauan pemasaran baru terbatas di daerah sekitar tempat produksi, seperti obyek wisata lava tour Kaliadem dan bekas rumah Mbah Maridjan di Kinahrejo. Produksi dengan skala yang lebih besar baru akan dikerjakan bila ada pesanan, seperti pesanan yang rutin datang dari sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. “Usaha ini baru dijalankan sedikit demi sedikit,” ujar Ibu Fitrah yang secara umum bertanggung jawab dalam manajemen UKM tersebut. Harga sekotak kecil berisi 10 buah bakpia adalah 10 ribu rupiah, sedangkan untuk kotak besar berisi 24 buah bakpia harganya dipatok 22 ribu rupiah.
1382398281968736990
Bakpia selesai dikemas, siap dipasarkan.
Ia menekankan bila bukan masalah besar-kecilnya keuntungan yang didapat dari usaha bakpia telo ungu, tetapi rasa guyub yang terbangun dari aktivitas bersama ini. Memang hal ini tak bisa dipungkiri karena pembuatan bakpia telo ungu belum menjadi semacam profesi pokok bagi para ibu-ibu di Huntap Pagerjurang. Pemahaman semacam ini yang membuat jaringan pemasaran belum tergarap secara maksimal karena bagaimanapun juga untuk memajukan sebuah usaha diperlukan komitmen yang kuat. Pendapatan dari hasil penjualan bakpia telo ungu baru akan dibagi kepada anggotanya di akhir bulan. Namun sebelumnya akan disisihkan terlebih dahulu sebagian untuk pembelian alat dan keperluan kas bersama.
13823983601118299263
Isiannya asli telo ungu.
UKM Merapi Mandiri menjadi sebuah contoh bagaimana pembangunan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana alam dapat diintegrasikan ke dalam penanganan pasca bencana.  Di dalamnya, kaum ibu-ibu diberdayakan secara ekonomi dengan diberikan pelatihan produksi pangan lokal dengan bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Hal ini juga sejalan dengan program diversifikasi pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Namun tampaknya pemasaran produk menjadi kendala pengembangan usaha yang dijalankan oleh ibu-ibu korban bencana alam seperti yang dialami oleh UKM Merapi Mandiri.
Fenomena yang tergambar di atas tersebut bisa dijadikan perhatian khusus bahwasanya dalam pemberdayaan ekonomi korban bencana alam, perlu diajarkan pula pemasaran produk serta dibantu dalam merajut jaringan pemasaran, sehingga UKM yang dibentuk dapat berkembang. Untuk memaksimalkan hasilnya, pihak swasta dapat digandeng dalam upaya ini oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai bentuk program khusus corporate social responsibility mereka. Pihak swasta dapat berperan memberikan pendampingan dan arahan dalam bidang produksi hingga pemasaran produk, serta memberi kucuran modal awal usaha. Sinergi semacam ini akan memperkuat upaya penanganan korban pascabencana alam, yang pada akhirnya membuat mereka menjadi lebih cepat mandiri secara ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com