Jumat, 20 September 2013

Cara dan Tips membuat Karya Tulis: Contoh Karya Tulis Sederhana


by: http://shaastyaputri.blogspot.com/2013/01/contoh-karya-tulis-sederhana.html
http://fianblog.files.wordpress.com/2010/12/menulis-yang-baik.gifMAKALAH BAHASA INDONESIA
Tentang
KARYA TULIS SEDERHANA
 KD 8               : Menulis karya tulis sederhana dengan menggunakan berbagai sumber.
Asiknya Beternak Kelinci untuk menambah penghasilan
Dan
Mengenal Jenis-jenisnya
Di Susun oleh :
Nama                 : Shafira Asti Setya Putri
Kelas                  : IX D
No presensi      : 03
SMP NEGERI 1 CANDI
TAHUN AJARAN 2011-2012
Kata Pengantar
            Puji syukur kehadirat allah SWT,berkat rahmat dan karunia-nya saya dapat menyelesaikan tugas bahasa Indonesia tentang karya tulis sederhana ini yang dibimbing oleh guru mata pelajaran. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memberikan informasi tentang “Asiknya Beternak Kelinci untuk menambah penghasilan Dan Mengenal Jenis-jenisnya”.
            Laporan ini disusun berdasarkan penelitian melalui study kepustakaan, namun dalam penyusunannya, kami menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari taraf kesempurnaan, oleh karena itu dengan rendah hati kami menanti saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pembaca.
   Satu harapan yang saya inginkan semoga karya tulis ini dapat berguna bagi pembaca.
                                                              Hormat saya
                                                            Shafira Asti S.P
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Usaha peternakan kelinci di Indonesia pada umumnya masih merupakan usaha keluarga yang bersifat sambilan dengan pemeliharaan yang masih sederhana.
            Dalam upaya memenuhi permintaan daging sebagai salah satu sumber protein hewani dan bahan baku kulit untuk industri, maka usaha peternakan kelinci merupakan salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam bentuk perusahaan peternakan.
Jumlah ternak kelinci yang dapat dimiliki atau dipelihara oleh setiap perusahaan peternakan adalah sebanyak 1.500 ekor campuran atau lebih. Bila jumlah ternak campuran yang dimiliki kurang dari 1.500 ekor, maka digolongkan ke dalam usaha peternakan rakyat.
Pedoman teknis perusahaan peternakan kelinci disusun sebagai bahan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada perusahaan sehingga memudahkan dalam melaksanakan kegiatan usaha peternakan dengan tidak menhimpang dari peraturan perundangan yang ada di bidang peternakan.
1.2.Rumusan Masalah
1.2.1          Bagaimana cara beternak kelinci dengan baik ?
1.3.Tujuan Penulisan
a.       Memberikan wawasan kepada pembaca bagaimana cara pemeliharaan kelinci yang baik dan menarik minat masyarakat untuk beternak kelinci dan untuk mengetahui jenis – jenis kelinci
b.      Sebagai tugas Bahasa Indonesia kelas IX
1.4.Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan karya tulis ini adalah dapat mengetahui bagaimana cara beternak kelinci dengan baik dan jenis-jenis kelinci.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.      Bagaimana cara beternak kelinci dengan baik ?
A.      Pengertian Ternak

1.      Menurut Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 1967 Tentang :
Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Yang dimaksud dengan :

a.    Ternak adalah hewan piara, yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembangbiakannya serta manfaatnya diatur dan  diawasi oleh manusia serta dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup  manusia.
b.  Peternak ialah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan, yang mana   pencahariannya sebagian atau seluruh bersumber  kepada peternakan.
c.   Peternakan ialah pengusahaan ternak
d.  Peternakan murni ialah cara peternakan, dimana perkembangbiakan ternaknya dilakukan dengan jalan pengecekan antara  hewan-hewan yang termasuk satu rumpun.
e.  Perusahaan peternakan ialah usaha peternakan, yang dilakukan ditempat tertentu serta perkembangbiakan peternakan dan  manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
B.       Jenis – jenis kelinci ternakan
                        Berdasarkan bobotnya, kelinci ternakan pada umur dewasa dibedakan atas tiga tipe, yaitu kecil (small and dwarf breeds ), sedang atau medium (me-dium breeds) , dan berat (giant breeds) . Kelinci tipe kecil berbobot antara 0,9 – 2,0 kg, tipe sedang berbobot 2,0 – 4,0kg, dan tipe berat berbobot 5 – 8 kg.
                        Kelinci tipe dewasa kelaminnya cepat, umur 4 – 6 bulan sudah siap kawin. Penampilannya unik, bersih, lucu, dan memiliki warna bulu aneka corak. Bulunya halus, lunak. Sifatnya jinak, mudah dipelihara.
                        Kelinci tipe kecil sangat disukai orang, dari usia anak-anak sampai dewasa. Umumnya dipelihara sebagai ternak bias atau ternak kesayangan. Misalnya varietas Dutch, Lop Dwarf, Nederland Dwarf, Polish, dan Siamese. Sementara itu, varietas English Angora bukan hanya dipelihara sebagai ternak kesayangan, tetapi juga sebagai penghasil bulu.
                        Kelinci tipe sedang setelah umur 7 – 8 bulan baru bisa dikawinkan. Dipelihara terutama untuk ternak penghasil daging, daging sekaligus kulit bulu. Misalnya varietas California, Carolina, Champangne d’Argent, English Spot, New Zealand, Rex, dan Simonoire.
                        Kelinci tipe berat, dewasa kelaminnya sangat lambat, biasanya setelah umur 10 – 12 bulan baru bisa dikawinkan. Dipelihara untuk ternak penghasil daging seklaigus bulu. Misalnya varietas Checkered Giant, Flemish Giant alias Vlaamsereus, dan Giant Chinchilla.
1) Ras kelinci hias dan karakternya
                        Berikut adalah beberapa jenis kelinci hias yang banyak diminati masyarakat yang memiliki hobi memelihara kelinci.

            a) Angora
Ras Angora merupakan kelinci berbulu sangat tebal, halus dan kuat. Karena  itu, ras angora banyak diternakkan dengan tujuan utama penghasil wol. Jenisnya terbagi menjadi dua, yakni Angora Jenis Inggris dan Angora Prancis. Bobot Angora mencapai 2,7 kg. warna bulunya ada yang putih, coklat, atau abu-abu. Ada juga yang disebut dengan lyon. Sebutan ini lebih menyesuaikan bentuk mukanya yang mirip singa (lion). Jenis lainnya adalah Angora Giant dan Angora Satin.

b) Rex
 Kelinci ras Rex memiliki bulu yang sangat halus seperti beludru, tebal, padat dan mengkilat. Bobotnya mencapai 3,6 kg. kelinci jensi Rex ini sangat rentan terhadap penyakit karena pada dasarnya kelinci ini merupakan kelinci mutasi yang biasanya keturunan akibat perkawinan sedarah. Rex memiliki warna yang beragam. 

            Keanekaragaman warna pada Rex sangat menarik minat orang untuk memeliharanya.

c) Lop
Ras Lop berperawakan besar, kuat dan berbobot berat. Ras ini memiliki ciri khas, yaitu telinga menggantung atau ke bawah. Lop terdiri dari English Lop, Holland Lop, Prancis Lop, American Fuzzy Lop yang mencapai 4 kg. Jenis yang kini paling diminati adalah jenis American Fuzzy Lop yang berbulu panjang dan Angora Lop yaitu hasil persilangan antara Lop dan Angora.
                       
C.      Memilih Bibit Kelinci
                        Peternak harus menentukan tujuan, sebelum menjalankan usaha peternakannya. Ia harus melakukan pemilihan dan menentukan sendiri jenis kelinci yang akan diternakan. Setelah pilihan ditentukan, bibit kelinci dipilih seekor demi seekor. Tiap ekor kalinci untuk bibit harus diseleksi dengan teliti. Bibit itu harus diketahui dengan pasti asal – usulnya. Bibit kelinci yang jelas asal – usulnya hanya ada di breeding farm yang terkelola dengan baik.
                        Penjualan bibit kelinci yang baik pasti disertai sertifikat kelahiran, setelah ditinjukkan tanda segel atau tato pada telinga. Adanya bukti yang lengkap menunjukkan kejujuran breeder (pembibit) dalam mempertanggung – jawabkan kemurnian bibitnya.
1.      Bibit berkualitas
            Agar usaha peternakan dapat dicapai, diperlukan bibit-bibit yang sehat, produktif, dan mampu menghasilkan banyak anak, baik  jantan maupun betina. Karakter dan ukurannya harus sesuai dengan standar ras yang berlaku. Usia bibit harus masih muda dan  dalam keadaan masih produktif.
                                  
            Ciri-ciri kelinci sehat dan berotot, menunjukkan pemeliharaan telaten. Mesipun harganya tergolong tinggi, membeli bibit yang berkualitas memiliki beberapa keuntungan seperti :

1.      Angka kematian ternak rendah, bahkan ada kemungkinan semua anak
bisa tumbuh sehat  sampai dewasa.
2.      Tata laksana pemeliharaan lebih mudah, karena pembibit akan menunjukkan teknik dan tata cara pemeliharaan.
3.      Biaya produksi bisa diperhitungkan dengan mudah sesuai dengan skala ekonomis yang dikehendaki.
4.      Jelasnya modal dan biaya produksi yang diperlukan, sehingga tingkat kentungan yang diharapkan terukur pasti.
2.      Sehat dan Enerjik
            Bibit kelinci yang sehat memiliki sifat lincah dan aktif. Gerakannya enerjik, tidak malas-malasan atau mengantuk, dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum, bibit yang digunakan memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut .
           
a.      Tipe kepala sesuai dengan ukuran badan
            Kelinci bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar memiliki kepala yang lebar pula. Kelinci kecil juga seharusnya kepalanya kecil.

            Tipe kepala yang baik dan seimbang memiliki dasar telinga yang baik. Telinga tegak (kecuali Lop) panjang minimal 40 cm. daun telinga tebal, panjang dan tampak seimbang. Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk semua ras kelinci, terutama untuk kelinci kecil seperti Dutch, Havana, Standard chincilla, Lilac, dan ras kelinci kecil lainya.
            Mata kelinci yang baik adalah bulat bercahaya, selaput mata bersih. Padangan cerah, jernih, pandangan mata yang sayu dan kurang jernih menandakan kelinci kurang sehat kondisi fisiknya. Hidung kering, moncong dan mulut bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab, kemungkinan terserang pilek. Gigi taring tidak tajam.
b.      Berkaki normal
            Kaki normal cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk huruf X (kaki bengkok keluar), dan membentuk huruf O (kaki bengkok kedalam). Kaki yang bagus cirinya lurus, sempurna dan baik. Jarak antar kaki depan dan belakang sama. Kaki belakang tampak rapat pada badan.
c.       Berbadan bulat
 Kelinci berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singkat. Kondisi ini menujukkan keadaan secara fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan kandungan daging yang banyak dan bisa dijadikan penghasil daging yang baik.

            Kulit licin tidak terasa benjol-benjol kalau diraba, bulu bersih, licin, halus mengkilat dan rata. Dubur bersih, kering, tidak terdapat tanda kotoran bekas mencret. Calon induk betina berbadan panjang, bertulang punggung lebar dan rajin merawat  sarang dan merawat anak, yang berasal dari keturunan yang mempunyai 6-8 ekor anak hidup dan tumbuh seragam sampai disapih. Jumlah puting susu 8 buah.

            Calon induk dengan ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa kelinci dapat beranak banyak, berumur panjang, masa produksinya lama, berkisar 2,5 - 3 tahun, sayang terhadap anak dan air susunya banyak.
 Kelinci berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singkat. Kondisi ini menujukkan keadaan secara fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan kandungan daging yang banyak dan bisa dijadikan penghasil daging yang baik.
d.      Berekor lurus
            Ekor kecil, tumbuh lurus keatas, Nampak menempel dengan punggung, ekor miring tidak rebah kesamping atau terpuntir, dan tidak jatuh. Ekor yang tidak lurus ke atas berarti cacat.
D.        Makanan dan Minuman Kelinci
            1.         Pakan Kelinci Liar
               Di alam, kelinci liar dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan jenis pakan yang di kehendaki. Jumlah pakan minimal dan ragam pakan dapat terpenuhi sehingga terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya. Kalau kebutuhan itu tidak tercapai, dengan sendirinya kelinci berangsur-angsur gugur menghadapi sleksi alam.
               Di alam bebas faktor pakan kelinci tak menjadi masalah. Selama ditanah masih ada hijauan dan bisa ditumbuhi rumput, biji-bijian dan umbi-umbian, kelinci masih bisa hidup, termasuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sendiri. Mereka hidup di semak-semak, membuat liang sebagai tempat tinggal sekaligus perlindungan.
            2.         Pakan Kelinci Ternakan
               Kelinci yang diternak hidup terbatas disekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh perhatian dan perawatan peternaknya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya.
               Beternak kelinci bertujuan mendapatkan keuntungan ekonomis dari usaha tersebut dengan pemilihan pakan yang sesuai. Jenis pakan yang dipakai tidak bersaing dengan kepentingan manusia atau ternak industri intensif seperti ayam. Pendayagunaan bahan pakan yang tidak berasal dari bahan makanan manusia sangat diutamakan dalam peternakan kelinci.
                       
               Dalam peternakan kelinci intensif, pakan yang diberikan tak hanya berupa hijauan sebagai pakan pokok. Selain hijauan, pakan kering seperti konsentrat, hay (rumput kering), biji – bijian diberikan sebagai pakan tambahan.
               Dengan demikian, pakan kelinci ternakan terdiri dari hijauan, hay, biji – bijian, umbi – umbian, dan konsentrat.
E.        Pengertian Peternakan dan Perusahaan ternak Kelinci
                       
               Usaha peternakan kelinci adalah suatu usaha dibidang peternakan kelinci yang dapat diselenggarakan dalam bentuk perusahaan atau peternakan rakyat.
               Perusahaan peternakan kelinci adalah suatu usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersial yang meliputi kegiatan menghasilkan ternak (ternak bibit, ternak potong), dan usaha menggemukan termasuk mengumpulkan, mendengarkan, dan memasarkan yang jumlahnya melibihi dari jumlah ternak yang ditetapkan pada peternakn rakyat.
F.         Cara Beternak Kelinci
                        Umur kelinci cukup panjang . Induk betina mampu berproduksi sampai umur enam tahun , tetapi puncak produksinya sekitar umur tiga tahun . Kalau manajemen pemeliharaannya dikelola dengan baik , sampai umur lima tahun kelinci masih bisa berprodusi lebih baik .
1.       Persyaratan Lokasi
                  Di Indonesia kelinci dapat diternakkan atau  dikembangkan dengan baik di daerah dengan ketinggian diatas 500 dpl, dan suhu  udara sejuk berkisar 15-18 C (60-85 F). Di daerah tersebut umumnya banyak tersedia pakan hijau yang digemari kelinci, berupa limbah sayuran dan tanaman pangan. Juga berbagai macam rumput dan hijauan pakan ternak lainnya yang disukai kelinci.
2.      Seleksi induk
                  Produktivitas kelinci sangat tergantung pada pengelolaan. Salah satu unsur yang sangat mendukung pengelolaan adalah seleksi. Seleksi dilakukan secara ketat dan terus menerus berdasarkan sifat ras, penampilan fisik, usia, tingkah laku, daya produksi dan nilai ekonomis. Seleksi bibit berdasarkan ras sangat penting, terutama untuk menentukan tujuan peternakan yang terarah.

                  Seleksi dikerjakan dengan menyisihkan anak kelinci cacat dan lambat pertumbuhannya, dan menyingkirkan kelinci menjelang dewasa yang sifatnya kurang baik, terutama yang disiapkan sebagai calon induk.

                  Seleksi juga dilakukan dengan memasukkan kembali kelinci betina kedalam kandang pejantan yang pernah mengawininya. Kalau ternyata menolak, tidak mau dikawini, kemungkinan besar si betina telah hamil.

                  Meneliti perkembangan perut setelah dua minggu kawin. Bagian perut diraba dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari, pelan-pelan ke belakang. Kalau terdapat tunas sebesar kelereng, berarti kelinci telah hamil.
3.      Kartu Induk

                  seleksi baru berhasil kalau pertenak memiliki catatan asal-usul dan data-data tertulis dari setiap ekor kelinci , yang berupa Kartu Induk Betina dan Kartu Induk Pejantan .
4.      Dewasa Kelamin
                  Tiap ras kelinci memiliki dewasa kelamin berbeda-beda . Antara jantan dan betina pun memiliki dewasa kelamin yang berbeda . Kelinci betina lebih cepat dewasa kelamin dibandingkan dengan kelinci jantan .
5.      Mengenal Jenis Kelamin

      Kelinci jantan dapat dibedakan dengan mengamati alat kelaminnya . Mengetahui secara jelas usia dan jenis kelamin setiap kelinci sangat berarrti bagi program pembiakan , kontrol mutu keturunan , dan produkvitas peternakan .

      Jenis kelamin kelinci mulai bisa dikenali setelah berumur tujuh hari dengan cara memeriksa “tonjolan” alat kelamin . Anak kelinci jantan memiliki tonjolan panjang dan bulat dengan lekuk bulat di tengah . Anak kelinci betina tonjolannya agak pendek , di tengahnya terdapat vulva (celah) memanjang .

6.      Program Kelinci

      Kelinci yang sudah dewasa perlu diatur program kawinnya . Periksa data-data induk kelinci berdasarkan tipe , usia , dan ukuran fisiknya . Jangan mengawinkan kelinci ketika usianya masih terlalu muda , karena bibit akan rusak dan bisa tidak produktif . Kelinci pejantan yang dikawinkan pada usia terlalu muda akan kerdil . Hasil perkawinan sering gagal , tidak menghasilkan kebuntingan . Kalau induk betina yang dikawini berhasil bunting , sering kali kondisi anak yang dilahirkan lemah / cacat .
BAB III
PENUTUP
3.1     Simpulan  
            Beternak kelinci merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat. Peternak harus benar-benar mengetahui tanda-tanda kelinci yang sedang birahi dan juga mengetahui cara mengawinkan kelinci  yang benar. Beternak kelinci dengan cara yang baik dan benar serta memakai cara-cara yang benar maka akan membawa keberhasilan yang  memuaskan. Beternak kelinci tidak membutuhkan modal terlalu besar, serta tempat yang tidak terlalu luas, maka beternak kelinci mudah  dikembangkan sebagai usaha sambilan.
         
           
3.2          Saran
1.   Jika beternak kelinci, sebaiknya menyiapkan kandang terlebih dahulu.
2.   Beternak kelinci mempunyai prospek yang baik selain diambil dagingya, kelinci dapat diambil fur dan woolnya. Juga sebagai  binatang kesayangan (binatang hias).
3.   Dengan berbagai pengalaman yang ada hendaknya masyarakat lain dapat ditularkan ilmunya dari peternak.
4.   Untuk mencapai keberhasilan dalam mempraktikkannya harus benar, sebab dalam pemeliharaan satu kali belum tentu berhasil.
5.   Tujuan utama pemeliharaan kelinci sebaiknya untuk diambil kulit dan bulunya, bukan dagingnya.
  
DAFTAR PUSTAKA
Blakely, James . And David H. Bode. 1992. Ilmu Peternakan. Yogyakarta : 
Gadjah Mada University Press .
Hustamin, Rudy. 2006. Panduan Memelihara Kelinci Hias. Jakarta :Agro Media
Pustaka.
Sarwono, B . 2008 . Kelinci Potong & Hias . Jakarta Selatan : PT AgroMedia 
      Pustaka .
www.google.co.id/kelinci3rabbitry.blogspot.com/2011/02/budidaya-dan- 
pemasaran-kelinci-hias.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com