Minggu, 06 Oktober 2013

Kisah Menarik: Kisah Cincin dan Segepok Uang untuk Ferry AFI dari Ibu-bu

by: http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2013/10/06/kisah-cincin-dan-segepok-uang-untuk-ferry-afi-dari-ibu-ibu-598786.html
Membicarakan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) tak lepas dari nama Tamam Hussein. Betapa tidak, sejak AFI 1 sampai AFI 2013 ini, ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) yang membawahi beberapa guru yang mengajar di karantina AFI. Konsep Kepsek dan karantina memang juga dilakukan di La Academia.

Buat Anda yang belum tahu, AFI adalah program adaptasi dari Meksiko berjudul La Academia. Setiap akademia - sebutan untuk kontestan di AFI- yang sudah lolos seleksi awal per daerah, wajib menjalankan karatina selama 3 bulan. AFI merupakan versi kedua dari La Academia di Asia setelah Akademi Fantasia di Malaysia. Setelah sukses menjadi ajang pencarian bakat paling populer sepanjang sejarah pertelevisian di Indonesia, Thailand membuat acara serupa dengan nama Academy Fantasia dan Fillipina dengan nama Pinoy Dream Academy (sebelumnya Philippine Idol).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLgcix49YxprmZcHEye_AoyK2YUM1dtWEZpJ-Z9CKkNqu5OUHze7TaSnv23oSZdh1ANvzCWFqu7lF90u_23uuFetKrX9u9P8b3gk8Vo6LnKbYyZ8XRk-EBn-Ybi-UJ7VEqB2zQN0dWpn6k/s320/afi.jpeg
Awal keterlibatan Taman di AFI, berawal dari undangan Indosiar. Ia diundang dalam rangka membicarakan program pencarian bakat, dimana membutuhkan seorang Kepala Sekolah (Kepsek) dan beberapa guru. Maklumlah, selama ini profesi Tamam adalah pendidik di sekolah musik miliknya. Singkat cerita, Tamam akhirnya dipercaya menjadi Kepsek untuk para akademia.

“Tugas saya sebagai Kepsek adalah memastikan, bahwa semua program yang direncanakan sesuai dengan jadwal kegiatan dan berjalan lancar,” ujar ayah dari mantan personil grup vocal Warna, Nina Tamam ini. “Selain menjadi Kepsek, saya juga mengajarkan musik kepada para akademia AFI yang umumnya hanya punya bakat menyanyi”.

Meski dalam AFI yang dicari adalah akademia jago nyanyi, namun menurut Taman, mereka juga harus tahu musik. Tak heran, selama masuk karantina, mereka diajarkan teori musik. Dengan begitu, tambah Tamam, kelak para akademia lulusan AFI jadi bisa berkomunikasi dengan para musisi profesional di dunia nyata.

“Jangan sampai ada anak-anak AFI yang kalo ditanya sama para band leader, maupun conductor, atau musisi lainnya, nggak bisa jawab,” kata suami dari Wahyuningsih alias Iwuk ini. “Mereka harus tahu, meski awalnya banyak yang nggak tahu apa-apa soal musik”.

Kualitas alumni AFI dianggap cukup bagus. Namun, Tamam akui, mereka masih harus digembleng dari yang ‘setengah matang’ menjadi ‘matang’, dan siap mental menghadapi dunia nyata yang penuh dengan persaingan.

“Bukan dunia mimpi seperti ketika mereka masih dalam pendidikan,” kata pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

***

Boleh jadi, sampai dengan AFI ke-2, Indosiar masih berkibar. Baik para akademia maupun set panggung di layar kaca, terlihat megah dan luar biasa. Maklumlah, saat itu di stasiun televisi swasta lain belum ada program pencarian bakat sejenis. Indosiar dengan AFI-nya masih melenggang sendiri. Jika AFI 1 melahirkan Ferry, AFI 2 mengangkat popularitas Tia.

Di AFI 1 dan 2, para akademia pun mendapat perlakukan ‘khusus’, yakni kontrak eksklusif selama 2 tahun. Sementara AFI angkatan berikutnya sampai AFI 6, tidak dikontrak eksklusif. Sebelum AFI 2013 ini pun tak ada kontrak eksklusif bagi para akademia. Namun hal tersebut malah dianggap menguntungkan. Sebab, setelah selesai kontes, para akademia bisa langsung pulang kampung dan langsung mencari duit di kampung mereka.

“Di kampung mereka nggak ada saingan. Kalo di Jakarta, mereka harus bersaing dengan penyanyi-penyanyi senior yang jauh lebih kuat secara eksistensi, jam terbang, dan ketrampilan teknis,” ujar Tamam.

Selain melambungkan nama Ferry dan Tia, AFI juga mengorbitkan sejumlah nama yang masih eksis di dunia tarik suara. Sebut saja, T2, Cindy, Bojes, Micky, maupun Haikal. Meski banyak alumni AFI yang tidak lagi eksis di dunia tarik suara, termasuk Leo yang kini tercatat sebagai pegawai Departemen Luar Negeri (Deplu), tetapi menurut Tamam, ajang pencarian bakat seperti AFI tetap perlu. Katanya, lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya.

***

Banyak yang mengatakan, kontes pencarian bakat model AFI butuh modal gede, secara menggunakan SMS. Sebagaimana kita tahu, selain suara, SMS juga dianggap berpengaruh untuk mempertahankan akademia menuju final atau menjadi akademia favorit. Tak heran, kabar burung beredar, ada keluarga akademia yang menghabiskan berjuta-juta rupiah demi memenangkan kontes. Mengenai hal ini, Taman berkomentar,

“Nggak usah nunggu AFI. Kapan saja kalo mereka nggak bisa mengontrol penggunaan uang, ya jebol juga. Yang pasti, jangan AFI yang disalahkan”.

Namun, Tamam tidak menampik, ada seorang mantan Gubernur yang memanfaatkan akademia AFI. Ia mempergunakan uang daerah, untuk mendukung akademia AFI dengan mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya. Kelihatannya mendukung, padahal tujuannya utama sang mantan Gubernur tersebut buat pencitraan diri agar terpilih menjadi Gubernur lagi. Lebih dari itu, sang Gubernur mengaku memberi tanah dan rumah untuk salah seorang akademia AFI, padahal ketika dikroscek tidak benar.

“Saya nggak perlu kasih tahu nama mantan Gubernur-nya siapa, yang pasti sekarang dia saat ini masuk penjara,” papar Tamam.

Selain soal mantan Gubernur, ada lagi kisah menarik yang Tamam masih ingat. Ini terjadi paska acara AFI 1 di Indosiar baru selesai. Para akademia konser dimana-mana, salah satunya di Mangga Dua, Jakarta Pusat. Saat konser, Tamam didatangi ibu-ibu yang usianya sudah tua. Tiba-tiba mereka copot cincin dan masukkan ke amplop. Selain cincin, mereka juga masukkan segepok uang ke amplop tersebut. Awalnya Tamam tak tahu maksud ibu-ibu tersebut.

“(Ternyata) mereka minta tolong saya, agar cincin dan segepok uang yang ada di amplop tersebut dikasih ke Ferry AFI. Rupanya mereka terharu mendengar dan melihat pengakuan Ferry, dimana untuk pergi ke Medan saja harus menjual cincin ibunya”.

Pada saat menerima amplop tersebut, Ferry ternyata tak cuma senang, tetapi juga curiga. Senang, karena ada ibu-ibu yang berempati. Namun, kebetulan saat itu Ferry dalam masa yang diliputi suasana yang serba berbahagia atas kemenangannya dan optimis pada masa depannya sebagai penyanyi. Oleh karena itu, ia curiga, tiba-tiba ada orang baik yang memberi hadiah.

Kisah manis yang juga masih diingat Taman adalah cinta lokasi alias cinlok. Banyak akademia AFI yang cinlok. Bahkan ada di antara mereka yang awet sampai sekarang menjadi suami-istri. Adit, misalnya. Akademia AFI dari Malang ini memilih Nia dari Surabaya sebagai pasangan hidup.

***

Pada 2007, AFI dihentikan sementara. Tiga tahun kemudian, Indosiar sempat mengumumkan secara resmi, AFI bakal digelar lagi. Namun, sampai akhir 2010, AFI tidak juga diproduksi tanpa alasan yang jelas. Barulah pada Mei 2013, via akun resmi twitter Indosiar mengumumkan AFI 2013 benar-benar akan diproduksi lagi, paska program The Voice Indonesia.

Setelah istirahat selama 7 tahun, AFI 2013 benar-benar diproduksi. Indosiar nampaknya ingin kembali mengulang kesuksesan AFI dan bersaing dengan program pencarian bakat lain, yakni Indonesian Idol (RCTI). Akankah AFI bakal sehebat dahulu kala? Menjadi the Biggest Talent Search sebagaimana tagline-nya? Memang belum terbukti.

Namun yang pasti, di AFI 2013 ini, Kepsek dan guru-guru yang mengajar akademia masih tetap sama, kecuali Bertha yang hanya terlibat di AFI 1. Mereka berusaha keras memoles akademia-akademia 2013 menjadi lebih yahud di masa karantina. Sehingga, tak kalah dengan lulusan The Voice, Indonesian Idol, atau The X Factor.

Sejak 22-28 September, setiap pukul 16:30 WIB, Indosiar telah menampilkan 12 kontestan di konser Pilih Aku. Ke-12 kontestan yang tampil dipilih 5 dan tampil di konser 5+, dimana akan ada 6 kontestan. Mereka telah tampil di 7 kota sejak 29 September hingga 5 Oktober 2013 kemarin. Dari konser 5+ AFI 2013 tersebut, akan meloloskan 22 kontestan dan akhirnya memilih 12 akademia yang akan mengikuti karantina.

Salam Akademia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com