Jumat, 22 April 2011

Sri Purnomo : Islam Bukan Agama Keras

Bupati_Sleman.jpg
Bupati Sleman Sri Purnomo
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM –
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan peringatan Maulid Nabi pada hakekatnya adalah mengingat kembali kebesaran akhlak, meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW yang akan menjadi bahan introspeksi bagi kehidupan.

Jadi bagi Sri Purnomo merupakan kesalahan jika Islam dipersepsikan sebagai agama keras atau mengajarkan kekerasan. Begitu juga tindakan-tindakan sebagian pemeluknya yang dapat mencoreng wajah santun dan lemah lembut Islam. Karena Nabi SAW senantiasa mengedpankan kasih sayang dan kelembutan dalam berhubungan dengan sesama termasuk dalam menyelasikan suatu permasalahan.

“Islam bukan agama keras, melainkan mengajarkan kelembutan dan kasih sayang kepada umatNya,” ujar Sri Purnomo di depan ratusan jamaah di Masjid Agung Kabupaten Sleman, pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, Selasa (22/2/2011).

Kelembutan dan kasih sayang itulah, lanjutnya, justru yang mampu menjadi metode ampuh dalam berdakwah dan menyelesaikan permasalahan. Ia mengatakan Nabi Muhammad pernah bersabda, "Kelembutan yang ada dalam segala sesuatu akan menyeimbangkannya, dan kekerasan dalam segala sesuatu akan memperburuknya." Hadis Riwayat Muslim.

Sri Purnomo menandaskan Maulid Nabi menjadi momentum yang sangat baik bagi warga Sleman untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri. Apakah perilaku hidup kita sudah sesuai de­ngan ajaran dan teladan Rasulullah SAW. “Dengan senantiasa introspeksi maka insya Alloh, kualitas hidup kita akan semakin membaik dari waktu ke waktu,” ujarnya. Peringatan Maulid Nabi di hadiri para pejabat, PNS, POLRI, TNI, siswa-siswi, lembaga sosial keagamaan serta calon penerima bantuan anak asuh dari BAZ Kabupaten Sleman.

Menurut dia, peringatan maulid ini menjadi begitu penting maknanya, disaat kita dituntut untuk saling membantu dan saling mengasihi terutama kepada saudara kita yang saat ini tengah berupaya bangkit dari keterpurukan akibat bencana erupsi Merapi beberapa saat lalu.

Selain itu, beberapa saat yang lalu, lanjutnya banyak terjadi peristiwa-peristiwa kekerasan yang dikaitkan dengan issu SARA. “Saya berharap, siapa saja yang bersalah dan melanggar hukum harus ditindak tegas sesuai hukum dan perauran yang berlaku,” tandasnya.

Sri Purnomo mengatakan dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran untuk menekankan kembali akhlakul kharimah yang sudah ditutunkan dan diajarkan Nabi Muhammad SAW. Akhlakul Kharimah tidak hanya dalam berhubungan dengan sesama Muslim, namun juga harus ditunjukkan kepada umat yang tidak seiman.

Editor : junianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com