Jumat, 04 Oktober 2013

Berita Tentang Kasus Bank Century: Sulitkah mengusut kasus Bank Century?

by: http://politik.kompasiana.com/2013/09/26/sulitkah-mengusut-kasus-bank-century-595350.html
Kejadian sekitar 5 tahun yang lalu ini terus menjadi api dalam sekam dinegeri ini. Bank Century yang size-nya tidak besar, diselamatkan oleh negara  dengan dana besar Rp. 6.7 Trilyun. Angka yang sangat spektakuler untuk penyelamatan Bank sekelas Bank Century.

Ketika masalahnya menyeruak ke permukaan, banyak ‘cerita sinetron’ berbagai versi. Pemerintah bertahan pada posisi bahwa kalau Bank Century dibiarkan ambruk, akan berdampak sistemik, memicu efek domino bergugurannya Bank-bank didalam negeri. Pada gilirannya memicu krisis ekonomi yang serius, atau fatalnya dapat membuat bangkrut negeri ini. Di USA, dalam waktu yang berdekatan dengan penyelamatan bank Century. krisis finansial telah menenggelamkan Lehman Brothers Group, kelompok usaha finansial terbesar disana. Karena itu apa yang dilakukan petinggi keuangan negeri ini, dibawah komando Boediono dan Sri Mulyani adalah langkah yang tepat sekali.
http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2011/2/11/Icon_BankCentury.jpg
‘Cerita sinetron’ lain mengatakan, kasus Bank Century terjadi menjelang berlangsungnya Pemilu dan Pilpres 2009, yang kemudian terbukti dimenangkan secara mengejutkan oleh Partai Demokrat dan SBY. Partai Demokrat tadinya termasuk Parpol kecil, tetapi SBY adalah Presiden pertahana (incumbent). Lebih dramatis lagi, SBY tidak memilih melanjutkan berpasangan dengan Jusuf Kalla yang terbukti tangguh, tetapi lebih memilih Boediono yang tadinya menjabat Gubernur BI. Kalau mau terus terang, versi ini menuduh SBY dan Partai demokrat merekayasa terjadinya penyelamatan Bank Century, untuk menggali dana kampanye Pemilu dan Pilpres 2009, dengan ‘memperalat’ Boediono sang Gubernur BI. Imbalannya Boediono dijanjikan posisi Wapres. Sensitif sekali.

Mana yang benar? Kedua versi ’sinetron’ inilah yang terus menerus bertempur memperebutkan satu kebenaran. Masing masing versi punya argumentasi, dan membingungkan apa sebenarnya yang terjadi. Akhirnya semua sepakat menyerahkan pengusutannya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sampai hari ini, ketika KPK sudah berganti seluruh pimpinannya, yang sering disebut KPK jilid 3, tetap saja tidak kunjung ada kejelasan. Memang sudah ada tersangka, tetapi masih jauh dari penyelesdaian secara tuntas. Belum akan menjawab teka teki kedua versi diatas. Bahkan bisa bisa memunculkan korban sia sia putra putri terbaik bangsa.
http://www.sindotrijaya.com/uploads/news/resize2/bank-century.jpg
Pada saat Pimpinan KPK berganti, pernah ada pernyataan Ketua KPK  yang berjanji menyelesaikan kasus Bank Century ini akhir tahun 2012.  Sekarang janji itu sudah berganti ke akhir tahun 2013 tapi bukan janji selesai seluruh kasusnya. Tidak ada jaminan janjinya tidak akan mundur lagi. Kalau KPK dengan peralatan yang canggih dan status super body seperti masih kesulitan begini, bagaimana orang awam membahasnya dengan gaya populer yang mudah dipahami rakyat? Ijinkan saya mencoba mengusulkan solusi.

Diantara nasabah Bank Century yang menyedot perhatian saya bukanlah Gayatri, tetapi Budi Sampurna (alm). Sayang beliau telah berpulang sebelum tuntasnya kasus Bank Century. Budi Sampurna adalah orang yang sangat kaya, menyimpan uangnya di Bank Century konon dalam hitungan trilyun. Keputusan ini cukup  diluar kelaziman, karena biasanya orang kaya memilih Bank papan atas, the big five atau the big ten, untuk menyimpan uangnya. Tetapi apapun alasannya itu adalah pilihan subyektif pemilik uang yang harus dihormati.

Dalam pemberitaan kasus bank Century juga terungkap bahwa Budi Sampurna tidak mau memecah simpanannya menjadi satuan per  Rp 2 Milyar, sebagaimana batas maksimum yang dijamin pengembalian sepenuhnya oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Bahwa akhirnya Budi Sampurna bisa menarik kembali uangnya, itu karena bank Century sudah diambil alih oleh LPS untuk kemudian berganti nama menjadi Bank Mutiara. Dalam pengambilan inipun tidak ada yang salah, karena memang sudah sesuai peraturan perbankan.
http://www.citraislam.com/wp-content/uploads/2013/06/bank-century-ist.jpg
Yang belum jelas adalah kapan dan bagaimana Budi Sampurna menyetor dananya ke Bank Century dan kemana uang yang akhirnya diambil itu kemudian mengalirnya? Dipakai untuk kepentingan pribadi? Dipakai untuk berbisnis? Atau dipakai untuk keperluan lain, yang mungkin sejalan dengan salah satu versi diatas tadi, dipergunakan untuk membiayai kampanye pemenangan Partai Demokrat dan SBY?

Dengan bukti hukum yang sudah sangat berserakan kesana kemari, minimal KPK dapat fokus ke aliran dana yang disetor dan diambil Budi Sampurna ke dan dari Bank Century. Dengan bantuan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaklsi Keuangan), KPK bisa meminta informasi kapan dan bagaimana aliran dana yang disetor Budi Sampurna ke Bank Century, dan kemana saja aliran uang yang akhirnya diambil Budi Sampurna, sampai 2 atau 3 layer. Artinya setelah diambil lalu dibayarkan ke siapa, lalu oleh siapa itu dibayarkan lagi ke siapa, lalu oleh siapa itu dibayarkan ke siapa lagi. Ini tentu bukan analisis yang mudah. Tetapi dapat menyelesaikan masalah. Kalau aliran uang Budi Sampurna kedalam dan keluar Bank Century ternyata clear tidak ada kaitannya dengan kampanye pemenangan Partai Demokrat dan SBY, maka alasan yang menuduh ada keterlibatan Penguasa atau skenario penggalian dana kampanye itu tidak terbukti. Kalau ternyata ditemukan bukti keterkaitannya, ya berarti tuduhannya terbukti. Silahkan dilakukan proses hukum selanjutnya.

Pekerjaan ini menjadi lebih sulit karena mengenai  transaksi yang sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Tetapi hasilnya bisa menutup kasus Bank Century dengan memuaskan semua pihak. Tentu saja sebelum melakukan pemeriksaan aliran uang yang disetor dan diambil Budi Sampurna itu. harus ada kesepahaman antara pihak yang pro dan kontra argumentasi Pemerintah, terutama Panwas Century DPR, sehingga hasilnya langsung bisa ditindak lanjuti. Jangan menimbulkan kekisruhan lagi.

Mengapa rekening Budi Sampurna yang dijadikan benchmark penyelesaian kasus Bank Century? Karena ini rekening yang saldonya sangat besar, mungkin terbesar di Bank Century saat itu, dan uangnya bisa masuk dan keluar dengan mulus mulus saja. Sehingga bisa menimbulkan kecurigaan. Padahal seperti saya urai diatas, bisa jadi itu biasa biasa saja, karena memang sesuai dengan aturannya. Rekening nasabah lain sejauh diketahui dari media, kecil2 saja, sehingga tidak terlalu berarti untuk membuka episentrum masalahnya.

Mungkin saja ada solusi lain yang lebih baik, tetapi yang lewat dipikiran saya saat ini hanya yang ini. Koreksilah bila salah, Satu satunya motif saya menulis masalah ini adalah ingin melihat masalah ini selesai tuntas dan tidak menjadi beban sejarah lagi. Mengapa masuk rubrik Politik, karena selama ini aroma politiknya sangat kental sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com